2-metoksi-4-(2-propen-1-il)fenol

Top PDF 2-metoksi-4-(2-propen-1-il)fenol:

Sintesis Turunan 2-Metoksi-4-(s-Propen-1-IL) Fenol - ITS Repository

Sintesis Turunan 2-Metoksi-4-(s-Propen-1-IL) Fenol - ITS Repository

Cengkeh (Syzigium aromaticum L.) merupakan tanaman asli Indonesia. Distilasi daun cengkeh diperoleh minyak daun cengkeh dengan komponen utama berupa 2-metoksi-4-(2-propen-1- il)fenol. Berbagai upaya telah dilakukan untuk meningkatkan nilai tambah daun cengkeh dengan mengubah 2-metoksi-4-(2-propen- 1-il)fenol (1) menjadi turunannya seperti 2-metoksi-4-(2-propen- 1-il)fenil asetat (2) yang dimanfaatkan sebagai komponen pengharum sabun dan perisa, serta sebagai bioaditif solar. 2- Metoksi-4-(2-propen-1-il)fenil asetat (2) juga merupakan inhibitor korosi baja yang lebih baik dari pada 2-metoksi-4-(2-propen-1- il)fenol (1), dan menunjukkan aktifitas anti kanker prostat DU- 145 yang lebih baik dari pada 2-metoksi-4-(2-propen-1-il)fenol (1). Kajian lebih lanjut menemukan bahwa ester dari 2-metoksi-4- (2-propen-1-il)fenol (1) juga menunjukkan aktifitas sebagai inhibitor enzim 15-lipoksigenase, dan diketahui bahwa gugus asil yang lebih non polar merupakan inhibitor yang lebih baik. Penelitian yang dilaksanakan berhasil mensintesis tiga homolog 2- metoksi-4-(2-propen-1-il)fenil asetat (2) (dua diantaranya merupakan senyawa baru). Sintesis dilaksanakan dengan mereaksikan 2-metoksi-4-(2-propen-1-il)fenol (1) dengan asil halida dan 4-dimetilaminopiridina pada suhu kamar. Pemantauan reaksi dilaksanakan dengan kromatografi lapis tipis; sedangkan identifikasi hasil sintesis dilakukan dengan kromatografi gas- spektrometer massa dan spektrometer NMR.
Baca lebih lanjut

69 Baca lebih lajut

Sintesis 4-Alil-2-Metoksi Fenil Laurat Melalui  Reaksi Transesterifikasi Antara 4-Alil-2-Metoksi Fenil Asetat Dengan Metil Laurat

Sintesis 4-Alil-2-Metoksi Fenil Laurat Melalui Reaksi Transesterifikasi Antara 4-Alil-2-Metoksi Fenil Asetat Dengan Metil Laurat

Senyawa 4-alil-2-metoksi fenil laurat dapat diperoleh melalui reaksi transesterifikasi antara 4-alil-2-metoksi fenil asetat dengan metil laurat, dimana senyawa 4-alil-2-metoksi fenol d[r]

56 Baca lebih lajut

PENGARUH GUGUS METOKSI PADA SENYAWA 4- METOKSIBENZALDEHIDA TERHADAP SINTESIS SENYAWA N’- (4-METOKSIBENZILIDENE)-4-HIDROKSIBENZOHIDRAZIDA DENGAN METODE IRADIASI GELOMBANG MIKRO

PENGARUH GUGUS METOKSI PADA SENYAWA 4- METOKSIBENZALDEHIDA TERHADAP SINTESIS SENYAWA N’- (4-METOKSIBENZILIDENE)-4-HIDROKSIBENZOHIDRAZIDA DENGAN METODE IRADIASI GELOMBANG MIKRO

