• Tidak ada hasil yang ditemukan

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI MATARAM

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "UNIVERSITAS ISLAM NEGERI MATARAM "

Copied!
101
0
0

Teks penuh

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi peningkatan perekonomian masyarakat melalui usaha barang bekas. Sebab, usaha barang bekas ini sudah menjadi salah satu mata pencaharian masyarakat Pengadang dan mampu memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Rumusan Masalah

Tujuan Penelitian

Manfaat Penelitian

Telaah Pustaka

7 Tesis Wardatul Asriyah, dengan judul skripsi “Strategi Peningkatan Kesejahteraan Ekonomi Masyarakat Melalui Usaha Budidaya Perikanan di Desa Babalan Kecamatan Wedung Kabupaten Demak Jawa Tengah”. Persamaan peneliti terdahulu dan peneliti saat ini adalah upaya yang sama dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat melalui industri rumah tangga sepatu, sedangkan peneliti saat ini meneliti untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat melalui perdagangan barang bekas.

Kajian Teori

Tinjauan Strategi peningkatan kesejatraan ekonomi a. Pengertian Strategi

Dalam pengantarnya tentang kesejahteraan sosial, Friedlander mengemukakan konsep dan istilah kesejahteraan sosial. “Kesejahteraan sosial” adalah suatu sistem pelayanan dan lembaga sosial yang terorganisir yang bertujuan untuk mencapai standar hidup dan kesehatan yang memuaskan, serta hubungan individu dan sosial yang menjadikannya mungkin. mereka mengembangkan segala kemampuannya dan meningkatkan kesejahteraannya sesuai dengan kebutuhan keluarga dan masyarakatnya 14. Kesejahteraan sosial bagi seluruh lapisan masyarakat merupakan dambaan seluruh lapisan masyarakat Dalam Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1974 tentang Ketentuan.

Tinjaun Usaha Barang bekas

Dan dalam perniagaan barangan terpakai ini, rata-rata orang dalam komuniti menunggu dapat memenuhi keperluan mereka, baik dari segi mental dan fizikal. Dalam perniagaan barangan terpakai ini, terdapat pengusaha barangan terpakai yang memberikan modal kepada pengumpul barangan terpakai, dan ada yang bertindak sebagai pencari barangan terpakai atau pengumpul barangan terpakai yang segera terjun ke alam terbuka untuk cari barang terpakai. Dalam perniagaan barangan terpakai ini, antara pengusaha barangan terpakai dan pengumpul barangan terpakai mempunyai matlamat yang sama, dan mempunyai keazaman yang sama, maka ini merupakan salah satu faktor terbinanya komunikasi yang baik.

Karena dalam usaha barang bekas ini para pengusaha barang bekas memberikan modal kepada para pengepul, kemudian dari hasil penjualan tersebut para pengepul barang bekas memberikan modal yang diberikan, kemudian jika ada keuntungan dari penjualan barang tersebut dibagi . antara pengusaha barang bekas dan pengepul barang bekas. Dari sekian banyak usaha yang ada di Desa Pengadang, usaha inilah yang paling banyak melibatkan masyarakat setempat. Dan dari hasil usaha barang bekas ini masyarakat dapat tercukupi secara ekonomi dan tingkat pendapatan masyarakat menjadi lebih tinggi. agar pengangguran di wilayah Desa Pengadang dapat dikurangi. Hingga akhirnya peneliti mendapatkan data yang akurat, data yang peneliti maksud adalah data tentang usaha barang bekas di desa Pengandang.

Dalam hal ini peneliti mencari informasi langsung dari pihak pertama seperti pengusaha barang bekas dan orang-orang yang terlibat dalam menjalankan usaha barang bekas seperti pengepul dan pengangkut plastik.

