adat dan budaya

Top PDF adat dan budaya:

ADAT DAN BUDAYA KAUM MURUT

ADAT DAN BUDAYA KAUM MURUT

Kaum Murut menetap di pedalaman dan kawasan tenggara Sabah dan merupakan kaum yang ketiga terbesar di Sabah. Salah satu etnik yang ada di negeri Sabah adalah suku kaum Murut yang kaya dengan budayanya. Mereka biasanya tinggal di daerah Tenom, Pensiangan dan Keningau. Kaum Murut juga terbahagi kepada Murut Tahol atau Tagol, Tidung, Timugon, Sembakung, Paluan, Bookan, Kalabakan, dan Murut Serundung. Dimana Kaum Murut mewakili sebanyak 2.9% daripada penduduk di Sabah iaitu lebih kurang 50,000 orang. Suku kaum Murut juga terdapat di Brunei, Sarawak dan sempadan Kalimantan. Kaum Murut mempunyai bahasa tersendiri yang berbeza dengan suku kaum Murut yang lain. Secara uniknya, kaum Murut tinggal di rumah tradisi mereka iaitu rumah panjang dan hidup harmoni dalam keluarga yang besar yang berhampiran dengan kawasan sungai. Mereka tinggal di dalam rumah panjang yang menempatkan 10 hingga 20 keluarga. Suku kaum Murut juga dikenali melalui budaya dan kesenian yang telah mereka warisi turun-temurun. Misalnya, suku kaum Murut amat terkenal dengan motif dan pakaian tradisinya. Selain itu, kaum Murut pakar dalam berburu dan masih mengamalkan tradisi bertatu seperti kaum Iban di Sarawak tetapi tradisi ini semakin kurang di lakukan oleh generasi muda suku kaum ini. Kebanyakan kaum Murut ialah petani, pemburu, dan penangkap ikan di sungai. Selain itu , mereka juga menjalankan pemungutan hasil hutan seperti rotan, damar dan madu lebah . Adat upacara perkahwinan bagi kaum Murut juga sangat unik dan menjadi adat turun-temurun dalam perkahwinan iaitu adat ‘barian sampai mati’. Selain daripada itu, dahulu mereka mempercayai amalan anismisme iaitu setiap pokok, batu, sungai dan bukit mempunyai roh sendiri. Kini, kebanyakan suku kaum Murut majoritinya beragama kristian. Kaum Murut meraihkan Perayaan Pesta Kalimaran. Pesta Kalimaran ialah pesta sama seperti kaum KadazanDusun yang menyambut Pesta Kaamatan. Ia disambut selepas mereka menuai padi. Sehubungan itu, suku kaum Murut juga terkenal dengan tarian tradisional iaitu Tarian Lansaran dan Tarian Mangunatip.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

