• Tidak ada hasil yang ditemukan

Studi Kasus 4kjhkjhhjhkjhhhhn,jh

N/A
N/A
Rifda Salsabillah

Academic year: 2025

Membagikan "Studi Kasus 4kjhkjhhjhkjhhhhn,jh"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

Studi Kasus 4 : Jasa-Jasa Bank Lainnya

Kasus Bank Century mencuat ketika Lembaga Penjamin Simpanan mengambil alih bank yang tengah mengalami krisis likuiditas itu, November 2008. Dari sana terungkap, dana nasabah sebesar Rp 1,45 triliun telah diselewengkan dan polisi menetapkan Komisaris Utama Bank Century Robert Tantular sebagai tersangka utama. Modusnya dengan menjual reksa dana fiktif kepada para nasabah. Penjualan reksa dana fiktif itu sudah berlangsung sejak tahun 2002. Namun, BI dan BapepamLK baru mengetahuinya tahun 2005. Sekalipun sudah mengetahui sejak tahun 2005,

BI dan Bapepam-LK tidak langsung menghentikan praktik penipuan di industri keuangan tersebut.

Bagaiamana pandangan saudara terkait studi kasus diatas?

Carilah Kronologi dari studi case diatas!

Bagaimana pandangan hukum dari studi kasus diatas?

1. Menurut Pandangan:

 Kasus Bank Century menunjukkan kegagalan regulator dalam menjalankan fungsi

pengawasan dan penegakan hukum di sektor perbankan dan keuangan. Meskipun BI dan Bapepam-LK telah mengetahui praktik penjualan reksa dana fiktif sejak 2005, mereka tidak segera mengambil tindakan tegas untuk menghentikannya.

 Keterlambatan tindakan pengawas ini menyebabkan kerugian yang sangat besar bagi nasabah Bank Century, mencapai Rp 1,45 triliun. Hal ini mencerminkan perlunya penguatan kapasitas dan independensi otoritas pengawas dalam mengawasi industri keuangan.

 Pengambilalihan Bank Century oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) juga memunculkan pertanyaan terkait transparansi dan dampak kebijakan bailout yang diambil pemerintah.

Kebijakan ini perlu dikaji secara saksama, baik dari sisi legalitas, proses pengambilan keputusan, maupun implikasinya terhadap stabilitas sistem keuangan.

Artikel "Kasus Bank Century: Kegagalan Pengawasan dan Penegakan Hukum" dari Kompas.com (https://www.kompas.com/tren/read/2019/01/10/080000565/kasus-bank-century-kegagalan- pengawasan-dan-penegakan-hukum)

(2)

Laporan Tahunan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) tahun 2008-2009 (https://www.lps.go.id/web/guest/laporan-tahunan)

Artikel "Mengapa Kasus Bank Century Menjadi Perdebatan Berkepanjangan?" dari Tirto.id (https://tirto.id/mengapa-kasus-bank-century-menjadi-perdebatan-berkepanjangan-cJXw)

2. Kronologi Kasus Bank Century:

 Tahun 2002 - Komisaris Utama Bank Century, Robert Tantular, mulai menjual reksa dana fiktif kepada nasabah.

 Tahun 2005 - BI dan Bapepam-LK (sekarang OJK) mengetahui adanya praktik penjualan reksa dana fiktif di Bank Century.

 2005-2008 - BI dan Bapepam-LK tidak segera mengambil tindakan untuk menghentikan praktik penipuan tersebut.

 November 2008 - Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mengambil alih Bank Century yang mengalami krisis likuiditas.

 Penyelidikan mengungkap bahwa dana nasabah sebesar Rp 1,45 triliun telah diselewengkan.

 Polisi menetapkan Robert Tantular sebagai tersangka utama atas penjualan reksa dana fiktif.

Pandangan Hukum:

 Tindakan Robert Tantular dalam menjual reksa dana fiktif merupakan tindak pidana penipuan yang diatur dalam Pasal 378 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

 BI dan Bapepam-LK (sekarang OJK) dapat dipandang lalai dalam menjalankan fungsi pengawasan dan penegakan hukum di sektor perbankan dan keuangan. Hal ini dapat menimbulkan pertanyaan mengenai tanggung jawab hukum instansi pengawas.

 Kebijakan bailout yang dilakukan pemerintah melalui LPS juga perlu dikaji lebih lanjut dari sisi legalitas, proses pengambilan keputusan, dan implikasinya terhadap stabilitas sistem

keuangan.

 Secara keseluruhan, kasus ini mencerminkan perlunya penguatan kapasitas dan

independensi otoritas pengawas serta penegakan hukum yang tegas di sektor perbankan dan keuangan untuk mencegah terulangnya praktik penipuan serupa.

Referensi: https://www.hukumonline.com/berita/baca/lt4b3d27ee80e38/legalitas-bailout-bank- century-dalam-perspektif-hukum/

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan hasil perhitungan kinerja reksa dana saham pada tahun 2015 menggunakan metode Treynor , tidak ada reksa dana saham menunjukkan kinerja yang positif dan

Menurut penulis Robert Louis Stevenson, pemasaran merupakan sesuatu yang kita semua melakukannya dan hidup untuk menjual sesuatu. Pemasaran terdiri dari beberapa

Salah satu perusahaan yang menjual jasa adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang perbankan atau lebih dikenal dengan nama Bank. Bank merupakan

Dalam jangka waktu dua tahun ke depan diharapkan fungsi pengawasan bank yang dilakukan oleh Bank Indonesia akan lebih efektif dan sejajar dengan pengawasan yang dilakukan oleh

Setelah berubahnya kiblat standar akuntansi Indonesia, peraturan tentang penilaian investasi, laporan keuangan serta pengungkapan yang diatur dalam peraturan BAPEPAM-LK

Wirdyaningsih, loc.. 5) Bank harus menyampaikan semua hal yang berkaitan dengan pembelian, misalnya jika pembelian dilakukan secara hutang. 6) Bank kemudian menjual barang

1) Kasus Bank Century menyangkut kisah yang panjang sejak penggabungan (merger) 3 buah Bank yang terjadi sejak tahun 2001. 2) Kasus Bank Century menunjukan lemahnya

Dokumen ini membahas studi kasus fraud analisis laporan keuangan pada PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (AISA) tahun 2017, termasuk identifikasi red flags, analisis menggunakan Fraud Triangle, dan kronologi