• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tugas 10 Design and Managing Distribution Channel

N/A
N/A
Urang Awak

Academic year: 2023

Membagikan "Tugas 10 Design and Managing Distribution Channel "

Copied!
15
0
0

Teks penuh

(1)

Design and Managing Dsitribution Channel

( Tugas Makalah)

Oleh

Afif Yasri 23081002

Mata Kuliah: Pemasaran

Dosen : Prof. Dr. Yasri, MS

PROGRAM PASCA SARJANA MAGISTER MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI

UNIVERSITAS NEGERI PADANG

(2)

BAB I PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Salah satu tujuan utama setiap perusahaan adalah memperoleh laba semaksimal mungkin.

Berhasil tidaknya perusahaan dalam mencapai tujuan bukanlah semata-mata tergantung kepada kemampuan memproduksi barang dan jasa. Produk dan pasar tidak akan dapat bertemu secara otomatis tetapi mutlak harus ada jalur yang menghubungkannya. Jalur tersebut adalah merupakan komponen-komponen dari system pemasaran dan tidak dapat dipisahkan satu sama lain dalam hubungannya dengan kegiatan yang dilaksanakan untuk mencapai tujuan pemasaran.

Saluran pemasaran merupakan salah satu elemen yang sangat penting dalam pemasaran.

Suatu perusahaan perlu melaksanakan fungsi pemasaran dikarenakan pemasaran merupakan salah satu proses pada perusahaan dalam penyetokan barang atau penawaran produknya ke pasar. Dan pemasaran dapat diartikan sebagai kegiatan pemasaran yang berusaha memperlancar dan mempermudah penyampaian barang dan jasa kepada konsumen sehingga penggunaannya sesuai dengan yang diperlukan (jenis, jumlah, harga, tempat, dan saat dibutuhkan).

Saluran pemasaran untuk suatu barang adalah saluran yang digunakan oleh produsen untuk menyalurkan barang tersebut dari produsen sampai ke konsumen atau pemakai industri. Proses pemasaran merupakan aktivitas pemasaran yang mampu menciptakan nilai tambah produk melalui fungsi-fungsi pemasaran yang dapat merelisasikan kegunaan atau utilitas bentuk, tempat, waktu, kepemilikan, dan perlancar arus saluran pemasaran (marketing channel flow) secara fisik dan non- fisik.

Dalam pelaksanaan aktivitas-aktivitas pemasaran, perusahaaan harus dihadapkan dengan perantara atau yang biasa disebut midleman. Dan dalam penyaluran pemasaran perusahaan harus mempunyai strategi-srategi yang tepat agar dalam penawaran produknya ke pasar berjalan dengan lancar dan sesuai dengan apa yang diharapkan perusahaan.

Sangat penting untuk mengetahui bagaimana barang anda sampai ke pelanggan agar anda memiliki gambaran umum tentang barang anda dari awal dibuat hingga di jual. Sebagai contoh misalnya sereal sarapan. Alurnya diawali dari ladang gandum dimana bahan ini adalah bahan utama untuk memproduksi sereal. Kemudian gandum tersebut menuju tempat pengolahan gandum dilanjutkan ke pabrik sereal setelah itu dikirim ke distributor hingga akhirnya berada di rak-rak

(3)

pusat perbelanjaan. Titik akhir dari alur ini adalah ketika sereal tersaji di mangkuk sarapan seseorang. Alur ini mencakup setiap titik yang dilalui oleh sereal tersebut merupakan saluran pemasaran sereal sarapan.

(4)

BAB II PEMBAHASAN

A. PENGERTIAN SALURAN PEMASARAN

Pemasaran merupakan suatu kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan dan mengembangkan kegiatan pemasaran suatu produk, kita harus mempertimbangkan saluran pemasaran yang dapat dipakai untuk menyalurkan produk dari produsen ke konsumen.

Saluran pemasaran (marketing channels) merupakan sekelompok organisasi yang saling bergantung, mempunyai beragam fungsi serta terlibat dalam pembuatan produk atau jasa yang disediakan untuk digunakan atau dikonsumsi. Sebagian besar produsen membutuhkan saluran pemasaran guna menjual produk atau jasanya sampai ke pengguna akhir.

