• Tidak ada hasil yang ditemukan

Untitled - Jurnal Ilmiah Mahasiswa STKIP PGRI Sumbar

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "Untitled - Jurnal Ilmiah Mahasiswa STKIP PGRI Sumbar"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

0

(2)

1

INDUSTRI RUMAH TANGGA KERUPUK UDANG KUNING SEBAGAI FAKTOR PENGEMBANG EKONOMI KELUARGA DI LUBUAK PASIANG

KECAMATAN BAYANG KABUPATEN PESISIR SELATAN

MelviAfrianti*), Slamet Rianto, M.Pd**), Momon Dt. Tanamir, M.Pd**)

*)Mahasiswa Pogram Studi Pendidikan Geografi STKIP PGRI Sumatera Barat

**)Staf Pengajar Program Studi Pendidikan Geografi STKIP PGRI Sumatera Barat

ABSTRACT

This research aim to for describe and analyse about prawn crisply home industry turn yellow as economic developer factor of family in Lubuak Pasiang, in seeing from, capital, raw material, Earnings, and marketing.Research type the used is research of analysis qualitative with research location in Lubuak Pasiang Talaok District of Shadow. As for informan in this research is Chief/ industrial owner and all worker of prawn crisply turn yellow by using documentation technique, interview and observation. Research informanin taking by using method of purposive sampling. Data analysis consist of data discount, presentation of data and withdrawal of conclusion..Result of research of showed that 1) Industrial capital of prawn crisply turn yellow to come from capital together/

group all 2) Raw material in making of prawn crisply turn yellow this in getting from distributors seller of flour food-stuff of tapioka, salt of penyedap feel prawn 3) Earnings of prawn crisply turn yellow to all worker of prawn crisply turn yellow this paid 1x one week equal to Rp 150.000, while in one day can yield prawn crisply counted 75 singk at the price of 1kg Rp 15.000 becoming earnings of dirty perhariof prawn crisply industry turn yellow 75x15.000=Rp 1.125.000 4) Marketing of prawn crisply turn yellow in marketing to society about/around, neighbour area and now have until Town Field.

Key word:

domestic industry, economic development factor family, yellow prawn crackerss

(3)

2

Pendahuluan

Wilayah Sumatera Barat identik dengan masyarakat pertanian dan pedagang.

Kondisi wilayah yang subur membuat masyarakat Sumatera Barat lebih banyak menjadi petani. Masyarakat Sumbar menanam berbagai jenis tanaman yang cocok sesuai kondisi lahan di wilayah tersebut, baik tanaman palawija maupun tanaman produksi.

Salah satu proyek sektor pertanian pada pelita VI adalah program usaha pertanian, program ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi produksi dan pemasaran dan hasil pertanian, serta meningkatkan kualitas dan daya saing hasil pertanian dipasaran dan diluar pasaran.

Disamping itu, untuk menciptakan iklim yang dapat mendorong pertumbuhan agri bisnis dan agroindustri serta meningkatkan investasi swasta koperasidan BUMN serta dimaksudkan berkembangnya lembaga ekonomi dan pemasaran kegiatan program ini di koordinasikan dengan kegiatan- kegiatan program terkait antara lain pembangunan industri kecil menengah pengembangan usaha dan lembaga perdangan dan pengembangan koperasi (Soekartawi 1995).

Tingginya kebutuhan manusia dari segi pangan, papan dan sandang. Hal tersebut membuat manusia berpikir dan berusaha dalam memenuhi kebutuhan hidup.

Untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia harus berusaha melakukan sesuatu yang berujung dengan keuntungan atau uang untuk hidup dan kehidupan. Segala sesuatu yang dapat dinilai dan menghasilkan disebut kegiatan ekonomi. Kegiatan ekonomi meliputi produksi, distribusi, dan komsumsi.

Ekonomi merupakan kegiatan yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan (needs) dan kegiatan (wants) untuk peningkatan kualitas hidup manusia. Secara konsep utama adalah kegiatan atau usaha manusia dalam memenuhi keperluan, kebutuhan dan keinginan hidupnya, segala kegiatan manusia berujung nilai ekonomi.

