• Tidak ada hasil yang ditemukan

USAHA MINUMAN SUSU JAGUNG

N/A
N/A
Ketlin @Asta

Academic year: 2023

Membagikan "USAHA MINUMAN SUSU JAGUNG"

Copied!
33
0
0

Teks penuh

(1)

USAHA MINUMAN SUSU JAGUNG

(Kewirausahaan Lanjut)

Oleh:

Ketlin Asta Caroline (20751016) Suci Berliana (20751027) Tika Viorela Margareta (20751028) Yoska Okmarinda (20751031)

JURUSAN EKONOMI DAN BISNIS PROGRAM STUDI PENGELOLAAN AGRIBISNIS

POLITEKNIK NEGERI LAMPUNG 2022

(2)

DAFTAR ISI

DAFTAR ISI ... 2

1.1 Latar Belakang ... 1

1. PENDAHULUAN ... 1

1.2 Tujuan ... 2

1.3 Manfaat... 2

II TINJAUAN PUSTAKA... 3

1.2 Aspek Manajemen ... 3

2.2 Aspek Produksi ... 5

2.3 Aspek Finansial ... 6

2.4 Aspek Pemasaran ... 6

III. METODE PELAKSANAAN ... 7

3.1 Tempat dan Waktu Pelaksanaan ... 7

3.2 Pelaksanaan Usaha ... 7

3.2.1 Aspek Pemasaran ... 7

3.2.2 Aspek Produksi ... 8

3.2.3 Aspek Manajemen ... 10

3.2.4 Aspek Finansial ... 10

3.2.5 Aspek Pemasaran ... 12

3.3 Jadwal Pelaksanaan ... 13

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN ... 14

4.1 Aspek Manajemen ... 14

4.1.1 Perencanaan (Planning) ... 14

4.1.2 Pengorganisasian (Organizing) ... 14

4.1.3 Pengarahan ( Actuating) ... 14

4.1.4 Pengendalian ... 14

4.2 Aspek Produksi ... 14

4.2.1. Lokasi Produksi ... 15

4.2.2 Volume Produksi ... 15

4.2.3 Alat dan bahan Produksi ... 15

4.2.4 Proses Produksi ... 16

4.3 Aspek Pemasaran ... 16

4.3.1. Segmentasi, Targeting, Positioning ... 16

4.4 Aspek Finansial ... 20

4.4.1 Modal ... 20

4.4.2 Biaya Produksi ... 20

4.4.3 Penerimaan dan Keuntungan ... 21

4.4.4. R/C dan B/C Ratio ... 22

V. KESIMPULAN DAN SARAN ... 23

(3)

I

5.2 Saran ... 23 DAFTAR PUSTAKA ... 25 LAMPIRAN ... 26

(4)

1. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Usaha minuman dan makanan sudah berkembang sejak lama di Indonesia.

Prospek bisnis bidang kuliner di Indonesia sangat mendominasi dan berkembang sangat pesat. Berbagai jenis bahan digunakan sebagai bahan baku minuman dan makanan.

Bahan baku yang digunakan bermacam-macam ada yang menggunakan buah-buahan, sayur-sayuran, biji-bijian, kacang-kacangan, dan lain sebagainya. Bahan baku biji-bijian adalah bahan yang sering digunakan dalam pembuatan makanan dan minuman sehingga, banyak pengusaha kuliner yang menggunakan biji-bijian sebagai bahan baku, diantaranya banyak yang menggunakan jagung sebagai bahan baku utamanya.

Tanaman jagung merupakan salah satu bahan makanan pokok yang memiliki kedudukan penting setelah beras bagi masyarakat Indonesia. Selain itu, jagung juga merupakan sumber bahan baku bagi sektor industri termasuk industri pangan. Salah satu jenis jagung yang banyak dimanfaatkan adalah jagung manis atau dalam bahasa latinnya Zea mays sacc. Tanaman jagung manis memiliki banyak manfaat yang bisa dijadikan olahan makanan atau minuman, dan bisa dijadikan ide bisnis, diantaranya dapat di olah menjadi minuman susu jagung .

Susu jagung diperoleh dengan cara penggillingan biji jagung dengan air. Hasil penggilingan disaring untuk memperoleh filtrat yang kemudian dipasteurisasi dan diberi susu full cream untuk meningkatkan rasanya. Kandungan ekstrak karbohidrat dalam susu jagung dipengaruhi oleh varietas jagung, jumlah air yang ditambahkan, jangka waktu dan kondisi penyimpanan, kehalusan gilingan, dan perlakuan panas. Kelebihan susu jagung dibandingkan dengan susu sapi atau Jagung adalah bahan bakunya mudah didapat dengan harga yang terjangkau. Jagung tidak mengandung lactate intolerance (yang membuat susu bau amis). Susu jagung mengandung serat lebih banyak, baik dikonsumsi dan bisa membantu menurunkan berat badan .

Jagung mempunyai banyak manfaat untuk kesehatan dan mengandung banyak nutrisi di dalamnya. Manfaat jagung bagi kesehatan diantaranya, sumber yang kaya kalori, dapat membantu mencegah penyakit kanker usus dan wasir, sumber yang kaya vitamin, mencegah anemia, menurunkan kolesterol jahat, dan perlindungan terhadap

(5)

1.2 Tujuan

A. Tujuan Umum

Tujuan umum usaha susu jagung ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kemampuan dalam usaha, membangun jiwa wirausaha, serta sebagai sumber referensi bagi mahasiswa tingkat selanjutnya mengenai pemanfaatan nilai tambah pada jagung bidang pengolahan minuman.

B. Tujuan Khusus

Tujuan khusus dari kegiatan usaha pengolahan minuman susu jagung ini adalah ; a. Menganalisis aspek pemasaran usaha pengolahan susu jagung.

b. Menganalisis aspek produksi usaha pengolahan minuman susu jagung.

c. Menganalisis aspek manajemen usaha pengolahan minuman susu jagung.

d. Menganalisis aspek finansial usaha pengolahan minuman susu jagung.

