Studi kasus merupakan strategi penelitian dimana didalamnya peneliti menyelidiki secara cermat suatu program, peristiwa, aktivitas, proses, atau sekelompok individu. Kasus-kasus dibatasi oleh waktu dan aktivitas, dan peneliti mengumpulkan informasi secara lengkap dengan menggunakan berbagai prosedur pengumpulan data berdasarkan waktu yang telah ditentukan (Stake, 1995). ∙ Strategi-Strategi Kualitatif Untuk penelitian kualitatif, strategi-strateginya sudah mulai bermunculan sepanjang tahun 1990-an dan memasuki abad XX. Tidak Sedikit buku yang telah membahas strategi kualitatif ini (seperti 19 strategi yang diperkenalkan oleh Wolcott, 2001). Bahkan, pendekatan- pendekatan di dalam penelitian kualitatif tertentu sudah memiliki prosedur-prosedur yang lengkap dan jelas. Misalnya, Clandinin dan Connelly (2000) telah membuat deskripsi komprehensif tentang apa yang harus dilakukan oleh seorang peneliti naratif. Moustakas (1994)juga telah membahas doktrin-doktrin filosofis dan prosedur-prosedur dalam metode fenomenologi, sedangkan Strauss dan Corbin (1990,1998) memperkenalkan prosedur-prosedur untuk peneliti grounded theory. Wolcott (1999) menjabarkan prosedur-prosedur etnografis,dan Stake (1995) merekomendasikan sejumlah proses yang harus dilakukan dalam penelitian studi kasus.
Dalam penelitian studi kasus, rumusan masalahnya bisa diarahkan untuk mendeskripsikan suatu kasus dan kecenderungan kecenderungan tertentu.
Gunakanlah verba-verba eksploratif sesuai dengan jenis strategi kualitatif yang Anda terapkan. Verba- verba ini seyogianya mengajak pembaca untuk memahami bahwa penelitian Anda:
1. Menemukan (grounded theory).
2. Berusaha memahami (etnografi)
3. Mengeksplorasi suatu proses (studi kasus)
4. Mendeskripsikan Pengalaman-pengalaman (fenomenologi) 5. Menyajikan cerita-cerita (penelitian naratif).
Khusus untuk lima pendekatan tadi, para peneliti dapat mengkaji individu-individu (dengan naratif atau fenomenologi); mengeksplorasi proses, aktivitas, dan peristiwa-peristiwa (dengan studi kasus atau grounded theory); atau mempelajari perilaku culture-sharing dari individu individu atau kelompok-kelompok tertentu (dengan etnografi