2-Propanol

Top PDF 2-Propanol:

Studi Reaksi Konversi Katalisis 2-Propanol Menggunakan Katalis dan Pendukung Katalis γ-Al2O3 - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

Studi Reaksi Konversi Katalisis 2-Propanol Menggunakan Katalis dan Pendukung Katalis γ-Al2O3 - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

Propilen dan aseton adalah produk-produk primer yang tidak stabil dari hasil konversi katalisis 2-propanol secara dehidrasi dengan katalis asam dan secara dehidrogenasi dengan katalis basa, sedangkan 3,3,5-trimetil sikloheksanol dan 4-metil-2-pentanol merupakan produk-produk sekunder yang stabil (4) . Produk

6 Baca lebih lajut

Gliserolisis Enzimatis Minyak Inti Sawit Menggunakan Katalis Enzim Lipase Dari   Candida Rugosa Serta Variasi Pelarut   Etanol, 1-Propanol, 2-Propanol,   N-Heptana Dan Isooktana

Gliserolisis Enzimatis Minyak Inti Sawit Menggunakan Katalis Enzim Lipase Dari Candida Rugosa Serta Variasi Pelarut Etanol, 1-Propanol, 2-Propanol, N-Heptana Dan Isooktana

Segala puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini yang berjudul “GLISEROLISIS ENZIMATIS MINYAK INTI SAWIT MENGGUNAKAN KATALIS ENZIM LIPASE DARI Candida rugosa SERTA VARIASI PELARUT ETANOL, 1-PROPANOL, 2-PROPANOL, N-HEPTANA, DAN ISOOKTANA” . Dalam kesempatan ini penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada Ibunda Siti Hawa Wahab dan Ayahanda Surya Indra Jaya. Skripsi ini penulis dedikasikan untuk kedua orang tua yang dengan penuh cinta kasih telah membesarkan dan mendidik penulis dan senantiasa memberikan dukungan materil maupun moril serta doa kepada penulis. Akhirnya penulis dapat menyelesaikan pendidikan hingga gelar sarjana sesuai harapan mereka.
Baca lebih lanjut

100 Baca lebih lajut

1,2-dimetil-1,1,2,2-tetrafenildisilana Sulfonat Mengkatalisis Reaksi Esterifikasi Asam Stearat dengan Metanol dan 2-propanol

1,2-dimetil-1,1,2,2-tetrafenildisilana Sulfonat Mengkatalisis Reaksi Esterifikasi Asam Stearat dengan Metanol dan 2-propanol

Langkah mula-mula dari proses diatas yaitu protonasi asam karboksilat untuk menghasilkan ion oksonium (1), yang mana mengalami reaksi pertukaran dengan suatu alkohol menghasilkan intermediet (2), dan selanjutnya akan melepaskan proton untuk membentuk ester (3). Masing-masing langkah dalam proses tersebut bersifat reversible tetapi dengan berlebihnya jumlah alkohol yang dipakai maka akan membuat kesetimbangan reaksi berjalan kearah produk. Namun, jika terdapat air yang merupakan donor elektron yang lebih kuat dari alkohol alifatik akan membuat pembentukan intermediet (2) menjadi tidak disukai sehingga proses esterifikasi tidak berjalan sempurna (Christie, 1993).
Baca lebih lanjut

50 Baca lebih lajut

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA - Gliserolisis Enzimatis Minyak Inti Sawit Menggunakan Katalis Enzim Lipase Dari Candida Rugosa Serta Variasi Pelarut Etanol, 1-Propanol, 2-Propanol, N-Heptana Dan Isooktana

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA - Gliserolisis Enzimatis Minyak Inti Sawit Menggunakan Katalis Enzim Lipase Dari Candida Rugosa Serta Variasi Pelarut Etanol, 1-Propanol, 2-Propanol, N-Heptana Dan Isooktana

Monogiserida yang dihasikan melalui gliserolisis secara bioteknoogi yang telah dilakukan adalah pemanfaatan lipase terjebak lipase immobil pada pembentukan monogliserida dari minyak zaitun. Pada reaksi enzimatis ini, pembentukan monogliserida dilakukan dengan menggunakan fase padat penjebak mikroba agar dapat dipisahkan kembali dari campurannya dengan hasil reaksi untuk digunakan kembali sehingga menurunkan biaya produksi. Bahan penopang padat yang berfungsi sebagai adsorben yang berpori adalah CaCO 3 , CaSO 4 .2H 2 O, Ca 2 P 2 O 7 , dan celite.

