• Tidak ada hasil yang ditemukan

TUGAS TA

N/A
N/A
Elsa Gita Pratiwi

Academic year: 2025

Membagikan "TUGAS TA"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

ELSA GITAPRATIWI 1 ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM INFORMASI ADMINISTRASI

KEPENDUDUKAN DESA HINGAN BERBASIS WEB

SKRIPSI

Disusun Untuk Memenuhi Syarat Kelulusan Program Sarjana 1 Pada Sekolah Tinggi Manajemen Informatika Dan Komputer

(STMIK Palangkaraya)

OLEH :

ELSA GITA PRATIWI NIM C2257201071

JURUSAN SISTEM INFORMASI

SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER (STMIK PALANGKARAYA)

2025

(2)

ELSA GITAPRATIWI 2 BAB 1

PENDAHULUAN

1. Latar Belakang

1.1 Pendahuluan

Dalam era transformasi digital saat ini, cloud computing telah menjadi salah satu tren global yang signifikan dalam pengembangan sistem informasi.

Menurut Firmansyah dan Mulyadi (2017), penggunaan sistem informasi dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan, termasuk dalam administrasi

kependudukan, sangatlah dibutuhkan. Cloud computing menawarkan solusi yang efisien dan fleksibel dalam pengelolaan data, memungkinkan akses yang lebih cepat dan penghematan biaya operasional. Di Indonesia, khususnya di perguruan tinggi, adopsi teknologi ini masih terbilang rendah, sehingga menimbulkan tantangan dalam pengelolaan informasi yang efektif (Rosmalasari, 2021).

Masalah yang dihadapi oleh perguruan tinggi di negara berkembang seperti Indonesia adalah kurangnya infrastruktur yang memadai untuk mendukung implementasi cloud computing. Penelitian sebelumnya oleh Bailah (2019) menunjukkan bahwa sistem konvensional yang masih digunakan di banyak institusi pendidikan mengakibatkan proses pengolahan data yang lambat dan tidak efisien. Hal ini berbanding terbalik dengan praktik di negara maju, di mana cloud computing telah diintegrasikan secara luas dalam sistem informasi

(3)

ELSA GITAPRATIWI 3 pendidikan, memberikan kemudahan dalam akses data dan kolaborasi antar pengguna. Kesenjangan ini menunjukkan perlunya kajian lebih mendalam mengenai dampak cloud computing di perguruan tinggi Indonesia.

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dampak sistem cloud terhadap efisiensi manajemen data di perguruan tinggi, serta mengidentifikasi tantangan utama dalam penerapan cloud computing. Dengan fokus pada dua aspek ini, penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi yang signifikan bagi perguruan tinggi dalam mengadopsi kebijakan teknologi informasi yang lebih efektif. Selain itu, hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi akademisi dan institusi pendidikan dalam merumuskan strategi yang tepat untuk memanfaatkan teknologi cloud dalam meningkatkan kualitas layanan

administrasi kependudukan (Rosmalasari, 2021).

Dalam mendukung argumen ini, penelitian ini akan merujuk pada berbagai sumber dari jurnal internasional yang relevan, termasuk studi terbaru dalam lima tahun terakhir. Dengan demikian, penelitian ini tidak hanya akan memberikan wawasan baru mengenai cloud computing dalam konteks

pendidikan, tetapi juga akan memperkuat basis pengetahuan yang ada di bidang teknologi informasi dan manajemen pendidikan. Melalui struktur yang jelas dan alur logis, penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang

mendalam mengenai pentingnya cloud computing dalam meningkatkan efisiensi

(4)

ELSA GITAPRATIWI 4 dan efektivitas sistem informasi administrasi kependudukan di perguruan tinggi Indonesia (Rosmalasari, 2021).

1.1 Rumusan Masalah

1. Penggunaan Sistem Manual

Sistem administrasi kependudukan yang digunakan saat ini masih bersifat manual, sehingga mengakibatkan kesulitan dalam pencatatan dan

pengelolaan data penduduk.

2. Kesulitan dalam Pencarian Data

Perangkat desa mengalami kesulitan dalam melakukan pencarian data secara cepat, tepat, dan akurat, yang berdampak pada efisiensi pelayanan kepada masyarakat.

3. Data Ganda dan Ketidaksesuaian

Masih sering ditemukannya data penduduk ganda dan ketidaksesuaian data, yang dapat mengganggu keakuratan informasi kependudukan.

4. Lambatnya Proses Pelayanan

Proses pelayanan administrasi kependudukan yang masih menggunakan cara konvensional memerlukan waktu yang cukup lama, sehingga kurang efektif dalam memberikan layanan kepada masyarakat.

5. Kurangnya Pemanfaatan Teknologi Informasi

Pengelolaan data kependudukan di Desa Hinggan belum memaksimalkan penggunaan teknologi informasi, yang mengakibatkan kurangnya

efektivitas dan efisiensi dalam sistem yang ada.

(5)

ELSA GITAPRATIWI 5 1.2 Batasan Masalah

1. Proses Layanan Administrasi

Penelitian ini akan fokus pada analisis dan perancangan sistem informasi yang dapat mempercepat dan mempermudah proses layanan administrasi kependudukan di Desa Hinggan, yang saat ini masih dilakukan secara konvensional dan memerlukan kehadiran fisik di kantor.

2. Penyebaran Informasi

Penelitian ini akan membahas masalah terkait penyebaran informasi layanan administrasi kependudukan yang saat ini terbatas, hanya melalui pengumuman dan percakapan masyarakat, sehingga tidak efektif dalam menjangkau seluruh warga.

