• Tidak ada hasil yang ditemukan

tinjauan hukum ekonomi islam terhadap

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "tinjauan hukum ekonomi islam terhadap"

Copied!
90
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah

Fokus Penelitian

Bagaimana Hukum Ekonomi Islam Menelaah Praktek Perjanjian Kerjasama Dalam Pengelolaan Desa Wisata Kemiri Kecamatan Panti Kabupaten Jember.

Tujuan Penelitian

Manfaat Penelitian

Secara praktis, penelitian ini diharapkan dapat menyumbangkan ide dan alternatif pemecahan masalah yang dihadapi. Diharapkan penelitian ini dapat memberikan manfaat dan memberikan tambahan pengetahuan atau pemahaman kepada masyarakat.

Definisi Istilah

Hukum Ekonomi Islam tentang Praktek Perjanjian Kerjasama Dalam Pengelolaan Kota Wisata Kemiri Kecamatan Panti Kabupaten Jember. Hukum Ekonomi Islam tentang Praktek Perjanjian Kerjasama Dalam Pengelolaan Kota Wisata Kemiri Kecamatan Panti Kabupaten Jember.

Sitematika Pembahasan

KAJIAN KEPUSTAKAAN

Penelitian Terdahulu

Tinjauan Hukum Ekonomi Syariah pada Praktek Perjanjian Kerjasama Usaha Secara Konveksi Lisan (Studi Kasus di Desa Cingcin Kecamatan Soreang Kabupaten Bandung)”.19. Persamaan penelitian ini dengan penulis adalah sama-sama mengkaji bagaimana hukum ekonomi Islam (muamalah) merevisi praktik perjanjian kerjasama yang juga dilakukan secara lisan tanpa tertulis.

Tabel 2.1  Penelitian Terdahulu
Tabel 2.1 Penelitian Terdahulu

Kajian Teori

Suatu akad atau perjanjian juga berakhir dengan meninggalnya salah satu pihak yang berkontrak, misalnya akad ijarah. Menurut ahli fiqih Malikiyah, syirkah adalah kemampuan (atau izin) untuk melakukan tasharruf bagi masing-masing pihak dalam persatuan. Penggalan ayat ini dimaknai bahwa kebanyakan orang yang bekerja sama selalu ingin merugikan rekan bisnisnya, kecuali.

Karim, Analisa Fiqih dan Keuangan Bank Islam, (Jakarta: PT RajaGrafindo Persada b) Transaksi syirkah (syirkatul uqud) adalah kerjasama antara dua orang yang bermitra dalam modal dan keuntungan. Bentuk kerjasama ini mensyaratkan adanya pembagian hasil yang jelas yang disepakati saat membuat perjanjian. Merupakan bentuk kerjasama bisnis antara dua pihak atau lebih, dimana keduanya merupakan pemilik modal dan sekaligus karyawan.

Dalam bentuk kerjasama ini, hasil yang diperoleh dibagikan sesuai dengan nisbah yang disepakati bersama. Mereka yang terlibat dalam kerja sama ini mendapatkan hasil sesuai dengan kesepakatan bersama.

METODE PENELITIAN

  • Pendekatan Dan Jenis Penelitian
  • Lokasi Penelitian
  • Subyek Penelitian
  • Tahap-tahap Penelitian

Teknik triangulasi dalam penelitian ini digunakan untuk memperoleh data melalui wawancara dengan pihak pengelola desa wisata terkait mengenai sistem perjanjian kerjasama dalam pengelolaan Desa Wisata Kemiri Kecamatan Panti Kabupaten Jember. Subyek penelitian ini adalah Desa Kemiri yang mempunyai objek wisata bernama Desa Wisata Kemiri yang berjudul Tinjauan Hukum Dagang Islam Tentang Praktek Perjanjian Kerjasama Dalam Pengelolaan Desa Wisata Kemiri Kecamatan Panti Kabupaten Jember. Sebenarnya implementasi perjanjian kerjasama pengelolaan desa wisata Kemiri disini melibatkan beberapa pihak, umumnya ada tiga pihak yaitu POKDARWIS, pihak desa (BUMDES) dan para pemilik lahan yang juga anggota (UMKM).