Telah dilakukan penelitian mengenai pengaruh gugus metoksi 4- metoksibenzaldehida terhadap sintesis N’-(4-metoksibenzilidene)-4- hidroksibenzohidrazida (NM-4HBH) melalui metode iradiasi gelombang mikro yang bertujuan untuk mensintesis N ’-benzilidene-4- hidroksibenzohidrazida (NB-4HBH) dan NM-4HBH, serta mengetahui pengaruh substituen metoksi posisi para 4-metoksibenzaldehida terhadap sintesis NM-4HBH. Dilakukan sintesis melalui 2 tahapan reaksi, diawali dengan sintesis 4-hidroksibenzohidrazida (4-HBH), dilanjutkan dengan sintesis NB-4HBH dan NM-4HBH melalui iradiasi gelombang mikro. Penelitian ini menunjukan sintesis NM-4HBH dengan mereaksikan 4-HBH dan 4-metoksibenzaldehida, dengan ratio 1 : 2, daya 200 watt selama 160 detik, memberikan hasil yang berbeda yaitu senyawa 4-(hidroksi(4- metoksifenil)metoksi)-N'-(4-metoksibenziliden)benzohidrazida (4HNMB). 4HNMB dapat terbentuk dari adisi nukleofilik aldehid dengan alkohol (fenol), menggunakan katalis HCl. Dari hal tersebut, sintesis NM-4HBH dengan metode iradiasi gelombang mikro pada kondisi yang digunakan memberikan hasil senyawa 4HNMB, sehingga pengaruh gugus metoksi dari 4-metoksibenzaldehid tidak dapat dilakukan dengan membandingkan rendemen hasil sintesis.
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

Sintesis Kemosensor Anion Senyawa 4-(2,6-difenil-Piridin-4-Il)-2-Metoksi-Fenol Dari Vanilin | Nur | Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan 4957 16682 1 PB

Sintesis Kemosensor Anion Senyawa 4-(2,6-difenil-Piridin-4-Il)-2-Metoksi-Fenol Dari Vanilin | Nur | Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan 4957 16682 1 PB

Senyawa HMF dihasilkan dari reaksi kondensasi Claisen-Schmidt dengan rendemen sebesar 55%. Senyawa DPMF disintesis melalui reaksi kondensasi dan adisi Michael dengan rendemen sebesar 77%. Senyawa DPMF ini menghasilkan solva-tokromik positif. Hasil uji kemosensor kolorimetrik dalam pelarut DMSO-air (3:2) terhadap anion sianida memberikan titik ekivalen pada konsentrasi 6,0x10 -3 M dengan nilai limit

9 Baca lebih lajut

Sintesis 2-hidroksi-3-metoksi-5-propil asetofenon dari Eugenol - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

Sintesis 2-hidroksi-3-metoksi-5-propil asetofenon dari Eugenol - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

2-hidroksi-3-metoksi-5-propil asetofenon mempunyai struktur yang dapat diusulkan sebagai perkusor sintesis Flavon Asam Asetat, suatu senyawa anti kanker. Tujuan penelitian ini adalah mensintesis 2-hidroksi-3-metoksi-5-propil asetofenon dari eugenol melalui beberapa tahapan reaksi yaitu eugenol dikonversi menjadi 2-metoksi-4-propil fenol untuk mengurangi reaktivitas gugus alil terhadap asam Lewis melalui reaksi hidrogenasi katalitik. Tahap berikutnya adalah melakukan reaksi esterifikasi terhadap 2-metoksi-4- propil fenol menjadi 2-metoksi-4-propil fenil metanoat dan dilanjutkan dengan reaksi penataulangan Fries dengan katalis asam Lewis sehingga menghasilkan 2-hidroksi-3- metoksi-5-propil asetofenon.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Modifikasi struktur senyawa etil p-metoksisinamat (EPMS) melalui proses nitrasi serta uji aktivitas sebagai antiinflamasi

Modifikasi struktur senyawa etil p-metoksisinamat (EPMS) melalui proses nitrasi serta uji aktivitas sebagai antiinflamasi