GELAR BUDAYA KOMUNITAS ADAT DI MAKASSAR

GELAR BUDAYA KOMUNITAS ADAT DI MAKASSAR

Keterpurukan yang dialami bangsa Indonesia saat ini d isebabkan karena termarjinalkannya institusi lokal dan tergerusnya nilai dan norm a yang selama i n i d ij u njung tinggi. Euforia reformasi telah memacu orang untuk bertindak mau menang sendiri, mengabaikan adat dan sopan santu n . Budaya sipakata u dan sipakal/abirri (budaya saling menghargai dan menghormati) telah diabaikan untuk mengejar ambisi pribadi maupun kepentingan kelompok dan golongan. Hal ini mendorong lebih dikedepankannya kepentingan jangka pendek daripada kepentingan jangka panjang untuk perbaikan nasib bangsa. Pad a konteks yang ekstrim, hal i n i memicu terjadinya gejala disintegrasi pada lingkunga n kekerabatan , masyarakat, maupun konteks berbangsa. Pada kalangan orang Makassar dikenal nomenkelatur Ada ' Biasana Buttaya yang biasa diungkapkan sebagai berikut: "/a nanigesarak Ada ' biasana buttaya, tammattikno nipaya, tanai tommijukuka, anyya ' la tommi asea" Uika adat kebiasaan negeri dila nggar (makaO n i ra tidak lagi menetes, ikanpun tidak lagi muncul dipermu kaan air, padipun tidak lagi berbuah). Hal ini menjadi bahan perenungan, mengapa I ndonesia yang dahulu dikenang sebagai "negeri u ntaian zamrud khatulistiwa atau gemah ripah /oh jinawi telah berubah wajah menjad i negara yang tidak pernah sepi dari konfl i k dan hura-hura, terus dirundung kelapara n dan dila nda bencana a lam yang tidak pernah berhenti sehingga banyak pihak tel ah mengkategorikan rangkaian kejadian tersebut sebagai azab dan laknat dari Allah SWT karena manusia I ndonesia terlalu sering lalai dan sombong. Disadari atau tidak, negara i n i telah mengalami mismanajemen (salah a rus) sehingga beroperasi jauh di bawah kapasitas terpasang yang sesungguhnya. Tindak penyelewenga n dan korupsi telah menggerogoti energi bangsa terutama sumberdaya a lam dan sumberdaya sosial yang seharusnya dapat optimalkan u ntuk kemajuan negara dan bangsa I ndonesia. Karena itu, tidak ada pilihan lain kecuali mengembalikan segalanya secara proporsional, sebagaimana ungkapan "Punna pangngadakang, taena erokku, taena kulfeku. Ada ' kaji tojeng, iaji nanrang tatappuk, ta-la rang bawang manna bosi na barak". Segenap elemen bangsa Indonesia tidak dapat berbuat yang lain, selai n mengembalika n pada nilai dan norma adat, karena hanya "adatlah yang benar", adat adalah ta li Uangkar) yang tidak dapat putus meskipun tu run hujan dan badai. Jati diri bangsa yang sejati nya bera kar pada budaya luhur menjadi pedoman dan pegangan dalam menghadapi turbulensi perubahan global.
Baca lebih lanjut

142 Baca lebih lajut

Perancangan Buku Fotografi Budaya Adat Pengantin Madura | Tjahjono | Jurnal DKV Adiwarna 623 1119 1 SM

Perancangan Buku Fotografi Budaya Adat Pengantin Madura | Tjahjono | Jurnal DKV Adiwarna 623 1119 1 SM

Tetapi pada jaman sekarang budaya adat pengantin Madura yang benar-benar tradisional sudah hampir tidak ada. Seperti yang resepsinya digelar selama 3 malam sudah jarang ditemukan. Sekarang resepsinya hanya dilakukan sehari saja dan tetap melalui prosesi yang panjang dan tradisional, seperti pada pakaian pernikahan ganti sampai 7 pakaian. Dan budaya adat pengantin Madura jaman sekarang ini banyak dipengaruhi oleh budaya Jawa. Seperti kain batik dan dekorasi juga banyak yang mengikuti adat Jawa. Seperti yang berada di Desa Kwanyar, Bangkalan dan kota Sumenep. Karena pada waktu melakukan survey ke Madura, yang akan melakukan prosesi pernikahan dalam waktu dekat ini berada di daerah Bangkalan dan Sumenep. Setiap daerah di Madura memiliki ciri khas yang berbeda-beda walaupun tetap sama menggunakan adat Madura.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

TRADISI DAN BUDAYA PERNIKAHAN ADAT DESA

TRADISI DAN BUDAYA PERNIKAHAN ADAT DESA

Di era globalisasi sekarang ini, budaya dan adat istiadat di Indonesia yang masih terjaga kemurniannya sangatlah sulit untuk ditemukan. Karena semakin meningkatnya proses asimilasi dan amalgamasi serta mudahnya budaya luar (Barat) masuk ke Indonesia yang dengan mudah diserap oleh bangsa kita sendiri. Budaya asli Indonesia makin tergerus oleh zaman dan perlahan ditinggalkan oleh para penduduk adat tersebut. Oleh karena itu, jika kita menemukan masyarakat adat di sekitar kita yang masih menjunjung tinggi adat istiadat leluhurnya maka kita dianjurkan untuk menjaga kelestarian dan kemurnian adat istiadat yang masih melekat pada suatu komunitas tersebut.
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

