Tugas Agama Kamis, 24 Februari 2022
85/4/Cornelius Andrew Gabriel Kurniawan Isi video pertama:
Isi dari video pertama adalah video dari Katekese Digital #23 yang menjelaskan tentang Sakramen Ekaristi sebagai sumber dan puncak hidup Kristiani.. Di awal video, dijelaskan bahwa Ekaristi Kudus adalah sakramen yang paling agung, sebab Sakramen Ekaristi bukan sekedar sarana penyalur rahmat, melainkan Pemberi Rahmat itu sendiri, yakni Yesus Kristus, Tuhan kita secara pribadi hadir di dalamnya. Maka Gereja mengimani Ekaristi sebagai “sumber dan puncak hidup Kristiani”
Juga dikatakan bahwa sakramen-sakramen lainnya berhubungan erat dengan ekaristi dan terarah kepadanya maka dapat dikatakan bahwa perayaan ekaristi itu perwujudan diri gereja yang utama di bidang Liturgi karena itu perlulah kita memahaminya dengan baik agar ekaristi tidak berhenti pada ritual keagamaan melainkan benar-benar dihayati dan berbuah dalam kehidupan kita.
Kata Ekaristi berasal dari Injil ketika Yesus Meletakkan dasar ekaristi Kudus para murid menceritakan pada saat perjamuan terakhir Yesus mengucap syukur setelah ia mengambil roti dan anggur dalam tangannya. Kata Ekaristi juga berasal dari kata Yunani εὐχαριστία(eucharistia) yang berarti ucapan syukur.
Dijelaskan juga bahwa kita mendapatkan nama ekaristi Kudus mengajarkan merupakan kurban dan sakramen sebagai kurban dan sakramen perayaan ekaristi Kudus menghadirkan kembali tindakan Ilahi Yesus mengubah roti dan anggur menjadi tubuh dan darahnya pada Perjamuan Malam Terakhir. Penyerahan pada hari berikutnya ketika tubuhnya tercabik-cabik dan darah mengucur di sekujur tubuh Yesus di kayu salib.
Tindakan Yesus mengubah roti menjadi tubuhnya dan anggur menjadi darahnya memperbarui makna Paskah Yahudi. Dulu, Bangsa Yahudi merayakan Paskah untuk mengenang pembebasan bangsa Israel dari perbudakan di Mesir yang ditandai dengan
penyembelihan Anak Domba dalam Kitab Keluaran 12 dikisahkan orang Israel diperintahkan untuk menyembelih anak domba yang darahnya dioleskan di ambang pintu agar orang Israel terhindar dari kutuk yang menimpa bangsa Mesir ketika kutub dijatuhkan Tuhan melewati rumah-rumah yang pintunya diolesi darah anak domba itu sehingga anak sulung bangsa Israel selamat. Maka disebut Paskah artinya “Tuhan lewat” (Keluaran 12:13-14)
Dengan mengatakan “Inilah Tubuhku yang diserahkan bagi kamu perbuatlah ini menjadi peringatan akan aku” (1 Korintus 11:24, bk Matius 26:26, Markus 14:22, Lukas 22:14) dan “Cawan ini adalah perjanjian baru yang dimateraikan oleh darah-ku; perbuatlah ini, setiap kali kamu meminumnya, menjadi peringatan akan aku” (1 Korintus 11:25)
Yesus menyempurnakan perjanjian lama dengan perjanjian baru. Di dalam perjanjian lama, orang Israel dari perbudakan Mesir berkat darah anak domba yang disembelih. Dalam perjanjian baru Yesus menjadi anak domba yang disembelih dan dikorbankan 1 kali untuk selama-lamanya (1 Korintus 5:7)
Untuk membebaskan manusia dari kuasa dosa itulah yang terjadi di kayu salib ketika darahnya mengucur dan tubuhnya tercabik-cabik dalam penderitaan dan wafatnya. Dari sinilah kita memahami perayaan ekaristi sebagai perayaan kurban. Dalam perayaan ekaristi semua tindakan Kristus sampai kebangkitannya itu dihadirkan, penghadiran peristiwa penyelamatan Kristus itulah yang menjadikan Ekaristi sebagai sakramen khususnya setelah Imam selesai mengucapkan kata-kata konsekrasi, Yesus hadir dalam rupa roti dan anggur.
