acetylene dan formaldehyde

Top PDF acetylene dan formaldehyde:

PRARANCANGAN PABRIK BUTYNEDIOL DARI ACETYLENE DAN FORMALDEHYDE KAPASITAS 40.000 TON/TAHUN

PRARANCANGAN PABRIK BUTYNEDIOL DARI ACETYLENE DAN FORMALDEHYDE KAPASITAS 40.000 TON/TAHUN

Pertimbangan utama yang melatar belakangi berdirinya pabrik Butynediol ini, pada prinsipnya adalah sama dengan sektor-sektor lain yaitu untuk melakukan usaha yang secara sosial-ekonomi cukup menguntungkan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) online (http://www.bps.go.id/exim.php), impor Butynediol dari tahun 2001 ke tahun berikutnya mengalami peningkatan. Karena sifatnya yang prospektif dimasa yang akan datang, dalam pengertian memiliki potensi pasar, mudah memperoleh bahan baku, yakni acetylene dan formaldehyde, teknologi yang dibutuhkan dapat terpenuhi dan terdapatnya tenaga pelaksana, maka keuntungan dapat dicapai dengan adanya pendirian pabrik butynediol namun sifat prospektif ini akan terlaksana dengan kemampuan modal yang memadai.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Laporan Tugas Prarancangan Pabrik Prarancangan Pabrik Butynediol Dari Acetylene Dan Formaldehyde Kapasitas 60.000 Ton Per Tahun.

PENDAHULUAN Laporan Tugas Prarancangan Pabrik Prarancangan Pabrik Butynediol Dari Acetylene Dan Formaldehyde Kapasitas 60.000 Ton Per Tahun.

Bahan baku formaldehyde dicampur dengan katalis padat copper acetylide. Acetylene direaksikan dengan campuran antara formaldehyde dengan katalis untuk memproduksi butynediol pada suhu antara 100 – 130 o C, dan tekanan antara 2-7 atm. Dan harus diingat gas acetylene menembus atau melewati reaksi pencampuran untuk menjaga agar kerja katalis tidak terganggu. Jika acetylene yang diumpankan dalam reaktor berupa cairan maka akan mempengaruhi laju reaksi yang terjadi, karena katalis yang ada akan terlarut dalam acetylene cair tersebut dan tidak dapat tercampur menjadi larutan yang homogen melainkan akan menyebabkan hilangnya substansi dalam katalis, sehingga fungsi katalis untuk mempercepat laju reaksi akan hilang. Gas hasil rekasi dipisahkan antara katalis dan produknya, sehingga akan dihasilkan gas buang. Pemisahan hasil reaksi bekerja pada kondisi normal dan tekanan atmospheris sehingga acetylene yang tersisa dapat dibuang melalui gas buang tersebut. Produk butynediol akan diperoleh dari proses pemisahan ini. Produk lain dari proses pemisahan akan dipisahkan kembali untuk memperoleh produk samping berupa methanol (Moore, 1964).
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

LAPORAN TUGAS PRARANCANGAN PABRIK PRARANCANGAN PABRIK BUTYNEDIOL   Laporan Tugas Prarancangan Pabrik Prarancangan Pabrik Butynediol Dari Acetylene Dan Formaldehyde Kapasitas 60.000 Ton Per Tahun.

LAPORAN TUGAS PRARANCANGAN PABRIK PRARANCANGAN PABRIK BUTYNEDIOL Laporan Tugas Prarancangan Pabrik Prarancangan Pabrik Butynediol Dari Acetylene Dan Formaldehyde Kapasitas 60.000 Ton Per Tahun.

