• Tidak ada hasil yang ditemukan

TiNJAUAi\'" Hl"XUM ISLAlVI TERHADAP BAGI HASIL

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "TiNJAUAi\'" Hl"XUM ISLAlVI TERHADAP BAGI HASIL "

Copied!
57
0
0

Teks penuh

UBAIDILLAH, NIM TINJAUAN HUKUM ISLAM TERKAIT PENGUSAHAAN HASIL PERTANIAN (STUDI KASUS DI DESA WANAKAYA KABUPATEN CIREBON), FAK. Wanakaya merupakan salah satu daerah di Kabupaten Cirebon yang mayoritas penduduknya hidup dari hasil pertanian. Penulis tertarik untuk melakukan kajian pada bidang tersebut yaitu bagaimana sistem bagi hasil pertanian yang diterapkan oleh masyarakat Wanakaya.

Kesimpulan dari penelitian ini adalah pembagian hasil pertanian bukan hanya sekedar cara mencari keuntungan saja, namun lebih dari itu merupakan wujud hubungan saling tolong menolong dan saling ketergantungan antara pemilik dan pengurus. Dalam bagi hasil, pemilik tidak mengetahui luas lahan yang diusahakan, hanya mengetahui hasil bagi hasil, sehingga terjadi penyalahgunaan kepercayaan pemilik tanah sehingga menimbulkan perselisihan. Setelah membaca, meneliti dan mengoreksi serta memberikan perbaikan-perbaikan yang diperlukan terhadap isi dan penulisan skripsi saudara Ubaidillah yang berjudul Tinjauan Hukum Islam tentang Bagi Hasil Pertanian (Studi Kasus di Dcsa Wanuloaya Kabupaten Cirebon), maka skripsi ini dapat terselesaikan dalam waktu yang sesingkat-singkatnya . waktu yang mungkin..

TINJAUAN HUKUM ISLAM TENTANG PEMBAGIAN HASIL PERTANIAN (STUDI KASUS DI DESA WANAKAYA KABUPATEN CIREBON) Oleh : UBAIDILLAH NIM.97382998.

KATAPENGANTAR

Latar Belakang Masalah

Ali Ahmad al-Jmjaw1 mengatakan dalam kitabnya apabila ada dua orang yang melakukan transaksi kerjasama, yaitu pihak yang satu menyerahkan lahan pertanian dan benih, sedangkan pihak yang kedua melakukan pengolahan dan budidaya dengan hewan ternak dan tenaga kerjanya, maka dari itu mereka mendapatkan hasil pertanian, semata-mata dengan tujuan mengeksploitasi tanah. 4. dan perluasan lahan pertanian saja sudah cukup. 5) Sementara itu, sistem bagi hasil yang akan dibahas dalam artikel ini juga memiliki kelebihan lain. Wanakaya merupakan salah satu wilayah di Kabupaten Cirebon yang mayoritas penduduk JJ~n hidup dari hasil pertanian.

Berdasarkan fenomena diatas maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian dalam bentuk skripsi yang berjudul: TINJAUAN HUKUM ISLAM TENTANG TAS. Untuk mendeskripsikan pandangan hukum Islam terhadap sistem bagi hasil pertanian di Desa Wanakaya Kabupaten Cirebon. Bagi hasil merupakan salah satu bentuk amalan muamalah yang telah lama diamalkan dalam kehidupan bermasyarakat, dan banyak penelitian yang membahas mengenai bagi hasil ini.

Saat ini banyak bermunculan buku-buku yang membahas tentang bagi hasil, salah satunya adalah karya Muhammad: Dosen Sekolah Bisnis Islam STIS Yogyakarta yang berjudul Teknik Menghitung Bagi Hasil di Bank Syariah. Selain itu, terdapat beberapa karya ilmiah yang membahas tentang hasil yang penulis temukan setelah melakukan penelitian. Diantaranya adalah tesis Asep Ermansyah yang pembahasannya fokus pada tinjauan bagi hasil yang diterima BMT yang ketentuannya ditentukan sejak awal akad tanpa memperhatikan kegagalan dan keberhasilan usaha yang dibiayai. 9).

Begitu pula dengan disertasi Laiqoh yang berjudul Tinjauan Hukum Islam Terhadap Penerapan Bagi Hasil Tambak Garam di Desa Tireman Rembang. Yaitu karya ilmiah Siti Fadhilah yang permasalahan yang diangkat adalah tentang berbagi hasil pembuatan batu bata. IO) Laiqoh, “Tinjauan Hukum Islam tentang Penerapan Bagi Hasil pada Tambak Garam di Desa Tireman Rembang”, Tesis Syari’ah, (Yogyakarta: LAIN Sunan Kalijaga, 1997).

Perbedaan mendasar dengan permasalahan yang akan penulis angkat adalah pada objek pembagian hasil dan permasalahannya. Berbeda dengan bagi hasil pertanian yang biaya pembelian benih, pupuk, dan obat-obatan harus menunjang berhasil tidaknya usahatani. Sedangkan menurut mazhab Syafi’i, muziira’ah diartikan dengan mengolah tanah dengan imbalan hasil pertanian yang benihnya berasal dari pemilik tanah dan bisa juga berasal dari petani.

