• Tidak ada hasil yang ditemukan

UTS KONSERVASI LAHAN

N/A
N/A
FERA ARUM

Academic year: 2024

Membagikan "UTS KONSERVASI LAHAN"

Copied!
4
0
0

Teks penuh

(1)

Nama : Fera Arum Rahayuningsih NIM : 220721606375

Off : B

Prodi : Pendidikan Geografi

UTS KONSERVASI LAHAN Soal

1. Jelaskan karakteristik tanah dari a. Tekstur

b. Struktur c. Permeabilitas

d. Biologi Organik (BO), yang sangat berpengaruh terhadap laju erosi

2. Jelaskan model yang sangat efektif untuk penanganan atau mereduksi laju erosi 3. Jelaskan fungsi tanaman dan pengelolaan lahan pengaruhnya dalam laju erosi Jawaban

1. Karakteristik tanah yang sangat berpengaruh terhadap laju erosi

A. Tekstur tanah: Tanah dengan tekstur kasar (misalnya pasir) cenderung memiliki laju erosi yang lebih tinggi daripada tanah dengan tekstur halus (misalnya lempung).

Hal ini disebabkan oleh fakta bahwa partikel-partikel kasar lebih mudah tergerus dan terbawa oleh aliran air atau angin. Tekstur tanah adalah kombinasi dari ukuran butiran dan bentuk butiran tanah. Tanah dengan tekstur berlebihan pasir (sandy) atau kerikil (gravel) akan memiliki laju erosi yang lebih tinggi karena butiran yang lebih kecil dapat mudah diangkut oleh air hujan. Tanah dengan tekstur berlebihan silt (silty) atau lumpur (clay) akan memiliki laju erosi yang lebih rendah karena butiran yang lebih besar akan membentuk agregat yang lebih kuat.

B. Struktur tanah: Struktur tanah adalah tingkat kuatannya dan keterompongannya.

Tanah dengan struktur yang kuat akan lebih tahan erosi karena butiran tanah yang terkumpul lebih baik. Tanah dengan struktur yang rendah akan lebih mudah erosi karena butiran tanah yang mudah diangkut oleh air hujan. Tanah yang memiliki struktur yang longgar dan tidak terikat dengan baik cenderung lebih rentan terhadap erosi. Struktur tanah yang baik dapat membantu menahan erosi dengan mengikat partikel-partikel tanah bersama-sama.

(2)

C. Permeabilitas tanah: Tanah yang memiliki tingkat permeabilitas yang tinggi cenderung lebih tahan terhadap erosi karena air dapat meresap ke dalam tanah dengan cepat dan tidak mengalir di permukaan tanah. Sebaliknya, tanah yang memiliki tingkat permeabilitas rendah cenderung lebih rentan terhadap erosi karena air akan mengalir di permukaan tanah dan membawa partikel-partikel tanah bersamanya. Permeabilitas tanah adalah kemampiannya untuk menyerap air. Tanah dengan permeabilitas yang rendah akan lebih mudah erosi karena air hujan lebih mudah mengalir di permukaan tanah. Tanah dengan permeabilitas yang tinggi akan lebih tahan erosi karena air hujan dapat terdampingi oleh tanah.

D. Biologi Organik (BO): BO tanah adalah kandungan senyawa organik yang terdapat di dalam tanah. Tanah dengan BO yang tinggi akan lebih tahan erosi karena senyawa organik dapat membentuk agregat yang lebih kuat. Tanah dengan BO yang rendah akan lebih mudah erosi karena butiran tanah yang lebih mudah diangkut oleh air hujan. Tanah yang kaya akan bahan organik cenderung lebih stabil dan tahan terhadap erosi. Bahan organik dapat meningkatkan struktur tanah, meningkatkan kemampuan tanah untuk menyerap air, dan mengurangi erosi dengan menahan partikel-partikel tanah bersama-sama. Tanah yang kekurangan bahan organik cenderung lebih rentan terhadap erosi.

