TUGAS REVIEW JURNAL ILMIAH
“PENGLIHATAN TINGKAH LAKU VISUAL”
NAMA : RAYHAN RAMADAN\
NRP : 59231115183 PRODI/SEM : TPI – G / IV
REVIEW JURNAL Tingkah Laku Visual
1. Adaptasi Penglihatan: Ikan memiliki adaptasi penglihatan yang memungkinkan mereka untuk mengenali predator, mangsa, dan lingkungan sekitarnya. Jurnal ini menyebutkan bahwa ikan menggunakan penglihatan untuk berinteraksi dengan lingkungan mereka dan untuk menghindari bahaya. Pengetahun ini bisa diaplikasikan dalam desain alat tangkap ikan untuk menggunakan umpan atau teknologi visual yang menarik perhatian ikan target.
2. Strategi Penangkapan: Dengan memahami pola penglihatan dan kebiasaan ikan di berbagai kedalaman dan kondisi pencahayaan, alat tangkap dapat dirancang agar lebih menarik bagi ikan, mengarahkannya memasuki jaring tanpa mengganggu spesies yang dilindungi , .
Produksi Suara
1. Peran Suara dalam Komunikasi: Ikan memproduksi suara sebagai bagian dari
interaksi sosial, untuk berkomunikasi dengan anggota kawanan, mencari pasangan, dan menentukan wilayah kekuasaan. Jurnal ini membahas bahwa frekuensi suara yang dipancarkan dapat memengaruhi respons ikan, yang menciptakan peluang untuk digunakan dalam metode penangkapan yang lebih efisien .
2. Alat Bantu Penangkapan: Penelitian mengidentifikasi bahwa kombinasi cahaya dan frekuensi suara dalam alat bantu tangkap dapat meningkatkan efisiensi penangkapan.
Misalnya, penggunaan suara untuk menarik ikan ke sumber cahaya atau umpan dapat meningkatkan hasil tangkapan sambil tetap melindungi spesies yang dilarang
PENJELASAN ISTILAH UNTUK BERBAGAI ISTILAH Penglihatan Tingkah Laku Visual
1.Akomodasi:Kemampuan lensa mata untuk mengubah bentuk agar dapat memfokuskan cahaya dari objek yang berbeda jarak.
Adaptasi Cahaya:
Proses penyesuaian sensitivitas mata terhadap perubahan intensitas cahaya.
2. Fotoreseptor:Sel-sel khusus di retina yang mengubah cahaya menjadi sinyal listrik.
Terdapat dua jenis utama:
3. Sel batang(rods):Sensitif terhadap cahaya redup, berperan dalam penglihatan malam dan perifer.
4. Sel kerucut (cones): Sensitif terhadap warna dan cahaya terang, berperan dalam penglihatan sentral dan detail.
5. Retina:
Lapisan jaringan peka cahaya di bagian belakang mata yang mengandung fotoreseptor.
6. Sistem Visual:
Sistem organ yang memberikan kemampuan organisme untuk memproses detail yang terlihat, serta beberapa fungsi non-pembentukan gambar. Ini mendeteksi dan menafsirkan informasi dari cahaya tampak untuk membangun representasi dunia di sekitarnya.
Pendengaran dan Produksi Suara 7.Amplitudo:
Kekuatan atau intensitas gelombang suara, yang menentukan kenyaringan suara.
Frekuensi:
Jumlah getaran gelombang suara per detik, yang menentukan tinggi nada suara.
Koklea:
Organ berbentuk spiral di telinga bagian dalam yang mengubah getaran suara menjadi sinyal saraf.
Membran Timpani (gendang telinga):
Membran tipis yang bergetar saat terkena gelombang suara.
Fonetik:
Ilmu yang mempelajari bunyi bahasa secara fisik, termasuk cara produksi, transmisi, dan penerimaan bunyi.
Fonologi:
Ilmu yang mempelajari sistem bunyi bahasa, termasuk bagaimana bunyi-bunyi tersebut diorganisasikan dan digunakan untuk membedakan makna.
Artikulasi:
Proses pengucapan bunyi bahasa dengan menggunakan organ bicara seperti lidah, gigi, bibir, dan langit-langit.
Resonansi:
Fenomena getaran yang terjadi ketika suatu benda bergetar pada frekuensi alaminya, memperkuat suara.
Gurat Sisi dan Labirin
Gurat Sisi:
Sistem sensorik pada ikan dan beberapa amfibi yang mendeteksi getaran dan perubahan tekanan di air.
Labirin:
Sistem organ di telinga bagian dalam yang berperan dalam keseimbangan dan orientasi spasial.
Sel Rambut:
Sel sensorik yang memiliki proyeksi seperti rambut dan mengubah gerakan mekanis menjadi sinyal saraf.
Otolit:
Kristal kalsium karbonat di labirin yang membantu mendeteksi gravitasi dan percepatan linear.
Kanals Semisirkular:
RESUME MATERI Resume Jurnal
Judul: Pengembangan Alat Tangkap Ikan Ramah Lingkungan Berbasis Eto-Ekofisiologi Penulis: Aristi Dian Purnama Fitri Tahun: 2020 (edisi ke-2)
Latar Belakang
Jurnal ini membahas pentingnya pengembangan alat tangkap ikan yang ramah lingkungan dengan memanfaatkan ilmu fisiologi dan tingkah laku ikan. Permasalahan penangkapan ikan yang tidak berkelanjutan dan dampaknya terhadap ekosistem perairan menjadi latar belakang penting untuk penelitian ini.
Tujuan
Mempresentasikan kajian yang mengintegrasikan konsep etologi dan ekofisiologi dalam pengembangan alat tangkap ikan yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan, serta menjelaskan tingkah laku ikan di bawah pengaruh faktor lingkungan.
Metode
• Kajian Teori: Mengkaji literatur dan penelitian sebelumnya mengenai fisiologi ikan dan tingkah laku adaptifnya.
• Penerapan Praktis: Mengembangkan alat tangkap dan teknik yang mengimplementasikan hasil kajian teori.
Hasil
1. Desain Alat: Diusulkan model alat tangkap yang memanfaatkan pemahaman tentang aspek visual dan pendengaran ikan untuk meningkatkan efisiensi penangkapan.
2. Konservasi: Penelitian ini juga menyoroti aspek konservasi, khususnya perlunya menjaga spesies yang terancam punah dengan merancang alat yang tidak membahayakan biota ETP (Endangered, Threatened, and Protected).
3. Inovasi Teknologi: Alat bantu baru yang menggabungkan cahaya dan suara untuk menarik ikan target, sekaligus menghindari gangguan terhadap spesies lain.