• Tidak ada hasil yang ditemukan

toleransi umat beragama dan pengaruhnya terhadap

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "toleransi umat beragama dan pengaruhnya terhadap"

Copied!
93
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Namun kerukunan dan keharmonisan antar umat beragama hanya bisa terwujud jika masing-masing umat menghormati toleransi. Dengan perspektif tersebut, yang ingin penulis sampaikan adalah bahwa toleransi antar umat beragama sangat berpengaruh dalam masyarakat.

Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang diatas maka penulis akan memaparkan penelitian ini dalam sebuah proposal yang berjudul “Toleransi Beragama dan Pengaruhnya Terhadap Kerukunan Masyarakat di Desa Tendakinde Kecamatan Wolowae Kabupaten Nagekeo Nusa Tenggara Timur”. Adakah pengaruh toleransi beragama terhadap kerukunan masyarakat di Desa Tendakinde Kecamatan Wolowae Kabupaten Nagekeo Nusa Tenggara Timur?

Tujuan Penelitian

Manfaat Penelitian

Ha = Terdapat pengaruh toleransi beragama terhadap kerukunan masyarakat di Desa Tendakinde Kecamatan Wolowae Kabupaten Nagekeo Nusa Tenggara Timur. H0 = Tidak terdapat pengaruh toleransi beragama terhadap kerukunan masyarakat di Desa Tendakinde Kecamatan Wolowae Kabupaten Nagekeo Nusa Tenggara Timur. Lokasi penelitian ini akan dilakukan di Desa Tendakinde, Kecamatan Wolowae, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur.

Dalam hal ini data atau informasi mengenai toleransi beragama dan pengaruhnya terhadap kerukunan masyarakat di Desa Tendakinde Kecamatan Wolowae Kabupaten Nagekeo Nusa Tenggara Timur. Kuesioner ini berisi pertanyaan-pertanyaan yang ditujukan kepada masyarakat di Desa Tendakinde, Kecamatan Wolowae, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur yang menganut agama Islam dan Kristen. Desa Tendakinde merupakan salah satu desa yang berada di Kecamatan Wolowae, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur.

Bentuk Toleransi Beragama di Desa Tendakinde, Kecamatan Wolowae, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, Kecamatan Wolowae, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur. Hubungan antar umat beragama yang ada di desa Tendakinde adalah “lakumdiinukumwaliadiin”, artinya bagimu agamamu dan bagiku agamaku. Kerukunan Masyarakat di Desa Tendakinde, Kecamatan Wolowae, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur.

Pengaruh Toleransi Beragama Terhadap Kerukunan Masyarakat di Desa Tendakinde Kecamatan Wolowae Masyarakat di Desa Tendakinde Kecamatan Wolowae Kabupaten Nagekeo Nusa Tenggara Timur. Mencari nilai pengaruh antara toleransi antar umat beragama dengan kerukunan masyarakat di Desa Tendakinde Kecamatan Wolowae Kabupaten Nagekeo Nusa Tenggara Timur dalam bentuk tabel koefisien korelasi. Tabel Rxy sebesar 0,312 yang berarti terdapat pengaruh yang signifikan antara toleransi antar umat beragama terhadap kerukunan masyarakat di Desa Tendakinde Kecamatan Wolowae Kabupaten Nagekeo Nusa Tenggara Timur.

Tabel 3.1 Keadaan populasi penelitian
Tabel 3.1 Keadaan populasi penelitian

TINJAUAN PUSTAKA

Toleransi Beragama

  • Pengertian Toleransi Beragama
  • Prinsip Toleransi dalam Islam
  • Manfaat Toleransi Umat Beragama

Kerukunan Masyarakat

  • Pengertian Kerukunan Masyarakat
  • Aspek-aspek Kerukunan dalam Masyarakat

23 Sudjangi, dkk, Kumpulan Peraturan Perundang-undangan tentang Kerukunan Umat Beragama, Proyek Peningkatan Kerukunan Umat Beragama (Jakarta: Departemen Agama, 1996), hal. Di satu sisi keberagaman tersebut sangat memperkaya dan menghidupkan kehidupan sosial masyarakat, namun di sisi lain ternyata keberagaman tersebut membawa potensi konflik yang cukup serius, misalnya saja konflik antar umat beragama. Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa keharmonisan sosial adalah suatu keadaan atau kedudukan dimana para anggota masyarakat saling menghormati dan menghargai satu sama lain, hal ini menimbulkan rasa saling menghormati dan menghargai.

Singkatnya, keharmonisan dapat tercipta melalui 4 (empat) aspek yaitu keharmonisan dalam keluarga, keharmonisan dalam beragama, keharmonisan dalam masyarakat, dan keharmonisan dalam kebudayaan. Masyarakat Indonesia yang menganut agama berbeda-beda, tentunya toleransi antar umat beragama sangat diperlukan untuk meminimalisir konflik. Salah satunya adalah terciptanya Kerukunan Tri Umat Beragama yang meliputi: Kerukunan Internal Umat Beragama, Kerukunan Antar Umat Beragama, dan Kerukunan Antar Umat Beragama dengan Pemerintah.