Sejarah Singkat Tentang Desa Pengadang

Walaupun kedudukan geografi wilayah Kampung Pengadang didominasi oleh sawah, ini tidak menghalang kemungkinan kemudahan infrastruktur yang disediakan dan dibina oleh kerajaan kampung setempat. Berdasarkan jadual di atas, masyarakat Kampung Pengadang adalah majoriti beragama Islam di mana dalam jadual di atas tempat ibadat yang dominan adalah masjid dan masjid kerana jumlah masjid di kampung Pengadang adalah sebanyak 16 buah dan jumlah masjid berjumlah 30 buah. Kampung Pengadang adalah jumlah pendapatan penduduk, yang terbesar adalah petani dan pengusaha barangan terpakai.

Desa Pengadang mempunyai 4 jenjang pendidikan yang berbeda mulai dari Taman Kanak-Kanak, Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengah Atas. Jumlah pendidik pada tingkat Taman Kanak-Kanak sebanyak 6 orang pendidik dan 63 orang peserta didik. Sedangkan pada tingkat SD negeri jumlah guru sebanyak 58 guru dan mempunyai siswa sebanyak 678 orang, SD mempunyai guru sebanyak 67 orang dan siswa sebanyak 562 orang, selanjutnya pada tingkat I swasta sebanyak 80 guru dan siswa sebanyak 507 orang, pada tingkat atas. , tingkat SMA Negeri mempunyai 33 guru dan 521 siswa swasta, serta 71 guru dan 416 swasta.

Berdasarkan Tabel 2 di atas, jumlah guru dan siswa mulai TK hingga SMA berjumlah 315 guru dan 2747 siswa.

Keadaan Penduduk Desa Pengadang Kecamatan Praya Kabupaten Lombok Tengah Lombok Tengah

Desa Pengadang terdiri dari 18 dusun yang jumlah penduduknya dihitung berdasarkan tingkat pendidikan TK hingga pascasarjana. Pada tabel 3.3 di atas peneliti dapat menyimpulkan bahwa jumlah penduduk Desa Pengadang yang mendominasi jumlah penduduk terbesar adalah Dusun Sorong, sedangkan dusun yang jumlah penduduknya paling sedikit adalah Dusun Bunut Bireng. Sebagian besar memiliki kesejahteraan yang sama, hal ini disebabkan keseragaman saluran air. terbagi.

Latar Belakang Usaha Barang Bekas

Setiap pengusaha barangan terpakai ini mewujudkan persaingan untuk mendapatkan sejumlah besar pengumpul barangan terpakai. Lebih banyak pengumpul terpakai yang anda dapat, lebih banyak keuntungan yang anda dapat. Sebelum wujudnya perdagangan barangan terpakai ini, masyarakat kampung Pengadang amat bergantung kepada hasil kerja petani.

Karena keadaan tersebut, Pak Zainal Abidin memutuskan untuk membuka usaha barang bekas di desa tersebut. Bisnis barang bekas ini terbukti bisa mempekerjakan ibu-ibu, misalnya sebagai sopir plastik. Karena dalam bisnis barang bekas ini banyak sekali jenis plastik yang perlu dipilah, seperti plastik gelas, plastik minyak, dan lain-lain.

Karena adanya bisnis barang bekas ini, para pengusaha barang bekas mempunyai strategi berbeda-beda dalam mencari kolektor barang bekas.

Pemilik gudang sangat berperan aktif dalam mengajak para pengumpul barang bekas untuk mendapatkan keuntungan yang lebih besar. Tujuannya agar pengusaha barang bekas dan pengepul barang bekas bisa mendapat keuntungan lebih. Semakin banyak pengepul barang bekas, maka semakin besar pula keuntungan yang didapat para pengusaha barang bekas.

Pengusaha barangan terpakai memberi modal kepada pengumpul barangan terpakai dan menyediakan kemudahan kenderaan kepada pengumpul barangan terpakai. Saya melihat komuniti yang mempunyai mentaliti yang kuat untuk saya ajak menjadi pengumpul barangan terpakai. Sebagai seorang usahawan barangan terpakai, "Saya menjemput adik-adik malah ibu bapa yang ingin menjadi pengumpul barangan terpakai"9.

