2-10-4

Top PDF 2-10-4:

BPDAS NTB 07 IV 2 10 4 3

BPDAS NTB 07 IV 2 10 4 3

1 Lombok Barat - - - - - - - - - - - - 2 Lombok Tengah - - - - - - 10 10 50 50 60 60 3 Lombok Timur - - - - - - - - - - - - 4 Sumbawa Barat - - - - - - - - - - - - 5 Sumbawa - - - - - - - - - - - - 6 Dompu - - - - - - - - - - - - 7 Bima - - - - - - - - - - - - 8 Kota Bima - - - - - - - - - - - - 9 Kota Mataram - - - - - - - - - - - - Jumlah - - - - - - 10 10 50 50 60 60 Tabel IV.2.10.4.3. Rencana dan Realisasi Pengembangan Tanaman Bambu Di Wilayah Kerja BP DAS Dodokan Moyosari
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

BPDAS NTB 07 IV 2 10 4 2

BPDAS NTB 07 IV 2 10 4 2

1 Lombok Barat - - - - - - - - - - - - 2 Lombok Tengah - - - - - - - - - - - - 3 Lombok Timur - - - - - - - - - - - - 4 Sumbawa Barat - - - - - - - - - - - - 5 Sumbawa - - - - - - - - - - - - 6 Dompu - - - - - - - - - - - - 7 Bima - - - - - - - - - - - - 8 Kota Bima - - - - - - - - - - - - 9 Kota Mataram - - - - - - - - - - - - Jumlah - - - - - - - - - - - - Tabel IV.2.10.4.2. Rencana dan Realisasi Pembuatan Model Bambu Di Wilayah Kerja BP DAS Dodokan Moyosari
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

BPDAS NTB 07 IV 2 10 4 1

BPDAS NTB 07 IV 2 10 4 1

1. Lombok Barat - - - - - - - - - - - - 2. Lombok Tengah - - - - - - - - - - - - 3. Lombok Timur - - - - - - - - - - - - 4. Sumbawa Barat - - - - - - - - - - - - 5. Sumbawa - - - - - - - - - - - - 6. Dompu - - - - - - - - - - - - 7. Bima - - - - - - - - - - - - 8. Kota Bima - - - - - - - - - - - - 9. Kota Mataram - - - - - - - - - - - - Jumlah - - - - - - - - - - - - Tabel IV.2.10.4.1. Rekapitulasi Rencana dan Realisasi Pembuatan Tanaman Bambu
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

64 LAMPIRAN A PERHITUNGAN PERSENTASE HASIL SINTESIS SENYAWA O-(4- BROMOBENZOIL) PIROKSIKAM

64 LAMPIRAN A PERHITUNGAN PERSENTASE HASIL SINTESIS SENYAWA O-(4- BROMOBENZOIL) PIROKSIKAM

1 -19.80000 * 3.22716 .000 -30.7497 -8.8503 2 -8.60000 * 3.22716 .249 -19.5497 2.3497 4 10.80000 * 3.22716 .056 -.1497 21.7497 5 20.60000 * 3.22716 .000 9.6503 31.5497 6 -18.40000 * 3.22716 .000 -29.3497 -7.4503 7 -7.00000 * 3.22716 .537 -17.9497 3.9497 8 3.20000 3.22716 .995 -7.7497 14.1497 9 13.00000 * 3.22716 .009 2.0503 23.9497 10 23.20000 * 3.22716 .000 12.2503 34.1497 11 -39.60000 * 3.22716 .000 -50.5497 -28.6503

17 Baca lebih lajut

PENGAMBILAN MINYAK KELAPA DENGAN PROSES FERMENTASI MENGGUNAKAN SCHAROMYCES CEREVICERAE AMOBIL.

PENGAMBILAN MINYAK KELAPA DENGAN PROSES FERMENTASI MENGGUNAKAN SCHAROMYCES CEREVICERAE AMOBIL.

Spesies yang paling umum digunakan dalam industri makanan adalah S. cereviceae, misalnya dalam pembuatan roti dan produksi alkohol, anggur, brem, gliserol dan enzim invertase. Kisaran suhu optimum untuk pertumbuhan yaitu antara 25 - 30°C, dan lebih menyukai tumbuh pada keadan asam yaitu pada pH 4 – 4,5. Khamir ini dapat tumbuh dengan baik pada kondisi anaerob karena berdasarkan sifat metabolismenya termasuk kelompok khamir fermentatif yang dapat melakukan fermentasi alkohol yaitu memecah glukosa melalui jalur glikolisis (Srikandi Fardiaz, 1989).
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Aplikasi Diagnosa Kerusakan Pada Sepeda Motor Berbasis Handphone Menggunakan J2ME (Java 2 MIcro Edition)

