• Tidak ada hasil yang ditemukan

TEKNOLOGI KONSERVASI SUMBER DAYA LAHAN

N/A
N/A
CHRESTIAN ALDRO LUMBANTOBING

Academic year: 2024

Membagikan "TEKNOLOGI KONSERVASI SUMBER DAYA LAHAN "

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

TEKNOLOGI KONSERVASI SUMBER DAYA LAHAN

Disusun oleh:

Nama : Chrestian Aldro Lumbantobing NIM : 225040207111057

PROGRAM STUDI AGROEKOTEKNOLOGI FAKULTAS PERTANIAN

UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG

2023

(2)

1. Jelaskan fungsi Tanah yang berjalan di penggunaan lahan Gambar 1, apakah ada peluang terjadi kerusakan tanah di lokasi tersebut. Jelaskan kerusakan tanah apa saja yang mungkin terjadi di lokasi tersebut

Jawab

a) Jelaskan fungsi Tanah yang berjalan di penggunaan lahan Gambar 1

Fungsi tanah adalah sebagai media pertumbuhan tanaman, sumber daya yang sangat penting untuk produksi makanan dan habitat bagi organisme yang hidup di dalam tanah dan membantu struktur tanah untuk produksi makanan.

Tanah juga mempunya fungsi utama sebagai;

1. sebagai sumber unsur hara bagi tumbuhan

2. sebagai matrik tempat akar berjangkar dan air tanah tersimpan, dan tempat unsure- unsur hara dan air ditambahkan.

Kedua fungsi tersebut dapat habis dan hilang disebabkan oleh kerusakan tanah. Hilangnya fungsi yang pertama dapat terus menerus diperbaharui dengan pemupukan, tetapi hilangnya fungsi kedua tidak mudah diperbaharui oleh karena diperlukan waktu puluhan bahkan ratusan tahun untuk pembentukan tanah (Roni, 2015).

b) Apakah ada peluang terjadi kerusakan tanah di lokasi tersebut?

Ada, karena kerusakan tanah dapat disebakan oleh irigasi yang tidak baik dan pengambilan air tanah berlebih, pembajakan tanah berlebihan (erosi mekanis), pertanian monokultur, pembersihan lahan, seperti tebang habis dan deforestasi, dan hilangnya nutrisi tanah secara permanen akibat praktek pertanian yang kurang baik.

Adapun penyebab kerusakan tanah lainya seperti penggembalaan hewan berlebih, kontaminasi tanah, pertambangan, aktivitas olahraga seperti berkendara off-road, perluasan lahan yang menabrak habitat hewan liar, dan pertambangan.

c) Jelaskan kerusakan tanah apa saja yang mungkin terjadi di lokasi tersebut?

Kerusakan tanah atau degradasi. Degradasi tanah merupakan rusaknya media utama untuk produksi pangan dikarenakan tanah akan menjadi keras dan padat terbagi menjadi beberapa jenis, misalnya erosi, banjir, longsor, konservasi lahan, kebakaran, dan pencemaran tanah (Menda, 2022). Hal ini menyebabkan aerasi tanah yang buruk, kapasitas tanah menahan air, dan permeabilitas tanah juga menurun. Aerasi tanah yang buruk akan mengakibatkan berkurangnya ketersediaan oksigen untuk akar tanaman, begitu juga dengan kadar air yang menurun akan mengakibatkan berkurangnya ketersediaan air untuk pertumbuhan tanaman.

Permeabilitas air yang menurun akan mengakibatkan banyak air limpasan.

Kerusakan tanah yang dapat terjadi pada lokasi seperti gambar 1. Yaitu erosi. Erosi tanah merupakan hilangnya lapisan tanah atas yang kaya akan unsur hara, yang pada akhirnya menyebabkan penggurunan. Selain itu, erosi tanah dapat menyebabkan penurunan produktivitas pertanian, hal tersebut berkaitan dengan penurunan kesuburan dikarenakan kadar bahan organik dan hara tanah makin menurun, tekstur bertambah berat, dan struktur

(3)

tanah makin padat yang akan menghambat pertumbuhan dan perkembangan tanaman.

Penurunan produktivitas dan produksi pertanian juga dapat terjadi akibat kerusakan tanah jenis lain seperti kebakaran hutan (lahan) dan longsor, serta konversi lahan pertanian ke non pertanian.

2. Jelaskan kondisi ideal pengelolaan lahan di lahan di Gambar 1 agar tidak terjadi kerusakan sumberdaya tanah dan air!

Jawab:

Pengelolaan lahan perlu dilakukan untuk membuat media perakaran tanaman yang lebih baik.

