• Tidak ada hasil yang ditemukan

tinjauan hukum islam terhadap penagihan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "tinjauan hukum islam terhadap penagihan"

Copied!
86
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Rumusan Masalah

Bagaimana penerapan penagihan angsuran pada sistem pinjam meminjam di Koperasi Beringin Jaya Desa Pulai Payung Kecamatan Ipuh Kabupaten Mukomuko. Apa Tinjauan Hukum Islam Terhadap Penagihan Dalam Sistem Pinjam Meminjam di Koperasi Beringin Jaya Desa Pulai Payung Kecamatan Ipuh Kabupaten Mukomuko.

Tujuan Penelitian

Kegunaan Penelitian

Bagi penulis dapat dijadikan bahan pertimbangan dalam memberikan saran dan masukan kepada koperasi Beringin Jaya. Bagi mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bengkulu, diharapkan hasil penelitian ini dapat dijadikan bahan referensi untuk penelitian selanjutnya.

Penelitian Terdahulu

Perbedaan pada jurnal diatas adalah membahas tentang penyalahgunaan keadaan dalam perjanjian pinjam meminjam uang yang dilakukan oleh rentenir, sedangkan yang diteliti adalah tentang penagihan dalam sistem pinjam meminjam uang di koperasi. 14Ahmad Arif Syarif, “Penyalahgunaan keadaan dalam perjanjian pinjam meminjam oleh rentenir”, Lex Renaissance Journal, vol.

Metode Penelitian

Subyek penelitian adalah sumber data yang peneliti gunakan untuk menunjang penelitian ini, dalam hal ini subjeknya adalah pengurus yang bertugas menagih angsuran dan peminjam di Koperasi Beringin Jaya Desa Pulai Payung Kecamatan Ipuh Kabupaten Mukomuko. Tujuan utama dari penelitian ini adalah implementasi invoice pada sistem pinjam meminjam di Koperasi Beringin Jaya Kecamatan Ipuh Kabupaten Mukomuko. Lokasi penelitian ini dilakukan di Koperasi Beringin Jaya, Desa Pulai Payung, Kecamatan Ipuh, Kabupaten Mukomuko.

Sumber data dalam penelitian adalah subyek dari mana data itu diperoleh,17 apabila penelitian itu menggunakan angket atau wawancara dalam pengumpulan datanya, maka sumber datanya disebut responden, yaitu orang-orang yang menjawab atau menanggapi pertanyaan peneliti, pertanyaan tertulis dan lisan. . Data primer adalah data yang dikumpulkan langsung dari sumber data pertama 18 Sumber data utama dalam penelitian ini adalah 5 Pengurus Koperasi yang berperan sebagai penagih angsuran dan peminjam di Koperasi Beringin Jaya. Data sekunder yaitu data yang diperoleh dari sumber tidak langsung berupa dokumentasi, arsip, buku-buku dan sumber internet yang berkaitan dengan teori-teori yang berkaitan dengan penelitian yang dilakukan.

Teknik pengumpulan data merupakan langkah yang paling strategis dalam penelitian, karena tujuan utama dalam penelitian adalah memperoleh data. Tanpa mengetahui adanya teknik pengumpulan data, peneliti tidak akan memperoleh data yang memenuhi standar data yang telah ditetapkan. Observasi adalah pengamatan terhadap suatu objek yang diteliti secara langsung maupun tidak langsung untuk memperoleh data yang akan dikumpulkan dalam penelitian.20 Penelitian ini dilakukan dengan cara observasi langsung, mengunjungi Koperasi Beringin Jaya di desa Pulai.

Sistematika Penulisan

KAJIAN TEORI

Al-Qardh

Al-Qardh dalam bahasa Arab artinya al-qath'u yang artinya sekeping, yaitu sekeping yang baik, arti sekeping adalah sekeping harta hutang yang nantinya akan diberikan kepada si peminjam. Dapat ditagih atau diminta kembali atau dengan kata lain meminjam tanpa mengharapkan imbalan apa pun. Al-Qardh menurut Kompilasi Hukum Ekonomi Syariah yaitu pemberian uang oleh lembaga keuangan syariah kepada muqtaridh yang mewajibkan debitur melakukan pembayaran berdasarkan waktu yang telah disepakati pada awal peminjaman. Al-Qardh adalah apa yang menjadi milik seseorang dan diberikan kepada orang lain dan kemudian dikembalikan secara layak menjadi miliknya.

Al-Qardh ialah pembayaran sesuatu yang bernilai untuk pembayaran balik yang tidak berbeza atau seimbang. 28Ismail Hannanong, “Al-Qardh Al-Hasan: Pinjaman Mudah dan Baik dalam Bank Islam,” Dictum Vol. Al-Qardh ialah harta yang diberikan oleh pemberi pinjaman (muqridh) kepada peminjam (muqtaridh) kemudian dikembalikan kepadanya (muqridh) sebagaimana yang diterimanya, apabila dia telah mampu membayarnya.

