• Tidak ada hasil yang ditemukan

TAFSIR AHKAM IBADAH

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "TAFSIR AHKAM IBADAH"

Copied!
228
0
0

Teks penuh

Al-Syaukani mengatakan kata فـ ــيـلخ dalam ayat ini maknanya pengganti orang-orang sebelumnya yaitu malaikat. Menurut Al-Qusyairi, ayat ini juga bermakna takhshis dari umum, karena orang-orang gila dan anak-anak.

Tujuan Penulisan

Oleh karena itu kata ibadah tidak digunakan kecuali pada ketundukan pada Allah Ta’ala, karena Dia adalah Tuhan Yang Maha Agung dan pemberi nikmat, maka hakikat ibadah adalah benar-benar tunduk kepada Allah. Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang diberi bahagian dari al-Kitab Mereka percaya kepada jibt dan thaghut, dan mengatakan kepada orang-orang kafir (musyrik Makkah), bahwa mereka itu lebih benar jalannya dari orang-orang.

Metode Penulisan

Data primer berupa penafsian ayat-ayat sesuai dengan topik-topik yang telah ditentukan itu dilacak dan ditelusuri ke dalam kitab-kitab tafsir sebagaimana disebutkan di atas. Setelah bahan-bahan yang diperlukan itu terkumpul, kemudian penulis susun secara objektif dan sistematis sesuai dengan topik-topik bahasan yang telah ditentukan.

Sistematika Penulisan

Kemudian dalam menganalisis pendapat dan pandangan para ulama tentang suatu topik bahasan, penulis mencoa mencari benang merahnya dengan mengkompromikan pendapat-pendapat yang relevan. Sedangkan pendapat-pendapat yang tidak bisa dikompromikan penulis jelaskan perbedaannya, lalu penulis mengambil pendapat yang lebih kuat menurut hemat penulis dengan memberikan argument.

Eksistenti Basmalah Dalam mushaf Al-Quran …

Hukum Membaca Basmalah Dalam Shalat

Anjuran Membaca Basmalah Ketika Memulai Berbagai Aktivitas

Asbab al-Nuzulnya

Berwudhuk

Menurut Ibnu ‘Abbas RA, Ka’bah adalah kiblat bagi orang-orang yang di Masjid al-Haram. اهـبر اـغـمو يتما نم اهبر Baitullah adalah kiblat bagi orang-orang yang di dalam Masjid al- Haram.

Mandi Wajib

Tayammum

Menurut al-Hasan dan Atha’, Tidak boleh tayammum bagi orang sakit dan orang sehat bila ada air. Kebolehan tayammum bagi orang yang berhadats disyaratkan oleh ayat dengan ءاـم اودـجـت مـلـف (tidak mendapat air).

Pengertian Kiblat

Ada orang mengatakan, Bila dua orang berhadap-hadapan, maka masing-masing adalah kiblat bagi yang lain. Kiblat yang dimaksudkan di sini adalah kiblat dalam shalat, yaitu arah seorang muslim menghadap dalam melaksanakan shalat, yaitu ke Ka’bah di Masjid al-Haram Makkah al-Mukarramah.

Kiblat Pertama

Sedangkan menurut jumhur ulama, Perintah berkiblat ke Bait al-Maqdis adalah berdasarkan wahyu ghairu matlu. Ada pula yang berpendapat, Sewaktu masih berada di Makkah Rasulullah berkiblat ke Bait al-Maqdis sekaligus menghadap ke Ka’bah.

Kiblat Kedua

Dalam ayat dikatakan نـ ــيـكسم ماــع ــي ـد ــ هنوـ ــقــي ـي نــيذــلا صلـ ــمو )Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu) memberi makan seorang miskin(. Firman Allah SWT لـ ــيــب س نــم نـ ــيــن سـحملا ىلـ ــع اــم (Tidak ada jalan sedikit pun untuk menjalahkan orang-orang yang berbuat baik.

Hal-hal Yang Terkait dengan Peralihan Kiblat

Keinginan Nabi SAW akan Peralihan Kiblat

Cara Menghadap Kiblat

Menurut al-Syafi’iyah, Yang dimaksud dengan menghadap kiblat adalah menghadap ke ‘ain Ka’bah. Dapat dipastikan bahwa pada umumnya mereka menghadap ke arah Ka’bah, bukan menghadap ‘ain Ka’bah.

Respon Non-Muslim Terhadap Peralihan Kiblat

  • Setiap Umat Memiliki Arah Kiblat

Maka menghadap ke arah Ka’bah dirasa sudah memedai, dilandasi dengan niat menghadap ‘ain Ka’bah. Khitab ayat ini ditujukan kepada orang yang melihat Ka’bah dan yang tidak melihat Ka’bah.

