• Tidak ada hasil yang ditemukan

View of BUKU SAKU HIDUP SEHAT TANPA BAU MULUT (HALITOSIS)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "View of BUKU SAKU HIDUP SEHAT TANPA BAU MULUT (HALITOSIS)"

Copied!
60
0
0

Teks penuh

Bau mulut (halitosis) merupakan suatu keadaan tidak menyenangkan yang dapat dialami oleh setiap orang dan mempunyai akibat sosial serta dapat mengganggu kehidupan pribadi seseorang. Penulis adalah seorang dokter yang telah bertahun-tahun menangani masalah bau mulut, bertemu dengan pasien yang mengeluhkan bau mulut, oleh karena itu banyak pasien yang merasa tidak aman, khawatir berlebihan bahkan rentan putus asa dan depresi. Agar masyarakat paham dan mengetahui cara mencegah bau mulut dengan cara yang benar.

Penyebab bau mulut ekstraoral antara lain kebiasaan mengkonsumsi makanan yang merangsang penciuman seperti jengkol, petai, minum alkohol, merokok, penyakit sistemik seperti diabetes, pencernaan yang buruk, adanya amandel, gangguan hormonal pada wanita (menstruasi. Banyak penderita yang mengeluhkan bau mulut (halitosis), yang datang ke klinik dengan perasaan cemas, rendah diri, stress bahkan depresi, sehingga kehidupan pribadinya menjadi sangat terganggu dan produktivitasnya cenderung menurun. dampak bau mulut dan dapat melakukan tindakan pencegahan.

Bau mulut (Halitosis) Halitosis merupakan bau tidak sedap yang keluar dari rongga mulut dan berdampak pada gangguan psikososial seseorang. Halitosis bukanlah suatu penyakit, namun dampak yang ditimbulkannya dapat mengganggu kehidupan pribadi seseorang. Banyak pasien yang mengalami keluhan bau mulut merasa kehidupan sosialnya terganggu, seperti rasa cemas yang berlebihan, rendah diri, malas beraktivitas bahkan depresi.

Gambar 2. Dampak Halitosis
Gambar 2. Dampak Halitosis

Mulut kering

Merokok dan mengkonsumsi minuman beralkohol

Kondisi kesehatan

Kehamilan

Menstruasi

COATED TONGUE

Rongga mulut merupakan pintu masuk pertama makanan dan minuman sebagai sumber energi dan nutrisi utama bagi tubuh seseorang. Oleh karena itu, sangat penting untuk menjaga kebersihan rongga mulut, tidak hanya pada gigi, tetapi juga seluruh jaringan lunak rongga mulut. Lidah berlapis adalah lapisan luar lidah, yang seringkali berwarna putih, kekuningan, atau bahkan coklat, umumnya terdiri dari sel epitel deskuamasi, sel darah, sisa makanan, dan bakteri.

Bakteri yang terdapat pada lapisan luar lidah akan menghasilkan gas VSC sehingga menyebabkan orang tersebut mengalami halitosis. Halitosis berkorelasi dengan adanya suatu lapisan pada lidah, yaitu semakin banyak dan tebal lapisan pada lidah maka akan menyebabkan semakin banyak.

KLASIFIKASI HALITOSIS

GENUINE HALITOSIS

Bau mulut yang sebenarnya atau true halitosis adalah suatu kondisi dimana bau mulut merupakan masalah nyata yang dapat didiagnosis dengan pemeriksaan organoleptik dan menggunakan alat kromatografi gas dan pemantauan sulfida. Bau mulut semu adalah suatu kondisi dimana bau mulut sebenarnya tidak ada, namun penderita mengira dirinya mengidapnya. Jika setelah pengobatan, baik bau mulut yang sebenarnya maupun bau mulut semu, pasien masih yakin bahwa dirinya menderita bau mulut, maka diagnosisnya disebut halitofobia.

Bau mulut yang sebenarnya dikelompokkan menjadi dua subklasifikasi, yaitu bau mulut fisiologis dan bau mulut patologis. Bau mulut fisiologis, disebut juga halitosis sementara, berasal dari bagian belakang lidah dan biasanya tidak memerlukan terapi. Sebaliknya, bau mulut yang patologis tidak dapat diatasi dengan metode kebersihan mulut biasa dan dapat menghalangi pasien untuk menjalani kehidupan normal.

Oleh karena itu, napas patologis harus diobati, dan pendekatan terapeutik bergantung pada asal napas.