Industri merupakan suatu kegiatan pengolahan bahan mentah atau barang setengah jadi menjadi barang jadi, yang memiliki nilai tambah untuk mendapatkan keuntungan. Hasil industri tidak hanya berupa barang tapi juga berupa jasa, menurut

Hestiyanto (2006:28). Industri rumah tangga merupakan kegiatan ekonomi yang dilakukan dalam skala kecil dan modal yang rendah, akan tetapi industri rumah tangga dapat menekankan pengaguran dan dapat pula meningkatkan ekonomi keluarga.

Berdasarkan observasi awal Kerupuk udang kuning merupakan aktivitas yang dilakukan masyarakat Lubuak Pasiang dalam mengolah tepung dan aneka bahan lainnya. Tepung merupakan bahan dasar dalam pembuatan kerupuk udang kuning.

Sebagian besar masyarakat Lubuak Pasiang melakukan aktivitas membuat kerupuk udang kuning sebagai pengembang usaha ekonomi keluarga, usaha kerupuk udang kuning dapat menarik kekosongan aktivitas para ibu-ibu rumah tangga di Lubuak Pasiang. Dari pada hanya diam tanpa melakukan suatu hal yang menguntungkan.

Kondisi yang dulunya para ibu-ibu hanya menerima masukan keuangan hanya dari pendapatan suami saja, akan tetapi pada saat ini dengan keberadaan industri rumah tangga kerupuk udang kuning ini dapat menambah pendapatan rumah tangga sekaligus mampu menjalani roda perekonomian masyarakat Lubuak Pasiang yang sasarannya mampu mensejahterakan masyarakat Lubuak Pasiang Kecamatan Bayang.

Tepung dapat di olah dalam berbagai bentuk hal,akan tetapi masyarakat Lubuak Pasiang mengolahnya dalam bentuk kerupuk udang kuning. Industri rumah tangga kerupuk udang kuning Lubuak Pasiang ini mampu memberikan warna yang baru dalam segi perekonomian sebagian besar masyarakat Lubuak Pasiang .

Hal dapat dilhat dari kegiatan aktivitas sehari-hari dari pada hanya diam tanpa melakukan suatu hal yang mengutungkan. Kondisi yang dahulunya para ibu-ibu yang hanya menerima masukan keuangan hanya dari pendapatan suami saja akan tetapi saat ini dengan keberadaan industri rumah tangga kerupuk udang kuning ini dapat menambah pendapatan rumah tangga, selagi mampu menjalan roda perekonomian masyarakat Lubuak Pasiang yang sasarannya mampu mensejahterakan masyarakat yang ada di Lubuak Pasiang Kecamatan Bayang.Dalam

(4)

3

mengolah tepung menjadi kerupuk udang kuning tidaklah membutuhkan waktu yang lama. Kerupuk udang kuning dapat dikomsumsi sebagai makanan cemilan dan praktis.

Di dalam industri kerupuk udang kuning ini membutuhkan modal yang cukup memadai baik dalam segi materi maupun non materi. Menurut Kasmir (2006:98) modal adalah sesuatu yang diperlukan untuk membiayai operasi perusahaan mulai dari berdiri sampai beroperasi. Modal terdiri uang dan tenaga (keahlian) sedangkan Suria (1989) menyatakan modal adalah jumlah modal yang dimiliki oleh seseorang yang di gunakan untuk melakukan usaha. Modal terdiri uang dan tenaga (keahlian), selain itu ketersedian bahan baku untuk pembuatan kerupuk.

Modal yang dimaksud disini lebih pada keahlian yang dimiliki oleh pemilik untuk memulai industry rumah tangga kerupuk udang kuning serta bagaimana cara pemilik mengarah kantenaga kerja untuk bias mengikuti saran dan tujuan yang di inginkan pemilik industry rumah tangga kerupuk udang kuning. Tidak terlepas dari keahlihan yang dimiliki industry rumah tangga kerupuk udang kuning juga membutuh modal berupa uang untuk mendanai jalan nya operasi industry rumah tangga kerupuk udangk uning ini dari awal beroperasi hingga kerupuk ini di pasarkan ketangan konsumen.

