TUGAS LITERASI TEKNOLOGI AUTOMATIC SEAM RIPPER “MONO”
___________________________________________________
Diusulkan oleh :
1605220054 / 2022 Siti Nurhasanah 1605220060 / 2022 Nadia Salsabella 1605220084 / 2022 Najma Sani
UNIVERSITAS TELKOM BANDUNG
2022
DAFTAR ISI
DAFTAR ISI 2
RINGKASAN 3
PENDAHULUAN 5
GAGASAN 9
KESIMPULAN 13
DAFTAR PUSTAKA 14
RINGKASAN
Seam ripper merupakan alat yang digunakan untuk memotong benang pada jahitan dan melepas benang dari bahan kain. Dalam pengunaanya alat ini dioprasikan secara manual, ujung yang tajam dimasukan ke dalam jahitan di bawah benang yang akan di potong, benang dibiarkan menyisip kedalam garpu dan alat kemudian diangkat agar lebih mudah merobek benang. Setelah jahitan di lepas dengan cara ini, dapat di jahit sesuai keinginan.
Pada gagasan sebelumnya, telah ditawarkan modifikasi seam ripper dengan menggunakan lampu di ujung alat agar memudahkan penjahit saat memotong dalam kondisi gelap. Pengaplikasian manual masih belum bisa mempercepat proses produksi garmen.
Sebagai sebuah solusi, inovasi Automatic seam ripper akan dimodifikasi secara otomatis dan bisa dioperasikan menggunakan Ai. Pemodifikasi Automatic seam ripper tentu saja mempercepat pengerjaan produksi garmen. Membuat produksi garmen menjadi lebih efektif dan efisien.
Pengimplementasi tersebut melibatkan banyak pihak. Yakni:
1. Mahasiswa, sebagai pencetus inovasi.
2. Penjahit, yang akan menggunakan automatic seam ripper agar hasil ebih cepat.
3. Pengusaha garmen, yang akan menggunakan mesin Automatic seam ripper untuk memeperbesar jumlah produksi garmen dalam waktu secepat mungkin.
Tahapan-tahapan perumusan inovasi:
Lambatnya proses pemotongan atau pendedelan benang pada kesalahan penjahit. Semakin lama proses pengerjaan semakin banyak tenaga yang dibutuhkan, tentu akan semakin nambah ongkos produksi. Untuk mengurangi dan mempercepat proses pengerjaan diciptakan inovasi seam ripper bertenaga mesin agar dapat mendukung industri garmen berskala menengah hingga besar.
Automatic seam ripper dimodifikasi untuk meningkatkan kecepatan produksi, menghemat waktu dan ongkos produksi. Dalam hal ini, penulis menggunakan tipe inovasi produk melalui fungsi kecepatan.
Automatic seam ripper “MONO” akan dipasarkan melalui strategi inovasi.
Yakni strategi inkremental. Pemasaran yang pasti dilakukan karena meninjau perubahan-perubahan yang terus berkembang mengikuti jaman dan
kebutuhan. Akan menginovasi terciptanya alat seam ripper yang lagi bagi penggunanya.
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
Industri garmen merupakan industri padat karya yang memproduksi pakaian dan berperan penting dalam perekonomian dunia. Industry Garmen Bekerja pada metode produksi jalur perakitan yang seluruh proses dipecah menjadi beberapa kegiatan. Di industri garmen yang memproduksi pakaian yang dimana mempertahankan tingkat kualitas yang diinginkan merupakan tantangan besar bagi industry besar. Kontributor utama dalam daftar cacat adalah
a) cacat jahitan b) luka dan kerusakan c) pewarnaan
d) Partikel asing.
Frekuensi cacat jahitan adalah 92% dari total cacat yang terjadi sebagai kegagalan internal. Cacat jahitan seperti jahitan bergelombang, jahitan tidak seimbang, jahitan kendur, jahitan tumpang tindih dll.
Sebagian besar pengerjaan ulang dilakukan saat kesalahan dalam menjahitan sehingga jahitan harus dibongkar ulang. Kontribusi waktu pengerjaan ulang umumnya 8-14% dari total Menit Standar yang Diizinkan. Biaya penolakan jauh lebih banyak daripada biaya pengerjaan ulang karena kain yang merupakan 60%- 70% dari total biaya juga terbuang-dengan pakaian yang ditolak. Untuk
menghemat kain dan membuat kebutuhan pengerjaan ulang garmen dapat diterima. Seam ripping adalah operasi penting dalam industri garmen yang tidak bisa diabaikan.