Dari berbagai penelitian, epidemiologi dan studi klinis menunjukkan bahwa AINS khususnya yang selektif terhadap COX-2 mempunyai prospek yang menjanjikan sebagai agen antikanker (Thun,2002). Oleh karena itu, desain dan sintesis obat antiinflamasi khususnya golongan AINS banyak mengambil perhatian ahli kimia medisinal, khususnya pada dekade terakhir ini. Obat AINS digunakan sangat luas dalam pengobatan dan masuk dalam kategori obat OTC (over the counter). Maka dilakukan banyak sekali modifikasi pada AINS seperti memberikan elaborasi konjugat gugus tertentu sesuai tujuan khusus seperti meningkatkan kelarutan dalam air, pelepasan hidrogen sulfida, aktivitas antioksidan, penghambatan antikolinergik dan antikolinesterase dan spesifikasi site target (Qandil, 2012).
Baca lebih lanjut

83 Baca lebih lajut

Pengaruh penambahan 4-hidroksi-3-metoksi benzaldehida dan 3,4-dimetoksibenzaldehida pada sintesis turunan hidrazida dari asam salisilat dengan teknologi gelombang mikro - Widya Mandala Catholic University Surabaya Repository

Pengaruh penambahan 4-hidroksi-3-metoksi benzaldehida dan 3,4-dimetoksibenzaldehida pada sintesis turunan hidrazida dari asam salisilat dengan teknologi gelombang mikro - Widya Mandala Catholic University Surabaya Repository

Penelitian ini bertujuan untuk mensintesis senyawa turunan hidrazida dari asam salisilat dengan tekniknologi gelombang mikro serta mengetahui pengaruh penambahan 4-hidroksi-3-metoksibenzaldehida dan 3,4- dimetoksibenzaldehida pada persentase hasilnya. Untuk mengetahuinya, maka dibandingkan persentase hasil sintesis N’-benziliden-2-hidroksi- benzohidrazida, N’-(4-hidroksi-3-metoksibenziliden)-2-hidroksibenzohidra- zida, dan N’-(3,4-dimetoksibenziliden)-2-hidroksibenzo hidrazida. Uji kemurnian senyawa hasil sintesis ditentukan dengan uji titik leleh dan kromatografi lapis tipis, sedangkan identifikasi strukturnya ditentukan dengan spektrofotometri ultraviolet, spektrofotometri inframerah, dan spektrometri resonansi magnetik inti (RMI- 1 H). Didapatkan rata-rata persentase hasil sintesis N’-benziliden-2-hidroksibenzohidrazida sebesar 72% dengan bentuk kristal voluminus berwarna putih (TL=252- 254°C), N’-(4-hidroksi-3-metoksibenziliden)-2-hidroksibenzohidrazida sebesar 77% dengan bentuk kristal serbuk berwarna kuning (TL = 124–125°C), dan N’- (3,4-dimetoksibenziliden)-2-hidroksibenzohidrazida sebesar 76% dengan bentuk kristal serbuk berwarna putih (TL = 191–193°C). Dapat disimpulkan bahwa penambahan 4-hidroksi-3-metoksibenzaldehid dan 3,4-dimetoksi- benzaldehida pada turunan hidrazida dari asam salisilat meningkatkan persentase hasil sintesis N’-(4-hidroksi-3-metoksi benziliden)-2-hidroksi- benzohidrazida dan N’-(3,4-dimetoksibenziliden)-2-hidroksibenzohidrazida dibandingkan dengan N’-benziliden-2-hidroksi benzohidrazida.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

AKTIVITAS ANTIINFLAMASI SENYAWA 2, 5-BIS-(4’-METOKSI-BENZILIDIN)-SIKLOPENTANON PADA MENCIT BETINA GALUR SWISS DENGAN METODE LANGFORD TERMODIFIKASI

AKTIVITAS ANTIINFLAMASI SENYAWA 2, 5-BIS-(4’-METOKSI-BENZILIDIN)-SIKLOPENTANON PADA MENCIT BETINA GALUR SWISS DENGAN METODE LANGFORD TERMODIFIKASI