1.3 Manfaat

Manfaat dari kegiatan usaha minuman susu jagung antara lain:

a) Bagi penulis, melatih diri mahasiswa dan mengembangkan diri mahasiswa dalam pembangunan kegiatan usaha bisnis dan membangun jiwa wirausaha dalam diri mahasiwa yang dapat diaplikasikan di masa mendatang.

b) Bagi pembaca, sebagai sumber referensi dalam pembuatan inovasi dalam peningkatan nilai tambah jagung.

c) Bagi Politeknik Negeri Lampung, sebagai pembelajaran untuk mahasiswa mengenai pemanfaatan nilai tambah suatu komoditas dengan pengolahan dan pemasaran.

(6)

II TINJAUAN PUSTAKA

1.2 Aspek Manajemen

Manajemen adalah ilmu dan seni mengatur proses pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber-sumber lainnya secara efektif dan efisien untuk mencapai suatu tujuan tertentu (Hasibuan, 2011). Selanjutnya Handoko (2003) mendefinisikan manajemen adalah proses perencanaan pengorganisasian pengarahan dan pengawasan usaha-usaha para anggota organisasi dan penggunaan sumber daya- sumber daya organisasi lainnya agar tujuan organisasi yang telah ditetapkan.

Manajemen merupakan salah satu untuk mencapai tujuan yang diinginkan.

Manajemen yang baik akan memudahkan terwujudnya tujuan perusahaan, karyawan, dan masyarakat.

Unsur-unsur manajemen terdiri dari man, money, materials, methods, machines dan market. Man adalah sumber daya manusia berupa tenaga kerja, baik tenaga kerja pimpinan (manajer) maupun tenaga kerja pelaksana (operasional).

Money adalah uang yang dibutuhkan untuk mengoperasikan usaha untuk mencapai tujuan yang telah direncanakan. Materials adalah bahan – bahan yang digunakan untuk operasional usaha guna mencapai tujuan yang diinginkan. Methods adalah cara- cara yang diterapkan dalam menjalankan usaha untuk mencapai tujuan. Machines adalah mesin – mesin atau alat – alat yang diperlukan dalam operasional usaha.

Market adalah pasar sasaran untuk menjual output yang dihasilkan dari operasional usaha (Hasibuan, 2012).

Bidang-bidang manajemen terdiri atas ;

a. Manajemen Sumber Daya, didefinisikan bahwa manajemen sumber daya manusia adalah ilmu dan seni yang mengatur hubungan dan peranan antara tenaga kerja agar efektif dan efisien membantu terwujudnya tujuan perusahaan, karyawan dan masyarakat (Hasibuan, 2012).

b. Manajemen Produksi, adalah kegiatan untuk mengoordinasikan serta mengatur faktor- faktor produksi yaitu sumber daya ala, sumber daya manusia (tenaga kerja) dan kemampuan kewirausahaan secara efektif dan efisien untuk dapat menciptakan dan menambah nilai guna barang atau jasa.

(7)

Manajemen produksi merupakan sebuah proses manajemen yang bertanggung jawab kepada seluruh proses perencanaan serta aktifitas produksi, distribusi maupun manajemen proyek yang sedang dijalankan oleh organisasi.

c. Manajemen Pemasaran, menyatakan pengertian manajemen pemasaran: adalah proses perencanaan dan pelaksanaan pemikiran, penetapan harga, promosi serta penyaluran gagasan, barang, dan jasa untuk menciptakan pertukaran yang memenuhi sasaran-sasaran individu dan organisasi (Kotler dan Keller, 2009).

d. Manajemen Keuangan, merupakan suatu bidang manajemen yang fokus terhadap pengelolaan dana perusahaan (memperoleh dan menggunakan dana) yang dilakukan secara efekif dan efisien guna meningkatkan dan memaksimalkan laba perusahaan.

(Terry, 2008) dalam buku Principle of Management membagi empat fungsi dasar manajemen, yaitu Planning (perencanaan), Pengorganisasian (organizing), Pelaksanaan (actuating) dan Pengawasan (controlling). Berikut ini adalah fungsi manajemen:

a. Perencanaan (planning), merupakan dasar pemikiran dari tujuan dan penyusunan langkah-langkah yang akan dipakai untuk mencapai tujuan. Merencanakan berarti mempersiapkan segala kebutuhan, memperhitungkan matang-matang apa saja yang menjadi kendala, dan merumuskan bentuk pelaksanaan kegiatan yang bermaksuud untuk mencapai tujuan.

b. Pengorganisasian (organization), yaitu sebagai cara untuk mengumpulkan orang- orang dan menempatkan mereka menurut kemampuan dan keahliannya dalam pekerjaan yang sudah direncanakan.

c. Pelaksanaan (actuating), yaitu untuk menggerakan organisasi agar berjalan sesuai dengan pembagian kerja masing-masing serta menggerakan seluruh sumber daya yang ada dalam organisasi agar pekerjaan atau kegiatan yang dilakukan bisa berjalan sesuai rencana dan bisa memcapai tujuan.

d. Pengawasan (controlling), yaitu untuk mengawasi apakah gerakan dari organisasi ini sudah sesuai dengan rencana atau belum, serta mengawasi penggunaan sumber daya dalam organisasi agar bisa terpakai secara efektif dan efisien tanpa ada yang tidak

sesuai dengan rencana.