MORNING BREATH

Bau napas pagi yang tidak menyenangkan)

MULUT KERING (XEROSTOMIA)

Jika Anda tidak menyikat atau membersihkan gigi dengan efektif, partikel makanan dapat tersangkut di celah permukaan lidah, di antara gigi, atau di sepanjang jaringan gusi. Bakteri di dalam mulut akan memecah partikel makanan tersebut sehingga mengeluarkan bau mulut di pagi hari. Bau mulut di pagi hari atau morning breath bisa menjadi salah satu gejala penyakit periodontal, apalagi jika kebersihan mulut yang buruk tidak terkontrol.

Penyakit periodontal menyerang gusi dan menyebabkan infeksi pada kantong di bawah gigi sehingga menyebabkan bau mulut yang parah.

Gambar 8. Kebersihan mulut yang buruk
Gambar 8. Kebersihan mulut yang buruk

Gaya Hidup

Adalah suatu keadaan dimana tidak hanya terbebas dari penyakit

Dimensi kesehatan fisik

Dimensi kesehatan psikologis

Dimensi hubungan sosial 4. Dimensi lingkungan

HUBUNGAN HALITOSIS DAN KUALITAS HIDUP

Pola Hidup Sehat

Mengonsumsi makanan tinggi gula diperbolehkan saat makan siang dan menghindari camilan manis sebelum dan sesudah makan siang. Kandungan gula pada makanan dan minuman banyak terdapat pada makanan/minuman instan seperti permen, coklat, kue dan biskuit, roti, tart buah, puding, teh manis, sereal sarapan manis, selai, es krim, buah beku, sirup rasa buah. , jus, minuman berkarbonasi, buah-buahan dan minuman beralkohol.

Gambar 10. Pola hidup sehat
Gambar 10. Pola hidup sehat

Gigi Mulut Sehat

Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut

Bau mulut bisa menjadi gejala penyakit tertentu, misalnya infeksi pernafasan, gangguan pencernaan, diabetes, atau penyakit liver. Penggunaan obat-obatan tertentu dapat menyebabkan mulut kering, terutama obat untuk mengatasi depresi dan tekanan darah tinggi. Selain itu, kebiasaan bernapas melalui mulut juga dapat membuat mulut menjadi lebih kering dan merokok juga dapat menyebabkan bau mulut.

Gigi palsu dikenal sebagai gigi tiruan yang mempunyai fungsi khusus untuk menggantikan gigi yang hilang akibat pencabutan. Gigi palsu cekat merupakan gigi tiruan yang dipasang secara permanen pada gigi yang telah dipreparasi. Tujuannya adalah untuk memperbaiki sebagian atau seluruh permukaan gigi yang rusak atau berubah bentuk akibat kehilangan gigi.

Gigi palsu lepasan adalah gigi tiruan yang menggantikan satu atau lebih atau seluruh gigi asli yang hilang. Sesuai dengan namanya, gigi palsu lepasan ini dibuat agar dapat dilepas dan dipasang sendiri (tidak dipasang secara permanen).

Gambar 12. Gigi tiruan lepasan  2.  Gigi Tiruan Lepasan
Gambar 12. Gigi tiruan lepasan 2. Gigi Tiruan Lepasan

Langkah Merawat Gigi Palsu

Lepas dan Bilas Gigi setelah makan

Menggunakan Sikat Gigi Khusus

Menggunakan Pembersih Khusus

Menjaga Kelembapannya

Mengunyah Secara Perlahan

Hindari Produk Pemutih

Pemakaian Pesawat Orthodonti (Behel)

Bersihkan gigi secara menyeluruh, agar gigi terbebas dari sisa-sisa makanan, Anda harus berhati-hati dalam membersihkan seluruh bagian kawat gigi dan permukaan gigi. Disarankan untuk menyikat gigi setiap habis makan atau minimal dua kali sehari, selama kurang lebih 2 menit. Gunakan sikat gigi yang tepat, pemakai behel bisa menggunakan sikat gigi biasa, namun pilihlah sikat gigi yang bulunya lembut. Gunakan pasta gigi dan obat kumur berfluoride, saat memakai kawat gigi, usahakan juga menggunakan pasta gigi yang mengandung fluoride.