Dari penjelasan di atas bahwa Al-Qardh adalah suatu akad antara dua pihak dimana pihak pertama memberikan uang atau barang kepada pihak yang lain untuk digunakan dengan syarat uang atau barang tersebut harus dikembalikan sama seperti apa yang diterimanya dari pihak pertama. berpesta. Al-Qardh adalah suatu transaksi yang dibolehkan secara syariah melalui skema pinjam meminjam.32 Akad Al-Qardh adalah akad yang memfasilitasi transaksi peminjaman sejumlah dana tanpa membebankan bunga atas dana yang dipinjam dari nasabah atau peminjam. Al-qardh hendaknya dikuatkan dengan tulisan pihak yang meminjamkan, disaksikan oleh satu orang saksi laki-laki dan dua orang saksi perempuan.

Hak Kepemilikan

Secara etimologi, perkataan harta berasal daripada Arabal-melk, yang bermaksud pemilikan sesuatu Al-Melk juga bermaksud sesuatu yang dimiliki (harta). Ia bermaksud penguasaan seseorang terhadap sesuatu harta (barang atau perkhidmatan) yang membolehkannya mendapat manfaat dengan segala cara yang dibenarkan oleh syarak, sehingga orang lain tidak dibenarkan mengambil manfaat daripada harta tersebut kecuali dengan izinnya, dan mengikut bentuknya. daripada muamalah yang dibolehkan.39 . Ini bermakna perkara yang diberikan kepada seseorang adalah sepenuhnya di bawah kawalannya, sehingga orang lain tidak boleh bertindak dan mengambil kesempatan daripadanya.

Pemilik harta bebas melakukan perbuatan hukum atas harta miliknya, seperti jual beli, hibah, hibah, dan meminjamkan kepada orang lain sepanjang tidak dihalangi oleh syara. Contoh kendala syara’ antara lain adalah seseorang belum mampu berbuat secara hukum, misalnya anak-anak, orang gila, atau kehilangan kecakapan hukum, seperti orang yang mengalami kebangkrutan, sehingga dalam keadaan tertentu dalam hal-hal yang secara hukum mereka tidak dapat bertindak melawan harta benda mereka sendiri. Tawallud min Mamluk, yaitu segala sesuatu yang terjadi pada suatu benda yang dimiliki, menjadi hak orang yang memiliki benda tersebut.

Asas yang kedua, pemilikan atas barang-barang yang bukan milik orang lain atau merupakan hak milik yang pertama, maka terjadilah susu yang sempurna, penguasaan barang-barang dan sekaligus penggunaan barang-barang itu. Oleh karena itu, penghentian pemberian susu tidak dibenarkan secara syara', harus dalam akad atau taberru' (tanpa imbalan) atau dengan imbalan. Atas dasar ini syara mengharamkan sa’iba yaitu melepaskan atau meninggalkan hewan seseorang di tengah padang pasir tanpa menyerahkannya kepada orang lain, karena sa’iba adalah perbuatan yang mubazir.

GAMBARAN UMUM OBJEK PENELITIAN

  • Visi dan Misi Koperasi Simpan Pinjam Beringin Jaya
  • Struktur Organisasi Koperasi Beringin Jaya
  • Kegiatan Operasional Kerja Koperasi Beringin Jaya
  • Sejarah Masuknya Koperasi Beringin Jaya di Desa Pulai Payung

Namun sebagian besar dari mereka adalah pedagang (pelancong, pedagang sayur, warung kecil), hal inilah yang membuat Koperasi Beringin Jaya beroperasi di wilayah Desa Pulai Payung. Faktur dalam sistem pinjam meminjam pada Koperasi Beringin Jaya Desa Pulai Payung Kecamatan Ipuh Kabupaten Mukomuko. Arif, seorang pedagang mainan berusia 40 tahun, telah berdagang sejak tahun 2016 dan meminjam uang di Koperasi Beringin Jaya sejak tahun 2019.

Bapak Andi, seorang pedagang sepatu berusia 55 tahun, telah berdagang sejak tahun 2017 dan meminjam uang di Koperasi Beringin Jaya sejak tahun 2019. Tergantung rasio pelayanan dan penagihan angsuran dari Koperasi Beringin Jaya. Baik jika makannya lancar, buruk jika makannya tertunda. Hal serupa juga terjadi pada Pak Iswant, berusia 55 tahun, sudah berdagang sejak tahun 2015 dan meminjam uang di Koperasi Beringin Jaya sejak tahun 2018.

Kemudian Pak Abdul berumur 52 tahun sudah berdagang sejak tahun 2014 dan melakukan pinjam meminjam di Koperasi Beringin Jaya sejak tahun 2017. Lain lagi Bu Eti yang berumur 42 tahun sudah berdagang sejak tahun 2016. uang dari koperasi Beringin Jaya dari tahun 2020. Begitu pula dengan Ibu Lis yang berumur 38 tahun berdagang dari tahun 2017 dan menerima uang dari koperasi Beringin Jaya dari tahun 2020.