- Menurut Kotler, Saluran Pemasaran (marketing channels) adalah sekelompok organisasi yang saling bergantung dan terlibat dalam proses pembuatan produk atau jasa yang disediakan untuk digunakan atau dikonsumsi.

- menurut Basu Swastha (1999) saluran pemasaran adalah saluran yang digunakan oleh produsen untuk menyalurkan barang tersebut dari produsen sampai kekonsumen atau pemakai industry.

- Menurut Kartasapoetra (1986) panjang dan pendeknya saluran pemasaran ditentukan oleh : (1) jarak antara produsen dan konsumen. Semakin jauh jarak antara produsen akan semakin panjanf saluran pemasaran yang ditempuh oleh komoditas tersebut. (2) Sifat produk. Produk yang cepat atau mudah rusak harus segera diterima konsumen sehingga menghendaki saluran yang pendek dan cepat. (3) Skala Produksi. Jika produksi berlangsung dalam ukuran-ukuran kecil maka jumlah produk yang dihasilkan berukuran kecil, sehingga akan tidak menguntungkan bila produsen langsung menjual ke pasar. Hal ini berarti membutuhkan kehadiran pedagang perantara dan saluran yang dilalui komoditas akan cenderung panjang. (4) Posisi keuangan pengusaha. Produsen yang posisi keuangannya kuat cenderung untuk memperpendek saluran pemasaran karena dapat melakukan fungsi pemasran lebih banyak dibandingkan dengan pedagang yang posisi keuangannya lemah. Dengan kata lain, pedagang yang memiliki modal kuat cenderung memperpendek saluran pemasarannya.

(5)

Suatu barang dapat berpindah melalui beberapa tangan sejak dari produsen sampai kepada konsumen. System saluran pemasaran adalah sekelompok saluran pemasaran tetentu yang digunakan oleh sebuah perusahaan dan keputusan tentang system ini merupakan salah satu keputusan terpenting yang dihadapi manajemen. Salah satu peran utama saluran pemasaran adalah mengubah pembeli potensial menjadi pelanggan yang menguntungkan. Saluran pemasaran tidak hanya melayani pasar, tetapi mereka juga harus membentuk pasar.

Saluran yang dipilih mempengaruhi semua keputusan pemasaran lainnya. Penetapan harga perusahaan tergantung pada apakah perusahaan menggunakan pedangan massal atau butik berkualitas tinggi. Keputusan saluran mencakup komitmen jangka yang cukup oanjang dengan perusahaan lain serta sejumlah kebijakan dan prosedur. Dalam mengelola perantaranya, perusahaan harus memutuskan berapa besar usaha yang dilakukan untuk melakukan strategi pemsaran dorong atau Tarik.

Strategi dorong menggunakan tenaga penjualan, uang promosi dagang, atau saran lain produsen untuk mendorong perantara membawa, mempromosikan, dan menjual produk ke pengguna akhir. Strategi dorong tepat digunakan jika loyalitas merek dalam satu kategori rendah, pilihan merek dilakukan di toko, produk menjadi barang implus, dan manfaat produk dipahami dengan baik.

Dalam strategi Tarik produsen menggunakan iklan, promosi, dan bentuk komunikasi lain untuk meyakinkan konsumen agar meminta produk dari perantara sehingga mendorong perantara memesan produk tersebut. Strategi Tarik tepat diterapkan ketika ada loyalitas merek yang tinggi dan keterlibatan yang tinggi dalam kategori tersebut, konsumen mampu meneriam perbedaan antar-merekm dan konsumen sudah memlih merek sebelum pergi ke toko.

B. FUNGSI SALURAN PEMASARAN DAN ALIRAN SALURAN

1. Saluran pemasaran berfungsi untuk menggerakkan barang dari produsen ke konsumen.

Saluran pemasaran mengatasi kesenjangan waktu, tempat, dan kepemilikan yang memisahkan barang dan jasa dari mereka yang memerlukan atau menginginkannya.

Anggota saluran pemasaran melaksanakan sejumlah fungsi kunci.

