TUGAS 12
KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA LABORATORIUM
Oleh:
Mutiara Salsabila Warman 21031025
DOSEN PENGAMPU:
Ristiono, M.Pd
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS NEGERI PADANG
2024
SHOCK
Syok adalah suatu keadaan yang terjadi bila perfusi oksigen ke jaringan menjadi tidak adekuat. KehiIangan sel darah pada pasien dengan perdarahan mengakibatkan berkurangnya transport oksigen ke jaringan tubuh.
Hasilnya sel tubuh menjadi terganggu dan mulailah terjadi perubahan besar dalam jaringan tubuh. Akhirnya diikuti dengan kematian sel.
Akibat penurunan dari oksigen, sel mulai menggunakan proses cadangan yang menggunakan sumber energi yang tidak efisien dan akan menghasilkan produk toksik. Walaupun proses cadangan (anaerob) ini dapat menunda kematian sel untuk beberapa waktu, kekurangan oksigen yang dibarengi dengan produk toksik akan meracuni fungsi-fungsi sel. Kemudian asam laktat bocor ke dalam darah dan mengakibatkan asidosis sistemik yang kemudian akan mengganggu aktifitas seluler dengan melemahkan fungsi otot pernapasan pasien dan berkembang menjadi gagal napas dengan hipoksia yang parah.
Sebagai respon dan tidak cukupnya oksigen, tubuh akan meningkatkan tonus simpatis dan melepaskan katekolamin dalam sirkulasi (epineprin dan norepineprin). Ini akan meningkatkan irama jantung, vasokonstriksi pembuluh darah perifer dan meningkatkan frekuensi napas. Karena itu syok adalah suatu proses seluler dengan manifestasi klinik. Pasien dengan syok akan tampak pucat, berkeringat dan takhikardi. Pada tingkat seluler, sel pasien akan “kelaparan"
oksigen. Karena itu syok adalah kondisi dimana perfusi jaringan sangat berkurang dan kemudian berakibat kerusakan permanen pada organ tubuh. Tanda dan gejala klinis dari pasien dengan syok berupa proses gawat yang mengancam setiap sel dalam tubuh terutama sel-sel organ vital.
SYOK" adalah suatu kondisi yang dapat anda amati selama menilai pasien (patient assessment). Diagnosis awal dari keadaan syok dapat dibuat berdasarkan temuan temuan pemeriksaan fisik. Meskipun keadaan syok sering diasosiasikan dengan hipotensi arteri sistemik (tekanan darah yang rendah), seorang pasien dengan tekanan darah normal dapat berada dalam keadaan syok. Sebaliknya, seorang pasien dengan tekanan darah yang rendah (misalnya sistolnya 80 mmHg) mungkin tidak berada dalam keadaan syok. Meskipun demikian, tekanan darah harus
dipantau secara berkala sebagai satu alat untuk menilai apakah perfusi organ adekuat.
Pasien memiliki kebutuhan yang bervariasi dalam
mempertahankan perfusi yang adekuat. Penilaian lain selain mengukur tekanan darah juga harus digunakan untuk mengenali pasien trauma yang berada dalam keadaan syok.
Beberapa gejala dan tanda klasik yang diasosiasikan dengan syok akibat pendarahan termasuk
1. Kelemahan: disebabkan oleh karena hipoksia jaringan dan asidosis
2. Rasa haus: disebabkan oleh hipovolemia (khususnya dengan jumlah cairan yang relatif rendah dalam pembuluh darah)
3. Pucat: disebabkan vasokonstriksi yang diinduksi oleh katekolamin dan/atau kehilangan sel darah merah
4. Takikardi. disebabkan oleh efek katekolamin pada jantung
5. Takipnea (peningkatan laju pemapasan):
diakibatkan sebagai respon terhadap stress, katekolamin, asidosis, dan hipoksia
6. Diaforesis (berkeringat): disebabkan oleh efek katekolamin pada kelenjar keringat
7. Penurunan pengeluaran urin: disebabkan oleh hipovolemia, hipoksia, dan katekolamin yang beredar (penting untuk diingat dalam pemindahan antar rumah sakit)
8. Denyut nadi perifer yang melemah. denyut lemah, disebabkan oleh vasokonstriksi, detak jantung yang cepat, dan kehilangan volume darah
9. Hipotensi: disebabkan oleh hipovolemia, baik absolut maupun relatif
10. Kesadaran yang berubah (bingung, gelisah, memberontak, tidak sadar):
disebabkan oleh penurunan perfusi otak, asidosis, dan stimulasi katekolamin 11. Henti jantumg: disebabkan oleh kegagalan organ kritis akibat kehilangan
darah dan cairan, hipoksia, dan kadang-kadang aritmia oleh karena stimulasi katekolamin
SINDROMA SYOK
Secara umum pengertian SYOK diasosiasikan dengan perdarahan disertai hipovolemia, berikut ini syok dapat dikategorikan kedalam 4 jenis berdasarkan penyebabnya:
Syok hipovolemik (hipovolemia absolut): disebabkan oleh pendarahan, atau kehilangan cairan tubuh utama lainnya.
Syok High-space (hipovolemia relatif) : disebabkan oleh cedera medula spinalis, pingsan, cedera kepala berat, cedera vasomotor akibat hipoksiaSyok mekanik (obstruktif): disebabkan pericardial tamponade atau tension pneumothorax
Syok hipoksemik: disebabkan oleh kegagalan pernapasan akibat cedera paru atau tersumbat/rusaknya jalan napas
Ada perbedaan yang dapat terlihat dari gambaran pasien dengan kondisi-kondisi tersebut, dan penting bagi anda untuk selalu waspada terhadap tanda-tanda dan gejala yang menyertai setiap keadaan
SYOK HIPOVOLEMIK (HIPOVOLEMIA ABSOLUT)
Kehilangan darah akibat cedera disebut perdarahan pasca-trauma (posttraumatic haemorrhage) dan disamping cedera kepala, syok hemoragik merupakan penyebab nomor satu dari kematian yang dapat dicegah (preventable death) akibat cedera.
Jumlah volume yang mampu ditampung oleh pembuluh-pembuluh darah beberapa liter lebih banyak daripada yang sebenarnya beredar di dalamnya.
Apabila kehilangan darah hanya sedikit, sistem simpatis dapat mengecilkan ruang vaskuler sehingga cukup untuk mempertahankan tekanan darah. Jika kehilangannya berat, ruang vaskuler tidak mampu menjadi lebih kecil lagi untuk mencukupi mempertahankan tekanan darah, maka terjadilah hipotensi
SYOK HIGH-SPACE (HIPOVOLEMIA RELATIF)
Seperti telah disebutkan sebelumnya, jumlah volume yang dapat ditampung oleh pembuluh darah beberapa liter lebih banyak daripada volume darah normal. Sekali lagi "steady-state" sistem simpatis yang menjaga ruang vaskuler konstraksi secara ringan untuk mempertahankan perfusi ke otak dan jantung. Apapun yang dapat mengganggu sistem saraf simpatis sehingga menyebabkan hilangnya
vasokonstriksi normal tersebut, dapat menyebabkan ruang vaskuler menjadi terlalu "besar" untuk jumlah darah normal. Jika pembuluh darah melebar, 5 liter atau lebih dan darah yang mengalir melalui ruang vaskuler orang dewasa normal mungkin tidak cukup untuk mempertahankan tekanan darah dan perfusi jaringan vital. Kondisi yang menyebabkan ruang vaskuler menjadi lebih besar untuk jumlah darah normal seperti itu disebut "high-space shock” atau hipovolemia relatif.
