Artikel
STUDI KELAYAKAN BISNIS PADA PRODUK JUAL COFFEE PASTA
Untuk memenuhi tugas STUDI KELAYAKAN BISNIS
Oleh:
Annaufal Dzaki Ramadhan NIM.352110370 Moh. Adin Fitriyanto NIM.352110077 Vidian Milasari NIM.352110371 Virdyansyah Nayuandika NIM.352210896
JURUSAN TEKNIK INDUSTRI FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS PELITA BANGSA
BEKASI 2022
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
Dengan berkembangnya bisnis Coffee Shop di Indonesia menjadi salah satu alasan terciptanya inovasi dari bisnis pada bidang F&B yaitu Coffee Pasta dan kemajuan bisnisnya sangat cepat karena disesuaikan dengan trend masa kini dengan berbagai konsep atau ide-ide
1.2 Batasan Masalah
Pada laporan praktikum ekonomi teknik yang saya buat adalah membahas tentang aspek-aspek yang mempengaruhi pada studi kelayakan bisnis produk Coffee Pasta.
1.3 Tujuan Masalah
Bersumber pada rumusan permasalahan yang disusun oleh kami di atas, hingga tujuan dalam penyusunan makalah ini merupakan bagaikan berikut :
1. Aspek Pasar dan Pemasaran, meliputi:
a. Menganalisis permintaan pasar b. Menganalisis pesaing
c. Menganalisis pangsa pasar
d. Menganalisis strategi dan bauran pemasaran 2. Aspek Teknis dan Produksi, meliputi:
a. Menganalisis lokasi produksi
b. Menganalisis bahan baku, bahan tambahan, dan bahan penolong c. Menganalisis teknologi yang digunakan
d. Menganalisis proses produksi
3. Aspek Organisasi dan Manajemen, meliputi:
a. Menganalisis struktur organisasi
b. Menganalisis jumlah dan kualifikasi tenaga kerja 4. Aspek Finansial, meliputi:
a. Menganalisis kebutuhan dana b. Menganalisis sumber dana c. Menganalisis modal kerja d. Menghitung proyeksi rugi/laba
e. Menghitung proyeksi arus kas masuk (cash in flow)
f. Menganalisis kelayakan berdasarkan kriteria penilaian investasi dengan Payback Period (PP)
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Analisis Kelayakan terhadap Aspek Pasar dan Pemasaran 1. Permintaan Pasar
Permintaan pasar produk Coffee Pasta baik minuman dingin dan minuman hangat mengalami kenaikan maupun penurunan tiap bulannya dikarenakan kesesuaian cuaca dan event yang berlangsung.
Proyeksi permintaan Coffe Pasta dapat dihitung dengan metode Trend Linier, dengan hasil sebagai berikut:
Tahun Permintaan (Cup)
Minuman Dingin Minuman Hangat
2019 9.000 5.400
2020 8.350 5.500
2021 9.250 4.565
Tabel 1 Proyeksi Permintaan Coffee Pasta 2. Pesaing
Pesaing bisnis Coffee Pasta di Kota Bekasi sangat banyak diantaranya Kapasitas Coffee, Raga Kopi, Wage Coffee, Yummy Coffee Gold dan Tanaya Coffee. Semua pesaing memiliki menu andalan atau best seller masing-masing dengan harga yang bervarian mulai dari Rp15.000 sampai dengan Rp45.000.
3. Pangsa Pasar
Pangsa pasar Coffee Pasta cukup luas karena mencakup semua kalangan karena harga yang ditetapkan terjangkau ,namun dengan melihat strategi lokasi fokus penjualan Coffee Pasta adalah orang-orang kantor dan penduduk komplek terdekat.
4. Bauran Pemasaran a. Produk
Coffee Pasta mengeluarkan aneka produk makanan dan minuman.
Produk makanannya diantara lain Spaghetti BBQ Sauce, Sagne Cheese n Spicy, Nasi Goreng Kampung Halaman dan Bucket Snacks n Shake.
Produk minuman kopinya Golden Coffee, Dolce Latte, Cappucino, dan Americano serta minuman non kopinya yaitu Tropical Mango, Tropical Lemon, Dawet, Klepon, Golden Milk, Thai Tea, Hazelnut Chocolate dan Chocolate Signature.
1) Penetapan Harga
Penetapan harga pada menu Coffee Pasta bervariasi yaitu untuk minuman mulai dari Rp12.000 hingga Rp25.000, dan makanan mulai dari Rp 20.000 hingga Rp35.000.
2) Distribusi
Distribusi menu Coffee Pasta yaitu melalui gerai atau toko yang berlokasi di Harapan Indah, Bekasi. Serta melalui aplikasi online seperti GoFood, GrabFood, Shopee Food dan melalui pesan antar dari Coffee Pasta.
