• Tidak ada hasil yang ditemukan

tinjauan hukum ekonomi syariah terhadap

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan "tinjauan hukum ekonomi syariah terhadap"

Copied!
95
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Salah satunya adalah pengembangan bank sampah Bintang Sejahtera NTB tahun ini yang menyasar 50 desa miskin di NTB. LSM dan pemerintah harus bekerja sama untuk mengatasi masalah ini,” kata Direktur Bank Sampah Bintang Sejahtera, NTB.

Rumusan Masalah

Tujuan dan Manfaat

Kajian hukum ekonomi syariah penyelesaian pembiayaan bermasalah di Bank Sampah Bintang Sejahtera Desa Tanak Awu Kecamatan Pujut Kabupaten Lombok Tengah. Menjelaskan revisi undang-undang ekonomi syariah atas praktik pembiayaan bermasalah di Bank Sampah Bintang Sejahtera di Desa Tanak Awu Kecamatan Pujut Kabupaten Lombok Tengah.

Ruang Lingkup dan Setting Penelitian

Sedangkan penelitian yang peneliti kaji berkaitan dengan bagaimana praktik penyelesaian masalah pembiayaan dan tinjauan hukum ekonomi syariah pada praktik pembiayaan bermasalah di Bank Sampah Bintang Sejahtera di Desa Tanak Awu Kecamatan Pujut Kabupaten Lombok Tengah. Lombok Tengah dan Analisis Hukum Ekonomi Syariah Terhadap Praktik Pembiayaan Bermasalah Pada Bank Sampah Bintang Sejahtera Desa Tanak Awu Kecamatan Pujut Kabupaten. Praktek Penyelesaian Keuangan Tertekan Bank Sampah Bintang Sejahtera dan Penyelesaian Keuangan Tertekan Klien Bintang Sejahtera dan Penyelesaian Keuangan Tertekan.

Pembiayaan bermasalah yang terjadi di Bank Sampah Bintang Sejahtera disebabkan oleh nasabah yang meminjam uang dan menunggak pembayaran utangnya hingga melewati jangka waktu atau jatuh tempo tertentu. Penyelesaian pembiayaan bermasalah yang terjadi di Bank Sampah Bintang Sejahtera dilakukan dalam beberapa tahapan: Seperti yang dikatakan Syawaludin pemilik Bank Sampah Bintang Sejahtera: penyelesaian pembiayaan bermasalah yang terjadi di Bank Sampah Bintang Sejahtera.

Analisis Sulitnya Penyelesaian Pembiayaan Bank Sampah di Desa Tanak Awu Kecamatan Pujut Kabupaten Lombok Sampah di Desa Tanak Awu Kecamatan Pujut Kabupaten Lombok Tengah. Pada bagian ini pembahasan difokuskan pada analisis pembiayaan bermasalah dan cara penyelesaian pembiayaan bermasalah pada Bank Sampah Desa Tanak Awu. Penjelasan peneliti di atas mengenai analisis penyelesaian pembiayaan yang sulit di Bank Sampah Bintang Sejahtera dapat terpenuhi dengan baik.

Telaah Fustaka

Kerangka Teoritik

Pembiayaan merupakan salah satu fungsi bank yang sangat penting, yaitu memberikan fasilitas pembiayaan kepada pihak-pihak yang berada dalam unit defisit. Dari definisi tersebut juga dapat dilihat bahwa dalam mudharabah terdapat dua pihak yang berikrar untuk bekerja sama dalam suatu ikatan kemitraan. Salah satu pihak adalah pihak yang menyediakan uang untuk berinvestasi dalam kemitraan, yang disebut shahib al-mal atau rabull-maal, sedangkan pihak lain menyediakan pikiran, tenaga dan waktu untuk mengelola usaha bersama, yang disebut mudharib. .

