• Tidak ada hasil yang ditemukan

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR MAKASSAR

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR MAKASSAR"

Copied!
99
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Dinas Perikanan Kabupaten Takalar mengembangkan bahan baku yang unggul dan handal dalam hal peningkatan mutu dan produksi hasil perikanan dengan mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya alam dengan menggunakan anggaran secara efisien. Dalam kebijakan yang dilakukan oleh Dinas Perikanan Takalar harus selalu ada pengendalian agar pengelolaan perekonomian daerah tidak menyimpang dari ketentuan terkait.

Rumusan Masalah

Tujuan dan Manfaat penelitian

Berdasarkan uraian di atas maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian yang berjudul : “Analisis Efektivitas Pengeluaran Anggaran Dalam Peningkatan Budidaya Rumput Laut Di Dinas Perikanan Kabupaten Takalar”. Untuk menganalisis efektivitas pengeluaran anggaran dalam peningkatan budidaya rumput laut di Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Takalar.

TINJAUAN PUSTAKA

Pengertian Anggaran

Menurut Foster, anggaran adalah suatu pernyataan kuantitatif dalam bentuk angka-angka, rencana kegiatan yang dibuat oleh manajemen untuk jangka waktu tertentu, dan alat yang membantu mengkoordinasikan hal-hal yang diperlukan untuk melaksanakan rencana tersebut. Dari definisi di atas dapat disimpulkan bahwa anggaran menunjukkan suatu rencana pengelolaan dalam bentuk kuantitatif berdasarkan asumsi bahwa langkah-langkah positif dilakukan dengan menyusun anggaran sedemikian rupa sehingga tercapai kegiatan sesuai dengan anggaran yang telah ditentukan, dengan menggunakan aset. dalam jangka waktu tertentu.

Tujuan, Fungsi dan Kelemahan Anggaran

Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) mempunyai hubungan yang signifikan dengan anggaran di tingkat nasional. Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yaitu sebagai alat untuk mengatasi masalah ketimpangan fiskal vertikal (proporsionalitas pendapatan yang menguntungkan), serta untuk mengatasi masalah ketimpangan fiskal horizontal (perbandingan kebutuhan fiskal dengan kapasitas fiskal). Maksud dari fungsi anggaran bagi pemerintah daerah kabupaten dan kota, anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) lebih bersifat politis, dimana setiap pilihan program yang disetujui dalam anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) harus memperhatikan preferensi pemilih. .

Jenis-Jenis Anggaran

Merupakan anggaran yang disusun untuk suatu periode tertentu, umumnya untuk jangka waktu satu tahun, yang disusun pada setiap akhir periode anggaran. Sebagai alat manajemen, anggaran akan mencakup seluruh aspek kegiatan perusahaan, oleh karena itu anggaran terdiri dari berbagai jenis yang masing-masing mempunyai kegunaan tersendiri.

Pengertian Penyusunan Anggaran

Rencana jangka panjang dikomunikasikan kepada manajer divisi dan manajer bawahan, serta komite anggaran, sehingga mereka mengetahui tujuan yang ingin dicapai dan cara proyek mencapai tujuan tersebut. Atas dasar tujuan organisasi dan rencana jangka panjang yang telah disusun oleh manajer puncak, manajer divisi menyusun rencana seleksi taktis, yaitu: pemilihan metode yang akan digunakan untuk mencapai tujuan, manajer departemen mengambil keputusan organisasi mengenai pengorganisasian semua . . Setiap pimpinan divisi menyusun dan mengkoordinasikan penyusunan bagian organisasi dibawahnya yaitu bagian usulan anggaran seluruh divisi yang selanjutnya diserahkan kepada panitia anggaran.

Setiap divisi dapat melakukan sinkronisasi anggaran divisi lainnya agar sejalan dengan rencana jangka panjang dan tujuan yang telah ditetapkan oleh manajer senior. Setelah upaya anggaran ditinjau oleh masing-masing divisi dan peninjauan tersebut disetujui oleh panitia anggaran, panitia anggaran menyusun usulan tersebut menjadi anggaran.

Fungsi dan Tujuan Penyusunan Anggaran

Anggaran perusahaan mungkin masih memerlukan revisi sebelum disetujui oleh manajemen puncak untuk menjadi anggaran perusahaan yang sesuai. Setelah dilakukan review anggaran, divalidasi dan didistribusikan ke masing-masing departemen dan departemen organisasi di bawahnya sebagai pedoman pelaksanaan kegiatan dan juga sebagai alat pengendalian. Untuk memberikan perkiraan posisi kas pada setiap akhir periode sebagai akibat dari operasi yang dilakukan.

Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa tujuan penyusunan anggaran kas adalah untuk dapat mengendalikan keterbatasan jumlah dana, menyempurnakan rencana yang telah disusun serta mampu menganalisis dan mengambil keputusan mengenai keuangan. . . Dari uraian di atas dapat dikatakan juga bahwa tujuan dasar penyusunan anggaran kas adalah untuk merencanakan kebutuhan perusahaan dalam jangka pendek atau jangka panjang. Selain itu, penyusunan anggaran juga merupakan alat untuk memprediksi saldo kas. gunakan secara efektif jika ada kelebihan uang.

Tahap-Tahap Penyusunan Anggaran

  • Kerangka Pikir

Hasil rancangan Kebijakan Umum Anggaran (GUA) yang telah disusun disampaikan kepada kepala daerah oleh sekretaris daerah selaku koordinator pengelolaan keuangan daerah paling lambat awal bulan Juni. Kepala daerah menyampaikan rancangan Plafon Anggaran Sementara dan Prioritas (PPAS) yang telah disiapkan kepada instansi daerah kabupaten dan kota untuk dibahas paling lambat pada minggu kedua setiap bulan. Berdasarkan penjelasan di atas, proses pengendalian meliputi pengukuran pelaksanaan rencana yang telah dibuat dan melaporkan hasil pengukuran kepada manajer terkait.

Ketiga, berfungsi sebagai pengawas kerja, apabila realisasi kegiatan perusahaan sesuai dengan anggaran yang telah ditentukan. Dengan adanya perencanaan anggaran diharapkan instansi dapat melaksanakan kegiatan yang direncanakan sesuai dengan yang dianggarkan oleh instansi tersebut, sehingga tidak terjadi penyalahgunaan anggaran.

Hipotesis

METODE PENELITIAN

  • Lokasi dan Waktu penelitian
  • Jenis dan Sumber Data
  • Metode Pengumpulan Data
  • Metode Analisis

Anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) disusun oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) bersama kepala daerah. Siklus Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) terdiri atas perencanaan, pelaksanaan, pengawasan dan pemeriksaan, serta penyusunan dan penetapan perhitungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Penyusunan dan penetapan perhitungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) menjadi tanggung jawab Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RPBD) kini berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah (PDKD). Berdasarkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), segala manfaat yang bernilai uang berupa komisi, rabat, diskon, bunga atau nama lain sebagai akibat dari penjualan dan/atau pengadaan barang dan/atau jasa dan dari hasil penjualan dan/atau pengadaan barang dan/atau jasa. penitipan dan/atau penempatan uang daerah merupakan pendapatan daerah dan dianggarkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

GAMBARAN UMUM INSTANSI

Sejarah Singkat Instansi

Dinas Perikanan Kabupaten Takalar sebagai instansi pemerintah yang melaksanakan program pembangunan di wilayah pelayanan perikanan bekerjasama dengan Pemerintahan Daerah Kabupaten Takalar. Penggunaan paket teknologi konvensional dengan input agro di luar sistem menjadi pendekatan penggunaan paket teknologi input agro dari sistem internal perikanan. Sejalan dengan pengembangan visi pembangunan perikanan Kabupaten Takalar adalah: “Mewujudkan Sumber Daya Perikanan yang Maju dan Berketahanan dalam Kerangka Partisipatif yang Berkeadilan Menuju Masyarakat Takalar Sejahtera”.

Kabupaten Takalar mempunyai wilayah penangkapan ikan seluas 4.233,20 ha yang terdiri dari Perikanan Rakyat (PR) dan Perikanan Besar Swasta (PBS) dengan berbagai komoditas, oleh karena itu pengembangan subsektor Perikanan merupakan upaya penerapan cara pemanfaatan sumber daya perikanan sebagai Produksi. Oleh karena itu, kegiatan perikanan tidak hanya sekedar produksi saja, namun juga memajukan kesejahteraan para pembudi daya ikan tanpa mengorbankan kelestarian sumber daya hayati yang ada. Di sebelah timur berbatasan dengan Kabupaten Jeneponto dan Kabupaten Gowa, wilayah Kabupaten Takalar masing-masing terdiri dari 9 (sembilan) kecamatan.