3) Promosi
Promosi yang dilaksanakan Coffee Pasta untuk menarik pelanggan yaitu dengan spesial promo di hari weekend, potongan harga pada aplikasi online, melalui situs resmi atau media sosial, dan diadakannya tester untuk pelanggan yang pertama kali datang ke gerai.
2.2Aspek Kelayakan Terhadap Aspek Teknis dan Produksi 1. Lokasi Produksi
Tempat usaha atau tempat produksi merupakan gerai atau toko yang beralamat di Ruko Meli-Melo Blok A3 No.25, Harapan Indah, Bekasi.
2. Bahan Baku, Bahan Tambahan dan Bahan Penolong
Bahan baku yang digunakan adalah Air Galon, Biji Kopi Gayo Jawa, Susu Segar, Bubuk Thai Tea, Bubuk Doger, Bubuk Coklat, Bubuk Klepon, Bubuk Lemon, Brown Sugar Cair dan Sirup Mangga. Bahan Tambahannya yaitu Creammer, Sirup Hazelnut, Susu Kental Manis, Tropical Jelly, Konyaku Jelly, Pandan Jelly, Dawet Jelly, Gula Cair dan Yakult. Bahan
Penolong yaitu Cup dingin, Cup Panas, Stirer, Jacket Sleeve, Sedotan Dingin, Sedotan Jelly.
No Nama Bahan Baku
Harga Nama Bahan Tambahan
Harga Nama
Bahan Penolong
Harga
1. 8 Air Galon (19L)
Rp152.000 3 pch SKM Rp51.000 500 cup Dingin
Rp350.000
2. 90 Biji Kopi (250g)
Rp1.912.500 25 Creamer (500g)
Rp800.000 200 cup Panas
Rp80.000
3. 150 Susu Segar 1L
Rp3.255.000 10 btl Sirup Hazelnut
Rp600.000 200 Jacket Sleeve
Rp144.000
4. 1kg Bubuk Thai Tea
Rp70.000 100 scht Gula Cair
Rp42.000 200 Stirer Rp12.000
5. 2kg Bubuk Doger
Rp65.000 7 pch Yakult Rp70.000 600 sedotan dingin
Rp27.000
6. 50 Bubuk Coklat (250g)
Rp1.250.000 1 kg Tropical jelly
Rp60.000 300 sedotan jelly
Rp37.500
7. 1kg Bubuk Lemon
Rp62.500 4 kg Konyaku Jelly
Rp400.000 - -
8. 10 btl Brown Sugar
(500mL)
Rp450.000 1 kg Dawet Jelly
Rp62.000 - -
9. 1 Bubuk Klepon
Rp51.500 - - - -
10. 3 btl Sirup Mangga (500mL)
Rp150.000 - - - -
Total Biaya Rp7.418.500 Total Biaya Rp2.085.000 Total Biaya Rp650.500 Tabel 2. Perhitungan Biaya Bahan Dalam 1 Bulan
3. Peralatan Produksi
Peralatan produksi berupa mesin penggiling biji kopi, kulkas, milkfother, sendok scoop (sendok takar), sendok aduk, scoop ice, jigger, gelas ukur, tupperware, syrup pump, serbet, seal cup, frezzer ice, timbangan digital dan gunting. Semua peralatan untuk produksi dalam keadaan bagus dan bersih.
4. Proses Produksi
Proses produksi yang dilakukan menggunakan alat teknologi yang mendukung, namun tidak terlepas dari tenaga manusia. Kapasitas produksi untuk menu kopi dingin rata-rata 25 sampai 30 cup per hari, dan minuman refresher atau minuman hangat tergantung bentuk rata-rata 10 sampai 20 cup per hari. Produksi dipengaruhi oleh jumlah permintaan konsumen karena kondisi cuaca dan event tertentu sangat berpengaruh dengan banyak atau tidaknya permintaan konsumen.
Tahap proses produksi pada Coffee Pasta berikut:
Gambar 1. Alur Proses Produksi
Kopi Dingin Kopi Panas Coklat Dingin Coklat Panas
2.3Analisis Kelayakan Terhadap Aspek Organisasi dan Manajemen 1. Struktur Organisasi
Struktur organisasi Coffee Pasta disusun secara sederhana, yaitu pemilik dan pemimpin usaha berada di posisi atas. Terdapat empat divisi dalam struktur organisasi yaitu divisi pengembangan, produksi, pelayanan dan pemasaran. Ketua divisi berada di bawah ketua diikuti dengan anggota selaku pelaksana dimana masing-masing tenaga kerja melakukan tugas (jobdesc) yang telah ditentukan.Jumlah tenaga kerja sedikit, hubungan antara pemilik usaha dengan tenaga kerja sangat dekat,serta tingkat spesialisasi belum tinggi.