Oleh karena itu sesuai dengan fokus permasalahan bagaimana meninjau hukum ekonomi syariah terhadap praktek perjanjian kerjasama pengelolaan desa wisata Kemiri kecamatan Panti kabupaten Jember menurut indikator dari kajian teori diatas adalah sesuai dengan fakta yang terjadi di lapangan. Berdasarkan penelitian yang dilakukan peneliti mengenai tinjauan hukum ekonomi syariah terhadap praktek perjanjian kerjasama dalam pengelolaan desa wisata Kemiri kecamatan Panti kabupaten Jember dapat disimpulkan bahwa. Dari hasil penelitian yang diperoleh peneliti di desa wisata Kemiri memberikan saran sebagai berikut.

PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS

Gambaran Obyek Penelitian

Desa wisata Kemiri terletak di Desa Kemiri, Kecamatan Panti, Kabupaten Jember dan berjarak 15 km dari pusat kota. Desa Kemiri merupakan sebuah desa di bagian barat Kota Jember, tepat di lereng Gunung Argopuro yang terkenal dengan objek wisata Air Terjun Tancak. Desa Kemiri sendiri hadir dengan kemajemukan, kebersamaan, gotong royong dan pelestarian lingkungan hidup, berbasis kearifan lokal. Berangkat dari potensi yang ada, ada 3 potensi yang ada di Desa Kemiri yaitu potensi alam, UMKM dan PSDM.

Lalu ada pula teman-teman di desa yang punya energi lebih dan butuh ruang untuk berekspresi. mereka sering berkumpul untuk berdiskusi tentang desa-desa yang terdapat objek wisatanya, misalnya di jawa tengah terdapat desa wisata air dan juga desa wisata lainnya yang dikelola oleh desa. Singkat cerita di saat yang tepat akhirnya kepala desa berkumpul dengan pemuda desa dan beliau menyampaikan idenya saat itu, pemuda desa menyambut baik sehingga terjadilah pertemuan awal yang tidak terlalu formal namun membuahkan ide untuk membangun. sebuah desa wisata di desa Kemiri. Struktur organisasi kepengurusan tim pengelola desa wisata menggambarkan hubungan antara fungsi dan kedudukan bagian-bagian yang ada dalam suatu usaha, struktur organisasi memerinci pembagian tugas dan tanggung jawab, wewenang serta menunjukkan bagaimana berbagai fungsi dan kegiatan tersebut dikoordinasikan dan dijalankan. bersama. agar seluruh kegiatan dapat dilaksanakan dan dikembangkan dengan baik untuk memperlancar upaya mencapai tujuan.

Penyajian Data dan Analisis Data

Begitulah pak, dalam pelaksanaan pengelolaan desa wisata ini ada beberapa pihak yang terlibat, dari pihak Pokdarwis sendiri sebagai pengawas pengelola pengelolaan, kemudian dari pihak desa yaitu BUMDES sebagai payung hukum Pokdarwis. , kemudian pemilik lahan yang menjadi sentra utama Kota Wisata, namun juga anggota UMKM kota, sehingga dari sini kita semua memiliki tujuan yang sama. Sedangkan untuk perjanjian kerjasamanya sendiri dalam pengelolaan desa wisata ini memang belum ada perjanjian hitam putih pak, namun masih terus ditingkatkan demi perbaikan kedepannya, maka dari itu kami pihak yang berkepentingan adalah POKDARWIS ( Kelompok Sadar Wisata), Kota dan Pemiliknya (UMKM) hanya sebatas kesepakatan yang disampaikan secara lisan. “Karena masih tahap awal, maka akan kami laksanakan secara sederhana, namun bukan tidak mungkin beberapa tahun ke depan akan dilaksanakan secara tertulis, sehingga perkembangan kota wisata ini terus mengalami perkembangan yang signifikan. "66.

