• Tidak ada hasil yang ditemukan

TINJAUAN PUSTAKA Profitabilitas

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "TINJAUAN PUSTAKA Profitabilitas"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

TINJAUAN PUSTAKA

Profitabilitas

Profitabilitas adalah ukuran kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dan mengukur tingkat efisiensi operasional dan efisiensi dalam menggunakan aset (Dhani & Utama, 2017). Perusahaan yang menguntungkan adalah perusahaan yang disukai oleh investor. Hal ini dikarenakan investor selalu berusaha untuk mendapatkan keuntungan dari investasi yang ditanamnya. Perusahaan dengan profit yang tinggi akan lebih bernilai di mata investor.

Return On Assets (ROA) menunjukkan kemampuan perusahaan dengan menggunakan seluruh aktiva yang dimiliki untuk menghasilkan laba setelah pajak.

Rasio ini penting bagi pihak manajemen untuk mengevaluasi efekstivitas dan efisiensi manajemen perusahaan dalam mengelola seluruh aktiva perusahaan.

Semakin tinggi rasio tersebut, maka semakin baik juga kinerja dari perusahaan dalam menggunakan aset untuk memperoleh laba bersih. Tingkat profitabilitas perusahaan berpengaruh negatif terhadap tarif pajak efektif karena semakin efisien perusahaan, maka semakin sedikit pajak yang akan dibayarkan oleh perusahaan sehingga tarif pajak efektif perusahaan akan semakin rendah. Perusahaan dengan profitabilitas yang tinggi otomatis akan menanggung beban pajak yang tinggi pula. Hal ini mendorong perusahaan untuk melakukan aktivitas agresivitas pajak, agar pajak tersebut tidak terlalu mengurangi banyak keuntungan yang diperoleh perusahaan (Yani, 2016).

Leverage

Leverage merupakan suatu rasio yang digunakan untuk menilai seberapa rasio yang digunakan untuk menilai seberapa besar aset perusahaan yang dibiayai dengan menggunakan hutang. Perusahaan yang lebih banyak asetnya dibiayai oleh hutang cenderung akan melakukan tindakan menaikkan jumlah laba yang diperoleh akibat tingginya beban bunga (Periode, 2018).

Dengan tingginya rasio leverage menunjukkan bahwa perusahaan tidak solvable, artinya total hutangnya lebih besar dibandingkan dengan total asetnya.

Karena leverage merupakan rasio yang menghitung seberapa jauh dana yang disediakan oleh kreditur, juga sebagai rasio yang membandingkan total hutang terhadap keseluruhan aktiva suatu perusahaan (Lisa, 2018).

(2)

Pasal 6 ayat (1) huruf a UU No. 36 Tahun 2008 mengatur bahwa bunga merupakan bagian dari beban usaha yang dapat dikurangkan sebagai biaya (tax deductible) dalam proses perhitungan PPh (pajak penghasilan) Badan. Semakin tinggi kewajiban yang dimiliki perusahaan maka semakin rendah pula beban pajaknya karena meningkatnya unsur biaya usaha dan pengurangan tersebut sangat berarti bagi perusahaan yang terkena beban pajak yang besar. Oleh karena itu, semakin tinggi tingkat bunga maka akan semakin besar profit yang diperoleh perusahaan dari penggunaan hutang (Purwanto, 2016).

Kinerja Pasar

Perusahaan yang dapat menggunakan sumber daya yang dimilikinya secara efisien dan efektif akan mampu menghasilkan keunggulan kompetitif.

Perusahaan dapat menjadi unggul dibandingkan dengan perusahaan lain berkat adanya keunggulan kompetitif tersebut. Hal ini juga berpengaruh pada meningkatkan pandangan pasar pada perusahaan dan keunggulan yang kompetitif dikarenakan dimikinya pengaruh langsung pada kinerja pasar di dalam nilai perusahaan yang semakin baik.

Desi Natalya (2018) mengemukakan dalam penelitiannya bahwa pengaturan perencanaan pajak dapat mengakibatkan penurunan kinerja pasar dalam sebuah nilai perusahaan ketika manajer memiliki kesempatan untuk meminimalkan laporan laba akuntansi dan insentif untuk menurunkan kewajiban pajak penghasilan badan dengan menurunkan penghasilan kena pajak. Hal ini karena, manajer menutupi perencanaan pajak yang telah dilakukannya kepada pemegang saham.

