PENDAHULUAN
Permasalahan
- Identifikasi Masalah
- Rumusan Masalah
Pembatasan Masalah
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
Tesis berjudul “Badiuzzaman Said Nursi (Kajian Perannya dalam Perkembangan Islam pada Masa Pemerintahan Kemal Ataturk)”, oleh Irmayanti. 12 Irmayanti, “Badiuzzaman Said Nursi (Kajian Perannya Dalam Perkembangan Islam Pada Masa Pemerintahan Kemal Ataturk)”. Tesis (Makassar: UIN Alauddin, 2017), (n.d.). 36 Sujiat Zubaidi, Skripsi, Tafsir Badiuzzaman tha Nursi Kontemporer dalam Risale-i Nur, (Surabaya: UIN Sunan Ampel, 2015) hal.265.
Metode Penelitian
Tinjauan Pustaka
8 Mohammad Zaidin bin Mat, Badiuzzaman Said Nursi Historie om kamp og tanke, (Malaysia: Penerbit Malita Jaya, 2001) s.8. 52 Sujiat Zubaidi, Tesis, Tafsir Kontemporari Badiuzzaman sagde Nursi dalam Risale-i Nur, (Surabaya: UIN Sunan Ampel, 2015), s.333. Sujiat Zubaidi, afhandling, Tafsir Kontemporari Badiuzzaman sagde Nursi di Risale-i Nur, Surabaya: UIN Sunan Ampel, 2015.
Tekhnik dan Sistematika Penulisan
DISKURSUS UKHUWAH
Pandangan Ulama Tentang Ukhuwah
Pertama, firman Allah Taala: “sesungguhnya orang beriman itu bersaudara”, iaitu dalam agama dan kehormatan, bukan dalam nasab (keturunan). Kerana Allah memberi petunjuk kepada orang-orang yang beramal itu bersama saudara-saudara orang mukmin, walaupun mereka adalah orang-orang yang mengingkari/melanggar perjanjian. Adakah mereka munafik?” Ali menjawab, “Tidak, sesungguhnya orang-orang munafik itu adalah mereka yang sedikit mengingat Allah.”
Urgensi Mengetahui Makna Ukhuwah
Kamu tidak akan mendapati orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, yang saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, sekalipun orang-orang itu bapak-bapak, atau anak-anak, atau saudara-saudara, atau keluarga mereka. Mereka adalah orang-orang yang Allah telah menanamkan iman di dalam hati mereka dan menguatkan mereka dengan pertolongan yang datang dari-Nya. Terdapat tiga proses bentuk ta'aruf iaitu pengenalan rupa fizikal seperti badan, muka, gaya, pakaian dan gaya pertuturan.
Dengan saling memahami, setiap individu akan mudah mengenali kelebihan dan kekurangannya serta menerima perbedaan. Dari sinilah akan lahir ta'awun (saling membantu) dalam persaudaraan.20 Ketiga, berbuat ta'awun. 19 Hamidah, “Al Ukhuwah Al-Ijtima'iyah, wa al Insaniyah; Kajian Pluralisme Keagamaan dan Kerja Sama Keagamaan”, Majalah Intizar: Vol 12, No 2, 2015, hal.330.
20 Hamidah, “Al Ukhuwah Al-Ijtima'iyah, wa al Insaniyah; Kajian Pluralisme Keagamaan dan Kerja Sama Keagamaan”, Majalah Intizar: Vol 12, No 2, 2015, hal.331. Karena menimbulkan perselisihan, perselisihan, permusuhan dan kebencian, seperti: Ghibah, namime, (saling adu domba), cemoohan, kritik, ejekan, suudzan, kesombongan terhadap nasab, harta dan anak, dendam, hasad, tasajus. (mencari-cari kesalahan orang lain), hinaan keji dan sebagainya yang menjadi penyebab goyahnya uhuwa. 23. Jika keimanan dan Islam hilang, maka hilang pula persaudaraan (ukhuvah) dan putusnya tali silaturahmi lainnya.