Selama terapi dengan obat-obat NSAID, inflamasi dikurangi oleh penurunan rilis mediator-mediator granulosit, basofil, dan sel-sel mast. NSAID mengurangi kepekaan pembuluh darah tehadap bradikinin dan histamin, mempengaruhi produksi limfokin dari limfosit T, dan membalikkan vasodilatasi. Dalam tingkat yang berbeda-beda, semua (kecuali agen-agen selektif COX-2) menghambat agregasi platelet. Semua NSAID merupakan iritan mukosa lambung walaupun ada perbedaan gradasi antar obat ini. Akhir-akhir ini efek toksik terhadap ginjal lebih banyak dilaporkan sehingga fungsi ginjal perlu lebih diperhatikan pada penggunaan obat ini (Wilmana, 1995).
Baca lebih lanjut

93 Baca lebih lajut

Analisis kapasitas antioksidan dan kandungan total fenol pada sayuran

Analisis kapasitas antioksidan dan kandungan total fenol pada sayuran

Salah satu metode pengukuran kapasitas antioksidan yang dapat digunakan, yaitu metode DPPH. Metode ini dipilih karena sederhana, mudah, menggunakan sampel dalam jumlah yang sedikit, dan waktu yang singkat (Damayanthi et al. 2010). Pengukur aktivitas antioksidan suatu bahan pangan melibatkan penggunaan radikal bebas 1.1-diphenyl-2-picrylhydrazyl (DPPH). Prinsip metode uji antioksidan DPPH didasarkan pada reaksi penangkapan hidrogen oleh DPPH dari senyawa antioksidan. DPPH berperan sebagai radikal bebas yang diredam oleh antioksidan dari sampel. Selanjutnya DPPH akan diubah menjadi DPPH-H (bentuk tereduksi DPPH). Penangkapan hidrogen membuat larutan DPPH berubah warna dari ungu menjadi kuning kemudian diukur menggunakan spektrofotometer pada panjang gelombang 517 nm. Semakin tinggi kemampuan suatu senyawa antioksidan dalam meredam radikal DPPH, maka warna yang dihasilkan akan semakin kuning dan mendekati jernih yang ditandai dengan semakin kecilnya nilai absorbansi yang terukur (Molyneux 2004).
Baca lebih lanjut

51 Baca lebih lajut

I. DASAR TEORI - PERCOBAAN 3 ISOLASI ETIL METOKSI KENCUR

I. DASAR TEORI - PERCOBAAN 3 ISOLASI ETIL METOKSI KENCUR

banyak air. Rimpang kencur mempunyai aroma yang spesifik. Daging buah kencur berwarna putih dan kulit luarnya berwarna coklat. Jumlah helaian daun kencur tidak lebih dari 2-3 lembar dengan susunan berhadapan. Bunganya tersusun setengah duduk dengan mahkota bunga berjumlah antara 4 sampai 12 buah, bibir bunga berwara lembayung dengan warna putih lebih dominan. Kencur tumbuh dan berkembang pada musim tertentu, yaitu pada musim penghujan. Kencur dapat ditanam dalam pot atau di kebun yang cukup sinar matahari, tidak terlalu basah dan di tempat terbuka.
Baca lebih lanjut

22 Baca lebih lajut

SINTESIS SENYAWA ANALOG KURKUMIN 3,5-BIS-(4’-HIDROKSI ’-METOKSI BENZILIDIN) HIDROKSI-3 BENZILIDIN)-PIPERIDIN 4-ON (MONOHIDRAT HIDROKLORIDA) ON DENGAN KATALIS HCl.

SINTESIS SENYAWA ANALOG KURKUMIN 3,5-BIS-(4’-HIDROKSI ’-METOKSI BENZILIDIN) HIDROKSI-3 BENZILIDIN)-PIPERIDIN 4-ON (MONOHIDRAT HIDROKLORIDA) ON DENGAN KATALIS HCl.

karbon alfa dimana dapat mempermudah terjadinya reaksi antara C dengan C + pada starting material vanilin. Atas pertimbangan tersebut senyawa analog kurkumin 3,5-bis-(4 -hidroksi-3 -metoksi-benzilidin)-piperidin-4-on monohidrat hidroklorida dapat dikembangkan sebagai senyawa hasil modifikasi kurkumin dari dua starting material (vanilin dan piperidin 4-on monohidrat hidroklorida) dengan katalis asam untuk mendapatkan stabilitas yang lebih baik.

