• Tidak ada hasil yang ditemukan

tesis - IAIN Repository - IAIN Metro

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan "tesis - IAIN Repository - IAIN Metro"

Copied!
250
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah

Sesuai dengan apa yang disampaikan oleh Insinyur Asghar Ali bahwa laki-laki mendominasi dalam struktur masyarakat kecuali dalam masyarakat matriarkal dan itupun jumlahnya tidak banyak. Dalam memahami firman Allah mengenai bagian yang diberikan kepada anak laki-laki dan anak perempuan sebagaimana yang diatur dalam surat an-Nisa ayat 11. Untuk itu, sudah sepantasnya jika laki-laki mengambil bagian yang berlipat ganda dari bagian yang diberikan kepada perempuan.

Jumlah ahli waris laki-laki akan selalu sama, sedangkan jumlah ahli waris perempuan berbeda-beda menurut jumlahnya.

Rumusan Masalah

Dalam konteks itu, penulis mengkaji pemikiran Muhammad Syahrur terkait persoalan ini karena Muhammad Syahrur merupakan salah satu tokoh ulama kontemporer yang berani menantang arus karena pemikirannya berbeda dengan mayoritas tokoh lain yang dikenal dan diikuti oleh masyarakat.

Tujuan Penelitian

Kegunaan Penelitian

Penelitian Terdahulu yang Relevan

Berdasarkan penelitian tesis ini persamaannya adalah penelitian metode ijtihad Muhammad Syahrur yaitu teori hudud, sedangkan perbedaan penelitian ini dengan penelitian yang penulis lakukan adalah fokus permasalahannya. Judulnya “Pemikiran As-Sunnah Kontemporer Muhammad Syahrur (Studi Terhadap Kitab As-Sunnah Ar-Rassoiyah wa AsSunnah An-Nabawiyyah)”. Menganalisis pemikiran Muhammad Syahrur sebagaimana tertuang dalam tulisan-tulisan as-Sunnah ar-Rasuliyah wa as-Sunnah an Nabawiyyah.

Persamaan penelitian di atas dengan penelitian penulis adalah penelitian yang diteliti adalah tokoh Muhammad Syahrur, namun fokus penelitian ini berbeda. Penelitian ini berfokus pada as-Sunnah ar-Rasuliyah wa as-Sunah an-Nabawiyyah, sedangkan penelitian penulis berfokus pada temuan ijtihad Muhammad Syahrur tentang warisan Islam.

Sistematika Pembahasan

Ia kemudian memaparkan argumentasi yang digunakan para dosen Fakultas Syari'ah IAIN Metro dalam menyampaikan pendapatnya.

LANDASAN TEORI

Ketentuan Kewarisan Islam

  • Pengertian Waris
  • Tujuan Waris
  • Bagian-bagian Ahli Waris
  • Sebab-sebab menerima warisan
  • Penghalang Menerima Warisan

Pembagian harta waris dalam Islam bagi mereka yang berhak mewarisi sepertiga dari seorang ibu dengan syarat ahli waris tidak mempunyai anak laki-laki atau cucu laki-laki dan keturunan laki-laki. Ayah akan menerima seperenam ( ) dari warisan jika ahli waris memiliki anak laki-laki atau cucu dari anak laki-laki. Kakek Shahih akan menerima bagian dari warisan jika ahli waris memiliki anak laki-laki atau cucu dari anak laki-laki.

Sama halnya dengan keadaan cucu perempuan dari anak laki-laki dengan anak perempuan.

Sistem Kewarisan Islam

  • Dasar Hukum Kewarisan Islam
  • Rukun dan Syarat Waris
  • Asas-asas Kewarisan Islam

Al-muwarits (waris) ialah mayat yang meninggalkan harta atau hak yang boleh diwariskan kepada ahli waris. Ahli waris akan mendapat harta pusaka dengan bahagian yang tetap (fardh), sahabat atau rahmat (belas kasihan) untuk dzawil arham. Jika ada waris dan tiada harta pusaka (maurut), maka tiada harta pusaka, walaupun ada waris, kerana tiada pembahagian harta.

Ketiga, aspek kepada siapa harta itu dipindahtangankan, artinya orang-orang (ahli waris) yang menerima pindahan harta peninggalan ahli waris ditentukan oleh Al-Qur’an dan As-Sunnah Rasulullah SAW, sehingga tidak waris mahupun warisnya mereka tidak boleh mengubahnya.

Konsep Pemikiran Muhammad Syahrur

  • Biografi Muhammad Syahrur
  • Karya Intelektual Muhammad Syahrur
  • Prinsip Metodologis dan Dasar-dasar Penafsiran Muhammad

Dengan status tersebut, Syahrur menyarankan para pembaca Alquran untuk menempatkan diri dalam dua model. Lihat thesis (dalam format pdf) karya Fahrur Razi, Kehendak dan Pewarisan dalam Perspektif Al-Qur'an Muhammad Syahrur, (Jakarta: UIN Syarif Hidayatullah, 2007), hlm. Dalam kajian ulum al-Qur'an, khususnya dalam wacana ilmu tafsir dan tafsir, pendekatan linguistik (linguistik) itu salah.

