Tugas Mata Kuliah II Identitas
Nama : Maria Kristina Wea
NIM : 859260479
Nama Mata Kuliah : Materi dan Pembelajaran Bahasa Indonesia SD Kode Mata Kuliah : PDGK4505
Tahun : 2023
Soal
1. Buatlah wacana jenis deskripsi setidaknya 3 paragraf dan garis bawahi unsur-unsur pembangun wacananya?
Ibu guru bernama Ibu Maria adalah sosok yang luar biasa di Kampung Ndetundora ini. Setiap hari, dia berjalan kaki melewati jalan setapak yang terjal, melintasi hamparan sawah dan hutan belantara untuk sampai ke sekolah kecil di desa ini. Ia tiba di sekolah dengan senyum hangatnya yang selalu memancarkan kebaikan dan semangat.
Unsur-unsur pembangun wacana dalam paragraf pertama:
Pengenalan Karakter: Paragraf ini memperkenalkan karakter utama, yaitu Ibu Maria, dan menggambarkan posisinya sebagai seorang guru.
Deskripsi Lokasi: Paragraf ini memberikan gambaran tentang lokasi Kampung Ndetundora dan perjalanan Ibu Maria ke sekolah.
Deskripsi Karakter: Paragraf ini menciptakan gambaran tentang sifat-sifat Ibu Maria , seperti kebaikan dan semangatnya.
Ibu Maria adalah pengajar satu-satunya di sekolah ini, dan dia telah mendedikasikan hidupnya untuk mendidik anak-anak desa ini. Meskipun fasilitas sekolah sederhana, Ibu Maria memastikan bahwa murid-muridnya mendapatkan pendidikan berkualitas. Dia tidak hanya mengajar mata pelajaran, tetapi juga menggugah minat belajar mereka dan mengajarkan nilai-nilai kehidupan.
Murid-muridnya sangat menghormatinya dan memandangnya sebagai panutan.
Unsur-unsur pembangun wacana dalam paragraf kedua:
Pekerjaan dan Dedikasi: Paragraf ini menggambarkan pekerjaan Ibu Maria sebagai seorang guru dan dedikasinya terhadap pendidikan anak-anak di Kampung Ndetundora .
Deskripsi Sekolah dan Lingkungan: Paragraf ini memberikan gambaran tentang sekolah sederhana dan peran Ibu Maria dalam menjaga kualitas pendidikan di lingkungan tersebut.
Hubungan dengan Murid-murid: Paragraf ini menyoroti hubungan positif antara Ibu Maria dan murid-muridnya.
Kampung Ndetundora ini sangat beruntung memiliki Ibu Maria sebagai guru mereka. Ia bukan hanya pendidik, tetapi juga seorang pembimbing dan sahabat bagi semua orang di desa ini. Dia tidak hanya mengajar di sekolah, tetapi juga terlibat dalam kegiatan-kegiatan sosial dan komunitas. Ia adalah tiang kuat yang mengikat bersama komunitas ini dan memastikan bahwa pendidikan dan kebaikan selalu hadir dalam Kampung Ndetundora ini.
Unsur-unsur pembangun wacana dalam paragraf ketiga:
Pentingnya Karakter dalam Komunitas: Paragraf ini menyoroti peran penting Ibu Maria dalam komunitas Kampung Ndetundora .
Keterlibatan Sosial: Paragraf ini menggambarkan keterlibatan Ibu Maria dalam kegiatan sosial dan komunitas.
Pengaruh Positif: Paragraf ini menciptakan gambaran tentang pengaruh positif Ibu Maria dalam mempertahankan kebaikan dan pendidikan di Kampung Ndetundora ini.
Wacana di atas menggambarkan seorang ibu guru di Kampung Ndetundora dengan fokus pada karakternya, pekerjaannya, dan pengaruh positifnya dalam komunitas.