AKULTURASI BUDAYA LOKAL DAN BUDAYA ISLAM DALAM ADAT PERNIKAHAN MASYARAKAT DESA KALADI KECAMATAN SULI BARAT KABUPATEN LUWU

AKULTURASI BUDAYA LOKAL DAN BUDAYA ISLAM DALAM ADAT PERNIKAHAN MASYARAKAT DESA KALADI KECAMATAN SULI BARAT KABUPATEN LUWU

Salah satu masyarakat Indonesia yang memiliki kekayaan budaya yang menarik adalah masyarakat Sulawesi Selatan, budaya lokal di wilayah Sulawesi Selatan sampai sekarang ini masih dilestarikan sebagai warisan nenek moyang yang diwariskan secara turun-temurun agar tetap dijaga sebagai bentuk penghargaannya kepada warisan leluhur. Warisan leluhur biasanya berupa tradisi, adat-istiadat dan kebiasaan. Tradisi lebih berorientasi kepada kepercayaan dan kegiatan ritual yang berkembang dan mengakar dimasyarakat menjadi sebuah kebudayaan. Budaya dalam arti etimologis adalah segala sesuatu yang dihasilkan oleh kekuatan budi manusia. yang merupakan hasil cipta, karsa, dan rasa suatu masyarakat yang terwujud dalam tingkah laku dan hasil tingkah laku yang didapatkan melalui peroses pembelajaran. Kebudayaan merupakan pemahaman perasaan tentang ilmu pengetahuan, kepercayaan, seni, moral, hukum, adat istiadat, atau kebiasaan yang diperoleh dari sekelompok masyarakat. 1
Baca lebih lanjut

80 Baca lebih lajut

penelitian tentang adat budaya toraja

penelitian tentang adat budaya toraja

keluarga-keluarga paling berpengaruh dan terkaya disitu yang mendirikan Tongkonan (rumah adat Tator) beserta belasan lumbung padinya. Setiap Tongkonan satu keluarga besar dihiasi oleh puluhan tanduk kerbau yg dipakai untuk menjelaskan status sosial dalam strata masyarakat adat. Tongkonan itulah yang menjadi atraksi budaya dan menjadi obyek foto ratusan turis yang mendatangi tator.

47 Baca lebih lajut

Geografi Adat istiadat Budaya Desa Paker

Geografi Adat istiadat Budaya Desa Paker

Dapat dikemukakan bahwa desa pakeraman merupakan organisasi masyarakat Hindu Bali yang berdasarkan kesatuan wilayah tempat tinggal bersama dan spiritual keagamaan yang paling mendasar bagi pola hubungan dan pola interaksi sosial masyarakat Bali. Sebagai suatu masyarakat hukum, desa adat atau desa pakeraman memiliki tata hukum sendiri yang bersendikan pada adat- istiadat (dresta) setempat. Tatanan hukum yang lazim berlaku di desa adat atau desa pakeraman disebut awig-awig. Selain awig-awig suatu desa adat terkadang juga memiliki budaya, tradisi serta suatu tempat wisatanya sendiri. Contohnya Desa Pakeraman Renon. Dalam paper kali ini akan membahas tentang geografi, adat-istiadat, budaya, tradisi, serta tempat wisawa Desa Pakeraman Renon.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

Adat dan Budaya Masyarakat Tenganan

Adat dan Budaya Masyarakat Tenganan

Perbedaan faktor budaya, sangat terlihat jelas antara Desa Bali aga dan Desa Apanaga karena pada umunya Desa Bali Aga terletak di daerah-daerah pegunungan yang sangat jauh dengan hirup-pikuk perkembangan kehidupan, seperti di Karangasem, yaitu Desa Tenganan. Unsur kebudayaan pada daerah ini masih terasa kental karena menarik, unik, dan berbeda dengan daerah Bali lainnya. Kebudayaan yang dimaksud adalah unsur budaya kesenian. Depdiknas (2006: 5) menyatakan, kesenian merupakan bagian dari budaya dan merupakan sarana yang digunakan untuk mengekspresikan rasa keindahan dari dalam jiwa manusia.Kesenian yang ada di Desa Tenganan mempunyai cirri khas tersendiri karena pada umumnya Desa Bali Aga tidak terlalu kaku untuk menerima perubahan tetapi mereka tetap menjujung tinggi tradisi turun-temurun nenek moyang dan leluhur masing-masing.
Baca lebih lanjut

