• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tujuan Hukum dan Teori Tujuan Hukum

N/A
N/A
Wahidah Rahma

Academic year: 2024

Membagikan "Tujuan Hukum dan Teori Tujuan Hukum"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

TUJUAN HUKUM DAN TEORI TUJUAN HUKUM

Makalah ini dibuat dan diajukan untuk memenuhi tugas kelompok pada mata kuliah Sistem Hukum Indonesia

Dosen Pengampu:

Aziwarti, S.H., M.Hum.

Tugas II

Disusun oleh kelompok 12 Alya Zahara 2010812037

Bilqis Zehira Ramadhanti Ishak 2010812039 A. Fernandos 2010812043

Wahidah Rahmah 2010812049

(2)

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT. karena atas rahmat, karunia serta kasih sayangNya kami dapat menyelesaikan makalah mengenai Tujuan Hukum dan Teori Tujuan Hukum ini dengan sebaik mungkin. Selawat serta salam semoga tetap tercurah kepada Nabi terakhir, penutup para Nabi sekaligus satu-satunya uswatun hasanah kita, Nabi Muhammad SAW. tidak lupa pula saya ucapkan terima kasih kepada Ibu Aziwarti, S.H., M.Hum. selaku dosen mata kuliah Sistem Hukum Indonesia. Dalam penulisan makalah ini, kami menyadari masih banyak terdapat kesalahan dan kekeliruan, baik yang berkenaan dengan materi pembahasan maupun dengan teknik pengetikan, walaupun demikian, inilah usaha maksimal kami selaku para penulis usahakan. Semoga dalam makalah ini para pembaca dapat menambah wawasan ilmu pengetahuan dan diharapkan kritik yang membangun dari para pembaca guna memperbaiki kesalahan sebagaimana mestinya.

Padang, 30 Januari 2020 Penyusun

(3)

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR... ii

DAFTAR ISI... iii

BAB I PENDAHULUAN... 1

1.1 Latar Belakang... 1

1.2 Rumusan Masalah... 1

1.3 Tujuan Makalah... 1

1.4 Manfaat Makalah... 1

BAB II PEMBAHASAN... 2

2.1 Tujuan Hukum... 2

2.2 Teori Tujuan Hukum... 4

BAB III PENUTUP... 6

3.1 Kesimpulan... 6

3.2 Saran ... 6

DAFTAR ISI ...7

(4)

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Tujuan hukum pada umumnya atau tujuan hukum secara universal adalah semata-mata untuk keadilan, kemanfaatan dan kepastian hukum. Tujuan hukum ini merupakan satu urutan dimana merupakan persyaratan atau landasan bagi tujuan berikutnya. Tujuan hukum tidak akan dapat tercapai sebelum tujuan sebelumnya dapat diwujudkan.

Untuk menjawab apakah tujuan hukum, tidaklah semudah apa yang diduga orang, ini disebabkan adanya perbedaan pendapat dari para ahli hukum yang memandangnya dari sudut pandang yang berbeda. Ini dapat menggambarkan bahwa tujuan hukum itu merupakan suatu yang abstrak. Hal itulah yang melatar belakangi penulisan makalah ini.

1.2 Rumusan Masalah

Adapun rumusan masalah yang akan dibahas pada makalah ini adalah:

1. Apa saja tujuan hukum?

2. Apa saja teori tujuan hukum?

1.3 Tujuan Makalah

Adapun tujuan dari pembuatan makalah ini adalah untuk mengetahui tujuan hukum dan teroi tujuan hukum.

1.4 Manfaat Makalah

Manfaat teoretis dari makalah ini adalah untuk membahas tujuan hukum dan

teori tujuan hukum. Serta manfaat praktis dari pembuatan makalah ini adalah untuk

menambah pengetahuan mengenai tujuan hukum dan teori tujuan hukum.

(5)

BAB II PEMBAHASAN

2.1 Tujuan Hukum

Berbagai pakar di bidang ilmu hukum mengemukakan pandangannya tentang tujuan hukum sesuai dengan titik tolak serta sudut pandang mereka masing-masing. Dalam sejarah perkembangan ilmu hukum dikenal tiga jenis aliran konvensional tentang tujuan hukum, yaitu sebagai berikut :

1. Aliran Etis, yang menganggap bahwa pada asasnya tujuan hukum adalah mencapai keadilan.

2. Aliran utilitis, yang menganggap bahwa asasnya tujuan hukum adalah semata-mata untuk menciptakan kemanfaatan atau kebahagiaan warga.

