acara perdata

Top PDF acara perdata:

HUKUM ACARA PERDATA PRINT

HUKUM ACARA PERDATA PRINT

Hukum Acara Perdata /Hukum Perdata Formal yaitu kumpulan peraturan-peraturan Hukum yang menetapkan cara memelihara Hukum perdata material karena pelanggaran hak-hak dan kewajiban-kewajiban yang timbul dari Hukum perdata material itu, atau dengan perkataan lain kumpulan peraturan-peraturan Hukum yang menentukan syarat-syarat yang harus dipenuhi pada melangsungkan persengketaan dimuka hakim perdata, supaya memperoleh suatu keputusan daripadanya, dan selanjutnya yang menentukan cara pelaksaan putusan hakim itu.

14 Baca lebih lajut

HUKUM ACARA PERDATA

HUKUM ACARA PERDATA

Wirjono Prodjodikoro menyebutkan juga adat kebiasaan yang dianut oleh para hakim dalam melakukan pemeriksaan perkara perdata, sebagai sumber dari pada hukum acara perdata. Hukum acara perdata dimaksudkan untuk menjamin dilaksanakanya atau ditegakanya hukum perdata materiil, yang berarti mempertahankan tata hukum perdata, maka pada asasnya hukum acara perdata bersifat mengikat dan memaksa. Adat kebiasaan hakim yang tidak tertulis dalam melakukan pemeriksaan, tidak akan menjamin kepastian hukum.

Baca lebih lajut

Gugatan dalam Hukum Acara Perdata

Gugatan dalam Hukum Acara Perdata

Perkara gugatan merupakan perkara yang diajukan ke pengadilan yang didalamnya terdapat konflik atau sengketa yang meminta hakim untuk mengadili dan memutus siapa diantara pihak-pihak yang bersengketa atau berkonflik tersebut yang benar. Perkara gugatan disini termasuk dalam lingkup perkara perdata yang diatur tersendiri oleh hukum acara perdata. Seringkali pengertian gugatan disama artikan dengan permohonan oleh sebagian orang yang belum memahami secara menyeluruh mengenai hukum acara perdata. Pada dasarnya memang gugatan dan permohonan sama-sama perkara yang diajukan ke pengadilan dalam lingkup perdata, akan tetapi letak perbedaanya pada gugatan didalamnya terdapat sengeketa yang harus diselesaikan dan diputus oleh pengadilan sedangkan dalam permohonan tidak ada sengketa. Dalam makalah ini akan lebih lanjut dijelaskan mengenai perbedaan gugatan dan permohonan, akan tetapi yang menjadi pembahasan utama pada makalah ini adalah mengenai Surat Gugatan dan persyaratanya beserta persoal-persoalan yang mungkin timbul di dalam surat gugatan. 1.2. Rumusan masalah
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Asas Hukum Acara Perdata

Asas Hukum Acara Perdata

Prof. Dr. Wirjono Projodikoro, :hukum acara adalah rangkaian perturan-peraturan yang cara bagaimana orang harus bertindak di muka pengadilan dan cara bagaiamana pengadilan harus bgentindak satu sama lain untuk melaksanakan berjalannya peraturan-peraturan hukum perdata Prof. DR. Abdul Manan: hukum acara perdata merupakan hukum yang mengatur tentang tata cara mengajukan gugatan kepada pengadilan, bagaimana pihak tergugat mempertahankan diri dari gugatan penguggat, bagaimana para hakim bertindak dan bagaimana hakim memutuskan perkara dan melaksanakan putusan

5 Baca lebih lajut

Materi hk acara perdata

Materi hk acara perdata

Perkawinan, UU Pengadilan Agama, dll) dan peraturan hukum yang tidak tertulis berupa hukum adat yang hidup dalam masyarakat. Fungsi dari Hukum Perdata Formal adalah mempertahankan dan melaksanakan Hukum Perdata Materiil, artinya Hukum Perdata Materiil dipertahankan oleh alat-alat penegak hukum berdasarkan Hukum Acara Perdata ini.

3 Baca lebih lajut

HUKUM ACARA PERDATA 002

HUKUM ACARA PERDATA 002

• Hukum Acara Perdata (Haper) adalah sekumpulan peraturan yang mengatur tentang cara bagaimana seseorang bertindak terhadap negara atau badan-badan hukum begitu pula sebaliknya kalau seandainya hak dan kepentingan mereka terganggu, melalui suatu badan yang disebut badan peradilan sehingga terdapat tertib hukum (litigasi).

