• Tidak ada hasil yang ditemukan

SEJARAH PERKEMBANGAN PESANTREN DI INDONESIA

N/A
N/A
ARSAL ARJIAPUTRA

Academic year: 2023

Membagikan "SEJARAH PERKEMBANGAN PESANTREN DI INDONESIA "

Copied!
3
0
0

Teks penuh

(1)

SEJARAH PERKEMBANGAN PESANTREN DI INDONESIA Nurrohman Muhamad Soleh

Mahasiswa S1 Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas Pendidikan Indonesia [email protected]

ABSTRAK

Pesantren merupakan salah satu lembaga pendidikan keagamaan Islam yang terkenal serta tertua di Indonesia. Dalam perjalanannya, tentu banyak dinamika yang terjadi terhadap perkembangan pesantren di Indonesia hingga saat sekarang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sejarah perkembagan pesantren di Indonesia. Metode penelitian yang dilakukan ialah metode kualitatif dengan jenis studi pustaka terhadap sumber yang relevan dengan pembahasan. Pesantren sebagai lembaga pendidikan tertua di Indonesia telah ada sejak 300-400 tahun dan tersebar di beberapa wilayah Nusantara, khususnya Jawa dengan pola pendidikan klasik atau tradisional dan pengasuhan guna pembentukan karakter. Perkembangan pesantren pada masa kolonial terjadi berbagai hambatan yang disebabkan kebijakan-kebijakan pemerintah kolonial. Karena hal tersebut, pesantren kerap menjadi pelopor utama perjuangan, baik melawan pemerintah kolonial maupun mempertahankan kemerdekaan. Selanjutnya keberadaan pesantren terus berkembang menyesuaikan perkembangan zaman tanpa menghilangkan tradisi dan ciri khas pesantren tersebut.

Kata Kunci: Perkembangan, Pesantren, Indonesia.

PENDAHULUAN

Pesantren merupakan salah satu lembaga pendidikan berbasis keagamaan Islam yang terkenal Indonesia. Pesantren sendiri pada dasarnya merupakan tempat yang tak hanya sebagai tempat para santri memperdalam ilmu agama, melainkan pula sebagai tempat pengasuhan untuk membentuk karakter santri dalam rangka pengamalan ajaran agama dalam kehidupannya sehari-hari. Pola pendidikan serta pengasuhannya yang khas menjadi suatu hal yang unik dalam proses pendidikan yang dilakukan dalam lembaga pendidikan pesantren, seperti metode pembelajaran secara halaqah dan penerapan berbagai pendisiplinan yang variatif, baik permisif maupun otoriter. Dalam segi historisitas, lembaga pendidikan pesantren merupakan lembaga pendidikan tertua yang ada di Indonesia.1 Dari semenjak awal hadirnya pesantren di tanah Nusantara sejak datangnya Islam ke Nusantara, eksistensi pesantren terus berkembang hingga saat ini. Dalam perjalanan historisnya, tentunya telah terjadi berbagai dinamika terhadap perkembangan pesantren di Indonesia hingga perkembangan pesantren bisa sampai pada masa sekarang.

METODE PENELITIAN

Metode penelitian yang dilakukan ialah metode kualitatif dengan jenis penelitian studi pustaka. Menurut Nazir (dalam Sari dan Asmendri, 2020), studi pustaka atau penelitian kepustakaan ialah tekhnik pengumpulan data dengan melakukan penelaahan literatur, catatan, serta laporan yang berkaitan dengan masalah yang ingin dipecahkan.

PEMBAHASAN

1Imam Syafei (2017). “PONDOK PESANTREN: Lembaga Pendidikan Pembentukan Karakter”. Jurnal Pendidikan Islam. Vol. 8, hlm. 87.

(2)