Dari analisis ekonomi, pabrik butynediol ini membutuhkan modal terdiri dari modal tetap dan modal kerja sebesar Rp 104,330,855,270.20. Keuntungan sebelum pajak sebesar Rp 43,968,906,196.56/th. Keuntungan sesudah pajak sebesar Rp 17,587,562,478.63/th. Analisis kelayakan ini memberikan hasil bahwa Percent Return On Investment (ROI) sebelum pajak sebesar 42,14% dan setelah pajak sebesar 16,86%. Pay Out Time (POT) sebelum pajak sebesar 1,9 tahun sedangkan setelah pajak sebesar 3,7 tahun. Break Even Point (BEP) sebesar 44,14% kapasitas, dan Shut Down Poin t (SDP) sebesar 28,00% kapasitas. Discounted Cash Flow Rate of Return (DCFRR) sebesar 37,06%. Berdasarkan data – data di atas maka pabrik butynediol dari acetylene dan formaldehyde cukup layak untuk didirikan.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

LAPORAN TUGAS AKHIR PRARANCANGAN PABRIK BUTYNEDIOL DARI ACETYLENE DAN FORMALDEHYDE KAPASITAS 50.000 TON / TAHUN.

LAPORAN TUGAS AKHIR PRARANCANGAN PABRIK BUTYNEDIOL DARI ACETYLENE DAN FORMALDEHYDE KAPASITAS 50.000 TON / TAHUN.

Pertimbangan utama yang melatarbelakangi berdirinya pabrik Butynediol ini, pada prinsipnya adalah sama dengan sektor-sektor lain yaitu untuk melakukan usaha yang secara sosial-ekonomi cukup menguntungkan. Karena sifatnya yang prospektif dimasa yang akan datang, dalam pengertian potensi pasar, mudah diperoleh bahan baku, yakni Acetylene dan Formaldehyde, teknologi yang dibutuhkan dapat terpenuhi dan terdapatnya tenaga pelaksana, maka keuntungan dapat dicapai dengan adanya pendirian

19 Baca lebih lajut

LAPORAN TUGAS PRARANCANGAN PABRIK PRARANCANGAN PABRIK BUTYNEDIOL   Laporan Tugas Prarancangan Pabrik Prarancangan Pabrik Butynediol Dari Acetylene Dan Formaldehyde Kapasitas 60.000 Ton Per Tahun.

LAPORAN TUGAS PRARANCANGAN PABRIK PRARANCANGAN PABRIK BUTYNEDIOL Laporan Tugas Prarancangan Pabrik Prarancangan Pabrik Butynediol Dari Acetylene Dan Formaldehyde Kapasitas 60.000 Ton Per Tahun.

Pabrik butynediol dari acetylene dan formaldehyde dirancang dengan kapasitas 60.000 ton/tahun. Pabrik beroperasi kontinyu selama 330 hari per tahun. Proses pembuatan butynediol dijalankan dalam reaktor fixed bed single tube , irreversible , dengan kondisi operasi berlangsung pada range suhu 100-130

15 Baca lebih lajut

PRARANCANGAN PABRIK BUTYNEDIOL DARI ACETYLENE DAN FORMALDEHYDE KAPASITAS 40.000 TON/TAHUN

PRARANCANGAN PABRIK BUTYNEDIOL DARI ACETYLENE DAN FORMALDEHYDE KAPASITAS 40.000 TON/TAHUN

Pertimbangan utama yang melatar belakangi berdirinya pabrik Butynediol ini, pada prinsipnya adalah sama dengan sektor-sektor lain yaitu untuk melakukan usaha yang secara sosial-ekonomi cukup menguntungkan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) online (http://www.bps.go.id/exim.php), impor Butynediol dari tahun 2001 ke tahun berikutnya mengalami peningkatan. Karena sifatnya yang prospektif dimasa yang akan datang, dalam pengertian memiliki potensi pasar, mudah memperoleh bahan baku, yakni acetylene dan formaldehyde, teknologi yang dibutuhkan dapat terpenuhi dan terdapatnya tenaga pelaksana, maka keuntungan dapat dicapai dengan adanya pendirian pabrik butynediol namun sifat prospektif ini akan terlaksana dengan kemampuan modal yang memadai.
Baca lebih lanjut