3. Pengaduan Masyarakat

Penelitian ini akan mengidentifikasi kebutuhan akan sistem yang

memungkinkan masyarakat untuk mengajukan pengaduan secara online, mengingat saat ini pengaduan hanya dapat dilakukan dengan datang langsung ke kantor.

4. Penggunaan Teknologi

Penelitian ini akan menganalisis penggunaan teknologi informasi, khususnya pemrograman PHP dan database MySQL, dalam merancang sistem informasi berbasis web yang dapat memenuhi kebutuhan

administrasi kependudukan di Desa Hinggan.

5. Model Pengembangan

Penelitian ini akan menggunakan model pengembangan waterfall dan pemodelan UML (Unified Modeling Language) untuk merancang sistem informasi yang diusulkan.

(6)

ELSA GITAPRATIWI 6 1.3 Tujuan Penelitian

2. Menganalisis Kebutuhan Sistem

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan sistem informasi administrasi kependudukan di Desa Hinggan, dengan fokus pada

pengelolaan data penduduk yang lebih efisien dan terintegrasi.

3. Merancang Sistem Informasi

Penelitian ini juga bertujuan untuk merancang sistem informasi administrasi kependudukan berbasis web yang dapat mempermudah pengolahan data penduduk, pembuatan surat keterangan, dan laporan yang diperlukan.

4. Meningkatkan Kualitas Pelayanan

Dengan adanya sistem yang dirancang, diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan administrasi kependudukan di Desa Hinggan, sehingga masyarakat dapat memperoleh informasi dan layanan dengan lebih cepat dan akurat.

1.4 Manfaat Penelitian

Bagi Pemerintah Desa Hingan:

1. Mempermudah proses pengelolaan data kependudukan dengan sistem yang terkomputerisasi.

2. Meningkatkan efisiensi dan akurasi dalam pelayanan administrasi kependudukan.

3. Memenuhi kewajiban hukum dalam menyediakan Sistem Informasi Desa (SID) sesuai dengan Undang-Undang No. 6 Tahun 2014.

4. Meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan data kependudukan.

(7)

ELSA GITAPRATIWI 7 Bagi Masyarakat Desa Hingan:

1. Memperoleh pelayanan administrasi kependudukan yang lebih cepat, tepat, dan akurat.

2. Meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan desa melalui sistem informasi yang transparan.

3. Memudahkan akses informasi kependudukan bagi masyarakat.

Bagi Peneliti:

1. Menerapkan ilmu dan pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan dalam menyelesaikan masalah nyata di masyarakat.

2. Menambah wawasan dan pengalaman dalam merancang dan mengimplementasikan sistem informasi.

Bagi Akademisi:

1. Menjadi referensi bagi penelitian selanjutnya yang berkaitan dengan sistem informasi administrasi kependudukan.

2. Memberikan kontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya di bidang sistem informasi dan administrasi kependudukan.

1.5 Metodologi Penelitian

(8)

ELSA GITAPRATIWI 8 Agar penelitian dapat berjalan dengan baik, maka kita harus memiliki alur penelitian yang telah disusun sebelumnya. Alur penelitian digunakan sebagai acuan atau pedoman dalam agenda penelitian yang akan dilakukan agar Penulis dapat melakukan penelitian secara terstruktur dan dapat

menyelesaikan penelitian tepat pada waktunya, juga agar penelitian dapat berjalan sesuai dengan yang diharapkan. Alur penelitian yang diterapkan oleh penulis dapat dilihat pada bagan di bawah ini :

Identifikasi Masalah

Studi Literatur

Pengumpulan Data

Analisis Kebutuhan Sistem

Membuat Permodelan Kebutuhan Sistem Informasi

Menulis Laporan Akhir Penelitian

Referensi

Dokumen terkait

Judul : Kontribusi Kebijakan Pimpinan, Kompetensi Dosen, Dan Pelayanan Karyawan Terhadap Penjaminan Mutu Internal dan Dampaknya Terhadap Kepuasan Mahasiswa Perguruan

Diharapkan dapat menambah khasanah ilmu pengetahuan, wawasan yang lebih luas dan kongkrit terkait dengan kontribusi beberapa elemen dalam perguruan tinggi seperti

Diharapkan dengan keberadaan perguruan tinggi akan memberikan kontribusi langsung dalam evaluasi program pembangunan daerah dan perencanaan pembangunan daerah yang

Fokus penelitian pada Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi di Pendidikan Teknologi Kimia Industri Medan (PTKI-Medan) yang dilaksanakan secara sistemik oleh perguruan tinggi sendiri

Lulusan perguruan tinggi kita sudah seharusnya pernah membuktikan kemampuannya ber-kontribusi nyata kepada pengembangan ilmu-pengetahuan dan teknologi ketika masih

Berdasarkan hasil pengolahan data dan analisa yang dilakukan maka dengan nilai TCC (Koefisien Kontribusi Teknologi) Sekolah Tinggi Teknologi Nusantara Lampung maka aspek prioritas

Analisis posisi bahasa Indonesia dalam Kebijakan Bahasa di Perguruan Tinggi terkait dengan dua hal, yaitu bahasa Indonesia 1) sebagai mata kuliah wajib di perguruan tinggi dan

Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi praktis bagi pemangku keputusan di Perguruan Tinggi dalam merencanakan pengembangan arsitektur sistem informasi