2. Mengumpulkan informasi mengenai pelanggan, pesaing, serta pelaku, dan kekuatan lain yang ada saat ini maupun yang potensial dalam lingkungan pemasaran

(6)

3. Mengembangkan dan menyebarkan komunikasi persuasif untuk merangsang pembelian 4. Mencapai persetujuan akhir mengenai harga dan syarat lain sehingga transfer kepemilikan

dapat dilakukan

5. Melakukan pemesanan ke perusahaan manufaktur

6. Memperoleh dana untuk membiayai persediaan pada berbagai level saluran pemasaran 7. Menanggung resiko yang berhubungan dengan pelaksanaan fungsi saluran pemasaran

tersebut

8. Mengatur kesinambungan penyimpanan dan pergerakan produk fisik dari bahan mentah sampai ke pelanggan akhir.

9. Mengatur pelunasan tagihan pembeli melalui bank dan institusi keuangan lainnya

10. Mengawasi transfer kepemilikan aktual dari suatu organisasi atau orang kepada organisasi atau orang yang lain.

Adapun lima aliran saluran pemasaran yang dibagi ke dalam tiga kelompok, yakni:

Aliran informasi dan promosi terjadi dalam dua arah

Aliran yang berupa fisik, hak miliki dan juga berupa promosi yang bentuknya dari perusahaan ke pelanggan,

Aliran dengan bentuk pembayaran dari pelanggan ke perusahaan.

Selain itu ada tiga contoh saluran pemasaran, antara lain:

1. Saluran Pemasaran Konsumen

Saluran ini merupakan jenis saluran umum antara perusahaan dengan konsumen. Jenis saluran ini dibagi ke dalam beberapa tingkatan perantara:

 Saluran tingkat nol. Sesuai namanya perusahaan yang menerapkan saluran tingkat nol menjual barangnya langsung kepada konsumen. Penjualan tersebut dapat dilakukan melalui promosi door-to-door, iklan di TV (home shopping), internet, dsb.

 Saluran tingkat satu. Perusahaan yang menerapkan saluran tingkat satu menjual barangnya tidak langsung pada konsumen, melainkan kepada pengecer.

 Saluran tingkat dua. Perusahaan yang menerapkan saluran tingkat satu menjual barangnya pengecer dan pedagang grosir.

(7)

 Saluran tingkat tiga. Perusahaan yang menerapkan saluran tingkat satu menjual barangnya kepada pengecer, pedagang grosir, dan pedagang besar.

2. Saluran Pemasaran Industri

Saluran ini hampir sama dengan saluran pemasaran konsumen, hanya saja yang bertindak sebagai konsumen ialah pelanggan industri. Siapakah pelanggan industri? Pelanggan industri ialah pabrik- pabrik yang nantinya akan mengolah barang dari perusahaan menjadi barang jadi. Saluran pemasaran industri dibagi ke dalam empat tingkatan, antara lain:

Saluran tingkat nol. Saluran ini menyalurkan barang yang dihasilkan oleh produsen langsung kepada pelanggan industri.

Saluran tingkat satu. Saluran ini menyalurkan barang yang dihasilkan oleh produsen kepada pelanggan industri dengan distributor sebagai perantara.

Saluran tingkat dua. Saluran ini menyalurkan barang yang dihasilkan oleh produsen kepada pelanggan industri dengan perwakilan produsen dan distributor industri sebagai perantara.

Saluran tingkat tiga. Saluran ini menyalurkan barang yang dihasilkan oleh produsen kepada pelanggan industri dengan cabang penjualan, perwakilan industri, dan distributor industri sebagai perantara.

3. Saluran Pemasaran Sektor Jasa

Selain untuk mendistribusikan barang secara fisik, saluran pemasaran juga dapat melakukan distribusi jasa. Dalam hal ini, produsen jasa dan ide pemecahan masalah tersedia dan dapat diakses oleh populasi tertentu yang membutuhkan.