lnti terpenting adalah bahwa syok jenis ini tidak memiliki gambaran yang serupa dengan syok hemoragik, meskipun terjadi pendarahan berat. Karenanya pemeriksaan neurologis menjadi sangat penting, dan anda seharusnya tidak mengandalkan gambaran khas dan gejala. - gejala dan tanda-tanda "syok" yang umum untuk mencurigai adanya pendarahan dalam (internal bleeding) ataupun syok yang disertai perdarahan. Meskipun tekanan darah yang rendah dengan denyut jantung normal mungkin merupakan suatu indikasi, tekanan darah normal dengan takikardi dapat seringkali terlihat, khususnya pada saat penanganan awal pasien
SYOK MEKANIK ATAU OBSTRUKTIF
Pada orang dewasa dalam keadaan normal, jantung memompa sekitar 5 liter darah tiap menit. Hal ini berarti bahwa jantung juga harus memasukkan sekitar 5 liter darah tiap menitnya. Oleh karenanya. kondisi traumatik apapun yang memperlambat atau mencegah pengembalian pembuluh darah balik (vena) dapat mengakibatkan syok dengan jalan menurunkan curah jantung dan selanjutnya juga pengiriman oksigen kejaringan-jaringan. Demikian pula, apapun yang dapat menyumbat aliran darah ke dan melalui jantung dapat mengakibatkan syok
SYOK HIPOKSEMIK (PERNAPASAN)
Apabila cedera disertai dengan aspirasi dalam jumlah besar, memar paru, pneumothorax, kerusakan/sumbatan jalan napas, kurangnya ventilasi, organ pernapasan (paru-paru) akan gagal memberikan kadar oksigen yang adekuat ke dalam darah. Akibatnya, meskipun tidak terdapat perdarahan yang berlebih, sumbatan mekanik aliran darah ataupun kegagalan sistem saraf simtpatis perfusi oksigen Jaringan dapat terganggu secara kritis.
Meskipun disfungsi paru adalah penyebab yang paling umum dan hipoksemia (misalnya, darah atau bahan muntahan di dalam paru-paru), ketidakcukupan ventilasi akibat segment dinding dada yang mengalami flail chest, cedera medula spinalis, harus dipertimbangkan pula keracunan yang terjadi sebelumnya atau
kejadian lainnya yang mendukung (misalnya stroke), gangguan Jalan napas (bronkhus yang robek) pneumothorax, robeknya diafragma, dan penyebab- penyebab lainnya. Suatu pneumothorax terbuka (sucking chest wound) adalah suatu proses jarang tetapi sangat reversible yang harus anda kenali dan tangani secepatnya. Pasien-pasien dengan cedera kepala berat dapat nampak seolah- olah bernapas dengan normal, padahal mereka mungkin mengalami hipoksemia karena pola pernapasan yang tidak adekuat.
Definisi
Syok adalah suatu kondisi gawat darurat yang terjadi ketika tubuh tidak mendapatkan aliran darah yang cukup. Kurangnya aliran darah akan menyebabkan sel dan organ tidak mendapatkan cukup oksigen dan nutrisi untuk berfungsi dengan baik. Sebagai akibatnya, banyak organ tubuh yang dapat mengalami kerusakan. Syok dapat disebabkan oleh cedera atau kondisi apa pun yang memengaruhi aliran darah ke seluruh tubuh Anda.
Syok merupakan kondisi yang dapat memburuk dengan cepat, menyebabkan beberapa kegagalan organ, serta berpotensi menimbulkan komplikasi yang mengancam jiwa. Diperkirakan sebanyak 1 dari 5 orang yang mengalami syok akan meninggal. Maka dari itu, diperlukan pertolongan segera dalam tata laksana kasus syok.
Penyebab
Terdapat beberapa jenis syok yang dibagi berdasarkan penyebab timbulnya syok, antara lain:
1. Syok Septik
Syok ini timbul sebagai akibat dari perkembang-biakan bakteri dalam darah dan racun yang dilepaskan bakteri-bakteri tersebut. Penyebab umum dari syok jenis ini adalah:
o Pneumonia (infeksi pada paru-paru)
o Infeksi saluran kemih
o Infeksi kulit (selulitis)
o Infeksi organ dalam tubuh (seperti usus buntu yang pecah)
o Meningitis (infeksi pada selaput otak) 2. Syok Neurogenik
Syok neurogenik merupakan jenis syok yang disebabkan oleh cedera pada tulang belakang, biasanya akibat suatu kecelakaan.
3. Syok Anafilaktik
Syok anafilaktik timbul sebagai akibat dari reaksi alergi yang berat dan berlebihan. Penyebabnya antara lain alergi terhadap sengatan serangga, obat-obatan, atau makanan (kacang-kacangan, buah beri, makanan laut), dll.
4. Syok Kardiogenik
Jenis syok ini biasanya timbul ketika jantung mengalami kerusakan dan tidak mampu memompa pasokan darah yang cukup ke seluruh tubuh.
Kondisi ini bisa menjadi tahap akhir dari kasus serangan jantung atau gagal jantung kongestif.
5. Syok Hipovolemik
Syok hipovolemik disebabkan oleh kehilangan darah dan cairan dalam jumlah yang banyak, seperti dari cedera tubuh, yang membuat jantung tidak dapat memompa cukup darah ke tubuh, atau anemia berat di mana tidak ada cukup darah untuk membawa oksigen ke seluruh tubuh.
Syok itu sendiri disebabkan oleh berkurangnya aliran darah ke jaringan dan organ tubuh. Keadaan ini dapat disebabkan oleh beberapa kondisi, antara lain:
Kegagalan distribusi oksigen ke sel-sel tubuh, misalnya ketika:
o Jumlah oksigen di udara yang dihirup berkurang
o Berada di daerah ketinggian
o Keracunan karbon monoksida, dll.
Gangguan pada paru sehingga organ paru tidak dapat menyalurkan oksigen ke aliran darah. Contoh penyebabnya antara lain:
o Pneumonia (infeksi pada paru-paru)
o Gagal jantung kongestif (paru-paru terisi dengan cairan atau edema paru)
o Cedera yang mengakibatkan paru-paru menjadi memar atau mengempis
o Emboli paru (penyumbatan pada pembuluh darah di paru- paru)
Jantung yang tidak dapat memompa darah secara memadai ke jaringan tubuh. Contoh penyebabnya antara lain:
o Serangan jantung sehingga otot jantung rusak dan jantung tidak bisa berdetak dengan kuat untuk memompa darah ke seluruh tubuh
o Adanya gangguan irama jantung
o Peradangan pada kantung di sekitar jantung (perikarditis) atau radang pada otot jantung karena infeksi atau penyebab lain, sehingga kemampuan jantung untuk memompa darah menjadi tidak efektif
Kurangnya sel darah merah dalam darah (anemia). Jika tidak terdapat cukup sel darah merah, maka oksigen yang dikirim ke jaringan tubuh juga akan berkurang. Kondisi ini mungkin disebabkan oleh:
o Perdarahan
o Ketidakmampuan sumsum tulang untuk membuat sel darah merah
o Peningkatan penghancuran sel darah merah oleh tubuh (misalnya, penyakit sel sabit)
Kurangnya cairan di dalam pembuluh darah, misalnya pada kasus:
o Dehidrasi akibat kehilangan cairan tubuh
Gangguan pada sistem saraf pusat sehingga pembuluh darah tidak dapat mempertahankan tekanan yang cukup di dalam dindingnya untuk memungkinkan darah dipompa ke seluruh tubuh
Faktor Risiko
Risiko terjadinya syok akan meningkat jika Anda memiliki beberapa kondisi seperti:
Reaksi alergi berat
Kehilangan darah dalam jumlah banyak
Infeksi dalam darah
Dehidrasi
Keracunan
Luka bakar
Gangguan jantung
Cedera pada tulang belakang
Muntah atau diare terus-menerus
Gejala
Pada orang-orang yang mengalami syok akan ditemukan salah satu atau beberapa gejala berikut, yaitu:
Denyut nadi yang cepat, lemah, atau bahkan tidak ada denyut nadi
Detak jantung yang tidak teratur
Nyeri dada
Suhu tubuh tidak berada dalam rentang yang normal
Pernapasan yang cepat, pendek, dan dangkal
Pusing
Kulit yang dingin
Bibir dan kuku kebiruan
Keringat berlebihan
Mual
Kebingungan
Kecemasan
Haus dan mulut kering
Pupil mata melebar
Penurunan jumlah urine
Gula darah rendah
Penurunan kesadaran
Tekanan darah yang rendah
Kejang
Diagnosis
Syok termasuk suatu kasus gawat darurat sehingga perlu didiagnosis secara cepat agar bisa segera ditata laksana. Biasanya, dokter dapat dengan mudah mengenali syok dari gejala-gejala yang tampak pada penderita. Dokter juga dapat memeriksa bagaimana tekanan darah, denyut nadi, pernapasan, dan suhu pasien. Dokter akan bertanya juga mengenai riwayat penyakit pasien dan apa yang terjadi sebelum pasien jatuh ke dalam kondisi syok.