Dari hasil observasi dan wawancara diatas dapat dipahami bahwa dalam pelaksanaan perjanjian kerja sama pengelolaan Desa Wisata Kemiri disini dilibatkan beberapa pihak, umumnya tiga pihak yaitu POKDARWIS, pihak desa (BUMDES), dan pemilik tanah yang juga merupakan bagian dari (UMKM). Dalam pelaksanaan praktek perjanjian kerjasama pengelolaan desa wisata kemiri disini kami melibatkan pemilik tanah yang kami sewa tanahnya, dimana kami yakin bahwa tanah tersebut mempunyai potensi alam yang cukup baik sebagai pusat destinasi yang terletak di Dusun Delima yang juga menawarkan restoran kemiri dan rumah jamur. ”68. Dari hasil wawancara terlihat bahwa dalam praktik perjanjian kerjasama pengelolaan Desa Wisata Kemiri yang melibatkan banyak pihak terdapat dua transaksi yaitu sewa guna usaha dan penyertaan modal bersama untuk tujuan yang sama dan selanjutnya bagi hasil. akan terjadi di antara para pihak.

Pembahasan Temuan

Oleh karena itu fokus permasalahan mengenai bagaimana sistem perjanjian kerjasama dalam pengelolaan Desa Wisata Kemiri Kecamatan Panti Kabupaten Jember sudah sesuai dengan indikator konsep fiqih muamalah dan tercantum dalam Undang-undang KUHPerdata pasal 1313, hal ini sesuai dengan fakta yang terjadi didaerah yaitu pada Sistem Perjanjian Kerja Sama yang terjadi di Desa Wisata Kemiri Kecamatan Panti Kabupaten Jember melibatkan lebih dari satu pihak dimana dalam hal ini secara umum dapat dikatakan ada tiga pihak yaitu POKDARWIS sebagai pengelola desa wisata dan desa festival. Bumdes) selaku pemilik desa wisata dan pemilik lahan yang dijadikan pusat utama desa wisata yang juga merupakan bagian dari UMKM desa. Yakni perjanjian kerjasama yang terjadi di desa wisata Kemiri, jika ditinjau dari hukum ekonomi Islam ada dua model akad, pertama akad sewa yang timbul antara pengelola dan pemilik tanah, yaitu akad sewa yang timbul antara pengelola dan pemilik tanah. merupakan pusat tujuan utama, dimana hal ini termasuk dalam teori hukum ekonomi Islam yang disebut dengan Ijarah Bi Al-Manfa'ah, maka model perjanjian kerjasama yang kedua dalam hukum ekonomi Islam disebut dengan Akad Syirkah, dimana pihak-pihak yang terlibat dalam pengelolaan Desa Wisata Kemiri, masing-masing pihak sepakat untuk memberikan kontribusi modal dan berbagi hasil.

Bahwa sesuai fakta yang terjadi di lapangan mengenai bentuk sistem perjanjian kerjasama yang terjadi di desa wisata Kemiri, Kecamatan Pant, Kabupaten Jember, melibatkan lebih dari satu pihak, dimana dalam hal ini Secara umum dapat dikatakan ada tiga pihak yaitu POKDARWIS selaku pengelola desa wisata, Pihak Desa (Bumdes) selaku pemilik desa wisata, dan Pemilik Lahan (NMVM). Sebaiknya pengelola desa wisata Kemiri lebih mendalami pandangan hukum Islam terhadap praktik perjanjian kerjasama agar perjanjian yang dibuat selalu sesuai dengan kaidah hukum Islam. Menyatakan bahwa skripsi yang berjudul “TINJAUAN HUKUM EKONOMI ISLAM TENTANG PRAKTEK PERJANJIAN KERJASAMA PENGELOLAAN DESA PARIWISATA (STUDI DESA PARIWISATA KEMIRI KECAMATAN PANTI KABUPATEN JEMBER) merupakan syahadat karya saya untuk KABUPATEN. dinyatakan.