2. Buatlah skenario pembelajaran yang memuat 8 komponen pendekatan whole language!
Pendekatan Whole Language adalah pendekatan pendidikan yang berfokus pada pemahaman keseluruhan bahasa dan membantu siswa belajar bahasa dengan cara yang alami dan bermakna.
Berikut adalah skenario pembelajaran yang memuat delapan komponen utama dari pendekatan Whole Language:
Skenario Pembelajaran: Membaca dan Menulis Cerita Pribadi
Tujuan Pembelajaran: Siswa akan dapat meningkatkan pemahaman dan keterampilan mereka dalam membaca dan menulis melalui kegiatan bercerita pribadi.
Komponen Whole Language:
1. Konteks Bermakna: Pembelajaran dimulai dengan merujuk pada pengalaman pribadi siswa.
Bu Guru mengajak siswa berbicara tentang kenangan pribadi yang menarik bagi mereka, seperti perjalanan atau petualangan bersama keluarga.
2. Bahan Bacaan Autentik: Bu Guru menyediakan buku cerita anak-anak yang sesuai dengan usia dan minat siswa, serta buku harian yang berisi cerita-cerita mereka sendiri.
3. Penggunaan Konteks dalam Belajar: Siswa membaca buku cerita dan menggunakan konteks untuk memahami cerita. Mereka juga membaca buku harian teman-teman mereka.
4. Penulisan Otentik: Siswa diminta untuk menulis cerita tentang kenangan pribadi mereka dalam buku harian. Mereka bebas berkreasi dan mengekspresikan diri mereka.
5. Keterlibatan Aktif: Selama kegiatan, siswa aktif berbicara, mendengarkan, membaca, dan menulis. Mereka berbagi cerita mereka dengan teman-teman dan mendengarkan cerita teman-teman.
6. Keterampilan Terpadu: Selama aktivitas ini, siswa menggunakan berbagai keterampilan bahasa seperti membaca, menulis, mendengarkan, dan berbicara untuk mengomunikasikan cerita mereka.
7. Refleksi dan Evaluasi: Siswa dan Bu Guru berdiskusi tentang pengalaman mereka dan apa yang mereka pelajari selama kegiatan. Mereka mengevaluasi cerita mereka sendiri dan menerima umpan balik dari teman-teman.
8. Kreativitas dan Eksplorasi: Siswa diberi kebebasan untuk mengembangkan cerita mereka dengan cara yang kreatif. Mereka dapat menggambar ilustrasi, menggunakan warna, atau menambahkan detail yang menarik.
Penutup: Pembelajaran ini diakhiri dengan perayaan cerita-cerita pribadi siswa dan menghargai usaha kreatif mereka dalam membaca dan menulis. Bu Guru mengingatkan siswa untuk terus mengeksplorasi bahasa dan kreativitas mereka dalam aktivitas sehari-hari.
Skenario ini mencakup delapan komponen pendekatan Whole Language dan berfokus pada pemahaman bahasa secara keseluruhan melalui pengalaman bercerita pribadi yang bermakna dan autentik.
3. Buatlah skenario pembelajaran berdasarkan pendekatan yang bertujuan untuk penguasaan komunikasi!
Skenario Pembelajaran: Meningkatkan Penguasaan Komunikasi melalui Proyek Jurnal Kelas Tujuan Pembelajaran: Siswa akan dapat meningkatkan penguasaan komunikasi mereka, termasuk keterampilan menulis dan berbicara, dengan berpartisipasi dalam proyek jurnal kelas.
Metode Pembelajaran: Proyek Kolaboratif dan Refleksi
Media Pembelajaran: Jurnal siswa, papan tulis, dan presentasi kelompok.
Waktu: Beberapa minggu, tergantung pada kedalaman proyek.
Scenario Pembelajaran:
Sesi 1 - Perencanaan Proyek (Refleksi)
1. Bu Guru memperkenalkan proyek jurnal kelas kepada siswa dan menjelaskan tujuan utamanya, yaitu untuk meningkatkan penguasaan komunikasi.
