• Tidak ada hasil yang ditemukan

SURAT PENCATATAN - Repository Poltekkes Tasikmalaya

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "SURAT PENCATATAN - Repository Poltekkes Tasikmalaya"

Copied!
34
0
0

Teks penuh

Proses melahirkan juga merupakan proses yang sangat transformatif bagi seorang perempuan, ketika seorang perempuan mengalami perubahan status dan perannya menjadi seorang ibu. Kehadiran pria tanpa tekanan dari luar saat proses persalinan akan sangat penting untuk membantu wanita, apalagi jika pria tersebut banyak mengetahui tentang proses persalinan. Memahami proses melahirkan membuat ibu dan pria lebih siap menerima, menikmati dan menjalaninya.

Proses melahirkan dimulai dari tanda-tanda awal persalinan hingga bayi lahir dari rahim. Pada tahap ini, ibu biasanya mengeluh perutnya kencang atau tegang terus-menerus, ketegangannya bisa berlangsung lebih dari 5 menit, dan kecepatannya tidak teratur. Oleh karena itu, proses persalinan normal diawali dengan keluarnya lendir bercampur darah, terbukanya jalan lahir dan dilanjutkan dengan pecahnya ketuban.

Proses singkat dan lamanya fase ini sangat unik dan bervariasi karena tubuh setiap orang berbeda-beda. Pada fase ini, karena prosesnya memakan waktu dan karena gelombang rahim bisa menjadi lebih kuat dan bertahan lebih lama, maka luangkan waktu untuk rileks dan terus dorong ibu untuk bergerak selama proses persalinan. Pada fase ini, gelombang rahim terus bertambah panjang, sering, dan kuat, hingga hanya terdapat waktu sekitar 3 menit antara satu gelombang dengan gelombang berikutnya, yang berlangsung sekitar 1 atau 1,5 menit setiap kali gelombang rahim datang.

Tahap ini biasanya berlangsung 2-6 jam, di mana leher rahim atau jalan lahir memendek dan melebar sekitar 8 cm.

Fase transisi

Tahap kedua (Kala II)

Tahap ketiga (Kala III) atau fase lahirnya plasenta

Tahap keempat (Kala IV) atau fase waspada

Pijat endorphin

Dalam dunia kebidanan, Contance Palinsky mengembangkan pijat sebagai teknik sentuhan ringan selama penelitian manajemen nyeri dan relaksasi. Teknik ini sangat mendukung dan membantu ibu memasuki keadaan relaksasi yang mendalam serta membantu memperkuat ikatan antara ibu dan suami dalam persiapan persalinan. Setelah kurang lebih 5 menit, mintalah pasangan atau suami Anda untuk berpindah ke lengan satunya.

Meski sentuhan ringan ini dilakukan pada kedua lengan ibu, namun ibu akan merasakan dampaknya ke seluruh tubuh sangat menenangkan. Teknik ini juga bisa digunakan pada bagian tubuh lainnya, antara lain telapak tangan, leher, bahu, dan paha. Saat melakukan sentuhan ringan ini, anjurkan pria untuk menyentuh perut wanitanya dari belakang selama beberapa menit.

Pijat oksitosin merupakan salah satu cara untuk merangsang refleks oksitosin yaitu dengan memijat tulang belakang mulai dari tulang rusuk 5-6 hingga tulang belikat yang akan mempercepat kerja saraf parasimpatis dengan cara merangsang hipofisis posterior untuk mengeluarkan oksitosin (Suradi, 2011). Efek fisiologis oksitosin adalah merangsang kontraksi otot polos uterus baik pada saat persalinan maupun setelah melahirkan, sehingga mempercepat proses involusi uterus. Faktor yang dapat meningkatkan produksi oksitosin adalah (1) perasaan dan kasih sayang terhadap bayi, (2) keterlibatan bayi, mendengarkan suara bayi, mencium bayi dan memikirkan untuk menyusui bayi, (3) dukungan ayah dalam pengasuhan bayi. sayang, (4) pijat.

Faktor-faktor yang menurunkan produksi hormon oksitosin antara lain (1) perasaan cemas, sedih, marah, jengkel atau bingung, (2) perasaan cemas terhadap perubahan bentuk payudara dan bentuk tubuh sehingga menyebabkan bayi tertinggal karena memiliki untuk bekerja dan ASI tidak memenuhi kebutuhan bayi (3) nyeri terutama pada saat menyusui. Kondisi yang menghalangi dilakukannya pijat oksitosin adalah ibu nifas dengan penyakit pada sistem pernapasan dan kardiovaskular. Berdasarkan penelitian Hamranani (2010), pijat oksitosin sebaiknya dilakukan pada ibu nifas terutama pada hari ke 1-3 untuk merangsang pelepasan hormon oksitosin.

