• Tidak ada hasil yang ditemukan

Teori dalam Psikologi Kesehatan - Sintak

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "Teori dalam Psikologi Kesehatan - Sintak"

Copied!
17
0
0

Teks penuh

(1)

TEORI DALAM PSIKOLOGI KESEHATAN

Kuliah VI Siswanto, S.Psi., M.Si.

(2)

Atribusi, kontrol & self

efficacy

(3)

Atribusi

Merupakan proses kognitif yg dengannya seseorang berusaha memahami/menjelaskan sebab-akibat suatu kejadian

3 dimensi atribusi (Sarafino (1990) & Brown (1986))

Internal-eksternal

Apakah penyebab itu berasal dari diri sendiri atau dari luar diri

Stabil-tidak stabil

Apakah penyebab itu bersifat terus-menerus atau sesaat

Global-spesifik

Apakah penyebab itu mencakup banyak atau bahkan semua hal atau hanya mengenai hal tertentu saja

Glanz, dkk menambah 1 dimensi atribusi lagi

Dapat dikontrol-tidak dapat dikontrol

(4)

Hipotesis ttg atribusi &

konsekuensinya pada perilaku

1. - Atribusi atas kegagalan pd faktor

yang stabil menimbulkan harapan akan kegagalan dlm situasi serupa di masa yad

-

Atribusi atas keberhasilan pd faktor yg stabil menimbulkan harapan akan keberhasilan dlm situasi serupa

pada masa yad

(5)

Hipotesis ttg atribusi &

konsekuensinya pada perilaku

2. – Atribusi internal atas kegagalan mengakibatkan menurunnya self esteem

- Atribusi eksternal atas kegagalan mengakibatkan penguatan atau

perlindungan self esteem

(6)

Hipotesis ttg atribusi &

konsekuensinya pada perilaku

3. – Atribusi atas kegagalan pada faktor- faktor yang dapat dikontrol

mengakibatkan peningkatan usaha - Atribusi atas kegagalan pada faktor-

faktor yang tidak dapat dikontrol mengakibatkan menurunnya usaha

(7)

Hipotesis ttg atribusi &

konsekuensinya pada perilaku

4. – Atribusi atas kegagalan pada penyebab yang bersifat global

mengakibatkan menurunnya usaha

- Atribusi atas kegagalan pada penyebab yang bersifat spesifik tidak

memengaruhi usaha pada bidang lainnya

(8)

Kontrol

Ada 2 pendekatan utama:

Kontrol sebagai kecenderungan kepribadian (locus of control)

Kontrol sebagai mekanisme kognitif

(perceived control – kontrol yang dirasakan)

(9)

Locus of Control

Derajad dimana individu memandang

peristiwa-peristiwa dalam kehidupannya sebagai konsekuensi dari perbuatannya, dengan demikian apakah dia dapat

mengontrol (kontrol internal) atau tidak berkaitan dengan perbuatan mereka sendiri sehingga di luar kontrol

pribadinya (kontrol eksternal)

(10)

Beda Atribusi dengan locus of control

Atribusi: penyebab suatu peristiwa

Locus of control: kemampuan untuk mengontrol suatu peristiwa

(11)

Contoh

Guna-guna

Atribusinya eksternal tetapi LoC-nya bisa internal; bisa juga eksternal

Kebersihan kampus

Atribusinya bisa internal, ttp LoC-nya juga bisa internal atau eksternal juga

(12)

Perceived Control

Merupakan keyakinan bahwa seseorang dapat mencapai hasil-hasil yang

diinginkan lewat tindakan dia sendiri

C: kita ingin kampus menjadi ramah lingkungan, kita yakin bisa memiliki kampus spt itu dgn cara misalnya:

membuang sampah pada tempatnya, tidak mencorat-coret tembok,

memelihara tumbuhan yang ada, dll

(13)

Pengertian Perceived Control mencakup:

a. Kemampuan untuk mengenali apa yang dapat dan tidak dapat dipengaruhi

seseorang dengan tindakannya dalam situasi tertentu

b. Kemampuan untuk memfokuskan pada hal yang dapat dipengaruhi (dikontrol)

c. Keyakinan bahwa memiliki kemampuan untuk mencapai hasil yang diharapkan

(14)

Jenis-jenis kontrol

1. Kontrol perilaku (behavioral control): kemampuan untuk mengambil tindakan konkrit untuk mengubah pengaruh stresor

2. Kontrol kognitif (cognitive control): kemampuan untuk menggunakan proses/strategi kognitif untuk mengubah stresor

3. Kontrol keputusan (decisional control): kesempatan untuk memilih dari berbagai kemungkinan perilaku atau prosedur

4. Kontrol informasi (informational control): kesempatan untuk memeroleh informasi mengenai suatu kejadian atau suatu hal apa yang akan terjadi, mengapa dan apa akibat-akibatnya.

5. Kontrol retrospektif: kemampuan untuk mengetahui (paling tidak meyakini) penyebab suatu kejadian, setelah kejadian itu

(15)

Self efficacy

Adalah keyakinan bahwa seseorang dapat berhasil dalam melakukan

sesuatu

Atau kemampuan yang dirasakan

seseorang untuk membentuk perilaku yang relevan pada tugas atau situasi khusus

(16)

Beda self efficacy dgn perceived control

SE: kemampuan yang dirasakan; PC: kontrol yang dirasakan

SE: fokus lebih pada perilaku; PC: fokus pada hasil suatu perilaku

C: kampus yang hijau & ramah lingkungan

SE: saya bisa mewujudkan kampus yang hijau &

ramah lingkungan dengan cara membuang sampah pada tempatnya, menyirami tanaman pot yang

tanahnya kering, dll

PC:saya yakin saya bisa mewujudkan kampus yang hijau & ramah lingkungan

(17)

Faktor2 yg memengaruhi Self Efficacy

1. Keberhasilan atau kegagalan yang pernah dialami sebelumnya

2. Observasi atas pengalaman orang lain (vicarious experience/modelling)

3. Persuasi verbal dari orang lain

4. Kondisi emosional saat itu

Referensi

Dokumen terkait