57 Baca lebih lajut

Hukum Acara Perdata 2badan hukum perdata  .pptx

Hukum Acara Perdata 2badan hukum perdata .pptx

1. Rangkaian peraturan peraturan yang memuat cara bagaimana orang harus bertindak terhadap dan di muka pengadilan serta cara bagaimana pengadilan itu harus bertindak satu sama lain untuk melaksanakan berjalannya peraturan peraturan hukum perdata (Wirjono Prodjodikoro, Hukum Acara Perdata di Indonesia,Bandung)

35 Baca lebih lajut

rangkuman Hukum acara perdata

rangkuman Hukum acara perdata

Objek hukum ialah segala sesuatu yang berada di dalam peraturan hukum dan dapat di manfaat kan oleh subjek hukum berdasar kan hak dan kewajiban yang dimilikinya atas objek hukum yang bersangkutan jadi objek hukum haruslah sesuatu yang pemanfaatab nya diatur oleh hukum contohnya :segala macam benda , hak atas sesuatu , dll. Yang cara memperolehnya harus berdasar kan hukum (umpama jula-beli , sewa-menyewa , waris – mewaris , perjanjian ).karena subjek hukum itu timbul atau ada sejak manusia di lahirkan . hapus nya subjek hukum kalau meninggal nya status bayi yang masih berada dalam kandungan .apabila kepentingan-kepentingan bayi yang dalam kandungan tersebut mengharuskan maka bayi tersebut keduduk kan nya sebagai subjek . contohnya : seorang suami istri yang ternyata istrinya mengandung tetapi bayi belu lahir suaminya meninggal (maka bayi ter sebut di sebut subek hukum ). Kalau bayi meninggal dianggap sudah tidak ada oleh hukum . pasal 119 HIR , maka harta suami istri merupakan harta kesatuan . bahwa di dalam hukum acara perdata istri tunduk kepada suami ibarat nya (satu kapal satu nahkoda).sehingga tindakan hukum seorang istri hanya bisa di wakili oleh suami nya , namun menurut undang-undang perkawinan (undang- undang 1974 pasal 32) bahwa hak suami istri sama bahwa istri bisa bisa melakukan perbuatan-perbuatan hukum dengan suami nya . contohnya : jual – beli .
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Hukum Acara Perdata

Hukum Acara Perdata

Hukum acara sering disebut juga hukum formal. Formal artinya bentuk atau cara, jadi hukum formal maksudnya hukum yang mengutamakan pada kebenaran bentuk atau kebenaran cara. Itulah sebabnya ber-Acara di muka pengadilan tidak cukup hanya tahu dengan materi hukum tetapi lebih dari itu, sebab ia terikat pada bentuk-bentuk atau cara-cara tertentu yang sudah diatur. Keterikatan kepada bentuk atau kepada cara ini, berlaku bagi pencari keadilan terutama, juga bagi pengadilan (maksudnya hakim-hakimnya) sehingga tidak bisa semuanya sendiri atau seenaknya. Oleh karena itu hukum acara perdata disebut sebagai hukum perdata formil, karena ia mengatur tentang proses penyelesaian perkara melalui Pengadilan sesuai dengan norma-norma yang telah ditentukan secara formal. 6 Hukum acara perdata termasuk
Baca lebih lanjut

50 Baca lebih lajut

HUKUM ACARA PERDATA 004

HUKUM ACARA PERDATA 004

Posita gugatan merupakan bentuk jamak dari positum yang dalam bahasa Indonesia disebut sebagai dalil gugatan. M. Yahya Harahap dalam bukunya Hukum Acara Perdata antara lain mengatakan bahwa posita gugatan merupakan istilah yang akrab digunakan dalam praktik peradilan dan disebut juga sebagai fundamentum petendi

2 Baca lebih lajut

Resume Hukum Acara Perdata

Resume Hukum Acara Perdata

sukarela. Aan maning dilakukan dengan melakukan panggilan terhadap pihak yang kalah dengan menentukan hari, tanggal dan jam persidangan dalam surat panggilan tersebut. Memberikan peringatan (Aan maning) dengan cara pertama tama melakukan siding insidentil yang dihadiri oleh Ketua Pengadilan, Panitera dan pihak yang kalah, kemudian memberikan peringatan atau tegoran supaya ia menjalankan putusan Hakim dalam waktu delapan hari, (3) membuat berita acara Aan maning dengan mencatat semua peristiwa yang terjadi di dalam sidang tersebut sebagai bukti othentik, bahwa Aan maning telah dilakukan dan berita acara ini merupakan landasan bagi perintah eksekusi yang akan dilaksanakan selanjutnya. Apabila pihak yang kalah tidak hadir dalam sidang Aan maning, dan ketidakhadirannya dapat dipertanggungjawabkan, maka ketidak hadirannya itu dapat dibenarkan dan pihak yang kalah itu harus dipanggil kembali untuk Aanmaning yang kedua kalinya. Jika ketidakhadiran pihak yang kalah setelah dipanggil secara resmi dan patut tidak dapat dipertanggungjawabkan, maka gugur haknya untuk dipanggil lagi, tidak perlu lagi proses sidang peringatan dan tidak ada tenggang masa peringatan. Secara ex officio Ketua Pengadilan dapat langsung mengeluarkan surat penetapan perintah eksekusi kepada Panitera/Jurusita.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