Agresivitas Pajak

Tindakan agresivitas pajak yang mana tindakan tersebut dilakukan dengan cara meminimalisasi jumlah kena pajak yang didapat perusahaan merupakan hal yang sering terjadi pada perusahaan-perusahaan besar saat ini (Kuriah & Asyik, 2016). Menurut Novitasari et al. (2016), agresivitas pajak merupakan suatu tindakan untuk mengurangi penghasilan kena pajaknya melalui perencanaan pajak baik secara legal maupun ilegal guna mengecilkan beban pajaknya. Karena bagi perusahaan dengan beban pajak yang tinggi akan mengurangi keuntungan yang

(3)

diperoleh perusahaan.

Agresivitas pajak akan diukur dengan Effective Tax Rate (ETR). ETR bertujuan untuk melihat beban pajak yang dibayarkan dalam tahun berjalan, yang didalamnya mengandung beban pajak kini dan beban pajak tangguhan.

Penggunaan proksi ETR untuk mengukur agresivitas pajak diharapkan mampu memberikan gambaran menyeluruh mengenai perubahan beban pajak (Sejati &

Prasetianingrum, 2019).

Pengaruh Profitabilitas Terhadap Agresivitas Pajak

Perusahaan melihat pajak sebagai beban yang dapat mengurangi profit perusahaan. Oleh karena itu perusahaan diprediksi melakukan tindakan yang dapat mengurangi beban pajak perusahaan. Profitabilitas menggambarkan bagaimana efektivitas manajemen perusahaan dalam mengelola perusahaan untuk mencapai target yang telah ditetapkan perusahaan.

Nilai return on assets (ROA) merupakan satu indikator bagi perusahaan dalam pencapaian laba perusahaan, sehingga perusahaan yang memiliki kesempatan untuk memposisikan diri dalam tax planning dapat mengurangi jumlah beban pajak. Hubungan antara profitabilitas dengan agresivitas pajak bersadarkan riset sebelumnya menunjukkan adanya pengaruh negatif ROA terhadap agresivitas pajak. Artinya semakin tinggi ROA, semakin rendah penghindaran pajak yang dilakukan perusahaan.

Hal ini diperkuat dari hasil penelitian dari Hidayat (2018), yang menyimpulkan profitabilitas berpengaruh negatif terhadap agresivitas pajak. Dari uraian tersebut, maka dapat dirumuskan hipotesis sebagi berikut:

H1 = profitabilitas berpengaruh negatif terhadap agresivitas pajak

Pengaruh Leverage Terhadap Agresivitas Pajak

Rasio leverage merupakan ukuran kinerja pada perusahaan terhadap kewajiban jangka panjang. Dalam sistem pendanaan perusahaan, sering terjadi konflik antara pihak principal dan agen. Ada kemungkinan bahwa pihak principal tidak menyetujui adanya aktivitas penambahan dana sehingga pihak agen perlu bekerja keras untuk menutupi seluruh sistem pendanaan untuk kegiatan perusahaan dengan meminjam dana dari pihak luar. Bagi perusahaan yang memiliki kewajiban yang

(4)

tinggi, maka laba kena pajak akan berkurang karena meningkatnya insentis pajak atas bunga utang yang semakin besar. Hal ini memunculkan alasan mengapa perusahaan meningkatkan penggunaan hutang. (Sari & Rahayu, 2020).

Amalia (2021), mengatakan leverage berpengaruh pada praktik penghindaran pajak. Pengaruh antara leverage dalam praktik penghindaran pajak dikarenakan dengan adanya tingkat utang yang akan menimbulkan beban bunga dan dapat mengurangi laba sebelum kena pajak suatu perusahaan, sehingga beban pajak yang akan dibayar akan berkurang tanpa harus melakukan praktik penghindaran pajak. berdarkan uraian diatas maka dapat dirumuskan hipotesis sebagai berikut:

H2 = leverage berpengaruh positif terhadap agresivitas pajak

Moderasi Kinerja Pasar Atas Hubungan Profitabilitas Terhadap Agresivitas Pajak

Kemampuan sebuah perusahaan menghasilkan keuntungan disebut sebagai profitabilitas. Return On Assets (ROA) adalah salah satu instrumen yang dapat digunakan untuk mengukur profitabilitas perusahaan. ROA adalah rasio untuk mengukur kemampuan manajemen untuk menghasilkan laba dari pengelolaan aset. Selanjutnya ukuran perusahaan adalah suatu skla yang dapat mengkasifikasikan perusahaan menjadi perusahaan besar dan kecil menurut berbagai cara seperti total aktiva dan tingkat penjualan. Perusahaan yang masuk dalam kelompok perusahaan besar akan lebih bisa dalam menghasilkan laba dan stabil dibandingan dengan perusahaan yang berukuran kecil. Keuntungan tinggi yang diperoleh akan menyebabkan kewajiban pajak yang ditanggung perusahaan membesar sehingga ada kecenderungan perusahaan melakukan praktik penghindaran pajak. Selain itu, perusahaan yang masuk kedalam kelompok besar juga cenderung memiliki sumber daya yang baik untuk mengelola beban pajaknya. Perusahaan yang berskala kecil cenderung memiliki sumber daya manusia yang tidak memadai untuk memanfaatkan kelemahan pajak guna menghindari kewajiban pajak penghasilan tinggi yang akan ditanggung perusahaan. Kinerja pasar, Profitablilitas dan Agresivitas Pajak memiliki hubungan langsung dan signifikan.

H3 = Kinerja Pasar secara signifikan memoderasi Hubungan Profitabilitas Terhadap Agresivitas Pajak

(5)

Moderasi Kinerja Pasar Atas Hubungan Leverage Terhadap Agresivitas Pajak Untuk menunjukkan kemampuan sebuah perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka panjangnya perusahaan dapat menggunakan rasio leverage.

Ketika sumber keuangan perusahaan berkurang, hal ini dapat memicu terjadinya perselisihan antara prinsipal dan agen. Ada kemungkinan pihak prinsipal tidak menyetujui permintaan manajemen untuk kebutuhan perusahaan, sehingga dalam hal ini manajemen harus berhutang untuk memenuhi kebutuhan perusahaan (Desi Natalya, 2018).

Perusahaan dengan struktur modalnya lebih banyak didominasi oleh hutang (leverage) daripada ekuitas memiliki nilai ETR (Tax agresivitas) yang lebih rendah dibandingkan perusahaan yang struktur modalnya lebih banyak didominasi oleh ekuitas. Hal tersebut terjadi karena beban bunga liabilitas dapat mengurangi pajak, sedangkan pembayaran dividen tidak dapat mengurangi pajak.

Adanya masalah diantara manajer dan pemegang saham disebut masalah agensi (agency problem).

Besar kecilnya suatu perusahaan sering dikaitkan dengan besar kecilnya jumlah hutang yang dimiliki perusahaan tersebut. Perusahaan besar yang memiliki hutang yang besar cenderung lebih berhati-hati dalam melakukan penghindaran terhadap pajak agar hal tersebut tidak menjadi sorotan pemerintah. Sehingga akan menimbulkan kecenderungan para manajer perusahaan untuk lebih berhati-hati dalam melakukan penghindaran pajak.

(Saputra et al., 2020) semakin besar perusahaan, maka perusahaan akan lebih mempertimbangkan risiko dalam hal mengelola beban pajaknya. Perusahaan besar lebih memanfaatkan pembiayaan yang berasal dari hutang perusahaan dari pada menggunakan sumber daya perusahaan. Kinerja pasar, Leverage dan Agresivitas Pajak memiliki hubungan langsung dan signifikan.

H4 = Kinerja Pasar mampu memoderasi hubungan Leverage terhadap Agresivitas Pajak.

Referensi

Dokumen terkait

bunga dan pajak (EBIT) dengan beban bunga. Rasio ini mengukur seberapa jauh laba bisa berkurang tanpa menyulitkan perusahaan dalam memenuhi kewajiban membayar bunga tahunan.

Leverage adalah rasio yang digunakan untuk mengukur sejauh mana aktiva perusahaan dibiayai oleh utang, artinya seberapa besar beban utang yang ditanggung

Pengaruh Ketidakpastian Lingkungan terhadap Penghindaran Pajak Penghindaran pajak dengan mengurangi beban pajak melibatkan ketidakpastian akan strategi perencanaan pajak

ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh ukuran perusahaan, profitabilitas, leverage, manajemen laba terhadap penghindaran pajak

Rasio leverage yang tinggi dari suatu perusahaan akan lebih diminati oleh investor karena bunga dari hutang dapat mengurangi beban pajak, sehingga investor banyak

Beban bunga yang ditanggung perusahaan dihitung melalui laba bersih sebelum bunga dan pajak perusahaan sehingga apabila beban perusahaan cukup tinggi maka laba

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh leverage, kepemilikan institusional, dan ukuran perusahaan terhadap penghindaran pajak pada perusahaan manufaktur yang

Maka kepemilikan publik akan memiliki pengaruh positif terhadap penghindaran pajak karena pajak merupakan beban yang akan mengurangi laba perusahaan.. Manajemen pajak atau