2. Jumlah Tenaga Kerja
Tenaga Kerja Coffee Pasta berjumlah 11 orang dengan kualifikasi pendidikan SMA/SMK atau Mahasiswa aktif dengan keterampilan, minat kerja pada bidang F&B dan berpengalaman. Tenaga kerja yang terlibat ada empat divisi, yaitu divisi pengembangan yang berjumlah 1 orang, divisi produksi berjumlah 4 orang, divisi pelayanan berjumlah 4 orang dan divisi pemasaran berjumlah 2 orang. Kegiatan di usaha Coffee Pasta tidak membutuhkan pekerja yang banyak, namun dengan jumlah tenaga kerja yang sedikit mampu menghasilkan output yang maksimal karena tenaga kerja yang terampil.
3. Kualifikasi Tenaga Kerja
Secara umum, tenaga kerja yang ada bukan merupakan kualifikasi tenaga kerja tetap, namun lebih kepada tenaga kerja paruh waktu atau kontrak pada waktu tertentu kerja. Kualifikasi pendidikan tenaga kerja pada Coffee Pasta SMA/SMK ataupun Mahasiswa Aktif.
4. Sistem Pengupahan Dan Pelatihan
Sistem pengupahan tenaga kerja ada dua macam, untuk karyawan kontrak sistem upah adalah setiap bulan ditambah upah lembur jika terjadwal lembur, dan untuk karyawan paruh waktu sistem upah adalah per jam. Semua tenaga kerja mendapatkan proses trainning (pelatihan) selama bekerja di Coffee Pasta. Pelatihan oleh pemilik usaha diadakan setiap ada jenis produk yang baru, sehingga tenaga kerja dapat langsung mempelajari
proses produksi, strategi pemasaran, dan pengembangan yang akan diterapkan.
2.4Analisis Kelayakan Terhadap Aspek Finansial Kebutuhan Dana
Dana yang dibutuhkan pada permulaan pendirian Coffee Pasta terdiri dari dua, yaitu untuk aktiva tetap dan untuk modal kerja.
1. Perhitungan Aktiva Tetap
Tabel 2. Perhitungan Biaya Aktiva Tetap 2. Perhitungan Modal Kerja
Jenis Jumlah Keterangan
Kas Rp2.500.000
Bahan Baku Rp7.418.500 Untuk 1 bulan Kebutuhan dana Aktiva
Tetap Jumlah
1 Mesin Penggiling Biji Kopi Rp 35.000.000 1 Mesin Seal cup Rp 3.800.000 Kulkas 1 pintu Rp 1.600.000
1 Milkfother Rp 550.000
2 Sendok Takar Rp 70.000
2 Sendok Aduk Rp 60.000
2 Jigger Rp 14.000
2 Gelas ukur Rp 24.000
4 Tupperware Rp 220.000
2 Syrup Pump Rp 34.000
4 Serbet Rp 40.000
2 Gunting Rp 18.000
Freezer Ice Rp 3.200.000
Scoop Ice Rp 20.000
Timbangan Digital Rp 120.000 Total harga aktiva tetap Rp 44.770.000
Bahan Tambahan Rp2.085.000 Untuk 1 bulan Bahan Penolong Rp650.500 Untuk 1 bulan Biaya Sewa Ruko Rp36.000.000 Untuk 1 bulan Bahan
lain-lain
Plastik Seal
Rp64.000 2 meter
Plastik Take Away single
Rp27.000 200pcs
Plastik Take Away double
Rp30.000 100pcs
Paper bag Take Away 8
Rp460.000 100pcs
Total Rp49.235.000
Tabel 3. Perhitungan Modal Modal awal = Biaya Aktiva tetap + Modal
= Rp 44.770.000 + Rp 49.235.000 = Rp 94.005.000
3. Proyeksi Pendapatan
Proyeksi pendapatan Coffee Pasta disajikan pada tabel di bawah ini : Tahun Kuantitas
(Cup) Harga Jual Pendapatan
Desember 2019- Mei 2020
9.000 Rp15.000 Rp135.000.000
Juni 2020- November 2020
8.350 Rp15.000 Rp125.250.000
Desember 2020- Mei 2021
9.250 Rp15.000 Rp138.750.000 Tabel 4. Proyeksi Pendapatan Minuman Dingin
Tahun Kuantitas
(Cup) Harga Jual Pendapatan
Desember 2019- Mei 2020
5.400 Rp12.000 Rp64.800.000
Juni 2020- November 2020
5.500 Rp12.000 Rp66.000.000
Desember 2020- Mei 2021
4.565 Rp12.000 Rp54.780.000 Tabel 5. Proyeksi Pendapatan Minuman Panas 4. Proyeksi Biaya Operasional
Biaya-biaya yang dikeluarkan Coffee Pasta adalah biaya untuk upah tenaga kerja, biaya depresiasi, biaya listrik dan air, serta biaya operasional yang meliputi biaya transportasi dan biaya pemasaran.
