Abu Sekam Padi Putih

Top PDF Abu Sekam Padi Putih:

sintesis zeolit dari abu sekam padi

sintesis zeolit dari abu sekam padi

Sekam padi adalah alternatif sumber silika yang dapat menjadi sumber kimia murni yang banyak digunakan karena murah selektivitasnya rendah dan tinggi aktivitas (Ramli, 1995). Sekam padi digunakan sebagai sumber silika aktif untuk sintesis zeolit Y (Ramli, 1995), untuk zeolit A, Y, ZSM-5 (Kismojohadi, 1995; Rawtani dkk, 1989). Dalam penelitian-penelitian tersebut, abu sekam padi (ASP) digunakan sebagai sumber silika. Mula-mula silika dibakar sempurna untuk menghasilkan abu putih yang bebas karbon. Kalsinasi dari sekam padi yang menghasilkan kehilangan lebih dari 70% berat, mengubah material silikon organik dalam sekam sehingga menjadi abu sekam padi putih (ASPP).
Baca lebih lanjut

39 Baca lebih lajut

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Komposisi Sekam Padi Dan Abu Sekam Padi

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Komposisi Sekam Padi Dan Abu Sekam Padi

Kadmium (Cd) adalah logam putih keperakan, yang dapat ditempa, lunak dan tahan korosi. Kadmium melebur pada 321 0 C dan melarut dengan lambat dalam asam encer dengan melepaskan hidrogen (disebabkan oleh adanya potensial elektodanya yang negatif) (Vogel,1984). Kadmium merupakan logam transisi. Oleh karena sifat-sifatnya kadmium banyak dipakai sebagai stabilizer dalam pembuatan polyvinilclorida. Dimasa silam kadmium malah digunakan dalam pengobatan syphilis dan malaria. Kadmium didapat pada limbah berbagai jenis pertambangan logam yang tercampur kadmium seperti timah hitam, dan seng. Dengan demikian, kadmium dapat ditemukan di dalam perairan baik di dalam sedimen maupun di dalam penyediaan air minum (Cooke, 1977).
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Jurnal Teoretis dan Terapan Bidang Rekayasa Sipil Abstrak - Pengaruh Penggunaan Abu Sekam Padi terhadap Sifat Mekanik Beton Busa Ringan

Jurnal Teoretis dan Terapan Bidang Rekayasa Sipil Abstrak - Pengaruh Penggunaan Abu Sekam Padi terhadap Sifat Mekanik Beton Busa Ringan

Sekam padi banyak ditemukan di negara - negara penghasil padi seperti Indonesia, Malaysia, Thailand dll. Abu sekam padi diperoleh dari pembakaran kulit padi. Warna abu sekam padi dari putih keabu-abuan sampai hitam, warna ini tergantung dari sumber sekam padi dan suhu pembakaran. Jumlah sekam padi yang dihasilkan sekitar 20% - 33% dari berat padi dan tiap tahunnya dihasilkan sekitar 137 juta ton (Lim, et al., 2012). Abu sekam padi dapat digunakan sebagai bahan penganti semen yaitu bahan tambah untuk konstruksi dengan tujuan meningkatkan nilai tambah dalam pembuatan beton yang mempunyai sifat-sifat yang lebih bagus (Xu, et al., 2012). Produksi bahan semen dari abu sekam padi sudah direkomendasikan untuk negara-negara berkembang karena hal ini dapat mengurangi masalah yang diakibatkan oleh sekam padi sebagai bahan sisa dari lahan pertanian (Ajiwe, et al., 2000 ; Xu, et al., 2012).
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

UJI KEKUATAN MATERIAL DENGAN INJEKSI ZAT PUTIH TELUR

UJI KEKUATAN MATERIAL DENGAN INJEKSI ZAT PUTIH TELUR

Selain itu, abu sekam sangat kaya dengan silika yang dalam oksidanya dikenal dengan silica dioxide. Penggunaan silica dalam dunia konstruksi khususnya teknologi beton sudah mulai dipakai bahan tambah. Silika dari abu sekam padi tidak kalah dengan silica fume yang harganya cukup tinggi. Namun, pertumbuhn tanaman padi dewasa ini telah berganti dengan pertumbuhan beton dan bata. Sehingga prospek usaha untuk pengembangan silika dari abu sekam pada akan semakin suram.

7 Baca lebih lajut

SINTESIS ZEOLIT DARI ABU SEKAM PADI PADA TEMPARATUR KAMAR.