Isteri akan diceraikan oleh suaminya dan anak tidak mendapat harta pusaka bapa dan pengisytiharan undur diri (barra’) adalah sesuatu yang tidak dapat dielakkan, seperti dalam ayat 4 surat Al-Mumtahanah; “Sesungguhnya kami memisahkan diri kami dari kamu dan dari apa yang kamu sembah selain Allah.
Macam-macam Ukhuwah
Pengertian dan jenis-jenis ukhuwah di atas berdasarkan pemahaman Al-Qur'an, ukhuwah yang disebutkan secara jelas antar agama dan persaudaraan yang tidak terjalin karena agama. 26.
Hak-Hak Dalam Ukhuwah
Dia harus tersenyum dengan wajah berseri-seri dan bersinar ketika dia bertemu dengan salah satu saudara laki-lakinya. Meskipun kelihatannya sepele, hal ini dapat meningkatkan perasaan cinta dan meningkatkan kesenangan, cinta dan kelembutan.30. Wajah yang berseri-seri, sebagaimana diperintahkan Rasulullah a.s., merupakan wujud dari nilai-nilai luhur uhuwa dan ungkapannya, selain itu juga merupakan salah satu sifat yang harus dimiliki oleh seorang muslim yang sejati.31.
Hendaknya ia dapat membahagiakan saudara-saudaranya dengan turut serta dalam segala keadaan dan situasi mereka, baik dalam suka maupun duka. Jika kita kaji lebih dalam hadis-hadis nabi, pendidik dan pendiri masyarakat Al-Qur’an yang pertama, tentu kita akan menemukan bahwa sebagian dari mereka telah menjelaskan kepada kita secara global tentang hak-hak Uhuva.32. 30 Mustafa Al-Kudhat, "Mabda'ul-Ukhuvah Fil-Islam, diterjemahkan dari Prinsip Uhuwah dalam Islam oleh Kathur Suhardi" hal.66.
31 Mustafa Al-Qudhat, "Mabda'ul-Ukhuwah Fil-Islam, diterjemahkan daripada Prinsip ukhuwah dalam Islam oleh Kathur Suhardi", hlm.67. 32 Mustafa Al-Qudhat, "Mabda'ul-Ukhuwah Fil-Islam, diterjemahkan daripada Prinsip ukhuwah dalam Islam oleh Kathur Suhardi", hlm.55. Ada lima hak seorang Muslim terhadap Muslim yang lain: seseorang bertanya, "Apakah ini?" dia menjawab, "jika kamu bertemu dengannya, maka ucapkanlah salam kepadanya, jika dia menjemputmu, maka penuhilah dia, jika dia meminta nasihat kepadamu, maka berilah dia nasihat, jika dia bersin dan memuji Allah (mengucapkan "syukur kepada Allah"), maka jawablah. (dengan berkata: "yarhamukallahu"), jika dia sakit, maka ziarahilah dia, dan jika dia meninggal dunia, maka iringilah jenazahnya." (H.R. Bukhari). 33.
Biografi Said Nursi
Beliau selalu menjaga kesucian wudhunya bahkan tidak pernah menyusui anak-anaknya kecuali mereka hanya dalam keadaan suci atau berwudhu.4. Menurut orang tuanya, ia memiliki daya ingat dan kecerdasan yang luar biasa, bahkan lebih pintar dari saudara-saudaranya.5 Said Nursi sudah menunjukkan tanda-tanda kejeniusan di usia muda. Ia benar-benar anak yang sangat cerdas, kritis, ia selalu memperhatikan segala hal, bertanya dan mencari jawaban, bahkan suka menganalisa dan sering mengkritik jawaban dan permasalahan yang menurutnya tidak masuk akal.
Beliau selalu membacakan pemberian surat al-Fatih kepada Syekh Abdul Qadir dan dalam banyak kesempatan Said mendapat bimbingan dan pertolongan melalui pengaruh sucinya.6.
Pendidikan Said Nursi
Said Nursi menunjukkan karakter yang menarik semasa kecilnya, suka bertanya dan berusaha mencari jawabannya sendiri. Selain itu, ia juga memikirkan persoalan terkait hidup dan mati serta kontribusi ulama terhadap masyarakat. Hal ini tentu berdampak besar pada jiwa Said Nursi, terutama dalam menanamkan sifat analitis dan kritis, serta minat berdiskusi dan berdebat.8.
