• Tidak ada hasil yang ditemukan

usulan - SPMI Poltekba - Politeknik Negeri Balikpapan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "usulan - SPMI Poltekba - Politeknik Negeri Balikpapan"

Copied!
24
0
0

Teks penuh

(1)

PENGARUH PROSES ANNEALING TERHADAP ANGKA KEKERASAN DAN STRUKTUR MIKRO PADA KOMPONEN

THRUST WASHER DIFFERENTIAL

TIM PENGUSUL

Ketua : Wahyu Anhar, S.T., M.Eng.

NIDN : 0017058103

Anggota : Patria Rahmawaty, S.Psi., M.MPd.Psikologi NIDN : 0031017601

POLITEKNIK NEGERI BALIKPAPAN April 2016

(2)

HALAMAN PENGESAHAN P E N E L I T I A N DOSEN P E M U L A

Judul Penelitian Bidang Fokus

Kode/Nama Rumpun llmu Ketua Peneliti

a. Nama Lengk^

b. NIDN

c. Jabalan Fungsional d. Program Studi e. Nomor HP/Surel Anggola Peneliti (1) a. Nama Lengkap b. NIDN

c. Perguruan Tinggi Biaya Penelitian

Biaya Luaim Tambahan

PengMuh Proses Annealing Teriiadap Angka Kekerasan Dan Struktur Mikro Pada Komponen Thrust Washer Differential

Material Maju

445/Teknik Material (llmu Bahan) ^ WAHYU ANHAR

0017058103 Asisten Ahli

Teknik Mesin Alat Berat

0817263224/wahyu.Mihar(^poltekba.ac.id PATRIA RAHMAWATY S.Psi

0031017601

Politeknik Negeri Balikpapan Rp 20,000,000.00

RpO.OO

., M . M )

196512312007011627

Kota Balikpapan, 23-05-2017 Ketua Peneliti

( WAHYU A N H A R ) NIP/NIK -

M.Pd.) 14041001

(3)

No Nama Jabatan Bidang

Keahlian Instansi Asal

Alokasi Waktu (jam/minggu) 1 WAHYU ANHAR Ketua Pengusul

Rekayasa material (karakterisasi, surface

treatment)

Politeknik Negeri

Balikpapan 7.00

2 PATRIA

RAHMAWATY S.Psi Anggota Pengusul - Sosial Masyarakat Politeknik Negeri

Balikpapan 3.00

3. Objek Penelitian (jenis material yang akan diteliti dan segi penelitian):

Komponen Thrust Washer Differential 4. Masa Pelaksanaan

Mulai tahun: 2017 Berakhir tahun: 2017

5. Usulan Biaya DRPM Ditjen Penguatan Risbang - Tahun ke-1: Rp20,000,000

6. Lokasi Penelitian (lab/studio/lapangan)

Laboratorium Teknik Mesin Politeknik Negeri Balikpapan 7. Instansi lain yang terlibat (jika ada, dan uraikan apa kontribusinya)

Laboratorium Bahan D3 Teknik Mesin UGM. Instansi tersebut diperlukan karena memiliki fasilitas tungku listrik, mikroskop struktur mikro, alat poles, dan uji kekerasan mikro Vickers

8. Temuan yang ditargetkan (penjelasan gejala atau kaidah, metode, teori, produk, atau rekayasa)

Temuan yang ditargetkan adalah mendapatkan perbandingan angka kekerasan dan struktur mikro untuk setiap variasi parameter proses annealing

9. Kontribusi mendasar pada suatu bidang ilmu (uraikan tidak lebih dari 50 kata, tekankan pada gagasan fundamental dan orisinal yang mendukung pengembangan iptek)

Kegagalan suatu komponen di bidang alat berat dapat disebabkan karena faktor mekanikal, material komponen, perawatan, dan penggunaan. Khusus terkait material komponen, perlu dilakukannya suatu rekayasa material guna meningkatkan properties komponen sehingga akan memperpanjang usia pemakaian. Hal ini akan memberikan kontribusi terhadap pengetahuan dan teknologi dalam bidang rekayasa material.

10 .

Jurnal ilmiah yang menjadi sasaran (tuliskan nama terbitan berkala ilmiah internasional bereputasi, nasional terakreditasi, atau nasional tidak terakreditasi dan tahun rencana publikasi)

Penelitian ini diharapkan dapat terbit dalam jurnal nasional, dan terbit pada tahun 2018 11

.

Rencana luaran HKI, buku, purwarupa atau luaran lainnya yang ditargetkan, tahun rencana perolehan atau penyelesaiannya

- Publikasi Ilmiah Jurnal Nasional Terakreditasi, tahun ke-1 Target: accepted/published - Pemakalah dalam pertemuan ilmiah Nasional, tahun ke-1 Target: sudah dilaksanakan - Buku Ajar (ISBN), tahun ke-1 Target: draft

- Tingkat Kesiapan Teknologi (TKT), tahun ke-1 Target: Skala 1

(4)

iv DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL i

HALAMAN PENGESAHAN ii

IDENTITAS DAN URAIAN UMUM iii

DAFTAR ISI iv

RINGKASAN v

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang 1

1.2. Perumusan Masalah 2

1.3. Batasan Masalah 2

1.4. Tujuan Penelitian 3

1.5. Manfaat Penelitian 3

1.6. Target Capaian 3

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Tinjauan Pustaka 5

BAB III METODE PENELITIAN

3.1 Alur Penelitian 8

3.2 Bahan 8

3.3 Persiapan Benda Uji 8

3.4 Proses Annealing 10

3.5 Pengujian Kekerasan Mikro Vickers 11

3.6 Pengamatan Struktur Mikro 11

BAB IV BIAYA DAN JADWAL PENELITIAN

4.1 Anggaran Biaya 12

4.2 Jadwal Penelitian 12

DAFTAR PUSTAKA 13

LAMPIRAN

(5)

v

terhadap angka kekerasan dan struktur mikro pada komponen thrust washer differential.