Tanah yang diolah berlebihan tanpa tindakan konservasi akan membuat tanah menjadi lebih cepat kering, lebih halus (powdery), berstruktur buruk, dan kadar bahan organik tanahnya semakin rendah (Idjudin, 2016). Kondisi ideal pengelolaan lahan pada gambar 1. agar tidak terjadi kerusakan sumberdaya tanah dan air dapat dilakukan dengan berbagai cara salah satunya yaitu dengan cara melakukan pengelolaan air secara terpadu yang merupakan pengembangan dan pengelolaan sumberdaya air dan lahan dalam suatu wilayah (Wignyosukarto, 2006), seperti pembangunan saluran air dan sistem irigasi yang efisien, sehingga dapat membantu pengaliran air dan meminimalisir terjadinya erosi tanah. Selain itu, dapat juga dilakukan pengolahan tanah secara berkala untuk menghindari degradasi tanah, meningkatkan keanekaragaman tanaman yang dapat memperbaiki sistem persebaran perakaran dengan menetapkan rotasi tanaman.

3. Jelaskan kondisi fungsi hidrologu hutan di lokasi tersebut, dan bagaimana memperbaiki agar lebih ideal?

Jawab:

a. Fungsi hidrologi hutan

Hidrologi hutan memiliki fungsi sebagai mengatur tata air di lereng agar tidak jenuh.

b. Cara memperbaiki agar lebih ideal

Perbaikan lahan pada lahan Digambar no 1, dilakukan dengan cara konservasi tanah dan countor farming. Konservasi tanah dilakukan untuk mencegah terjadinya pengikisan tanah dengan memberikan jenis vegetasi penutup lahan agar kondisi tanah dapat terjaga. Sedangkan countor farming dilakukan dengan cara penanaman tanaman berdasarkan garis countor tanah sehingga menahan tanah dari hujan deras hal tersbut terjadi karena system perakaran pada tanaman semakin kuat karena ditanam pada garis countor tanah dan tanaman tersebut mampu membuat perangkap tanah agar tidak mudah hanyut terbawa air.

(4)

4. Bagaimana solusi agar lahan tersebut terhadap lahan di daerah hilirnya?

Jawab:

Kerusakan tanah akibat erosi di lahan semusim memiliki dampak serius terhadap produktivitas tanaman. Kemerosotan produktivitas tanah disertai dengan kehilangan unsur hara, lapisan tanah yang subur, dan pelumpuran waduk, menyebabkan kerusakan ekosistem perairan, memburuknya kualitas air, serta meningkatnya frekuensi dan durasi kekeringan. Pengerasan permukaan tanah menghambat penyerapan air, memicu aliran permukaan yang mengikis lapisan tanah dan membawa hasil erosi ke hilir. Sedimen yang terbawa dapat menyebabkan sedimentasi di daerah hilir, menciptakan air keruh dan meningkatkan risiko banjir. Tanah yang terus menderita erosi mengalami penurunan kesuburan dan perubahan warna menjadi coklat kemerahan, menghambat pertumbuhan tanaman. Dampak ini juga mencakup penyumbatan aliran air di sungai dan kali, memperparah risiko banjir di daerah hilir.

5. Bagaimana solusi agar lahan tersebut dapat berkelanjutan tanpa mengalami kerusakan lahan dan lebih produktif?

Jawab:

Untuk mengatasi erosi tanah dan menjaga keberlanjutan serta produktivitas lahan pada Gambar I dapat mengimplementasikan beberapa strategi berikut:

• Praktik konservasi tanah: Meliputi teknik-teknik seperti penanaman tanaman penutup (cover crops), pemupukan hijau (green manure), atau tumpangsari (intercropping) untuk menutupi tanah dan mencegah erosi. Tanaman penutup juga membantu meningkatkan kandungan organik tanah dan struktur tanah.

• Penerapan rotasi tanaman: Merotasi tanaman yang ditanam di lahan untuk mencegah degradasi tanah dan menyediakan nutrisi yang seimbang bagi tanaman. Rotasi tanaman juga dapat membantu mengurangi risiko serangan hama dan penyakit yang berlebihan.

• Kontur tanah: Pembuatan teras atau kontur tanah yang sesuai dengan morfologi lahan untuk mengurangi laju aliran air dan mencegah erosi.

• Pengelolaan air: Membangun sistem pengairan yang efisien seperti sistem irigasi tetes untuk menyediakan air secara tepat pada tanaman tanpa menyebabkan erosi.

(5)

• Penggunaan mulsa: Mulsa organik atau mulsa plastik dapat digunakan untuk melindungi tanah dari erosi, mengurangi penguapan air, dan mempertahankan suhu tanah yang optimal.

