Teori belajar kognitif lebih mementingkan proses belajar dari pada hasil belajarnya.
Teori kognitif adalah suatu kerangka pemahaman yang digunakan dalam psikologi dan ilmu kognitif untuk menjelaskan bagaimana manusia memproses informasi, belajar, mengingat, dan mengambil keputusan. Teori ini berfokus pada peran proses kognitif, seperti persepsi, perhatian, memori, pemecahan masalah, dan berpikir, dalam membentuk perilaku dan pengalaman manusia.
1) Fase perencanaan
Pada fase perencanaan, guru melakukan beberapa hal seperti dibawah ini, a) Menetapkan Tujuan Pembelajaran, tahapan pertama dalam kegiatan perencanaan adalah menetapkan tujuan pembelajaran.
Mendiagnosis latar belakang pengetahuan peserta didik Membuat struktur materi,
2) Fase Pelaksanaan
Setelah fase perencanaan, guru menyiapkan pelaksanaan. Untuk menjaga agar peserta didik tidak pasif maka guru harus dapat mempertahankan adanya interaksi dengan peserta didik melalui tanya jawab, memberi contoh perbandingan dan sebaginya berkaitan dengan ide yang disampaikan saat itu Langkah berikutnya adalah menguraikan pokok-pokok bahan menjadi lebih terperinci melalui diferensiasi progresif.
Contoh :
Seorang guru ingin mewujudkan pembelajaran yang aktif dengan menggunakan diskusi kelompok, proyek kolaboratif, atau pemberian tugas pemecahan masalah sehingga memungkinkan siswa untuk berpartisipasi secara aktif dalam proses pembelajaran. Ini sesuai dengan konsep bahwa pembelajaran adalah proses aktif yang melibatkan pemikiran, bukan hanya penerimaan pasif informasi.
Pada teori belajar ini, guru tidak lagi secara langsung mentransfer ilmu dari guru ke murid. Namun, peserta didik diharapkan mampu secara mandiri memperoleh informasi/pengetahuan.
Setelah itu guru dapat mengajukan pertanyaan terbuka yang mengharuskan siswa untuk menyelidiki lebih lanjut dan mempertimbangkan berbagai sudut pandang untuk mengetahui apakah peserta didik sudah mencapai tujuan pembelajaran