Apabila kerukunan antar umat beragama terjalin dengan baik maka kehidupan bermasyarakat pun akan harmonis. Selain nilai dan norma, undang-undang UUD 45 dan peraturan pemerintah juga mampu menciptakan keharmonisan dalam masyarakat.

Hipotesis

Jenis Penelitian

Teknik wawancara ini digunakan peneliti untuk memperoleh informasi atau data pendukung yang terfokus pada masyarakat di Desa Tendakinde, Kecamatan Wolowae, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur. Gambaran Umum Desa Tendakinde, Kecamatan Wolowae, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur. Berdasarkan Tabel 4.2 terlihat bahwa jumlah penduduk di Desa Tendakinde yang dapat mengenyam pendidikan tinggi cukup besar, hingga perguruan tinggi/akademik yaitu sebanyak 166 jiwa.

Di Desa Tendakinde juga terdapat sarana ibadah yang digunakan masyarakat disana untuk beribadah. Bentuk toleransi antar umat beragama yang terjadi di Desa Tendakinde adalah mengikuti undangan menyambut acara-acara baru yang diadakan oleh masyarakat Katolik, menyukseskan kegiatan keagamaan seperti menjaga ketertiban dan keamanan bagi umat beragama yang merayakan hari raya seperti Natal bagi umat Katolik, Idul Fitri. al-Fitr. Fitri dan Idul Adha bagi umat Islam. Keharmonisan masyarakat di Desa Tendakinde terjalin baik dengan berbagai jenis kegiatan masyarakat yang telah berjalan sejak lama.

Jenis-jenis kegiatan masyarakat di Desa Tendakinde berikut ini merupakan hasil wawancara yang diperoleh dari informasi yang diberikan oleh Pak Madatua. Bentuk toleransi antar umat beragama yang terjadi di Desa Tendakinde adalah menghadiri undangan menyambut peristiwa baru umat Katolik, menyukseskan kegiatan keagamaan seperti menjaga ketertiban dan keamanan bagi umat beragama yang merayakan hari raya seperti Natal bagi umat Katolik, Idul Fitri. dan Idul Adha bagi umat Islam.

Lokasi dan Obyek Penelitian

Fokus Penelitian

Definisi Operasional Variabel

Populasi dan Sampel

Populasi adalah “suatu wilayah umum yang terdiri dari obyek/subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditentukan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya.”32. Timur terdiri dari tiga desa, antara lain Desa Kaburea, Desa Marilewa, dan Desa Raterunu yang berjumlah 1.503 jiwa. Sampel adalah “sebagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi”. 33 Pada dasarnya penentuan sampel dalam penelitian ini adalah memperoleh data atau keterangan mengenai suatu hal yang diteliti dengan cara memeriksa sebagian dari populasi yang telah dipilih dan dianggap mewakili seluruh populasi yang ada.

Sampel dalam penelitian ini berjumlah 40 orang yang terdiri dari umat Islam, Kristen Katolik, dan Kristen Protestan di Desa Kaburea Desa Tendakinde yang diambil sampelnya dengan menggunakan teknik purposive sampling. Purposive sampling merupakan teknik pengambilan sampel yang tidak acak, dimana peneliti menentukan pengambilan sampel dengan cara menentukan ciri-ciri tertentu yang sesuai dengan tujuan penelitian sehingga diharapkan dapat menjawab permasalahan penelitian.34.

Instrumen Penelitian

Kuesioner merupakan penelitian yang dilakukan dengan cara menanyakan beberapa pertanyaan yang kemudian diedarkan kepada masyarakat untuk keperluan penelitian. Kuesioner dipandang sebagai suatu teknik penelitian yang mempunyai banyak persamaan dengan wawancara, hanya saja dalam pelaksanaannya kuesioner dilakukan secara tertulis, sedangkan wawancara dilakukan secara lisan, oleh karena itu kuesioner sering juga disebut wawancara tertulis.

Teknik Pengumpulan Data

Kuesioner atau angket adalah “suatu metode pengumpulan data yang dilakukan dengan memberikan responden serangkaian pertanyaan atau pernyataan tertulis untuk dijawab”. 35 Dalam penelitian ini digunakan kuesioner untuk mengetahui toleransi beragama dan dampaknya terhadap kerukunan masyarakat. Disini peneliti mengumpulkan data melalui soal pilihan ganda dari responden yang berbeda yaitu masyarakat yang beragama Islam dan Kristen yang harus memilih salah satu alternatif jawaban yang benar. Wawancara yang sering juga disebut wawancara atau angket lisan adalah suatu dialog yang dilakukan pewawancara untuk memperoleh informasi dari orang yang diwawancarai.