(8)

2.2 Aspek Produksi

Secara luas, proses produksi dan operasi diartikan sebagai kegiatan mentransformasi input menjadi output (Assauri, 1999 dalam Sutarmi dan Hartono, 2008). Input dalam proses produksi meliputi tanah, bangunan, peralatan, bahan mentah, bahan baku dan tenaga kerja yang secara umum disebut sumberdaya. Output, sebagai hasil proses produksi, dapat berupa barang atau jasa. Secara sempit, proses produksi hanya meliputi proses menghasilkan barang yaitu barang jadi, atau barang setengah jadi, bahan industri, suku cadang, dan komponen. Masuknya jasa dalam output proses produksi menjadikan perluasan istilah produksi menjadi proses produksi dan operasi.

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam aspek ini adalah masalah penentuan lokasi, luas produksi, tata letak (layout), penyusunan peralatan pabrik, dan proses produksinya termasuk pemilihan teknologi yang akan digunakan. Kelengkapan kajian aspek produksi sangat sangat tergantung dari jenis usaha yang akan dijalankan, karena setiap jenis usaha memiliki prioritas sendiri. Jadi, analisis dari aspek produksi adalah untuk menilai kesiapan perusahaan dalam menjalankan usahanya dengan menilai ketepatan lokasi usaha, luas produksi, dan layout serta kesediaan mesin- mesin yang akan digunakan.

Pemilihan lokasi usaha tergantung dari jenis usaha yang akan dijalankan, ada dua faktor yang menjadi pertimbangan pemilihan lokasi usaha : 1. Faktor utama (primer)

1) Jarak lokasi usaha dengan pasar, diutamakan dekat dengan pasar karena akan memberikan efisiensi pemasaran.

2) Dekat dengan sumber bahan baku.

3) Ketersediaan tenaga kerja, dalam hal kualitas ataupun kuantitas yang mencakupi standar.

4) Fasilitas yang memadai, terutama fasilitas pengangkutan misalnya jalan raya, kereta api, pelabuhan dan sebagainya.

2. Faktor sekunder

1) Biaya investasi di lokasi usaha seperti biaya sewa atau pembelian pembangunan gedung.

2) Iklim dan tanah.

3) Pajak, hukum, dan perburuhan.

(9)

4) Prospek perkembangan harga atau kemajuan usaha dimasa yang akan datang.

2.3 Aspek Finansial

Aspek keuangan atau finansial yang dianalisis dalam kelayakan agribisnis berkaitan dengan kebutuhan dana untuk investasi dan modal kerja, penggunaan dana, anggaran biaya, proyeksi penerimaan, proyeksi laba rugi usaha, dan jadwal pengembalian pinjaman Suryana (2010). Ibrahim (2009) menyampaikan bahwa analisis kelayakan finansial menyangkut dengan biaya investasi, modal kerja, maupun titik peluang pokok, dan perhitungan profit atau keuntungan usaha.

Biaya total dalam biaya produksi adalah pengeluaran yang diperoleh dari penggabungan variabel dan biaya tetap. Biaya total ini akan menjadi informasi mengenai jumlah total pengeluaran yang terjadi selama proses produksi. Besarnya tingkat biaya total yang berlaku didapatkan dengan pertambahan total biaya tetap dengan total biaya variabel secara sistematis dapat dituliskan:

TC = TFC + TVC Keterangan:

TC : total biaya produksi TFC : total biaya tetap TVC : total biaya variable

2.4 Aspek Pemasaran

Menurut Philip Kotler pemasaran adalah suatu proses sosial dan manajerial dengan mana individu dan kelompok memperoleh apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan cara menciptakan serta mempertukarkan produk dan nilai dengan pihak lain. Pemasaran dapat pula diartikan sebagai upaya untuk menciptakan dan menjual produk kepada berbagai pihak dengan maksud tertentu. Pemasaran berusaha menciptakan dan mempertukarkan produk baik barang maupun jasa kepada konsumen di pasar. Penciptaan produk tentu saja didasarkan kepada kebutuhan dan keinginan pasar. Akan sangat berbahaya jika penciptaan produk tidak didasarkan kepada keinginan dan kebutuhan konsumen. Konsumen yang menginginkan dan membutuhkan produk adalah individu (perorangan) atau kelompok tertentu (industri).

(10)

III. METODE PELAKSANAAN

3.1 Tempat dan Waktu Pelaksanaan

Kegiatan kewirausahaan lanjut dengan judul “Usaha Minuman Susu Jagung”

berlokasi di Gang senen, Perempatan Pertama, Rajabasa Bandar Lampung. Kegiatan Kewirausahaan lanjut akan dilaksanakan pada bulan September sampai Desember 2022.

3.2 Pelaksanaan Usaha

Perencanaan merupakan salah satu aspek manajemen yang dibutuhkan guna penyusunan suatu proyek bisnis. Perencanaan disusun untuk menentukan hal-hal yang ingin dicapai dalam menjalankan bisnis, sehingga kegiatan bisnis dapat memiliki target yang dapat diwujudkan melalui kegiatan bisnis. Perencanaan Kewirausahaan Lanjut yang dilakukan berdasarkan fungsi manajemen pada masing-masing aspek yaitu aspek manajemen, aspek produksi, aspek pemasaran, dan aspek finansial.

3.2.1 Aspek Pemasaran

Menurut (Kotler, 2009) pemasaran adalah suatu proses sosial dan manajerial dengan individu dan kelompok memperoleh apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan cara menciptakan serta mempertukarkan produk dan nilai dengan pihak lain. Strategi pemasaran yang dilakukan yaitu ;

1. Segmentasi (Segmentation)

Segmentasi Geografis susu jagung akan dipasarkan disekitar Politeknik Negeri Lampung dan masyarakat Kota Bandar Lampung dan sekitarnya melaluli media online dan akan diantarkan langsung ke konsumen. Segmentasi Demografis jagung adalah tingkat penghasilan menengah kebawah dan menengah keatas, semua kalangan baik laki-laki maupun perempuan, usia yang dapat mengkonsumsi mulai dari 3 tahun sampai 60 tahun.

