• Tidak ada hasil yang ditemukan

STUDI KOMPARATIF PRESTASI BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI) SISWA YANG BERASAL DARI SMP

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan "STUDI KOMPARATIF PRESTASI BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI) SISWA YANG BERASAL DARI SMP "

Copied!
94
0
0

Teks penuh

STUDI KOMPARATIF PRESTASI BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI) SISWA SD DENGAN SISWA YANG ADA. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam kelas X SMA Ma’arif Nu 5 Purbolinggo Lampung Timur T.A tahun pelajaran 2018/2019. Hipotesis penelitian ini adalah ada perbedaan prestasi belajar siswa antara lulusan Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan lulusan Madrasah Tsanawiyah (MTs) pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMA Ma'arif Nu 5 Purbolinggo.

Lulusan SMP kurang aktif dalam proses belajar mengajar mata pelajaran pendidikan agama Islam. Berdasarkan latar belakang dan hasil pra survey yang dikemukakan di atas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: Apakah ada perbedaan prestasi siswa antara siswa lulusan Sekolah Menengah Pertama (SMP) dengan siswa lulusan Madrasah Tsanawiyah ( MTs) pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMA Ma'arif Nu 5 Purbolinggo. Untuk mengetahui kinerja pembelajaran Madrasah SMA Ma'arif Nu 5 Purbolinggo dalam bidang pendidikan agama Islam lulusan SMP.

Untuk mengetahui prestasi akademik siswa SMA Ma'arif Nu 5 Purbolinggo dalam bidang studi Pendidikan Agama Islam bagi siswa pascasarjana MTs. Untuk mengetahui perbandingan prestasi akademik antara lulusan Sekolah Menengah Pertama (SMP) dengan siswa lulusan Madrasah Tsanawiyah (MTs) pada mata pelajaran pendidikan agama Islam di SMA Ma'arif Nu 5 Purbolinggo. Studi Banding Prestasi Akademik Pendidikan Agama Islam (PAI) Siswa Berasal SMP dengan Siswa Berasal MT di SMA Ma'arif Nu 5 Purbolinggo Lampung Timur Tahun Pelajaran 2017/2018".

Terdapat perbedaan prestasi belajar siswa antara siswa lulusan Sekolah Menengah Pertama (SMP) dengan siswa lulusan Medresah Tsanawiyah (MTs) pada mata pelajaran pendidikan agama Islam di SMA Ma'arif Nu 5 Purbolinggo”. Penelitian ini mengacu pada desain penelitian komparatif, dengan prestasi belajar pendidikan agama Islam sebagai variabel bebas (variabel) yang berada pada populasi yang berbeda yaitu lulusan Sekolah Menengah Atas (SMP) dan siswa lulusan Madrasah Tsanawiyah (MTs) di SMA. Ma'arif Nu 5 Purbolinggo Untuk menganalisis data yang diperoleh dalam penelitian prestasi belajar lulusan SMP dan MT dalam pembelajaran pendidikan agama Islam di SMA Ma'arif Nu 5 Purbolinggo, penulis menggunakan penelitian kuantitatif.

H0 : Pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMA Ma'arif Nu 5 Purbolinggo tidak ada perbedaan prestasi belajar antara siswa yang tamat Sekolah Menengah Pertama (SMP) dengan siswa yang tamat Madrasah Tsanawiyah (MTs). H1 : Terdapat perbedaan prestasi belajar siswa antara lulusan Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Lulusan Madrasah Tsanawiyah (MTs) pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMA Ma'arif Nu 5 Purbolinggo. Dalam penelitian ini hipotesis yang diajukan oleh penulis adalah terdapat perbedaan prestasi belajar siswa antara siswa yang tamat Sekolah Menengah Pertama (SMP) dengan siswa yang tamat Madrasah Tsanawiyah (MTs) pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMA Ma' arif Nu 5 Purbolinggo.

INVESTIGASI PERBANDINGAN PRESTASI BELAJAR PAI SISWA SMP DENGAN SISWA.