112 Baca lebih lajut

PRARANCANGAN PABRIK BUTYNEDIOL DARI ACETYLENE DAN FORMALDEHYDE KAPASITAS 40.000 TON/TAHUN

PRARANCANGAN PABRIK BUTYNEDIOL DARI ACETYLENE DAN FORMALDEHYDE KAPASITAS 40.000 TON/TAHUN

Pabrik direncanakan memproduksi butynediol sebanyak 40.000 ton/tahun, dengan waktu operasi 24 jam/hari, 330 hari/tahun. Bahan baku yang digunakan adalah acetylene sebanyak 1.860,7052 kg/jam dan formaldehyde sebanyak 2.981,5789 kg/jam.

11 Baca lebih lajut

PRARANCANGAN PABRIK BUTYNEDIOL DARI ACETYLENE DAN FORMALDEHYDE KAPASITAS 40.000 TON/TAHUN

PRARANCANGAN PABRIK BUTYNEDIOL DARI ACETYLENE DAN FORMALDEHYDE KAPASITAS 40.000 TON/TAHUN

Pertimbangan utama yang melatar belakangi berdirinya pabrik Butynediol ini, pada prinsipnya adalah sama dengan sektor-sektor lain yaitu untuk melakukan usaha yang secara sosial-ekonomi cukup menguntungkan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) online (http://www.bps.go.id/exim.php), impor Butynediol dari tahun 2001 ke tahun berikutnya mengalami peningkatan. Karena sifatnya yang prospektif dimasa yang akan datang, dalam pengertian memiliki potensi pasar, mudah memperoleh bahan baku, yakni acetylene dan formaldehyde, teknologi yang dibutuhkan dapat terpenuhi dan terdapatnya tenaga pelaksana, maka keuntungan dapat dicapai dengan adanya pendirian pabrik butynediol namun sifat prospektif ini akan terlaksana dengan kemampuan modal yang memadai.
Baca lebih lanjut

193 Baca lebih lajut

PRARANCANGAN PABRIK BUTYNEDIOL DARI ACETYLENE DAN FORMALDEHYDE KAPASITAS 45.000 TON / TAHUN.

PRARANCANGAN PABRIK BUTYNEDIOL DARI ACETYLENE DAN FORMALDEHYDE KAPASITAS 45.000 TON / TAHUN.

terlarut dalam Acetylene cair tersebut dan tidak dapat tercampur menjadi larutan yang homogen melainkan akan menyebabkan hilangnya substansi dalam katalis, sehingga fungsi katalis untuk mempercepat laju reaksi akan hilang. Pemisahan hasil reaksi bekerja pada kondisi normal sehingga gas yang tersisa dapat langsung dibuang menjadi gas buang. Produk Butynediol akan diperoleh dari proses pemisahan ini. Produk lain dari proses pemisahan akan dipisahkan kembali untuk memperoleh produk samping berupa methanol.

19 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Prarancangan Pabrik Butinediol Dari Asetilen Dan Formaldehid Kapasitas 55.000 Ton Per Tahun.

PENDAHULUAN Prarancangan Pabrik Butinediol Dari Asetilen Dan Formaldehid Kapasitas 55.000 Ton Per Tahun.

Pertimbangan utama yang melatarbelakangi berdirinya pabrik butynediol ini, pada prinsipnya adalah sama dengan sektor-sektor lain yaitu untuk melakukan usaha yang secara sosial ekonomi cukup menguntungkan. Karena sifatnya yang prospektif di masa yang akan datang, dalam pengertian potensi pasar, mudah diperoleh bahan baku, yakni acetylene dan formaldehyde, teknologi yang dibutuhkan dapat terpenuhi dan terdapatnya tenaga pelaksana, maka keuntungan dapat dicapai dengan adanya pendirian