Penggunaan komponen thrust washer differential paling utama adalah mencegah keausan komponen side gear, pinion gear, dan differential case. Sesuai dengan fungsinya untuk menjaga komponen-komponen didalam differential case agar tidak terjadi keausan, maka diperlukan sifat kekerasan dan ketahanan aus yang baik dari komponen thrust washer differential. Tetapi kondisi komponen thrust washer differential dapat menurun karena efek gesekan untuk penggunaan dalam jangka waktu lama.

Peningkatan sifat kekerasan dan ketahanan aus komponen dapat dilakukan dengan pembuatan suatu lapisan tipis (thin layer) atau melalui proses pengerasan (hardening).

Telah dilakukan penelitian sebelumnya yaitu pendeposisian lapisan tipis pada permukaan baja (AISI 410). Hasil proses pendeposisian tersebut meningkatkan sifat kekerasan dan ketahanan aus permukaan baja. Proses lainnya untuk meningkatkan sifat mekanik komponen yaitu melalui proses pengerasan. Proses pengerasan adalah proses perlakuan panas yang bertujuan meningkatkan kekerasan komponen yang disebabkan adanya pembentukan martensit. Efek samping proses pengerasan adalah terjadinya distorsi, retak dan residual stress yang akan berdampak terhadap pemakaian komponen. Salah satu proses untuk memperkecil distorsi, mencegah timbulnya retak, dan menghilangkan residual stress adalah dengan proses annealing. Sehingga perlu dilakukan penelitian lebih lanjut tentang pengaruh proses annealing terhadap angka kekerasan dan struktur mikro pada komponen thrust washer differential.

Proses annealing komponen thrust washer differential menggunakan tungku listrik.

Parameter proses annealing yang divariasikan adalah temperatur dan waktu. Besaran temperatur annealing yang divariasikan adalah 550, 650, 725, dan 825 °C dengan waktu (durasi) untuk masing-masing temperatur adalah 2, 4, 6, dan 8 menit. Karakterisasi hasil proses annealing menggunakan uji kekerasan mikro Vickers dan pengamatan struktur mikro.

Kata kunci: thrust washer differential, annealing, angka kekerasan, struktur mikro

(6)

1 BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Penggunaan material baja sebagai komponen-komponen di bidang alat berat (heavy equipment) sangat luas. Secara garis besar penggunaan komponen material baja terdapat pada engine, power train, undercarriage, dan peralatan hidrolik. Kondisi kerja dan lingkungan yang bervariasi serta pemeliharaan unit sangat berpengaruh terhadap sifat mekanik komponen. Salah satu komponen yang menjadi bahan penelitian ini adalah komponen thrust washer differential.

Komponen dirancang untuk mencegah keausan side gear, pinion gear, dan differential case. Sesuai dengan fungsinya untuk menjaga komponen- komponen didalam differential case agar tidak terjadi keausan, maka diperlukan sifat kekerasan dan ketahanan aus yang baik dari komponen thrust washer differential. Tetapi kondisi komponen thrust washer differential dapat menurun karena efek gesekan untuk penggunaan dalam jangka waktu lama.

Peningkatan sifat kekerasan dan ketahanan aus komponen dapat dilakukan dengan pembuatan suatu lapisan tipis (thin layer) atau melalui proses pengerasan (hardening). Telah dilakukan penelitian sebelumnya yaitu pendeposisian lapisan tipis menggunakan campuran gas metana (CH4) dengan gas helium (He) pada permukaan baja, khususnya baja AISI 410 (Anhar dkk, 2014). Hasil proses pendeposisian tersebut meningkatkan sifat kekerasan dan ketahanan aus permukaan baja. Proses lainnya untuk meningkatkan sifat mekanik komponen yaitu melalui proses pengerasan. Proses pengerasan adalah proses perlakuan panas yang bertujuan meningkatkan kekerasan komponen yang disebabkan adanya pembentukan martensit (Berns dkk, 2008). Efek samping proses pengerasan adalah terjadinya distorsi, retak dan residual stress yang akan berdampak terhadap pemakaian komponen.

(7)

Salah satu proses untuk memperkecil distorsi, mencegah timbulnya retak, dan menghilangkan residual stress adalah dengan proses annealing. Sesuai dengan fungsinya, maka proses annealing dapat diterapkan terhadap komponen-komponen hasil perlakuan proses pengerasan guna memperbaiki sifat mekaniknya. Atas hal tersebut diatas, penulis tertarik untuk dapat melakukan penelitian lanjutan tentang pengaruh proses annealing terhadap angka kekerasan dan struktur mikro pada komponen thrust washer differential.

1.2 Perumusan masalah

Permasalahan utama dalam proses annealing terhadap material/benda uji untuk mendapatkan hasil akhir sesuai dengan yang diinginkan meliputi:

1. Jenis tungku

2. Jenis material/benda uji 3. Temperatur annealing

4. Waktu penahanan (holding time) annealing 5. Proses pendinginan

1.3 Batasan Masalah

Pengaruh dari perlakuan panas tersebut adalah benda uji akan mengalami perubahan sifat, baik sifat mekanik (kekerasan, kekuatan, ketahanan fatik, kekasaran permukaan maupun aus), sifat kimia (ketahanan korosi maupun oksidasi), sifat magnetik, sifat elektrik, sifat optik, perubahan struktur mikro maupun perubahan struktur kristal.