Sebelum menentukan jenis saluran pemasaran yang akan anda terapkan untuk bisnis anda, maka ada baiknya jika anda memilih strategi distribusi terlebih dahulu. Strategi distribusi merupakan strategi yang dirancangkan oleh perusahaan sesuai dengan tujuan pembuatan produk. Berikut ini adalah tiga tipe strategi distribusi:

1. Distribusi Eksklusif

Strategi ini dilakukan dengan cara membatasi jumlah perantara produk untuk menjaga eksklusifitas produk, sehingga harga produk tetap tinggi. Perusahaan yang

(8)

menerapkan jenis distribusi eksklusif ditandai adanya perjanjian eksklusif antara produsen dengan perantara utama sebagai pemegang lisensi. Selain itu, sistem penjualannya pun dilakukan dengan cara menjaga citra produk agar harganya tidak turun.

2. Distribusi Selektif

Strategi ini dilakukan dengan melibatkan beberapa perantara yang mempunyai jangkauan pemasaran (network) luas untuk bekerja sama dengan perusahaan.

Sehingga dengan demikian, perusahaan tidak perlu mendirikan gerai dimana-mana karena tidak efisien dan menurunkan harga.

3. Distribusi Intensif

Berbeda dari dua strategi sebelumnya, strategi distribusi intensif menargetkan peningkatan penjualan produk sebagai tujuan. Itulah sebabnya perusahaan produsen melibatkan banyak perantara dalam pemasaran produk. Resiko penerapan strategi ini terletak pada besarnya kemungkinan perang harga antar gerai karena setiap gerai saling berkompetisi mendapatkan pelanggan dengan produk yang sama. Strategi ini dapat kita temukan pada waralaba supermarket seperti Alfamart dan Indomaret.

C. PEMASARAN SALURAN TERKOORDINASI

Merek melakukan periklanan online dan offline atas nama mitra saluran untuk membantu mereka menghasilkan penjualan produk bermerek mereka. Inisiatif pemasaran online dan offline tersebut dapat dipisahkan atau dikoordinasikan untuk saling menginformasikan.Contohnya adalah kebun apel: Kebun apel> Transportasi> Pabrik pengolahan> Pengemasan> Produk akhir yang akan dijual> Pai apel dimakan Istilah alternatifnya adalah saluran distribusi atau 'rute-ke-pasar'.

Ini adalah 'jalur' atau 'jalur pipa' di mana barang dan jasa mengalir ke satu arah (dari vendor ke konsumen), dan pembayaran yang dihasilkan oleh mereka mengalir ke arah yang berlawanan (dari konsumen ke vendor).

Saluran pemasaran bisa sesingkat langsung dari vendor ke konsumen atau mungkin mencakup beberapa perantara yang saling terhubung (biasanya independen tetapi saling bergantung) seperti grosir, distributor, agen, pengecer. Setiap perantara menerima item pada satu

(9)

titik harga dan memindahkannya ke titik harga berikutnya yang lebih tinggi hingga mencapai pembeli akhir.

Saluran Pemasaran bisa jangka panjang atau jangka pendek. Saluran jangka pendek dipengaruhi oleh faktor pasar seperti: pengguna bisnis, terkonsentrasi secara geografis, pengetahuan teknis yang luas dan layanan rutin yang diperlukan, dan pesanan dalam jumlah besar.

Produk jangka pendek dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti: mudah rusak, kompleks, dan mahal.

Faktor produsen jangka pendek mencakup apakah produsen memiliki sumber daya yang memadai untuk menjalankan fungsi saluran, lini produk yang luas, dan kontrol saluran penting. Faktor kompetitif jangka pendek meliputi: manufaktur merasa puas dengan kinerja perantara pemasaran dalam mempromosikan produk.

Faktor pasar jangka panjang meliputi konsumen, tersebar secara geografis, sedikit pengetahuan teknis dan servis rutin tidak diperlukan, dan pesanan kecil. Faktor produk untuk saluran pemasaran jangka panjang adalah: tahan lama, terstandarisasi, dan murah. Faktor produsen adalah produsen tidak memiliki sumber daya yang memadai untuk menjalankan fungsi saluran, lini produk terbatas, dan kontrol saluran tidak penting. Faktor daya saingnya adalah: produsen merasa tidak puas dengan kinerja perantara pemasaran dalam mempromosikan produk

D. JENIS-JENIS SALURAN PEMASARAN

Menentukan “rute” ke mana produk akan tersalurkan merupakan hal yang penting, dan pemasar harus menentukan channel mana yang akan dipakai untuk memasarkan produknya.