Analisis Data Penelitian

Jumlah penduduk Desa Tendakinde yang menjadi tempat penelitian penyusunan skripsi ini berjumlah 1.503 jiwa, terdiri dari 360 kepala keluarga yang dibagi berdasarkan jenis kelamin yaitu 737 laki-laki dan 766 perempuan. Tabel 4.1 menunjukkan bahwa penduduk yang tinggal di Desa Tendakinde lebih banyak dihuni oleh perempuan dibandingkan laki-laki. Pendidikan merupakan aspek penting dalam kemajuan pemerintahan untuk menjamin masyarakat tidak mengalami keterbelakangan intelektual. Karena Desa Tendakinde didukung oleh perekonomian yang mapan, banyak penduduknya yang telah mengenyam pendidikan yang layak, meskipun ada pula yang memilih untuk segera bekerja. Hal ini terlihat dari data berikut.

Ditinjau dari agama yang dianut/dianut, masyarakat di Desa Tendakinde tergolong heterogen. Masyarakat yang merupakan campuran dari tiga suku yaitu suku Flores, Sunda dan Buton merupakan masyarakat pedesaan yang mempunyai kepercayaan atau agama yang berbeda-beda. Seperti dalam wawancara dengan imam masjid, Bpk. La Kaboi, tuturnya, salah satu bentuk toleransi antar umat beragama di desa ini adalah dengan saling membantu ketika ada warga masyarakat yang membutuhkan bantuan dan saling menyapa ketika bertemu di jalan. .36. Dalam silaturahmi ini berbagai materi bisa disampaikan, termasuk sentuhan kerukunan umat beragama. Hal ini ditegaskan karena penduduk di Desa Tendakinde sangat heterogen. Selain khutbah jumat, ceramah agama juga disampaikan pada khutbah Idul Fitri dan Idul Adha serta hari-hari besar lainnya.38.

Kegiatan para pemuda masjid di desa Tendakinde antara lain pengajian rutin di rumah warga, pembersihan masjid dan pengajian yang dilaksanakan sebulan sekali.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Gambaran Umum Desa Tendakinde Kecamatan Wolowae

Desa ini memiliki kode pos 86472 dengan luas 514,5 Ha/m2 dengan jumlah penduduk 1503 jiwa (737 laki-laki) dan (766 perempuan) Desa ini berpenduduk sebagian besar suku Flores.

Tabel 4.2 Jumlah penduduk berdasarkan tingkat pendidikan
Tabel 4.2 Jumlah penduduk berdasarkan tingkat pendidikan

Bentuk Toleransi Umat Beragama Di Desa Tendakinde

Hal-hal inilah yang terus membangun umat beragama di Desa Tendakinde, menumbuhkan rasa persaudaraan dan kasih sayang yang kuat untuk terus hidup damai dan harmonis. Bentuk toleransi yang dianut dalam masyarakat adalah saling menghargai, menghormati dan tidak membanding-bandingkan agama mana yang terbaik.37. Mereka hidup terpisah, tidak saling mengganggu dan hidup berdampingan dengan baik. Selain menjaga diri dan menghormati agama masing-masing, mereka juga merasa tidak diganggu oleh pemeluk agama lain.

Kerukunan Masyarakat Di Desa Tendakinde Kecamatan

Karang Taruna merupakan kegiatan remaja baik remaja putra maupun putri yang dilaksanakan setiap satu bulan sekali. Kegiatan ini tidak hanya diperuntukkan bagi remaja yang menganut agama Islam, namun juga bagi remaja yang beragama Kristen.

Pengaruh Toleransi Umat Beragama Terhadap

Mencari nilai nominal berdasarkan nilai total yang diperoleh dari hasil kuesioner, nilai yang diperoleh kemudian diklasifikasikan untuk mengetahui tingkat toleransi antar umat beragama dan keharmonisan sosial. Bagi peneliti selanjutnya yang ingin melakukan penelitian serupa hendaknya melakukan penelitian dan pengkajian lebih mendalam mengenai toleransi beragama dan kerukunan sosial. Jika yang dipilih menjadi kepala desa bukan orang yang Anda pilih, Anda menerima dan menghormatinya.

Tabel 4.6 Skore toleransi antar umat beragama
Tabel 4.6 Skore toleransi antar umat beragama

PENUTUP

Kesimpulan

Saran

Mampukah Anda menjaga persatuan dengan sikap toleran terhadap tetangga yang berbeda keyakinan?

Gambar 2. Wawancara bersama imam mesjid Nurul Islam Kaburea Dusun Kaburea Desa Tendakinde.
Gambar 2. Wawancara bersama imam mesjid Nurul Islam Kaburea Dusun Kaburea Desa Tendakinde.

Gambar

Tabel 3.1 Keadaan populasi penelitian
Tabel 4.2 Jumlah penduduk berdasarkan tingkat pendidikan
Tabel 4.3. Mata Pencaharian Penduduk
Tabel 4.4.Agama dan Kepercayaan
+7

Referensi

Dokumen terkait

From the viewpoint of many SME managers, this is the market that SMEs may easily enter, as shared by one SME owner: “I need skills to identify an agricultural export market that is

1 It is hereby declared that subject to this Act the provisions of" The Mining Acts, 1898 to 1955," "The Coal Mining Acts, 1925 to 1964," and "The Petroleum Acts, 1923 to 1962"