22 Baca lebih lajut

TAP.COM -   JURNAL MATERIAL DAN ENERGI INDONESIA - JURNAL UNIVERSITAS PADJADJARAN 9366 16154 1 PB

TAP.COM - JURNAL MATERIAL DAN ENERGI INDONESIA - JURNAL UNIVERSITAS PADJADJARAN 9366 16154 1 PB

different solvent of 2-propanol and ethanol. Optical characteristics, morphology and crystal structure of ZnO- NP were performed by measuring of UV-Vis, TEM and XRD, respectively. The UV-Vis measurement, it was showed that the band gap of ZnO-NP dissolve in 2-propanol has larger band gap than that of sample dissolve in ethanol. The TEM measurement, it was showed that the morphology of ZnO nanoparticles dissolve in 2-propanol has a nano-rod shape (20 nm  9 nm), whereas the samples dissolve in ethanol has an oval shape (26 nm  15 nm). The crystall structure of ZnO nanoparticles in solvents of 2-propanol and ethanol are all in hexagonal wurtzite.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

PERBANDINGAN PROFIL KROMATOGRAM EKSTRAK AIR JINTEN HITAM (Nigella sativa) DARI DAERAH HABASYAH,  Perbandingan Profil Kromatogram Ekstrak Air Jinten Hitam (Nigella Sativa L.) Dari Daerah Habasyah, India Dan Indonesia Dengan Hplc.

PERBANDINGAN PROFIL KROMATOGRAM EKSTRAK AIR JINTEN HITAM (Nigella sativa) DARI DAERAH HABASYAH, Perbandingan Profil Kromatogram Ekstrak Air Jinten Hitam (Nigella Sativa L.) Dari Daerah Habasyah, India Dan Indonesia Dengan Hplc.

Nigella sativa (black cumin) has antifungal and antimicroba activity. Its biological activity is mainly influenced by the content of timokuinon compounds. This study aims to determine the chromatogram profile of water extract of Nigella sativa from 3 regions and to determine the quality based on the number of peaks and the relative levels of the compound. This study is a type of non-experimental research. Extracts are prepared by digestion method using distilled water. The aqueuos extracts are analyzed by reverse phase HPLC using methanol : 0.05% phosphate acid : 2-propanol as mobile phase with gradient elution. Data were analyzed by comparing the peak numbers and the relative levels. The chromatographic profiling show water extract of black cumin from Habasyah
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Seleksi bakteri asam laktat isolat ASI yang berpotensi menurunkan kolesterol secara in vitro

Seleksi bakteri asam laktat isolat ASI yang berpotensi menurunkan kolesterol secara in vitro

Perbedaan kemampuan mengasimilasi antara bakteri yang diuji dalam penelitian ini dengan bakteri yang diuji pada penelitian sebelumnya (Tabel 6) terjadi karena strain yang digunakan berbeda. Selain itu, menurut Kusumawati (2002), perbedaan kemampuan mengasimilasi kolesterol mungkin juga disebabkan oleh perbedaan sumber kolesterol yang digunakan dalam pengujian. Gilliland et al. (1985) menggunakan fraksi serum pleuro-pneumonia like organism (PPLO) sebagai sumber kolesterol, Buck & Gilliland (1994) dan Noh et al. (1997) menggunakan misel kolesterol-fosfatidilkolin, sedangkan Liong dan Shah (2005a) menggunakan polioxyethanyl cholesteryl (kolesterol larut air) sehingga memiliki kelarutan yang baik dalam media yang digunakan untuk pengujian (MRSB). Adapun sumber kolesterol yang digunakan dalam penelitian ini adalah kolesterol murni, seperti pada penelitian yang dilakukan Ngatirah et al. (2000) dan Kusumawati (2002). Menurut Kusumawati (2002), kolesterol murni tidak dapat larut dengan baik pada media MRSB yang merupakan media berbasis air, karena kelarutan kolesterol dalam air sangat rendah. Hal tersebut mungkin berpengaruh terhadap jumlah kolesterol yang dapat diasimilasi oleh bakteri. Pada penelitian ini, jumlah total kolesterol yang terdeteksi pada kontrol dan perlakuan jika dibandingkan dengan jumlah kolesterol yang ditambahkan semula pada media, menghasilkan selisih yang cukup besar. Pada saat sentrifugasi diduga kolesterol yang tidak larut ikut mengendap dan terbuang bersama massa sel sehingga tidak terdeteksi pada saat pengukuran. Namun, karena tahapan dan kondisi pengujian untuk media kontrol dan perlakuan dibuat sama, kolesterol yang terbuang pada keduanya diasumsikan sama, sehingga selisih kolesterol pada kedua media tersebut cukup mencerminkan jumlah kolesterol yang diasimilasi oleh bakteri asam laktat yang diuji. Pada penelitian ini digunakan 2-propanol untuk membantu melarutkan kolesterol sebelum dimasukkan ke dalam MRSB dengan konsentrasi yang masih bisa ditoleransi oleh bakteri yang diuji.
Baca lebih lanjut