Mengenai pembagian hasil perjanjian bagi hasil pertanian ini, ketentuan hukum Islam tidak memberikan pedoman yang jelas yaitu.

Metode Penelitian

Dalam menganalisis dan mengambil kesimpulan, selain menggunakan ketentuan dalam muzara'ah, penulis menggunakan dalil syar'iah Maqasid yaitu al-Maslahah al-Mursaya untuk memaparkan pandangan hukum Islam terhadap permasalahan dalam pembahasan ini untuk memutuskan. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan yaitu penelitian yang berfokus pada gejala atau peristiwa yang terjadi pada kelompok masyarakat, dalam hal ini permasalahan yang berkaitan dengan sistem hasil pertanian di Desa Wanakaya Kabupaten Cirebon. Untuk memudahkan dalam melakukan penelitian guna mencari data yang diperlukan dan menghemat waktu, penulis membatasi penelitian ini pada tahun 2003.

Penelitian ini bersifat deskriptif analitis, yaitu penelitian yang bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai suatu masyarakat atau sekelompok orang tertentu atau gambaran suatu gejala kemudian menganalisis gambaran tersebut. Dalam skripsi MT, penulis akan memaparkan jenis-jenis praktek pertanian yang berlaku di Desa Wanakaya, kemudian dilakukan analisis dari sudut pandang hukum Islam. Teknik pengambilan sampel yaitu pemilik lahan dan petani bagi hasil di Desa Wanakaya menggunakan teknik non-random sampling yang tidak berarti seluruh individu dalam populasi diberi kesempatan untuk menjadi sampel penelitian 27).

Wawancara Agar penelitian ini tuntas dan menyeluruh, penulis melakukan wawancara langsung kepada responden. Menggunakan pendekatan asing yaitu cara penyelesaian masalah dengan cara mengkaji apakah masalah tersebut nyata atau tidak, boleh atau tidak berdasarkan hukum Islam. Metode induktif, yaitu metode yang diawali dengan penyajian fakta-fakta khusus dari hasil penelitian kemudian diakhiri dengan kesimpulan yang bersifat umum.

Metode deduktif, yaitu cara berpikir yang diawali dengan menggunakan teori-teori dan dalil-dalil umum kemudian memaparkan fakta-fakta khusus dari hasil penelitian. Penelitian ini mengenai pembagian hasil pertanian antara pemilik lahan dan petani penggarap di desa Wanakaya kabupaten Cirebon. Oleh karena itu, gambaran umum mengenai lokasi desa dan cara budidaya tanaman tersebut dilakukan harus diberikan sejak dini.

Setelah memperoleh gambaran yang cukup mengenai permasalahan produk pertanian di Desa Wanakaya, selanjutnya pada bab keempat berisi tentang analisis apakah pelaksanaan produk pertanian tersebut sesuai dengan syariat Islam atau tidak, dimulai dengan analisis tentang akad, pembagian keuntungan, manfaat. dan kewajiban serta analisis praktik pembagian keuntungan tersebut. Bab kelima, bab ini merupakan penutup dari keseluruhan rangkaian pembahasan dalam skripsi yang berisi kesimpulan dan saran terhadap pelaksanaan bagi hasil pertanian di Desa Wanakaya.

Kesimpulan

Pengawas menilai hal ini semakin menekankan rasa keadilan dan kasih sayang antara kedua belah pihak. Sedangkan sistem penguasaan formal merupakan sistem bagi hasil yang dapat digolongkan sebagai rnuzara'ah yang sah, karena memenuhi kriteria yang dipersyaratkan, namun penulis mendapat kesan bahwa terdapat perbedaan status sosial yang negatif antara pemilik tanah dan petani penggarap, sebaliknya dibandingkan pada sistem bagi hasil yang lain, dimana kedua belah pihak merupakan pihak yang berdiri pada kedudukan yang sama dan duduk pada kedudukan yang rendah yang sama. Namun hal tersebut dapat diselesaikan melalui musyawarah dan dibenarkan atas kesediaan kedua belah pihak.

Menghitung biaya pemeliharaan dan pengembalian modal dalam sistem paparon adalah praktik yang lazim di Wanakaya. Segala biaya yang timbul selama masa pemeliharaan menjadi tanggungan pekebun dan tidak diperhitungkan pada masa bagi hasil. Mengingat adanya permasalahan yang perlu dibenahi yang tidak sesuai dengan syarat muzara'ah, maka setelah melakukan kajian dengan membandingkan berbagai literatur terkait muzara'ah maka dapat disimpulkan bahwa ada beberapa diantaranya yang sesuai dengan muzara'ah. . persyaratan, sedangkan bagian lainnya perlu dibenahi sedemikian rupa sehingga dapat memenuhi kriteria yang dipersyaratkan. Permasalahan yang ingin diangkat adalah mengenai hak dan kewajiban para pihak yang harus mencerminkan nilai keadilan bagi para pihak yang bekerja sama.