Karena pendekatan ini merupakan langkah awal untuk menggali makna al-Qur'an yang ditangkap dalam artikel utamanya yang statis. Pendekatan ini diterapkan tidak hanya dalam kitab al-Kitab wa al-Qur'an, tetapi dalam semua tulisannya. Jika diterapkan pada Alquran, menurutnya tanzil memiliki definisi sebagai transformasi informasi (baca: wahyu) dari Allah di hati Nabi Muhammad SAW yang kemudian diturunkan kepada umatnya (Makkah dan Madinah).

Pendekatan saintifik yang digunakan Syahrur terhadap ayat-ayat al-Tanzil dan Al-Qur'an dipengaruhi oleh subjektivitasnya. 161 Muhammad Syahrur, al-Kitab Wa al-Qur'an, Prinsip dan Landasan Hermeneutika Al-Qur'an Kontemporer, Penerjemah: Sahrion Syamsuddin dkk, (Yogyakarta, Kalimedia, 2015), hlm. Istilah “Tawil” dalam pemakaian Syahrur, digunakan khusus hanya untuk memahami isi al-Kitab yang termasuk dalam kategori Al-Qur’an.

175 Dalam hal ini, berbeda dengan pandangan umum, Syahrur tidak mengartikan al-tartil sebagai tilawah atau musikisasi dan tilawah (tanghim) Al-Qur'an. Syahrur tidak menerapkan al-tartil pada semua ayat dalam Injil, tetapi hanya khusus pada ayat-ayat yang termasuk dalam kategori Al-Qur'an.

Pemikiran Muhammad Syahrur Tentang Hukum Kewarisan

Artinya dalam situasi jumlah pelanggan laki-laki sama dengan jumlah pelanggan, maka proporsi antara laki-laki dan perempuan akan sama. Jika ada 2 wanita dan hanya seorang pria, maka kedua wanita tersebut mendapatkan 1/2 dan pria tersebut juga mendapatkan 1/2. Jika jumlah perempuan lebih dari dua sampai tak terhingga, maka laki-laki mendapat 1/3 bagian dan perempuan mendapat 2/3 bagian.

Laki-laki adalah variabel yang mengikuti perubahan variabel perempuan, sehingga porsi yang diterima laki-laki mengikuti bagian perempuan. Artinya: “Ada seseorang, baik laki-laki maupun perempuan, yang tidak meninggalkan ayah atau anak, melainkan memiliki saudara laki-laki atau perempuan, maka masing-masing dari kedua jenis kerabat tersebut adalah seperenam dari harta. Berdasarkan ayat ini , bagianmu domba, 1/6 jika hanya ada satu saudara laki-laki atau perempuan.

Soal kalah menentukan bagian yang diterima saudara kandung sama atau sama. Jika terdiri dari saudara laki-laki atau perempuan, maka proporsi yang diperoleh adalah 1/6. Pola penyelesaian masalah kalalah pada ayat 12 adalah Allah telah menjelaskan ketentuan yang tidak dapat diterima pentaqilan dan ijtihad, yaitu bagian saudara laki-laki sama dengan bagian saudara perempuan.

Dan jika mereka (para ahli waris terdiri dari) saudara laki-laki dan perempuan, maka bagian saudara laki-laki itu sama dengan dua saudara perempuan. Oleh karena itu, saudara perempuan mendapat 1/2 dengan menyelesaikan soal ini dan saudara laki-laki mendapat setengah sisanya.

METODE PENELITIAN

  • Jenis penelitian
  • Sumber Data
    • Sumber Primer
    • Sumber Sekunder
  • Teknik Pengumpulan Data
  • Metode Pengelolaan Data
  • Teknik Pemeriksaan Keabsahan Data

Penalaran linguistik yang digunakan Syahrur untuk memahami ayat-ayat waris bagi anak laki-laki dan perempuan memang menarik. Untuk pembagian warisan kepada anak laki-laki dan perempuan adalah 2:1 dan sudah ada ketentuan tekstualnya, dan teksnya adalah qat'i. Ulama fikih berpendapat bahwa seorang laki-laki sama dengan dua perempuan, ditambah kelipatannya.

Menurut ulama fikih, jatah dua banding satu bagi anak laki-laki adalah pembagian harta warisan yang telah ditentukan oleh Allah sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur'an. Namun bagian dari kedua jenis itu dibedakan oleh Allah; Dia membuat bagian laki-laki sama dengan dua perempuan. Dalam hal ini, prinsip keadilan dan kesetaraan antara laki-laki dan perempuan akan dicapai pada tingkat kolektif (halah al-majmu'ah), bukan secara individu (halah al-afrad).

Artinya akan diperoleh perlakuan hukum yang setara antara kategori suami dari pihak laki-laki dan kategori perempuan dari pihak perempuan. 274 Pihak, baik perempuan maupun laki-laki berasal dari nenek moyang dari pihak ayah dan ibu (semi ayah dan ibu). Khusus untuk anak laki-laki digunakan kata Ibnu dan untuk anak perempuan digunakan kata bint.