16 Baca lebih lajut

PABRIK FORMALDEHYDE DARI METANOL DAN UDARA DENGAN PROSES HALDOR TOPSOE (MIXED OXIDE CATALYST

PABRIK FORMALDEHYDE DARI METANOL DAN UDARA DENGAN PROSES HALDOR TOPSOE (MIXED OXIDE CATALYST

Formaldehyde is a finished and intermediate compound that can be used in various industrial and consumer applications. Formaldehyde is widely used by the textile, leather, and dye industries. The production process is done using haldor topsoe (mixed oxide catalyst) process. Formaldehyde factory with capacity of 70.000 ton/year for 24 hour/day will be established industrial area in Bontang, East Kalimantan in year 2021 with consideration of easy access of raw material and product distribution. The raw materials used are methanol and air. The production process of formaldehyde is divided into three stages. The first stage is the raw material pretreatment stage which aims to convert all raw materials in the vapor phase and heat up to the reactor preparation temperature. The second stage is the product formation stage with methanol and air raw materials with iron and molybdenum catalysts occurring at 340°C at shell and tube reactors with a mole ratio of methanol and air of 1: 2,8. The reaction takes place in the vapor phase and is exothermic and thus requires a coolant to maintain the reactor temperature conditions for the catalyst to work perfectly. The third stage is the purification step of the product which aims to separate O 2 , N 2 , CO 2 , CO rom the
Baca lebih lanjut

243 Baca lebih lajut

Buku SMK Teknologi dan Rekayasa - Teknik Bodi Otomotif - Jilid 2.pdf

Buku SMK Teknologi dan Rekayasa - Teknik Bodi Otomotif - Jilid 2.pdf

Oksigen diperlukan untuk setiap proses pembakaran, termasuk juga pada las oxy-acetylene. Oksigen murni digunakan agar pembakaran berlangsung cepat, sempurna dan gas yang dihasilkan lebih terkontrol sehingga tidak mempengaruhi kualitas lasan. Pembakaran yang cepat dan sempurna akan menghasilkan suhu maksimum sehingga pengelasan berlangsung cepat. Unsur-unsur dalam udara tersebut dipisahkan berdasarkan perbedaan titik didihnya. Misal udara mendidih pada suhu 182,77 o C. Udara yang sudah dipisahkan disimpan pada suhu 195,55 o C. Pemisahan udara tidak saja menghasilkan oksigen, tetapi juga beberapa gas lain yang diperlukan pada proses pengelasan lain yaitu : karbon dioksida, argon, dan helium. Gas tersebut dipakai untuk gas pelindung pada las busur elektroda tidak terbungkus.
Baca lebih lanjut

209 Baca lebih lajut

smk11 TeknikBodiOtomotif Gunadi

smk11 TeknikBodiOtomotif Gunadi

Oksigen diperlukan untuk setiap proses pembakaran, termasuk juga pada las oxy-acetylene. Oksigen murni digunakan agar pembakaran berlangsung cepat, sempurna dan gas yang dihasilkan lebih terkontrol sehingga tidak mempengaruhi kualitas lasan. Pembakaran yang cepat dan sempurna akan menghasilkan suhu maksimum sehingga pengelasan berlangsung cepat. Unsur-unsur dalam udara tersebut dipisahkan berdasarkan perbedaan titik didihnya. Misal udara mendidih pada suhu 182,77 o C. Udara yang sudah dipisahkan disimpan pada suhu 195,55 o C. Pemisahan udara tidak saja menghasilkan oksigen, tetapi juga beberapa gas lain yang diperlukan pada proses pengelasan lain yaitu : karbon dioksida, argon, dan helium. Gas tersebut dipakai untuk gas pelindung pada las busur elektroda tidak terbungkus.
Baca lebih lanjut

224 Baca lebih lajut

Teknik Bodi Otomotif Jilid 2

Teknik Bodi Otomotif Jilid 2

pembakaran) adalah karbon dioksida dan zat air, yang merupakan gas atau zat yang tidak berbahaya bagi pengelas dan juga tidak reaktif terhadap benda kerja. Beberapa gas lain yang telah disebut di atas secara prinsip dapat dipakai sebagai bahan bakar las gas, namun panasnya lebih rendah dari acetylene sehingga lebih sesuai digunakan untuk pemanasan awal, akhir ataupun pemotong Oxy-gas; namun gas-gas tersebut belakangan ini sudah sangat jarang digunakan.