Aplikasi Diagnosa Kerusakan Pada Sepeda Motor Berbasis Handphone Menggunakan J2ME (Java 2 MIcro Edition)

Dalam tahap implementasi aplikasi “Aplikasi Diagnosa Kerusakan Pada Sepeda Motor Berbasis HandPhone Menggunakan J2ME (Java 2 Micro Edition)” ini, analisis kebutuhan perangkat pendukung menjadi hal yang sangat penting. Sistem ini dapat berjalan dengan baik, apabila memenuhi standar minimal dari perangkat keras (hardware) yang telah ditetapkan sebelumnya dalam tahap analisis kebutuhan sistem. Selain itu kebutuhan perangkat lunak pendukung juga harus tersedia demi kelancaran tahap implementasi program.

137 Baca lebih lajut

LAMPIRAN B PERHITUNGAN BERAT

LAMPIRAN B PERHITUNGAN BERAT

Berat teoritis O-(4-nitrobenzoil)piroksikam = 0,010 mol × 480.45 = 4.8045 gram Hasil O-(4-nitrobenzoil)piroksikam yang didapat = 2,5464 gram Jadi, persentase hasil =

17 Baca lebih lajut

Perbandingan efektivitas terapi kombinasi salep 2-4 dan sabun sulfur 10% dengan salep 2-4 tunggal sebagai pengobatan skabies di Pondok Pesantren Bait Qur’ani Ciputat, Tangerang Selatan

Perbandingan efektivitas terapi kombinasi salep 2-4 dan sabun sulfur 10% dengan salep 2-4 tunggal sebagai pengobatan skabies di Pondok Pesantren Bait Qur’ani Ciputat, Tangerang Selatan

Keadaan iklim tropik ini sangat mendukung pertumbuhan parasit dan infeksi lain di Indonesia. 1 Sampai sekarang, penyakit parasit di Indonesia masih menempati posisi yang tinggi. Arthropoda merupakan salah satu parasit yang sering menimbulkan masalah kesehatan di Indonesia baik berupa sengatan racun atau gigitannya, maupun sebagai vektor penyakit baik penyakit yang ditimbulkan bakteri, virus, jamur, maupun cacing dan protozoa. Selain sebagai vektor penyakit, beberapa arthropoda lainnya dapat menimbulkan masalah kesehatan oleh karena infestasinya ke tubuh manusia, salah satunya adalah penyakit skabies yang disebabkan oleh tungau Sarcoptes scabiei var. hominis. Penyakit scabies sekarang sudah tak dapat dianggap lagi sebagai penyakit yang diderita oleh golongan tingkat sosial ekonomi yang rendah saja, namun sudah menjadi penyakit kosmopolit yang menyerang semua tingkat sosial. 2
Baca lebih lanjut

90 Baca lebih lajut

Respons Ketahanan Sepuluh Kultivar Mentimun (Cucumis Sativus L.) Terhadap Infeksi Cucumber Mosaic Virus

Respons Ketahanan Sepuluh Kultivar Mentimun (Cucumis Sativus L.) Terhadap Infeksi Cucumber Mosaic Virus

Guswanto et al. (2004) menyatakan bahwa ada korelasi positif antara keparahan penyakit dengan nilai absorbansi yang mencerminkan konsentrasi virus. Namun pada penelitian ini, skor keparahan tidak berkorelasi positif dengan titer virus. Hal ini disebabkan oleh kondisi lingkungan (suhu dan kelembapan) yang tidak mendukung ekpresi gejala; IKP rendah namun titer virus cukup tinggi terutama pada kultivar Si Putih dan Bungas F1 (Tabel 2). Suhu rata-rata rumah kaca pada bulan Mei-Juli 2015 berkisar antara 30.6 sampai 33.8 o C dan kelembapan rata-rata berkisar antara 50.3 sampai 60.5 % (Lampiran 8). Suhu optimal untuk pertumbuhan tanaman mentimun berkisar 21.1 sampai 26.7 o C dan kelembapan optimal 80 sampai 85 % (Sumpena 2005). Hal ini mengakibatkan tanaman perlakuan menunjukkan gejala berkedok (masking). Suhu dan kelembapan di rumah kaca yang lebih tinggi dibandingkan dengan suhu dan kelembapan alami dapat mempengaruhi ekspresi gejala (Saitoh et al. 1998). Cekaman suhu dapat menghambat translokasi virus namun proses replikasi virus di dalam sel tanaman tidak terhambat (Saitoh et al. 1998; Wahyuni 2005). Menurut Chellappan et al. (2005) bahwa keparahan gejala virus pada ubi kayu berkurang ketika terjadi peningkatan suhu dari 25 ke 30 o C. Gejala CMV pada tanaman akan berkembang optimal pada suhu rata-rata yang lebih rendah (Taufik et al. 2013).
Baca lebih lanjut

