• Tidak ada hasil yang ditemukan

SULSELBAR DI MAKASSAR

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "SULSELBAR DI MAKASSAR "

Copied!
75
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Rumusan Masalah

Tujuan Penelitian

Manfaat Penelitian

TINJAUAN PUSTAKA

  • Pengertian Bank
  • Pengertian Manajemen
  • Pengertian Kredit
  • Fungsi Kredit
  • Tahap-Tahap Kredit
  • Pengertian Manajemen Perkreditan
  • Pengertian Profitabilitas Perbankang
  • Kerangka Pikir
    • Hipotesis

Artinya pemberi pinjaman yakin kepada peminjam bahwa ia pasti akan mengembalikan pinjaman yang diberikannya sesuai dengan perjanjian. Dalam praktiknya, pinjaman yang diberikan oleh bank umum dan bank perkreditan rakyat kepada masyarakat terdiri dari berbagai jenis. Kredit jangka pendek adalah kredit yang jangka waktunya kurang dari 1 tahun atau tidak lebih dari 1 tahun dan biasanya digunakan untuk keperluan modal kerja.

Pinjaman jangka menengah adalah pinjaman dengan jangka waktu 1 tahun sampai 3 tahun dan biasanya digunakan untuk investasi. Kredit yang dijaminkan adalah kredit yang dijamin dengan agunan, yang dapat berupa harta berwujud maupun tidak berwujud. Artinya, setiap pinjaman yang diberikan akan dilindungi dengan jumlah asuransi yang minimal atau dalam hal pinjaman tertentu, asuransi tersebut harus melebihi jumlah pinjaman yang diajukan oleh calon debitur.

Kredit Industri adalah kredit yang diberikan kepada industri pembiayaan, baik industri kecil, menengah, maupun besar. Kredit pendidikan, merupakan kredit yang diberikan untuk membangun sarana dan prasarana pendidikan atau dapat juga dalam bentuk kredit bagi peserta didik. Kredit jangka pendek adalah kredit yang jangka waktunya paling lama satu tahun. Umumnya kredit ini disalurkan perbankan ke sektor perdagangan, ekspor impor, distribusi dan lainnya.

Kredit Jangka Menengah merupakan kredit yang berjangka waktu sampai dengan tiga tahun, dimana kredit jenis ini umumnya disalurkan ke sektor pertanian, pertambangan, industri dan sektor lainnya. Kredit jangka panjang adalah kredit yang mempunyai jangka waktu lebih dari tiga tahun, dan umumnya kredit jenis ini dialokasikan pada bidang penanaman modal (penanaman modal). Dengan Perjanjian Kredit yaitu kredit yang diberikan dengan perjanjian tertulis terlebih dahulu yang antara lain meliputi penentuan jumlah kredit, tingkat bunga, jangka waktu, jaminan dan cara pembayarannya, dan lain-lain.

Modal kerja adalah jenis kredit yang dimaksudkan untuk membiayai barang, modal dan jasa yang digunakan dalam siklus produksi. Jika memungkinkan, akan diterbitkan jalur kredit yang harus ditandatangani oleh kedua belah pihak (bank dan pemohon). Kegiatan pendokumentasian ini dimaksudkan sebagai kegiatan dalam rangka pengelolaan berkas dokumen perkreditan yang terdiri dari penyimpanan, pemeliharaan dan pemutakhiran dokumen, sedangkan kegiatan administrasi perkreditan dimaksudkan.

Setiap bank wajib melaksanakan dan menjalankan fungsi pengawasan kredit secara menyeluruh dan berdasarkan prinsip-prinsip yang ditetapkan oleh bank yang bersangkutan. Dalam kegiatan perkreditan, Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Selatan melakukan pengelolaan perkreditan yang terdiri dari perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan terhadap kredit yang disalurkan.

METODOLOGI PENELITIAN

  • Lokasi dan waktu Penelitian
  • Metode Pengumpulan Data
  • Jenis Data dan Sumber Data
  • Definisi Oprasional
  • Visi dan Misi PT. Bank Sulselbar Makassar
  • Struktur Organisasi PT. Bank Sulselbar Makassar
  • Job Description PT. Bank Sulselbar Makassar

Wawancara yaitu mengadakan tanya jawab dengan pimpinan dan karyawan Bank Sulselbar di Makassar untuk memperoleh data-data yang diperlukan. Manajemen perkreditan adalah pengelolaan pemberian kredit oleh Bank Sulselbar di Makassar sejak kredit diberikan sampai dengan pelunasan dengan melakukan perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan terhadap calon debitur. Laporan keuangan merupakan laporan mengenai seluruh informasi keuangan Bank Sulselbar di Makassar khususnya pendapatan bunga dan laba bersih.