Setelah diagnosis syok ditegakkan, prioritas pertama dokter adalah memberikan perawatan untuk menyelamatkan nyawa agar darah dapat beredar ke seluruh tubuh secepat mungkin. Hal ini dapat dilakukan dengan memberikan cairan, obat-obatan, komponen darah, dan perawatan suportif lainnya.
Keadaan syok tidak akan sembuh kecuali dokter dapat menemukan dan mengobati penyebabnya. Setelah kondisi penderita stabil, dokter akan mencoba mencari penyebab terjadinya syok. Untuk melakukannya, dokter dapat menyarankan satu atau lebih pemeriksaan, seperti:
1. Tes Pencitraan
Dokter mungkin melakukan tes pencitraan untuk memeriksa adakah cedera atau kerusakan pada jaringan dan organ internal Anda, seperti patah tulang, pecahnya organ dalam tubuh, robekan pada otot atau tendon, serta pertumbuhan jaringan abnormal dalam tubuh. Tes pencitraan dapat meliputi:
USG
Sinar-X
CT-scan
MRI
2. Tes Darah
Dokter mungkin menggunakan tes darah untuk mencari tanda-tanda:
Kehilangan darah yang signifikan
Infeksi dalam darah Anda
Penggunaan obat tertentu atau overdosis obat
Tata Laksana
Tata laksana syok perlu dilakukan sesegera mungkin untuk mencegah timbulnya komplikasi yang mengancam nyawa. Seseorang yang mengalami kondisi syok harus dibawa ke instalasi gawat darurat (IGD) dan mendapat penanganan medis. Karena syok bisa terjadi akibat beragam penyebab, tata laksana yang diberikan juga tergantung dengan penyebab syok.
Bila pasien mengalami syok akibat perdarahan dan kehilangan darah dalam jumlah banyak, sebagai pertolongan pertama Anda bisa menekan bagian tubuh yang berdarah dengan menggunakan handuk atau kain sembari membawa pasien ke IGD. Bila pasien kehilangan cairan akibat muntah berulang atau keluar darah dari mulut, bila hal ini terjadi bukan akibat kecelakaan atau tidak terdapat kecurigaan adanya cedera tulang belakang, Anda bisa memiringkan pasien untuk mencegah tersedak.
Muntahan atau darah yang dikeluarkan bisa masuk ke dalam saluran napas pasien dan hal ini bisa memperburuk kondisi pasien. Anda bisa membuka atau mengendurkan pakaian yang ketat dan bila perlu, tutupi penderita dengan selimut untuk mencegah kedinginan. Namun, jika Anda menemukan seseorang mengalami syok dan mulai tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan, seperti tidak bernapas, tidak sadar, tidak teraba nadi, atau tidak bergerak, Anda bisa melakukan RJP (Resusitasi Jantung Paru).
Setelah bantuan medis tiba, dokter biasanya akan memberikan terapi awal, seperti:
Pemberian cairan melalui infus
Menjaga suhu tubuh pasien tetap stabil
Pemberian obat-obatan untuk menaikkan tekanan darah dan denyut nadi
Pemberian oksigen
Pemasangan alat bantu napas jika diperlukan
Pemberian obat antibiotik pada syok septik untuk mengatasi infeksi yang terjadi
Komplikasi
Jika tidak ditangani dengan cepat dan tepat, syok dapat menimbulkan beberapa komplikasi, seperti kegagalan beberapa fungsi organ tubuh, kecacatan, dan bahkan kematian.
Pencegahan
Beberapa jenis dan kasus syok dapat dicegah. Lakukan langkah-langkah berikut untuk menjalani gaya hidup yang sehat, seperti:
Jika Anda telah didiagnosis dengan alergi, hindari faktor pemicunya, dan bawa obat anti alergi yang diresepkan dokter, dan gunakan pada saat tanda pertama reaksi alergi muncul. Bila alergi tidak membaik setelah pemberian obat Anda bisa segera ke IGD untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Untuk menurunkan risiko kehilangan darah akibat cedera, selalu gunakan alat pelindung diri saat melakukan aktivitas fisik, seperti mengendarai sepeda, dan menggunakan peralatan/mesin berbahaya. Selalu gunakan sabuk pengaman saat bepergian dengan kendaraan bermotor.
Untuk menurunkan kemungkinan kerusakan jantung, konsumsi makanan yang seimbang, olahraga teratur, dan hindari merokok dan perokok pasif.
Tetap terhidrasi dengan minum banyak cairan. Hal ini sangat penting ketika Anda menghabiskan waktu di lingkungan yang sangat panas atau lembab.
Kapan Harus ke Dokter?
Segera kunjungi IGD jika Anda atau kerabat Anda memiliki faktor risiko seperti alergi, dan mengalami gejala-gejala syok untuk mendapatkan pengobatan yang tepat. Syok merupakan kondisi gawat darurat yang memerlukan penanganan segera.
SHOCK
Syok adalah suatu keadaan yang terjadi bila perfusi oksigen ke jaringan menjadi tidak adekuat. KehiIangan sel darah pada pasien dengan perdarahan mengakibatkan berkurangnya transport oksigen ke jaringan tubuh.
Hasilnya sel tubuh menjadi terganggu dan mulailah terjadi perubahan besar dalam jaringan tubuh. Akhirnya diikuti dengan kematian sel.
Akibat penurunan dari oksigen, sel mulai menggunakan proses cadangan yang menggunakan sumber energi yang tidak efisien dan akan menghasilkan produk toksik. Walaupun proses cadangan (anaerob) ini dapat menunda kematian sel untuk beberapa waktu, kekurangan oksigen yang dibarengi dengan produk toksik akan meracuni fungsi-fungsi sel. Kemudian asam laktat bocor ke dalam darah dan mengakibatkan asidosis sistemik yang kemudian akan mengganggu aktifitas seluler dengan melemahkan fungsi otot pernapasan pasien dan berkembang menjadi gagal napas dengan hipoksia yang parah.
Sebagai respon dan tidak cukupnya oksigen, tubuh akan meningkatkan tonus simpatis dan melepaskan katekolamin dalam sirkulasi (epineprin dan norepineprin). Ini akan meningkatkan irama jantung, vasokonstriksi pembuluh darah perifer dan meningkatkan frekuensi napas. Karena itu syok adalah suatu proses seluler dengan manifestasi klinik. Pasien dengan syok akan tampak pucat, berkeringat dan takhikardi. Pada tingkat seluler, sel pasien akan “kelaparan"
oksigen. Karena itu syok adalah kondisi dimana perfusi jaringan sangat berkurang dan kemudian berakibat kerusakan permanen pada organ tubuh. Tanda dan gejala klinis dari pasien dengan syok berupa proses gawat yang mengancam setiap sel dalam tubuh terutama sel-sel organ vital.
SYOK" adalah suatu kondisi yang dapat anda amati selama menilai pasien (patient assessment). Diagnosis awal dari keadaan syok dapat dibuat berdasarkan temuan temuan pemeriksaan fisik. Meskipun keadaan syok sering diasosiasikan dengan hipotensi arteri sistemik (tekanan darah yang rendah), seorang pasien dengan tekanan darah normal dapat berada dalam keadaan syok. Sebaliknya, seorang pasien dengan tekanan darah yang rendah (misalnya sistolnya 80 mmHg) mungkin tidak berada dalam keadaan syok. Meskipun demikian, tekanan darah harus
dipantau secara berkala sebagai satu alat untuk menilai apakah perfusi organ adekuat.
