• Tidak ada hasil yang ditemukan

UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA 2019

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA 2019 "

Copied!
175
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Menghadapi era Masyarakat Ekonomi ASEAN (AEC) sebagai wujud implementasi perjanjian ASEAN Free Trade Area (AFTA), bangsa Indonesia harus mempunyai strategi yang tepat khususnya di bidang pendidikan dasar. Lulusan pendidikan dasar harus mempunyai pengetahuan, sikap dan keterampilan yang sesuai dan memadai, termasuk kemampuan beradaptasi dan menyesuaikan diri terhadap perubahan situasi kerja yang selalu berubah secara dinamis. Mengembangkan model profesionalisasi berbasis keterampilan lokal pada jenjang pendidikan dasar untuk mencari alternatif dan solusi dalam upaya membekali dan mempersiapkan lulusan pendidikan dasar yang tidak melanjutkan pendidikan agar menjadi tenaga kerja yang produktif dan berdaya saing menghadapi persaingan global;

Melaksanakan model pendidikan vokasi berbasis kompetensi kearifan lokal yang dikembangkan pada jenjang pendidikan dasar secara terbatas dan mengkaji kendala dan faktor pendukungnya, serta mengevaluasi penyelenggaraan model pendidikan vokasi berbasis kompetensi kearifan lokal secara menyeluruh. untuk mendapatkan gambaran kemungkinan keberhasilan implementasi program yang lebih luas.

Rumusan Masalah

TINJAUAN PUSTAKA

  • Vokasionalisasi Pendidikan
  • Employability Skills
  • Manajemen Berbasis Sekolah
  • Pembelajaran Keterampikan Berorientasi Ekonomdi dan Kewirausahaan
  • Media Pemasaran Berbasis Web
  • Peta Jalan (Roadmap) Penelitian

Upaya peningkatan mutu dan pelayanan pendidikan harus melibatkan pemangku kepentingan pendidikan, khususnya masyarakat dan orang tua peserta didik. Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) merupakan salah satu bentuk inovasi pendidikan berupa pelibatan masyarakat dan orang tua siswa untuk meningkatkan mutu pengelolaan penyelenggaraan pendidikan. Siswa dari berbagai latar belakang dan tingkat sosial ekonomi keluarga dapat diperhitungkan ketika menentukan jenis keterampilan yang akan diberikan sekolah kepada siswanya.

Pada tingkat SMP terdapat mata pelajaran prakarya yang intinya membekali siswa dengan keterampilan membuat produk tertentu sesuai permintaan masyarakat.

Gambar 2.1. Peta Jalan Penelitian Vokasionalisasi Pendidikan  Keterampilan/Kecakapan Hidup Berbasis Kearifan Lokal
Gambar 2.1. Peta Jalan Penelitian Vokasionalisasi Pendidikan Keterampilan/Kecakapan Hidup Berbasis Kearifan Lokal

TUJUAN DAN MANFAAT PENELITIAN

Tujuan Penelitian

Manfaat Penelitian

Permasalahan utama yang ingin diteliti adalah terkait dengan pendidikan keterampilan atau kecakapan hidup bagi siswa pada jenjang pendidikan dasar di sekolah menengah pertama. Pendidikan keterampilan yang akan diberikan kepada siswa SMP merupakan pendidikan keterampilan yang masih bersifat pra kejuruan, untuk memberikan persiapan keterampilan vokasi atau keterampilan vokasi. Skenario ini dapat diterapkan jika aspirasi profesional siswa adalah keinginan untuk melanjutkan keterampilan yang telah dimilikinya.

Nilai tambah harus diperoleh atau ada perbedaan yang nyata antara hasil keterampilan yang dikembangkan di masyarakat dengan hasil yang dihasilkan siswa SMP melalui pendidikan keterampilan. Skenario ini didasarkan pada asumsi bahwa siswa menginginkan pelatihan keterampilan yang berbeda dari yang sudah ada di masyarakat setempat. Prinsip penyampaian pendidikan keterampilan ini adalah dari siswa, oleh siswa, dan untuk siswa.

Oleh karena itu, siswa hendaknya diberikan angket untuk memilih di antara beberapa jenis keterampilan yang mereka anggap sesuai dengan kebutuhan dan kondisi daerah/sekolah. Pendidikan keterampilan yang akan ditujukan kepada siswa SMP merupakan pendidikan keterampilan yang masih bersifat pra vokasi dan memberikan persiapan untuk keterampilan vokasi atau keterampilan vokasi. Dengan mengikuti pelatihan keterampilan pra vokasi, siswa tidak hanya dilatih untuk melakukan tugas dan membuahkan hasil.

Titik tolak terselenggaranya Pendidikan Keterampilan ini adalah dari siswa, oleh siswa, dan untuk siswa. Skenario ini didasarkan pada asumsi bahwa siswa menginginkan pendidikan keterampilan yang berbeda dengan pendidikan yang sudah ada di masyarakat setempat. Skenario ini dapat diterapkan jika ambisi profesional siswa adalah keinginan untuk melanjutkan keterampilan yang telah dimilikinya.