PENUTUP

Kesimpulan

Perjanjian yang dilakukan oleh para pihak yang bersangkutan di Desa Kemiri Kecamatan Panti Kabupaten Jember dapat dikatakan menggunakan dua akad yaitu perjanjian sewa menyewa dan yang kedua perjanjian kerjasama, namun perjanjian disini semua masih bersifat lisan atau hanya sekedar rasa saling percaya yang dibuat tanpa perjanjian tertulis. , sehingga kesepakatan tersebut masih belum terlalu kuat karena dikhawatirkan akan terjadi perselisihan antar para pihak di kemudian hari. Dilihat dari Hukum Ekonomi Islam, perjanjian kerjasama yang terjadi disini sudah sesuai dengan teori yang terdapat dalam Hukum Ekonomi Islam dimana perjanjian yang dibuat sudah tepat.

Saran-Saran

Tim Penyusun Institut Agama Islam Negeri Jember, Pedoman Penulisan Karya Ilmiah, (Jember: IAIN Jember Press, 2020). Astuti Yuli, Tinjauan Hukum Ekonomi Islam Terhadap Praktek Kerja Sama Budidaya Sawah Di Desa Bandar Kecamatan Bandar Kabupaten Pacitan, (Ponorogo: Institut Agama Islam Negeri Ponorogo, 2020). Fatmawati Riris, Tinjauan Hukum Islam Terhadap Praktek Implementasi Perjanjian Pengelolaan Lahan Cekungan Udang Vannamei (Studi Kasus di Dusun Wedung, Desa Sedayu Lawas, Kecamatan Brondong, Kabupaten Lamongan, Provinsi Jawa Timur), (Surakarta: Universitas Muhammadiyah Surakarta, 2015).

Saputra Aldian Anggi, ''Analisis Strategi Dinas Pariwisata Provinsi Riau dalam Pengelolaan Pariwisata di Provinsi Riau''. Skripsi Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau, 2020). Utami Lestari Nur „Auliya, Tinjauan Hukum Ekonomi Syariah Pada Praktek Perjanjian Kerjasama Usaha Konveksi Lisan (Studi Kasus di Desa Cingcin Kecamatan Soreang Kabupaten Bandung), (Bandung: Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandug, 2021). Wahyuni ​​​​​​​​Tri Ambar Insan, Tinjauan Hukum Ekonomi Syariah pada Praktek Perjanjian Kerjasama Bersyarat antara Petani Tomat dan Pemilik Modal di Desa Mamben Baru Kecamatan Waanasaba Kabupaten Lombok Timur, (Mataram: Universitas Islam Negeri Mataram, 2020 ).

Gambar

Tabel 2.1  Penelitian Terdahulu

Referensi

Dokumen terkait

Kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian mengenai perjanjian sewa- menyewa alat musik dan sound system di Surakarta yaitu: Pertama, bahwa perjanjian sewa-menyewa alat musik dan

Dilihat dari segi pelaksanaannya, akad yang digunakan pada bisnis pemancingan Pancingan Sejuta tidak termasuk pada akad jual beli dengan obyek ikan atau akad sewa menyewa

Kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian mengenai perjanjian sewa- menyewa alat musik dan sound system di Surakarta yaitu: Pertama, bahwa perjanjian sewa-menyewa alat musik dan

QS.. 80 jual beli), penyewa dan pemberi sewa (dalam akad sewa - menyewa). Shighat akad adalah sesuatu yang disandarkan dari dua pihak yang berakad yang menunjukkan atas apa

Pangean menggunakan akad ija>rah, yaitu perjanjian sewa menyewa antara pihak pengelolah pasar dengan para penyewa stand pasar yang notabene adalah penduduk

Ijab qabul atau shigat yang diucapkan dalam akad sewa menyewa dekorasi resepsi pernikahan pada April Wedding, dilakukan secara langsung yaitu menggunakan lisan ucapan, dan saling

Analisa kondisi wanprestasi pada akad sewa menyewa indekos pada masa Pandemi Covid- 19 Pada akad sewa menyewa di Desa Jayaraga ini pengingkaran janji yang terjadi adalah pemutusan

Berdasarkan uraian diatas, maka penulis merasa tertarik untuk membahas secara mendalam terkait akad atau perjanjian praktik sewa menyewa pohon jeruk pamelo yang terjadi di kalangan