Jika terdapat tunggakan pembiayaan cicilan pokok dan/atau marjin yaitu lewat jatuh tempo 180 hari sampai dengan 270 hari. Jika ada tunggakan pembayaran pokok dan/atau margin yang melewati 270 hari, dan tidak ada dokumentasi perjanjian debitur dan pengikatan agunan19. Kredit dalam perhatian khusus, yaitu apabila memenuhi kriteria sebagai berikut: 1) Kegiatan usaha memiliki potensi pertumbuhan yang terbatas 2) Terdapat tunggakan pembayaran pokok dan/atau bunga.

Dari definisi tersebut juga dapat dilihat bahwa dalam mudharabah terdapat dua pihak yang berjanji untuk bekerja sama dalam suatu hubungan kemitraan.

Metodologi Penelitian

Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data manusia atau biasa disebut informan. Narasumber yang diwawancarai adalah pemilik perusahaan bank sampah dan karyawan perusahaan tersebut. Data primer yaitu data hasil wawancara diperoleh langsung dari sumber pertama yaitu: pengusaha, sekretaris, bendahara, pegawai, dari gudang bank sampah.

Dalam hal ini mengenai masalah yang akan diteliti terkait dengan praktik Penyelesaian Pembiayaan Bermasalah, dan data nasabah pemberi pinjaman bermasalah, di Bank Sampah Bintang Sejahtera”. File sekunder yaitu data yang diperoleh dari buku-buku literatur yang berkaitan dengan fokus penelitian pada praktik Penyelesaian Pembiayaan Bermasalah dan data nasabah yang melakukan pembiayaan bermasalah, Bank Sampah Bintang Sejahtera. Dan tujuan peneliti wawancara untuk mendapatkan data tentang praktek pelaksanaan pembiayaan, praktek pembiayaan bermasalah, praktek solusi penyelesaian pembiayaan bermasalah di PT Bank Sampah Bintang Sejahtera, dan peneliti wawancara yaitu direktur pemilik usaha Bank Sampah, usaha sekretaris, kasir, karyawan dan pelaku kriminal seperti pemulung yang menjadi nasabah bermasalah di Bank Sampah Bintang Sejahtera.

Triangulasi dalam penelitian ini adalah verifikasi data tertentu dengan cara membandingkan data yang diperoleh dengan sumbernya.

Sistematika Pembahasan

GAMBARAN UMUM DESA TANAK DAN PRAKTEK

Gambaran Umum Desa Tanak Awu

  • Sejarah Lingkungan Tanak Awu
  • Keadaan Gegrafis
  • Keadaan Demografis

Dulu, banyak warga desa Tanak Awu yang tidak setuju dengan pembangunan Bandara Internasional Lombok. Bahkan, masyarakat desa Tanak Awu juga melakukan perang antara orang yang setuju dan tidak setuju, dan juga bentrok dengan polisi, dan setelah itu, seiring berjalannya waktu. , masyarakat berangsur-angsur setuju, juga dengan dibangunnya Bandara Internasional Lombok. Tanak Awu memiliki berbagai corak kesenian, dan berbagai macam cara yang biasanya disebut adat, dan kini di desa Tanak Awu banyak perubahan yang belum diketahui oleh orang lain, dan juga sekarang berdirinya toko pelelangan mutiara di dalamnya. di seluruh Indonesia juga terdapat banyak sekolah dasar dan menengah di desa Tanak Awu. Adat begave misalnya ada orang yang lama menikah disebut malam begave, ini nama adat begave masyarakat lombok, begitu juga di desa Tanak Awu.

Dan di desa Tanak Awu terdapat berbagai macam kesenian, seperti Mensensek, Sengek adalah pembuatan lagu; Desa Tanak Awu Kecamatan Pujut memiliki luas 761.0000 ha yaitu dari luas Sawah, Tegal/ Sawah, Pemukiman, Pekarangan, Lahan Rawa, Lahan Pasang Surut, Lahan Gambut, Situ/ Waduk/ Danau, Perkebunan, Tanah khazanah desa, fasilitas umum, hutan. Desa Tanak Awu memiliki 10 RT, Desa Tanak Awu merupakan desa yang memiliki kepadatan penduduk yang cukup tinggi.