Banyaknya parameter proses yang akan mempengaruhi hasil akhir, maka permasalahan penelitian ini dibatasi pada:

1. Tungku yang digunakan adalah tungku listrik.

2. Benda uji adalah thrust washer differential.

3. Temperatur annealing divariasikan yaitu 550, 650, 725, dan 825 °C.

4. Waktu annealing divariasikan yaitu 2, 4, 6, dan 8 menit.

(8)

3

5. Proses pendinginan menggunakan pendinginan udara.

Karakterisasi benda uji menggunakan uji kekerasan mikro Vickers dan pengamatan struktur mikro.

1.4 Tujuan Penelitian

Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mempelajari pengaruh proses annealing terhadap angka kekerasan dan struktur mikro pada komponen thrust washer differential.

1.5 Manfaat Penelitian

Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat sebagai berikut:

1. Mengetahui parameter proses annealing yang dapat menghasilkan angka kekerasan optimal pada komponen thrust washer differential.

2. Mengetahui perubahan struktur mikro komponen thrust washer differential terhadap variasi parameter proses annealing.

3. Menambah khasanah ilmu pengetahuan dan teknologi khususnya dalam bidang rekayasa material serta dapat menjadi acuan dalam rangka pengembangan lebih lanjut.

1.6 Target Capaian

Rencana target yang ingin dicapai di dalam penelitian ini, seperti dijabarkan Tabel 1.1. Hasil penelitian terhadap variasi parameter di dalam penelitian ini akan dibagi untuk penulisan beberapa artikel ilmiah. Hasil penelitian akan dipublikasikan dalam jurnal nasional ber-ISSN, dan dipresentasikan dalam pertemuan ilmiah.

(9)

No Jenis Luaran Indikator Capaian 1 Publikasi ilmiah di jurnal nasional (ber ISSN) Published 2 Pemakalah dalam temu ilmiah Nasional Sudah Dilaksanakan

Lokal Tidak ada

3 Bahan ajar draf

4 Luaran lainnya jika ada (Teknologi Tepat Guna, Model/Purwarupa/Desain/Karya Seni/Rekayasa Sosial)

Tidak ada

5 Tingkat Kesiapan Teknologi (TKT) 1

Tabel 1.1 Rencana target capaian penelitian

(10)

5 BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Tinjauan Pustaka

Farahat dkk (2014) melakukan penelitian tentang pengaruh temperatur annealing yang dilanjutkan dengan proses quenching terhadap kekuatan tekan dan regangan. Benda uji yang digunakan adalah baja (Fe-6,9Al-2Cr-0,88C).

Proses annealing dilakukan dengan temperatur 910, 930, 970, 990, dan 1010

°C. Temperatur quenching untuk tiap-tiap proses annealing adalah 350 °C.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses annealing dengan temperatur 990

°C, dan dilanjutkan dengan proses quenching menghasilkan kekuatan tekan dan regangan tertinggi.

Lee dan Cooman (2014) menghasilkan penelitian tentang pengaruh temperatur annealing terhadap kekuatan tarik. Benda uji adalah baja (Fe-10 pct Mn-0,3 pct C-3 pct Al-2 pct Si). Temperatur annealing yang digunakan adalah 973, 1073, dan 1173 K (700, 800, dan 900 °C) dengan laju pemanasan 4 K/s.

Waktu penahanan proses annealing selama 5 menit. Laju pendinginan benda uji adalah 30 K/s hingga mencapai temperatur ruangan. Proses annealing yang dilakukan dengan temperatur 973 dan 1173 K (700 dan 900 °C) menyebabkan patah prematur terhadap uji tarik. Temperatur annealing sebesar 1073 K (800

°C) meningkatkan kemampuan tarik benda uji.

La dkk (2014) meneliti pengaruh temperatur annealing terhadap struktur mikro dan sifat mekanik pada baja tahan karat 316L. Proses annealing menggunakan temperatur 800 dan 1000 °C. Waktu proses annealing untuk kedua temperatur kerja adalah 8 jam dengan menggunakan pendinginan di dalam tungku hingga mencapai temperatur ruang. Berdasarkan hasil penelitian bahwa ukuran butiran austenit untuk tiap kondisi raw material, annealing 800

°C, dan annealing 1000 °C adalah 32, 31, dan 38 nm. Hasil pengujian tarik untuk tiap kondisi raw material, annealing 800 °C, dan annealing 1000 °C

(11)

adalah 371, 640, dan 454 MPa. Rasio perpanjangan untuk tiap kondisi raw material, annealing 800 °C, dan annealing 1000 °C adalah 16, 23, dan 31 pct.

Secara keseluruhan proses annealing dengan temperatur 800 °C menghasilkan peningkatan sifat tarik benda uji.

Sohn dkk (2014) menghasilkan penelitian tentang pengaruh annealing terhadap perlakuan awal berupa cold rolling. Karakteristik yang diteliti adalah fenomena retak pinggiran. Benda uji yang digunakan dalam penelitian adalah baja (Fe-0,3C-3,5Mn-5,8Al). Benda uji mengalami cold rolling sebelum dilakukan proses annealing. Temperatur annealing 650, 700, 750 °C dengan waktu penahanan selama 1 jam. Proses pendinginan dilakukan di dalam tungku hingga mencapai temperatur ruangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa temperatur annealing 650 °C terdapat beberapa retak pingiran, sementara temperatur annealing 750 °C sulit ditemukan retak pinggiran. Selain itu, temperatur annealing 750 °C menghasilkan butiran ferit yang baik, weak texture, dan terjadi penyusunan struktur untuk proses lanjutan.

Xin dkk (2014) melakukan proses annealing terhadap ultra-pure 430 FSS.

Variasi temperatur annealing adalah 830, 860, 890, 920, 950, dan 980 °C.