16 Baca lebih lajut

PERBANDINGAN SINTESIS ANTARA SENYAWA 2’- NITROKHALKON DAN 2-METOKSI-2’-NITROKHALKON DENGAN BANTUAN IRADIASI GELOMBANG MIKRO

PERBANDINGAN SINTESIS ANTARA SENYAWA 2’- NITROKHALKON DAN 2-METOKSI-2’-NITROKHALKON DENGAN BANTUAN IRADIASI GELOMBANG MIKRO

Pada penelitian ini telah dilakukan sintesis senyawa turunan khalkon secara konvensional dan dengan bantuan iradiasi gelombang mikro. Penelitian ini bertujuan untuk mensintesis senyawa turunan khalkon serta mengetahui pengaruh gugus metoksi pada 2-metoksiasetofenon terhadap sintesis turunan khalkon melalui perbandingan rendemen hasil sintesis dari kedua metode sintesis. Senyawa tersebut disintesis berdasarkan reaksi kondensasi Claisen-Schmidt dengan mereaksikan senyawa turunan asetofenon dan 2- nitrobenzaldehid dalam katalis NaOH 0.25 mmol. Uji kemurnian senyawa hasil sintesis ditentukan dengan titik leleh dan kromatografi lapis tipis. Struktur kimia dari hasil sintesis dielusidasi dengan spektroskopi IR dan 1 H- NMR. Hasil sintesis yang terbentuk adalah senyawa 3-hidroksi-1-(2- nitrofenil)propan-1-on dan 3-hidroksi-1-(2-metoksifenil)-3-(2- nitrofenil)propan-1-on. Senyawa yang terbentuk bukan merupakan senyawa khalkon namun senyawa aldol yang tidak mengalami reaksi dehidrasi. Hal tersebut terjadi akibat kurangnya konsentrasi NaOH. Rata-rata presentase rendemen hasil sintesis senyawa 3-hidroksi-1-(2-nitrofenil)propan-1-on secara konvensional dan dengan bantuan iradiasi gelombang mikro adalah 42,72% dan 20,88%. Rendemen hasil sintesis senyawa 3-hidroksi-1-(2- metoksifenil)-3-(2-nitrofenil)propan-1-on secara konvensional adalah 17,96% sedangkan hasil sintesis dengan bantuan iradiasi gelombang mikro tidak terbentuk senyawa tunggal. Dapat disimpulkan bahwa gugus metoksi pada 2-metoksiasetofenon menurunkan kereaktifan reaksi adisi nukleofilik dari senyawa asetofenon.
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

Induksi Pembentukan Senyawa Sekunder Tanaman Sidaguri (Sida rhombifolia Linn) Melalui Perlakuan Cekaman Air

Induksi Pembentukan Senyawa Sekunder Tanaman Sidaguri (Sida rhombifolia Linn) Melalui Perlakuan Cekaman Air

Tanaman sidaguri yang berumur 4 bulan, media tanah dan sekam, pupuk kandang dan NPK, alkohol 70%, sapranin, gliserin, reagen folin-ciocalteau 50%, Na 2 CO 3 5%, etanol 70% dan 95%, air bebas ion, CHCl 2 N, NH 4 OH, H 2 SO 4 2M, H 2 SO 4 pekat, Pereaksi Dragendorf, Pereaksi Wagner,Pereaksi Mayer, eter, asam asetat anhidrat, HCl pekat, amil alkohol, FeCL 3 10%, dan NaOH 1N. Polybag ukuran Besar, penggaris, timbangan, mikroskop okuler, gelas objek dan cover, botol film, gabus, silet, alat tulis, kertas label, termometer, rotavor, oven, dan spektromotometer.
Baca lebih lanjut

38 Baca lebih lajut

SINTESIS DAN KARAKTERISASI NANOKATALIS CuOTiO2 YANG DIAPLIKASIKAN PADA PROSES DEGRADASI LIMBAH FENOL (2)