Analisis Profitabilitas merupakan analisis yang digunakan untuk mengetahui kemampuan Bank Sulselbar dalam memperoleh keuntungan di Makassar. Bank Earning adalah kesanggupan atau kesanggupan Bank Sulselbar di Makassar dalam memperoleh keuntungan atau keuntungan. Sumber daya manusia Bank Sulselbar dikelola melalui Human Resources Group yang fungsinya mengembangkan potensi dan kualitas sumber daya manusia.

Program SDM yang dilaksanakan untuk mendukung pencapaian tujuan bisnis Bank Sulselbar adalah sebagai berikut. Bertanggung jawab atas proses pembiayaan sesuai dengan prinsip syariah Islam dan pedoman produk keuangan Bank Sulselbar. Pada tahap ini Bank Sulsel perlu mempersiapkan rencana matang guna menyelesaikan penetapan kebijakan perkreditan.

Bentuk, format dan kedalaman analisis kredit ditentukan oleh Bank Sulselbar di Makassar yang disesuaikan dengan jumlah dan jenis kredit. Dari tabel realisasi kredit pada Bank Sulselbar Makassar terlihat bahwa jumlah kredit yang disalurkan setiap tahunnya mengalami peningkatan yaitu dari tahun 2013 melalui Rp yang mengalami peningkatan pada tahun 2014. Dalam proses penghitungan tingkat profitabilitas perbankan Sulawesi Selatan di Makassar digunakan tiga rumus yaitu rate of return on loan, interest margin, dan return on assets.

Tingkat profitabilitas yang dicapai Bank Sulselbar pada tahun 2014 atas pengembalian pinjaman mengalami penurunan sebesar 4% dibandingkan tahun 2013. Data kolektabilitas kredit Bank Sulselbar di Makassar pada Tabel 2 menunjukkan bahwa pada tahun 2013 jumlah kredit yang disalurkan sebesar Rp dan kredit sebesar kategori saat ini Rp, atau meningkat sebesar 97,5%. Hal ini menunjukkan bahwa penerapan manajemen kredit Bank SulSelbar di Makassar tidak dapat meningkatkan profitabilitas, namun dapat meningkatkan laba, sehingga hipotesis yang dikemukakan sebelumnya ditolak (tidak terbukti).

Pemulihan kredit Bank Sulselbar di Makassar menunjukkan bahwa kredit pada kategori lancar semakin meningkat setiap tahunnya, sedangkan kredit pada kategori perhatian khusus, kredit kurang lancar, kredit diragukan dan kredit macet semakin menurun setiap tahunnya. Hal ini menunjukkan bahwa penerapan manajemen kredit pada Bank Sulselbar di Makassar tidak dapat meningkatkan profitabilitas, sehingga hipotesis sebelumnya ditolak (tidak terbukti).

Gambar 4.1. STRUKTUR ORGANISASI PT. BANK SULSELBAR CABANG  MAKASSAR
Gambar 4.1. STRUKTUR ORGANISASI PT. BANK SULSELBAR CABANG MAKASSAR

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Analisis Manajemen Perkreditan

Bank Sulselbar didirikan untuk membantu dan mendorong pertumbuhan perekonomian dan daerah di segala bidang serta sebagai sumber pendapatan daerah untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat. Dalam menyusun rencana kredit, ada beberapa aspek yang harus diperhatikan, seperti kondisi perekonomian, kondisi nasabah eksisting, kondisi Bank Sulsel termasuk organisasi dan staf kredit, kondisi. Bank Sulselbar sebagai kantor pusat bank pemerintah daerah akan memiliki sejumlah dana yang akan digunakan dalam kondisi yang dianggap aman berdasarkan perkiraan, dan selanjutnya dana cadangan tersebut akan digunakan untuk meningkatkan keuntungan.