Tiga alasan yang membuat kesalahan dalam jahitan:
Kesalahan oleh operator jahit
Perubahan di persyaratan pembeli
Perapian jahitan dalam proses finishing ada yang salah
Untuk memperbaiki kesalahan jahitan biasanya digunakan Seam ripper yaitu merupakan alat yang digunakan untuk memotong benang pada kain jika terjadi
kesalahan jahitan. Selain itu, alat yang berbentuk seperti garpu jarum dan sebagian berbentuk pisau ini juga digunakan untuk melepaskan benang dari bahan kain.
Meskipun sudah menggunakan seam ripper, hal ini juga dapat menimbulkan ancaman bagi kain, karena risiko kain terpotong secara tidak sengaja sangat besar jika tidak hati-hati menggunakna seam ripper.
Si Proses ripping manual adalah proses yang memakan waktu. Singh et.Al. (2018) melakukan penelitian menggunakan sistem gerak dan waktu (Predetermined Motion and Time System) di sebuah industri garmen di Delhi NCR menggunakan 60 sampel dan ditemukan bahwa jahitan hanya butuh 6 detik untuk dibuat oleh operator jahit, dan butuh 71 detik dalam ripping jahitang secara manual
menggunakan seam ripper oleh penjahit. Penjahit melakukan beberapa gerakan tangan seperti memetik, memotong, menarik dan meregangkan kain. Akibatnya, kain mengalami kerusakan seperti lubang jarum
membesar, ujung berjumbai, robek, distorsi jahitan dll.
Salah satu pencetus automatic seam ripper yaitu Jack Rogger membuat automatic seam ripper tapi hal tersebut memiliki masalah yang terlibat dalam memanfaatkan seam ripper tersebut. Satu masalah adalah karena seam ripper harus dipegang dengan satu tangan, hanya satu tangan yang bisa memegang material. Hal ini membuat sangat sulit untuk menjaga dua bagian kain terpisah di sepanjang jahitan untuk memungkinkan seam ripper berfungsi dengan baik. Karena kekurangan ini, seluruh prosedur seam ripper sulit dan memakan waktu.
Laser juga di gunakan industri pakaian dengan berbagai cara. Sifat sinar searah membuat laser sangat kuat dan memungkinkannya untuk melakukan berbagai tugas seperti identifikasi permukaan, analisis kedalaman dan penyelarasan, Pembakaran benang, desain kompleks pada kain berlapis-lapi dll. Tindakan pembakaran laser digunakan dalam departemens seperti pemotongan, bordir dan pencetakan, untuk pemotongan yang tepat dengan hasil akhir yang bersih.
Penggunaan Ai juga sangat membantu seperti dalam pembuatan logo menjadi lebih cepat dan lebih fleksibel dengan bantuan pemotongan laser Mesin otomatis.
Laser fading telah menciptakan revolusi dalam industri denim. Ukiran laser paling sering digunakan untuk pencetakan t-shirt dan pembuatan logo dalam garmen.
Yang jelas dapat memastikan akurasi bahkan untuk desain dimensi yang lebih kecil. Ai juga digunakan untuk memperagakan pakaian dan teknik pengukuran manual telah digantikan pemindaian tubuh 3D. Hal ini sangat menghemat waktu dan bisa mendapatkan ukuran tubuh manusia yang lebih tepat. Ini memungkinkan terjemahan data yang dikumpulkan secara cepat dan real time menjadi output yang diinginkan.
Dapat disimpulkan bahwa automatic seam ripper dapat dikembangkan dengan menggunakna Teknik laser dan di operasikan menggunakan Ai. Disadari bahwa dengan teknologi yang tersedia sekarang dengan cara pemrosesan, pembakaran laser automatic seam ripping system dapat dikembangkan. Hal ini dapat mengisi kesenjangan dan untuk mengatasi kebutuhan industri garmen.
1.2 Tujuan dan Manfaat
1.2.1 Tujuan
Adapun tujuan dari pembuatan produk ini sebagai berikut :
a. Sebagai produkyang mampu bersaing dipasaran dengan memiliki ciri khas tersendiri,sehingga automatic seam ripper “MONO” ini memiliki nilai jual yang tinggi.
b. Menciptakan produk automatic seam ripper “MONO” ini supaya lebih mencintai produk asli dalam negeri sendiri.
c. Sebagai guna untuk menciptakan produk untuk memenuhi
kebutuhan konsumen terhadap produk automatic seam ripper “MONO”
yang efisien, mudah digunakan, dan multiguna.