47 Baca lebih lajut

PENGARUH TEKANAN DAN WAKTU DEPOSISI SPUTTERING TERHADAP SENSITIVITAS SENSOR GAS SnO2PENGARUH TEKANAN DAN WAKTU DEPOSISI SPUTTERING TERHADAP SENSITIVITAS SENSOR GAS SnO2 - e-Repository BATAN

PENGARUH TEKANAN DAN WAKTU DEPOSISI SPUTTERING TERHADAP SENSITIVITAS SENSOR GAS SnO2PENGARUH TEKANAN DAN WAKTU DEPOSISI SPUTTERING TERHADAP SENSITIVITAS SENSOR GAS SnO2 - e-Repository BATAN

berstruktur tetragonal, maka orientasi kristalnya dapat diketahui berdasarkan parameter kisi a = b ≠ c dan sudut 2θ untuk tiap puncak intensitas. Perolehan orientasi kristal didapatkan melalui dua metode, yaitu pencocokan jarak antar atom hasil spektrum energi sinar-x dengan jarak antar atom pada tabel JCPDS, dan perhitungan pencarian konstanta kisi menggunakan metode eliminasi terhadap nilai setiap hkl (diketahui sudut 2θ, λ panjang gelombang Cu). Grafik hubungan intensitas terhadap sudut 2θ disajikan pada Gambar 4:

11 Baca lebih lajut

Kode Kelompok Kegiatan

Kode Kelompok Kegiatan

2 7 Rehabilitasi/ Pemeliharaan Sarana Prasarana Pendidikan 2 7 1 Rehabilitasi/ Pemeliharaan Sarana Prasarana Taman Bacaan Masyarakat 2 7 2 Rehabilitasi/ Pemeliharaan Sarana Prasarana Pendidikan Anak Usia Dini 2 7 3 Rehabilitasi/ Pemeliharaan Sarana Prasarana Balai Pelatihan/ Kegiatan Belajar Masyarakat

7 Baca lebih lajut

[10] Silabus SD Kelas 4 SEMESTER 1 DAN 2

[10] Silabus SD Kelas 4 SEMESTER 1 DAN 2

 Bermain gerak dasar lengan renang gaya dada pada permukaan air dengan posisi telungkup kedua lengan lurus ke depan dan kedua tungkai lurus ke belakang, dipegang teman/menggepit papan pelampung, buka kedua lengan ke samping lalu tekan permukaan air hingga kedua sikut tertekuk depan dada lanjutkan gerakan dengan meluruskan kedua lengan ke depan ± 4-6 m, dilakukan perorangan, berpasangan, dan kelompok.

97 Baca lebih lajut

Pembangunan aplikasi game 3D save our planet from extinction

Pembangunan aplikasi game 3D save our planet from extinction

Saat ini kasus pembalakan liar yang terjadi di wilayah perhutanan Indonesia banyak terjadi tidak terkecuali di pulau Kalimantan [1]. Kalimantan merupakan salah satu pulau yang memiliki hutan yang luas yang ditempati berbagai suku bangsa salah satunya yaitu suku dayak. Suku dayak merupakan suku bangsa mayoritas yang menempati wilayah di Kalimantan, seiring perkembangan zaman dan modernisasi, kebudayaan suku dayak mulai memudar, hal ini menjadi masalah serius jika tidak segera diatasi [2]. Maraknya penebangan liar terjadi karena minimnya kesadaran masyarakat dan juga karena pengawasan dari petugas penjaga hutan yang kurang baik, sehingga dengan mudah pohon- pohon yang ada di wilayah hutan setiap harinya jumlahnya terus berkurang, jika wilayah hutan semakin berkurang, bukan tidak mungkin bencana seperti banjir, tanah longsor dan kekeringan akan mudah terjadi.
Baca lebih lanjut

186 Baca lebih lajut

index.php option=com docman&task=doc &gid=262&Itemid=234.doc

index.php option=com docman&task=doc &gid=262&Itemid=234.doc

Pada Gambar 1 terlihat bahwa hampir semua lulusan PT bekerja sebagai buruh/pekerja. Hal ini dapat diduga bahwa daya analisis, evaluasi, kreativitas, rasa percaya diri, kemandirian serta keberanian mengambil risiko para lulusan PT masih rendah. Fakta tersebut didukung pula oleh temuan dalam tracer study lulusan UGM, 2003 (dikutip dari HELTS, Strategi Jangka Panjang Pendidikan Tinggi 2003–2010 Mewujudkan PT berkualitas, hal. 74). Temuan ini antara lain menunjukkan bahwa: (1) Indeks Prestasi mahasiswa yang tinggi bukan merupakan jaminan sukses di dunia kerja, (2) mahasiswa yang aktif dalam kegiatan ekstra kurikuler cenderung lebih cakap dalam mengembangkan karir, dan (3) belum adanya keseimbangan antara mata kuliah keahlian dan pembentukan karakter mahasiswa sebagai manusia kerja.
Baca lebih lanjut