Visi Dan Misi Instansi

Visi Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Takalar adalah : “Mewujudkan sumber daya perikanan yang maju dan berketahanan dalam kerangka berkeadilan, partisipatif menuju masyarakat Takalar yang sejahtera”.

Struktur Organisasi Instansi

Dinas atau Organisasi Kabupaten Kelautan dan Perikanan Takalar mempunyai tujuan dan rencana yang ditetapkan demikian, hanya saja tujuan tersebut diperlukan untuk menilai keberhasilan suatu perusahaan atau organisasi. Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Takalar sebagai jaringan hubungan beberapa fungsi hanya dapat berjalan dengan baik apabila terdapat pembagian tugas. Begitu pula dengan Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Takalar sebagai salah satu instansi pemerintah daerah yang diberikan hak Otonomi Daerah terhadap Dinas Perikanan Kabupaten Takalar berdasarkan Peraturan Daerah No.

Untuk mencapai tujuan dalam suatu organisasi, terlebih dahulu perlu ditetapkan struktur organisasi, yaitu suatu kerangka yang menunjukkan hal tersebut. Dengan demikian, dengan demikian kita dapat mengetahui hubungan antara pemimpin dan bawahan, atau sebaliknya, serta garis wewenang dan tanggung jawab hubungan antara masing-masing bagian.

Uraian Tugas

Tindakan yang mengakibatkan pengeluaran atas beban anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) tidak dapat dilakukan sebelum ditetapkan dalam peraturan daerah tentang anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) dan ditempatkan dalam berita daerah. Surat Keputusan Pengesahan (SKO) merupakan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) yang menjadi dasar pengeluaran atas beban anggaran pendapatan dan belanja daerah. Belanja atas beban anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) pada suatu tahun anggaran hanya dapat dilaksanakan setelah anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) tahun anggaran yang bersangkutan ditetapkan dalam peraturan daerah.

Anggaran hasil kerja sama ini masuk dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RPBD). Dasar pengeluaran tak terduga yang dianggarkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RPBD).

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Analisis Deskriptif Rencana Strategik (RENSTRA)

Jadi, setiap baris dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) menunjukkan jenis pendapatan dan belanja. Pembayaran tagihan yang dibebankan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dilakukan oleh bendahara umum daerah. Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (BPBD) ditetapkan paling lambat tiga bulan sebelum akhir tahun anggaran.

Tindakan yang mengakibatkan pengeluaran atas beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tidak dapat dilaksanakan sampai Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) telah dituangkan dalam Peraturan Daerah dan ditempatkan pada Lembaga Daerah. Setiap pengeluaran atas beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) harus didukung dengan bukti yang lengkap dan sah.

Analisis Efektifitas Penggunaan Anggaran Dalam

Dari nilai realisasi dan sumber dana terlihat masih terdapat nilai sisa dari sumber pendanaan yang tersedia yaitu Rp. Dimana nilai sisa dari sumber pembiayaan yang tidak terpakai tersebut dialokasikan pada anggaran tahun berikutnya yaitu tahun 2012. Dimana nilai sisa dari sumber pembiayaan yang tidak terpakai tersebut dialokasikan pada anggaran tahun berikutnya yaitu tahun 2013.

Penggunaan anggaran sudah efektif, terbukti berdasarkan hasil perhitungan untuk mengetahui tingkat efisiensi penggunaan anggaran Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Takalar, dimana ditemukan nilai realisasi yang mendekati nilai sumber dana yang dianggarkan, dimana persentase yang diperoleh rata-rata mencapai nilai 50%, dimana tindakan tersebut dinyatakan efektif sehingga hipotesis ditolak dalam penelitian ini. Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Takalar semakin meningkatkan penggunaan anggarannya, hal ini terlihat jelas dari RAB yang dimilikinya, dimana sumber pendanaan yang tersedia masih menyisakan anggaran yang seharusnya masih dapat digunakan.

Gambar

Gambar 1 Kerangka Pikir

Referensi

Dokumen terkait

which contains abundant level of flavonoids exhib- its antipyretic effect.17 The ethanol extract of root of Asparagus racemosus possessed significant antipyretic effect which may be

Penampilan Makanan Penampilan makanan adalah penampakan pada makanan yang terlihat sat penyajian makanan waktu disajikan dimeja makan yang dipengaruhi yaitu: 1 Warna Makanan Warna