1.2.2 Manfaat
Adapun manfaat dari pembuatan produk ini adalah sebagai berikut :
a. Untuk memberikan kemudahan dan kenyamanan terhadap para penggunaan automatic seam ripper “MONO”.
b. Untuk memberikan kemudahan terhadap pengguna automatic seam ripper “MONO” yaitu memberikan 2 kemudahan, fleksibel dan menghemat waktu pengerjaan.
c. Untuk memberikan kemudahan terhadap pengguna automatic seam ripper ketika ingin memotong benang pada kain jika terjadi kesalahan jahitan.
BAB 2 GAGASAN
2.1 Kondisi kekinian pencetus gagasan
Seam ripper merupakan alat yang digunakan untuk memotong benang pada kain jika terjadi kesalahan jahitan. Selain itu, alat yang berbentuk seperti garpu jarum dan sebagian berbentuk pisau ini juga digunakan untuk melepaskan benang dari bahan kain. Umumnya, seam ripper terdiri dari pegangan, poros dan kepala. Lebih lanjut, kepala alat ini memiliki cabang dengan permukaan pemotongan terletak di dasar garpu. Dalam beberapa desain lain, salah satu sisi garpu meruncing ke titik yang tajam agar lebih mudah dimasukkan ke dalam jahitan yang rapat.
Dalam penggunaannya, alat ini dioprasikan secara manual mengandalkan keterampilan tangan penjahit. Ujung alat yang tajam dimasukkan ke dalam jahitan di bawah benang yang akan dipotong. Benang dibiarkan menyisip ke dalam garpu dan alat kemudian diangkat ke atas agar bilah lebih mudah merobek benang.
Setelah jahitan dilepas dengan cara ini, ujung yang longgar dapat dilepas dan jahitan dapat dijahit kembali sesuai dengan keinginan.
Dalam produksi berskala besar, pengoprasian seam ripper ini memakan banyak waktu dan tenaga. Sehingga, hal ini dapat meningkatkan biaya produksi dan memperlambat waktu pengerjaan produk. Untuk itu, inovasi pemaksimalan seam ripper untuk menunjang produksi garmen berskala besar sangat diperlukan.
2.2 Solusi yang pernah ditawarkan sebelumnya
Pada gagasan-gagasan sebelumnya, telah ditawarkan modifikasi seam ripper dengan menggunakan lampu di ujung alat guna memudahkan penjahit saat
memotong benang di kondisi gelap atau minim cahaya. Akan tetapi, inovasi ini dinilai belum begitu efisien untuk mendukung produksi garmen berskala besar.
Fungsi lampu LED yang dilengkapi dengan pelindung balon merah memang dapat menambah keamanan pengguna seam ripper, akan tetapi pengaplikasiannya yang masih manual masih belum bisa mempercepat proses produksi garmen. Meski fungsi keamanan dan kenyamanan pengguna meningkat, namun efektifitas alat ini belum menunjukkan perubahan yang signifikan, khususnya bagi para pelaku produksi garmen berskala besar.
2.3 Gagasan yang ditawarkan
Sebagai sebuah solusi untuk meningkatkan efektifitas alat seam ripper bagi produsen garmen berskala besar, penulis menggagas inovasi Automatic seam ripper. Desain dari seam ripper manual akan dimodifikasi secara otomatis dan bisa dioperasikan menggunakan Ai. Dalam hal ini, otomatisasi yang dimaksud yaitu pemanfaatan tenaga mesin berbahan bakar listrik. Dalam pengerjaannya, alat ini memang tidak menggunakan tenaga manusia sebagai user serta pengontrol.
Tentu ini sangat meminimalisir tenaga yang harus dikeluarkan penjahit.
Pemodifikasian Automatic seam ripper tentu saja mempercepat pengerjaan produksi garmen. Mesin yang bekerja dengan cepat dan tepat tentu akan membuat produksi garmen menjadi lebih efektif dan efisien. Selain dapat mengurangi biaya produksi, alat ini juga dapat meningkatkan jumlah produksi garmen, khususnya bagi produksi garmen berskala besar.
2.4 Pihak yang dapat mengimplementasikan gagasan
Pengimplementasian gagasan tersebut melibatkan banyak pihak dalam pengaplikasiannya. Dalam hal ini, pihak-pihak tersebut yakni:
1. Mahasiswa
Dalam topik bahasan ini, mahasiswa berperan sebagai pencetus inovasi yang akan dijadikan acuan dalam proyek GIT.