2. Target (Targetting)

Target pasar untuk susu jagung yaitu mahasiswa/i, dan masyarakat sekitar Politeknik Negeri Lampung dan masyarakat Kota Bandar Lampung, Natar, Kota

gajah dan sekitarnya.

(11)

. 3. Posisi (Possitioning)

Positioning adalah tindakan perusahaan untuk merancang produk dan bauran pemasaran untuk menciptakan kesan yang pasti dalam ingatan konsumen.

Posisi sujagung dalam benak konsumen (Susu Jagung).

Pemasaran produk dilakukan dengan menggunakan metode bauran pemasaran yang terdiri dari 4P yaitu:

1. Produk (Product), produk yang akan diproduksi dan dipasarkan adalah susu jagung.

Produk Susu jagung dengan dikemas menggunakan botol ukuran 250 ml dan diberi label. Penggunaan label produk bertujuan memberikan identitas dan memperkenalkan produk susu Jagung gula aren dengan topping boba dan jelly kepada konsumen

2. Harga (Price), harga jual susu jagung yaitu Rp8.000/botol. Harga tersebut diperoleh berdasarkan perhitungan yang telah dilakukan dalam analisis usaha pengolahan minuman susu jagung.

3. Promosi (Promotion), promosi dilakukan agar produk susu jagung dapat dikenal oleh konsumen. Strategi promosi yang digunakan untuk memasarkan produk susu jagung adalah menggunakan media sosial yaitu, instagram, facebook dan whatsapp.

4. Tempat (Place), produk susu jagung diproduksi di lokasi Gang senen, Perempatan Pertama, Rajabasa Bandar Lampung, dipasarkan di kampus Politeknik Negeri Lampung, dan sekitar wilayah Bandar Lampung. Pendistribusian susu jagung dilakukan dengan distribusi secara langsung kepada konsumen.

3.2.2 Aspek Produksi

Kewirausahaan Lanjutini memproduksi dan menjual susu Jagung gula aren yang berbahan dasar Jagung dan gula aren. Aspek produksi berkaitan dengan rencana produksi yang akan dilaksanakan. Prosedur merupakan cara kerja dari suatu pengorganisasian yang ada agar pelaksanaan bisnis ini menjadi efektif dan efisien. Aspek produksi meliputi persiapan alat dan bahan, perencanaan, dan proses produksi. Komponen utama dalam melakukan kegiatan produksi adalah peralatan dan bahan produksi. Peralatan dan bahan

(12)

produksi yang dibutuhkan dalam bisnis susu Jagung gula aren terdapat pada Tabel dibawah ini.

Tabel. 1 Alat

No Uraian Jumlah Satuan

1 Panci besar 1 Buah

2 Panci Sedang 1 Buah

3 Blender 2 Buah

4 Kompor 1 Buah

5 Sendok 2 Buah

6 Centong Sayur 2 Buah

7 Baskom Besar 1 Buah

8 Baskom Kecil 1 Buah

9 Saringan 1 Buah

10 Pisau 1 Buah

11 Talenan 1 Buah

Peralatan yang digunakan dalam produksi susu jagung bersifat sederhana dan mudah didapatkan, dan bisnis susu jagung ini masih bersifat sementara waktu (tentatif). Apabila bisnis sudah mendapatkan keuntungan yang stabil alat produksi akan dibeli alat yang lebih canggih sebagai biaya investasi dan bisnis ini menjadi bisnis yang berkelanjutan.

Tabel. 2 Bahan

No Uraian Jumlah Satuan

1 Jagung 2 Kilogram

2 Susu Full Cream 1 Liter

3 Garam 100 Gram

4 Gula 50 Gram

5 Botol 20 Buah

6 Label 20 Buah

Tabel ini. Menjelaskan bahan yang paling banyak digunakan atau bahan utama dalam proses produksi susu jagung adalah jagung sebanyak 2 kg. Varietas jagung yang digunakan adalah

(13)

jagung manis dikarenakan memiliki warna biji kuning, agak mengkilat dan rasanya manis.

Bahan penunjang lainnya seperti: gula, susu full cream, garam, botol, dan label.

A. Perencanaan Produksi

Lokasi produksi dalam kegiatan ini dengan judul "Usaha Minuman Susu Jagung”

dilakukan di Gang senen, Perempatan Pertama, Rajabasa Bandar Lampung . Lokasi tersebut dipilih karena dekat dengan sasaran pasar yaitu kampus Politeknik Negeri Lampung. Sasaran pasar lainnya adalah wilayah Hajimena, Natar, Metro, Mandah dan wilayah sekitarnya.

Kemasan yang digunakan untuk mengemas susu jagung adalah botol ukuran 250 ml.

Botol yang digunakan adalah jenis botol PET (Poly Ethylene Terephtalate), botol ini hanya bisa digunakan satu kali pemakain. Produk susu jagung dapat bertahan selama 8 jam, namun jika disimpan dalam lemari pendingin daya tahan selama 3-4 hari. Produk tersebut memiliki brand atau merek “ Sujawai”.

3.2.3 Aspek Manajemen

Aspek manajemen merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari beberapa aspek kajian dalam sebuah pelaksanaan kegiatan bisnis. Keberhasilan suatu bisnis sangat dipengaruhi oleh peranan manajemen dalam pencapaian tujuan bisnis. Aspek manajemen pada pelaksanaan Kewirausahaan lanjut “Usaha Minuman Susu Jagung ”tidak terlepas dari unsur-unsur manajemen yang saling berkoordinasi untuk mencapai tujuan suatu bisnis.

3.2.4 Aspek Finansial

Modal merupakan hal yang diperlukan dalam memulai suatu bisnis atau bisnis yang dijalankan. Keberadaan modal sangat mempengaruhi kelancaran bisnis dan proses produksi suatu bisnis. Sumber modal usaha ini berasal dari masing-masing anggota yang terdapat dalam kegiatan Kewirausahaan lanjut. Biaya yang timbul pada bisnis ini adalah biaya tetap dan biaya variabel. Biaya tetap untuk membeli peralatan yang dibutuhkan dan biaya variabel digunakan untuk membeli bahan-bahan produksi serta termasuk tenaga kerja yang dibutuhkan.