Berikut adalah jenis-jenis Saluran Pemasaran.

1. Pabrikan Langsung ke Pelanggan

Pabrikan membuat barang dan menjualnya ke konsumen secara langsung tanpa perantara, seperti pedagang besar, agen atau pengecer. Barang datang dari produsen ke pengguna tanpa perantara atau perantara. Sebagai contoh, seorang petani dapat menjual beberapa produk langsung ke pelanggan. Misalnya, toko roti dapat menjual kue dan pai langsung ke pelanggan.

2. Pabrikan ke Pengecer ke Konsumen

Pembelian dilakukan oleh pengecer dari pabrikan dan kemudian pengecer menjual barang dagangan kepada konsumen. Saluran ini digunakan oleh produsen yang berspesialisasi

(10)

dalam memproduksi barang belanjaan. Misalnya saja pakaian, sepatu, peralatan makan, atau furniture, yang disalurkan ke konsumen lewat department store atau toko swalayan.

3. Pabrikan ke Agen ke Pedagang Besar ke Pengecer ke Pelanggan

Distribusi yang melibatkan lebih dari satu perantara, dengan menggunakan agen yang ditunjuk untuk menjadi perantara dan membantu penjualan barang. Agen menerima komisi dari produsen. Agen-agen ini berguna ketika barang harus bergerak cepat ke pasar segera setelah pesanan ditempatkan.

Misalnya, pada industri perikanan, saat mereka ingin memasarkan tangkapan besar hasil laut; karena ikan mudah layu, tidak segar lagi, atau rusak maka harus dijual dengan cepat.

Membutuhkan waktu lama bagi perusahaan perikanan untuk menghubungi banyak pedagang grosir di seluruh negeri sehingga ia menghubungi agen. Agen mendistribusikan ikan ke pedagang grosir. Pedagang grosir menjual ke pengecer dan kemudian pengecer menjual kepada konsumen

E. CARA-CARA DALAM SALURAN PEMASARAN

Langkah pertama dalam membuat rencana saluran pemasaran adalah mengidentifikasi mitra yang sangat potensial didalam alur. Ini melibatkan analisis yang cermat dari produk yang dijual, produk pesaing, dan pasar yang digeluti. Analisis harus menyeluruh, teknis, dan membandingkan data pasar sulit untuk menemukan pasangan yang tepat.

Setelah anda mengetahui siapa partner anda, mereka harus yakin bahwa kerja sama tersebut akan menguntungkan kedua belah pihak. Produsen harus memasarkan produk mereka sesuai dengan kebutuhan pengecer dengan sebagaimana sebuah perusahaan mencoba untuk memenuhi kebutuhan konsumen. Setelah kesepakatan tercapai, kedua belah pihak akan menyusun dan menandatangani kontrak yang mengikat. Sangat penting untuk setiap kontingensi yang dilakukan dicatat. Satu-satunya cara agar kemitraan dalam alur bekerja dengan baik adalah mencatat semua rincian yang paling relevan dan telah disepakati dalam kontrak sebelum kerjasama dimulai.

Dengan adanya kontrak, kedua pihak dapat mulai bertukar barang dan jasa. Untuk durasi kontrak akan diperlukan peran manajer dari kedua belah pihak agar selama durasi tersebut dapat terjaga kelancaran dan kekhawatiran dari masalah yang mungkin muncul. Bahkan kontrak paling menyeluruh sekalipun tidak bisa mengatasi setiap masalah yang mungkin terjadi, sehingga kedua

(11)

belah pihak harus menjaga hubungan bisnis yang produktif. Pada penyelesaian kontrak, persyaratan dapat dinegosiasi ulang atau kemitraan yang dapat dipotong.