34 Baca lebih lajut

PENGARUH VIDEO TUTORIAL TERHADAP PRESTASI BELAJAR PRAKTIK LAS OXY ACETYLENE SISWA KELAS X di SMK MUHAMMADIYAH PRAMBANAN.

PENGARUH VIDEO TUTORIAL TERHADAP PRESTASI BELAJAR PRAKTIK LAS OXY ACETYLENE SISWA KELAS X di SMK MUHAMMADIYAH PRAMBANAN.

Penelitian ini menggunakan metode penelitian Quasi Experimental Design dengan pendekatan nonequivalent control group design, karena penelitian ini bermaksud ingin memperbaiki prestasi belajar dari keadaan yang sebenarnya mengenai pengaruh video tutorial terhadap prestasi belajar praktik las oxy-acetylene. Penelitian ini subjek diambil dari populasi tertentu dan dilakukan pretest kemudian dikenai treatment, subjek tersebut diberikan posttest untuk mengukur hasil belajar pada kelompok tersebut. Evaluasi yang diberikan mengandung bobot yang sama. Perbedaan antara hasil pretest dengan posttest tersebut menunjukkan hasil dari perlakuan yang telah diberikan. Penelitian Quasi Experimental Design mempunyai kelompok kontrol tetapi tidak dapat berfungsi sepenuhnya untuk mengontrol variable-variabel luar yang mempengaruhi pelaksanaan eksperimen (Sugiyono 2013:77). Adapun diagram desain Non Equivalent Control Group Design adalah sebagai berikut:
Baca lebih lanjut

147 Baca lebih lajut

STUDI KUALITAS REPAIR WELDING MENGGUNAKAN METODE OXY - ACETYLENE DENGAN PWHT PADA CAST WHEEL ALUMINIUM.

STUDI KUALITAS REPAIR WELDING MENGGUNAKAN METODE OXY - ACETYLENE DENGAN PWHT PADA CAST WHEEL ALUMINIUM.

Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa komposisi kimia cast wheel aluminium termasuk paduan Al-Si karena unsur Si merupakan paduan terbesar yaitu 4,61%. Pada struktur mikro pada logam induk butiran-butiran Si tersebar merata pada permukaan Al. Nilai kekerasan spesimen raw material lebih tinggi dibandingkan spesimen hasil las oxy-acetylene. Nilai rata- rata kekerasan raw material yaitu 42,69 BHN sedangkan nilai rata-rata hasil las oxy-acetylene 34,34 BHN. Untuk nilai rata-rata spesimen hasil las oxy-acetylene pada daerah HAZ yaitu 31,81 BHN. Hasil rata-rata uji impak pada raw material yaitu 0,092 J/mm² sedangkan hasil spesimen las oxy-acetylene harga rata-rata impak yaitu 0,078 J/mm². Post-weld heat treatment (PWHT) berpengaruh terhadap sifat mekanik dan strukutr mikro ditandai dengan perubahan struktur mikro yang hampir sama antara daerah lasan, HAZ, dan logam induk setelah proses PWHT. Kata kunci: Las oxy-acetylene, paduan aluminium, cast wheels aluminum ,
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

PERILAKU MEKANIS BETON MUTU TINGGI DENGAN VARIASI PENGGUNAAN SUPERPLASTICIZER.

PERILAKU MEKANIS BETON MUTU TINGGI DENGAN VARIASI PENGGUNAAN SUPERPLASTICIZER.