Sedangkan menurut Staton dalam Dewi (2010:12) di jelaskan bahan baku merupakan bahan industri yang akan dikelola menjadiproduk lain. Bahan juga merupakan bahan sebelum diproses kecuali waktu di kemasu ntuk pengiriman. Ini di sebut sebagaia rusmengalirnya (flow) uang, dan santunan tranfers. Yang menja dibahan baku asal dalam pembuatan kerupuk udang kuning ini adalah tepung terigu dan tepung tapioca serta tidak ketingalan perasa yang berbau udang sehingga mampu mengeluarkan cirri khas dan rasa yang ingin kan sehinnga dapat menarik pelangan untuk lebih banyak sehingga industry ini dapat berjalan sesuai dengan yang di inginkan.

Saat ini pendapatan kerupuk udang kuning manpu menanbah pundi-pundi keuangan para pemilik dan tenaga kerja jika dilihat dari segi pemasaran yang dilakukan

saat ini. Pendapatan industry ini dihitung dalam jangka 1 kali seminggu dan pendapatan bersih total dalam kurun waktu 1 kali sebulan, sedangkan pembayaran upah karyawan dilakukan 1 kali seminggu.

Pemasaran adalah suatu proses perpindahan barang atau jasa dari tangan produsen ketangan konsumen, dapat pula di katakana bahwa pemasaran adalah semua kegiatan yang berhubungan dengan arus barang dan jasa dari produsen kekonsumen.

Kerupuk udang kini saat sudah mulai berani memasarkan barang ketangan konsumen tidak lagi seperti awal-awal berdiri industry rumah tangga kerupuk udang kuning Lubuak Pasiang.

Saat ini keberadaan kerupuk semakin hari semankin berkembang, dengan semankin meningkat permintaan oleh masyarakat. Karena itu, sangat jelas bahwa industri kerupuk mengembangkan kegiatan ekonomi yang meningkat. Berdasarkan hal di atas maka peneliti ingin mengetahui tingkat perkembangan produksi kerupuk udang kuning yang ada di kampung Lubuak Pasiang Kec.Bayang yang akan dituangkan dalam sebuah bentuk penelitian yang berjudul ”Industri Rumah Tangga Kerupuk Udang Kuning Sebagai Faktor Pengembang Ekonomi Keluarga Di Lubuak Pasiang Kecamatan Bayang Kabupaten Pesisir Selatan”

Metodologi Penelitian

Penelitian ini dikategorikan kedalam jenis penelitian kualitatif. Menurut Sugiyono (2009:8), metode penelitian kualitatif sering disebut metode naturalistik karena penelitiannya dilakukan pada kondisi yang alamiah disebut metode kualitatif karena data yang terkumpul dan analisisnya lebih kualitatif.

Penelitian kualitatif adalah penelitian yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang di alami oleh subjek peneliti misalnya bahan baku, modal, pendapatan dan pemasaran industri rumah tangga kerupuk udang kuning, secara holistik dan dengan cara deskripsi dalam bentuk kata-kata dan bahasa pada suatu konteks khusus yang alamiah dan dengan memenfaatkan berbagai metode alamiah (Moleong, 2010)..

Pembahasan

(5)

4

Berdasarkan hasil penelitian dilapangan, maka hasil penelitian diatas akan di bahas lebih lanjut dalam bentuk uraian.

Pertama, modal industri kerupuk udang kuning Lubuak Pasiang berasal dari modal kelompok dan bukan modal pribadi awalnya ataupun modal asing ataupun pinjaman. Karena dalam memulai usaha industri kerupuk udang kuning di Lubuak Pasiang, tidak membutuhkan biaya atau dana yang terlalu besar. Modal dalam pembuatan kerupuk udang kuning ini sedang sangat bisa di lakukan oleh kalangan ibuk-ibuk PKK.