2. Model yang sangat efektif untuk penanganan atau mereduksi laju erosi tanah adalah Model Penanggulangan Erosi Berbasis Masyarakat (MPBME), yang diterapkan di daerah Danau Batur di Pulau Bali. MPBME menggunakan tumbuhan rumput gajah dan vetiveria sebagai upaya pengendalian erosi. Model ini berbasis masyarakat, sehingga masyarakat yang tinggal di sekitar daerah tersebut dapat berkontribusi dalam penanggulangan erosi. MPBME menggunakan teknik terasering mekar, yang merupakan teknik pengendalian erosi yang menggunakan tanah mekar sebagai media pengendalian erosi. Teknik ini menggunakan tanah mekar yang dibuat dengan cara menimbun tanah dengan ketebalan tertentu, sehingga tanah mekar menjadi lebih tahan erosi. Teknik ini juga menggunakan vegetasi cepat tumbuh, seperti rumput gajah dan vetiveria, yang mampu mereduksi laju erosi. Vegetasi ini dapat menjadi siklus hidrologi yang berfungsi untuk membantu menyerap air hujan dan mengurangi laju erosi. Selain itu, penggunaan konstruksi pengendali erosi, seperti konstruksi teras dan kolam endapan sedimen, juga dapat digunakan sebagai upaya penghijauan kembali area penimbunan tambang. Model ini dapat digunakan di daerah yang memiliki kondisi topografi yang sensitif terhadap proses erosi, seperti daerah yang berlokasi di muara

(3)

sungai atau di sekitar waduk. Salah satu model yang sangat efektif untuk penanganan atau mereduksi laju erosi adalah dengan menerapkan teknik konservasi tanah dan air.

Dibawah ini merupakan beberapa teknik konservasi tanah dan air yang dapat membantu mengurangi laju erosi:

- Kontur Tanah: Melakukan penanaman tanaman secara melintang terhadap lereng guna membentuk kontur tanah. Hal ini akan membantu memperlambat aliran air dan mengurangi erosi tanah.

- Terrace: Membuat teras-teras atau tanggul di lereng guna memecah aliran air dan mengurangi laju erosi.

- Agroforestri: Mengintegrasikan tanaman perkebunan dengan pepohonan di lahan pertanian. Pepohonan dapat membantu menahan erosi tanah dan mengurangi aliran air.

- Penanaman Tutup Tanah: Menanam tanaman penutup tanah seperti rumput atau leguminosa untuk melindungi permukaan tanah dari erosi akibat hujan atau angin.

- Drainase yang Tepat: Memastikan sistem drainase yang baik untuk mengalirkan air ke saluran air yang sesuai sehingga mengurangi erosi akibat genangan air.

3. Tanaman memiliki peran yang sangat penting dalam mengurangi laju erosi dan menjaga kesuburan tanah. Dibawah ini merupakan beberapa fungsi tanaman dan pengelolaan lahan yang berpengaruh dalam laju erosi:

- Penutup Tanah: Tanaman yang tumbuh rapat dan menutupi permukaan tanah dapat melindungi tanah dari hantaman langsung air hujan atau angin. Tanaman penutup tanah seperti rumput atau leguminosa dapat membantu mengurangi laju erosi.

- Mengurangi intensitas aliran hujan: Tanaman dapat mengurangi intensitas aliran hujan yang mengakibatkan erosi tanah. Tanaman dengan kemiringan yang lebih tinggi akan mengurangi aliran hujan dan membantu mengurangi erosi tanah.

- Mengendalikan erosi tanah: Tanaman dapat mengendalikan erosi tanah melalui penyerapan air hujan dan menyediakan tanah sebagai media yang lebih tahan erosi.

Tanaman dengan kemiringan yang lebih rendah akan mengurangi erosi tanah karena tanah lebih mudah mengikat partikel tanah.