Kecerdasan Said Nursi memang terkenal luar biasa, ia mampu menghafal seluruh pelajaran yang diajarkan gurunya tepat pada waktunya. Said Nursi adalah seorang anak yang terkenal cerdas, bahkan pemahaman Said melebihi teman-temannya yang masuk Madrasah tadi. Saat itu ia hafal sembilan puluh jilid kitab-kitab yang berkaitan dengan ilmu perkakas seperti Sharaf, Nahwu dan Manthik, di samping ilmu-ilmu agama seperti tafsir dan ilmu kalam.
Beliau tekun mempelajari logik dan sintaksis Arab, serta ilmu-ilmu asas seperti tafsir al-Quran, hadis dan fiqh. Bukti kepintaran Said Nursi ialah dia mampu menghafal dan memahami kitab-kitab yang agak berat dalam masa yang singkat seperti kitab jam’ul al jawami, syarh al mawaqif dan tuhfah al muhtaj karya Ibnu Hajar al-Haetami iaitu ulama. kitab fiqh Syafi'i. Di sana beliau mempelajari ilmu-ilmu moden agar dapat menyampaikan Islam sesuai dengan pemahaman umat pada zamannya.
Dan dengan minat dan motivasi pribadinya, ia mempelajari matematika, geologi, fisika, kimia, astronomi, sejarah, geografi dan filsafat.
Perjalanan Karir Said Nursi
- Periode Pertama Said Nursi (Said Lama)
- Periode Kedua Said Nursi (Said Baru)
- Periode Ketiga Said Nursi (Said Ketiga)
16 Pendidikan Madretuz Zehra yang dirancang oleh Said Nursi merupakan konsep pendidikan modern dengan tambahan keilmuan dan spiritualitas Islam klasik. Pada tahun 1914, ketika deklarasi perang diumumkan, Said Nursi mendaftar dinas militer sebagai mufti (Petugas Agama) dan mengangkat senjata. Era baru kehidupan Said Nursi ini bukannya tanpa teror dari aparat atas tuduhan terlibat revolusi melawan pemerintahan Mustafa Kemal.
Salinan sebagian Risala an-Nur masih ditulis tangan pada saat itu dan tersebar ke seluruh Turki. Said Nursi dijatuhi hukuman mati, dan seratus dua puluh muridnya juga diadili pada tahun 1935 di Pengadilan Kriminal Esceritair.27. Meski dalam tekanan, Said Nursi berhasil menyelesaikan karya ketiganya, Risala an-Nur, yaitu al-Lama'at, dan karya keempatnya yaitu Su'alar, di penjara Eskisehir.
Dan selama itu, bahkan di balik tembok penjara dan pengasingan, Said Nursi menjadi ulama utama yang melawan protes tersebut. Pada tahun 1950, di berbagai desa dan kota di berbagai wilayah Turki, murid-murid Nur masih harus memproduksi Risala An-Nur hanya dengan tulisan tangan dan mendistribusikannya. Beberapa perubahan dalam hidup Said Nursi diarahkan untuk mencoba melatih generasi baru santri Nur yang akan mengorganisir gerakan Risale-i Nur setelah Nursi tidak mampu lagi. 34 Pada tahun 1950-an, jumlah murid Nur bertambah dan menyebar ke berbagai belahan dunia, termasuk Pakistan.
Risalah An-Nur dijadikan sebagai acuan acuan gerakan dakwah yang kini sudah mendunia.
Latar Belakang penulisan Risalah Nur
Dengan demikian Traktat an-Nur karya Said Nursi mempunyai corak sosial yang bersumber dari paradigma sufi. 47. 55 M. Solahudin, Jurnal “Pendekatan Tekstual dan Kontekstual dalam Tafsir Said Nursi”, (Bandung: Uin Sunan Gunung Djati, 2016), hal.128. Dalam konteks penafsiran, Said Nursi selalu menjaga penafsiran Al-Qur'an dari sudut teks dan konteks secara proporsional dan seimbang.