SINTESIS DAN KARAKTERISASI NANOKATALIS CuOTiO2 YANG DIAPLIKASIKAN PADA PROSES DEGRADASI LIMBAH FENOL (2)

Pada tahun-tahun terakhir, banyak dilakukan solusi pengolahan limbah fenol agar dapat dibuang ke saluran umum dengan aman. Metode pengolahan limbah cair secara umum dibagi menjadi tiga, pengolahan secara biologi, fisika dan secara kimia. Pengolahan limbah secara biologi yang sering digunakan adalah pengolahan limbah dengan lumpur aktif. Pengolahan limbah secara fisik, meliputi flotasi, filtrasi, aerasi, ozonisasi dan membran. Sedangkan pengolahan limbah secara kimia, meliputi penukaran ion, elektrolisis, adsorpsi, UV dan oksidasi (Sari, 2009). Pengolahan limbah fenol secara biologi tidak dapat dilakukan apabila fenol dalam konsentrasi tinggi sedangkan pengolahan limbah secara fisika membutuhkan biaya yang relatif mahal, proses operasi yang sukar dan membutuhkan tenaga yang besar. Maka dari itu, dipilih pengolahan limbah fenol secara kimiawi.
Baca lebih lanjut

87 Baca lebih lajut

PENGARUH GUGUS METOKSI PADA SENYAWA 4-METOKSIBENZALDEHIDA DALAM SINTESIS SENYAWA N-((2-HIDROKSINAFTALEN-1-IL)4-METOKSIBENZIL)ETANAMIDA MELALUI METODE SINTESIS BEBAS PELARUT DENGAN KATALIS ASAM BORAT

PENGARUH GUGUS METOKSI PADA SENYAWA 4-METOKSIBENZALDEHIDA DALAM SINTESIS SENYAWA N-((2-HIDROKSINAFTALEN-1-IL)4-METOKSIBENZIL)ETANAMIDA MELALUI METODE SINTESIS BEBAS PELARUT DENGAN KATALIS ASAM BORAT

4. Dosen penguji yang memberikan bimbingan serta membantu melengkapi materi penyusunan skripsi (Prof. Dr. Tutuk Budiati, M.S., Apt. dan Prof. Dr. Bambang Soekardjo, SU., Apt.), 5. Penasehat akademik (Prof. Dr. J. S. Ami Soewandi, Apt.) yang

16 Baca lebih lajut

OPTIMASI SINTESIS ANALOG KURKUMIN 1,3-BIS- (4-HIDROKSI-3-METOKSI BENZILIDIN)UREA PADA RENTANG pH 3-4.

OPTIMASI SINTESIS ANALOG KURKUMIN 1,3-BIS- (4-HIDROKSI-3-METOKSI BENZILIDIN)UREA PADA RENTANG pH 3-4.

Stabilitas kurkumin dipengaruhi oleh pH lingkungan dan cahaya. Dalam larutan beraquadest kurkumin mengalami reaksi hidrolisis degradatif yang bergantung pH lingkungan (Donatus, 1994). Kecepatan degradasi pada pH < 7 lebih lambat dibanding pH >7. Ketidakstabilan kurkumin pada pH alkali disebabkan oleh gugus metilen aktif. Penghilangan gugus metilen aktif dan gugus karbonil menjadi 1,4 pentadien-3-on dapat menghasilkan bentuk yang lebih stabil dan masih memiliki sifat antioksidan. Sintesis seri analog kurkumin 1,5 difenil-1,4-pentadiena-3-on dan bentuk lingkar siklopentanon maupun sikloheksanon yang masih menunjukkan aktivitas antioksidan yang poten, terutama jika posisi meta pada cincin aromatik tersubstitusi gugus metoksi.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Reduksi Rasa Pahit, Sepat, Dan Asam Manisan Pala Melalui Perendaman Daging Buah Dengan Air Laut

Reduksi Rasa Pahit, Sepat, Dan Asam Manisan Pala Melalui Perendaman Daging Buah Dengan Air Laut