SINTESIS ZEOLIT DARI ABU SEKAM PADI PADA TEMPARATUR KAMAR.

Hasil yang diperoleh dari proses pengabuan sekam padi adalah abu yang berwarna putih dan bercampur sedikit warna hitam. Abu yang berwarna putih menunjukkan bahwa abu tersebut mengandung silika sebagai komponen utamanya, sedangkan warna hitam masih mengandung senyawa karbon yang belum terdekomposisi dan teroksidasi secara sempurna. Abu yang berwarna putih dipisahkan secara manual, kemudian digerus dan diayak dengan ukuran 200 mesh. Penggerusan dan pengayakan dilakukan untuk menghomogenkan ukuran dan memperluas permukaan abu sekam padi sehingga mempercepat adanya interaksi antarmolekul saat pembentukan natrium silikat.
Baca lebih lanjut

57 Baca lebih lajut

Addition of magnesium in excess produce silicon of pure rice husk as semiconductor materials

Addition of magnesium in excess produce silicon of pure rice husk as semiconductor materials

Setelah proses pemanasan, kemudian abu limbah sekam padi ditimbang dan dicuci dengan menggunakan asam klorida (HCl) 3% teknis. Proses pencucian ini bertujuan untuk mengurangi impuritas yang ada dalam abu sekam selain silikon dioksida. Proses pencucian dilakukan sebagai berikut: mula-mula abu limbah sekam padi dimasukkan dalam gelas piala, lalu dicampur dengan asam klorida (HCl) 3% teknis (yaitu 12 mL HCl 3% teknis untuk 1 gram abu sekam), kemudian dipanaskan di atas hotplate (tombol pengatur suhu pada hotplate diatur sehingga menunjukkan skala suhu 200 o C dan diaduk dengan magnet stirrer pada kecepatan 240 rpm selama 2 jam (Hikmawati 2010 dan Ahmad L 2012). Setelah itu sampel dicuci menggunakan akuades panas berulang-ulang sampai bebas asam (diuji dengan menggunakan kertas lakmus), lalu disaring dengan kertas saring bebas abu. Hasil penyaringan dipanaskan dalam tanur dengan suhu 1000 o C sampai silikon dioksida putih yang tersisa. Sampel didinginkan dalam tanur diusahakan suhunya sama dengan suhu ruangan. Proses ini dilakukan berulang- ulang (diulangi dua dan tiga kali) sehingga diperoleh jumlah silikon dioksida yang cukup banyak untuk tahap pekerjaan selanjutnya. Kemudia hasil semua ini diuji XRD, SEM-EDX, LCR meter dan I-V meter untuk masing-masing sampel setelah pengulangan.
Baca lebih lanjut

60 Baca lebih lajut

Analisis Penggunaan Abu Vulkanik dan Abu Sekam Padi Pada Stabilisas Tanah Lempung Terhadap Nilai CBR dan Pengujian Kuat Tekan Bebas (Unconfined Compression Test)

Analisis Penggunaan Abu Vulkanik dan Abu Sekam Padi Pada Stabilisas Tanah Lempung Terhadap Nilai CBR dan Pengujian Kuat Tekan Bebas (Unconfined Compression Test)

Pada penelitian ini akan dibahas tentang stabilisasi tanah lempung dengan penambahan abu vulkanik dan abu sekam padi sebagai bahan stabilisator yang diharapkan dapat memperbaiki sifat-sifat fisis maupun mekanis dari sampel tanah sehingga didapat tanah lempung yang memenuhi syarat teknis penggunaan pada konstruksi dilapangan.

9 Baca lebih lajut

PERANCANGAN PERCOBAAN FAKTORIAL RAL UNTUK ANALISIS PENGARUH INTERAKSI UMUR BETON DAN PENAMBAHAN ABU SEKAM PADI TERHADAP KUAT TEKAN BETON | Fitri | JURNAL ILMIAH MATEMATIKA DAN TERAPAN 7472 24817 1 PB

PERANCANGAN PERCOBAAN FAKTORIAL RAL UNTUK ANALISIS PENGARUH INTERAKSI UMUR BETON DAN PENAMBAHAN ABU SEKAM PADI TERHADAP KUAT TEKAN BETON | Fitri | JURNAL ILMIAH MATEMATIKA DAN TERAPAN 7472 24817 1 PB

Dari tabel diatas pemberian tambahan abu sekam padi, kuat tekannya lebih tinggi dari pada beton tanpa abu sekam padi. Sedangkan, semakin bertambah usia beton kuat tekan betonpun semakin meningkat. Sehingga dapat dikatakan umur beton dan jumlah abu sekam padi memberikan pengaruh terhadap kuat tekan beton. Berikut grafik hasil pengujian rata-rata kuat tekan beton akibat pengaruh faktor umur dan faktor abu sekam padi.