Kegiatan Kewirausahaan lanjut ini dilakukan selama 4 bulan dan proses produksi dilakukan 2 kali seminggu.

(14)

Table 2 Biaya Tetap

Nilai baru/unit Total Harga Umur Ekonomis Nilai

No Jenis Alat Jumlah (Rp) (Rp) (bulan) penyusutan

1 Panci besar 1 40000 40000 6 7000

2 Panci sedang 2 25000 50000 6 8000

3 Blender 2 150000 300000 24 12500

4 Kompor 1 160000 160000 60 3000

5 Sendok 2 2000 4000 6 7000

6 Centong Sayur 2 5000 10000 6 1700

7 Baskom besar 1 20000 20000 6 3500

8 Baskom kecil 1 15000 15000 6 2500

9 Saringan 1 8000 8000 6 1500

10 Pisau 1 15000 15000 12 1250

11 Talenan 1 10000 10000 12 8500

Total 632000 56450

Dalam satu kali proses produksi mengeluarkan biaya untuk menutupi pengeluaran biaya penyusutan diperoleh dengan menggunakan rumus berikut ini:

Biaya penyusutan =

Jumlah biaya penyusutan/ bulan produksi

= Rp 56.450/8

= Rp 7.056,25

Jadi, diperoleh dari hitungan diatas bahwa dalam satu kali produksi mengeluarkan biaya penyusutansebesar Rp 7.056,25

(15)

Table 3 Biaya Variabel

No Keterangan Jumlah Satuan Harga Satuan Total Biaya

(Rp) (Rp)

1 Jagung 16 Kilogram 8000 128000

2 Susu Full

cream 2 Liter 20000 40000

3 Garam 100 Gram 2000 2000

4 Gula 500 Gram 7000 7000

5 Botol 64 Buah 2000 128000

6 Label 7 Lembar 5000 5000

Total 310000

Jadi biaya tetap yang dibutuhkan sebesar Rp 632.000 dan biaya variable sebesar Rp 310.000 Hpp = Penyusutan biaya tetap + Biaya Variabel

Jumlah Produksi 7056,25 + 310000

= 64

= Rp 4.954,003

Penerimaan = 64 botol x 8.000

= 512.000 Π = TR – TC Keterangan:

TR : Penerimaan total (total revenue) TC : Biaya Total (total cost)

Π = 512.000 – 310000 Π = 202.000

R/C Rasio = TR / TC Keterangan :

TR : Penerimaan total (total revenue) TC : Biaya Total (total cost)

R/C>1 : Usaha Layak untuk dijalankan R/C<1 : Usaha berada pada BEP R/C Rasio

3.2.5 Aspek Pemasaran

Pemasaran adalah suatu system total dari kegiatan bisnis yang dirancang untuk merencanakan, menetukan harga, promosi, dan mendistribusikan barang – barang yang dapat memuaskan keinginan konsumen dan mencapai pasar sasaran serta tujuan dari suatu

(16)

perusahan. Segmentasi pasar merupakan suatu aktivitas membagi atau mengelompokkan pasar yang heterogeny menjadi pasar yang homogen atau memiliki kesamaan dalam hal minat, daya beli, geografi, perilaku pembelian maupun gaya hidup.

3.3 Jadwal Pelaksanaan

Jadwal pelaksanaan dilaksanakan jika proposal sudah dimulai, Adapun jadwal kegiatan kewirausahaan ini adalah sebagai berikut:

Kegiatan September Oktober November Desember

1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4

Penentuan Judul /pelaksanaan proposal Penyusunan Proposal Membawa produk Pelaksanaan Kegiatan Pemassaran Produk

(17)

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Aspek Manajemen

Aspek manajemen sangat penting dilakukan dalam usaha Minuman Susu Jagung agar dalam menjalankan usaha memperoleh hasil maksimal dengan biaya atau usaha seminimal mungkin, dengan mengunakan seluruh aspek pendukung berupa SDM, aset, dan finansial yang telah diatur sesuai perencanaan. Adapun manajemen tersebut adalah

4.1.1 Perencanaan (Planning)

Dalam usaha Minuman Susu Jagung yang telah dilaksanakan sejauh ini sudah sesuai dengan rencana pada awal penyususnan proposal. Melalui dari jumlah produksi, penggunaan dana, target pasar dan jumlah pendapatan. Meskipun terdapat sedikit kendala.

4.1.2 Pengorganisasian (Organizing)

Pengorganisasian usaha Minuman Susu Jagung ini dengan melakukan pembagian tugas dan tanggung jawab setiap anggota kelompok yang bertujuan untuk mempermudah dalam proses pelaksanaan usaha, dapat di lihat tabel di bawah ini.

No Kegiatan Pelaksanaan

1. Membeli bahan pembuatan Minuman Susu Jagung

Suci dan Tika 2. Memasak Minuman Susu Jagung Ketlin dan Yoska 3. Mengemas Minuman Susu Jagung Suci dan Tika 4. Mengelola Sosial Media Minuman Susu Jagung Tika

5. Mengantarkan produk kepada konsumen Suci dan Tika

4.1.3 Pengarahan ( Actuating)

Pengarahan perlu di lakukan agar semua anggota kelompok berusaha untuk mencapai sasaran dalam menjalankan segala aspek dalam Minuman Susu Jagung.

4.1.4 Pengendalian

Pengendalian yang di gunakan pada usaha Minuman Susu Jagung yaitu membuat laporan hasil penjualan dalam setiap minggu untuk melihat keuntungan usaha Minuman Susu Jagung, dengan adanya laporan penjualan dapat mempermudah dan menarik kesimpulan dari setiap produksi dalam satu minggunya.