3. Aliran yuridis formal, yang menganggap bahwa pada asasnya tujuan hukum adalah semata-mata untuk kepastian hukum.

Ketiga aliran tersebut jelas bahwa hukum tidak terlepas untuk menjamin kelangsungan ketertiban hukum bagi masyarakat. Untuk menegakkan asas-asas keadilan dalam masyarakat secara terperinci dapat dijelaskan sebagai berikut :

A. Aliran Etis

Menganggap bahwa pada asasnya tujuan hukum itu adalah semata-mata untuk mencapai keadilan. Salah satu penganut aliran etis ini adalah Aristoteles yang membagi keadilan dalam dua jenis, yaitu sebagai berikut :

a. Keadilan distributif, yakni keadilan yang memberikan kepada setiap orang jatah menurut jasanya. Artinya, keadilan ini tidak menuntut supaya setiap orang mendapat bagian yang sama banyaknya atau bukan persamaannya, melainkan kesebandingan berdasarkan prestasi dan jasa seseorang.

b. Keadilan komunikatif, yakni keadilan yang memberikan kepada setiap orang sama

(6)

dan salah serta mata rantai sebab dan akibat. Selanjutnya ia menyimpulkan bahwa prinsip- prinsip utilitis membuat semua hal tersebut tunduk pada pertentangan :

 Utilitis adalah kandungan kebahagiaan sebuah obyek untuk memprediksi keuntungan, kebahagiaan menolak malapetaka yang bersifat jahat.

 Prinsip utilitis membimbing manusia untuk menerima kecenderungan memperoleh keuntungan dan menolak semua yang menghilangkan kebahagiaan.

 Kesenangan dapat disamakan dengan kebahagiaan dan duka dapat disamakan dengan kejahatan.

 Suatu hal yang dikatakan memberikan keuntungan apabila hal itu cenderung menambah total jumlah kesenangan atau yang serupa seperti mengurangi jumlah penderitaan.

 Aliran Normatif Dogmatik

Aliran ini menganggap bahwa pada asasnya hukum adalah semata-mata untuk menciptakan kepastian hukum. Salah satu penganut aliran ini adalah John Austin dan Van Kan, yang bersumber dari pemikiran positivistis yang lebih melihat hukum sebagai sesuatu yang otonom atau hukum dalam bentuk peraturan tertulis. Artinya, karena hukum itu otonom sehingga tujuan hukum semata-mata untuk kepastian hukum dalam melegalkan kepastian hak dan kewajiban seseorang. van Kan berpendapat bahwa tujuan hukum adalah menjaga setiap hukum adalah menjaga setiap kepentingan manusia agar tidak diganggu dan terjamin kepastiannya.

Oleh karena itu menurut aliran ini, dalam aturan hukum atau pelaksanaan hukum tidak memberi manfaat yang besar bagi masyarakat dan tidak dipermasalahkan asalkan yang utama kepastian hukum dapat terwujud. Menurut Rusli Effendy, bahwa kita harus menganut asas prioritas. Ini sesuai dengan pendapat Radbruch yaitu pertama-tama harus memprioritaskan keadilan baru kemanfaatan dan terakhir adalah kepastian hukum.

Sedangkan menurut Achmad Ali mengatakan bahwa persoalan hukum dapat dikaji dalam tiga sudut pandang antara lain :

1. Dari sudut ilmu hukum normatif, tujuan hukum dititik beratkan pada segi kepastian hukum.

2. Dari sudut falsafah hukum, maka tujuan hukum dititik beratkan pada keadilan.

3. Dari sudut pandang sosiologi hukum, maka tujuan hukum dititik beratkan pada kemanfaatan hukum.

Ketiga sudut pandang tersebut dalam pencapaiannya sebaiknya dapat terwujudkan secara keseluruhan secara bersamaan. Apabila memang tidak memungkinkan maka sebaiknya menggunakan skala prioritas mana yang lebih utama. Jadi ini tidak mutlak harus satu tujuan saja yang diutamakan.

(7)

2.2 Teori Tujuan Hukum

Begitu banyak teori tentang tujuan hukum, namun paling tidak, ada beberapa teori yang dapat di golongkan sebagai grand theory tentang tujuan hukum, sebagaimana dikemukakan Acmad Ali dalam bukunya. Achmad Ali membagi grand theory tentang tujuan hukum ke dalam beberapa teori yakni teori barat, teori timur, dan teori hukum islam yakni sebagai berikut:

a. Teori Barat, menempatkan teori tujuan hukumnya yang mencakup kepastian hukum, keadilan dan kemanfaatan. Yang akan dijelaskan lebih lanjut dalam tabel yang terdiri atas teori klasik dan teori modern.

b. Teori Timur, Berbeda dengan teori barat, bangsa-bangsa timur masih menggunakan kultur hukum asli mereka, yang hanya menekankan maka teori tentang tujuan hukumnya hanya menekankan “keadilan adalah keharmonisasian, dan keharmonisasian adalah kedamaian”.

c. Teori hukum islam, Teori tujuan hukum islam, pada prinsipnya bagaimana mewujudkan “kemanfaatan” kepada seluruh umat manusia, yang mencakup “kemanfaatan”

dalam kehidupan dunia maupun diakhirat. Tujuan mewujudkan kemafaatan ini sesuai dengan prinsip umum Al-Qur’an:

a. Al-Asl fi al-manafi al-hall wa fi al-mudar al man’u (segala yang bermanfaat dibolehkan, dan segala yang mudarat dilarang).