35 Baca lebih lajut

PERBEDAAN PERSEPSI KONSUMEN TERHADAP RUMAH MAKAN PADANG DIKECAMATAN SEBERANG ULU I (Studi Kasus Rumah Makan Pagi Sore, Sederhana, Palapa Raya) SKRIPSI

PERBEDAAN PERSEPSI KONSUMEN TERHADAP RUMAH MAKAN PADANG DIKECAMATAN SEBERANG ULU I (Studi Kasus Rumah Makan Pagi Sore, Sederhana, Palapa Raya) SKRIPSI

Risna Wati / 212015027 / 2019 / Perbedaan Persepsi Konsumen Terhadap Rumah Makan Padang Dikecamatan Seberang Ulu I ( Studi Kasus Rumah Makan Pagi Sore, Sederhana, Palapa Raya ) / Manajemen Pemasaran. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah adakah perbedaan persepsi konsumen terhadap rumah makan padang ( studi kasus rumah makan pagi sore, sederhana, palapa raya ). Tujua nnya untuk mengetahui perbedaan persepsi konsumen terhadap rumah makan padang ( studi kasus rumah makan pagi sore, sederhana, palapa raya ). Penelitian ini termasuk penelitian komparatif. Variabel yang digunakan adalah persepsi yang dikembangkan menjadi menu makanan berpariasi, porsi wajar, harga sesuai, lokasi mudah ditemukan, sering dipuji orang, tampilan menarik,menggugah selera, rasa lezat, bumbunya terasa, aroma sedap, pelayanan cepat, pegawai ramah, suasana warung nyaman, tersedia fasilitas antar, dan mudah memesan. Populasi penelitian adalah semua konsumen di Kecamatan Plaju yang pernah melakukan pembelian di rumah makan Pagi Sore, Sederhana, dan Palapa Raya. Sampel penelitian diambil sebanyak 288 orang secara purposive sampling. Data yang diperlukan adalah data primer dengan metode pengumpulan data kuesioner. Alat analisis penelitian ini menggunakan chi – square. Hasil penelitian menujukan bahwa 1) tidak ada perbedaan pesepsi konsumen terhadap rumah makan Padang berdasarkan indikator porsi wajar, lokasi mudah ditemukan, pelayanan cepat, pegawai ramah, mudah memesan. 2) Ada perbedaan persepsi konsumen terhadap rumah makan padang berdasarkan indikator menu makanan berpariasi, harga sesuai, sering dipuji orang, tampilan menarik, menggugah selera, rasa lezat, bumbu terasa, aroma sedap, suasana warung nyaman, dan tersedia fasilitas antar.
Baca lebih lanjut

25 Baca lebih lajut

RKPD Kota Denpasar 2016

RKPD Kota Denpasar 2016

Upaya peningkatan pemerataan pelayanan pendidikan melalui jalur nonformal dirasakan belum sepenuhnya dapat diakses oleh segenap warga masyarakat. Padahal jalur pendidikan nonformal mempunyai fungsi penting untuk memfasilitasi warga belajar memasuki dunia kerja, sekaligus merupakan bentuk pendidikan sepanjang hayat. Pada saat yang sama kesadaran masyarakat, khususnya yang berusia dewasa, untuk terus-menerus meningkatkan pengetahuan dan keterampilan juga masih rendah. Di lain pihak, layanan pendidikan nonformal belum sepenuhnya mampu membekali warga belajar dengan berbagai jenis keterampilan yang dibutuhkan oleh pasar kerja sehingga lulusan yang terserap oleh lapangan pekerjaan belum maksimal. Peningkatan mutu dan relevansi pendidikan perlu ditingkatkan karena lembaga pendidikan dinilai belum sepenuhnya mampu memenuhi tuntutan masyarakat untuk melahirkan lulusan yang berkompeten. Beberapa permasalahan penting yang berkaitan dengan mutu dan relevansi, antara lain, (1) ketersediaan pendidik berkualitas belum memadai dan sebaran pendidik belum merata, (2) kesejahteraan pendidik masih terbatas, (3) ketersediaan sarana dan prasarana pendidikan serta fasilitas pendukung kegiatan pembelajaran belum mencukupi, dan (4) dukungan penyediaan biaya operasional pendidikan belum memadai.
Baca lebih lanjut

428 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...