4.2 Aspek Produksi

Proses produksi manajemen pemasaran Kewirausahaan Tingkat Lanjut dengan judul Usaha Minuman Susu Jagung. Pengemasan menggunakan botol plastik dengan ukuran 250ml yang di beri label pada kemasan tersebut.

(18)

4.2.1. Lokasi Produksi

Lokasi Produksi Minuman Susu Jagung berlokasi di Gang senen, Perempatan Pertama, Rajabasa Bandar Lampung.

4.2.2 Volume Produksi

Volume produksi dalam satu minggu dua kali produksi di hari minggu dan rabu dalam satu kali produksi menghasilkan 15 botol minuman susu jagung dan dalam satu minggu menghasilan 30 botol minuman susu jagung berukuran 250ml.

4.2.3 Alat dan bahan Produksi

Alat pembuatan Minuman Susu Jagung meliputi tabel dibawah ini.

No Nama Alat Jumlah

1 Panci Besar 1

2 Panci Sedang 2

3 Blender 2

4 Kompor 1

5 Sendok 2

6 Centong Sayur 2

7 Baskom Besar 1

8 Baskom Kecil 1

9 Saringan 1

10 Pisau 1

11 Talenan 1

Bahan Pembuatan Minuman Susu Jgung meliputi tabel dibawah ini.

No Nama Bahan Jumlah

1 Jagung 16 (kg)

2 Susu Full Cream 2 (liter)

3 Garam 100 (gram)

4 Gula 500 (gram)

5 Botol 64 (buah)

6 Label 7 (lembar)

(19)

2. Proses pendinginan minuman susu jagung 1. Proses pemasakan

minuman susu jagung

3. Proses pengemasan minuman susu jagung 4.2.4 Proses Produksi

Aspek produksi berkaitan dengan rencana produksi yang akan di laksanakan yaitu

1. Proses pemasakan minuman susu jagung ialah jagung yang sudah di belender di saring air nya dan di masak oleh susu dan bahan pendukung lainnya

2. Proses pendinginan minuman susu jagung, susu jagung yang sudah di masak lalu di dinginkan terlebih dahulu

3. Proses pengemasan minuman susu jagung minuman susu jagung yang sudah di dinginkan di masukan kedalam botol dan di beri lebel dan siap di pasarkan

4.3 Aspek Pemasaran

4.3.1. Segmentasi, Targeting, Positioning a. Segmentasi

Segmentasi pasar dibagi menjadi 3 diantaranya:

1. Segmentasi Demografis, pasar susu jagung yaitu semua kalangan baik laki-laki maupun perempuan, tingkat usia 6 - 60 tahun.

2. Segmentasi Geografis, susu jagung dapat dinikmati di daerah perkotaan maupun pedesaan, Susu jagung original tanpa bahan pengawet dipasarkan dibeberapa daerah diantaranya: Bandar Lampung, Natar, Metro, Kedaton, Kota Gajah dan Sekitarnya.

3. Segmentasi Psikografis, tingkat penghasilan menengah kebawah hingga menengah keatas

(20)

b.

Target (Targeting), target pasar untuk Susu jagung (sujaway) yaitu pelajar atau mahasiswa/i, Politeknik Negeri Lampung, masyarakat disekitar gang senen polinela, masyarakat Kota Bandar Lampung Natar, Metro, Kedaton, Kota Gajah dan Sekitarnya.

c.

Positioning

positioning adalah tindakan perusahaan untuk merancang produk dan bauran pemasaran untuk menciptakan kesan yang pasti dalam ingatan konsumen. Posisi susu jagung (sujaway) teringat dalam benak konsumen.

4.3.2 Strategi bauran pemasaran (4P)

Proses produksi dilakukan dengan cara yang baik dan benar sehingga konsumen mendapatkan susu jagung yang sesuai dengan kebutuhan konsumen. Berikut adalah 4 P ( Bauran Pemasaran ) dalam bisnis susu jagung (sujaway) yaitu :

1. Produk (product), konsep produk menyatakan bahwa konsumen akan menyukai produk yang menawarkan mutu, kinerja dan perlengkapan inovatif yang terbaik. Produk Susu jagung menggunakan kemasan botol yang berukuran 250 ml. Kemasan botol susu jagung diberi label yang menarik. Produk susu kedelai dapat dilihat pada Gambar dibawah ini.

Penggunaan label produk susu jagung sesuai dengan perencanaan awal dengan memberikan identitas dan memperkenalkan produk susu jagung kepada konsumen. Label dari produk susu kedelai dapat dilihat pada Gambar dibawah ini.

(21)

2. Harga (price)

Harga adalah nilai tukar yang dapat disamakan dengan uang atau barang lain sehingga dapat bermanfaat bagi orang lain. Susu jagung (sujaway) dalam menetapkan harga berdasarkan perhitungan pada harga pokok penjualan (HPP). Penetapan harga susu jagung sebesar Rp8.000/botol.

3. Promosi (promotion)

Promosi adalah suatu aktivitas pemasaran yang berusaha menyebarkan informasi, untuk mempengaruhi dan meningkatkan pasar atau produknya agar dapat menarik konsumen, sehingga konsumen bersedia untuk membeli produk yang ditawarkan oleh produsen.

Kegiatan promosi pada tahap Bisnis Susu jagung (sujaway) adalah tahap perluasan pasar/konsumen yang dilakukan dengan beberapa cara, yaitu dengan cara memanfaatkan media sosial (instagram, whatsapp, facebook,dll). Promosi dapat dilihat pada dan Gambar dibawah ini.

(22)

Berdasarkan Gambar diatas promosi dilakukan dengan melalui sosial media atau promosi tidak langsung yaitu menggunakan WA (Whatsapp) promosi menggunakan media sosial membantu meningkatkan pemasaran bisnis susu jagung (sujaway).