148 Baca lebih lajut

STUDY OF THE FORMATION OF MESOPOROUS TiO 2 USING ISOPROPOXIDE PRECURSORS UNDER LESS WATER CONDITIONS | Kartini | Indonesian Journal of Chemistry 21833 40920 1 PB

STUDY OF THE FORMATION OF MESOPOROUS TiO 2 USING ISOPROPOXIDE PRECURSORS UNDER LESS WATER CONDITIONS | Kartini | Indonesian Journal of Chemistry 21833 40920 1 PB

are similar to those previously reported by Yun et al. [9]. The path of weight loss from the as-synthesised film to the final oxide can be divided into 4 steps: below 150 o C, 150-300 o C, 300-450 o C, and above 450 o C. These can be described as follows: below 150 o C, the percent mass loss is due to the release of volatile matters, such as 2-propanol, water, and or HCl. Then from 150-300 o C, the loss is associated with evolution process of the block copolymer template accompanied with further discharge of water, HCl, and possible organochlor compounds [2].
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

TRY OUT UN KIMIA PAKET 2 TH 2013

TRY OUT UN KIMIA PAKET 2 TH 2013

3 dan 4 18.Senyawa dengan rumus molekul C3H6O memiliki sifat-sifat sebagai berikut: - reaksi dengan hidrogen membentuk 2 propanol - pada oksidasi kuat akan terurai membentuk 2 molekul[r]

13 Baca lebih lajut

Transformasi magnesium hidroksisitrat menjadi metilester hidrksisitrat menggunakan katalis 1,2-dimetil-1,1,2,2-tetrafenilsulfonatodisilana

Transformasi magnesium hidroksisitrat menjadi metilester hidrksisitrat menggunakan katalis 1,2-dimetil-1,1,2,2-tetrafenilsulfonatodisilana

Bangun,dkk (2015) baru-baru ini telah mensintesis katalis berfase padat turunan dari silana yang tersubsitusi dengan gugus fenilsulfonat yaitu 1,2-dimetil-1,1,2,2- tetrafenilsulfonatodisilana (DMTPS) dengan cara mensulfonasi 1,2-dimetil-1,1,2,2- tetrafenildisilana. Katalis ini memiliki kestabilan termal sangat baik, dapat digunakan pada suhu tinggi yang bersifat reusable dan mampu mengkatalisis reaksi esterifikasi asam karboksilat rantai panjang dengan alkohol primer dan skunder. Esterifikasi asam-asam lemak tinggi seperti asam palmitat dan stearat dengan alkohol primer (metanol) maupun skunder (2-butanol dan 2-propanol) dengan menggunakan katalis DMTPS dan diperoleh yield yang cukup baik antara 48%-86,1%. Selain itu, reaksi transesterifikasi CPO berkadar asam lemak bebas 7,82% dengan metanol juga telah dilakukan dengan katalis yang sama dan menghasilkan yield yang sangat baik yaitu 95,9% (Bangun,dkk. 2015).
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

INTRODUCTION  Preliminary Design of Tertiary Butyl Alcohol Plant from Isobutylene and Water, Capacity of 80,000 Tons/Year.

INTRODUCTION Preliminary Design of Tertiary Butyl Alcohol Plant from Isobutylene and Water, Capacity of 80,000 Tons/Year.

TBA is used as a solvent, for example in the production of Tertiary Butyl Peroxide. TBA can also be used as a base of glycol ether (1-tertiary butoxy-2-propanol), Isobutylene, methyl-tertiary, butyl ether and tertiary butyl phenol. It can also be used as a mixture of oxinol 50 (the mixed gas that consist of methanol and TBA with 1:1 ratio, additives in gasoline, and anti- pollutant of antiknock gasoline. (Mc. Ketta, 1992)

9 Baca lebih lajut

IDENTIFIKASI ALKOHOL DAN FENOL dan

IDENTIFIKASI ALKOHOL DAN FENOL dan

Anda`akan menguji alkohol 1-butanol (alkohol primer), 2-butanol (alkohol sekunder), 2-metil- 2-propanol (alkohol tersier), dan fenol, serta anda akan diberikan beberapa sampel yang tidak diketahui untuk diuji (dengan label A,B, C atau D, sampel yang tidak diketahui akan diberikan oleh asisten). Lakukan uji sampel yang diketahui dan yang tidak diketahui secara bersamaan untuk dibandingkan. Fenol akan disediakan dalam bentuk larutan.