Pasien memiliki kebutuhan yang bervariasi dalam
mempertahankan perfusi yang adekuat. Penilaian lain selain mengukur tekanan darah juga harus digunakan untuk mengenali pasien trauma yang berada dalam keadaan syok.
Beberapa gejala dan tanda klasik yang diasosiasikan dengan syok akibat pendarahan termasuk
12. Kelemahan: disebabkan oleh karena hipoksia jaringan dan asidosis
13. Rasa haus: disebabkan oleh hipovolemia (khususnya dengan jumlah cairan yang relatif rendah dalam pembuluh darah)
14. Pucat: disebabkan vasokonstriksi yang diinduksi oleh katekolamin dan/atau kehilangan sel darah merah
15. Takikardi. disebabkan oleh efek katekolamin pada jantung
16. Takipnea (peningkatan laju pemapasan):
diakibatkan sebagai respon terhadap stress, katekolamin, asidosis, dan hipoksia
17. Diaforesis (berkeringat): disebabkan oleh efek katekolamin pada kelenjar keringat
18. Penurunan pengeluaran urin: disebabkan oleh hipovolemia, hipoksia, dan katekolamin yang beredar (penting untuk diingat dalam pemindahan antar rumah sakit)
19. Denyut nadi perifer yang melemah. denyut lemah, disebabkan oleh vasokonstriksi, detak jantung yang cepat, dan kehilangan volume darah
20. Hipotensi: disebabkan oleh hipovolemia, baik absolut maupun relatif
21. Kesadaran yang berubah (bingung, gelisah, memberontak, tidak sadar):
disebabkan oleh penurunan perfusi otak, asidosis, dan stimulasi katekolamin 22. Henti jantumg: disebabkan oleh kegagalan organ kritis akibat kehilangan
darah dan cairan, hipoksia, dan kadang-kadang aritmia oleh karena stimulasi katekolamin
SINDROMA SYOK
Secara umum pengertian SYOK diasosiasikan dengan perdarahan disertai hipovolemia, berikut ini syok dapat dikategorikan kedalam 4 jenis berdasarkan penyebabnya:
Syok hipovolemik (hipovolemia absolut): disebabkan oleh pendarahan, atau kehilangan cairan tubuh utama lainnya.
Syok High-space (hipovolemia relatif) : disebabkan oleh cedera medula spinalis, pingsan, cedera kepala berat, cedera vasomotor akibat hipoksiaSyok mekanik (obstruktif): disebabkan pericardial tamponade atau tension pneumothorax
Syok hipoksemik: disebabkan oleh kegagalan pernapasan akibat cedera paru atau tersumbat/rusaknya jalan napas
Ada perbedaan yang dapat terlihat dari gambaran pasien dengan kondisi-kondisi tersebut, dan penting bagi anda untuk selalu waspada terhadap tanda-tanda dan gejala yang menyertai setiap keadaan
SYOK HIPOVOLEMIK (HIPOVOLEMIA ABSOLUT)
Kehilangan darah akibat cedera disebut perdarahan pasca-trauma (posttraumatic haemorrhage) dan disamping cedera kepala, syok hemoragik merupakan penyebab nomor satu dari kematian yang dapat dicegah (preventable death) akibat cedera.
Jumlah volume yang mampu ditampung oleh pembuluh-pembuluh darah beberapa liter lebih banyak daripada yang sebenarnya beredar di dalamnya.
Apabila kehilangan darah hanya sedikit, sistem simpatis dapat mengecilkan ruang vaskuler sehingga cukup untuk mempertahankan tekanan darah. Jika kehilangannya berat, ruang vaskuler tidak mampu menjadi lebih kecil lagi untuk mencukupi mempertahankan tekanan darah, maka terjadilah hipotensi
SYOK HIGH-SPACE (HIPOVOLEMIA RELATIF)
Seperti telah disebutkan sebelumnya, jumlah volume yang dapat ditampung oleh pembuluh darah beberapa liter lebih banyak daripada volume darah normal. Sekali lagi "steady-state" sistem simpatis yang menjaga ruang vaskuler konstraksi secara ringan untuk mempertahankan perfusi ke otak dan jantung. Apapun yang dapat mengganggu sistem saraf simpatis sehingga menyebabkan hilangnya
vasokonstriksi normal tersebut, dapat menyebabkan ruang vaskuler menjadi terlalu "besar" untuk jumlah darah normal. Jika pembuluh darah melebar, 5 liter atau lebih dan darah yang mengalir melalui ruang vaskuler orang dewasa normal mungkin tidak cukup untuk mempertahankan tekanan darah dan perfusi jaringan vital. Kondisi yang menyebabkan ruang vaskuler menjadi lebih besar untuk jumlah darah normal seperti itu disebut "high-space shock” atau hipovolemia relatif.
lnti terpenting adalah bahwa syok jenis ini tidak memiliki gambaran yang serupa dengan syok hemoragik, meskipun terjadi pendarahan berat. Karenanya pemeriksaan neurologis menjadi sangat penting, dan anda seharusnya tidak mengandalkan gambaran khas dan gejala. - gejala dan tanda-tanda "syok" yang umum untuk mencurigai adanya pendarahan dalam (internal bleeding) ataupun syok yang disertai perdarahan. Meskipun tekanan darah yang rendah dengan denyut jantung normal mungkin merupakan suatu indikasi, tekanan darah normal dengan takikardi dapat seringkali terlihat, khususnya pada saat penanganan awal pasien
SYOK MEKANIK ATAU OBSTRUKTIF
Pada orang dewasa dalam keadaan normal, jantung memompa sekitar 5 liter darah tiap menit. Hal ini berarti bahwa jantung juga harus memasukkan sekitar 5 liter darah tiap menitnya. Oleh karenanya. kondisi traumatik apapun yang memperlambat atau mencegah pengembalian pembuluh darah balik (vena) dapat mengakibatkan syok dengan jalan menurunkan curah jantung dan selanjutnya juga pengiriman oksigen kejaringan-jaringan. Demikian pula, apapun yang dapat menyumbat aliran darah ke dan melalui jantung dapat mengakibatkan syok
SYOK HIPOKSEMIK (PERNAPASAN)
Apabila cedera disertai dengan aspirasi dalam jumlah besar, memar paru, pneumothorax, kerusakan/sumbatan jalan napas, kurangnya ventilasi, organ pernapasan (paru-paru) akan gagal memberikan kadar oksigen yang adekuat ke dalam darah. Akibatnya, meskipun tidak terdapat perdarahan yang berlebih, sumbatan mekanik aliran darah ataupun kegagalan sistem saraf simtpatis perfusi oksigen Jaringan dapat terganggu secara kritis.
Meskipun disfungsi paru adalah penyebab yang paling umum dan hipoksemia (misalnya, darah atau bahan muntahan di dalam paru-paru), ketidakcukupan ventilasi akibat segment dinding dada yang mengalami flail chest, cedera medula spinalis, harus dipertimbangkan pula keracunan yang terjadi sebelumnya atau
kejadian lainnya yang mendukung (misalnya stroke), gangguan Jalan napas (bronkhus yang robek) pneumothorax, robeknya diafragma, dan penyebab- penyebab lainnya. Suatu pneumothorax terbuka (sucking chest wound) adalah suatu proses jarang tetapi sangat reversible yang harus anda kenali dan tangani secepatnya. Pasien-pasien dengan cedera kepala berat dapat nampak seolah- olah bernapas dengan normal, padahal mereka mungkin mengalami hipoksemia karena pola pernapasan yang tidak adekuat.
Definisi
Syok adalah suatu kondisi gawat darurat yang terjadi ketika tubuh tidak mendapatkan aliran darah yang cukup. Kurangnya aliran darah akan menyebabkan sel dan organ tidak mendapatkan cukup oksigen dan nutrisi untuk berfungsi dengan baik. Sebagai akibatnya, banyak organ tubuh yang dapat mengalami kerusakan. Syok dapat disebabkan oleh cedera atau kondisi apa pun yang memengaruhi aliran darah ke seluruh tubuh Anda.