Selain itu ada 4 cara yang dapat anda lakukan agar terjadi penyaluran produk yang efisien dan dapat anda sesuaikan dengan strategi pemasaran anda. 4 cara tersebut adalah

1. Direct Selling

Penjualan langsung atau direct selling adalah pemasaran dan penjualan produk langsung ke konsumen jauh dari lokasi eceran tetap. Menjajakan langsung adalah bentuk tertua dari penjualan langsung. Penjualan langsung yang modern mencakup penjualan yang dilakukan melalui rencana partai, demonstrasi satu-satu, pengaturan kontak pribadi serta penjualan internet.

Definisi secara formal adalah: “Presentasi langsung pribadi, demonstrasi, dan penjualan produk dan layanan kepada konsumen, biasanya di rumah mereka atau di pekerjaan mereka.”

penjualan langsung berbeda dari pemasaran langsung. Penjualan langsung adalah tentang agen penjualansecara individu mencari dan berhadapan langsung dengan klien sementara pemasaran langsung adalah tentang organisasi bisnis yang mencari hubungan dengan pelanggan mereka tanpa melalui agen / konsultan atau outlet ritel.

Penjualan langsung sering, namun tidak selalu, menggunakan multi-level marketing (penjual dibayar untuk menjual dan untuk penjualan yang dilakukan oleh orang-orang yang mereka rekrut atau sponsor) daripada single-level marketing (penjual dibayar hanya untuk penjualan yang mereka lakukan).

Dengan cara ini anda akan langsung berinteraksi dengan konsumen dan keuntungan yang paling utama adalah hubungan anda dengan para pelanggan akan semakin kuat dan tentu saja akan sangat membantu proses branding dan kepercayaan dari pelnggan.

(12)

1. Selling Through Intermediaries

Sebuah saluran pemasaran di mana perantara seperti grosir dan pengecer dimanfaatkan untuk membuat produk bisa tersedia bagi pelanggan disebut saluran tidak langsung.

Saluran yang paling tidak langsung yang anda dapat gunakan adalah ( produsen -> agent -

> grosir -> pengecer -> konsumen). Saluran ini digunakan ketika terdapat banyak produsen dan pengecer kecil serta ada agen yang digunakan untuk membantu mengkoordinasikan besar pasokan produk tersebut.

2. Dual Distribution

Dual distribution atau distribusi ganda menggambarkan berbagai pengaturan pemasaran dimana produsen atau grosir menggunakan lebih dari satu saluran secara bersamaan untuk mencapai pengguna akhir. Anda dimungkinkan untuk menjual langsung ke pengguna akhir serta menjual ke perusahaan lain untuk dijual kembali. Namun terkadang menggunakan dua atau lebih saluran untuk menarik target pasar yang sama dapat menyebabkan konflik saluran. Contoh distribusi ganda adalah format bisnis waralaba, di mana si pemilik awal memberikan izin pengoperasian beberapa unit untuk franchisee sekaligus memiliki dan mengoperasikan beberapa unit sendiri dengan naungan yang sama.

(13)

3. Reverse Channels

Jika anda telah memperhatikan tiga saluran lain, anda akan melihat bahwa mereka memiliki satu kesamaan yaitu aliran. Masing-masing mengalir dari produsen ke perantara (jika ada) kemudian kepada konsumen.

Teknologi telah memungkinkan hal tersebut untuk mengalir ke arah yang lain. Seperti bagaimana cara untuk membuat uang dari penjualan kembali produk atau daur ulang. Ada perbedaan lain antara saluran terbalik dan yang lebih tradisional yaitu pengenalan penerima manfaat. Dalam arus balik, Anda tidak akan menemukan produsen. Anda hanya akan menemukan pengguna atau penerima. Itulah tadi 4 cara yangdapat anda gunakan untuk mengefektifkan marketing channel sehingga produk anda dapat tersebaar kemana-mana dan tentu saja meningkatkan keuntungan anda.

F. KONFLIK DALAM SALURAN PEMASARAN

Channel conflict atau konflik saluran adalah perselisihan atau ketidaksepakatan di antara perusahaan anggota dalam saluran distribusi tertentu mengenai peran dan tujuan distribusi. Konflik saluran berpotensi terjadi pada titik mana saja dalam saluran distribusi. Misalnya, mungkin ada konflik tujuan atau peran di antara banyak perusahaan di tingkat distribusi yang sama, misalnya antara dua pengecer, atau pada tingkat saluran distribusi yang berbeda, misalnya antara grosir dan pengecer. Yang pertama dikenal dengan konflik horizontal sedangkan yang kedua dikenal dengan konflik vertical.

