Teori Organisasi
Klasik
Merupakan teori yang pertama kali muncul sehingga disebut teori tradisional
Asumsi dasar teori organisasi Klasik :
1. Organisasi dibentuk untuk menc tujuan ekonomi atau yang terkait dengan produksi
2. ada satu cara terbaik untuk meningkatkan produksi, yaitu melalui studi yg sistematis & ilmiah
3. Produksi dapat dimaksimalkan melalui spesialisasi dan pembagian kerja
4. Orang dan organisasi bertindak menurut prinsip prinsip ekonomi rasional
Asumsi tersebut berkembang berdasar nilai-nilai yang ada di eropa barat, yaitu :
1. Pekerja tidak dilihat sebagai individu tetapi lebih sebagai mesin industri yg bisa diganti setiap saat.
2. Keberhasilan organisasi dicapai karena sistem produksi yang berjalan baik
3. tenaga ahli dan mesin menjadi kunci keberhasilan produksi
4. Organisasi diharapkan bekerja seperti mesin yang dapat memanfaatkan pekerja, modal dan mesin dg sebaik-baiknya untuk menc tujuan orgs.
Teori organisasi klasik sangat memfokuskan pada anatomi atau struktur organisasi
Sering disebut pendekatan structural dalam teori organisasi
Keberhasilan organisasi mencapai tujuannya tergantung pada desain struktur yang ada.
Jika ada persoalan yang berhubungan dengan inefektivitas dan inefisiensi maka diagnosenya ada pada struktur organisasi
Organisasi dipandang sebagai mesin dan
merupakan sistem yang tertutup yang tidak
dipengaruhi oleh lingkungannya
Penganut teori klasik beranggapan bahwa menurunnya produktivitas dan kurangnya efektivitas dan efisiensi dalam sebuah organisasi terjadi
adalah karena kesalahan/ kekurangsempurnaan struktur
Semua persoalan yang ada pada organisasi bermuara pada anatomi organisasi yaitu struktur yang kurang efektif dan effisien
Solusinya : dengan memperketat dan memperbaiki struktur, bisa dilakukan dengan :
A. memperketat aturan kerja
B. mempertegas pembagian kerja, pelimpahan kewenangan, sangsi
C. Memperbaiki struktur gaji, sentralisasi/ desentraisasi dsb Kelemahan teori ini :
Kurang memperhatikan unsur manusianya (harkat, martabat dsb)
Manusia dianggap mesin/ alat produksi yang harus bekeja sesuai ketentuan
Tokoh teori organisasi klasik :
1. Adam Smith dengan bukunya “The Wealth of Nations dalam tulisannya tentang Of the devision of labour.
Pembagian kerja merupakan faktor penyebab optimalisasi industri
2. FW Taylor dengan Time and motions studies. Hasil studinya menyatakan bahwa efisiensi pelaksanaan tugas hanya dapat dilakukan dengan spesialisasi dan penyederhanaan kerja. Disamping itu juga perlunya imbalan yang memadai
3. Max Weber dengan konsep birokrasinya. Dia
mengemukakan pengelolaan organisasi harus dilakukan dengan kewenangan yang legal dan rasional
Salah satu teori yang sangat terkenal yang termasuk dalam kelompok teori organisasi klasik adalah teori birokrasi
Namun pemahaman tentang konsep birokrasi sangat beragam
Ada yang memberi penilaian positif, dan adapula yang memberikan penilaian
negative
Konsep birokrasi telah berkembang
bahkan jauh melenceng dari konsep awal yang digagas oleh pencetusnya yaiu Max Weber
Berbagai Konsep Birokrasi
Beberapa konsep birokrasi (Jay M Shafritz (1997):
1. Birokrasi : semua kantor pemerintah (all government offices).
Birokrasi adalah keseluruhan kantor atau biro yang menjalankan fungsi publik yang dijalankan oleh pemerintah secara permanen yaitu tidak melihat atau dipengaruhi oleh perubahan
kepemimpinan politik
2. Birokrasi : semua pegawai pemerintah (all government officials).
Birokrasi menunjuk pada semua pegawai negeri (public officials) dari tingkatan tertinggi hingga terendah yang dipilih maupun yang diangkat
3. Dari perspektif Karakteristik negatif
Birokrasi identik dengan segala sesuatu yang menunjuk karakteristik negatif suatu organisasi pemerintah seperti inefisiensi, kaku,
prosedural, berbelit-belit, korup dsb.
4. Karakteristik struktural dari Weber (birokrasi weberian)
Birokrasi adalah sebuah bentuk organisasi modern yang dicirikan dengan :
a. Prinsip pembidangan tugas yang jelas dan diatur dengan aturan /hukum
b. Prinsip hierarkhis
c. Bekerja berdasarkan dokumen/ arsip
d. Penempatan pegawai berdasar kualifikasi tehnik
e. Manajemen bekerja berdasar aturan hukum yang sah dan stabil (formal)
5.