2. Siswa diminta untuk merenung tentang penguasaan komunikasi mereka saat ini dan menentukan aspek apa yang ingin mereka tingkatkan (misalnya, menulis, berbicara, mendengarkan).
3. Setiap siswa membuat target pribadi yang ingin dicapai selama proyek.
Sesi 2 - Menulis Jurnal (Pengembangan Menulis)
1. Siswa diberikan jurnal pribadi yang akan mereka gunakan selama proyek.
2. Mereka diminta untuk menulis entri jurnal setiap hari atau setiap beberapa hari dengan topik bebas, tetapi harus berkaitan dengan apa yang mereka pelajari atau alami di sekolah atau di rumah.
3. Bu Guru memberikan panduan dan umpan balik secara berkala untuk meningkatkan keterampilan menulis siswa.
Sesi 3 - Diskusi Kelompok (Meningkatkan Berbicara dan Mendengarkan)
1. Siswa dikelompokkan menjadi kelompok-kelompok kecil.
2. Setiap kelompok memiliki waktu untuk berbicara tentang pengalaman mereka dan isi jurnal mereka.
3. Mereka juga diminta untuk mendengarkan rekan-rekan mereka dengan baik dan mengajukan pertanyaan atau memberikan tanggapan.
Sesi 4 - Penyusunan Presentasi Kelompok (Berbicara dan Berbagi Ide)
1. Setiap kelompok diminta untuk menyusun presentasi berdasarkan tematik dari jurnal- jurnal mereka.
2. Mereka berlatih untuk berbicara dengan baik, menjelaskan ide-ide mereka, dan menjawab pertanyaan dari teman sekelas.
3. Setiap kelompok mempresentasikan hasil proyek mereka kepada kelas.
Sesi 5 - Refleksi Akhir (Refleksi dan Penilaian)
1. Siswa kembali merenung tentang penguasaan komunikasi mereka, mencermati perubahan yang telah terjadi selama proyek.
2. Mereka mengevaluasi diri mereka sendiri dan mencocokkan prestasi mereka dengan target yang telah mereka tetapkan pada awal proyek.
3. Bu Guru memberikan umpan balik dan penilaian berdasarkan perkembangan siswa dalam penguasaan komunikasi mereka selama proyek.
Penutup:
1. Proyek jurnal kelas disimpulkan dengan peringkat prestasi siswa dalam penguasaan komunikasi.
2. Bu Guru merayakan perkembangan dan upaya siswa dalam meningkatkan keterampilan komunikasi mereka.
3. Proyek jurnal kelas juga dapat berlanjut secara berkala untuk terus meningkatkan penguasaan komunikasi siswa.
4. Pada saat mempersiapkan pembelajaran seorang guru dapat menyusun strategi pembelajaran dan menentukan media yang akan digunakan dalam pembelajaran tersebut. Bu Shinta adalah seorang guru di kelas IV SD Bangkit Bersama. Pembelajaran yang akan dilaksanakan oleh Bu Shinta adalah pembelajaran yang menyenangkan. Media Pembelajaran yang tersedia di kelas adalah lagu-lagu, boneka tangan, dan teks puisi. Dengan demikian bagaimana scenario pembelajaran yang harus dibuat bu Shinta dengan media yang tepat dengan tujuan meningkatkan keterampilan siswa dalam bercerita.
Skenario Pembelajaran 1: Menggunakan Lagu untuk Meningkatkan Keterampilan Bercerita Materi Pembelajaran: Pembentukan Cerita
Tujuan Pembelajaran: Siswa akan dapat meningkatkan keterampilan mereka dalam pembentukan cerita dan pengembangan plot cerita.
Metode Pembelajaran: Kreativitas dengan Musik Media Pembelajaran: Lagu-lagu.
Waktu: 1 jam pelajaran.