39 Baca lebih lajut

PENGERTIAN ADAT DAN BUDAYA kelahiran bayi

PENGERTIAN ADAT DAN BUDAYA kelahiran bayi

Pengurusan sisa buangan yang tidak sistematik –longgokan sampah di tapak pelupusan sampah menyebabkan terhasilnya sisa toksik yang seterusnya akan mengalir ke sungai dan sumber air bers[r]

2 Baca lebih lajut

ADAT DAN BUDAYA SUKU DANI

ADAT DAN BUDAYA SUKU DANI

Suku ini sangat menghormati nenek moyangnya denganpenghormatan mereka biasanya dilakukan melalui upacara pesta babi.Bahasa Dani terdiri dari 3 sub keluarga bahasa, yaitu:- Sub keluarga W[r]

1 Baca lebih lajut

adat dan budaya kelahiran Bayi

adat dan budaya kelahiran Bayi

Kelahiran adalah proses akhir dari suatu kehamilan seorang ibu yakni menghasilkan seorang bayi yang selama ini dia kandung. Dalam istilah jawa biasanya kelahiran ini biasa di sebut dengan kata “Babaran/mbabar” yang dapat diartikan sebagai sudah selesai atau sudah menghasilkan dalam wujud yang sempurna. Di jawa sendiri ada banyak sekali tradisi dan adat istiadat dalam rangka untuk menyambut akan kelahiran bayi, juga sebagai ucapan syukur kepada tuhan yang maha esa yang telah memberikan anugerah berupa momongan dalam sebuah keluarga.
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

Upacara Adat Sebagai Wahana Ketahanan Budaya

Upacara Adat Sebagai Wahana Ketahanan Budaya

SUMARNO. Lahir di Klaten, 20 Januari 1966. Menyelesaikan pendidikan S1 di Fakultas Sastra, Jurusan Bahasa dan Sastra Daerah, Universitas Sebelas Maret Surakarta lulus tahun 1991. Beralamat rumah di Jl. Madyataman I no. 38 Surakarta, Jawa Tengah. Kantor di BPNP Yogyakarta Jl. Brigjen Katamso 139 Yogyakarta. Sejak tahun 1992 bekerja sebagai PNS peneliti di Balai Pelestarian Nilai Budaya Yogyakarta sampai sekarang. Hasil karya ilmih yang telah diterbitkan antara lain: “Karakter Seorang Pemimpin: Suatu Kajian terhadap Serat Wulang Dalem I.S. Paku Buwana IX,” Buletin Patrawidya, (1997); “Nilai Didaktik dan Kritik Sosial dalam Serat Margawirya.” Buletin Patrwidya, (2000); “Kedudukan Keris dalam Budaya Jawa; Suatu Kajian terhadap Serat Sarandhuning Dhuwung,” Buletin Patrawidya(2002); “Peranan Tari Gandrung Banyuwangi Pada Masa Kini,” Buletin Patrawidya (2002); “Makam Sunan Ampel di Surabaya: Tanggapan dan Motivasi Peziarah,” Buletin Patrawidya (2004), “Tradisi Nyadar di Madura,” Buletin Patrawidya (2004); “Apresiasi Budaya dari Cerita Rakyat yang Hidup di Kalangan Masyarakat Tengger,” Buletin Patrawidya (2006); “Pendidikan Seks dalam Sastra Jawa (Studi terhadap Serat Kadis Saresmi),” Buletin Patrawidya (2009); “Ajaran Kesempurnaan Hidup dalam Serat Basuki lan Raharja,” Buletin Patrawidya (2011), “Motif Batik dan Cara Berpakaian di Kraton Surakarta: Studi terhadap Serat Katrangan Bab Kampuhan,”Buletin Patrawidya (2012); “Jabatan dan Tugas dalam Pemerintahan di Kraton Surakarta: Studi Serat Wadu Aji,” Buletin Patrawidya (2013). Penelitian tim yang dilakukan: “Pemahaman Masyarakat terhadap Daerah Rawan Ekologi (Di Kabupaten Sragen dan Kabupaten Bojonegoro),” Balai Pelestarian Sejarah dan Nilai Tradisional Yogyakarta. (2012), Revitalisasi dan Kesenian Sintren di Kota dan Kabupaten Pekalongan, Balai Pelestarian Nilai Budaya Yogyakarta bekerja sama dengan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gajah Mada (2012).
Baca lebih lanjut