Hikmah Berulang-ulang Ayat Peralihan Kiblat

Dalam ayat ini Allah SWT menyebutkan bahwa Dia mengabulkan permohonan Nabi SAW dan memerintahkan beliau untuk menghadap ke kiblat yang beliau inginkan dan sukai. Pada hal mereka mengetahui dari kitab-kitab mereka bahwa Allah akan memalingkan kiblat Rasulullah ke kiblat Ibrahim AS yakni ke Ka’bah. Demikian pula ayat ini membungkam argumen kaum musyrik Arab ketika Rasulullah beralih dari kiblat Yahudi ke kiblat Ibrahim yang mulia.

  • Respon Non-Muslim Trhadap Adzan
  • Pensyariatan Adzan
  • Keutamaan Adzan
  • Menjawab Adzan
  • Hal-hal Yang Harus Diperhatikan Muadzdzin
  • Pensyaritan Iqamat
    • Hukum mengumandangkan Adzan dan Iqamat

Bahwa Abdullah bin Zaid menceritakan mimpinya itu kepada baginda Nabi SAW pada malam ia bermimpi. Aku juga bermimpi sebagaimana yang engkau mimpikan.” Kemudian Nabi SAW bersabda, “Maka bagi Allah segala puji.”. Bahwa Nabi SAW bersabda, “Jika mu’adzdzin mengucapkan Allahu Akbar- Allahu Akbar, maka seseorang mengucapkan Allahu Akbar – Allahu Akbar pula, Lalu bila ia mengucapkan Asyhadu alla ilaha illa Allah, dijawab Asyhadu alla ilaha illa Allah.

Waktu-waktu Shalat

Suatu hadits yang diriwayatkan Ibnu Mas’ud RA bahwa Rasulullah SAW berkata kepada orang-orang yang meninggalkan shalat Jumat. Kedua, Orang yang mengatakan bahwa kata infak yang disebutkan dalam ayat ini adalah nafkah seseorang kepada keluarganya. Bahwa ayat yang mulia menghilangkan dosa orang-orang yang sa’i antara Shafa dan Marwa ( امـهـب فوطـي نْا هيلـع حانـج لاف.

Hukum Shalat

Hakikat Shalat

Sejalan dengan keterangan di atas, Ibnu Katsir (III menjelaskan makna firman Allah ( اــنا لاا هــلا لا الله اــنا يــننا ) bahwa ini adalah awal kewajiban bagi para mukallaf agar mereka dapat mengetahui bahwa Tiada Tuhan kecuali Allah saja, tidak ada sekutu baginya. يـــنو ) artinya esakan Aku dan laksanakan ibadah kepada-Ku tanpa. Kemudian Allah menjelaskan ibadah sebagai tambang pahala bagi manusia, khalawat al-iman (manisnya iman), ketundukan hati kepada Allah untuk mendekatkan diri kepada Allah, dan ruh agama. Melalui pelaksanaan shalat akan berkekalan zikir (ingat) kepada Allah dan mencegah dari keburukan. Inilah yang dimaksud dengan ) ىرــكذــل.

Memelihara Shalat

Jadi ada penekanan kepada salah satu shalat fardhu yang harus dipelihara betul-betul, yaitu yang disebut oleh Allah dengan shalat wustha. Dan banyak lagi hadits-hadits lain yang diriwayatkan secara marfu’ yang menegaskan shalat wustha itu adalah shalat. Demikian juga tidak bisa dijadikan iktibar pendapat sekelompok sahabat yang mengatakan, shalat wustha ialah shalat zhuhur atau shalat fardhu lainnya.

Shalat Jumat

Umat Islam sepakat bahwa yang dimaksud dengan shalat yang dilaksanakan bersama seorang imam dalam ayat ini adalah shalat Jumat. Shalat Jumat pertama kali dilaksnakan Rasulullah SAW adalah di Quba ketika beliau hijrah ke Madinah. Apabila adzan shalat Jumat sudah dikumandangkan bergegaslah kalian untuk mengingat Allah SWT, Yaitu mendengarkan khutbah dan melaksanakan shalat Jumat di masjid-masjid jami’,.

Shalat Dalam Kondisi Khawuf (Takut)

Diriwayatkan bahwa Nabi SAW melaksanakan shalat dalam keadaan takut berkali-kali dengan cara yang berbeda-beda. Ibnu al-‘Arabi, I Tetapi bila kalian sudah merasa aman dari rasa takut ( مـتـنـمْا اذ اـف ( maka ingatlah Allah ( الله اورـكذ اـف ( Artinya shalatlah dengan cara yang telah diajarkan-Nya kepadamu mengerjakan segala kewajiban shalat secara sempurna, (al-Dzuhaili, I. Menurut al-Dzuhaili, Kata متـفـخ ناـف menunjukkan boleh shalat pada saat perang atau dalam keadaan bahaya mengancam sambil berjalan kaki atau berkendaraan kuda, unta, dan sebagainya sambil memakai isyarat dengan kepala ke arah mana pun seseorang menghadap.