Waktu annealing untuk tiap-tiap temperatur adalah 30, 60, dan 90 s.

Karakterisasi benda uji meliputi struktur mikro, tekstur, uji tarik, dan uji kekerasan. Berdasarkan hasil penelitian sifat mekanik dan struktur mikro optimal terjadi untuk proses annealing 950 °C dengan waktu 90 s. Parameter annealing 950 °C (waktu 90 s) juga menghasilkan nilai pertambahan panjang (elongation) tertinggi. Pertambahan waktu untuk temperatur annealing 950 °C menyebabkan peningkatan tekstur rekristalisasi.

Purcek dkk (2012) meneliti perubahan struktur mikro, respon terhadap tegangan-regangan baja terhadap proses annealing. Temperatur yang digunakan dalam proses annealing adalah 200 hingga 700 °C. Waktu annealing untuk variasi temperatur tersebut adalah 1 jam. Selain itu juga dilakukan proses annealing dengan temperatur konstan yaitu 600 °C dengan memvariasikan waktu annealing mulai 2,5 hingga 720 menit. Benda uji adalah interstitial-free steel (IF steel) produksi ERDEMIR Iron-Steel Company, Turki.

(12)

7

Berdasarkan kurva rekristalisasi hasil penelitian didapatkan bahwa temperatur annealing hingga 450 °C proses pelunakan kurang maksimal karena masih merupakan area recovery butiran. Temperatur annealing 450 hingga 650 °C terjadi proses pelunakan struktur, dimana merupakan area rekristalisasi.

Temperatur diatas 650 °C terjadi sedikit pelunakan tetapi terjadi pertumbuhan butiran. Temperatur annealing 650 °C merupakan temperatur yang efektif untuk pertumbuhan butiran (grain growth region). Waktu annealing selama 480 menit terhadap temperatur konstan (600 °C) merupakan waktu yang menghasilkan rekristalisasi sempurna.

(13)

8 3.1 Alur Penelitian

Urutan/langkah-langkah penelitian adalah seperti ditunjukkan Gambar 3.1.

3.2 Bahan

Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah komponen thrust washer differential. Bentuk dan ukuran benda uji seperti ditunjukkan Gambar 3.2.

3.3 Persiapan Benda Uji

Benda uji dilakukan pemotongan terlebih dahulu menggunakan mesin potong. Bagian benda uji yang telah dipotong, dibuatkan holder dari resin dan selanjutnya dilakukan pemolesan menggunakan amplas dengan urutan kekasaran amplas 220, 400, 600, 800, 1000, 1500 hingga 2000. Langkah finishing dilakukan pemolesan menggunakan kain beludru (velvet) dengan pasta metal polish dan alkohol 96%. Benda uji yang telah dipoles dikeluarkan dari holder-nya, kemudian disimpan di dalam plastik klip dengan ditambahkan silica gel.

(14)

9

Mulai

Raw material thrust washer differential

Persiapan benda uji

Selesai

Analisa & pembahasan data

Kesimpulan Raw material tanpa

proses annealing

Uji kekerasan mikro Vickers Pengamatan struktur mikro N

Y

Proses annealing dengan parameter:

1. Temperatur 550 °C; waktu penahanan 2, 4, 6, dan 8 menit 2. Temperatur 650 °C; waktu penahanan 2, 4, 6, dan 8 menit 3. Temperatur 725 °C, waktu penahanan 2, 4, 6, dan 8 menit 4. Temperatur 825 °C, waktu penahanan 2, 4, 6, dan 8 menit Proses pendinginan untuk semua parameter menggunakan udara

Penentuan temperatur annealing (berdasarkan tinjauan pustaka)

Sesuai kemampuan

tungku?

Gambar 3.1 Alur Penelitian

(15)

3.4 Proses Annealing

Benda uji yang akan dilakukan treatment annealing, terlebih dahulu direndam menggunakan larutan alkohol 96% selama 15 menit.

Proses annealing benda uji menggunakan tungku listrik milik Laboratorium Bahan D3 Teknik Mesin UGM. Rincian proses annealing untuk beberapa parameter seperti ditunjukkan di dalam Tabel 3.1. Benda uji hasil proses annealing dilakukan pemolesan kembali untuk membersihkan kotoran di permukaan benda uji. Pemolesan ini diperlukan karena untuk kebutuhan proses lanjutan yakni uji kekerasan mikro Vickers, dan pengamatan struktur mikro.

Gambar 3.2 Bentuk dan Ukuran Benda Uji (Ukuran mm)

(16)

11

Temperatur annealing (°C)

Waktu penahanan

(menit) Keterangan

550

2

Proses pendinginan menggunakan udara 4

6 8 650

2 4 6 8 725

2 4 6 8 825

2 4 6 8

3.5 Pengujian Kekerasan Mikro Vickers

Pengujian kekerasan mikro Vickers menggunakan alat milik Laboratorium Bahan D3 Teknik Mesin UGM. Standar ASTM yang digunakan adalah E92- 82. Pengujian dilakukan dengan beban 10 gram dan waktu indentasi selama 10 detik. Setiap benda uji dilakukan pengambilan angka kekerasan sebanyak 5 titik.

3.6 Pengamatan Struktur Mikro

Pengamatan struktur mikro menggunakan mikroskop struktur mikro milik Laboratorium Bahan D3 Teknik Mesin UGM. Permukaan benda uji diberikan etsa sebelum dilakukan pengamatan struktur mikro.

Tabel 3.1 Parameter proses annealing

(17)

12 4.1 Anggaran Biaya

Anggaran biaya yang diperlukan sehingga dapat terlaksananya penelitian ini seperti ditunjukkan Tabel 4.1.

No Jenis Pengeluaran Biaya yang Diusulkan (Rp.)