Dari hasil penjelasan diatas mengenai pelayanan dan penagihan uang angsuran pihak penagihan Koperasi Beringin Jaya selalu. Pelaksanaan penagihan angsuran pada Koperasi Beringin Jaya Desa Pulai Payung Kecamatan Ipuh Kabupaten Mukomuko tidak sesuai dengan syariat Islam, hal itu terjadi karena cara yang dilakukan Koperasi Beringin Jaya.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Tinjauan Hukum Islam Terhadap Penagihan Dalam Sistem Pinjam-

Pelaksanaan pinjam meminjam pada koperasi Beringin Jaya yaitu dalam perjanjian, pihak koperasi hanya memberitahukan kepada nasabah mengenai cara pembayaran dan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menagih angsuran, dan dalam perjanjian tidak disebutkan apakah angsuran tersebut macet dengan barang. Masyarakat juga lebih memilih untuk tetap meminjam uang di koperasi Beringin Jaya karena persyaratannya sederhana dan tidak melalui proses yang panjang seperti lembaga keuangan lainnya. Sehingga penagihan koperasi Beringin Jaya menimbulkan kerusakan, kehilangan atau unsur penganiayaan yang dapat berakibat pada peralihan hak milik secara batil (dharar).

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan bahwa nasabah yang ingin melakukan pinjaman pada Koperasi Beringin Jaya akan diberikan syarat kepada nasabah tersebut dan yang ditentukan oleh pihak koperasi seperti jaminan berupa fotokopi buku nikah asli- KTP dan sepeda motor. BPKB untuk setiap pinjaman dengan bunga 10% dan batasan pembayaran di koperasi Beringin Jaya dapat dilakukan dalam waktu 30 hari sesuai kesepakatan. Berdasarkan hasil penelitian, metode penagihan dalam pinjam meminjam pada koperasi Beringin Jaya tidak sesuai dengan kaidah syariat Islam, apalagi menimbulkan kerugian bagi salah satu pihak. Dari pengaruh yang dijelaskan peneliti dalam Tinjauan Hukum Islam Terhadap Penagihan Pada Sistem Pinjam Meminjam Pada Koperasi Beringin Jaya Desa Pulai Payung Kecamatan Ipuh Kabupaten Mukomuko dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut.

Penerapan penagihan angsuran pada sistem pinjam meminjam pada Koperasi Beringin Jaya Desa Pulai Payung Kecamatan Ipuh Kabupaten Mukomuko merupakan sikap koperasi yang berorientasi pada pelayanan yang bertugas menagih angsuran dari pelanggan setiap harinya, koperasi kolektor tetap penjaminan secara paksa atas barang dagangan nasabah agar nasabah tidak terjebak membayar angsuran. Barang yang dibeli koperasi juga melebihi harga angsuran nasabah, dan dalam perjanjian sebelum pinjam meminjam dari koperasi tidak disebutkan bahwa bila kemudian terjadi gagal bayar maka koperasi berhak mengambil barang nasabah untuk disita. Bagi koperasi, khususnya pegawai yang bergerak di bidang penagihan angsuran, hendaknya berhenti mengambil paksa barang dagangan dari pelanggan jika ada unsur pemaksaan dan kerugian yang dialami pelanggan.

PENUTUP

Saran

Masyarakat di Desa Pulau Payung berharap pedagang yang meminjam uang ke koperasi konvensional akan menimbulkan paksaan dan kerugian bagi pelanggannya. Oleh karena itu, sebaiknya masyarakat meminjam uang pada LKS (Lembaga Keuangan Syariah) yang tidak menimbulkan paksaan atau kerugian bagi kedua belah pihak. Hannanong, Ismail, “Al-Qardh Al-Hasan: Pinjaman yang Menguntungkan dan Kebajikan di Bank Islam”, Diktum, Vol.

Syarif, Ahmad Arif, “Penyalahgunaan Keadaan dalam Perjanjian Pinjam Meminjam Uang dan Peminjaman Uang oleh Rentenir”, Jurnal Lex Renaissance, Vol. Erna, “Kegiatan simpan pinjam pada koperasi Kajian Fiqih Muamalah dan UU No. 17 Tahun 2012 (studi pada Koperasi Terima Kasih Jl. Fitriani, Laila, “Pelaksanaan pinjam meminjam uang dalam perspektif ekonomi syariah (studi kasus di Nursery Masyarakat Petani di Kecamatan Tambang) Kabupaten Kampar)”, Universitas Islam Sultan Syarif Kasim: Skripsi, Fakultas Ekonomi Islam, 2010.

Nasution, Abdul Munir, “Penyelesaian Kredit Macet Pada Koperasi Syari’ah Ummahat Al Kaffah Kota Binjai”, Universitas Sumatera Utara: Skripsi, Fakultas Hukum, 2018. Sari, Desi Permata, “Perilaku Nasabah dalam Menyelesaikan Angsuran Pembiayaan di Tabungan dan Koperasi Peminjaman (KSP) ) Unit Pelayanan Al-Barokah Komplek Perumahan Talang Kelapa dalam perspektif.

Referensi

Dokumen terkait

Figure 1 Correlations of stirring time to: a distribution coefficient; b separation factor; and c extraction efficiency of Y, Gd, and Dy Figure 1a shows that the distribution