- Mengurangi intensitas aliran sedimen: Tanaman dapat mengurangi intensitas aliran sedimen yang mengakibatkan erosi tanah. Tanaman dengan kemiringan yang lebih tinggi akan mengurangi aliran sedimen dan membantu mengurangi erosi tanah

(4)

- Pengikatan Tanah: Sistem akar tanaman dapat mengikat partikel tanah sehingga mencegah erosi tanah yang disebabkan oleh aliran air atau angin. Semakin rapat sistem akar tanaman, semakin efektif tanaman tersebut dalam mengikat tanah.

- Peningkatan Infiltrasi Air: Tanaman dapat membantu meningkatkan infiltrasi air ke dalam tanah dengan meresapkan air hujan ke dalam tanah daripada mengalir permukaan dan menyebabkan erosi.

- Pencegahan Genangan Air: Tanaman juga dapat membantu mengurangi genangan air di permukaan tanah. Genangan air dapat menyebabkan erosi dan merusak struktur tanah.

- Pengelolaan Lahan: Pengelolaan lahan yang tepat seperti pengaturan kontur tanah, terrace, agroforestri, dan penanaman tutup tanah juga dapat membantu mengurangi laju erosi. Pengelolaan lahan yang baik akan meningkatkan ketahanan lahan terhadap erosi dan menjaga kesuburan tanah.

- Mengurangi alih fungsi lahan: Pengelolaan lahan yang tepat dapat mengurangi alih fungsi lahan yang dapat mengakibatkan erosi tanah. Misalnya, jika lahan yang tepat untuk pertanian dikonversi menjadi lahan pembuangan sampah, maka lahan tersebut akan lebih mudah erosi.

- Mengurangi penggunaan lahan: Pengelolaan lahan yang tepat dapat mengurangi penggunaan lahan yang tidak sesuai, seperti penggunaan lahan untuk pembuangan sampah atau penggunaan lahan untuk pembangunan yang tidak sesuai.

- Mengurangi penggunaan pesticida dan herbisida: Pengelolaan lahan yang tepat dapat mengurangi penggunaan pesticida dan herbisida, yang dapat mengakibatkan erosi tanah.

- Mengurangi penggunaan alat berat: Pengelolaan lahan yang tepat dapat mengurangi penggunaan alat berat yang dapat mengakibatkan erosi tanah.

- Mengurangi penggunaan air: Pengelolaan lahan yang tepat dapat mengurangi penggunaan air yang tidak sesuai, seperti penggunaan air untuk irigasi tanaman yang tidak sesuai atau penggunaan air untuk pembersihan lahan.

Referensi

Dokumen terkait

Pada lahan pengolahan tanah konservasi memiliki kandungan bahan organik yang lebih tinggi, stabilitas agregat tanah yang lebih baik, pergerakan air tanah yang lebih cepat,

Aliran air tanah yang mengalir mengikuti ketinggian elevasi tanah, air mengalir dari tempat yang tinggi ke tempat yang rendah membawa kontaminan dan terjadi

Kemampuan tanah untuk meresap air disebut daya resapan (permeabilitas). Permasalahan resapan air dalam tanah cukup penting dalam bidang geoteknik. Misalnya

Analisa kelas bahaya erosi dilakukan untuk mengetahui tingkat bahaya erosi suatu lahan dengan mempertimbangkan laju erosi yang terjadi dengan kedalaman solum

CURAH HUJAN YANG TINGGI MENYEBABKAN TIDAK SEMUA AIR MASUK KE DALAM TANAH, DAN KELEBIHANNYA MENGALIR SBG ALIRAN PERMUKAAN === . MEMBAWA PARTIKEL TANAH HALUS PD

Ketika air hujan tersebut jatuh pada daerah yang berpori maka akan meresap kedalam tanah sebagai air infiltrasi, air tersebut semakin lama akan meresap lebih dalam lagi

Selain air, yang menyebabkan erosi pada tanah juga adalah penanaman, seperti penanaman pada lahan bertopografi miring, ditambah dengan curah hujan tinggi dan

Sumur resapan adalah sumur atau lubang pada permukaan tanah yang dibuat untuk menampung air hujan agar dapat meresap ke dalam tanah (Kusnaedi 2002 : 1). Sumur resapan