Syok merupakan kondisi yang dapat memburuk dengan cepat, menyebabkan beberapa kegagalan organ, serta berpotensi menimbulkan komplikasi yang mengancam jiwa. Diperkirakan sebanyak 1 dari 5 orang yang mengalami syok akan meninggal. Maka dari itu, diperlukan pertolongan segera dalam tata laksana kasus syok.
Penyebab
Terdapat beberapa jenis syok yang dibagi berdasarkan penyebab timbulnya syok, antara lain:
1. Syok Septik
Syok ini timbul sebagai akibat dari perkembang-biakan bakteri dalam darah dan racun yang dilepaskan bakteri-bakteri tersebut. Penyebab umum dari syok jenis ini adalah:
o Pneumonia (infeksi pada paru-paru)
o Infeksi saluran kemih
o Infeksi kulit (selulitis)
o Infeksi organ dalam tubuh (seperti usus buntu yang pecah)
o Meningitis (infeksi pada selaput otak) 2. Syok Neurogenik
Syok neurogenik merupakan jenis syok yang disebabkan oleh cedera pada tulang belakang, biasanya akibat suatu kecelakaan.
3. Syok Anafilaktik
Syok anafilaktik timbul sebagai akibat dari reaksi alergi yang berat dan berlebihan. Penyebabnya antara lain alergi terhadap sengatan serangga, obat-obatan, atau makanan (kacang-kacangan, buah beri, makanan laut), dll.
4. Syok Kardiogenik
Jenis syok ini biasanya timbul ketika jantung mengalami kerusakan dan tidak mampu memompa pasokan darah yang cukup ke seluruh tubuh.
Kondisi ini bisa menjadi tahap akhir dari kasus serangan jantung atau gagal jantung kongestif.
5. Syok Hipovolemik
Syok hipovolemik disebabkan oleh kehilangan darah dan cairan dalam jumlah yang banyak, seperti dari cedera tubuh, yang membuat jantung tidak dapat memompa cukup darah ke tubuh, atau anemia berat di mana tidak ada cukup darah untuk membawa oksigen ke seluruh tubuh.
Syok itu sendiri disebabkan oleh berkurangnya aliran darah ke jaringan dan organ tubuh. Keadaan ini dapat disebabkan oleh beberapa kondisi, antara lain:
Kegagalan distribusi oksigen ke sel-sel tubuh, misalnya ketika:
o Jumlah oksigen di udara yang dihirup berkurang
o Berada di daerah ketinggian
o Keracunan karbon monoksida, dll.
Gangguan pada paru sehingga organ paru tidak dapat menyalurkan oksigen ke aliran darah. Contoh penyebabnya antara lain:
o Pneumonia (infeksi pada paru-paru)
o Gagal jantung kongestif (paru-paru terisi dengan cairan atau edema paru)
o Cedera yang mengakibatkan paru-paru menjadi memar atau mengempis
o Emboli paru (penyumbatan pada pembuluh darah di paru- paru)
Jantung yang tidak dapat memompa darah secara memadai ke jaringan tubuh. Contoh penyebabnya antara lain:
o Serangan jantung sehingga otot jantung rusak dan jantung tidak bisa berdetak dengan kuat untuk memompa darah ke seluruh tubuh
o Adanya gangguan irama jantung
o Peradangan pada kantung di sekitar jantung (perikarditis) atau radang pada otot jantung karena infeksi atau penyebab lain, sehingga kemampuan jantung untuk memompa darah menjadi tidak efektif
Kurangnya sel darah merah dalam darah (anemia). Jika tidak terdapat cukup sel darah merah, maka oksigen yang dikirim ke jaringan tubuh juga akan berkurang. Kondisi ini mungkin disebabkan oleh:
o Perdarahan
o Ketidakmampuan sumsum tulang untuk membuat sel darah merah
o Peningkatan penghancuran sel darah merah oleh tubuh (misalnya, penyakit sel sabit)
Kurangnya cairan di dalam pembuluh darah, misalnya pada kasus:
o Dehidrasi akibat kehilangan cairan tubuh
Gangguan pada sistem saraf pusat sehingga pembuluh darah tidak dapat mempertahankan tekanan yang cukup di dalam dindingnya untuk memungkinkan darah dipompa ke seluruh tubuh
Faktor Risiko
Risiko terjadinya syok akan meningkat jika Anda memiliki beberapa kondisi seperti:
Reaksi alergi berat
Kehilangan darah dalam jumlah banyak
Infeksi dalam darah
Dehidrasi
Keracunan
Luka bakar
Gangguan jantung
Cedera pada tulang belakang
Muntah atau diare terus-menerus
Gejala
Pada orang-orang yang mengalami syok akan ditemukan salah satu atau beberapa gejala berikut, yaitu:
Denyut nadi yang cepat, lemah, atau bahkan tidak ada denyut nadi
Detak jantung yang tidak teratur
Nyeri dada
Suhu tubuh tidak berada dalam rentang yang normal
Pernapasan yang cepat, pendek, dan dangkal
Pusing
Kulit yang dingin
Bibir dan kuku kebiruan
Keringat berlebihan
Mual
Kebingungan
Kecemasan
Haus dan mulut kering
Pupil mata melebar
Penurunan jumlah urine
Gula darah rendah
Penurunan kesadaran
Tekanan darah yang rendah
Kejang
Diagnosis
Syok termasuk suatu kasus gawat darurat sehingga perlu didiagnosis secara cepat agar bisa segera ditata laksana. Biasanya, dokter dapat dengan mudah mengenali syok dari gejala-gejala yang tampak pada penderita. Dokter juga dapat memeriksa bagaimana tekanan darah, denyut nadi, pernapasan, dan suhu pasien. Dokter akan bertanya juga mengenai riwayat penyakit pasien dan apa yang terjadi sebelum pasien jatuh ke dalam kondisi syok.
Setelah diagnosis syok ditegakkan, prioritas pertama dokter adalah memberikan perawatan untuk menyelamatkan nyawa agar darah dapat beredar ke seluruh tubuh secepat mungkin. Hal ini dapat dilakukan dengan memberikan cairan, obat-obatan, komponen darah, dan perawatan suportif lainnya.
Keadaan syok tidak akan sembuh kecuali dokter dapat menemukan dan mengobati penyebabnya. Setelah kondisi penderita stabil, dokter akan mencoba mencari penyebab terjadinya syok. Untuk melakukannya, dokter dapat menyarankan satu atau lebih pemeriksaan, seperti:
1. Tes Pencitraan
Dokter mungkin melakukan tes pencitraan untuk memeriksa adakah cedera atau kerusakan pada jaringan dan organ internal Anda, seperti patah tulang, pecahnya organ dalam tubuh, robekan pada otot atau tendon, serta pertumbuhan jaringan abnormal dalam tubuh. Tes pencitraan dapat meliputi:
USG
Sinar-X
CT-scan
MRI
2. Tes Darah
Dokter mungkin menggunakan tes darah untuk mencari tanda-tanda:
Kehilangan darah yang signifikan
Infeksi dalam darah Anda
Penggunaan obat tertentu atau overdosis obat
Tata Laksana
Tata laksana syok perlu dilakukan sesegera mungkin untuk mencegah timbulnya komplikasi yang mengancam nyawa. Seseorang yang mengalami kondisi syok harus dibawa ke instalasi gawat darurat (IGD) dan mendapat penanganan medis. Karena syok bisa terjadi akibat beragam penyebab, tata laksana yang diberikan juga tergantung dengan penyebab syok.
Bila pasien mengalami syok akibat perdarahan dan kehilangan darah dalam jumlah banyak, sebagai pertolongan pertama Anda bisa menekan bagian tubuh yang berdarah dengan menggunakan handuk atau kain sembari membawa pasien ke IGD. Bila pasien kehilangan cairan akibat muntah berulang atau keluar darah dari mulut, bila hal ini terjadi bukan akibat kecelakaan atau tidak terdapat kecurigaan adanya cedera tulang belakang, Anda bisa memiringkan pasien untuk mencegah tersedak.