Berdasarkan wawancara di atas, pengusaha barang bekas dan pengepul barang bekas bergantung pada kesepakatannya.

Dampak Usaha Barang Bekas Di Desa Pengadang

Damfak secara internal

Kebutuhan yang sangat mendasar mampu memenuhi kebutuhan masyarakat setempat karena bisnis thrift ini memberikan dampak yang besar terhadap peningkatan perekonomian masyarakat desa Pengadang. Dan berdasarkan hasil dari usaha bekas ini, rata-rata orang tua mampu menyekolahkan anaknya hingga lulus SMA bahkan perguruan tinggi. Dari hasil usaha bekas ini saya bisa menyekolahkan anak saya, bahkan saya ingin lulus kuliah”23.

Pengangguran merupakan suatu permasalahan yang serius dalam kehidupan bermasyarakat apapun, namun dengan adanya usaha barang bekas ini maka pengangguran sedikit berkurang, karena pada tingkat orang dewasa sampai dengan lanjut usia dapat bekerja. Jalan kaki merupakan suatu kebiasaan yang sering dilakukan oleh sebagian remaja di Desa Pengadang, namun dengan adanya usaha barang bekas ini justru mereka semakin tertarik untuk terus menjalankan usaha tersebut. Dulu saya sering ke Malaysia, tapi sekarang bisnis ini lebih mudah dan banyak keuntungannya, makanya saya menjalankan bisnis ini sampai sekarang.” 24.

Seperti halnya di Desa Pengandang, keberadaan para pengusaha barang bekas ini selain mampu memberikan nilai ekonomi, juga memberikan dampak terhadap lingkungan yang bersih.

Dampak Secara Eksternal

Pada Bab II, data penelitian dan temuan di Desa Pengadang disajikan secara berurutan. Pada bab III data dan temuan, temuan penelitian di lingkungan penelitian dibahas lebih lanjut untuk menemukan makna yang mendasari temuan atau pernyataan yang ditemukan, juga dilakukan analisis teoritis yang mengacu pada teori yang ada dan berkembang. Ciri-ciri Pengusaha Barang Bekas dan Pengepul Barang Bekas Kemiskinan dan Kehidupan Pengepul Barang Bekas di Desa Pengadang.

Karakteristik Pengusaha Barang Bekas dan Pengumpul Barang Bekas Kemiskinan dan kehidupan pengumpul barang bekas di desa Pengadang

Sebagai sebuah profesi, pengumpul barang bekas merupakan kegiatan mengumpulkan barang bekas baik secara perorangan maupun kelompok. Kemudian para pengepul barang bekas mendatangi rumah-rumah warga dan ada juga yang mencari barang di kios, bengkel dan tempat lainnya. Dengan adanya fasilitas yang ditawarkan dapat memberikan kemudahan bagi para kolektor barang bekas sehingga tidak perlu terlalu khawatir dalam menjalani kehidupan sebagai kolektor barang bekas.

Peningkatan Kesejahteraan Ekonomi Masyarakat

Perniagaan barangan terpakai ini dapat meningkatkan ekonomi masyarakat Pengadang khususnya golongan pengumpul terpakai. Namun, dengan wujudnya perniagaan barangan terpakai ini, masyarakat di kampung Pengadang dapat mengurangkan pengangguran sedia ada. Dengan wujudnya perniagaan barangan terpakai ini, sebagai pengumpul barangan terpakai, saya amat gembira dengan kewujudan perniagaan ini.

Daripada hasil temu bual pengkaji, pengusaha barangan terpakai menyediakan kemudahan kenderaan kepada pengumpul barangan terpakai. Dan ada juga yang memberi modal kepada pemungut barang terpakai, bagi pengumpul barang terpakai yang tidak mempunyai modal. Usaha barangan terpakai ini membantu masyarakat menjalani kehidupan yang lebih selamat, sejahtera dan dapat bergaul dengan baik.

