• Tidak ada hasil yang ditemukan

Teori Bermain Klasik Dalam Psikologi Anak

N/A
N/A
az zahra

Academic year: 2025

Membagikan "Teori Bermain Klasik Dalam Psikologi Anak"

Copied!
3
0
0

Teks penuh

(1)

A.Fatima Az- Zahra (200701502121)

TEORI BERMAIN KLASIK

Teori Surplus Energi

Friedrich Schiller dan Herbert Spencer mengemukakan bahwa bermain terjadi karena adanya energi yang lebih sehingga harus disalurkan dengan tepat, agar tidak berubah menjadi tekanan yang akan menimbulkan rasa tidak nyaman.

Teori Rekapitulasi dan Teori Praktis

Dikemukakan oleh Stainley Hall, teori rekapitulasi menyatakan bahwa perkembangan aktivitas bermain yang dilakukan pada setiap tingkatan usia mencerminkan urutan yang sama seperti proses evolusi makhluk hidupatau akumulasi masa lalu secara bertahap

Teori preaktis dikemukakan oleh Karl Groos. Teori ini menekankan pada fungsi bermain yang dapat meningkatkan inteligensi, sarana penyaluran naluri secara otomatis, serta memperkuat insting yang di butuhkan di masa mendatang

Teori Katarsis

Berpandangan bahwa bermain merupakan sarana melepaskan emosi terpendam yang riskan dilakukan dalam keadaan nyata

Teori Rekreasi

Teori rekreasi mengemukakan bahwa bermain untuk memulihkan energi yang terkuras setelah kegiatan fisik atau mental yang dikemukakan oleh Moritz Lazarus

REFERENSI

Sam, T. T. A. (2010). PERMAINAN ANAK YANG MENGGUNAKAN NYANYIAN (Kajian Wilayah:

Jakarta, Depok, Bogor, Tangerang, dan Bekasi). Harmonia: Journal of Arts Research and Education, 10(2).

Suminar, D. R. (2019). Psikologi Bermain: Bermain & Permainan bagi Perkembangan Anak.

Airlangga University Press.

Utama, A.M. Bandi. (2020). Teori Bermain. Pohon Cahaya

(2)

Teori Bermain Modern

Psikoanalisa

Sigmund Freud memandang aktivitas bermain dapat menjadi sarana anak untuk memproyeksikan konflik maupun harapan-harapan pribadinya yang tidak

dapat diwujudkan dalam kenyataan.

Arousal Modulation Bateson

Teori ini berpendapat bahwa bermain disebabkan adanya kebutuhan atau

dorongan agar sistem syaraf pusat agar selalu dalam keadaan terjaga.

Sutton Smith Singer

Bermain memegang faktor kunci dalam perkembangan manusia dengan

memberikan berbagai kemungkinan anak dapat menentukan pilihan

yang variatif dan mengatur fleksibilitas secara baik.

Kognitif-Bruner

Bruner menekankan fungsi bermain sebagai sarana mengembangkan kreativitas dalam berpikir serta fleksibilitas perilaku yang pelajari

melalui proses dalam bermain.

Kognitif-Vgotsky

Vygotski memandang bermain dapat menelaah kemampuan baru dari anak

yang bersifat potensial sebelum diaktualisasikan hingga mampu

mengembangkan kognisis, sosial, dan emosi.

Kognitif-Piaget

Menurut Piaget bermain tidak hanya menggambarkan tahap

perkembangan kognisi anak, tetapi juga memberikan sumbangan yang nyata pada perkembangan kognisi

anak melaluui proses belajar.

A.Fatima Az- Zahra (200701502121)

(3)

Perbedaan kedua teori bermain ini

terletak pada bagaimana para peneliti atau ahli menyimpulkan tujuan dan

peran bermain bagi anak.

Sedangkan teori bermain modern khususnya menjelaskan mengenai

bagaimana bermain menganbil peran hingga manfaat yang timbul dalam

proses kehidupan dan tumbuh kembang anak

PERBEDAAN

TEORI BERMAIN KLASIK TEORI BERMAIN MODERN DAN

Teori bermain klasik lebih khusus

menjelaskan mengenai dorongan atau

alasan -alasan yang mendorong anak

untuk bermain

Referensi

Dokumen terkait