Muntahan atau darah yang dikeluarkan bisa masuk ke dalam saluran napas pasien dan hal ini bisa memperburuk kondisi pasien. Anda bisa membuka atau mengendurkan pakaian yang ketat dan bila perlu, tutupi penderita dengan selimut untuk mencegah kedinginan. Namun, jika Anda menemukan seseorang mengalami syok dan mulai tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan, seperti tidak bernapas, tidak sadar, tidak teraba nadi, atau tidak bergerak, Anda bisa melakukan RJP (Resusitasi Jantung Paru).
Setelah bantuan medis tiba, dokter biasanya akan memberikan terapi awal, seperti:
Pemberian cairan melalui infus
Menjaga suhu tubuh pasien tetap stabil
Pemberian obat-obatan untuk menaikkan tekanan darah dan denyut nadi
Pemberian oksigen
Pemasangan alat bantu napas jika diperlukan
Pemberian obat antibiotik pada syok septik untuk mengatasi infeksi yang terjadi
Komplikasi
Jika tidak ditangani dengan cepat dan tepat, syok dapat menimbulkan beberapa komplikasi, seperti kegagalan beberapa fungsi organ tubuh, kecacatan, dan bahkan kematian.
Pencegahan
Beberapa jenis dan kasus syok dapat dicegah. Lakukan langkah-langkah berikut untuk menjalani gaya hidup yang sehat, seperti:
Jika Anda telah didiagnosis dengan alergi, hindari faktor pemicunya, dan bawa obat anti alergi yang diresepkan dokter, dan gunakan pada saat tanda pertama reaksi alergi muncul. Bila alergi tidak membaik setelah pemberian obat Anda bisa segera ke IGD untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Untuk menurunkan risiko kehilangan darah akibat cedera, selalu gunakan alat pelindung diri saat melakukan aktivitas fisik, seperti mengendarai sepeda, dan menggunakan peralatan/mesin berbahaya. Selalu gunakan sabuk pengaman saat bepergian dengan kendaraan bermotor.
Untuk menurunkan kemungkinan kerusakan jantung, konsumsi makanan yang seimbang, olahraga teratur, dan hindari merokok dan perokok pasif.
Tetap terhidrasi dengan minum banyak cairan. Hal ini sangat penting ketika Anda menghabiskan waktu di lingkungan yang sangat panas atau lembab.
Kapan Harus ke Dokter?
Segera kunjungi IGD jika Anda atau kerabat Anda memiliki faktor risiko seperti alergi, dan mengalami gejala-gejala syok untuk mendapatkan pengobatan yang tepat. Syok merupakan kondisi gawat darurat yang memerlukan penanganan segera.
SHOCK
Syok adalah suatu keadaan yang terjadi bila perfusi oksigen ke jaringan menjadi tidak adekuat. KehiIangan sel darah pada pasien dengan perdarahan mengakibatkan berkurangnya transport oksigen ke jaringan tubuh.
Hasilnya sel tubuh menjadi terganggu dan mulailah terjadi perubahan besar dalam jaringan tubuh. Akhirnya diikuti dengan kematian sel.
Akibat penurunan dari oksigen, sel mulai menggunakan proses cadangan yang menggunakan sumber energi yang tidak efisien dan akan menghasilkan produk toksik. Walaupun proses cadangan (anaerob) ini dapat menunda kematian sel untuk beberapa waktu, kekurangan oksigen yang dibarengi dengan produk toksik akan meracuni fungsi-fungsi sel. Kemudian asam laktat bocor ke dalam darah dan mengakibatkan asidosis sistemik yang kemudian akan mengganggu aktifitas seluler dengan melemahkan fungsi otot pernapasan pasien dan berkembang menjadi gagal napas dengan hipoksia yang parah.
Sebagai respon dan tidak cukupnya oksigen, tubuh akan meningkatkan tonus simpatis dan melepaskan katekolamin dalam sirkulasi (epineprin dan norepineprin). Ini akan meningkatkan irama jantung, vasokonstriksi pembuluh darah perifer dan meningkatkan frekuensi napas. Karena itu syok adalah suatu proses seluler dengan manifestasi klinik. Pasien dengan syok akan tampak pucat, berkeringat dan takhikardi. Pada tingkat seluler, sel pasien akan “kelaparan"
oksigen. Karena itu syok adalah kondisi dimana perfusi jaringan sangat berkurang dan kemudian berakibat kerusakan permanen pada organ tubuh. Tanda dan gejala klinis dari pasien dengan syok berupa proses gawat yang mengancam setiap sel dalam tubuh terutama sel-sel organ vital.
SYOK" adalah suatu kondisi yang dapat anda amati selama menilai pasien (patient assessment). Diagnosis awal dari keadaan syok dapat dibuat berdasarkan temuan temuan pemeriksaan fisik. Meskipun keadaan syok sering diasosiasikan dengan hipotensi arteri sistemik (tekanan darah yang rendah), seorang pasien dengan tekanan darah normal dapat berada dalam keadaan syok. Sebaliknya, seorang pasien dengan tekanan darah yang rendah (misalnya sistolnya 80 mmHg) mungkin tidak berada dalam keadaan syok. Meskipun demikian, tekanan darah harus
dipantau secara berkala sebagai satu alat untuk menilai apakah perfusi organ adekuat.
Pasien memiliki kebutuhan yang bervariasi dalam
mempertahankan perfusi yang adekuat. Penilaian lain selain mengukur tekanan darah juga harus digunakan untuk mengenali pasien trauma yang berada dalam keadaan syok.
Beberapa gejala dan tanda klasik yang diasosiasikan dengan syok akibat pendarahan termasuk
23. Kelemahan: disebabkan oleh karena hipoksia jaringan dan asidosis
24. Rasa haus: disebabkan oleh hipovolemia (khususnya dengan jumlah cairan yang relatif rendah dalam pembuluh darah)
25. Pucat: disebabkan vasokonstriksi yang diinduksi oleh katekolamin dan/atau kehilangan sel darah merah
26. Takikardi. disebabkan oleh efek katekolamin pada jantung
27. Takipnea (peningkatan laju pemapasan):
diakibatkan sebagai respon terhadap stress, katekolamin, asidosis, dan hipoksia
28. Diaforesis (berkeringat): disebabkan oleh efek katekolamin pada kelenjar keringat
29. Penurunan pengeluaran urin: disebabkan oleh hipovolemia, hipoksia, dan katekolamin yang beredar (penting untuk diingat dalam pemindahan antar rumah sakit)
30. Denyut nadi perifer yang melemah. denyut lemah, disebabkan oleh vasokonstriksi, detak jantung yang cepat, dan kehilangan volume darah
31. Hipotensi: disebabkan oleh hipovolemia, baik absolut maupun relatif
32. Kesadaran yang berubah (bingung, gelisah, memberontak, tidak sadar):
disebabkan oleh penurunan perfusi otak, asidosis, dan stimulasi katekolamin 33. Henti jantumg: disebabkan oleh kegagalan organ kritis akibat kehilangan
darah dan cairan, hipoksia, dan kadang-kadang aritmia oleh karena stimulasi katekolamin
SINDROMA SYOK
Secara umum pengertian SYOK diasosiasikan dengan perdarahan disertai hipovolemia, berikut ini syok dapat dikategorikan kedalam 4 jenis berdasarkan penyebabnya:
Syok hipovolemik (hipovolemia absolut): disebabkan oleh pendarahan, atau kehilangan cairan tubuh utama lainnya.