10 Baca lebih lajut

Tanggap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kacang Tanah (Arachis hypogea L.) Terhadap Pemberian Abu Sekam Padi Pada Lahan Rawa Lebak

Tanggap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kacang Tanah (Arachis hypogea L.) Terhadap Pemberian Abu Sekam Padi Pada Lahan Rawa Lebak

Berdasarkan hasil analisis ragam peubah data yang diamati, perlakuan pemberian takaran abu sekam padi berpengaruh sangat nyata pada pengamatan umur tanaman saat berbunga pertama. Hal ini disebabkan meningkatnya ketersediaan unsur P dalam tanah karena sudah terlepas dari Fe yang memfiksasinya.

12 Baca lebih lajut

KOMPONEN KIMIA DAN FISIK ABU SEKAM PADI

KOMPONEN KIMIA DAN FISIK ABU SEKAM PADI

Hasil penyaringan dengan menggunakan ayakan berukuran 45 µm atau 325 mesh menunjukkan bahwa persentase lolos ayakan abu sekam padi adalah 75 %. Walaupun beberapa hasil analisis menunjukkan bahwa ukuran butiran partikel abu sekam padi lebih kecil dari semen namun pada Tabel 1 menunjukkan bahwa jumlah butiran partikel yang memiliki ukuran lebih besar dari 45 µm atau tidak lolos ayakan 45 µm cukup banyak terdapat pada abu sekam padi yaitu sebesar 25 %. Hal ini disebabkan karena abu sekam padi yang dibuat masih mengandung karbon terikat dalam jumlah yang cukup besar dalam senyawa hilang pijar berbentuk partikel arang halus.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

PENGARUH pH DAN WAKTU AGING DALAM SINTESIS SILIKA XEROGEL BERBASIS SEKAM PADI

PENGARUH pH DAN WAKTU AGING DALAM SINTESIS SILIKA XEROGEL BERBASIS SEKAM PADI

Sebanyak 5 g abu sekam padi yang telah dipreparasi ditambahkan 30 mL HCl 1 M dan campuran tersebut diaduk selama 2 jam lalu disaring. Endapan yang diperoleh kemudian dicuci dengan akuades sampai bebas asam. Endapan dikeringkan lalu dikarakterisasi menggunakan XRF dan IR. Endapan ditimbang 5 g dan ditambahkan 60 mL NaOH 1 M kemudian dididihkan 1 jam 95 O C dengan pengadukan kemudian disaring, filtrat yang diperoleh merupakan Na 2 SiO 3 .

7 Baca lebih lajut

Aplikasi Abu Sekam pada Padi Gogo Oryza

Aplikasi Abu Sekam pada Padi Gogo Oryza

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh aplikasi abu sekam terhadap kandungan prolin dan silikat daun serta kualitas hasil yaitu protein dan amilosa biji padi gogo dan hubungan korelasi antar keempat komponen tersebut pada kondisi pertanaman 80 persen kapasitas lapang pada skala pot. Penelitian dilakukan di polibag dalam screen house Fakultas Pertanian Unsoed dengan menggunakan rancangan acak kelompok pola faktorial dengan faktor varietas (Situ patenggang, Limboto, Towuti, Batutegi dan Aek sibundong) dan faktor abu sekam (0, 2, 4, 6 t/ha), diulang tiga kali. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian abu sekam dosis 2−6 t/ha mampu meningkatkan kandungan silikat daun antara 18,49−29,43% dan menurunkan kandungan amilosa biji pada lima varietas sekitar 4,19−6,92%. Pemberian abu sekam dosis 2−6 t/ha mampu meningkatkan kandungan prolin daun antara 27,56−70,63% dan protein biji antara 2,35−16,71%. Antarvarietas menunjukan bahwa kandungan prolin tertinggi dihasilkan oleh varietas Batu tegi 18,58 persen dan protein biji pada varietas Situ patenggang 9,55%. Terdapat korelasi antar karakter fisiologis yaitu antara silikat-prolin (0,62) dan kandungan protein-amilosa biji (-0,78).
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Karakterisasi Batu Bata Dengan Campuran Abu Sekam Padi