113 Baca lebih lajut

SENI BUDAYA ADAT PERKAWINAN MELAYU RIAU

SENI BUDAYA ADAT PERKAWINAN MELAYU RIAU

Beberapa subgenre jazz adalah Dixieland, swing, bebop, hard bop, cool jazz, free jazz, jazz fusion, smooth jazz, dan CafJazz.Jazz adalah aliran musik yang berasal dari Amerika Serikat pa[r]

14 Baca lebih lajut

KOMUNIKASI BUDAYA DALAM ADAT MELAYU

KOMUNIKASI BUDAYA DALAM ADAT MELAYU

Pertuturan yang berkiasan merupakan sebagai komunikasi lisan untuk menyampaikan maksud yang tersirat dalam kehidupan Masyarakat Melayu pengamal Adat Temenggung dan Adat Pepatih. Pengucapan berkiasan adalah seperti Pepatah- Petitih perbilangan adat, gurindam, pantun, seloka, syair, perbidalan dan lain-lain. c). Dalam Masyarakat Melayu benda-benda yang digunakan dalam Adat Istiadat mereka adalah terdiri daripada yang boleh dipegang dan yang tidak boleh dipegang. Benda- benda yang boleh dipegang merupakan sebagai komunikasi tanpa lisan adalah seperti bunga-bungaan, daun-daunan, sirih adat sirih junjung, rempah ratus, beras kunyit, pulut kuning, tepung tawar, kain kapan, kapur barus, cendana, kemenyan, bunga telur, perhiasan pengantin, keris, rebana, kompang, tabuh, kentong dan lain-lain. Benda- benda Yang tidak boleh dipegang merupakan komunikasi tanpa lisan adalah seperti tabii alam iaitu peredaran malam dan siang, perasaan emosi seseorang dan lain-lain.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

MOP DAN PEMBENTUKAN PARADIGMA MASYARAKAT

MOP DAN PEMBENTUKAN PARADIGMA MASYARAKAT

Adapun komunikasi yang dibangun berdasarkan tinjauan adat dan budaya ini adalah komunikasi yang dijalin berlandaskan pada pandangan budaya dan adat sekitar tentang program yang akan dikomunikasikan, komunikasi ini ditujukan secara khusus bagi daerah dengan topografi masyarakat dengan latar belakang budaya yang sangat kental.