Scenario Pembelajaran:
a. Bu Shinta memainkan sebuah lagu dengan lirik yang mengandung cerita atau narasi yang jelas.
b. Siswa mendengarkan lagu dan mencoba membayangkan cerita apa yang diungkapkan oleh lirik lagu tersebut.
c. Setelah mendengarkan, siswa diminta untuk bekerja dalam kelompok-kelompok kecil dan berbagi cerita yang mereka buat berdasarkan lirik lagu.
d. Masing-masing kelompok kemudian mempresentasikan cerita mereka kepada kelas.
e. Bu Shinta membahas bagaimana unsur-unsur cerita seperti karakter, plot, dan konflik digunakan dalam cerita yang dibuat oleh siswa.
f. Siswa diakhir pembelajaran mendapat tugas untuk membuat cerita singkat sendiri dengan mengambil inspirasi dari lirik lagu lain yang mereka sukai.
Skenario Pembelajaran 2: Boneka Tangan dalam Bercerita Materi Pembelajaran: Ekspresi dan Dialog dalam Bercerita
Tujuan Pembelajaran: Siswa akan dapat mengasah keterampilan mereka dalam mengekspresikan karakter dan dialog dalam cerita.
Metode Pembelajaran: Bercerita dengan Boneka Tangan Media Pembelajaran: Boneka tangan.
Waktu: 1 jam pelajaran.
Scenario Pembelajaran:
a. Bu Shinta membagi siswa menjadi beberapa kelompok dan memberikan masing-masing kelompok satu boneka tangan.
b. Setiap kelompok diminta untuk membuat cerita pendek menggunakan boneka tangan sebagai karakter.
c. Mereka dapat bebas berimprovisasi dan membuat cerita yang menghibur dengan karakter boneka tangan.
d. Setelah setiap kelompok selesai, mereka memainkan cerita boneka tangan mereka di depan kelas dan mengungkapkan dialog sesuai cerita.
e. Siswa lain dalam kelas dapat mengamati dan memberikan umpan balik setelah setiap pertunjukan.
f. Bu Shinta menyimpulkan dengan berbicara tentang pentingnya ekspresi dan dialog dalam bercerita.
Skenario Pembelajaran 3: Menggali Teks Puisi untuk Meningkatkan Keterampilan Bercerita Materi Pembelajaran: Menginterpretasi Puisi
Tujuan Pembelajaran: Siswa akan dapat meningkatkan keterampilan mereka dalam menginterpretasi puisi dan mengembangkannya menjadi cerita.
Metode Pembelajaran: Pemahaman Puisi Media Pembelajaran: Teks puisi.
Waktu: 1 jam pelajaran.
Scenario Pembelajaran:
a. Bu Shinta memperkenalkan puisi yang memiliki cerita atau narasi yang jelas kepada siswa.
b. Siswa membaca puisi dengan teliti dan mencoba menggali pesan atau cerita yang tersirat dalam puisi tersebut.
c. Setelah membaca puisi, siswa bekerja dalam kelompok untuk berdiskusi tentang apa yang mereka pahami dari puisi tersebut dan mengidentifikasi unsur-unsur cerita.
d. Masing-masing kelompok mempresentasikan hasil diskusi mereka dengan menyampaikan cerita yang mereka interpretasikan dari puisi tersebut.
e. Bu Shinta memfasilitasi diskusi kelas tentang berbagai interpretasi dan pesan yang bisa ditemukan dalam puisi tersebut.
f. Siswa diakhir pembelajaran mendapat tugas menulis pendek untuk mengembangkan cerita berdasarkan puisi yang mereka pelajari.
Tiga skenario pembelajaran di atas menggunakan media yang berbeda untuk meningkatkan keterampilan bercerita siswa dalam Bahasa Indonesia. Semua skenario ini didesain untuk menciptakan pembelajaran yang interaktif, kreatif, dan menyenangkan.