Menurut Kasmir (2006:98) modal adalah sesuatu yang diperlukan untuk membiayai operasi perusahaan mulai dari terdiri samapai beroperasi. Modal terdiri uang dan tenaga (keahlian) sedangkan Suria (1989) menyatakan modal adalah jumlah modal yang dimiliki oleh seseorang yang di gunakan untuk melakukan usaha.

Kedua, bahan baku dalam pembuatan kerupuk udang kuning ini sangat mudah di dapatkan, bahan baku di dapatkan dari distributor- distributor penjual bahan makanan. Yang menjadi bahan baku dalam pembuatan kerupuk udang kuning ini adalah tepung tapioka, garam penyedap rasa udang dan lain-lain. sehingga mampu mengeluarkan ciri khas dan rasa yang inginkan sehinnga dapat menarik pelangan untuk lebih banyak sehingga industri ini dapat berjalan sesuai dengan yang di inginkan.

Bahan baku adalah bahan baku yang diolah menjadi produk bahan jadi dan pemakaian dapat di idenfikasikan secara langsung atau di ikuti jejaknya atau merupakan integral dari produk tertentu.

Staton dalam Dewi (2010:12) di jelaskan bahan baku merupakan bahan industri yang akan dikelola menjadi produk lain. Bahan juga merupakan bahan sebelum di proses kecuali waktu dikemas untuk pengiriman. Yang termasuk bahan baku adalah barang yang ditemukan dalam keadaan alami dan produk pertanian.

Menurut Yulianto (1997) bahwa untuk memproduksi barang, tersedianya bahan baku termasuk masalah utama bagi suatu perusahaan, oleh karena itu perlu pengawasan atau pengendalian terhadap

keberadaan bahan baku, persediaan bahan baku yang kurang akan menganggu proses produksi, sedangkan persediaan yang terlalu banyak akan menimbulkan pemborosan.

Ketiga, pendapatan kerupuk udang kuning lubuak pasiang pendapatan bagi para pekerja kerupuk udang kuning ini dibayar 1x seminggu sebesar Rp 150.000 sedangkan dalam sehari mampu menghasilkan kerupuk udang sebanyak 75 kg dengan harga 1kg Rp 15.000 jadi pendapatan perhari kotor industri kerupuk udang kuning 75x15.000=Rp 1.125.000 diluar gaji pegawai dan pembelian bahan baku.

Sheraden 2006:23 menyatakan pendapatan merupakan semua uang yang masuk dalam sebuah rumah tangga/unit terkecil lainnya dalam suatu masa tertentu.

Ini di sebut sebagai arus mengalirnya (flow) uang, dan santunan tranfers. Djoko hakusumo (2001) dalam Anita (2007) pendapatan merupakan produksi perkapita atau pendapatan tiap–tiap jiwa yang merupakan suatu ukuran tingkat kehidupan masyarakat. Pendapatan adalah pendapatan total dan keluarga. Pendapatan total adalah pendapatan kepala keluarga yang seruma sedapur yang di hitung dengan rupiah.

Sedangkan pendapatan perkapita adalah jumlah seluruh pendapatan keluarga di bagi dengan seluruh anggota keluarga

Keempat, pemasaran kerupuk udang kuning Lubuak Pasiang di pasarkan secara langsung kepada pemasok yang berjualan dipasar, kerumah makan dan tempat pusat oleh-oleh tidak terlewat dari pesanan pelangan yang menginginkannya, jangkauan dari pemasaran kerupuk udang kuning ini sekarang sudah sampai kota Padang dan daerah tetangga yaitu Painan, Batang Kapas dan Tarusan yakni bisa cukup bermakna.

Pemasaran adalah suatu proses perpindahan barang atau jasa dari tangan produsen ke tangan konsumen, dapat pula di katakan bahwa pemasaran adalah semua kegiatan yang berhubungan dengan arus barang dan jasa dari produsen ke konsumen.

Menurut Kotl;er pemasaran adalah proses sosial dan manajerial dimana individu dan kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan melalui penciptaan dan pertukaran produk dan nilai satu sama lain (Sofian, 2010).