Nilai tambah harus diperoleh, atau ada perbedaan yang jelas antara hasil keterampilan yang dikembangkan di masyarakat dengan hasil yang dihasilkan siswa sekolah menengah melalui pendidikan keterampilan. Untuk itu, hendaknya siswa diberikan angket mengenai pilihan antara beberapa jenis keterampilan yang dinilai sesuai dengan kebutuhan dan kondisi wilayah/sekolah. Rasio alat terhadap jumlah peserta didik peserta Pendidikan Keterampilan memenuhi kriteria minimal sesuai karakteristik penggunaan alat.

Gambar 4.1. Tahapan pelaksanaan penelitian Pengembangan Model Pendidikan  keterampilan pada jenjang Pendidikan dasar
Gambar 4.1. Tahapan pelaksanaan penelitian Pengembangan Model Pendidikan keterampilan pada jenjang Pendidikan dasar

METODE PENELITIAN

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Pengembangan Pembelajaran Keterampilan Berbasis Ekonomi dan

Pengembangan pembelajaran berbasis ekonomi dan kewirausahaan dimaksudkan sebagai bentuk pembelajaran yang menekankan pada pemahaman dasar-dasar kewirausahaan dengan penekanan pada perhitungan biaya produksi suatu produk. Berdasarkan perhitungan tersebut akan ditentukan nilai jual produk yang diproduksi, sehingga mahasiswa mengetahui cara dan prinsip penggunaan Rencana Anggaran Belanja (RAB) untuk setiap produk yang diproduksi. Pengembangan pembelajaran berbasis keterampilan ekonomi dan kewirausahaan merupakan bagian yang akan dihasilkan dalam penelitian ini dan belum selesai.

Pemasaran Produk Hasil Keterampilan Berbasis Teknologi Informasi dan

Pada penelitian ini dibuat panduan kegiatan pembelajaran untuk mempelajari aplikasi komputer dan menyusun strategi pemasaran produk yang dihasilkan siswa di sekolah. Mengembangkan model pelatihan vokasi pendidikan keterampilan/kecakapan hidup berbasis kearifan lokal memerlukan langkah-langkah strategis dan pemerataan persepsi terhadap kompetensi yang dimiliki peserta didik. Oleh karena itu, mata pelajaran kriya dapat digunakan untuk mengembangkan potensi siswa, khususnya keterampilan pendidikan menengah pra kejuruan yang sesuai dengan keinginan atau minatnya.

Oleh karena Pendidikan Keterampilan yang diberikan harus fokus pada kepentingan peserta didik, maka dalam penyusunan perencanaannya perlu diperhatikan berbagai faktor, antara lain pemilihan jenis keterampilan, pengayaan kurikulum kriya berbasis kearifan lokal, kompetensi guru keterampilan, ketersediaan peralatan pembelajaran dan jumlah siswa yang terlibat. Selain guru keterampilan yang akan mengajar, peran tenaga ahli dari instansi terkait setempat atau tenaga ahli dari masyarakat sangat dibutuhkan agar produk keterampilan yang dihasilkan siswa terjamin kualitasnya. Ketika membagi kelompok belajar, dimana diberikan pelatihan awal penggunaan alat, siswa tetap dilibatkan secara langsung.

Skenario penerapan keterampilan berbasis kearifan lokal Implementasi pendidikan keterampilan pra kejuruan berbasis kearifan lokal bagi siswa SMP dalam rangka penyelenggaraan “Broad based education” yaitu pendidikan yang tidak hanya untuk kepentingan siswa yang akan melanjutkan. , namun juga memperhatikan kepentingan masyarakat luas dengan orientasi pada kecakapan hidup. Skenario ini didasarkan pada asumsi bahwa di komunitas sekitar sekolah sudah terdapat keterampilan komunitas yang dapat diajarkan kepada siswa SMP. Skenario ini dapat dikatakan layak apabila keterampilan yang diajarkan kepada siswa SMP memberikan hasil yang lebih besar dan sistem pemasaran yang lebih efisien.

Skenario ini didasarkan pada asumsi bahwa siswa SMA menginginkan pendidikan keterampilan baru dan menggunakan teknologi, misalnya keterampilan reparasi radio atau keterampilan komputer, atau pendidikan keterampilan yang tidak tersedia di masyarakat sekitar sekolah. Orang tua siswa bersedia memberikan dukungan moril dan memastikan anaknya tidak putus sekolah; Dalam upaya memberikan pemahaman terhadap proses pembelajaran keterampilan melalui konsep profesionalisasi pendidikan dasar, peserta didik dibekali dengan cara memahami proses dan strategi promosi pemasaran produk yang dihasilkannya.

Pendidikan vokasi bertujuan untuk meningkatkan relevansi kompetensi lulusan pendidikan dengan kebutuhan dunia kerja, yang merupakan komponen penting untuk diberikan kepada peserta didik. Hal ini harus menjadi komponen prioritas yang harus diperoleh siswa secara bertahap mulai dari pendidikan dasar hingga menengah. Pertanyaan umum dalam FGD ini adalah bagaimana menentukan pemilihan jenis keterampilan dalam rangka mengembangkan model VET berbasis kearifan lokal pada pendidikan dasar bagi siswa pada jenjang pendidikan dasar (jenjang SMP)?