Dijelaskan juga bahwa sejauh rupa roti dan anggur itu masih ada, Yesus tetap hadir dan sakramen Ekaristi Kudus juga tetap ada. Tindakan kita menerima Ekaristi Kudus disebut Komuni Kudus.Seperti bangsa Israel yang makan daging Anak Domba demikianlah kita makan daging Anak Domba Allah seperti yang dipesankan Kristus. Karena Yesus telah menjanjikan “Barangsiapa makan daging-ku dan minum darah-ku ia akan mempunyai hidup yang kekal dan aku akan membangkitkan dia pada akhir zaman” (Yohanes 6:54) Yesus juga menjanjikan “Barangsiapa makan daging-ku dan minum darah-ku, ia tinggal di dalam aku, dan aku di dalam dia” (Yohanes 6:56)
Karena itu, dengan Tinta Emas para murid mencatat pesan Yesus untuk melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan Yesus, yakni mengubah roti dan anggur menjadi tubuh dan
darahnya ia memerintahkan kepada rasul-rasulnya untuk mengulangi tindakan yang sama itu dengan kata-kata “Perbuatlah ini menjadi peringatan akan Daku” (Lukas 22:19, 1 Korintus 11:24-25) Ini merupakan tugas Agung yang hingga kini Diteruskan oleh Gereja dalam wujud perayaan ekaristi. Imam berdiri di altar sebagai wakil Kristus yang kelihatan (in persona Christi) dan mengucapkan kata-kata Yesus sendiri. Perayaan Ekaristi merangkum seluruh ajaran Injil dan karya penyelamatan Yesus. Itulah sebabnya Gereja mengajarkan Ekaristi adalah sumber dan puncak hidup Kristiani.
Kesimpulan video pertama: Saya dapat menyimpulkan bahwa sejarah Ekaristi panjang hingga saat ini ada Sakramen Ekaristi. Sakramen Ekaristi sekarang, Tuhan telah memberikan kesempatan untuk kita mendapatkan tubuh dan darah kristus langsung dari Tuhan masuk ke dalam tubuh kita, tapi kita tega-teganya berbuat sesuatu pada saat perayaan Ekaristi yang tidak berkenan. Maka dari itu, kita jadikan bahan refleksi untuk kehidupan kita agar lebih memaksimalkan kesempatan Perayaan Ekaristi, dan mengingat kembali sengsara Yesus untuk menyelamatkan kita. Kita bisa melihat betapa luar biasa pengorbanan Yesus agar kita terselamatkan dengan menerima Sakramen Ekaristi.
Isi video kedua:
Isi dari video kedua adalah video dari Katekese Digital #27 yang menjelaskan tentang Sakramen Krisma. Di awal video, dijelaskan bahwa Sakramen Krisma atau penguatan adalah salah satu dari 3 sakramen inisiasi Kristen yaitu sakramen Baptis, sakramen Krisma dan sakramen ekaristi. Dalam sakramen Krisma orang beriman menerima Roh Kudus yang pada hari pentakosta diutus Tuhan kepada para Rasul. Sakramen Krisma disebut juga sakramen penguatan dan berperan menguatkan dan mengembangkan sakramen Krisma melengkapi umat Allah setelah pembaptisan dan menyempurnakan inisiasi.
Sakramen Krisma juga menyempurnakan kehadiran Roh Kudus bagi mereka yang sudah dibaptis sakramen ini menjadikan mereka orang-orang Kristiani yang kuat dan memberi Kesaksian tentang Kristus demi pembangunan tumbuhnya dalam iman dan cinta kasih serta menjadi Laskar Kristus yang berani. Melalui sakramen Krisma seseorang diikat secara lebih kuat sempurna dengan Gereja serta diperkaya dengan daya kekuatan Roh Kudus.