• Praktik agroforestri: Mengintegrasikan pepohonan dalam sistem pertanian untuk meningkatkan perlindungan tanah, menyediakan sumber nutrisi, dan memperbaiki struktur tanah.

• Edukasi petani: Memberikan pelatihan dan edukasi kepada petani tentang praktik- praktik pertanian berkelanjutan dan manajemen lahan yang tepat untuk mencegah erosi.

• Implementasi kebijakan: Pemerintah dapat mengeluarkan kebijakan yang mendukung praktik-praktik pertanian berkelanjutan, memberikan insentif kepada petani yang menerapkan praktik konservasi tanah, dan menegakkan regulasi yang melarang penggunaan praktik-praktik pertanian yang merusak tanah.

• Embung: merupakan bangunan yang sengaja dibangun dan berfungsi selain sebagai pemanen aliran permukaan dan air hujan, juga sebagai tempat resapan yang akan mempertinggi kandungan air tanah. Tujuan pembuatan embung adalah untuk penyediaan air di musim kemarau. Keuntungan dalam penerapan embung adalah (a) menyimpan air yang berlimpah di MH, sehingga aliran permukaan, erosi dan bahaya banjir di daerah hilir dapat dikurangi serta dapat dimanfaatkan di MK; (b) dapat menunjang pengembangan usaha tani di lahan kering khususnya subsektor tanaman pangan, perikanan dan peternakan; (c) menampung tanah tererosi, sehingga memperkecil sedimentasi ke sungai; dan (d) setelah beberapa lama dapat dibuat sumur dekat embung untuk memenuhi keperluan rumah tangga (Subagyono et al., S2004).

Dengan menerapkan strategi-strategi ini secara komprehensif dan berkelanjutan, diharapkan lahan yang mengalami erosi dapat pulih dan menjadi lebih produktif tanpa mengalami kerusakan yang lebih lanjut.

(6)

Daftar Pustaka

Idjudin, A.A. 2016. The Role of Land Conservation in Plantation Management. Jurnal Sumberdaya Lahan, 5(2).

Menda. N., 2022, What is effects of soil erosion on plant., https://www.krayonnz.com/user/doubts/detail/61a4db9fee7d900041cb0aa3/what-is- effects-of-soil-erosion-on-plants

Roni. N. G. K., 2015., Konservasi Tanah dan Air

Subagyono, K., Haryati, U., & Talaohu, S. H. (2004). Teknologi konservasi air pada pertanian lahan kering. Dalam: Kurnia U, Rachman A, Dariah A (Eds.). Teknologi Konservasi Tanah pada Lahan Kering Berlereng. Puslitbang Tanah dan Agroklimat, Badan Litbangtan, 151-188.

Wignyosukarto, B.S. 2006. Pengelolaan Sumberdaya Air Terpadu dalam UpayaPencapaian Tujuan Pembangunan Milenium 2015. Pidato Pengukuhan Guru Besar Teknik Sipil UGM.

https://www.krayonnz.com/user/doubts/detail/61a4db9fee7d900041cb0aa3/what-is-effects- of-soil-erosion-on-plants

Referensi

Dokumen terkait

Pernyataan ini sesuai dengan hasil pengamatan, bahwasanya dengan adanya guludan searah kontur maka air akan lebih mudah terserap kedalam tanah, sehingga tanah

Menetapkan kebijakan pengelolaan air tanah secara terpadu dengan pengelolaan sumberdaya air yang lain, menyeluruh (holistic) sebagai bagian ekosistem serta bagian tak

Indonesia telah melakukan langkah maju dalam pelaksanaan Kebijakan Pengelolaan Sumber Daya Air secara terpadu ( Integrated Water Resources Management –

Pengaturan cara tanam dengan jajar legowo (jarwo) adalah salah satu komponen teknologi dasar Pengelolaan Tanaman Terpadu, sebagai teknologi budidaya padi sawah yang

BWS mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sumber daya air, yang meliputi perencanaan, pelaksanaan konstruksi, operasi dan pemeliharaan dalam rangka Konservasi sumber daya

Kegiatan yang perlu dilakukan untuk mencegah banjir adalah: (1) mematuhi ketentuan tentang Koefisien Bangunan Dasar (KBD) bangunan sehingga kemampuan peresapan air ke dalam

Pengelolaan tanah secara vegetatif dapat menjamin keberlangsungan keberadaan tanah dan air karena memiliki sifat : memelihara kestabilan struktur tanah melalui

Pada tahun 2003 dalam rangka mendukung Program Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) lokasi penelitian, difokuskan di Kabupaten Cilacap yang merupakan salah satu