Tabel 5.1. Tahapan Kegiatan Membuat Media Promosi  No.  Tahapan/  Materi dan  Kegiatan  Kegiatan
Tabel 5.1. Tahapan Kegiatan Membuat Media Promosi No. Tahapan/ Materi dan Kegiatan Kegiatan

RENCANA TAHAPAN BERIKUTNYA

SIMPULAN DAN SARAN

Simpulan

Kesimpulan dari hasil yang diperoleh adalah pengembangan jenis-jenis keterampilan pada mata pelajaran Seni pada jenjang pendidikan dasar Sekolah Menengah Pertama dilakukan dengan melakukan pemetaan dan analisis yang cukup untuk memilih dan menentukan jenis-jenis keterampilan yang dilaksanakan pada mata pelajaran Seni. tingkat sekolah menengah pertama (SMP). Penentuan jenis keterampilan didasarkan pada potensi daerah dan kemampuan sekolah dalam melaksanakannya serta upaya pengembangan sekolah berdasarkan kapasitas dan kemampuan sekolah. Hal ini dapat diartikan bahwa sekolah mempunyai kewenangan dan kekuasaan dalam menentukan program dan jenis keterampilan yang akan dikembangkan sekolah, khususnya dalam peningkatan mutu sekolah melalui pendidikan keterampilan atau kecakapan hidup yang ditujukan pada manajemen berbasis sekolah.

Saran

Banyaknya siswa yang tidak melanjutkan seringkali disebabkan oleh kondisi keuangan orang tua yang tidak memungkinkan untuk membiayai (biaya pribadi) anaknya. Siswa sekolah menengah yang berasal dari keluarga kurang mampu secara sosial ekonomi setelah lulus sekolah menengah biasanya langsung memasuki dunia kerja untuk membantu orang tuanya mencari nafkah. Sebagai langkah preventif menghadapi kenyataan tersebut, pemerintah menyelenggarakan pendidikan keterampilan melalui mata pelajaran prakarya bagi siswa sebagai sarana untuk menanamkan keterampilan pra vokasi guna mengembangkan minat dan bakat siswa.

Oleh karena itu rancangan ini diharapkan datangnya dari pimpinan sekolah bersama orang tua siswa dan tokoh masyarakat setempat. Kenyataan ini memang meresahkan, namun di balik itu, pada diri siswa SMA, sebenarnya terdapat potensi etos kerja yang bisa dikembangkan lebih lanjut secara positif. Tujuannya adalah untuk memberikan keterampilan dasar yang praktis dan sederhana sesuai dengan tingkat perkembangan siswa sekolah menengah, namun manfaatnya dapat langsung mereka peroleh.

Dalam perencanaan letak alat, pemasangan alat, penyambungan instalasi, pengujian pengoperasian alat, siswa bertanggung jawab di bawah bimbingan guru. Ada tiga kemungkinan skenario yang dapat dikembangkan dalam pelaksanaan pendidikan keterampilan pada siswa SMP, yaitu skenario nilai tambah, skenario adopsi, dan skenario inovasi. Misalnya dengan mesin jahit, perbandingan antara peralatan yang diperlukan dan jumlah siswa harus antara 1:5.

Kriteria ini ditetapkan dengan mempertimbangkan bahwa pendidikan keterampilan harus menghasilkan produk dalam waktu yang relatif singkat, sehingga peserta didik dapat fokus dalam praktik dan dana yang digunakan dapat digunakan untuk membiayai penyelesaian pelatihan keterampilan selanjutnya. Selain itu waktu yang lama akan membosankan bagi siswa dan akan mengganggu keefektifan hasil. Dalam melaksanakan pendidikan keterampilan, kolaborasi antar pemangku kepentingan harus terjalin erat agar penyelenggaraan pendidikan keterampilan dapat berkontribusi dalam meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan awal peserta didik pada jenjang pendidikan menengah.

Pemasaran produk merupakan suatu bentuk promosi barang hasil produksi siswa untuk menjangkau calon pembeli di dalam atau di luar lingkungan sekolah. Pendidikan keterampilan yang diberikan pada jenjang Sekolah Dasar khususnya Sekolah Menengah Pertama (SMP) dikemas dalam bentuk mata pelajaran prakarya yang bertujuan untuk mengembangkan pengetahuan, keterampilan, dan rasa percaya diri siswa melalui kegiatan peningkatan kemampuan membuat produk kerajinan sendiri. di tempat. kerajinan, teknologi, budidaya dan pengolahan. Hasil belajar lain yang penting bagi siswa adalah pengembangan sikap dan perilaku interpersonal dalam bentuk timbal balik.

Gambar 1. Model Vokasionalisasi Pendidikan Kecakapan Hidup berbasis  Kearifan Lokal.
Gambar 1. Model Vokasionalisasi Pendidikan Kecakapan Hidup berbasis Kearifan Lokal.

Referensi

Garis besar

Dokumen terkait