Syok High-space (hipovolemia relatif) : disebabkan oleh cedera medula spinalis, pingsan, cedera kepala berat, cedera vasomotor akibat hipoksiaSyok mekanik (obstruktif): disebabkan pericardial tamponade atau tension pneumothorax
Syok hipoksemik: disebabkan oleh kegagalan pernapasan akibat cedera paru atau tersumbat/rusaknya jalan napas
Ada perbedaan yang dapat terlihat dari gambaran pasien dengan kondisi-kondisi tersebut, dan penting bagi anda untuk selalu waspada terhadap tanda-tanda dan gejala yang menyertai setiap keadaan
SYOK HIPOVOLEMIK (HIPOVOLEMIA ABSOLUT)
Kehilangan darah akibat cedera disebut perdarahan pasca-trauma (posttraumatic haemorrhage) dan disamping cedera kepala, syok hemoragik merupakan penyebab nomor satu dari kematian yang dapat dicegah (preventable death) akibat cedera.
Jumlah volume yang mampu ditampung oleh pembuluh-pembuluh darah beberapa liter lebih banyak daripada yang sebenarnya beredar di dalamnya.
Apabila kehilangan darah hanya sedikit, sistem simpatis dapat mengecilkan ruang vaskuler sehingga cukup untuk mempertahankan tekanan darah. Jika kehilangannya berat, ruang vaskuler tidak mampu menjadi lebih kecil lagi untuk mencukupi mempertahankan tekanan darah, maka terjadilah hipotensi
SYOK HIGH-SPACE (HIPOVOLEMIA RELATIF)
Seperti telah disebutkan sebelumnya, jumlah volume yang dapat ditampung oleh pembuluh darah beberapa liter lebih banyak daripada volume darah normal. Sekali lagi "steady-state" sistem simpatis yang menjaga ruang vaskuler konstraksi secara ringan untuk mempertahankan perfusi ke otak dan jantung. Apapun yang dapat mengganggu sistem saraf simpatis sehingga menyebabkan hilangnya
vasokonstriksi normal tersebut, dapat menyebabkan ruang vaskuler menjadi terlalu "besar" untuk jumlah darah normal. Jika pembuluh darah melebar, 5 liter atau lebih dan darah yang mengalir melalui ruang vaskuler orang dewasa normal mungkin tidak cukup untuk mempertahankan tekanan darah dan perfusi jaringan vital. Kondisi yang menyebabkan ruang vaskuler menjadi lebih besar untuk jumlah darah normal seperti itu disebut "high-space shock” atau hipovolemia relatif.
lnti terpenting adalah bahwa syok jenis ini tidak memiliki gambaran yang serupa dengan syok hemoragik, meskipun terjadi pendarahan berat. Karenanya pemeriksaan neurologis menjadi sangat penting, dan anda seharusnya tidak mengandalkan gambaran khas dan gejala. - gejala dan tanda-tanda "syok" yang umum untuk mencurigai adanya pendarahan dalam (internal bleeding) ataupun syok yang disertai perdarahan. Meskipun tekanan darah yang rendah dengan denyut jantung normal mungkin merupakan suatu indikasi, tekanan darah normal dengan takikardi dapat seringkali terlihat, khususnya pada saat penanganan awal pasien
SYOK MEKANIK ATAU OBSTRUKTIF
Pada orang dewasa dalam keadaan normal, jantung memompa sekitar 5 liter darah tiap menit. Hal ini berarti bahwa jantung juga harus memasukkan sekitar 5 liter darah tiap menitnya. Oleh karenanya. kondisi traumatik apapun yang memperlambat atau mencegah pengembalian pembuluh darah balik (vena) dapat mengakibatkan syok dengan jalan menurunkan curah jantung dan selanjutnya juga pengiriman oksigen kejaringan-jaringan. Demikian pula, apapun yang dapat menyumbat aliran darah ke dan melalui jantung dapat mengakibatkan syok
SYOK HIPOKSEMIK (PERNAPASAN)
Apabila cedera disertai dengan aspirasi dalam jumlah besar, memar paru, pneumothorax, kerusakan/sumbatan jalan napas, kurangnya ventilasi, organ pernapasan (paru-paru) akan gagal memberikan kadar oksigen yang adekuat ke dalam darah. Akibatnya, meskipun tidak terdapat perdarahan yang berlebih, sumbatan mekanik aliran darah ataupun kegagalan sistem saraf simtpatis perfusi oksigen Jaringan dapat terganggu secara kritis.
Meskipun disfungsi paru adalah penyebab yang paling umum dan hipoksemia (misalnya, darah atau bahan muntahan di dalam paru-paru), ketidakcukupan ventilasi akibat segment dinding dada yang mengalami flail chest, cedera medula spinalis, harus dipertimbangkan pula keracunan yang terjadi sebelumnya atau
kejadian lainnya yang mendukung (misalnya stroke), gangguan Jalan napas (bronkhus yang robek) pneumothorax, robeknya diafragma, dan penyebab- penyebab lainnya. Suatu pneumothorax terbuka (sucking chest wound) adalah suatu proses jarang tetapi sangat reversible yang harus anda kenali dan tangani secepatnya. Pasien-pasien dengan cedera kepala berat dapat nampak seolah- olah bernapas dengan normal, padahal mereka mungkin mengalami hipoksemia karena pola pernapasan yang tidak adekuat.
Definisi
Syok adalah suatu kondisi gawat darurat yang terjadi ketika tubuh tidak mendapatkan aliran darah yang cukup. Kurangnya aliran darah akan menyebabkan sel dan organ tidak mendapatkan cukup oksigen dan nutrisi untuk berfungsi dengan baik. Sebagai akibatnya, banyak organ tubuh yang dapat mengalami kerusakan. Syok dapat disebabkan oleh cedera atau kondisi apa pun yang memengaruhi aliran darah ke seluruh tubuh Anda.
Syok merupakan kondisi yang dapat memburuk dengan cepat, menyebabkan beberapa kegagalan organ, serta berpotensi menimbulkan komplikasi yang mengancam jiwa. Diperkirakan sebanyak 1 dari 5 orang yang mengalami syok akan meninggal. Maka dari itu, diperlukan pertolongan segera dalam tata laksana kasus syok.
Penyebab
Terdapat beberapa jenis syok yang dibagi berdasarkan penyebab timbulnya syok, antara lain:
1. Syok Septik
Syok ini timbul sebagai akibat dari perkembang-biakan bakteri dalam darah dan racun yang dilepaskan bakteri-bakteri tersebut. Penyebab umum dari syok jenis ini adalah:
o Pneumonia (infeksi pada paru-paru)
o Infeksi saluran kemih
o Infeksi kulit (selulitis)
o Infeksi organ dalam tubuh (seperti usus buntu yang pecah)
o Meningitis (infeksi pada selaput otak) 2. Syok Neurogenik
Syok neurogenik merupakan jenis syok yang disebabkan oleh cedera pada tulang belakang, biasanya akibat suatu kecelakaan.
3. Syok Anafilaktik
Syok anafilaktik timbul sebagai akibat dari reaksi alergi yang berat dan berlebihan. Penyebabnya antara lain alergi terhadap sengatan serangga, obat-obatan, atau makanan (kacang-kacangan, buah beri, makanan laut), dll.
4. Syok Kardiogenik
Jenis syok ini biasanya timbul ketika jantung mengalami kerusakan dan tidak mampu memompa pasokan darah yang cukup ke seluruh tubuh.
Kondisi ini bisa menjadi tahap akhir dari kasus serangan jantung atau gagal jantung kongestif.
5. Syok Hipovolemik
Syok hipovolemik disebabkan oleh kehilangan darah dan cairan dalam jumlah yang banyak, seperti dari cedera tubuh, yang membuat jantung tidak dapat memompa cukup darah ke tubuh, atau anemia berat di mana tidak ada cukup darah untuk membawa oksigen ke seluruh tubuh.
Syok itu sendiri disebabkan oleh berkurangnya aliran darah ke jaringan dan organ tubuh. Keadaan ini dapat disebabkan oleh beberapa kondisi, antara lain:
Kegagalan distribusi oksigen ke sel-sel tubuh, misalnya ketika:
o Jumlah oksigen di udara yang dihirup berkurang
o Berada di daerah ketinggian
o Keracunan karbon monoksida, dll.