Karakterisasi Batu Bata Dengan Campuran Abu Sekam Padi

Bahan mentah yang telah dibiarkan 2 – 3 hari dan sudah mempunyai sifat plastisitas sesuai rencana, kemudian dibentuk dengan alat cetak yang terbuat dari kayu atau kaca sesuai ukuran standar NI 15-2094-1991 atau SII-0021-78. Supaya tanah liat tidak menempel pada cetakan, maka cetakan kayu atau kaca tersebut dibasahi air terlebih dahulu. Lantai dasar pencetakan batu bata merah permukaannya harus rata dan ditaburi abu sekam padi. Langkah awal pencetakan batu bata yaitu letakkan cetakan pada lantai dasar pencetakan, kemudian tanah liat yang telah siap dilemparkan pada bingkai cetakan dengan tangan sambil ditekan-tekan ingat tanah liat memenuhi segala sudut ruangan pada bingkai cetakan. Selanjutnya cetakan diangkat dan batu bata mentah hasil dari cetakan dibiarkan begitu saja agar terkena sinar matahari. Batu bata mentah tersebut kemudian dikumpulkan pada tempat yangterlindung untuk diangin-anginkan.
Baca lebih lanjut

74 Baca lebih lajut

Pengaruh Komposisi Limbah Sekam Padi Dan Abu Sekam Padi Sebagai Pengisi Komposit Hibrid Limbah Botol Plastik Kemasan Minuman Dengan Penambahan Gliserol Sebagai Plasticizer

Pengaruh Komposisi Limbah Sekam Padi Dan Abu Sekam Padi Sebagai Pengisi Komposit Hibrid Limbah Botol Plastik Kemasan Minuman Dengan Penambahan Gliserol Sebagai Plasticizer

Penelitian ini bertujuan untuk mengurangi sampah botol plastik yang tidak ter- biodegradable dan untuk mendapatkan komposisi pengisi abu sekam padi dan sekam padi di dalam komposit hibrid LBPKM serta pengaruh penambahan gliserol sebagai plasticizer dalam menghasilkan sifat mekanik seperti kekuatan tarik (tensile strength), kekuatan lentur (flexural strength), kekuatan bentur (impact strength), serta penyerapan air (water absorption) yang terbaik dan di dukung oleh analisa scanning electron microscopy (SEM) dan karakteristik Fourier Transform Infra-Red (FTIR) . Komposit hibrid dibuat menggunakan ektruder pada temperatur 265 o C dengan mencampurkan limbah botol plastik kemasan minuman dengan pengisi sekam padi dan abu sekam padi pada ukuran partikel sekam padi dan abu sekam padi 100 mesh dengan rasio antara matriks dan pengisi 95/5, 90/10 dan 85/15 (b/b) serta ditambahkan gliserol sebagai plasticizer sebanyak 3% dari volume LBPKM pada masing-masing rasio, kemudian di hotpress pada temperatur 265 o C selama 5 menit . Dari karakteristik FT-IR diketahui terdapat gugus O-H, C-H, C=O, dan C-O-C yang menandakan telah terjadinya interaksi antara matriks dengan pengisi . Hasil pengujian sifat-sifat mekanik menunjukkan bahwa LBPKM-abu sekam padi dan sekam padi dengan penambahan gliserol pada rasio 95/5 diperoleh kekuatan tarik maksimum sebesar 2,717 MPa, nilai modulus Young sebesar 98.964 MPa, pemanjangan pada saat putus sebesar 2,603%, nilai kekuatan lentur diperoleh sebesar 6,619 MPa, nilai kekuatan bentur diperoleh sebesar 1776,4 J/m 2 . Hasil analisa SEM pada komposit hibrid LBPKM-abu sekam padi-sekam padi dengan penambahan gliserol pada rasio 95/5 menunjukkan penyebaran pengisi yang merata pada permukaan matriks. Hasil uji penyerapan air yang paling tinggi terjadi pada rasio 85/15 dengan penyerapan air sebesar 4,378%.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

ISOTERM KESETIMBANGAN ADSORPSI TIMBAL PADA ABU SEKAM PADI.

ISOTERM KESETIMBANGAN ADSORPSI TIMBAL PADA ABU SEKAM PADI.

Beberapa peneliti (Proctor et al., 1995; Chang, et al., 2001) telah meng- gunakan abu sekam padi sebagai pemucat minyak goreng dan memberikan hasil yang cukup memuaskan. Hal ini membuka kemungkinan penggunaan abu sekam padi sebagai adsorben untuk keperluan yang lebih luas. Dalam pene-litian ini akan dicoba menggunakan abu sekam padi dalam proses adsorpsi timbal.