Dijelaskan juga bahwa Sakramen Krisma memiliki dasar Kitab Suci yang diambil dari Kisah Para Rasul 8:16-17, juga 19:5-6 “Sebab Roh Kudus belum turun di atas seorangpun di antara mereka, karena mereka hanya dibaptis dalam nama Tuhan Yesus. Kemudian keduanya menumpangkan tangan di atas mereka, lalu mereka menerima Roh Kudus.” “Ketika mendengar hal itu, mereka memberi diri mereka dibaptis dalam nama Tuhan Yesus, dan ketika Paulus menumpangkan tangan di atas mereka, turunlah Roh Kudus ke atas mereka, dan mulailah mereka berkata-kata dalam bahasa roh dan bernubuat”
Di video tersebut dijelaskan juga tentang Anugerah Roh Kudus, karena tidak bisa dipisahkan dari peristiwa pentakosta yaitu ketika Roh Kudus turun atas para rasul dan membangkitkan mereka untuk tampil sebagai saksi saksi Kristus yang gagah berani.
Hadirnya kuasa Roh Kudus tidak dapat dipisahkan dari peran Roh Kudus di dalam hidup Yesus yaitu Roh Kudus yang turun atas Yesus saat ia dibaptis oleh Yohanes dan meneguhkan bahwa ia adalah Mesias yang akan datang, Putra Allah.
Kita dapat melihat kesempurnaannya pada diri Yesus Kristus, yang diurapi Allah dengan Roh Kudus-nya (Kisah Para Rasul 10:38) Jadi, Krisma bagi kita adalah pengurapan yang menjadikan kita seperti Kristus, kita menerima pengurapan Roh Kudus yang sama seperti yang diterima oleh Kristus. Dengan Sakramen Krisma, para murid tampil sebagai saksi Kristus yang sejati dan mempunyai kewajiban yang lebih banyak untuk menyebarkan dan membela Iman dengan perkataan maupun dengan perbuatan (Kisah Para Rasul 10:1-49)
Hal yang dikatakan Alkitab mengenai sakramen Krisma:
1. Yesus menjanjikan karunia Roh Kudus yang disebutnya sebagai penolong dan roh kebenaran yang akan menyertai sampai selama-lamanya (Yohanes 14:16)
2. Para Rasul menerima pemenuhan janji rahmat penguatan dari Roh Kudus pada hari hari Pentakosta. Setelah dipenuhi oleh Roh Kudus, para murid menjadi berani untuk mewartakan perbuatan-perbuatan besar yang dilakukan Allah (Kisah Para Rasul 2:11) 3. Kristus mencurahkan Roh Kudus untuk mewartakan perbuatan-perbuatan besar yang
dilakukan Allah (Kisah Para Rasul 2:17-18)
4. Urapan roh kudus ini ditandai dengan penumpangan tangan (Kisah Para Rasul 8:14-17) dan pengurapan urapan dengan minyak harum yang disebut Krisma.
Sehingga seluruh kehidupan kita mengalirkan keharuman Kristus (2 Korintus 2:15)
5. Rasul Paulus mengajarkan bahwa kita perlu bertumbuh, pertumbuhan ini dimungkinkan oleh Roh Kudus yang memberikan kekuatan kepada kita. Dalam Konsili Vatikan II dijelaskan tentang Kesatuan Sakramen Inisiasi yaitu pemberian Sakramen Baptis dan Penguatan dilaksanakan di dalam perayaan Ekaristi yang diberikan oleh uskup, namun uskup dapat memberikan kuasa kepada para Imam untuk tugas tersebut (KGK 1313)
Sakramen Penguatan memiliki Materia (Bahan) dan Forma (Rumusan) yang menjadikannya sebagai Sakramen.
Materia Sakramen Penguatan:
1. Penguluran kedua tangan (penumpangan tangan) Uskup atau imam yang diberi wewenang kepada calon penerima penguatan.
2. Lalu, pengurapan atau pengolesan minyak krisma di dahi penerima dalam bentuk salib.
3. Pengurapan dengan minyak Krisma berarti penerima Krisma:
- Dikuduskan - Dikhususkan
- Menerima kuasa untuk melakukan tugas-tugas perutusan sebagai umat beriman.