HUKUM ACARA PERDATA ANALISIS

HUKUM ACARA PERDATA ANALISIS

Menurut Thomas Aquinas bahwa keadilan berhubungan dengan “apa yang sepatutnyabagi orang lain menurut suatu kesamaan proposional”. Kemudian dia membagi keadilan menjadi keadilan distributif, keadilan komutatif dan keadilan legal (merupakan keadilan umum, yakni mengikuti undang-undang) (Hyronimus Rhiti, 2011: 243). Berdasarkan Putusan Mahkamah Agung dengan nomor putusan 371 K/Pdt.Sus/2010 tentang Perkara Perdata Khusus (Perselisihan Hubungan Industrial) Makamah Agung Menolak permohonan kasasi dan menyatakan putusan No. 137/G/2008/PHI.MDN Pengadilan Hubungan Industrial pada Pengadilan Negeri Medan mempunyai kekuatan hukum tetap merupakan keputusan yang memberikan rasa keadilan, karena PL yang telah bekerja kemudian mengalami kecelakaan yang mengakibatkan kecacatan secara permanen sehingga terjadi gangguan atau hambatan dalam menjalankan pekerjaan dan menjalani kehidupan sehari-hari layak mendapatkan santunan kecacatan dan santunan karena tidak mampu bekerja selama empat bulan yang mengakibatkan kebutuhan rumah tangganya tidak dapat terpenuhi dengan baik. Dalam hal ini PT.KB wajib memberikan santunan tersebut sebagai pengganti dari perubahan kemampuan karena keterbatasan yang timbul karena kecelakaan tersebut. Di samping itu pemberhentian bagi PL juga perlu diberikan haknya berupa pesangon mengingat bahwa dia akan kehilangan pekerjaan dan akan mengalami kesulitan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya ke depan Sehingga PL membutuhkan modal dan pilihan usaha yang dapat dia jalani dengan keterbatasan tersebut dimana hal ini tidak dapat dilakukan dalam jangka waktu pendek melainkan melalui proses panjang. Lebih jauh lagi terkait dengan masalah santunan dan pesangon telah diatur oleh Undang-Undang sehingga pemberian hak santunan dan pesangon atas diri PL tersebut adalah perwujudan keadilan legal.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

HUKUM ACARA PERDATA 005

HUKUM ACARA PERDATA 005

Untuk menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya, badan- badan peradilan memerlukan peraturan-peraturan hukum yang mengatur cara-cara bagaimana dan apakah yang akan terjadi jika norma-norma hukum yang telah diadakan tidak ditaati oleh masyarakat. Dibidang hukum ini dinamakan Hukum Acara atau Hukum Formal, yaitu rangkaian kaidah yang mengatur cara-cara bagaimana mengajukan sesuatu perkara kemuka suatu badan peradilan serta cara-cara hakim memberikan putusan. Dapat juga dikatakan suatu rangkaian peraturan hukum yang mengatur tentang cara-cara memelihara dan mempertahankan hukum materiil.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

REGLEMEN ACARA PERDATA RV

REGLEMEN ACARA PERDATA RV

Paling lama empat belas hari setelah pemberitahuan bantahan-balasan atau segera setelah tenggang waktu yang diberikan untuk itu lampau, hakimkomisaris, atas permohonan dari pihak yang pahng siap, memerintahkan agar para pihak datang menghadap padanya pada hari dan jam yang ditetapkan dalam surat perintah, untuk menelaskan tentang soal-soal yang disengketakan, dan, jika mungkin, untuk mencapai kesepakatan tentang hal itu. Bila para pihak tidak dapat memperoleh kata sepakat, hakim-komisaris membuat berita acara mengenai semuanya itu; ia menyampaikan laporannya kepada sidang pengadilan pada hari yang ia tetapkan, dan para pihak diharuskan hadir di situ tanpa pemleritahuan lebih lanjut, agar dapat menyampaikan kepentingan mereka secara lisan. (Rv. 774.)
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Hukum Acara Perdata Dalam Praktek