1 Honorarium pelaksana 5.992.000,-

2 Pembelian bahan habis pakai 4.390.500,-

3 Perjalanan 5.280.000,-

4 Sewa peralatan 4.337.500,-

Jumlah 20.000.000,-

4.2 Jadwal Penelitian

Rincian kegiatan penelitian seperti ditunjukkan Tabel 4.2.

Tabel 4.2 Jadwal kegiatan

Tabel 4.1 Ringkasan anggaran biaya penelitian dosen pemula yang diajukan

(18)

13

DAFTAR PUSTAKA

Anhar, W., Malau, V., Sujitno, T., 2014, Effect of Deposition Time of Diamond-Like Carbon Films Synthesized by DC-Plasma Enhanced Chemical Vapor Deposition on AISI 410 Steel, Proceedings of The International Conference on Materials Science and Technology, 2014, Serpong, Indonesia, Hal. 71-79.

ASTM E 92-82, Standard Test Method for Vickers Hardness of Metallic Materials.

Berns, H., dan Theisen, W., 2008, Ferrous Materials-Steel and Cast Iron, Springer, Berlin.

Farahat, A.I.Z., Mohamed, M.I., 2014, Thermomechanical Processing of Fe-6,9Al- 2Cr-0,88C Steel: Intercritical Annealing Followed by Quench Tempering, Metallurgical and Materials Transactions A, 46A (January 2015): 199-204.

La, P., Wei, F., Lu, X., Chu, C., Wei, Y., Wang, H., 2014, Effect of Annealing Temperature on Microstructure and Mechanical Properties of Bulk 316L Stainless Steel with Nano- and Micro-crystalline Dual Phase, Metallurgical and Materials Transactions A, 45A (October 2014): 5236-5244.

Lee, S., dan Cooman, B.C.D., 2014, Effect of The Intercritical Annealing Temperature on The Mechanical Properties of 10 Pct Mn Multi-Phase Steel, Metallurgical and Materials Transactions A, 45A (October 2014): 5009-5016.

Purcek, G., Saray, O., Karaman, I., Maier, H.J., 2012, High Strength and High Ductility of Ultrafine-Grained, Interstitial-Free Steel Produced by ECAE and Annealing, Metallurgical and Materials Transactions A, 43A (June 2012):

1884-1893.

Sohn, S.S., Lee, B.J., Kwak, J.H., Lee, S., 2014, Effects of Annealing Treatment Prior to Cold Rolling on The Edge Cracking Phenomenon of Ferritic Lightweight Steel, Metallurgical and Materials Transactions A, 45A (August 2014): 3844- 3856.

Xin, Z., Bin, Q., Wei, D., Difeng, W., 2014, Effect of Cold-Rolled Annealing Processes on Microstructure and Properties of Ultra-Pure Ferritic Stainless Steel, Baosteel Technical Research, 8 (3): 27-34.

(19)

1 Komponen thrust washer differential Komponen 13 210.000

2 Metal polish Pcs 1 20.500

3 Amplas Lembar 68 5.000

4 Internet Paket 1 500.000

5 ATK Paket 1 300.000

6 Publikasi artikel ilmiah (seminar nasional) Kegiatan 1 500.000

1 Perjalanan Balikpapan-Yogyakarta (PP) untuk

kegiatan pengujian dan pengambilan data Kegiatan 2 1.240.000

2 Biaya akomodasi-konsumsi-transportasi (Yogyakarta) Kegiatan 1 400.000 3 Perjalanan Balikpapan-Surabaya (PP) untuk kegiatan

seminar nasional Kegiatan 2 1.000.000

4 Biaya akomodasi-konsumsi-transportasi (Surabaya) Kegiatan 1 400.000

1 Tungki listrik dengan kenaikan suhu 8 °C/menit Jam 32 62.500

2 Mikroskop struktur mikro Foto 34 25.000

3 Uji kekerasan Vickers Spesimen/3 titik 34 31.250

4 Poles dan etsa Spesimen 34 12.500

2. Pembelian Bahan Habis Pakai

Material Justifikasi

Pembelian Kuantitas Harga

Satuan (Rp)

Harga Peralatan Penunjang (Rp) Th I

Subtotal 2 (Rp) 4.390.500 2.730.000 20.500 340.000 500.000 300.000 500.000

3. Perjalanan

Material Justifikasi

Perjalanan Kuantitas Harga

Satuan (Rp)

Biaya per Tahun (Rp) Th I 2.480.000

400.000 2.000.000

400.000 Subtotal 3 (Rp) 5.280.000 4. Sewa Peralatan

Material Justifikasi Sewa Kuantitas Harga

Satuan (Rp)

Biaya per Tahun (Rp) Th I

TOTAL ANGGARAN YANG DIPERLUKAN SELURUHNYA (Rp) 20.000.000 2.000.000

850.000 1.062.500

425.000 Subtotal 4 (Rp) 4.337.500

(20)

Lampiran 2. Susunan Organisasi Tim Peneliti dan Pembagian Tugas

No Nama/NIDN Instansi Asal Bidang Ilmu Alokasi Waktu

(jam/minggu) Uraian Tugas

Persiapan dan pemotongan benda uji

Pembuatan holder untuk pemolesan benda uji Pemolesan benda uji

Pemantauan proses annealing, uji kekerasan, dan struktur mikro Pencatatan kegiatan pada buku catatan harian penelitian

Pembuatan laporan kemajuan, akhir dan artikel ilmiah Pembuatan borang evaluasi atas capaian luaran

Pembuatan bahan seminar hasil (artikel, poster, dan profil penelitian) Dokumentasi proses annealing, uji kekerasan, dan struktur mikro Pembuatan laporan kemajuan, akhir dan artikel ilmiah