Sedangkan plafon untuk masing-masing cabang Bank Sulselbar yang tersebar di beberapa wilayah akan ditetapkan oleh kantor pusat berdasarkan data atau fakta yang direncanakan oleh cabang tersebut. Selain melakukan pengawasan terhadap Bank Sulsel di Makassar juga melakukan pengendalian berupa pengendalian intern (manajemen) untuk memastikan pelaksanaan perkreditan dapat mencegah penyalahgunaan wewenang oleh berbagai pihak yang dapat merugikan bank dan bank. praktik peminjaman yang tidak sehat. Berdasarkan tabel penghimpunan Bank Sulselbar terlihat kredit kategori Lancar setiap tahunnya mengalami peningkatan yaitu dari tahun 2013 sebesar 97,5%, tahun 2014 meningkat menjadi 99,3% dan tahun 2015 meningkat menjadi 99,3% untuk kategori Lancar. kategori kredit dalam perhatian khusus pada tahun 2013 sebesar 0,9%, menurun pada tahun 2014 menjadi 0,5% dan pada tahun 2015 menurun menjadi 0,3% Untuk kategori kredit kurang lancar sebesar 0,6% pada tahun 2013, menurun pada tahun 2014 menjadi 0,1.

Seperti halnya bank-bank pemerintah dan swasta lainnya, Bank Sulselbar juga tetap berorientasi pada pencapaian keuntungan yang optimal. Oleh karena itu, dalam menjalankan kegiatan operasionalnya, Bank Sulselbar selalu memperhatikan prinsip keuangan dan pengawasan perbankan khususnya dalam penyaluran dana kredit, sehingga selain berfungsi sebagai lembaga komersial untuk memperoleh keuntungan juga sebagai agen pembangunan. Sebagai tolak ukur untuk mengetahui terpenuhinya tujuan Bank Sulselbar dalam mencapai laba, maka dilakukan analisis terhadap laporan keuangan yang terdiri dari laporan laba rugi dan neraca Bank Sulselbar sepanjang tahun. Berdasarkan perhitungan rasio profitabilitas menunjukkan bahwa pengembalian pinjaman pada tahun 2013 adalah sebesar 18% yang berarti setiap Rp.

Berdasarkan perhitungan profitabilitas menunjukkan margin bunga pada tahun 2013 sebesar 13% yang berarti setiap Rp. Pinjaman yang disalurkan memberikan laba bersih sebesar Rp 11,- dan untuk tahun 2015 sebesar Rp 10. Jika dibandingkan dengan tahun 2013, maka pada tahun 2014 dan 2015 terjadi penurunan secara persentase, namun jika dilihat dari volume, bank masih tetap mengalami peningkatan keuntungan. Tingkat pengembalian yang dicapai Bank Sulsel untuk margin bunga pada tahun 2014 mengalami penurunan sebesar 2% dibandingkan tahun 2013, sedangkan untuk

Sedangkan tingkat rasio profitabilitas yang dicapai Bank Sulselbar untuk Asset Return setiap tahunnya mengalami penurunan yaitu pada tahun 2014 mengalami penurunan sebesar 0,8% dibandingkan tahun 2013, sedangkan pada tahun 2015 mengalami penurunan sebesar 0,3% dibandingkan tahun 2014., untuk profitabilitas dapat dilihat bahwa Tingkat Pengembalian Pinjaman pada tahun 2013 sebesar 18%, turun pada tahun 2014 menjadi 14. Peningkatan jumlah pinjaman yang disalurkan dari tahun 2013 ke tahun 2015 dibarengi dengan peningkatan pinjaman kategori lancar.

Bank Sulselbar di Makassar dalam menyalurkan kredit mungkin perlu meningkatkan kredit pada sektor produktif, pertanian, industri, konstruksi, perdagangan dan jasa agar fungsinya sebagai agen pembangunan dapat terlaksana. Bank Sulselbar di Makassar harus melaksanakan perencanaan yang matang agar dapat tuntas dalam penetapan kebijakan perkreditan sehingga diharapkan bank tersebut dapat beroperasi secara sehat dan dinamis sehingga menjadi lembaga keuangan yang dapat dipercaya masyarakat.

Analisis Profitabilitas

SIMPULAN DAN SARAN

Simpulan

Saran

Gambar

Gambar 4.1. STRUKTUR ORGANISASI PT. BANK SULSELBAR CABANG  MAKASSAR

Referensi

Dokumen terkait

hati kalau beliau itoe dapat doedoek di Vulksraad apalagi kalau diingat jang Meester ite| ada anak Oostkust Sedati Tetapi dari sebab haloean beliau itoc| beloem dapat lagi kita