Risalah Said Nursi al-Nur terutama berkaitan dengan seruan keimanan dan tauhid, yaitu kesadaran manusia akan Keesaan Sang Pencipta. 11Edi Amin, Dakwah Masyarakat Ummati Transisi: Kajian Konsepsi Dakwah Said Nursi dan Penerapannya di Indonesia, (Transwacana Press, 2017). 19 Edi Amin, Dakwah Komunitarian Transien Ummatik: Kajian Konsepsi Dakwah Said Nursi dan Penerapannya di Indonesia.
32Edi Amin, Dakwah Komunitarian Ummatik Transisi: Kajian Konsepsi Dakwah Said Nursi dan Penerapannya di Indonesia. 34 Edi Amin, Dakwah Komunitarian Ummatik Transisi: Kajian Konsepsi Dakwah Said Nursi dan Penerapannya di Indonesia. 40 Edi Amin, Dakwah Komunitarian Ummatik Transisi: Kajian Konsepsi Dakwah Said Nursi dan Penerapannya di Indonesia.
Zaidin bin Mat, Mohammad, Badiuzzaman Said Nursi Sejarah Warna dan Pemikiran, Malaysia: Malita Jaya Publishing House, 2001.
Metodelogi Penafsiran Risalah Nur
Karya-Karya Said Nursi
16 Bediuzzaman Said Nursi, Khutbah Syamiah, Terj Al-Khutbah Asy Syamiah od Fauzi Faishal Bahreisy (South Tangerang: Risale Nur Press, 2014).
Karakteristik penafsiran Badiuzzaman Said Nur
PANDANGAN SAID NURSI TENTANG UKHUWAH
Konsep Ukhuwah Islam Perspektif Said Nursi
- Hakikat Keimanan
- Kesadaran Umat
- Pribadi Kolektif
PENUTUP
Saran-saran
Saya berharap umat Islam khususnya di Indonesia dapat menerapkan konsep ukhuwah sebagai solusi atas perpecahan umat Islam di Indonesia yang disadari atau tidak semakin mengikis persatuan dan kesatuan umat Islam. Saya menyarankan agar penelitian ini dapat dilanjutkan sebagai penelitian yang lebih dalam, lebih banyak solusi dan jawaban terhadap perpecahan umat Islam di Indonesia. Abrar Azhar Al-Akram, Tesis “Konsep Uhuwah dalam AL-Qur'an (Studi Perbandingan Kitab Tafsir Al-Lubab dengan Pesan Al-Qur'an).
Al-Qurthubi, "Tafsir Al-Qurthubi", oversat af Akhmad Khatib fra den originale titel "Tafsir Al-Jami' li Ahkam Al-Qur'an", Jakarta: Pustaka Azzam, 2009. Fra al-Iman wa Takamulul Insan- Af Fauzi Faishal Bahreisy, South Tangerang: Risale Nur Press, 2015. Treatise Ana & Thabiah Recognizing the Ego Denying Materialist Philosophy Oversat af Treatise Ana wa at-Thabi'ah fra Fauzi Faishal Bahreisy.
Hamidah, “Al Ukhuwah Al-Ijtima'iyah, wa al Insaniyah; Kajian Pluralisme Keagamaan dan Kerja Sama Keagamaan”, (Intizar. Kasim Shalih, Ihsan, Said Nursi Pemikir Besar dan Sufi Abad 20, Terj Nabila Lubis, Jakarta: PT Raja Garfindo Persada, 2003. Muhammad Labib Syauqi “Tren Modern dalam Islam di Turki (Kajian Tafsir Badiuzzaman Said Nursi". Jurnal Vol 6 No 4, Jakarta: 2013.
Syarifah Laili, Tesis “Kajian Analisis Ayat Ukhuwah dalam Tafsir Al-Misbah Karya M. Quraish Shihab” Medan: UIN Sumatera Utara, 2016 Umi Wijaya, Urgensi Pendidikan Islam di Turki dalam Perspektif Badiuzzman.