4. Tempat (place)

Saluran distribusi yang dilakukan tim kerja yaitu saluran distribusi langsung kepada konsumen. Karena mengingat produk bisnis susu jagung adalah produk minuman yang tidak tahan lama. Tim kerja memilih lokasi yang sama untuk memproduksi produk dan memasarkan produk di sekitar kampus agar ketahanan produk tetap terjaga di showcase yang terletak di lab logistik pengelolaan agribisnis dan sebagaian produk juga disimpan dilemari pending yang beralamat di gg senen . Tim kerja memasarkan produk di daerah Kota Bandar lampung, Natar, Metro, Kedaton, Kota Gajah dapat dilihat pada gambar dibawah ini.

Lokasi Produksi susu jagung

Lokasi Pemasaran daerah Bandar lampung

Lokasi pemasaran daerah Natar

(23)

Lokasi pemasaran daerah kota gajah

4.4 Aspek Finansial 4.4.1 Modal

Modal diperoleh dari pinjaman laboratorium logistik dimana masing-masing kelompok diberi modal sebesar Rp. 200.000;. Modal tersebut dipergunakan untuk memproduksi produk yang akan dijual. Modal tersebut bersifat pinjaman sehingga pada akhir periode penjualan modal yang diberikan harus dikembalikan ke laboratorium logistik oleh masing-masing kelompok.

4.4.2 Biaya Produksi a. Belanja Awal

Jagung 4 kg @8000 = 32.000 Susu Fullcream 1liter = 20.000

Gula pasir ¼ = 4.000

Garam 1 bungkus = 2.000 Botol 250ml 15 pcs = 30.000

Label = 5.000

Total = 93.000

b. Belanja produksi ke 2

Jagung 4 kg @8000 = 32.000 Susu Fullcream 200ml = 6.000 Botol 250ml 15 pcs = 30.000

Total = 68.000

(24)

c. Belanja produksi ke 3

Jagung 4 kg @8000 = 32.000 Susu Fullcream 200ml = 6.000 Botol 250ml 15 pcs = 30.000

Label = 5.000

Total = 73.000

d. Belanja Produksi ke 4

Jagung 4 kg @8000 = 32.000 Susu Fullcream 200ml = 6.000 Botol 250ml 15 pcs = 30.000

Total = 68.000

4.4.3 Penerimaan dan Keuntungan a. Penerimaan

Penerimaan Total = Q x P

=339 botol x Rp 8.000 = Rp 2.656.000

b. Keuntungan

Keuntungan = TR-TC No Tanggal

Produksi Minggu Jumlah Produksi Penjualan Penerimaan

1 21/09/2022 1 30 30 240000

2 05/10/2022 2 33 31 248000

3 14/10/2022 3 15 15 120000

4 21/10/2002 4 12 12 96000

5 Tidak Produksi

6 30/10/2022 6 40 38 304000

7 09/11/2022 7 42 42 336000

8 15/11/2022 8 15 15 120000

9 20/11/2022 9 90 90 720000

10 23/11/2022 10 20 20 160000

11 27/11/2022 11 20 18 144000

12 03/12/2022 12 22 21 168000

Jumlah 339 332 2656000

(25)

= Rp2.656.000 – Rp1.692.500

=Rp 963.500

4.4.4. Harga Pokok Penjualan Harga Pokok Penjualan

HPP = TC/Q

= Rp1.861.750/339 botol

= Rp5.492

4.4.5. R/C dan B/C Ratio

R/C = Total Penerimaan/Total Biaya

= Rp2.656.000/Rp1.861.750

= 1,42

B/C = Total Pendapatan/Total Biaya

= 963.500/1.861.750

= 0,51

Tabel. Grafik Penjualan

0 10 20 30 40 50 60 70 80 90 100

21-Sep-22 05 Oktober

2022

14 Oktober

2022

21 Oktober

2022

30 Oktober

2022

09-Nov-2215-Nov-2220-Nov-2223-Nov-22 03 Desember

2022

Jumlah Produksi/ Botol

(26)

5.1 Kesimpulan

V. KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan yang dapat diambil dari kegiatan proses pengadaan bahan baku hingga pemasaran usaha Susu jagung serta analisis usaha atau finansial dan manajemen yang dilakukan adalah sebagai berikut:

1. Aspek manajemen yang dicapai yaitu perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengendalian. Secara umum untuk aspek manajemen berjalan dengan baik dan sesuai rencana, semua kegiatan fungsi-fungsi manajemen sudah dilaksanakan dan pencapaian realisasi sebesar 100%

karena lebih banyak terealisasi darisejumlah rencana yang ditetapkan sebelumnya. Terealisasinya aspek manajemen juga tidak terlepas dari kerjasama anggota dalam usaha Kewirausahaan Lanjutan.

2. Aspek Produksi pelaksanaannya meliputi proses pemasakan minuman susu jagung, proses pendinginan susu jagung, proses pengemasan susu jagung.

Pelaksanaan produksi usaha ini dilaksanakan di Gang Senen,

3. Aspek Pemasaran yang dilakukan yaitu pelaksanaan pemasaran produk dan strategi pemasaran. Pelaksanaan pemasarn pemasaran produk dilakukan langsung kepada konsumen dan secara tidak langsung. Pemasaran bisa melalui sosial mediayaitu wahatsappp, instagram, facbook dll. dan produk susu jagung ini dipasarkan kepada masyarakat sekitar kampus politeknik negeri lampung dan dipasarkan juga ke wilayah metro,natar,kedaton, dll.

4. Aspek Finansial yang dilakukan pada usaha minuman susu jagung pada kegiatan kewirausahaan lanjutan yaitu analisis biaya produksi dan penerimaan. Total penerimaan yaitu sebesar Rp.2.656.000, keuntungan yang didapatkan yaitu sebesar Rp.963.500, HPP dari produksi susu jagung yaitu Rp.5.492. R/C sebesar 1.42, B/C sebesar 0.51.