Dari uraian di atas, para pengusaha barang bekas mendapat banyak keuntungan dari penjualan barang tersebut.

Dampak Usaha Barang Bekas

Dampak secara internal

Usaha barang bekas ini mampu memenuhi kebutuhan saya dan dapat membantu suami saya untuk meningkatkan perekonomiannya, dan saya juga sangat bersyukur karena dengan adanya usaha ini saya tidak perlu lagi mencari pekerjaan karena pekerjaan ini sangat membantu saya. pertumbuhan. pendapatan sehari-hari". B). Para pengusaha barang bekas dan pengepul barang bekas sebagian besar bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari. Para pengepul barang bekas membeli barang di lapangan dengan harga yang sangat murah, dan para pengusaha barang bekas pun membeli barangnya dengan harga yang sangat murah, dan pada akhirnya keduanya dapat memperoleh keuntungan yang sama. D).

Hal ini tentu menjadi sebuah catatan yang sangat luar biasa bagi seorang pengusaha barang bekas mampu menyekolahkan anak-anaknya dengan tingkat pendidikan yang tinggi. e) Pengurangan pengangguran. Namun dengan adanya usaha barang bekas ini pengangguran dapat berkurang karena sebagian besar masyarakat mencari pekerjaan tersebut, khususnya pada masyarakat Pengadang. Sebab pekerjaan ini tidak terlalu sulit dan hanya membutuhkan rasa percaya diri dalam mencari barang bekas di lapangan. f) Mengurangi jumlah orang yang sering berpindah-pindah.

Namun dengan adanya perdagangan barang bekas tersebut, warga Pengadang lebih memilih tinggal di kampungnya sendiri.

Dampak secara eksternal

Saya melihat orang-orang yang bermental kuat bisa saya ajak menjadi kolektor barang bekas. Dalam bisnis ini, masyarakat tidak lagi bergantung pada bantuan pemerintah karena pengusaha barang bekas menjadi agen perubahan di masyarakat.

PENUTUP

Kesimpulan

Saran

Bagi pemerintah atau instansi lainnya dalam hal ini penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi untuk meningkatkan kesejahteraan perekonomian masyarakat. Bagi masyarakat setempat, kami berharap penelitian ini dapat menjadi pedoman untuk selalu meningkatkan perekonomian dan selalu berusaha saling membantu untuk meningkatkan perekonomian, khususnya bagi para pengusaha barang bekas. Kesempurnaan hanya milik Tuhan Yang Maha Esa, oleh karena itu dalam penelitian ini kami mohon kritik dan saran apabila masih banyak kekurangan.

Departemen Agama Republik Indonesia, Al-Qur'an dan Terjemahannya, Jakarta: Direktorat Jenderal Pembinaan Keagamaan Islam Direktorat Pengembangan Agama Islam dan Syariah, 2007. Departemen Agama, Pedoman Motivasi Keluarga Sakinah, Departemen Agama Islam Bidang Agama Provinsi Nusa Tenggara Barat: 2011 Lexy, J. Yana Isna A Putra, Peran BP4 Dalam Mengatasi Masalah Perkawinan di Kecamatan Jonggat, Fakultas Syari'ah Akhwalul Assyikhiah: 2002) dan Husnul Aini, Peran Pembinaan Perkawinan Dewan Pembina Dalam Membantu Permasalahan Perceraian di Desa Pengembur Kecamatan Pujut Lombok Tengah, Institut Agama Islam Negeri Mataram, 2005.

MENGIZINKAN

STRATEGI PEN:NGKATAN KESEJAHTERAAN EKONOMI MASYARAKAT MELALU:USAHA BARANG BEKAS DI DESA PENGADANG KECAMATAN

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan tabel di atas dapat dilihat bahwa Rate of Return for The Owner pada perusahaan menunjukkan bahwa perusahaan mampu menghasilkan laba dari modal sendiri yang dimiliki karena