• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tugas PKL YumitaSufitri 2220942004

N/A
N/A
Yumita Sufitri

Academic year: 2024

Membagikan "Tugas PKL YumitaSufitri 2220942004"

Copied!
20
0
0

Teks penuh

(1)

Oleh :

Yumita Sufitri (2220942004)

Dosen Pengampu : Dr.Eng Slamet Raharjo

JURUSAN TEKNIK LINGKUNGAN FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS ANDALAS PADANG 2023

(2)

• Permasalahan sampah kota menjadi salah satu tantangan yang kritis khususnya negara berkembang, karena teknik pengelolaan limbah padat yang tidak aktif, urbanisasi, hingga kurangnya pemahaman manusia.

• Negara India yang merupakan negara berkembang menghasilkan limbah padat yang besar di setiap harinya khususnya kota besar di India, seperti Mumbai, Delhi, Kolkata, dan Chennai, tetapi tidak ada pengelolaan sampah yang efektif, seperti tempat pembuangan sampah yang sesuai.

• Siliguri dapat menghasilkan limbah padat 400 ton sampah per hari pada tahun 2021 dan diprediksi produksi sampah di kota ini akan meningkat dari hari ke hari seperti 455 ton per hari pada tahun 2031 dan 573 ton per hari pada tahun 2041.

• Di Kota Siliguri ditemukan jika 2 lokasi area pembuangan sampah telah penuh.

• Identifikasi lokasi TPA yang sesuai dan potensial untuk digunakan sekarang dan masa yang akan datang dengan mempertimbangkan beberapa kriteria.

I N T R O D U C T I O N

(3)

W I L A Y A H S T U D I K A S U S

(4)

Pemilihan Kriteria Lokasi TPA Sesuai

Pada tahap ini dibutuhkan beberapa parameter yang menjadi kriteria pertimbangan dalam pemilihan lokasi TPA yang dirasa mampu menampung beban TPA baik saat ini maupun yang akan datang dimana pemilihan kriteria ini mengikuti pedoman dewan pengendalian polusi India dimana diperoleh sembilan parameter spesifik yang relevan dipilih dalam menggunakan pemodelan MCDA berbasis GIS untuk mengidentifikasi lokasi yang sesuai dalam kota industri Siliguri, Benggala Barat, India

M E T H O D O L O G Y

(5)

ArcGis

Menurut ESRI dalam Riyanto (2009:36) SIG adalah kumpulan yang terorganisir dari perangkat keras komputer, perangkat lunak, data geografis dan personil yang dirancang secara efisien untuk memperoleh, menyimpan, mengupdate, memanipulasi, menganalisis, dan menampilkan semua bentuk informasi yang bereferensi geografi.

Analisis yang paling umum digunakan analisa Overlay Proses integrasi data dari lapisan-lapisan layer yang berbeda disebut dengan overlay. Secara analisa membutuhkan lebih dari satu layer yang akan ditumpang susun secara fisik agar bisa di analisa secara visual.

M E T H O D O L O G Y

(6)

Penilaian Teknik MCDA dengan Metode AHP

Teknik AHP merupakan metode yang paling penting untuk proses pengambilan keputusan dengan memberikan bobot masing-masing kriteria. Metode ini pertama kali diperkenalkan oleh Saaty pada tahun 1980. Nilai bobot masing-masing kriteria telah ditetapkan menurut skala kepentingan relatif yang ditunjukkan pada Tabel 4 (Saaty, 1980).

M E T H O D O L O G Y

(7)

Menentukan skor masing-masing kriteria menggunakan acuan Saaty, 1986

Hitung vektor eigen Normalisasi :

Uji konsistensi :

Konsistensi Ratio :

M E T H O D O L O G Y

(8)

RI

Bobot kritera perbandingan berpasangan

M E T H O D O L O G Y

(9)

M E T H O D O L O G Y

Eigen Normalisasi

(10)

H A S I L D A N P E M B A H A S A N

Rangkuman Kriteria Bobot AHP, Kelas, Tingkat Kesesuaian Luas, Luas Dalam Persen, Serta Rating Dari Setiap Kriteria.