Kadar garam yang terdapat pada air laut 1 sebesar 1.91 %, sedangkan kadar garam yang terdapat pada air laut 2 sebesar 1.65 %, sedangkan salinitas atau kadar garam di perairan Indonesia berkisar antara 3.20 – 3.50 % (Marasabessy 2010). Rendahnya kadar garam yang dihasilkan dapat disebabkan oleh letak pengambilan air laut dan kondisi cuaca ketika pengambilan air laut. Pengambilan sampel air laut Pulau Gebe dilakukan sebanyak dua kali. Pengambilan sampel air laut 1 dilakukan pada Bulan November 2014 dengan kondisi cuaca cerah atau sedang musim kemarau, sedangkan pengambilan sampel air laut 2 dilakukan pada bulan April 2015 dengan kondisi cuaca sedang hujan. Pengambilan sampel air laut Pulau Gebe dilakukan sekitar 5 m dari pantai. Air laut yang diambil dekat dengan daratan atau sekitar pantai memiliki kadar garam yang lebih rendah daripada kadar garam laut lepas. Hal ini disebabkan oleh air laut yang berada di sekitar pantai atau daratan masih memiliki pengaruh dari daratan seperti pencampuran dengan air tawar yang terbawa aliran sungai sehingga kadar garamnya rendah (Patty 2013). Perbedaan kadar garam tersebut juga dapat diakibatkan oleh beberapa faktor, seperti pola sirkulasi air, penguapan, curah hujan, dan aliran sungai (Nontji 2002). Perendaman daging buah pala dalam larutan garam dapat diganti dengan perendaman menggunakan air laut. Hal tersebut disebabkan oleh Provinsi Maluku Utara sebagian besar wilayahnya merupakan perairan, sehingga keberadaan air lautnya sangat melimpah. Kadar garam air laut Pulau Gebe yaitu sekitar 1.65 – 1.91 %, sedangkan konsentrasi garam terpilih untuk merendam daging buah pala yang dapat mengurangi intensitas rasa pahit, sepat, dan asam pada manisan pala basah yang dihasilkan secara signifikan adalah 5 %. Apabila daging buah pala akan direndam dalam 10 liter air laut perlu penambahan garam sekitar 0.32 kg, namun apabila perendaman daging buah pala hanya menggunakan air laut saja, air laut yang akan digunakan diuapkan terlebih dahulu hingga 1/3 dari 10 liter atau sekitar 3.56 liter agar kadar garamnya mencapai 5 %. Analisis sensori kembali dilakukan untuk melihat pengaruh perendaman air laut terhadap intensitas rasa pahit, sepat, dan asam pada manisan pala basah. Hasil analisis sensori disajikan pada Tabel 7.
Baca lebih lanjut

49 Baca lebih lajut

AKTIVITAS ANALGESIK PERSISTEN SENYAWA 2,5-BIS-(4’-METOKSI-BENZILIDIN)-SIKLOPENTANON PADA MENCIT JANTAN GALUR SWISS DENGAN METODE FORMALIN TEST SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Farmasi Program Studi Ilmu Farmasi

AKTIVITAS ANALGESIK PERSISTEN SENYAWA 2,5-BIS-(4’-METOKSI-BENZILIDIN)-SIKLOPENTANON PADA MENCIT JANTAN GALUR SWISS DENGAN METODE FORMALIN TEST SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Farmasi Program Studi Ilmu Farmasi

Dari Tabel V dan Gambar 14 diketahui bahwa terdapat perbedaan bermakna antara kelompok kontrol negatif (CMC-Na 0,5%) dengan semua kelompok perlakuan yang lain. Hal ini menunjukkan bahwa semua perlakuan memiliki aktivitas analgesik pada fase II yang ditandai dengan berkurangnya lama waktu mencit menjilat kaki yang telah diinduksi formalin 1%. Demikian pula dengan kontrol positif morfin yang merupakan analgetika narkotik memiliki perbedaan bermakna dengan semua perlakuan. Morfin memiliki kemampuan menghambat nyeri pada fase II sangat kuat. Senyawa 2,5-bis-(4’-metoksi- benzilidin)-siklopentanon juga memiliki kemampuan menghambat nyeri pada fase II tetapi lebih kecil daripada morfin 5 mg/kgBB. Demikian juga dengan indometasin 4 mg/kgBB yang memiliki daya analgesik persisten fase II lebih kecil daripada morfin 5 mg/kgBB. Dilihat dari hasil Uji Tukey, daya analgesik persisten fase II indometasin 4 mg/kgBB berbeda tidak bermakna dengan senyawa 2,5-bis-(4’-metoksi-benzilidin)-siklopentanon dosis 60 dan 90 mg/kgBB. Dengan
Baca lebih lanjut