Tabel 6. Proyeksi biaya operasional Biaya Operasional selama 1 bulan
Biaya operasional selama 1 periode (semester) = 13.250.000 x 6 = 79.500.000
5. Teknik Pengolahan Data a. Payback Period (PP)
Apabila kas bersih setiap tahun berbeda maka payback period harus dicari mengunakan perhitungan sebagai berikut:
Pp = n + ((a-b) / (c-b))
Kebutuhan dana Jumlah
4 orang tenaga kerja Rp 8.000.000 Biaya Depresiasi Rp 2.000.000
Listrik Rp 1.000.000
Air Rp 750.000
Biaya Transportasi Rp 1.000.000 Biaya Pemasaran Rp 500.000 Total Biaya Operasional Rp 13.250.000
= 2 + 250.060.000 – 249.105.250 / 446.377.500 – 249.105.250
= 2 + 954.750 / 446.377.500
= 2,00213
Maka payback period nya adalah 2 semester 0,0213 bulan.
Berdasakan perhitungan diatas PP di peroleh lebih kecil dari umur investasi maka usaha tergolong layak.
b. Average Rate of Return (ARR)
ARR = Rata-rata EAT / Rata- rata Investasi (periode) Rata-rata EAT = 𝑅𝑝 51.911.500
3 = Rp 17.303.833 Rata- rata Investasi = 𝑅𝑝 94.005.000
2 = Rp 47.002.500 ARR (100%) = 𝑅𝑝 17.303.833
𝑅𝑝 47.002.500 x 100% = 36,8 % Jadi keuntungan rata-rata yang diperoleh 36,8%
BAB III PENUTUP KESIMPULAN
a.
Analisis pasar dan pemasaran menunjukkan bahwa prospek Coffee Pasta cukup baik, hal ini dilihat dari peningkatan jumlah permintaan setiap tahun. Ketersediaan bahan baku dan bahan pembantu yang memadai, dan strategi terkait bauran pemasaran yang cukup bagus.b.
Analisis teknis dan produksi menunjukkan bahwa kondisi tempat serta perlatan produksi tetap bersih dan terjaga kualitasnya, serta memenuhi kapasitas produksi.c.
Analisis organisasi dan manajemen menunjukkan bahwa pemilik usaha telah menjalankan fungsi- fungsi manajemen dengan cukup baik, dimulai dari perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengendalian. Bentuk struktur organisasi garis atau lini menunjukkan pemilik usaha berupaya untuk menjalin hubungan yang baik dengan karyawan, dan membina solidaritas yang tinggi antar karyawan.d.
Aspek keuangan merupakan aspek yang vital dalam menguji kelayakan usaha. Pada pengujian kelayakan usaha Coffee Pasta. Dapat diketahui sebagai berikut:Payback Period = 2 semester 0,00213 bulan < 3 semester ( Umur ekonomis) ARR = 38,6 % (keuntungan rata-rata)
Sehingga dari segi keuangan pendirian usaha Coffee Pasta dapat dikatakan layak
DAFTAR PUSTAKA
Lubis, R. M. S. (2020). Studi kelayakan usaha coffee shop komit (Doctoral dissertation, Universitas Sumatera Utara)
HIDAYAT, Ahmad, et al. Analisis Studi Kelayakan Bisnis Pada Usaha Kedai Kopi (Studi Kasus Pada Meine Welt Coffee Di Palangka Raya) Business Feasibility Study Analysis on Coffee Shop Business (Case Study on Meine Welt Coffee in Palangka Raya). Edunomics Journal, 2022, 3.2: 66-88.
Jenarut, Stefanus. Analisis Kelayakan Usaha Warung Kopi di Kelurahan Nginden Jangkungan Kecamatan Sukolilo Kota Surabaya.(Analysis of Coffee Shop Business Feasibility in Nginden Jangkungan Village, Sukolilo District, Surabaya City). Diss. Univeritas 17 Agustus 1945 Surabaya, 2023.
Pangestuti, Juni. "RENCANA BISNIS PENDIRIAN USAHA COFFEE SHOP “FLOTY COFFEE” di Surabaya/Juni Pangestuti/77170122/Pembimbing: Sylvia Sari Rosalina."
(2021).
Setyawati, Amalia Rizka. ANALISIS KELAYAKAN USAHA KEDAI SERUNI COFFEE DIKECAMATAN MANTRIJERON KOTA YOGYAKARTA. Diss. UPN Veteran Yogyakarta, 2022.