Tabel 4.6  KKM
Tabel 4.6 KKM

PENDAHULUAN

Identifikasi Masalah

Batasan Masalah

Rumusan Masalah

Tujuan dan Manfaat Penelitian

Penelitian Relevan

LANDASAN TEORI

  • Pengertian Prestasi Belajar
  • Kriteria Prestasi Belajar
  • Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Prestasi Belajar
  • Pendidikan Agama Islam
    • Pengertian Pendidikan Agama Islam
    • Fungsi Pendidikan Agama Islam
    • Tujuan Pendidikan Agama Islam
  • Kerangka Konseptual Penelitian
  • Hipotesisi Penelitian

Pelajaran pendidikan agama Islam diperlukan agar siswa memiliki etika, hubungan moral yang baik, gotong royong dan sebagainya. Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa fungsi pendidikan agama Islam meliputi penyaluran, pembinaan, pencegahan dan penyesuaian. Tujuan pendidikan agama Islam adalah untuk meningkatkan keimanan, pemahaman, penghayatan, dan pengalaman siswa terhadap Islam sehingga menjadi umat Islam yang religius dan bertakwa.

Berdasarkan pernyataan di atas, maka kerangka berpikir dalam penelitian ini menggunakan satu variabel bebas yaitu prestasi belajar siswa kelas X pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam kemudian dibandingkan untuk mengetahui perbedaannya. Mengacu pada sentimen di atas, maka arah penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan yang signifikan antara prestasi belajar siswa pada mata pelajaran pendidikan agama Islam siswa kelas X dengan siswa.

METODOLOGI PENELITIAN

  • Variabel dan Definisi Operasional
  • Populasi dan Teknik Pengambilan Sampel
  • Teknik Pengumpulan Data
  • Instrumen Penelitian
  • Teknik Analisis Data

Uji normalitas data prestasi belajar siswa lulusan SMA (x1) Sebelum dilakukan uji normalitas dengan uji Liliefors terlebih dahulu kita buat hipotesis. Lhitung

Lhitung

Berdasarkan uraian di atas, siswa lulusan Madresah Tsanawiyah (MTs) memiliki prestasi belajar yang lebih baik dibandingkan dengan siswa lulusan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Oleh karena itu, pada jenjang MT cakupan materi lebih detail dan lengkap, sehingga masih terdapat perbedaan prestasi siswa lulusan Madresah Tsanawiyah (MTs) dan prestasi siswa lulusan Sekolah Menengah Pertama (SMP). yang bersekolah di SMA Ma'arif Nu 5 Purbolinggo. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti dan setelah dilakukan analisis data, maka penulis menyimpulkan bahwa hasil analisis data pada penelitian ini diterima hipotesis penulis yaitu terdapat perbedaan capaian siswa. antara Lulusan Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Lulusan Madrasah Tsanawiyah (MTs) pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMA Ma'arif Nu 5 Purbolinggo.

Perbedaan hasil belajar adalah siswa lulusan Madrasah Tsanawiyah (MTS) lebih banyak mendapatkan materi keagamaan dan sebagian besar materi yang diberikan ke SMA sudah diberikan di Madrasah Tsanawiyah (MTs). Siswa lulusan Madrasah Tsanawiyah (MTs) lebih mudah memahami materi ajar agama Islam di SMA, sedangkan siswa lulusan Sekolah Menengah Pertama (SMP) masih mengalami kesulitan dalam memahami materi ajar agama Islam. Bagi siswa khususnya kelas X SMA Ma'arif NU 5 Purbolinggo, baik lulusan Sekolah Menengah Pertama (SMP) maupun Madrasah Tsanawiyah (MTs), untuk menambah semangat belajar, dan khususnya bagi siswa lulusan SMP, untuk menambah belajar di luar sekolah tentang pelajaran agama Islam sehingga dapat mencapai hasil yang lebih baik. Pembelajaran di mata pendidikan agama Islam tidak kalah dengan siswa lulusan Madrasah Tsanawiyah (MTs).

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Profil SMA Ma’arif NU 5 Purbolinggo

Visi dan Misi SMA Ma’arif NU 5 Purbolinggo

Status guru dan pegawai SMA Ma'arif NU 5 Purbolinggo Status guru dan pegawai SMA Ma'arif NU 5.

Keadaan Guru dan Karyawan SMA Ma’arif NU 5 Purbolinggo 32

Mendorong dan membantu siswa untuk menguasai dan meningkatkan potensinya dalam bidang olahraga dan kecakapan hidup.