2. Penjahit
Penjahit merupakan produsen produk garmen yang nantinya akan menggunakan mesin Automatic seam ripper agar hasil produksi menjadi lebih cepat dan efisien.
3. Pengusaha garmen
Dalam skala besar, pengusaha garmen merupakan produsen yang juga akan menggunakan mesin Automatic seam ripper untuk memperbesar jumlah produksi garmen dalam wartu secepat mungkin.
2.5 Langkah-langkah yang harus dilaksanakan dalam pengimplementasian gagasan
Pengimplementasian gagasan yang telah disebutkan sebelumnya tentu harus melewati tahapan-tahapan yang panjang. Berikut adalah tahapan-tahapan perumusan inovasi tersebut.
2.5.1 Sumber Inovasi
Lambanya proses pemotongan atau pendedelan benang pada kesalahan penjahitan produk garmen menghadirkan inovasi Automatic seam ripper ini. Proses yang memakan waktu relatif lama dengan ketelitian yang cukup tinggi agar tidak merusak kain dapat menghambat proses penyelesaian produk. Proses pengerjaan yang dilakukan secara manual juga membutuhkan banyak tenaga apabila ditemui banyak kesalahan penjahitan. Semakin lama proses pengerjaan dan semakin banyak tenaga yang dibutuhkan, tentu akan semakin menambah ongkos produksi. Sehingga, untuk mengurangi ongkos produksi dan mempercepat
proses pengerjaan agar proses produksi garmen menjadi efektif dan efisien, diciptakan inovasi Automatic seam ripper yang dioperasikan oleh Ai dapat mendukung industri garmen berskala menengah hingga besar.
2.5.2 Tipe Inovasi
Automatic seam ripper dimodifikasi untuk meningkatkan kecepatan produksi. Untuk menghemat waktu dan ongkos produksi, tenaga mesin dikerakahkan berdampingan dengan pengoperasian menggunakan Ai. Dalam hal ini, penulis menggunakan tipe inovasi produk melalui fungsi kecepatan. Jika umumnya seam ripper digunakan secara manual untuk mendedel benang yang salah jahit, maka penulis memodifikasi alat ini dengan penggunaan mesin otomatis yang lebih cepat dan tepat.
2.5.3 Strategi Inovasi
Automatic seam ripper “MONO” akan dipasarkan melalui strategi inovasi. Strategi yang digunakan yakni strategi inkrimental. Dalam hal ini, pemasaran yang perlahan namun pasti dilakukan karena meninjau perubahan-perunahan yang akan terus berkembang mengikuti perubahan jaman dan kebutuhan produksi garmen. Perubahan secara perlahan ini juga akan terus menginovasi terciptanya alat seam ripper yang lebih sempurna lagi bagi penggunanya.
KESIMPULAN
Seam ripper merupakan alat yang digunakan untuk mempermudah penjahit melakukan pemotongan dan melepas benang dari bahan kain, karena banyaknya waktu yang akan di gunakan dan banyaknya kesalahan dalam melakukan
pendedelan oleh penjahit, Lambatnya proses pemotongan atau pendedelan benang pada kesalahan penjahit. Semakin lama proses pengerjaan semakin banyak tenaga yang dibutuhkan, tentu akan semakin menambah ongkos produksi maka
Automatic seam ripper dimodifikasi untuk meningkatkan kecepatan produksi.
DAFTAR PUSTAKA
Nayak R Padye R, The use of laser in garment manufacturing: an overview. Fashion and textile; 2016; 3:5 p.1-16
Rogers J, inventor; Seam ripper attachment for automatic sewing machine, US patent no.
3756175. 1973 Sep, 04.
Roland D Michel J Noltin D, Schumacher T, Franzen R Lorance D, inventors, Apparatus and method for laser etching wear pattern into denim pants. US patent no.10361474, 2003 June 05.
Senaviratna NAMR, Application of Generalized Linear Model to the Minimization of Defectives in Sewing Process of Apparel. International Journal of Scientific and Research Publications; 2013; 3:7 p.715-719.
Singh A. Development of laser based Seam Ripper, ME theis, Department of fashion technology, National Institute of Fashion Technology, New Delhi, 2018
Singh, A., Panghal, D., & Jana, P. (2019). Automatic seam ripping system.
Procedia Manufacturing, 30, 98-105.
https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S2351978919300459