Hubungan Gigi Berlubang (karies gigi) dengan Bau Mulut

Penyakit Periodontal dan Bau Mulut

Kantong ditandai dengan warna gusi yang berubah menjadi merah hingga kebiruan pada tepi gingiva gusi yang menempel. Kantong dan perdarahan pada gingiva akan meningkatkan konsentrasi VSC, karena protein yang berasal dari sisa makanan dan sel darah mati pada kantong, lesi ini dapat terjadi pada dasar mulut, gusi, mukosa bukal dan lidah.

Hubungan Merokok Dengan Bau Mulut

Pencegahan dan Pengobatan Bau Mulut (Halitosis)

  • Menjaga kebersihan gigi dan mulut Cara menyikat gigi
    • Bersihkan gigi dengan flossing. Sebelum menyikat gigi , ada baiknya untuk membersihkan gigi terlebih dahulu dengan flossing
    • Pilih pasta gigi dan sikat gigi yang sesuai. Langkah pertama dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut adalah dengan menyiapkan
    • Gunakan pasta gigi secukupnya
    • Sikat membentuk sudut 4 Langkah menyikat gigi selanjutnya adalah dengan meletakkan bulu sikat gigi pada permukaan gigi
    • Bilas mulut dengan air atau obat kumur. Setelah selesai menggosok gigi, jangan lupa untuk membilas atau berkumur dengan
  • Memilih Obat Kumur Yang Tepat
  • Makanan dan Minuman
  • Probiotik
  • Olah Raga Teratur

Langkah pertama dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut adalah menyiapkan pasta gigi dan sikat gigi. Cara memilih sikat gigi dan pasta gigi yang tepat untuk gigi Anda adalah dengan menyesuaikan ukuran kepala sikat dengan lebar mulut Anda. Kepala sikat yang kecil dapat memudahkan menjangkau sudut dalam mulut.

Tidak hanya gigi yang harus dibersihkan, Anda juga harus menyikat gusi dan lidah. Anda dapat memegang sikat gigi secara vertikal atau menggunakan ujung kepala sikat gigi dan menyikatnya dengan gerakan melingkar perlahan dari tepi gusi hingga seluruh bagian belakang gigi. Setelah selesai menggosok gigi, jangan lupa untuk berkumur atau berkumur dengan cara menyikat gigi, jangan lupa untuk berkumur atau berkumur dengan air atau obat kumur khusus.

Untuk pemakaian rutin, pilihlah obat kumur dengan efek stimulan yang rendah. Beberapa cara agar obat kumur lebih efektif. Pasalnya, sebagian besar bahan kimia pada obat kumur baru bisa bekerja setelah 1 menit di dalam mulut. Obat kumur memang membantu menjaga kesehatan gigi dan mulut, namun produk ini tidak bisa menggantikan fungsi sikat dan benang gigi.

Pemeriksaan juga membantu mendeteksi penyakit gigi dan mulut sejak dini sebelum memilih obat kumur yang tepat. Untuk mencegah bau mulut, tidak dianjurkan mengkonsumsi makanan dan minuman yang dapat menimbulkan bau, seperti jengkol, petai, bawang putih dan lain-lain. Selain itu, penderita bau mulut juga sebaiknya menghindari alkohol dan kopi serta disarankan untuk mengonsumsi minuman seperti jus lemon, teh hijau, jus nanas, dan perbanyak minum air putih.

Di rongga mulut, probiotik berperan sebagai lapisan pelindung jaringan mulut terhadap penyakit dengan cara menyerang bakteri kariogenik dan pertumbuhan bakteri patogen periodontal. Berdasarkan penelitian Bhusahndan Chacra (2010), beberapa bakteri probiotik berperan sebagai bakteriosin atau zat penghambat, khususnya mencegah pertumbuhan bakteri kariogenik, mempunyai kemampuan melindungi gigi dan mempengaruhi pertumbuhan bakteri kariogenik, mempunyai kemampuan melindungi gigi dan mempengaruhi pertumbuhan plak supragingiva.

Gambar 17. Menyikat Gigi
Gambar 17. Menyikat Gigi

CARA MENCEGAH BAU MULUT (HALITOSIS)

PENUTUP

DAFTAR PUSTAKA

The prevalence of halitosis (oral malodor) and related factors among dental students and interns, Lahore, Pakistan.

PROFIL PENULIS

Gambar

Gambar 2. Dampak Halitosis
Gambar 3. Penyebab Halitosis
Gambar 4. Coated Tongue
Gambar 5. Klasifikasi Halitosis
+7

Referensi

Dokumen terkait