3 Baca lebih lajut

TUJUH PILAR UTAMA MENGENAL PAKAIAN ADAT SUKU PAMONA | Balebu | MEDIA LITBANG SULTENG 74 285 1 PB

TUJUH PILAR UTAMA MENGENAL PAKAIAN ADAT SUKU PAMONA | Balebu | MEDIA LITBANG SULTENG 74 285 1 PB

Karya tulis dan desain ini hanya merupakan “sebuah lontaran pemikiran” sebagai pengantar dalam curah pendapat dengan judul TUJUH PILAR UTAMA MENGENAL PAKAIAN ADAT SUKU PAMONA. Ilmu pengetahuan tentang kebudayaan dalam perspektif sosial budaya pada hakekatnya adalah fasilitator terhadap suatu perubahan dan perkembangan yang dinginkan masyarakat menuju kepada kondisi yang lebih baik. Artinya aplikasi budaya akan menjadikan manusia merasa berkelebihan dan dihormati jika dibandingkan dengan dirinya yang tidak memiliki, tidak disentuh atau tidak bersentuhan dengan ilmu pengetahuan tentang budaya yang berkembang. Manusia yang memiliki budaya sepantasnya lebih maju, lebih cerdas, lebih terbuka serta berkualitas, lebih sejahtera dan beriman. Idealnya apliksi budaya seharusnya dapat meningkatkan harkat dan martabat manusia yang mengantar pada perilaku positif dalam kehidupan bermasyarakat.Persoalanya ialah ketidak mampuan masyarakat suku Pamona yang sangat terbatas untuk menggali dan menemukan warisan budaya leluhur dan mengaplikasikanya kedalam tata kehidupan keseharian dalam pergaulan antar sesama suku maupun antar suku-suku lain yang saling berinteraksi namun tetap dapat mempertahankan ciri khas identitas suku sendiri. Warisan budaya leluhur yang sudah sejak lama ditebar dan dituturkan dari generasi kegenarasi berikutnya ternyata terkubur, terpenjarakan, disisikan serta dikucilkan oleh karena tidak adanya rasa percaya diri dan rasa menghormati terhadap budaya sendiri, ahirnya meniru budaya lain yang dianggap lebih. Pada ahirnya budaya suku Pamona tidak lagi dikenal dan terasing dinegerinya sndiri. Bertalian dengan dampak tersebut dan untuk mengantisipasi perubahan budaya peniruan, sangat diperlukan batasan dan ruang lingkup yang jelas tentang adat dan budaya Pamona khususnya pada penggunaan baju adat. Keberhasilanapliksi budaya Pamona pada baju adat terletak pada citra suku suku Pamona sendiri sebagai pencipta sekaligus sebagai pengguna.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Pengenalan Budaya Dan Adat Istiadat Karo Berbasis Web

Pengenalan Budaya Dan Adat Istiadat Karo Berbasis Web

<p align="justify">Saya adalah orang karo dan Br. Sitepu. Saya mengagkat topik tentang budaya karo karena saya merasa prihatin dengan keadaan suku karo sekarang, dimana banyak sekali orang-orang muda yang bersuku karo sudah tidak tahu lagi bagaimana budaya karo

35 Baca lebih lajut

KLIPING KEANEKARAGAMAN BUDAYA ADAT INDON

KLIPING KEANEKARAGAMAN BUDAYA ADAT INDON

Provinsi Sumatera Utara SUMUT Ibukota nya adalah Medan Tarian Tradisional : Tari Serampang Dua Belas, Tari Tor-tor Rumah Adat : Rumah Bolon Senjata Tradisonal : Piso Surit Lagu Daera[r]

2 Baca lebih lajut

 BAB V

BAB V

Meningkatnya Pengamalan dan Pemahaman Nilai-Nilai Adat dan Budaya  Program Kemitraan Pengembangan Wawasan Kebangsaan  Program Pengelolaan Keragaman Budaya  Pentas Seni dan Budaya,[r]

11 Baca lebih lajut

Bahan makal adat budaya jambi

Bahan makal adat budaya jambi

Ternyata dalam mereka melakukan hal dalam mata pencaharian ada memiliki adat istiadat yang digunakan, contoh dalam anak undang nan dua belas terdapat ayat yang menyatakan seperti ini, “umo berkandang siang, ternak berkandang malam”. Yang memiliki arti adalah para petani harus menjaga sawah atau tanamannya pada siang hari, bagi yang punya kerbau mengurung pada malam hari. Dan apabila tanaman padi petani dimakan atau dirusak pada sinag hari maka pemilik ternak tidak dapat diminta ganti rugi, namun bila tanamannya dirusak pada malam hari maka pemilik ternak dapat dimintai ganti rugi.*** dalam mengolah tanah orang jambi juga mengunakan cara yang tradisional seperti pengunaan kincir air sebagai sistem perairan, cangkul, sabit, parang serta bajak kerbau.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...