Di pasaran, khususnya daerah Denpasar - Bali terdapat beberapa jenis admixture beton berupa superplasticizer yang memiliki kelebihan masing-masing produknya. Untuk mengetahui kinerja dari masing-masing superplasticizer tersebut maka dilakukan pengujian kepada masing- masing produk superplasticizer tersebut, dimana pengujian meliputi nilai slump (workability), kuat tekan beton dan kuat tarik belah beton. Pada penelitian ini digunakan superplasticizer jenis Napthalene Formaldehyde Sulphonate (NFS) dan Aqueous Solution Of Modified Polycarboxylate Copolymers (ASOMPC), dengan rencana mutu beton 60 MPa pada umur 28 hari.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Efektifitas Pemakaian Bahan Praktik OAW

Efektifitas Pemakaian Bahan Praktik OAW

Penelitian ini akan mempelajari jumlah penggunaan bahan yang efektif untuk menghasilkan ketrampilan Praktik Oxy Acetylene Welding (OAW) mahasiswa yang sesuai standar kelulusan Jurusan Pendidikan Teknik Mesin, sehingga tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: 1) Kualitas hasil praktik las OAW mahasiswa Jurusan Pendidikan Teknik Mesin yang memenuhi standar kelulusan (JPTM), dan 2) Efektivitas penggunaan bahan untuk menghasilkan hasil praktik las OAW mahasiswa yang memenuhi standar kelulusan JPTM

2 Baca lebih lajut

Prarancangan pabrik vinyl acetate dari acetylene dan acetic acid kapasitas 80.000 ton/tahun AWAL

Prarancangan pabrik vinyl acetate dari acetylene dan acetic acid kapasitas 80.000 ton/tahun AWAL

Pabrik vinyl acetate ini dirancang dengan kapasitas 80.000 ton/tahun. Bahan baku yang digunakan adalah acetylene 99,5 % mol sebanyak 117.840,9344 ton/tahun dan acetic acid 99,8% wt sebanyak 62.041,4116 ton/tahun. Dengan yield terhadap sebesar 90 %. Produk yang dihasilkan berupa vinyl acetate 99,86 % wt dan sebanyak 80.000 ton/tahun.

11 Baca lebih lajut

Sifat Fisis dan Mekanis Papan Partikel Jerami dengan Variasi Kadar Perekat Urea Formaldehyde dan Isocyanate

Sifat Fisis dan Mekanis Papan Partikel Jerami dengan Variasi Kadar Perekat Urea Formaldehyde dan Isocyanate

Kebutuhan bahan baku kayu sebagai penggunaan struktural maupun non- struktural dari hari ke hari semakin menunjukkan peningkatan. Berdasarkan Statistik Direktorat Jenderal Bina Produksi Kehutanan Tahun 2008, dapat diketahui bahwa realisasi pemenuhan bahan baku industri primer hasil hutan kayu per bulan Juni 2008, untuk kayu bulat tahun 2008 sebesar 46.403.598,76 m 3 , sedangkan realisasinya tahun 2008 sebesar 36.268.586,25 m 3 . Dengan kurangnya pemenuhan bahan baku kayu bulat maka industri harus mengurangi kebutuhan bahan bakunya. Industri yang dapat mengganti kayu bulat sebagai bahan baku adalah industri yang dapat memanfaatkan kayu dengan beragam ukuran, misalnya industri papan partikel. Industri papan partikel dapat beralih menggunakan bahan berlignoselulosa lain sebagai pengganti kayu. Alternatif pengganti kayu yang dapat dikembangkan salah satunya adalah jerami. Selama ini, jerami digunakan untuk bahan pembersih atau juga kerajinan tangan, namun masih banyak yang akhirnya hanya dibakar atau jadi bahan pakan ternak. Isroi (2008) menyatakan produksi jerami padi sebesar 15 ton/ha. Pada penelitian ini dilakukan pembuatan suatu produk papan partikel jerami dengan menggunakan perekat urea formaldehyde (UF) dan isocyanate yang belum banyak ditemukan penelitiannya.
Baca lebih lanjut

102 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...