9 Baca lebih lajut

HALAMAN JUDUL - KESETIMBANGAN CAIR-CAIR SISTEM TERNER DIETIL KARBONAT + 1-PROPANOL + H2O PADA RANGE SUHU 303,15-333,15 K DAN TEKANAN ATMOSFER - ITS Repository

HALAMAN JUDUL - KESETIMBANGAN CAIR-CAIR SISTEM TERNER DIETIL KARBONAT + 1-PROPANOL + H2O PADA RANGE SUHU 303,15-333,15 K DAN TEKANAN ATMOSFER - ITS Repository

Rianti Widi Andari, lahir di Blitar, 10 Juli 1994. Penulis menempuh pendidikan formal yang dimulai di SD Inpres Timika (1999-2001), MI Al- Muhtadun Jabung (2001), SD Yapis Timika (2001-2003), SD YPJ Kuala Kencana Papua (2003-2005) dilanjutkan sekolah menengah pertama di SMP YPJ Kuala Kencana Papua (2005-2008), kemudian dilanjutkan pendidikan menengah atas di MAN Negeri 1 Malang (2008–2011). Penulis melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi dengan mengambil jurusan D3 Teknik Kimia di Politeknik Negeri Malang hingga tahun 2014. Pada tahun yang sama melanjutkan studi jenjang S1 di Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya, Jurusan Teknik Kimia. Pada akhir studi penulis memilih Thermodinamika untuk menyelesaikan tugas akhir dan skripsi. Bersama partner dan dibawah bimbingan Prof. Dr. Ir. Gede Wibawa, M.Eng penulis berhasil menyelesaikan Pra-Desain Pabrik “Dietil Karbonat dari CO 2 dan Ethanol Melalui Proses Indirect Route ”
Baca lebih lanjut

99 Baca lebih lajut

PEMANFAATAN GLISEROL DARI PRODUK SAMPING BIODIESEL UNTUK SINTESIS SENYAWA 2,3-DIBROMO PROPANOL Dewi Sinta Megawati

PEMANFAATAN GLISEROL DARI PRODUK SAMPING BIODIESEL UNTUK SINTESIS SENYAWA 2,3-DIBROMO PROPANOL Dewi Sinta Megawati

dengan tujuan untuk menghilangkan air yang mungkin terkandung di dalamnya. Transesterifikasi minyak sawit dilakukan dengan menimbang 100 g minyak sawit bebas air dalam labu leher tiga 250 mL. Dibuat larutan kalium metoksida dengan cara menimbang 1 g KOH (1 % b/b KOH terhadap berat minyak) dan dilarutkan dalam 29,20 mL metanol untuk memperoleh rasio molar metanol/minyak = 9:1. Selanjutnya larutan kalium metoksida dimasukkan ke dalam minyak sawit yang telah dipanaskan. Campuran diaduk dan direfluks selama 2 jam pada temperatur 70 0 C. Setelah reaksi transesterifikasi selesai, produk didiamkan sekitar 15 menit sehingga diperoleh 2 lapisan. Lapisan bawah yang merupakan lapisan gliserol diambil menggunakan corong pisah dan kemudian dievaporasi. Selanjutnya didestilasi pengurangan tekanan. Hasil dianalisis dengan Spekterometer IR, 1 H-NMR dan GC-MS.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Staff Site Universitas Negeri Yogyakarta Kondensor Endang DS

Staff Site Universitas Negeri Yogyakarta Kondensor Endang DS

b) diasumsikan aliran air dalam pipa adalah 4 pass ; hal ini didasarkan pada pemikiran bahwa: jumlah air yang diperlukan sangat banyak , sehingga kondensor akan mempunyai jumlah pipa yang banyak, sehingga jika digunakan 2 pass, maka tidak mencukupi. Dari jumlah pipa, (berdasarkan tabel 9, Kern, D,Q; 1985) : 773 buah, 4 arah, dengan OD ¾ in dan 15/16 in triangular pitch, maka jumlah pipa terdekat adalah: 766 pipa dengan ID shell 31 in