Sebaliknya, ulama Syiah Imamiyah memahami perkataan walad di sini bermaksud anak lelaki dan perempuan. Mengikut fahaman ini, anak perempuan, seperti anak lelaki, meliputi hak adik beradik.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Profil Fakultas Syariah IAIN Metro

  • Sejarah Berdiri IAIN Metro
  • Visi dan Misi IAIN Metro
  • Sejarah Fakultas Syari’ah
  • Visi, Misi dan Tujuan Fakultas Syari’ah
  • Jurusan Fakultas Syari’ah

Makna ayat tersebut adalah bahwa pemisahan laki-laki dan perempuan tidak sama dan ketentuan tersebut didasarkan pada ketentuan Allah yang tidak dapat dibantah atau dipertukarkan. Berangkat dari nilai keadilan dalam hal pembagian harta warisan, menurut Syahrur, jika ada dua ahli waris, yang satu laki-laki dan yang lainnya perempuan, maka pembagiannya adalah 1/2 untuk laki-laki dan 1/2 lainnya untuk perempuan. . Menurut Syahrur, hal ini sesuai dengan firman Allah SWT yang berbunyi: (ۡ¹َkGَ´ نِإَو ُۚi ۡjﱢegٱ Gَ½َWَm ٗةَžِŸ َٰو) artinya jika ada seorang istri, maka setengah dari harta warisan menjadi miliknya dan suami yang lain. .

Anak laki-laki memiliki keistimewaan untuk mengambil lebih banyak bagian daripada anak perempuan untuk menunjukkan bahwa laki-laki memiliki prioritas. Dan bagian anak laki-laki yang melebihi bagian anak perempuan dianggap cukup untuk menunjukkan bahwa laki-laki memiliki keutamaan atas perempuan.248 Jadi, poros atau dasar pembagian warisan adalah anak laki-laki. Ayat di atas menjelaskan bahwa Allah memberikan bagian kepada suami dan istri masing-masing 1/2 dan 1/4 jika mereka tidak memiliki anak atau cucu, baik laki-laki maupun perempuan.

Dan jika suami istri itu mempunyai anak keduanya laki-laki dan perempuan, maka suami istri itu masing-masing mendapat 1/4 dan 1/8 dari harta warisan. Mengenai kalalah memang banyak perbedaan pendapat, terutama pada kata valad, disini ada yang mengartikan valad hanya anak laki-laki dan ada juga yang mengartikan anak laki-laki dan perempuan. Dalam pembagian warisan, dalam keadaan merugi, para ulama sepakat bahwa bagian saudara laki-laki atau perempuan, suami istri, jika mereka sendiri mendapat 1/6 dan jika lebih dari satu, maka mereka mendapat 1/3, terbagi. sama tanpa perbedaan antara saudara laki-laki dan perempuan. ibu anak perempuan.

Kemudian jika mereka tidak bersama anak perempuan, saudara perempuan atau laki-laki ibunya, dan tidak ada kakek nenek yang sah juga. Sastra klasik Islam umumnya disusun dalam perspektif budaya masyarakat androsentris, di mana manusia adalah ukuran segala sesuatu (man is the measure of all things).

Respon Dosen Fakultas Syari’ah Iain Metro Terhadap

  • Teori Hudud/Limit
  • Wasiat dan Warisan
  • Wali’abawaihi
  • Pembagian Waris Laki-laki dan Perempuan
  • Bagian Waris untuk Suami dan Istri
  • Aul dan Radd
  • Kalalah

Refleksi Teoritis Tawaran Muhammad Syahrur dalam

KESIMPULAN

Kesimpulan

Muhammad Syahrur berpendapat bahwa Muhammad Syahrur lebih menyukai proses pemindahan harta dari orang yang meninggal kepada ahli waris melalui surat wasiat daripada melalui jalur pewarisan. Jika ahli waris tidak membuat wasiat dengan cara lain, yaitu dalam pembagian harta peninggalan, ia memberikan ketentuan atas harta peninggalan Muhammad Syahrur, yaitu batas tertinggi berlaku untuk anak laki-laki dan batas terendah untuk anak perempuan, dan perempuan ditempatkan sebagai variabel al-mutahawwil (pengubah), sedangkan laki-laki menempati variabel at- tabi (pengikut). Berkaitan dengan hasil wawancara dengan dosen Fakultas Syari'ah IAIN Metro, penulis dapat menyimpulkan bahwa berdasarkan pemikiran Muhammad Syahrur dari konsep pusaka Islam dengan teorinya, hudud secara operasional metodologis dapat diterima wawasan dan keilmuannya. belajar. .

Rekomendasi

Referensi

Dokumen terkait

Dari beberapa ayat dan hadis di atas dapat dipahami bahwa, Allah dan Rasulnya menegaskan, baik laki-laki dan perempuan yang konsisten dalam melaksanakan ajaran