(6)

5

Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan sebagaimana yang dikemukakan pada bab sebelumnya, maka dapat di simpulkan:

1. Modal industri kerupuk udang kuning Lubuak Pasiang berasal dari modal bersama-sama/ kelompok dan bukan modal pribadi karena modal dalam memulai usaha ini tidak terlalu besar dan masih terjangkau di kalangan para ibuk-ibuk anggota Pkk, sehingga usaha ini mampu sebagai salah satu pengembang ekonomi masyarakat Lubuak Pasiang.

2. Bahan baku dalam pembuatan kerupuk udang kuning ini sangat mudah di dapatkan dari distributor-distributor bahan makanan di antaranya, tepung tepioka, penyedap rasa udang, garam dan bumbu-bumbu dapur lain.

3. Pendapatan kerupuk udang kuning Lubuak Pasiang sanagat beragam. Bagi para pekerja kerupuk udang kuning ini dibayar 1x seminggu sebesar Rp.150.000, sedangkan dalam sehari mampu menghasilkan Rp.1.125000 diluar gaji pegawai dan pembelian bahan baku. Pendapatan ini sangat mampu mengembangkan perekonomian masyarakat yang ada di Lubuak Pasiang.

4. Pemasaran kerupuk udang kuning Lubuk Pasing ini sudah dipasarkan kepada masyarakat sekitar Lubuak Pasiang daerah tetangga, dan sekarang sudah sampai ke wilayah ibu kota Sumatera Barat yaitu kota Padang.

Saran

Berdasarkan data yang diperoleh maka saran dari penulis adalah

1. Diharapkan kepada pemilik industri kerupuk udang kuning ini lebih memasarkan hasil industri mereka lebih

luas dari sekarang dan mempertahankan kualitas yang ciri khas yang dimiliki.

2. Diharapkan kepada pemerintah setempat agar memperhatikan usaha ini dan bisa mempromosikan nya ke halayak ramai dan di akui keberdadaannya.

Daftar pustaka

Arikunto, Suharsimi, 2006. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: Rineka Cipta Diana, Yori. 2013. Perubahan Mata

Pencaharian dan Pendapatan Masyarakat Konversi Lahan di Kecamatan IV Jurai Kabupaten Pesisir Selatan. Skripsi : Geografi STKIP Sumbar.

Kotler. Philip. 2001. Manajemen pemasaran di Indonesia:

analisis, perencanaan.

Implemensi dan pengendalian.

Salamba empat. Jakarta

Suwandi, Adig. 2002. Penggusuran Lahan Pertaniaan Produktif.

Dalam

:http://www.replubika.co.id.

Diakses tanggal 20 Maret

2014.

Referensi

Dokumen terkait

Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan dari hasil wawancara dari beberapa informan bahwasannya perkembangan aksesisbilitas pantai gandoriah dari tahun 2009-2014 sudah dapat di

Hasil penelitian ini menunjukkan : 1 Dampak di kawasan pabrik terhadap kesehatan masyarakat di Kecamatan Lubuk Begalung Padang pada umumnya masyarakat menderita penyakit batuk dan

KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan terhadap kemamuan menulis cerpen siswa kelas X SMA N 2 Bayang Kabupaten Pesisir Selatan dengan menggunakan

Pendidikan Anak Petani Sawit Pendidikan yang dimaksud dalam penelitian ini adalah pendidikan formal tertinggi yang dicapai seseorang dengan mendapat tanda kelulusan ijazah untuk

Pada tahap pertama, Heuristik pengumpulan data, dalam tahapan ini penulis mengumpulkan sumber yang berkaitan dengan materi penelitian yang diteliti, baik berupa sumber Primer maupun

Kelima, penelitian ini membuktikan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara letak yang strategis, faktor ekonomi, tanah ulayat dan usaha pemerintah mengurangi resiko banjir secara

Berdasarkan hasil penelitian dengan melakukan observasi dan wawancara di lapanagan, dapat diketahui bahwa Dampak Negatif Mahasiswa Bergabung dalam MLM PT MSS Terhadap Perkuliahan di

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Kenagarian Lubuk Ulang Aling Selatan dengan luas mencapai 31,34 km2merupakan salah satu Kenagarian yang terdapat di Kecamatan Sangir Batang Hari