87 Baca lebih lajut

Sintesis Senyawa Turunan 2-Metoksi-3H-Azepina Melalui Reaksi Termal antara Alkylnitrobenzena dan Tributilphosphina

Sintesis Senyawa Turunan 2-Metoksi-3H-Azepina Melalui Reaksi Termal antara Alkylnitrobenzena dan Tributilphosphina

produk yang teridentifikasi adalah 2-metoksi- 4,6-dimetil-3H-azepina (13). Hal ini dikarenakan fenilnitrena yang terbentuk memiliki geometri yang simetris sehingga siklisasi mengarah pada satu bentuk keadaan transisi yang sama. Sebaliknya, reaksi 2,6- dimetilnitrobenzena (6) tidak memberikan produk karena dua gugus metil yang terikat pada atom C2 dan C6 menghalangi siklisasi nitrena sehingga proses expansi cincin tidak terjadi. Hal ini sesuai dengan yang dilaporkan oleh Dunkin, dkk [15] tentang kecepatan reaksi ekpansi cincin siklis yang lambat akibat halangan sterik oleh dua gugus metil pada posisi orto-terhadap nitrogen.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK I JURUSA

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK I JURUSA

Tanaman kencur (Kaemfria galanga L) dikenal sebagai cukup luas dalam masyarakatkita, karena manfaatnya yang sangat banyak. Di samping digunakan untuk penyedap makanan,kencur banyak digunakan dalam ramuan obat tradisional yang khasiatnya dapat mengobatiberbagai macam penyakit misalnya : masuk angin, radang lambung, batuk, nyeri perut, muntah –muntah, panas dalam dan lain – lain. Salah satu senyawa etil ester yang terdapat dalam kencuradalah etilparametoksi sinamat yang tergolong fenilpropanoid. Biosintesis senyawa ini mengikutijalur sinamat dan digunakan sebagai antifungi, analgesik dan antipiretik. Sintesis senyawa iniadalah sebagai berikut : Etil – para- metoksi sinamat. Kencur (Kaemfria galanga L) adalah salah satu empon – empon / tanaman obat yangtergolong dalam suku temu – temuan (Zingiberaceae). Rimpang atau rizoma tanaman inimengandung minyak atsiri dan alakaloid yanhg dimanfaatkan sebagai stimulan. Nama lainadalah cekur (Maloysia) dan pro tiom (Thailand). Dalam pustaka internasional (bahasa inggris)kerap terjadi kekacauan dengan menyebut kencur sebagai lesser galangal (Alpinia offieinarum)maupun zedoary (temu putih), yang sebetulnya spesies yang berbeda dan bukan merupakanrempah pengganti. Terdapat pula kerabat dekat kencur yang biasa ditanam di pekarangan sebagaitanaman obat, temu rapet (K. rotonda Jaeq), namun mudah dibedakan dari daunnya. Etil p-metoksisinamat (EPMS) adalah salah satu senyawa hasil isolasi rimpang kencur (Kaempferia galanga L) yang merupakan bahan dasar senyawa tabir surya yaitu pelindung kulitdari sengatan sinar matahari. EPMS termasuk dalam golongan senyawa ester yang mengandungcincin benzena dan gugus metoksi yang bersifat non-polar sehingga dalam ekstraksinya dapatmenggunakan pelarut – pelarut yang mempunyai variasi kepolaran yaitu etanol, etil asetat,metanol, air dan heksana (Asyharist, 2011).
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...

Related subjects