Shalat Qashar

  • Shalat Dalam Kondisi Perang

Hadits yang diriwayatkan dari ‘Umar RA, katanya, Shalat dalam perjalanan adalah dua rakaat sebagai shalat sempurna sesuai lisan Nabi kamu. Hadits yang diriwayatkan dari ‘Aisyah sebagaimana terdapat dalam kitab shahih, Difardhukan shalat dua rakaat dua rakaat. Beliau bersabda, يلــصْا ينوـــمـتـيْار اـــمـك اولـــص Maka tatkala Beliau shalat dua rakaat dalam perjalanan menunjukkan bahwa itulah yang difardhukan.

Ayat-ayat Tentang Puasa Ramadhan

Asbab al-Nuzul Ayat

Sedang ketentuan mengenai memberi makan si miskin bagi orang tua yang tidak sanggup berpuasa masih tetap berlaku.

Hukum Puasa Bulan Ramadhan

Sejarah Puasa Bulan Ramdhan

Ini adalah argumen yang jelas bahwa yang difardhukan kepada umat Islam adalah puasa bulan Ramadhan selama satu bulan. Tapi menurut keterangan Ibnu Katsir (I Pada permulaan Islam puasa dilaksanakan tiga hari setiap bulan, kemudian di- nasakh-kan dengan ayat puasa bulan Ramadhan. Al-Dhahak menambahkan, Puasa tiga hari setiap bulan ini disyariatkan sejak zaman nabi Nuh AS sampai Allah me-nashakh-kannya dengan puasa bulan Ramadhan.

Tujuan Puasa Bulan Ramadhan

Kitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa, (yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib yang mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka. Dan mereka yang beriman kepada al-Kitab (Al Quran) yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu, serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat. Dalam ayat-ayat di atas ditegaskan bahwa kriteria orang-orang bertakwa ialah beriman kepada yang ghaib, terutama beriman kepada Allah SWT, mendirikan shalat, menafkahkan sebagian rezki, beriman kepada Al- Quran dan Kitab-kitab yang diturunkan sebelumnya, dan beriman dengan hari akhrat.

Rukhshah Puasa Bulan Ramadhan

Ada yang yang berpendapat, Mereka adalah orang-orang yang masuk Islam dari kalangan Yahudi dan Nasrani. Barangsiapa memasukinya (Baitullah itu) menjadi amanlah dia; mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, Yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Orang-orang yang menyampaikan kata pujaan kepada manat itu merasa berdosa untuk bersa’i antara Shafa dan Marwa.

Penetapan Awal Bulan Ramadhan/Syawal

Hukum Menunaikan Zakat

Ada pendapat mengatakan, yang dimaksud dengan zakat di sini ialah zakat harta yang difardhukan, karena disertai dengan penyebutan shalat. Di dalam surat al-Ma’un dijelaskan bahwa orang-orang yang melalaikan shalat dan orang yang enggan membayar zakat dikategorikan sebagai pendusta agama di akhirat nanti akan dimasukkan ke dalam nereka wailun. Demikian juga halnya orang-orang yang mengengkari kewajiban zakat diperangi pada zaman Khalifah Abu Bakar al-Shiddiq.

Pemungutan Zakat …

Dalam ayat ini terdapat perintah Allah, agar Nabi memungut shadaqah (harta) dari orang-orang mukmin. Dengan berpedoman kepada pendapat pertama ini, maka khithab ayat ini hanya ditujukan kepada Nabi SAW. Ibnu al-‘Arabi (II mengatakan bahwa pendapat yang mrngatakan khithab ayat ini hanya ditujukan kepada Nabi SAW, tidak ada hubungannya dengan.

Macam-macam Zakat

Dan kelebihannya diperhitungkan seperti itu, dan tidak wajib zakat pada sesuatu harta sampai menjalani satu tahun. Ini adalah batas jumlah minimal wajib zakat pada tanaman dan buah-buahan, kurang dari itu tidak wajib zakat. Dalam kontek tersebut, Rasyid Ridha menjelaskan, Jumhur ulama menyatakan wajib zakat pada barang-barang perniagaan.

Tujuan Zakat

Ada pula yang berpendapat, Mereka adalah orang-orang yang masuk Islam pada zhahirnya, tapi tidak baik Islamnya. Orang-orang yang menunaikan zakat akan memperoleh keuntungan besar dan luar biasa di dunia dan di akhirat. Mereka itulah orang-orang yang akan mewarisi, (yakni) yang akan mewarisi surga Firdaus Mereka kekal di dalamnya.