Menurut kepala desa Tanak Awu, hal ini disebabkan tingginya angka kelahiran dan akibat menikah di usia muda.

Tabel di atas menunjukan bahwa penduduk yang berlatar belakang  SD,  SMP,  SMA  dan  Perguruan  Tinggi  dari  tahun  ketahun  akan  semakin  bertambah
Tabel di atas menunjukan bahwa penduduk yang berlatar belakang SD, SMP, SMA dan Perguruan Tinggi dari tahun ketahun akan semakin bertambah

Praktek Penyelesaian Pembiayaan Bermasalah Pada Bank

  • Penyebab Terjadinya Pembiayaan Bermasalah
  • Cara Penyelesaian Pembiayaan Bermasalah

Karena nasabah yang meminjam uang di bank sampah Bintang Sejahtera malah menjual sampahnya di tempat lain, tidak sesuai kesepakatan awal untuk menyetorkan semua sampahnya di bank sampah untuk melunasi hutang pinjaman. Dan ada juga nasabah yang sama sekali tidak melunasi utangnya dikarenakan beberapa hal, dan hal inilah yang membuat pembiayaan bermasalah di Bintang Sejahtera Skraldebank. Pelanggan terlalu banyak meminjam uang dari bank sampah dalam jumlah besar sehingga mereka tidak dapat membayar hutang.

Tahap kedua yang dilakukan yaitu: pihak bank sampah memberikan keringanan kepada nasabah yaitu diberikan perpanjangan waktu kepada nasabah yang meminjam uang ke Bank Sampah Bintang Sejahtera untuk melunasi hutang yang dipinjam nasabah. 68 Watoni, Wawancara, Sekretaris Bank Sampah Bintang Sejahtera, 19 Juli 2019. Nasabah tidak menyetor semua sampahnya untuk membayar utang ke Bank Sampah, melainkan menjualnya di tempat lain. Seperti yang juga diungkapkan oleh Dedy selaku nasabah yaitu : tiang wah sidak kepeng bocor Bank Sampah Bintang Sejahtera, arak 300 Rp.

Dengan hadirnya Bank Sampah Bintang Sejahtera, Solatiah merasa sangat terbantu karena menyediakan banyak kebutuhan pokok lainnya.

TINJAUAN HUKUM EKONOMI SYARIAH TERHADAP

Analisis terhadap Penyelesaian Pembiayaan Bermasalah

Apabila terjadi pembiayaan bermasalah di Bank Sampah Bintang Sejahtera, yaitu: pihak bank akan bertemu langsung dengan nasabah yang bersangkutan, nasabah wanprestasi yang pernah meminjam uang ke Bank Sampah Bintang Sejahtera, untuk membicarakan apakah nasabah dapat mengembalikan uang pinjamannya. Pelanggan dan Bank Sampah Bintang Sejahtera, pelanggan bermasalah adalah orang dewasa, matang dan memiliki kecerdasan feminin dan maskulin. Dan pihak-pihak yang terlibat dalam praktik pemecahan masalah pembiayaan Bank Sampah Bintang Sejahtera, yang harus terdiri dari pemilik usaha Bank Sampah, nasabah dan pihak lain yang terlibat dalam praktik pemecahan masalah pembiayaan tersebut.

Berdasarkan temuan penelitian pada bab pemaparan data dan temuan mengenai analisis Tinjauan Hukum Ekonomi Syariah terhadap praktik penyelesaian pembiayaan bermasalah di Bank Sampah Bintang Sejahtera Desa Tanak Awu Kecamatan. Konsep dalam penyelesaian pembiayaan bermasalah mengatakan bahwa ada dua pihak yang saling membutuhkan melalui proses pinjam meminjam dengan pihak pertama dengan pemilik Bank Sampah dan pihak kedua disebut nasabah. Akan ada rasa tanggung jawab di hati pelanggan dan pemilik bisnis di Skraldebanken.

Tri Budi prayitno https://diskominfotik.ntbprov.go.Id/content/aksi-bank-sampah-bintang-sejahtera-ntb, diakses pada tanggal 20 Februari 2019.