Pembuatan borang evaluasi atas capaian luaran

Pembuatan bahan seminar hasil (artikel, poster, dan profil penelitian) Patria Rahmawaty, S.Psi.,

M.MPd.Psikolog/

0031017601

Teknik Mesin 7 (Rekayasa Material) Politeknik Negeri

Balikpapan 1 Wahyu Anhar, S.T., M.Eng. /

0017058103

2 Politeknik Negeri Psikologi 3

Balikpapan

(21)

4 5 6 7 9 10 11 12

2015

NIDN 0017058103

Tempat dan Tanggal Lahir Samarinda, 17 Mei 1981

Nomor Telepon/Faks (0542) 860895, 862305 / (0542) 861107 Lulusan yang Telah Dihasilkan D-3: 41 orang

13. Mata Kuliah yg Diampu

1. Analisa Kerusakan 2. Ilmu Bahan

4. Pengenalan dan Penggunaan Alat Berat

E-mail [email protected]

Nomor Telepon/HP (0542) 8879957 / 0817263224

Alamat Kantor Jalan Soekarno-Hatta KM.08 Balikpapan 76126

3. Mekanika Fluida

B. Riwayat Pendidikan

S-1 S-2 S-3

Nama Perguruan Tinggi Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada -

Judul Skripsi/Tesis/Disertasi Karakterisasi Lapisan Al-N pada Baja DIN 34CrNiMo6

Optimasi Parameter Proses Pelapisan Diamond-Like Carbon terhadap Kekerasan, Keausan dan Korosi pada

Baja AISI 410

-

Nama Pembimbing/Promotor 1. Dr. Ir. Viktor Malau, DEA.

2. Ir. Suprapto

1. Dr. Ir. Viktor Malau, DEA.

2. Drs. B.A. Tjipto Sujitno, M.T., APU. -

Bidang Ilmu Teknik Mesin Teknik Mesin -

Tahun Masuk-Lulus 2003-2006 2012-2014 -

1 2012 Teknologi Tepat Guna Mengubah Sampah Plastik menjadi Bahan Bakar Cair

Hibah Bank Indonesia

Balikpapan 3.262.500

C. Pengalaman Penelitian Dalam 5 Tahun Terakhir

No. Tahun Judul Penelitian Pendanaan

Sumber* Jml (Juta Rp)

1

Upaya Bantuan Pembinaan dan Penerapan Teknologi Panel Tenaga Surya Sebagai Penerangan Masjid Nurul Hidayah RT.06 Kelurahan Jenebora Kecamatan Penajam Kabupaten PPU

Dana DIPA 19.973.000

D. Pengalaman Pengabdian Kepada Masyarakat Dalam 5 Tahun Terakhir

No. Tahun Judul Pengabdian Kepada Masyarakat Pendanaan

Sumber* Jml (Juta Rp)

E. Publikasi Artikel Ilmiah Dalam Jurnal Dalam 5 Tahun Terakhir

No. Judul Artikel Ilmiah Nama Jurnal Volume/ Nomor/Tahun

1 Peningkatan Sifat Kekerasan dan Ketahanan Aus Permukaan Baja Tahan Karat AISI 410 dengan Teknik Plasma Helium-Metana

Prosiding PS Teknik Mesin

Universitas Kristen Petra Surabaya ISBN: 978-979-25-4418-3

3

Effect of Deposition Time of Diamond-Like Carbon Films Synthesized by DC-Plasma Enhanced Chemical Vapor Deposition on AISI 410 Steel

Proceedings of The International Conference on Materials Science and

Technology

ISBN: 978-602-97444-6-0 2 Pengaruh Tekanan Plasma He-CH4 dan Waktu Deposisi terhadap

Kekerasan, Keausan dan Korosi Permukaan Baja AISI 410 Prosiding PSTA-BATAN Yogyakarta ISSN: 1411-1349

(22)

F . Pemakalah Seminar Ilmiah {Oral Preseniatian) Dalatn 5 T a h u n T e r a k h i r No Nama Pertemuan I l m i a h /

Seminar Judul A r t i k e l Ilmiah W a k t u dan

Tempal

1 Seminar Nasional Teknik Mesin 9

Peningkatan Sifal Kekerasan dan Ketalianan Aus Permukaan Baja Tahan K a r a l A I S I 410 dengan Teknik

Plasma Helium-Melana

Tahun 2014, Universitas Krlslen Petra Surabaya

2

Pertemuan dan Prcscntasi Ilmiah Teknologi Akselerator dan Aplikasinya

Pengaruh Tekanan Plasma H e - C H j dan W a k t u Deposisi terhadap Kekerasan, Keausan dan Korosi

Permukaan Baja A I S I 410

Tahun 2014, B A T A N Yogyakana

3

hiternalioiial Conference on Materials Science and Technology (ICMST)

Effect of Deposition Time of Diamond-Like Carbon Films Synthesized by PC-Plasma Enhanced Chemical Vapor

Deposition on AISI 410 Steel

Tahun 2014, Center for Science and Technology-of Advanced Materials - B A T A N Scrpong

G . K a r y a B u k u D a l a m 5 T a h u n T e r a k h i r

No Judul B u k u Tahun Jumlah

Halaman Pcnerbit

1 - - -

H . Perolehan H K I D a l a m 5-10 T a h u n T e r a k h i r

No, Judul/Tema H K I Tahun Jenis N o m o r P/ID

1

1. Pengalaman Merumuskan K e b i j a k a n Publik/Rekayasa Sosial L a i n n y a Dalam 5 T a h u n T e r a k h i r No. Judul/Tcma/Jcnis Rckayasa Sosial Lainnya yang

Telah Ditcrapkan Tahun Tgmpal

Penerapan

Rcspon Masyarakal 1

J . Penghargaan Dalam 10 T a h u n T e r a k h i r ( d a r i pemerintah, asosiasi, atau institusi lainnya)

No, Jenis Penghargaan Institusi Pemberi

Penghargaan Tahun

I Piagam Penghargaan scbagai Lulusan S2 Cumlande Universitas Gadjah Mada Yogyakaria 2014

2 ScrtiTikal Penghargaan scbagai Juara Harapaii Ganda Pulra Poiitcknik Ncgcri Balikpapan 2012

Seniua data yang saya isikan dan tercanlum dalam biodata ini adalah benar dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum, Apabila di kemudian hari temyata dijumpai ketidaksesuaian dengan kenyalaan. saya sanggup menerima sanksi.