Doa untuk Muzakki

Yang Berhak Menerima Zakat

Adapun orang yang berhutang untuk memelihara persatuan umat Islam dibayar hutangnya itu dengan zakat, walaupun ia mampu membayarnya. Artinya orang-orang yang bekerja dan orang-orang yang memungut zakat yang diangkat oleh imam berhak mendapatkan bagian dari zakat. Di antaranya ialah orang yang menanggung sesuatu tanggungan atau menjamin suatu hutang, hingga ia haruslah melunasinya.

Keuntungan Menunaikan Zakat

  • Sanksi bagi yang Enggan Mengeluarkan Zakat

Dalam surat Ali ‘imran ayat 180 Allah mengecam keras orang-orang yang bakhil yang enggan menunaikan zakat,. Dalam ayat ini dinyatakan bahwa orang-orang yang bakhil, enggan menunaikan zakat, akan dikalungkan hartanya yang sudah berwujud menjadi api neraka pada lehernya. Aku adalah simpananmu.” Kemudian Rasulullah membaca ayat,: “Sekali- kali janganlah orang-orang yang bakhil menyangka….” Q.S 3: 180.

  • Nafkah untuk Isteri dan Keluarga
  • Berbuat Baik kepada Ibu Bapak dan Kerabat
  • Infak fi Sabilillah
  • Etika Bersedekah

Memberikan nafkah kepada ibu bapak, kaum kerabat, anak yatim, orang- orang miskin, dan musafir tersebut dalam lain disejajarkan penyebutannya dengan beriman kepada Allah. اـنـلا ىلوْا مـهـف , ةـلصو ةـق دص : ن انـثا مـحرـلا ىو ذ ىلـعو , ةـق دص نـيـك اسـمـلا ىلـع ةـق دصـلا كـْـى اطـعاو كرـبـبو كـب Sedekah kepada orang-orang miskin mendapat satu pahala. Dalam ayat ini Allah menegaskan bahwa orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah akan memperoleh pahala yang besar selagi dia tidak menyebut-nyebut pemberiannya dan tidak menyakiti perasaan si penerima.

Pensyariatan Ibadah Haji

Adalah sa’i antara Shafa dan Marwa merupakan salah satu syi’ar nabi Ibrahim, sebagaimana tersebut dalam kisah pembangunan Ka’bah. Rasulullah SAW dan kaum muslimin melaksanakan sa’i – antara Shafa dan Marwa – maka ia adalah sunnah. Argumennya ialah sebagaimana yang dikemukakan al-Shabuni (I Karena Nabi SAW melaksanakan sa’i antara Shafa dan Marwa.

Pensyariatan Ibadah Haji dan Umrah

Tujuan Ibadah Haji

Pensyariatan Korban Zaman Nabi Ibrahim AS

Pensyariatan Korban Zaman Nabi Muhammad SAW

Referensi

Dokumen terkait

Pertama, ulama Ibnu Abbas, Hanabilh, Sa’id ibn Musayyab membolehkan pernikahan dengan ahlul kitab, mereka mengatakan bahwa ayat tersebut. menyebutkan bahwa yang

Selainitu, dalam setiap pembahasannya selalu didasarkan pada bukti atau dalil al-Quran, al-Hadits maupun pendapat para Ulama. Abdullah Nashih ‘ Ulwan menawarkan upaya

Mufasir dari generasi pertengahan Abu Bakar Muhammad bin Abdullah atau sering dikenal dengan Ibnu al-Arabi menafsirkan surat an-Nisa’ dalam Tafsir Ah } kam

Dalam pentafsiran basmalah juga, al-Razi telah memanjangkan perbahasannya terhadap nama-nama Allah dan membuat beberapa klasifikasi seperti (i) nama yang menunjuk

Liba>sut Taqwa> dibaca oleh Imam Nafi‟ ibnu „Amir, Al-Kisa‟i, dan Abu Ja‟far dengan nashab (dibaca libasa sehingga kedudukannya sebagai objek penderita). Ini

Telah disebutkan di muka bahwa hadits Abu Hurairah ini dijadikan oleh sebagian ulama sebagai dalil larangan shalat Jenazah di kuburan. 58 Lihat Lampiran hlm. 59

Demikian juga pendapat Malik dan ulama lainnya, akan tetapi dibantah oleh Ibnu Hazm (VII : 257) sesudah menyebutkan hadits di atas: "Rosululloh صلى

● “Kalian lebih membutuhkan adab yang sedikit, dari pada ilmu yang banyak” Syarafu Ash-habil Hadits [122], dinukil dari Min Washaya Al Ulama liThalabatil Ilmi [17]... Dalil-dalil