KESIMPULAN

Kesimpulan

Bintang Sejahtera Bintang Bintang Sejahtera Praktek pembiayaan bank sampah yang bermasalah disebabkan oleh nasabah yang meminjam dan terlambat membayar hutang, untuk mengembalikan uang yang dipinjam dari nasabah yaitu dengan sampah yang setiap hari disetorkan ke Bank Sampah. secara berkala dan apabila nasabah belum dapat melunasi utangnya sampai dengan jatuh tempo atau tunggakan pembayaran utang maka bank sampah bertemu langsung dengan nasabah yang bersangkutan, untuk mencegah penyelesaian pembiayaan bermasalah di bank sampah . . Tahapan ini dilakukan jika nasabah tidak mampu memenuhi kewajibannya untuk membayar utang yang dipinjamnya setelah jangka waktu atau jatuh tempo. Tahapan ketiga yang dilakukan adalah: jika nasabah samapah tidak dapat membayar hutangnya kepada bank samapah, hal tersebut disebabkan oleh beberapa hal, maka bank sampah bertemu dengan nasabah untuk membicarakan masalah hutang yang dipinjam dari nasabah tersebut di cara yang baik atau dengan cara kekeluargaan dan seperti yang didefinisikan dalam Islam.

Selagi kepuasan, keadilan dan keadilan dikaitkan dengan proses hukum syarak dan peminjaman dan peminjaman, dan berkenaan dengan penyelesaian pembiayaan yang bermasalah, tidak ada unsur kepalsuan dan kezaliman dan bentuk urus niaga adalah dibenarkan.

Saran

Bagi nasabah yang telah melakukan praktik penyelesaian pembiayaan bermasalah di bank sampah, bahwa dalam melakukan pinjam meminjam harus selalu memperhatikan prinsip-prinsip yang diajarkan dalam Islam, agar tidak terjerumus pada hal-hal yang dilarang oleh Islam. Agar masyarakat selalu menjaga kebersihan alam dan lingkungan yang bersih, hijau dan sehat, dari sampah yang berserakan dimana-mana yang merusak alam dan lingkungan sekitar. Abdul Aziz Muhammad Azam, Sistem Transaksi Fiqh Muamalah dalam Fikih Islam, Jakarta: Grafik Sinar Offset, Cet.

Anis Mufarrihah Nurrasidah, Strategi Penyelesaian Pembiayaan Bermasalah Dalam Studi Kasus Pembiayaan Murabahah KJKS BMT Kube Colomadu Sejahter, (Disertasi FS Agama Islam UIN Mahammadiyah Surakarta, 2016) Bagong Suyanto dan Sutinah, Metodologi Penelitian Sosial, Jakarta: Kencana. Devita Ayu Safitri, Strategi Penyelesaian Pembiayaan Bermasalah Pada Koperasi BMT Syariah Makmur Bandar Lampung, (Disertasi, Hukum FS, Universitas Lampung Bandar Lampung, 2017). Lisa, Apriani Strategi Penyelesaian Pembiayaan Bermasalah Terhadap Akad Mudharabah Dalam Perspektif Ekonomi Kajian Hukum Ekonomi Syariah Pada Bank Pembiayaan Rakyat Syariah Di Bandar Lampung, (Disertasi, FS FBI UIN Raden Intan Lampung, 2017).

Gambar

Tabel 1 Keadaan penduduk berdasarkan usia penduduk di desa Tanak Awu  Kecamatan Pujut
Tabel di atas menunjukan bahwa penduduk yang berlatar belakang  SD,  SMP,  SMA  dan  Perguruan  Tinggi  dari  tahun  ketahun  akan  semakin  bertambah

Referensi

Dokumen terkait

Dikutip dari Faturrahman Djamil, Penyelesaian Pembiayaan Bermasalah Di Bank Syariah, (Jakarta: Sinar Grafika, 2014), h.136.. Dewasa ini, perkembangan hubungan hukum di masyarakat