(11)

H A S I L D A N P E M B A H A S A N

(12)

H A S I L D A N P E M B A H A S A N

(13)

H A S I L D A N P E M B A H A S A N

(14)

H A S I L D A N P E M B A H A S A N

(15)

H A S I L D A N P E M B A H A S A N

(16)

H A S I L D A N P E M B A H A S A N

Peta Kesesuaian Potensi TPA di Siliguri, India

(17)

K E S I M P U L A N

Lokasi lain yang cocok sebagian besar terletak di bagian paling selatan, barat selatan dari Wilayah Perencanaan Korporasi Kota Siliguri dengan kedekatan yang lebih besar dari kota inti dan juga terhubung melalui Bypass Metropolitan Timur dan Jalan Raya Nasional yang

ditandai sebagai eco- menjanjikan secara ekonomi dan dianggap dapat meminimalkan biaya transportasi.

Integrasi GIS dan MCE adalah alat yang efektif untuk menyelesaikan masalah pemilihan lokasi TPA karena GIS memberikan pengelolaan dan penyajian data yang efisien dan MCE memberikan peringkat yang andal dari area TPA berdasarkan berbagai kriteria.

Berdasarkan hasil temuan, di wilayah studi, 35,61% wilayah sangat tidak sesuai untuk TPA, wilayah dengan kesesuaian rendah 32,64%, wilayah cukup sesuai 19,37%, wilayah sangat sesuai 8,90% dan wilayah sangat sesuai 3,48%.

Teknik pemodelan ini dapat membantu perencana kota dan otoritas terkait untuk lebih berhasil dalam pengelolaan sampah perkotaan di kawasan perencanaan perusahaan kota Siliguri.

(18)

S O F T W A R E I D R I S I

• Software idrisi merupakan software untuk mengelola sistem informasi geografis (SIG) terutama dalam menangani peta yang berasal dari satelit.

• IDRISI memiliki keunggulan dari sisi pemodelan berbasis waktu (Time Series). Selain itu, pengolahan citra (image processing) yang tersedia pada IDRISI untuk mengelola data foto satelit sangat mumpuni dan telah banyak digunakan hingga saat ini

• Software Idrisi ini sangat mumpuni dalam memprediksi perkembangan daerah urban atau peri- uban seiring berjalannya waktu dan akurasinya pun sudah teruji.

• Banyak digunakan dalam pemodelan lingkungan.

(19)

S O F T W A R E I D R I S I

(20)

Terima Kasih

Referensi

Dokumen terkait

Pemilihan lokasi dilakukan secara sengaja atau purposive dengan pertimbangan bahwa didaerah tersebut dikenal TPA (Tempat Pembuangan Akhir) sampah yang memproduksi pupuk kompos

pengambilan sampel karena sesuai dengan kriteria dan tujuan penelitian. Pertimbangan atau kriteria pemilihan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah

Pemilihan RPH Maribaya sebagai lokasi penelitian dilakukan atas dasar pertimbangan, antara lain: (1) di lokasi penelitian terdapat data yang dibutuhkan berdasarkan studi

Sub kriteria daya saing yang menjadi pertimbangan dalam pemilihan lokasi Tempat Penitipan Anak terdiri dari dua belas sub kriteria , dimana lima sub kriteria yang paling

Dalam langkah ini, dilakukan identifikasi kriteria, hubungan antara kriteria dan alternatif yang akan menjadi pertimbangan dalam pemilihan lokasi. Identifikasi kriteria dan

Pemilihan lokasi penelitian dilakukan dengan purposive yaitu peneliti menentukan sampel lokasi yang diambil karena ada pertimbangan/ kriteria tertentu yaitu usahatani kakao

Tempat Pembuangan Akhir (TPA) merupakan tahapan akhir pemrosesan sampah oleh sebab itu TPA harus dipersiapkan dengan baik termasuk dalam Pemilihan lokasi TPA yang sesuai

Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi kriteria - kriteria yang menjadi pertimbangan di dalam pemilihan supplier yang sesuai, melakukan pembobotan