Kata adil berarti memberikan kepada setiap orang apa yang menjadi haknya, atau apa yang seharusnya diterimanya agar dapat menunaikan kewajibannya tanpa ada rasa ketidakadilan di antara para pihak. Jika dianalisis menggunakan teori qircuj, praktik tersebut dapat dibenarkan, apalagi jika terdapat unsur kesediaan dari kedua belah pihak. Jika biaya pemeliharaan hanya ditanggung oleh pekebun, bisa jadi keuntungan yang diperoleh tidak sesuai dengan biaya yang dikeluarkan.

Selain meningkatkan produksi pertanian masyarakat Wanakaya, penggalangan konsep muzara'ah juga meningkatkan sentimen keagamaan mereka. Secara umum sistem bagi hasil meningkatkan kesejahteraan kedua belah pihak, dan secara khusus sistem ini meningkatkan harkat dan martabat para petani penggarap tanah, yang semula tidak mempunyai rasa aman karena kedudukannya dalam muzara'ah sebanding dengan kedudukannya dalam muzara'ah. pemilik tanah. Oleh karena itu, produk pertanian harus dikembangkan, karena dari kenyataan yang ada, kegiatan ini cukup bermanfaat dalam membantu laju pertumbuhan ekonomi masyarakat dan pada akhirnya berkontribusi pada pengentasan kemiskinan.

Kelompok ai-Qur'an dan Tafsir

Kelompok Hadis

Nama penuh beliau ialah: Imam Abu Hanifah an-Nu'man Ibn Sabit Ibn Zubair at-Tamimy al-Kufi. Manakala di kalangan tabi'in ialah Imam Ata'a bin Abi Rabah, Ir.1am Nafi' Maulana Ibn Umar dan Imam Ahmad bin Abi Sulaiman. Manakala antara muridnya yang terkenal ialah Imam Abu Yusuf, Muhammad bin Hasan, Za'far bin Huzail dan Hasan bin Zihad.

Nama penuh beliau ialah Imam Abu Abdillah bin Malik bin Anas bin Malik bin Abu Amir bin Haris bin Sa'ad bin Auf bin 'Ady bin Malik bin Yazid. Antara guru beliau yang terkenal ialah Imam Abdurrahman bin Harmaz, Imam Rabi'ah ar-Ra'yi, Imam Nafi' Maula Ibnu Umar, Ibnu Syaibah az-Zuhri. Manakala antara muridnya yang terkenal ialah Imam asy-Syafi'I, Abdullah bin Wahib, Ishak bin Ibrahim, Bayar bin Haris.

Karya beliau yang paling masyhur ialah kitab al-Muwatta', sebuah kitab hadith yang ditulis pada tahun 144 Hijrah, atas saranan Khalifah Ja'far al-Mansur ketika mereka bertemu semasa menunaikan haji. Murid-muridnya yang terkenal termasuklah Imam Abu Saur, Imam Ahmed bin Hambal, Imam Abu Ali, Imam Abu Yusuf bin Yahya dan Imam Abu Ibrahim. Karya beliau yang masyhur ialah ar-Risalah, dan kitab al-Umm iaitu kitab fiqh, manakala karya-.

Manakala murid-muridnya yang terkenal ialah Imam Bukhari, Imam Muslim, Abu Zur'ah, Abu Bakar al-Asram. Karya Imam Ahmad yang terkenal termasuklah kitab ai-Musnad, yang mengandungi 40,000 hadis daripada 750,000 hadis yang didengarinya. Nama lengkapnya ialah Abu Abdillah Muhammad bin Isma'il bin Ibrahim bin Muqiroh bin Bardizbah, ayahnya Ismail lahir pada tahun 194 H.

Guru-guru beliau yang terkenal ialah: Yahya, Ishak bin Rawaih, Muhammad bin Mahran, Ibnu Hanbal. Antara muridnya yang terkenal ialah: Abu Hatim, Musa bin Haran, Abu Isa, Yahya bin Sa'id, Ibn Huzaimah.

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI SUNAN KALIJAGA YOGY AKARTA

FAKULTAS SYARI'AH

DEPARTEMEN AGAMA

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI SUN AN KALIJAGA YOGY AKART A

FAKULTASSYARI'AH

DA.N PERLINDUNGAN MASYARAKAT DAEIUH

BAN DUNG

DfNAS KETERTIBAN DAN KETENTERAMAN

KECAM '\TAN CIREBON UTARA

KLAYAN

PEMERINTAH KABUPATEN CIREBON KECAMATAN CIREBON UTARA

DESA WAN AKA YA

Referensi

Garis besar

Dokumen terkait

Differences in Learning Outcomes of Alternative Energy Subthemes Through STEM Science, Technology, Engineering, and Mathematics Approach Approach with Project Based Learning Model,