b. b. La darara wa la dirar (jangan menimbulkan kemudaratan dan jangan menjadi korban kemudaratan).

c. c. Ad-darar yuzal (bahaya harus dihilangkan). Perihal “teori barat” Selaras dengan tujuan hukum barat, Indonesia menggunakan hukum formal barat yang konsep tujuan hukumnya adalah keadilan, kemanfaatan, dan kepastian hukum, namun Indonesia juga menganut sistem eropa kontinental secara dominan dalam sistem hukumnya, sehingga corak pemikirannya sangat legalistik. Hal itu disebabkan oleh keadaan dan sejarah perkembangan indonesia sebagaimana dikemukakan oleh Ahmad Ali. Dan bagi negara-negara berkembang (salah satunya Indonesia) pada umumnya hukum di negara-negara berkembang secara historis terbentuk oleh empat lapisan. Lapisan terdalam terdiri dari aturan aturan kebiasaan

(8)

individu masyarakat.Bahwa adanya aturan hukum semacam itu dan pelaksanaan aturan tersebut akan menimbulkan kepastian hukum, yang dalam pandangan Peter Mahmud sebagai berikut: Kepastian hukum mengandung dua pengertian yaitu pertama, adanya aturan yang bersifat umum membuat individu dapat mengetahui apa saja yang boleh atau tidak boleh dilakukan; dan kedua, berupa keamanan hukum bagi individu dari kesewenangan pemerintah karena dengan adanya aturan yang bersifat umum itu individu dapat mengetahui apa saja yang boleh dibebankan atau dilakukan oleh negara terhadap individu

(9)

BAB III PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Berdasarkan hasil pembahasan di atas makalah tujuan hukum dan teroi tujuan hukum, dapat kita ketahui ada banyak tujuan dan teori tujuan hukum. Perbedaan pendapat para pakar hukum mengenai tujuan hukum disebabkan oleh perbedaan sudut pandang mereka tentang tujuan hukum tersebut Pada umumnya tujuan hukum yang dikemukakan oleh para pakar tidak terlepas dari tujuan hukum untuk mewujudkan keadilan, kemanfaatan dan kepastian hukum.

3.2 Saran

Dengan membaca makalah ini, penulis berharap dapat menambah pengetahuan serta

wawasan pembaca mengenai berbagai macam tujuan hukum dan teroi tujuan hukum

yang ada. Karena sebagai warga negara yang baik, kita harus mengetahui secara sadar

hukum yang ada.

(10)

DAFTAR PUSTAKA

H Sarwohadi., SH., MH. Rekonstruksi Pemikiran Hukum di Era Demokrasi [internet].

[diunduh 2021 Januari 29]. Tersedia pada

https://www.pta-bengkulu.go.id/images/artikel/teori

%20hukum.pdf

Darmansyah. 2018. Derstanding (MOU) Antara TNI dengan Kepolisian RI NOMOR: B/2/I/2018 dan Kerma Nomor: 2/I/2018 Tentang Perbantuan TNI Kepada Polri Dalam Memelihara sKeamanan dan Ketertiban Masyarakat (HARKATIBMAS) Ditinjau dari Aspek Kepastian Hukum [skripsi]. Bab II, halaman 26-31. Malang (ID): Universitas Muhammadiyah Malang.

Referensi

Dokumen terkait

Friedmann mengungkapkan dasar-dasar esensial dari pemikiran Kelsen sebagai berikut: (1) Tujuan teori hukum, seperti tiap ilmu pengetahuan, adalah untuk mengurangi

Teori hukum yakni ilmu yang mempelajari peristiwa hukum, peraturan-peraturan, dan tujuan hukum, sedangkan teori keadilan yang berisikan teori etis dan teori utilitis.. metode

Teori murni berasal dari aliran hukum positif, dimana di dalam teori ini berusaha untuk memberikan pengertian hukum dilihat sebagai sesuatu yang “murni“ terlepas dari segala unsur

Oleh karena menurut teori hukum integratif, fungsi hukum sebagai sarana pembaharuan bukan sebagai alat pemaksaan kehendak penguasa kepada rakyatnya ( dark

Pada fase Antropologi Hukum penyelesaian sengketa, teori-. teori evolusionisme dan

Badan hukum menurut teori ini bukan abstrak (fiksi) dan bukan kekayaan (hak) yang tidak bersubjek, tetapi badan hukum adalah sesuatu organisme yang riil, yang menjelma sungguh –

Teori hukum terus berkembang dan berevolusi seiring dengan perkembangan dan perubahan nilai-nilai yang hidup didalam masyarakat ataupun negara, teori hukum sendiri telah

"Teori yang mengkaji dan menganalisis tentang wujud atau bentuk atau tujuan perlindungan, subjek hukum yang dilindungi serta objek perlindungan yang diberikan