Gangguan pada paru sehingga organ paru tidak dapat menyalurkan oksigen ke aliran darah. Contoh penyebabnya antara lain:
o Pneumonia (infeksi pada paru-paru)
o Gagal jantung kongestif (paru-paru terisi dengan cairan atau edema paru)
o Cedera yang mengakibatkan paru-paru menjadi memar atau mengempis
o Emboli paru (penyumbatan pada pembuluh darah di paru- paru)
Jantung yang tidak dapat memompa darah secara memadai ke jaringan tubuh. Contoh penyebabnya antara lain:
o Serangan jantung sehingga otot jantung rusak dan jantung tidak bisa berdetak dengan kuat untuk memompa darah ke seluruh tubuh
o Adanya gangguan irama jantung
o Peradangan pada kantung di sekitar jantung (perikarditis) atau radang pada otot jantung karena infeksi atau penyebab lain, sehingga kemampuan jantung untuk memompa darah menjadi tidak efektif
Kurangnya sel darah merah dalam darah (anemia). Jika tidak terdapat cukup sel darah merah, maka oksigen yang dikirim ke jaringan tubuh juga akan berkurang. Kondisi ini mungkin disebabkan oleh:
o Perdarahan
o Ketidakmampuan sumsum tulang untuk membuat sel darah merah
o Peningkatan penghancuran sel darah merah oleh tubuh (misalnya, penyakit sel sabit)
Kurangnya cairan di dalam pembuluh darah, misalnya pada kasus:
o Dehidrasi akibat kehilangan cairan tubuh
Gangguan pada sistem saraf pusat sehingga pembuluh darah tidak dapat mempertahankan tekanan yang cukup di dalam dindingnya untuk memungkinkan darah dipompa ke seluruh tubuh
Faktor Risiko
Risiko terjadinya syok akan meningkat jika Anda memiliki beberapa kondisi seperti:
Reaksi alergi berat
Kehilangan darah dalam jumlah banyak
Infeksi dalam darah
Dehidrasi
Keracunan
Luka bakar
Gangguan jantung
Cedera pada tulang belakang
Muntah atau diare terus-menerus
Gejala
Pada orang-orang yang mengalami syok akan ditemukan salah satu atau beberapa gejala berikut, yaitu:
Denyut nadi yang cepat, lemah, atau bahkan tidak ada denyut nadi
Detak jantung yang tidak teratur
Nyeri dada
Suhu tubuh tidak berada dalam rentang yang normal
Pernapasan yang cepat, pendek, dan dangkal
Pusing
Kulit yang dingin
Bibir dan kuku kebiruan
Keringat berlebihan
Mual
Kebingungan
Kecemasan
Haus dan mulut kering
Pupil mata melebar
Penurunan jumlah urine
Gula darah rendah
Penurunan kesadaran
Tekanan darah yang rendah
Kejang
Diagnosis
Syok termasuk suatu kasus gawat darurat sehingga perlu didiagnosis secara cepat agar bisa segera ditata laksana. Biasanya, dokter dapat dengan mudah mengenali syok dari gejala-gejala yang tampak pada penderita. Dokter juga dapat memeriksa bagaimana tekanan darah, denyut nadi, pernapasan, dan suhu pasien. Dokter akan bertanya juga mengenai riwayat penyakit pasien dan apa yang terjadi sebelum pasien jatuh ke dalam kondisi syok.
Setelah diagnosis syok ditegakkan, prioritas pertama dokter adalah memberikan perawatan untuk menyelamatkan nyawa agar darah dapat beredar ke seluruh tubuh secepat mungkin. Hal ini dapat dilakukan dengan memberikan cairan, obat-obatan, komponen darah, dan perawatan suportif lainnya.
Keadaan syok tidak akan sembuh kecuali dokter dapat menemukan dan mengobati penyebabnya. Setelah kondisi penderita stabil, dokter akan mencoba mencari penyebab terjadinya syok. Untuk melakukannya, dokter dapat menyarankan satu atau lebih pemeriksaan, seperti:
1. Tes Pencitraan
Dokter mungkin melakukan tes pencitraan untuk memeriksa adakah cedera atau kerusakan pada jaringan dan organ internal Anda, seperti patah tulang, pecahnya organ dalam tubuh, robekan pada otot atau tendon, serta pertumbuhan jaringan abnormal dalam tubuh. Tes pencitraan dapat meliputi:
USG
Sinar-X
CT-scan
MRI
2. Tes Darah
Dokter mungkin menggunakan tes darah untuk mencari tanda-tanda:
Kehilangan darah yang signifikan
Infeksi dalam darah Anda
Penggunaan obat tertentu atau overdosis obat
Tata Laksana
Tata laksana syok perlu dilakukan sesegera mungkin untuk mencegah timbulnya komplikasi yang mengancam nyawa. Seseorang yang mengalami kondisi syok harus dibawa ke instalasi gawat darurat (IGD) dan mendapat penanganan medis. Karena syok bisa terjadi akibat beragam penyebab, tata laksana yang diberikan juga tergantung dengan penyebab syok.
Bila pasien mengalami syok akibat perdarahan dan kehilangan darah dalam jumlah banyak, sebagai pertolongan pertama Anda bisa menekan bagian tubuh yang berdarah dengan menggunakan handuk atau kain sembari membawa pasien ke IGD. Bila pasien kehilangan cairan akibat muntah berulang atau keluar darah dari mulut, bila hal ini terjadi bukan akibat kecelakaan atau tidak terdapat kecurigaan adanya cedera tulang belakang, Anda bisa memiringkan pasien untuk mencegah tersedak.
Muntahan atau darah yang dikeluarkan bisa masuk ke dalam saluran napas pasien dan hal ini bisa memperburuk kondisi pasien. Anda bisa membuka atau mengendurkan pakaian yang ketat dan bila perlu, tutupi penderita dengan selimut untuk mencegah kedinginan. Namun, jika Anda menemukan seseorang mengalami syok dan mulai tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan, seperti tidak bernapas, tidak sadar, tidak teraba nadi, atau tidak bergerak, Anda bisa melakukan RJP (Resusitasi Jantung Paru).
Setelah bantuan medis tiba, dokter biasanya akan memberikan terapi awal, seperti:
Pemberian cairan melalui infus
Menjaga suhu tubuh pasien tetap stabil
Pemberian obat-obatan untuk menaikkan tekanan darah dan denyut nadi
Pemberian oksigen
Pemasangan alat bantu napas jika diperlukan
Pemberian obat antibiotik pada syok septik untuk mengatasi infeksi yang terjadi
Komplikasi
Jika tidak ditangani dengan cepat dan tepat, syok dapat menimbulkan beberapa komplikasi, seperti kegagalan beberapa fungsi organ tubuh, kecacatan, dan bahkan kematian.
Pencegahan
Beberapa jenis dan kasus syok dapat dicegah. Lakukan langkah-langkah berikut untuk menjalani gaya hidup yang sehat, seperti:
Jika Anda telah didiagnosis dengan alergi, hindari faktor pemicunya, dan bawa obat anti alergi yang diresepkan dokter, dan gunakan pada saat tanda pertama reaksi alergi muncul. Bila alergi tidak membaik setelah pemberian obat Anda bisa segera ke IGD untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Untuk menurunkan risiko kehilangan darah akibat cedera, selalu gunakan alat pelindung diri saat melakukan aktivitas fisik, seperti mengendarai sepeda, dan menggunakan peralatan/mesin berbahaya. Selalu gunakan sabuk pengaman saat bepergian dengan kendaraan bermotor.
Untuk menurunkan kemungkinan kerusakan jantung, konsumsi makanan yang seimbang, olahraga teratur, dan hindari merokok dan perokok pasif.
Tetap terhidrasi dengan minum banyak cairan. Hal ini sangat penting ketika Anda menghabiskan waktu di lingkungan yang sangat panas atau lembab.
Kapan Harus ke Dokter?
Segera kunjungi IGD jika Anda atau kerabat Anda memiliki faktor risiko seperti alergi, dan mengalami gejala-gejala syok untuk mendapatkan pengobatan yang tepat. Syok merupakan kondisi gawat darurat yang memerlukan penanganan segera.