Demikian biodata ini saya buat dengan sebenamya untuk memenuhi salah sam persyaratan dalam pengajuan Penugasan Penelitian Dosen Pemula,

Balikpapan. 30 April 2016

Wahyu Anhar, S T, , M.Eng,

(23)

7 I . - m a i l D i' i i i a D i K ' ^ v a h O D c o m

N o m o r [ c I c p o n / H P 05-12 - 4 1 0 0 9 0 / 0 8 1 3 4 6 3 6 4 9 1 1

1(1 A l a m ^ i i K a m u r J i i l a n S o c k i i m u - H a l t a K M . O S B a l i k p a p a n 7 6 1 2 6 1 1 N o i i K T 11' l c p o n T a k ^ l O > 1 2 ) 8 6 0 8 9 ? . 8 6 2 3 0 ? / ( 0 5 4 2 ) 8 6 1 1 0 7 12 l . i i l u s a n \ a n i ! 1 c l a h D i l i a s i l k a i i L)-3. 180 o r a i i g

I."! M a t a K u l i i i h \ D i a n i p i i

1 1 l i k a I ' m l c s i 4 Rahai^a I n d o n e s i a I."! M a t a K u l i i i h \ D i a n i p i i 2 k c w i r a i i s a l i a a n

I."! M a t a K u l i i i h \ D i a n i p i i

3. K e w a r g a n e g a r a a n

l i . K i w a v H l P i ' n d l d i k a n

S-l S-2 S-3

N a n i a I V r u u r i i a n 1 i n g g i U n i \k S o c g i j i i p m n a l a L I n i v I s l a m N u s a n t a r a

i i i d a n ^ l l n u i I ' s i k o l o g i M a n a j c m e n P e n d i d i k a n

1 a h i u i M a M i k - l llUl^ 1 *)94 - 1 9 9 9 2 0 1 0 - 1 0 1 2

J u d i i l S k r i p s L / T c s i s / D i s e r i a s i

S i k a p 1 c r h a d i i p P i : l a k s a n a a n t i c i a k a n I J i M p l m .\a5Knial D i i i i i ] a u D a r i F^ola A s u l i D c n i o k r a i i s D a n J e n i s K e l a m i n I' a d a K c n i a j i i

M a i u i j c t i i c n l . a \ u n a n B i i n b i n g a n K o n s e l i n g D a l a n i M e m b e i i t u k K a r a k t e r M a h a s i s w a M e n g h a d a p i D i i n i a K e r j a

N a n i i i P e m h i m h i n g / P r o n i n i i i r ! ) r s . t d d y S. S U &

D r a l.uL'ia l l c n u n v a l i . M Psi

P r o f . D r . A h c m a d S a n u s i &

P r o f . [ ) r I I r: M u K a s a , M . P d ('. P e r i g a l a m a n P i ' n e l i t i a i i D a l a i n 5 I a l i i t n T c r H k h i r

N o , 1 a h i i n J i i d u l P c n c h i i a n

1 P e n d a n a a n

N o , 1 a h i i n J i i d u l P c n c h i i a n

S u m b e r * J m l ( J u I a R p )

1

A

1 ) . P e i i ^ a l a m a i i P c i ) ( > a h d i a n K e p a d a M a s \ a r a k a l D a l a m 5 I a h u n t I' t a k h i r

N o . 1 a h u n J i i d u l P e n g a b d i a r i K e p a d a M a y \ a r a k a t P e n d a n a a n

N o . 1 a h u n J i i d u l P e n g a b d i a r i K e p a d a M a y \ a r a k a t

S l i m b e r * J m l (.lula R p )

1 2 0 1 4 U p a y a B a n t u a n T c k n o l o g i P e n c r a n g a n Listrik d e n g a n a r u s DC di Panli

A s u h a n Al-Hdsanah B a l i k p a p a n DIPA P o l j t e k n i k N e g e r i B a l i k p a p a n 2 0 . 0 0 0 . 0 0 0

2 2 0 1 5

U p a y a B a n t u a n Inslalasi P e n e r a n g a n Jalan

d e n g a n m e n g g u n a k a n T e k n o l o g i P e m b a n g k i t Listnk T e n a g a A n g j n Di C u n u n g T p m b a k B a l i k p a p a n

DlPA P o l i t e k n i k N e g e r i B a l i k p a p a n 2 0 . 0 0 0 . 0 0 0

K. P l l h l i k a ^ i V r t i k i l l l i n i a l i D a l a i i i J i i i r i a l D a l a m 5 l a l i i i i i l i r a k t i i i

N o J i i d u l A r i i k i . ' l l l m i a h N a m a . l i i n i a l V o l u m e / N o m o r A T a i i u i i

1 1

I-. P o m a k a l a h S i i i i i n a r l l m i a h [Onil Prcseniuiion) D a l a i n 5 l a h u n I f r a k h i r

N o K a m a P e r i e n u u i i i l l i i i i a h J i i d i t l A r l i k u l l l i i i i a l i W a k t i i d a n