10 Baca lebih lajut

Bank Soal Ujian Nasional untuk SMA (2000-2007) SMA Kimia 2000

Bank Soal Ujian Nasional untuk SMA (2000-2007) SMA Kimia 2000

mempunyai titik didih paling tinggi dalam deret homolognya EBTANAS-00-25 Reaksi 1-propanol dengan asam etanoat memakai katalis H+ akan menghasilkan senyawa karbon dengan rumus strukt[r]

7 Baca lebih lajut

Pra–Rancangan Pabrik Pembuatan NPropanol  dari Etilen dan Gas Sintesa dengan Kapasitas 2.000 Ton/Tahun

Pra–Rancangan Pabrik Pembuatan NPropanol dari Etilen dan Gas Sintesa dengan Kapasitas 2.000 Ton/Tahun

Kebutuhan air untuk pabrik pembuatan N-propanol dari etilen dan gas sintesa diperoleh dari sungai Cidanau, yang terletak di kawasan pabrik. Untuk menjamin kelangsungan penyediaan air, maka di lokasi pengambilan air dibangun fasilitas penampungan air (water intake) yang juga merupakan tempat pengolahan awal air sungai. Pengolahan ini meliputi penyaringan sampah dan kotoran yang terbawa bersama air. Selanjutnya air dipompakan ke lokasi pabrik untuk diolah dan digunakan sesuai dengan keperluannya. Pengolahan air di pabrik terdiri dari beberapa tahap, yaitu (Degremont, 1991) :

380 Baca lebih lajut

Isothermal Vapor-Liquid Equilibrium of Methanol + Glycerol and 1-Propanol + Glycerol | Wiguno | Indonesian Journal of Chemistry 21186 40271 1 PB

Isothermal Vapor-Liquid Equilibrium of Methanol + Glycerol and 1-Propanol + Glycerol | Wiguno | Indonesian Journal of Chemistry 21186 40271 1 PB

The depletion of fossil fuel caused by high energy demand in the industrialized world has been attracting much attention especially on alternative energy development. Biodiesel is an alternative energy (fuel) produced from renewable resources. It is a mixture of fatty acid alkyl esters that can be used in conventional diesel engines without major modifications [1-2]. It has no toxicity, no sulfur content and low emission of carbon monoxide and particulate matter which less pollutes than diesel fuel [1,3]. Vegetable oils (palm oil [3], corn oil [4]), animal fats (chicken fat [4-5], mutton fat [5]) and microalgae oil [2,6] can be potential feedstock for biodiesel production. In the biodiesel production, process of transesterification, hydroesterification, enzymatic transesterification and supercritical transesterification process have been applied. However, transesterification is the most utilized process [3,5]. Transesterification refers to a chemical reaction of oil or fat with an excess of alcohols in the presence of a homogeneous or heterogeneous catalyst to yield biodiesel and glycerol [1,3]. After cooling to room temperature, the glycerol
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

PERBANDINGAN TINGKAT IRITASI KULIT AKIBAT PENGGUNAAN DISINFEKTAN TANGAN FORMULA-1 WORLD HEALTH ORGANIZATION (WHO), KOMBINASI ETANOL DENGAN N-PROPANOL DAN CHLORHEXIDINE GLUCONATE PADA PETUGAS KESEHATAN

PERBANDINGAN TINGKAT IRITASI KULIT AKIBAT PENGGUNAAN DISINFEKTAN TANGAN FORMULA-1 WORLD HEALTH ORGANIZATION (WHO), KOMBINASI ETANOL DENGAN N-PROPANOL DAN CHLORHEXIDINE GLUCONATE PADA PETUGAS KESEHATAN

Pada penelitian ini tingkat iritasi kulit akibat AHRs kombinasi etanol 45% dan n-propanol 18% tidak berbeda secara bermakna terhadap air (p=0,102). Hal ini sesuai dengan penelitian oleh Kappes dkk. yang menunjukkan bahwa n-propanol tidak meningkatkan iritasi kulit kumulatif bila digunakan setelah SLS. 7,31 Tidak didapatkan efek sinergis serta efek tambahan pada deterjen/ propanol dalam penelitian gabungan, tampaknya lebih cenderung terjadi mekanisme saling bertolak belakang dalam interaksi antara SLS dan propanol saat digunakan dalam penelitian secara bersamaan. 31
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Pengumuman gel 1 thp 1 april 2016

Pengumuman gel 1 thp 1 april 2016

No NAMA HASIL AKHIR 1 Mina Putri Rahayu LULUS 2 Fatma Yuni Lestari LULUS 3 Lelly Nur Indah Sari LULUS 4 Kiki Iklima Nanisa Hadi LULUS 5 Intan Chintya Febriasari LULUS 6 Vinsentius [r]

1 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...