Denah Lokasi SMA Ma’arif NU 5 Purbolinggo

Deskripsi Data Hasil Penelitian

  • Data Variabel Penelitian
  • Analisis Data

Berdasarkan kriteria penilaian yang digunakan di SMA Ma'arif NU 5 Purbolinggo yang diambil menurut buku laporan hasil belajar siswa diuraikan pada tabel berikut. Ho : Data nilai prestasi PAI lulusan SMP berdistribusi normal H1 : Data nilai prestasi nilai PAI lulusan SMP tidak berdistribusi. Ho : Data kinerja nilai PAI calon MTs berdistribusi normal H1 : Data kinerja nilai PAI calon MTs tidak berdistribusi.

Hasil analisis data yang menjawab hipotesis di atas juga diperkuat dengan hasil wawancara informan pertama dengan guru PAI kelas X Bu siti Nur'aini S.Pd. Berdasarkan wawancara, informasi diperoleh. bahwa proses pembelajaran Pendidikan Agama Islam sama dengan mata pelajaran lainnya yaitu materi, pekerjaan rumah anggota, menghafal ayat-ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan materi dan memberikan soal latihan kepada siswa. Perbedaan siswa lulusan Sekolah Menengah Pertama (SMP) dengan siswa lulusan Madrasah Tsanawiyah (MTs) sangat terlihat pada saat membaca Al-Quran, siswa lulusan Madrasah Tsanawiyah (MTs) dapat membaca Al-Quran dengan baik, berbeda dengan siswa lulusan Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang tidak pandai membaca Al Quran. Kemudian mewawancarai beberapa siswa lulusan Madrasah Tsanawiyah (MTs) bahwa beberapa mata pelajaran Pendidikan Agama Islam yang diajarkan selama belajar di Madrasah Tsanawiyah (MTs) tidak ada kendala dalam mempelajari materi Pendidikan Agama Islam di SMA kurang paham, dan pembelajaran agama di MTs kurang paham. tidak hanya terbatas pada pelajaran Pendidikan Agama Islam, tetapi ada mata pelajaran agama lain seperti Aqidah Ahlak, Fiqh, Baca Tulis Al-Qur'an, dll.

SMP) bahwa materi pendidikan agama Islam yang diberikan di SMA masih sangat asing bagi lulusan SMP dan pembelajaran agama Islam di Sekolah Menengah Pertama (SMP) hanya dilakukan seminggu sekali.

Pembahasan

Perbedaan prestasi belajar tersebut karena pada dasarnya tidak ada perbedaan yang berarti dan signifikan pada kompetensi inti dan kompetensi dasar mata pelajaran PAI pada jenjang SMP dan MTs. Hal ini tidak lain karena mata pelajaran Pendidikan Agama Islam pada jenjang sekolah menengah pertama merupakan mata pelajaran yang menyatu yaitu Pendidikan Agama Islam yang materinya meliputi Al-Qur'an dan Hadits, Aqidah, Akhlak dan Budi Pekerti serta Fiqh. Sedangkan pada tingkat MT satuan pelajaran PAI dijelaskan lebih detail karena materi tidak lagi digabungkan dalam satu pelajaran, melainkan dipecah-pecah secara terpisah pada setiap mata pelajaran seperti Topik Hadits Alquran, topik Aqidah Akhlah, topik Fiqh dan sebagainya.

Hal ini berbeda dengan Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang hanya mengajarkan satu mata pelajaran dalam satu minggu yaitu Pendidikan Agama Islam, sehingga pada jenjang SMA masih banyak materi yang belum diketahui atau belum pernah dipelajari di SMP. Tinggi. Sekolah (SMP). Bagi guru Pendidikan Agama Islam khususnya kelas X SMA Ma'arif NU 5 Purbolinggo agar dapat mengembangkan kemampuannya untuk meningkatkan prestasi belajar khususnya dengan pendekatan khusus bagi siswa yang berasal dari lulusan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Dani Arifin, Studi Perbandingan Kemampuan Membaca Al-Quran antara Santri yang Belajar di Pesantren dan Santri yang Tidak Belajar di Pesantren pada Siswa Kelas VIII.

Kementerian Agama RI, Al-Quran dan Terjemahannya, Jawa Barat: Diponegoro, 2006. Tohirin, Psikologi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam, Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2005.

PENUTUP

Saran

Gambar

Tabel 4.6  KKM

Referensi

Dokumen terkait

Kesimpulan Berdasarkan dari hasil analisa data yang telah dilakukan dalam penelitian ini, dapat diperoleh kesimpulan akhir bahwa ada hubungan aktivitas belajar siswa dengan hasil