5.2 Saran

Berdasarkan hasil dan pembahasan, saran yang dapat diberikan yaitu :

1. Usaha Pengolahan Minuman Susu Jagung ini dapat menambah inovasi terbaru dari susu jagung, sehingga susu jagung yang diproduksi sesuai dengan kesukaan dan minat konsumen saat ini.

2. Konsumen memberikan masukan agar susu jagung dapat tersedia setiap hari tanpa melakukan pemesenan dalam setiap produksi.

3. Berdasarkan Kewirausahaan Lanjutan dalam setiap transaksi penjualan

(27)

agar tidak terjadi kesalahan perhitungan pada pembukuan dan juga dalam hal penambahan target pasar.

4. Berdasarkan Kewirausahaan Lanjutan dalam aspek manajemen perlu ditingkatkan lagi dan saling mengingatkan agar pelaksanaan kewirausahaan lanjut sesuai dengan kondisi yang telah terencanakan sebelumnya, karena pengorganisasian perlu dilakukan dengan baik agar kerja sama tim berjalan dengan baik, kemudian komunikasi yang baik antar anggota sangat diperlukan demi kelancaran proses produksi, pemasaran dan dalam hal pemenuhan pencapaian target perencanaan usaha minuman susu jagung

(28)

DAFTAR PUSTAKA

Assauri, Sofjan. 2001. Manajamen Produksi dan Operasi. Edisi Revisi Fakultas Universitas Indonesia, Jakarta.

Astawan, Made. 2004. Tetap Sehat dengan Produk Olahan. Tiga Serangkai Solo Astawan. 2004. Kandungan dan manfaat kedelai. Jakarta.

Buckle. 2017.Ilmu Pangan .(Tejemahan Oleh Hari purnomo dan Adiono.Jakarta:

Universitas Indonesia Press. (Buku Asli Terbit Tahun 1979).

Dapertemen Kesehatan Republik Indonesia. 1995. Farmakope Indonesia. Edisi Ke- 4.Jakarta. Dapertemen Kesehatan RI

Daryanto. 2013. Sari Kuliah Manajemen Pemasaran (cetakan 2). Bandung: PT Sarana Tutorial Nurani Sejahtera.

Dostalova, P. K. 2009. The Change of-Galktosidase during Gemenination and High Pressure Treatment of Legume Seedes. Czech J.food Sience,S76.

Farah, Adriana. 2012. Coffeea:Emerging Health Effect and Disease Prevention, First Edition.John Willey & Sons, Inc. and Insititute Of Food Technologits (USA) : Willey Black Well. Publishing Ltd.

Goulart, F. S. 2012. Super Healing Food. Reward Books, Remember of Penguin Putnam Inc. New York.

Handoko. T.H. 2003. Manajemen. BPFE Fakultas Ekonomi Universitas Gajah Mada..

Yogyakarta. 412 hal.

Harahap, Sofyan Syafri. 2007. Analisis Kritis Atas Laporan Keuangan. Cetakan Ke7.

Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Hasibuan, Malayau. 2011. Manajemen Dasar Pengertian dan Masalah Bumi Aksara.

Jakarta

Hasibuan, Malayau. SP. 2012. Manajemen SDM. Edisi Revisi, Cetakan Ke-13.Jakarta : Bumi Aksara.

Herjanto, Eddi. 2007. Manajeman Operasi. Edisi Ke-3. Jakarta: Grasindo.

Husnan dan Suwarsono, Muhammad. 2016. Studi Kelayakan Proyek. Edisi Ke-3.Jakarta:

Penerbit Selemba Empat.

Unteawati, Bina, Sutarni, Anggraini, Nuni. 2018. Studi Kelayakan Agribisnis. UP Politeknik Negeri Lampung. Lampung

Ware, M. 2017. Ginger Health Benefitd and Dietary Tips.

(29)

LAMPIRAN

(30)
(31)
(32)
(33)

Gambar

Tabel ini. Menjelaskan bahan yang paling banyak digunakan atau bahan utama dalam proses  produksi susu  jagung adalah jagung sebanyak  2  kg
Table 2 Biaya Tetap
Table 3 Biaya Variabel

Referensi

Dokumen terkait

Sedangkan aspek pelayanan lembaga pemasaran 2 (An. Bapak Kustur) yang perlu ditingkatkan dan dianggap penting bagi petani diantaranya penyampaian informasi

Beberapa aspek yang perlu untuk dianalisis dalam melakukan pengembangan usaha terdiri dari aspek pasar dan pemasaran, aspek manajemen dan organisasi, serta aspek

Pelaksanaan manajemen berbasis sekolah perlu dilaksanakan sesuai dengan konsep yang benar-benar memerhatikan semua aspek yang mencakup penyusunan program kerja sekolah, pengelolaan,

Berdasarkan kondisi tersebut perlu dipelajari lebih lanjut untuk melihat bagaimana bentuk dan tingkat partisipasi masyarakat dalam program agropolitan sesuai dengan

Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis: (1) tingkat kelayakan pengembangan usaha es susu Jagung ditinjau dari berbagai aspek non keuangan (yuridis,

Sedangkan aspek pelayanan lembaga pemasaran 2 (An. Bapak Kustur) yang perlu ditingkatkan dan dianggap penting bagi petani diantaranya penyampaian informasi

Pada aspek manajemen organisasi yang perlu dilakukan adalah Manajemen perlu mendorong karyawan untuk bekerja sesuai peraturan keselamatan kerja, Manajemen menyediakan

Kegiatan dalam tindak lanjut ialah : 1 mengidentifikasi kebutuhan tindak lanjut berdasarkan hasil evaluasi bagian mana yang perlu diperbaiki, dirubah, dan ditingkatkan untuk pencapaian