Konflik yang bisa terjadi :

konflik saluran pemasaran vertikal terjadi bila muncul konflik antara level yang berbeda dalam saluran yang sama.

(14)

Konflik saluran horisontal terjadi bila muncul konflik antara para anggota di level yang sama dalam saluran itu.

Konflik multi saluran terjadi bila produsen membangun dua saluran atau lebih yang saling bersaing untuk menjual di pasar yang sama.

Penyebab konflik saluran :

Ketidaksesuaian sasaran

Peran dan hak yang tidak jelas

Perbedaan persepsi

Ketergantungan besar perantara pada produsen

Mengelola konflik saluran pemasaran :

Penggunaan sasaran superordinat (sasaran yang paling tepat)

Mempertukarkan orang di antara dua atau lebih tingkat saluran

Kooptasi adalah usaha suatu organisasi untuk memperoleh dukungan pemimpin organisasi lain dengan memasukkan mereka ke dalam dewan penasihat, dewan direksi, dan sejenisnya.

Bila konflik kronis dan akut, pihak-pihak terkait perlu melakukan : diplomasi, mediasi, dan arbitrasi.

BAB III PENUTUP A. KESIMPULAN

Bagi perusahaan baik yang bergerak di bidang industri maupun jasa, promosi merupakan suatu cara untuk memperkenalkan produk yang telah dihasilkan kepada konsumen. Dan juga menjadi salah satu tonggak pengukur keberhasilan suatu perusahaan dalam memperoleh laba untuk pengembangan produk-produknya dan kelangsungan usahanya.

Setelah perusahaan berhasil menciptakan barang atau jasa yang dibutuhkan dan menetapkan harga yang layak, tahap berikutnya menentukan metode penyampaian produk/jasa ke pasar melalui rute-rute yang efektif hingga tiba pada tempat yang tepat, dengan harapan produk/jasa tersebut berada ditengah-tengah kebutuhan dan keinginan konsumen yang haus akan produk/jasa tersebut.

(15)

Yang tidak boleh diabaikan dalam langkah kegiatan memperlancar arus barang/jasa adalah memilih saluran distribusi (Channel Of Distribution). Masalah pemilihan saluran distribusi adalah masalah yang berpengaruh bagi marketing, karena kesalahan dalam memilih dapat menghambat bahkan memacetkan usaha penyaluran produk/jasa dari produsen ke konsumen.

B. SARAN

Sangat disaran alasan mengapa perusahaan industri harus melakukan marketing channel karena dalam pengoperasiannya marketing tidak dapat berjalan efektif tanpa adanya channel/saluran yang berperan sebagai faktor pendukungnya. Hal ini pun berdampak pada hasil penjualan perusahaan dan kelangsungan perusahaan tersebut. Oleh karena itu, suatu perusahaan baiknya memiliki perantara (saluran/channel) dalam menjalankan usahanya. Karena peran marketing sangatlah penting dan berdampak bagi kelangsungan perusahaan.

Perlunya merancang saluran pemasaran dimulai dengan mencari tahu apa yang diinginkan konsumen dari saluran tersebut. Apakah konsumen ingin membeli dari lokasi terdekat atau apakah mereka bersedia melakukan perjalanan ke lokasi yang lebih jauh dan terpusat? Apakah pelanggan lebih suka membeli sendiri, melalui telepon, atau online? Apakah mereka menghargai keluasan bermacam-macam atau mereka lebih suka spesialisasi? Apakah konsumen menginginkan banyak layanan tambahan (pengiriman, instalasi, perbaikan), atau akankah mereka mendapatkan layanan ini di tempat lain? Semakin cepat pengiriman, semakin banyak bermacam-macam yang disediakan, dan semakin banyak layanan tambahan yang disediakan, semakin besar tingkat layanan saluran.

Referensi

Dokumen terkait