Bahan dan alat yang digunakan dalam pijat oksitosin adalah baby oil atau minyak kelapa untuk memudahkan tangan pemijat dalam melakukan pemijatan. Pijat oksitosin merupakan salah satu cara untuk merangsang refleks oksitosin yang dilakukan sesegera mungkin setelah bayi lahir, agar kontraksi rahim ibu setelah melahirkan baik, sehingga proses menyusui dapat berlangsung lebih cepat. Cara memijat oksitosin adalah dengan menggosok kedua sisi tulang belakang dengan kepalan tangan dengan ibu jari mengarah ke depan, tekan kuat-kuat dengan gerakan melingkar kecil dengan kedua ibu jari.

Pijat perineum

Cermin ini akan membantu Anda mengidentifikasi otot-otot yang terlibat dan memungkinkan Anda mengamati relaksasi bibir perineum. Tekanan ini akan meregangkan jaringan vagina, otot-otot sekitar vagina, dan bibir luar perineum. Pada awalnya Anda akan merasakan kekakuan otot, namun seiring berjalannya waktu dan dengan latihan, jaringan tersebut akan mengendur.

Tidak ada pil, obat-obatan, stimulan atau jarum suntik, sehingga aman bagi ibu dan bayi. Memijat titik Hegu akan membantu meningkatkan intensitas dan frekuensi kontraksi rahim, terutama pada kasus kontraksi rahim yang tidak teratur atau pada masa transisi ketika ibu dalam keadaan lelah dan tidak mempunyai tenaga untuk mengejan. Rebozo bisa menggunakan selendang atau kain, gerakan dengan bantuan kain ini akan membantu ibu untuk merasa lebih nyaman.

Gerakan memutar yang tepat akan membuat ibu merasa seperti sedang dipeluk dan menyebabkan pelepasan hormon oksitosin yang dapat membuat proses persalinan menjadi lebih lancar. Tak hanya sebatas kenyamanan saat melahirkan, rebozo juga membantu memberikan ruang panggul ibu yang lebih luas sehingga bayi lebih mudah turun panggul dan proses persalinan berlangsung lebih cepat. Manfaat rebozo adalah melemaskan ligamen rahim dan otot perut, membantu memudahkan bayi berputar selama kehamilan dan persalinan serta membuat ibu lebih rileks selama proses persalinan.

Masa nifas (puerperium) dimulai setelah plasenta lahir dan berakhir ketika organ rahim kembali ke keadaan sebelum hamil. Laki-laki wajib mendampingi dan membimbing istrinya selama proses melahirkan agar kontraksi demi kontraksi dapat dilalui dengan tenang dan nyaman. Bagian ini bertahap, dimana pada satu minggu masa nifas ukurannya berubah menjadi 500 g dan pada minggu ke-2 masa nifas menjadi sekitar 300 g dan setelah 6 minggu menjadi 40-60 g (berat rahim normal adalah 30 g). .

Otot-otot rahim berkontraksi segera setelah lahirnya plasenta dan pembuluh darah di sekitar jaringan rahim terkompresi, proses ini menghentikan pendarahan. Penelitian menunjukkan bahwa depresi pasca melahirkan dapat menyebabkan gangguan emosional dan kognitif pada bayi baru lahir. Pada dasarnya depresi pasca melahirkan dapat dideteksi sejak awal kehamilan, terutama jika calon ibu memiliki riwayat depresi.

Keluarnya mekonium (kotoran bayi) lebih dini sehingga menyebabkan penurunan kejadian ikterus (ikterus) pada bayi baru lahir. Kementerian Kesehatan dan Gavi, 2015, Buku Panduan Kesehatan Ibu dan Anak, Continuum of Carelife Cycle, Pusat Pendidikan Tenaga Kesehatan, Badan PPSDM.

Referensi

Dokumen terkait

The value of data may have been more fully and rapidly realised if the pandemic had emerged in a context in which: Shared principles governing safe, ethical and timely use of data had

Hal ini disebabkan karena pandemi covid-19 diseluruh dunia sehingga setiap negara menutup semua akses penerbangan, kedua maskapai penerbangan ini juga memiliki rute penerbangan yang