Birokrasi identik dengan administrasi negara (Mark Turner & David Hulme)
-birokasi sama dengan AN dengan alasan : a. Keterkaitan AN dengan pemerintah/
negara
b. Keterkaitan dengan hukum c. Aspek akuntabilitas publik
d. Lebih cenderung menitikberatkan pada
sektor publik
Birokrasi - WEberian
Ciri :
1. Pembidangan tugas yg jelas berdasarkan aturan/ hukum.
Hal ini mencakup : pembagian tugas,
pendelegasian wewenang, spesialisasi berdasar keahlian tertentu
2. Prinsip hierarkhi : jabatan yang lebih rendah dibawah pengawasan jabatan yang lebih tinggi.
pelimpahan wewenang mengalir dari atas
kebawah sedangkan pertanggungjawaban dari bawah keatas
3.
Bekerja berdasarkan dokumen tertulis (arsip) ini menunjuk adanya formalisasi pekerjaan 4. Penempatan pegawai berdasarkan kualifikasi
tehnis,
- menggunakan prinsip the right man of the right place
- tidak ada nepotisme
- bersifat impersonal (tidak didasarkan pada pertimbangan pribadi, emosional, keluarga dsb) 5. Manajemen bekerja atas dasar aturan hukum
yang sah
Aparat birokrasi memiliki ciri-ciri sbb :
1. Jabatan : didasarkan pada undang- undang dengan kualifikasi pegawai didasarkan pada ijasah
2. Pengangkatan pegawai :
a. Murni : Diangkat oleh pejabat yang berwenang
sehingga karier dan kedudukan ditentukan oleh pejabat yang lebih atas (sebagai PNS tetap)
b. Dipilih : oleh partai politik, biasanya kedudukan oleh ketua partai, karier ditentukan oleh popularitas bukan kualifikasi tehnis (ked : PNS tak tetap)
3. Status kepegawaian : Pegawai seumur hidup/ sesuai ketentuan
4. Promosi: berdasarkan senioritas dan keahlian
Struktur organisasi
Merupakan cara suatu tugas pekerjaan dibagi, dikelompokkan dan
dikoordinasikan secara formal
Akan lebih tegas jika berupa suatu bagan yang memuat pengelompokan tugas,
hubungan tugas, kewenangan dan tanggung jawab dalam sebuah organisasi
Elemen-elemen struktur Organisasi meliputi: Spesialisasi, departementasi, Rantai komando, rentang kendali,
sentralisasi/desentralisasi, formalisasi
Elemen-elemen struktur organisasi
1. Spesialisasi : derajad pembagian tugas pekerjaan.
- semakin spesialis maka efektivitas dan efisiensi semakin meningkat
2. Departementasi : pengelompokan bersama sejumlah pekerjaan
- pengelompokkan bisa dilakukan
menurut Fungsi, geografis, jenis tugas dsb
3
. Rantai komando : merupakan garis wewenang dari puncak sampai kebawah
- wewenang merupakan derajad sejauh mana tugas diberikan beserta tanggung jawabnya
4. Rentang kendali (span of controll) : jumlah bawahan yang dapat diarahkan secara effektif dan efisien oleh seorang pimpinan/ atasan
- span of controll yang sedikit mudah melakukan
pengawasan akan tetapi miskin otonomi,
5. Sentralisasi/ desentralisasi : derajad sejauh mana kewenangan dan tanggung jawab dibagikan
- pilihan tentang hal ini biasanya tergantung pada usia dan ukuran organisasi.
- Beberapa pertimbangan mengapa harus desentralisasi : a. Katerbatasan inf dari top managemen
b. Percepatan dalam mengatasi permasalahan
c. Memberikan/ meningkatkan motivasi pada karyawan d. Memberi kesempatan pada pimpinan di tingkat bawah
6. Formalisasi : derajad sejauh mana standardisasi pekerjaan dilakukan.
- ini untuk memperkuat status legal formal dalam pengelolaan organisasi
- dilakukan untuk mengurangi keanekaragaman dalam organisasi, mempermudah koordinasi, mempertegas pelaksanaan tugas, menekan biaya dsb
- semakin formal biasanya semakin kaku, sehingga mengurangi keleluasaan pegawai dalam menjalankan tugasnya
- kecenderungan yang terjadi maka pelaksanaan tugas hanya dengan menunggu petunjuk formal yang ada dan mengurangi kreativitas peara pegawai.
Kecenderungan suatu organisasi dalam
menentukan strukturnya dipengaruhi oleh :
1. Strategi organisasi (Struktur mengikuti strategi)
2. Ukuran organisasi (semakin besar semakin tertutup)
3. Tehnologi yang digunakan