1

K a r v a B u k u D a l a m 5 l a h i i i i T t r a k h i r

N o .Uidul B u k u 1 a l u a i .[ u m l a l i P e n e r b i t

1

I I . r i r o l i- h a n M K I D a l a m 5-1(1 l a l i i i i i l i r a k l i i i

N o . l u d u l l e n i a i l K l 1 a l i u n J e m s N o m o r P/ID

1

1. P c n i ^ a l a n i a n M e r i i n i u s k a n K f h i j a k a n l ' i i h l i k / K i ' k a \ a s a S o s i a l l . a i i i n \ D a l a m S I ' a h u i i T e r a k h i r

N o J u d u l ' 1 c m a J e m s Kelva\asa S o s i a l 1 a n i i n a \an!> T a l u i n T e m n a t R e s n o n

1

.1. P i ' i i ^ h a r ^ a a i i D a l a m HI I a h u n J i - r a k h i i ' ( d a r i p t t i i L T i i i t a h , a s n s i a s i , a l a u i i i s l i t u s i l a i i i i i y a )

N o J c n i s P e n a l i a r e a a n I n s l i t i i s i P e m b e r i T a l i u i i

1

S L ' n i i i a J a l a w i n g -.av a i>.ik.iri Jan i t ' i i M M k i i i i J a l a i i i h i i i J . i l a iiii a d a l a l i i x ' n a i Jan J a p a l JI|>L'I l . i i i g g u n i ^ i . o i a h k j n s i v a r a l i u k u i u A p a b i l a di k o i n u d i a n h a i i l e r i i j a l a d i j u n i p a i k i ' i i d a k s e s u a i a n d i ' i i g a n k c n v a i a a n sa\;i sangi'.up i n c n e r n n a s a n k s i

D e n i i k i a n h i o d a i a ini sava biiai d e n g a n s t' l v i i a t i u a i i n l i t k nit'iYit'iuihi salali ^alu pets\araiaii d a l a n i p e i i g a j u a t i Peaugasun P e n e l i t i a i i D o s e n P e m u l a .

B a l i k p a p a r PengustfO

A /

\ 2 q A p r i l 2 0 1 6

Pairia R a h n a w a t y , S.Psi, M . M P d . P s i k o l o g

(24)

L a m p i r a n 4. Surat Pernyataan K e t u a Pelaksana

K E M E N T E R I A N RISET. T E K N O L O G l D A N P E N D I D I K A N T I N G G I

P O L I T E K N I K N E G E R I B A L I K P A P A N

Jl. Soekarno Hatta K m . 8 Balikpapan 76126 _ Telp. (0542) 860895. 862305 Fax. 861107

E m a i l : [email protected] Web: http:.' 'vvvvw.poltekba.ac.id

SURAT PERNYATAAN K E T U A PENGUSUL

Yang bertanda tangan di bawah ini:

Nama Wahyu Anhar, S.T., M.Eng.

NIDN 0017058103

Pangkat / Golongan

Jabatan Fungsional Asisten Ahli

Dengan ini menyatakan bahwa proposal saya dengan judul:

"Pengaruh Proses Annealing Terhadap Angka Kekerasan Dan Struktur Mikro Pada Komponen Thrust Washer Differentiar

yang diusulkan dalam skema Penelitian Dosen Pemiila untuk tahun anggaran 2017 bersifat original dan bclum pernah dibiayai oleh lembaga / sumber dana lain.

Bilamana di kemudian hari ditemukan ketidaksesuaian dengan pernyataan ini, maka saya bersedia dituntut dan diproses sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan mengembalikan seluruh biaya penelitian yang sudah diterima ke Kas Negara.

Demikian pernyataan ini dibuat dengan sesungguhnya dan dengan sebenar-benamya.

Mengetahui,

Balikpapan, 30 April 2016 Yang menyatakan.

(Wahyu Anhar, S.T., M.Eng.) NIDN. 0017058103

Referensi

Dokumen terkait

c. kesesuaian pendidikan, pangkat dan golongan ruang, masa kerja kepangkatan terakhir untuk menentukan jenjang jabatan dan jumlah angka kredit dalam jabatan

NO JENIS JABATAN UNIT KERJA ESELON I / SETINGKAT PER UNIT JENJANG JUMLAH KUALIFIKASI PENDIDIKAN ALOKASI JUMLAH PENEMPATAN Keterangan. 11 Dosen Asisten

1) Dosen UST yang memiliki NIDN atau NIDK. 2) Jabatan fungsional minimal Asisten Ahli Anggota Pengusul.. 3) Anggota pengusul diharuskan lintas program studi. 4) Wajib Melibatkan

(4) Pangkat untuk masing-masing jenjang Jabatan Fungsional Asisten Pengelola Produksi Perikanan Tangkap sebagaimana dimaksud pada ayat (3) berdasarkan jumlah angka

Kenaikan pangkat PNS yang menduduki Jabatan Fungsional Pranata Nuklir Ahli Madya, pangkat Pembina Tingkat I, golongan ruang IV/b untuk menjadi Pembina Utama Muda,

1. Karya ilmiah yang diajukan untuk kenaikan pangkat / kenaikan jabatan fungsional ke Asisten Ahli / Lektor / Lektor Kepala / Guru Besar** adalah benar karya sendiri dan bukan

Penerima Delegasi Penerima Mandat Keterangan Golongan /Ruang Jenjang Jabatan Pimpinan Tinggi/ Administrasi Fungsional Pejabat Pengawas dan Non Jabatan Struktural Muda/ Asisten

(4) Pangkat untuk masing-masing jenjang Jabatan Fungsional Asisten Teknisi Siaran sebagaimana dimaksud pada ayat (3) berdasarkan jumlah angka kredit yang