4. Dengan menerima Sakramen Krisma, kita menerima Roh Kudus yang merupakan meterai, tanda bahwa kita ini milik Allah.
5. Sakramen Krisma merupakan yang pertama dari serangkaian Sakramen “pengurapan”
Sakramen-sakramen tersebut mempergunakan bahasa isyarat yang sama, yaitu pengurapan dengan minyak.
6. Minyak Krisma merupakan campuran minyak zaitun atau minyak tumbuhan lain dengan balsam atau wangi-wangian lain. Biasanya Minyak Krisma diberkati oleh Uskup dalam Misa Krisma pada pagi hari Kamis Putih dalam Pekan Suci di Gereja Katedral bersama-sama dengan minyak suci yang lainnya, misalnya minyak pengurapan orang sakit. Kemudian, minyak Krisma dibagi-bagikan ke seluruh wilayah Keuskupan sebagai lambang persatuan dalam Gereja.
Forma Sakramen Penguatan:
1. Dengan rumusan “Semoga dimeterai oleh Karunia Allah, Roh Kudus” atau
“Terimalah tanda karunia Roh Kudus”
2. Syarat menerima Sakramen Krisma:
a. Usia cukup dewasa untuk dapat mempertanggungjawabkan serta mengembangkan kedewasaan Imannya atau berusia minimal 14 tahun (Kelas 2 SMP)
b. Memiliki iman Katolik & Dibaptis secara Katolik.
c. Tergabung dalam kesatuan Gereja Katolik.
d. Wajib mengikuti pertemuan pembinaan Katekese, untuk melakukan pembinaan, harus berada dalam kondisi rahmat, memiliki sikap hati yang bersih, tidak melakukan dosa berat sebelumnya.
e. Wajib melakukan Sakramen Tobat agar berada dalam kondisi yang layak untuk menerima Sakramen Krisma.
3. Calon Krisma hendaknya didampingi oleh wali Krisma, wali Krisma bertugas untuk mengusahakan agar krismawan/krismawati bertindak sebagai saksi Kristus yang sejati memenuhi kewajiban-kewajiban yang melekat pada Sakramen Krisma.
4. Buah dari Sakramen Krisma adalah Pencurahan Roh Kudus dengan meningkatkan dan memperdalam rahmat baptisan yaitu semakin berakar secara mendalam dengan kita sebagai anak-anak Allah yang membuat kita bisa berkata “Aba Ya Bapa”
Video tersebut juga memberitahukan kita bahwa kita semakin disatukan secara kuat dengan Kristus, Karunia Roh Kudus semakin banyak dilimpahkan kepada kita. Kita semakin disempurnakan dalam ikatan kita dengan Gereja. Kita diberikan kekuatan dari Roh Kudus untuk menyebarkan Iman, baik dengan perkataan maupun perbuatan sebagai saksi Kristus yang sejati untuk berani mengakui Kristus dan memanggul salib-nya. Oleh sebab itu kehadiran Roh Kudus dalam diri kita membuahkan:
1. Dewasa Iman 2. Pertobatan 3. Keselamatan 4. Mengasihi 5. Pemberitaan Injil
Kesimpulan video kedua: Saya dapat menyimpulkan bahwa Sakramen Krisma merupakan sebuah anugerah bagi kita, di mana kita harus mempelajari dan melaksanakan materia dan forma agar kita benar-benar siap menerima Sakramen Krisma sehingga kita pantas dan siap melengkapi Sakramen Inisiasi dan mendapatkan buah-buah dan berbagai manfaat untuk
hidup kita. Saya juga dapat menyimpulkan bahwa inti dari video tersebut adalah Sakramen Krisma sebagai salah satu Sakramen Inisiasi diberikan kepada mereka yang sudah dewasa dalam hal iman. Apakah kita sudah memiliki kedewasaan dalam hal iman? Pertanyaan yang bagus untuk kita refleksikan bersama-sama.
Terima kasih!