Hukum Acara Perdata Dalam Praktek

Dengan banyaknya perkara yang timbul akibat situasi tersebut disatu sisi memberikan banyak pekerjaan bagi para ahli hukum, salah satunya yang bergerak sebagai Pengacara litigasi. Namun untuk menjadi Pengacara yang tangguh dalam bidang perdata diperlukan pengalaman dan keahlian diantaranya adalah dalam membuat gugatan atau menganalisa suatu gugatan yang kemudian akan dituangkan dalam membuat suatu Gugatan atau Jawaban. Kadangkala walaupun pokok perkaranya benar namun bila cara membuat gugatannya tidak tepat atau keliru, maka hal itu akan membuat gugatan menjadi kandas ditengah jalan. Demikian pula dalam kasus tertentu bila tidak dapat memberikan analisa hukum yang tepat atau keliru sehingga dalam membuat Gugatan atau Jawabannya tidak sempurna atau keliru maka hal ini tentunya merugikan kepentingan klien. Untuk itu diperlukan pemantapan keahlian yang harus dimiliki sebelum terjun di bidang litigasi di Pengadilan.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

HUKUM ACARA PERDATA BAB I PENDAHULUAN - HUKUM ACARA PERDATA

HUKUM ACARA PERDATA BAB I PENDAHULUAN - HUKUM ACARA PERDATA

- Wirjono Projodikoro : rangkaian peraturan yang memuat cara bagaimana orang harus bertindak terhadap dan di muka pengadilan dan cara bagaimana pengadilan harus bertindak satu sama lain untuk melaksanakan berjalannya peraturan-peraturan hukum perdata

Baca lebih lajut

Hukum Acara Perdata 003

Hukum Acara Perdata 003

Jadi perbedaan dari gugatan dan permohonan adalah bahwa permohona itu tuntutan hak perdata yang didalam kepentingannya itu bukan suatu perkara sedangkan gugatan adalah surat yang diajukan oleh penggugat terhadap tergugat yang menuntut tuntutan hak yang yang didalamnya berisi suatu perkara. Alam gugatan inilah yang disebut dengan pengadilan yang sesungguhnya dan produk hokum yang dihasilkan adalah putusan hukum.

Baca lebih lajut

ACARA PERDATA FHUB

ACARA PERDATA FHUB

2. Haruslah dengan mengingat asas “ Cepat dan Murah” (Yurisprudensi MARI, tanggal 3 Desember 1974, Nomor 1043 K/ Sip/ 1971 jo. Pasal 4 ayat (2) UU No. 4 Tahun 2004 Tentang Kekuasaan Kehakiman, asas “sederhana, cepat dan biaya ringan” 3. Mengenai ketentuan hukum acara yang mengaturnya tidak ada

Baca lebih lajut

hukum acara perdata

hukum acara perdata

adversarial adalah lemah dan pasif. Tidak aktif mencari dan menemukan kebenaran di luar apa yang diajukan dan disampaikan para pihak dalam persidangan. Kedudukan hakim dalam proses perdata sesuai dengan sistem adversarial atau kontentiosa tidak boleh melangkah ke arah sistem inkuisitorial (inquisitorial system). Hak perdata dalam menjalankan fungsi mencari kebenaran, dihalangi oleh berbagai tembok pembatasan. Misalnya, tidak bebas memilih sesuatu apabila hakim dihadapkan dengan alat bukti yang sempurna dan mengikat (akta otentik, pengakuan atau sumpah). Dalam hal itu, sekalipun kebenarannya diragukan, hakim tidak mempunyai kebebasan untuk menilainya.
Baca lebih lanjut

32 Baca lebih lajut

Hukum Acara perdata HIR.PDF badan hukum perdata

Hukum Acara perdata HIR.PDF badan hukum perdata

Akan tetapi di zaman pendudukan Jepang, di mana H.I.R. berlaku sebagai hukum acara pidana bagi Pengadilan Negeri seluruhnya, maka. kedudukan para Jaksa memperoleh perubahan secara besar-besaran, oleh karena pada waktu itu para Assistent-Resident yang menjadi "majikan" para Jaksa sekaligus dihapuskan. Semua tugas pekerjaan Asisstent-Resident mengenai penuntutan perkara pidana seluruhnya diserahkan kepada Jaksa yang pada waktu itu berpangkat "Tiho Kensatsu Kijokuco". (Kepala Kejaksaan Pengadilan Negeri) dan berada di bawah perintah dan pengawasan "Kootoo Kensatsu Kijokuco" (Kepala Kejaksaan Tinggi); Sejak waktu itulah maka para Jaksa'. benar-benar menjadi pegawai Penuntut Umum (Openbaar Ministerie). Kemudian lebih tegas lagi dengan Osamu Seirei No.49 Kejaksaan dimasukkan ke dalam "Chianbu" (Departemen Keamanan), dan tugasnya ditentukan sebagai pegawai penyidik, pegawai penuntut dan
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...