6 Baca lebih lajut

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang - Pengaruh Abu Sekam Padi Dan Abu Boiler Kelapa Sawit Sebagai Campuran Terhadap Kekuatan Beton

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang - Pengaruh Abu Sekam Padi Dan Abu Boiler Kelapa Sawit Sebagai Campuran Terhadap Kekuatan Beton

Abu Sekam Padi merupakan bahan berlignosellulosa seperti biomassa lainnya namun mengandung silika yang tinggi. Silika Abu Sekam Padi dalam bentuk kristalin (quartz dan opal) dan amorf terkonsentrasi pada permukaan luar dan sedikit dipermukaan dalam (Bakri dan Baharuddin, 2009). Kandungan kimia Abu Sekam Padi terdiri atas 50 % sellulosa, 25-30 % lignin, dan 15-20 % silika (Ismail dan Waliuddin, 1996). Porositas Abu Sekam Padi yang sangat tinggi menyebabkan Abu Sekam Padi dapat menyerap air dalam jumlah banyak (Kaboosi, 2007).
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Kajian Efektifitas Penggunaan Abu Vulkanik dan Abu Sekam Padi Terhadap Stabilitas Tanah Lempung Ditinjau dari Nilai CBR dan Penggunaan Kuat Tekan Bebas (Unconfined Compression Test)

Kajian Efektifitas Penggunaan Abu Vulkanik dan Abu Sekam Padi Terhadap Stabilitas Tanah Lempung Ditinjau dari Nilai CBR dan Penggunaan Kuat Tekan Bebas (Unconfined Compression Test)

5. Komposisi campuran terdiri dari tanah, abu vulkanik dan abu sekam padi. Penambahan presentase abu sekam padi sebesar 2.5%, 5%, 7.5%, 10%, 12.5%, dan 22,5% dan variasi penambahan abu Gunung Sinabung sebesar 2.5%, 5%, 7.5%, 10%, 12.5%, dan 22,5% dari berat tanah asli 75%.

7 Baca lebih lajut

Pengaruh Abu Sekam Padi Dan Abu Boiler Kelapa Sawit Sebagai Campuran Terhadap Kekuatan Beton

Pengaruh Abu Sekam Padi Dan Abu Boiler Kelapa Sawit Sebagai Campuran Terhadap Kekuatan Beton

Dari proses penggilingan padi biasanya diperoleh abu Sekam sekitar 20- 30% dari bobot gabah. Penggunaan energi abu Sekam bertujuan untuk menekan biaya pengeluaran untuk bahan bakar bagi rumah tangga petani. Penggunaan Bahan Bakar Minyak yang harganya terus meningkat akan berpengaruh terhadap biaya rumah tangga yang harus dikeluarkan setiap harinya. Dari proses penggilingan padi biasanya diperoleh abu Sekam sekitar 20-30%, dedak antara 8- 12% dan beras giling antara 50-63,5% data bobot awal gabah. Abu Sekam dengan persentase yang tinggi tersebut dapat menimbulkan problem lingkungan.Oleh karena itu dewasa ini Abu Sekam Padi banyak digunakan sebagai tambahan pada material konstruksi. Abu Sekam Padi merupakan bahan berlignosellulosa seperti biomassa lainnya namun mengandung silika yang tinggi.Silika amorf terbentuk ketika silikon teroksidasi secara termal. Biasanya silika amorf memiliki kerapatan 2.21 gr/cm 3
Baca lebih lanjut

146 Baca lebih lajut

PENGARUH ABU SEKAM PADI TERHADAP KARAKTERISTIK TANAH LUNAK.

PENGARUH ABU SEKAM PADI TERHADAP KARAKTERISTIK TANAH LUNAK.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa abu sekam padi yang digunakan pada campuran tanah lunak dapat meningkatkan nilai kuat tekan dan kuat geser tanah lunak, serta memperkecil indeks pengembangan tanah. Peningkatan Kuat tekan tekan dan kuat geser terus naik pada campuran 20% dengan masa pemeraman 7 hari dan nilai indeks pengembangan mengalami penurunan optimum pada campuran 15% 7 hari . Hasil ini membuktikan bahwa abu sekam padi dapat memberikan pengaruh baik terhadap tanah lunak.

11 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...