Lembaga pendidikan pesantren merupakan lembaga pendidikan tertua yang pernah ada di indonesia. Keberadaanya mulai muncul sejak 300-400 tahun yang lalu dan tersebar di beberapa wilayah Nusantara, khususnya di pulau Jawa. Ada berbagai pandangan berkaitan dengan lahirnya pesantren di Indonesia. Beberapa orang berpendapat bahwa berdirinya pesantren tak lepas dari peran dakwah Walisongo di Nusantara, khususnya di Jawa. Mereka mendirikan pesantren sebagai tempat dakwah Islam sekaligus sebagai proses belajar- mengajar dengan mengambil alih pola pendidikan padepokan tapi mengubah bahan dan materi yang diajarkan serta melakukan perubahan secara perlahan terhadap tata nilai dan kepercayaan masyarakat setempat. Pendapat selanjutnya menjelaskan bahwa lahirnya pesantren memilik hubungan historis dengan Timur Tengah. Hal tersebut terjadi dengan berangkatnya para jamaah haji dari Indonesia ke Mekkah dan menuntut ilmu di sana yang kemudian diteruskan di Nusantara dengan mendirikan pesantren oleh para kyai yang telah pulang haji tersebut. Adapun pendapat yang lainnya menjelaskan bahwa berdirinya pesantren tak terlepas dari gerakan tarekat atau tsawuf di Indonesia.2 Terlepas dari perbedaan pendapat tersebut, dapat disepakati bahwa keberadaan pesantren sudah ada sangat lama bahkan semenjak awal datangnya Islam di Indonesia. Menurut Van Bruissen (dalam Syafei, 2017), pesantren tertua yang telah berdiri di pulau Jawa ialah Pesantren Tegalsari yang didirikan pada tahun 1796. Adapun menurut Soebardi (dalam Syafei, 2017), pesantren tertua yang pernah berdiri adalah pesantren yang didirikan oleh Sunan Giri pada abad ke-17 di sebelah utara Surabaya, Jawa Timur. Adapun menurut Mastuhu (1994), kehadiran pesantren telah ada di Nusantara sejak abad ke-13 M dan di pulau Jawa semenjak abad 15-16 M beriringan dengan masuknya Islam ke Nusantara dan Jawa. Pola pendidikan pesantren pada mulanya berjalan secara klasik dan tradisional, di mana seorang kyai bersama santrinya melakukan halaqah untuk mengaji Al-Qur’an atau kitab-kitab klasik berbahasa Arab yang sedang di pelajari. Hingga kemudian pesantren berkembang menjadi suatu lembaga pendidikan agama yang menerapkan pola pengasuhan untuk membentuk pola karakter santri yang dapat berguna di masyarakat serta sesuai ajaran agama.

Perkembangan pesantren di Indonesia pada masa Kolonial dibatasi dan dihambat oleh pemerintah kolonial melalui berbagai kebijakannya. Keberadaan pesantren pada masa kolonial saat itu dianggap sebagai sesuatu yang dianggap ancaman atau hambatan dalam setiap pelaksanaan pemerintahan kolonial, baik Belanda Jepang. Kebijakan-kebijakan pemerintah kolonial yang menghambat atau membatasi perkembangan pesantren ialah kebijakan Guru Ordonnantie 1905. Kebijakan tersebut berusaha menghambat serta melenyapkan keberadaan pesantren serta madrasah yang tidak sesuai izin dan standarisasi Pemerintah Kolonial Belanda. Selain itu kebijakan lainnnya yang berusaha menghambat keberadaan pesantren ialah pelarangan pengajaran kitab-kitab Islam yang berpotensi akan menumbuhkan sikap perlawanan terhadap Kolonial Belanda. Sehingga menurut Qomar (dalam Mahdi: 2007), tercatat empat kali Pemerintah Kolonial Belanda berusaha menghambat serta membelenggu keberadaan pesantren di Indonesia, yakni pada tahun 1882, 1905, 1925, dan 1932. Selain itu, keberadaan lembaga sekolah formal yang dilaksanakan dengan sistem Barat menjadi tantangan tersendiri terhadap berjalannya pendidikan pesantren.

Adapun kebijakan Pemerintah Kolonial Jepang yang sangat kontroversial bagi umat Islam ialah kewajiban membungkuk ke arah Tokyo

2 Syaharuddin dan Heri Susanto. Sejarah Pendidikan Indonesia: Era Pra Kolonialisme Nusantara sampai Reformasi. (Banjarmasin: Universitas Lambung Mangkurat, 2019), hlm. 23.

(3)

Only two pages were converted.

Please Sign Up to convert the full document.

www.freepdfconvert.com/membership

Referensi

Dokumen terkait

1. Bagi masyarakat khususnya, akan mengetahui bagaimana sejarah awal berdirinya Pesantren At-Thoyyibah Indonesia dan dapat mengetahui bagaimana perkembangan pendidikan Islam di

Makna pesantren sebagai jenis pendidikan non-formal, berbeda dengan makna pendidikan non- formal dalam term pendidikan umum, makna pendidikan non-formal dalam term yang terakhir

Tujuan dari tulisan penelitian ini adalah untuk menjelaskan perkembangan pondok pesantren Ibnu Abbas As Salafy Sragen dari dimulainya aktifitas pendidikan pondok tahun 2006

Atikel ini membahas tentang sejarah Sejarah Perkembangan Pendidikan Islam Pada Masa Pra Kolonialisme yang dibagi menjadi Pendidikan Islam Pada Masa Kerajaan Islam di Indonesia

Perkembangan promosi kesehatan tidak terlepas dari perkembangan sejarah kesehatan masyarakat di Indonesia dan dipengaruhi juga oleh perkembangan promosi

Sejarah Perkembangan Bahasa Indonesia Bahasa Indonesia yang kita pakai saat ini sebenarnya berasal dari bahasa Melayu, yaitu bahasa Melayu Riau Provinsi Kepulauan Riau yang telah

Sejarah Berdirinya Pondok Pesantren Hidayatullah Kota Bengkulu Pondok Pesantren Hidayatullah kota Bengkulu ini pada umumnya sama dengan lembaga pendidikan sebagaimana biasanya, hanya

Modul Kurikulum Merdeka Sejarah Kebudayaan Islam membahas peran pesantren dalam dakwah dan pendidikan Islam di Indonesia secara