air rebusan daun jambu biji

Top PDF air rebusan daun jambu biji:

"Aktivitas Antimikroba Air Rebusan Daun Jambu Biji (Psidium Guajava (L.) Kuntze), Air Perasan Buah Jeruk Nipis (Citrus Aurantifolia (Cristm.) Swingle), Probiotik “Y” dan Kombinasinya terhadap Pertumbuhan Escherichia Coli Secara In Vitro ".

"Aktivitas Antimikroba Air Rebusan Daun Jambu Biji (Psidium Guajava (L.) Kuntze), Air Perasan Buah Jeruk Nipis (Citrus Aurantifolia (Cristm.) Swingle), Probiotik “Y” dan Kombinasinya terhadap Pertumbuhan Escherichia Coli Secara In Vitro ".

Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa atas berkat rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan Karya Tulis Ilmiah yang berjudul “A ktivitas antimikroba air rebusan daun jambu biji (Psidium guajava (L.) Kuntze), air perasan buah jeruk nipis (Citrus aurantifolia (Cristm.) Swingle), probiotik “Y” dan kombinasinya terhadap pertumbuhan Escherichia coli secara in vitro ” tepat pada waktunya.

24 Baca lebih lajut

Perubahan Dimensi Hasil Cetakan Alginat Setelah Perendaman Dalam Air Rebusan Daun Jambu Biji 25% dengan Waktu Berbeda

Perubahan Dimensi Hasil Cetakan Alginat Setelah Perendaman Dalam Air Rebusan Daun Jambu Biji 25% dengan Waktu Berbeda

mm dan ukuran ring diameter dalam ±10 mm, diameter luar ±12 mm. Kemudian segera diisi dengan gips stone untuk kelompok kontrol, dan direndaman kedalam larutan rebusan daun jambu biji 25% selama 15, 20 dan 30 menit. Jumlah sampel dengan masing-masing kelompok kontrol dan perlakuan adalah 10 sampel. Perubahan dimensi diamati melalui pengukuran tinggi die stone hasil pengisian cetakan. Analisa data dilakukan dengan ANOVA satu arah (p<0,05). Dari hasil diperoleh bahwa tidak terjadi perubahan dimensi yang signifikan antara kontrol dan perendaman hasil cetakan 15 menit (p>0,05). Sedangkan pada perendaman 20 menit dan 30 menit mengalami perubahan dimensi die hasil pengisian cetakan yang signifikan (p<0,05) dimana tinggi die semakin besar. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan adanya perubahan dimensi hasil cetakan bahan cetak alginat setelah direndam ke dalam air rebusan daun jambu biji 25% selama 20 dan 30 menit dan tidak ada perubahan pada perendaman 15 menit.
Baca lebih lanjut

56 Baca lebih lajut

Perubahan Dimensi Hasil Cetakan Alginat Setelah Perendaman Dalam Air Rebusan Daun Jambu Biji 25% dengan Waktu Berbeda

Perubahan Dimensi Hasil Cetakan Alginat Setelah Perendaman Dalam Air Rebusan Daun Jambu Biji 25% dengan Waktu Berbeda

mm dan ukuran ring diameter dalam ±10 mm, diameter luar ±12 mm. Kemudian segera diisi dengan gips stone untuk kelompok kontrol, dan direndaman kedalam larutan rebusan daun jambu biji 25% selama 15, 20 dan 30 menit. Jumlah sampel dengan masing-masing kelompok kontrol dan perlakuan adalah 10 sampel. Perubahan dimensi diamati melalui pengukuran tinggi die stone hasil pengisian cetakan. Analisa data dilakukan dengan ANOVA satu arah (p<0,05). Dari hasil diperoleh bahwa tidak terjadi perubahan dimensi yang signifikan antara kontrol dan perendaman hasil cetakan 15 menit (p>0,05). Sedangkan pada perendaman 20 menit dan 30 menit mengalami perubahan dimensi die hasil pengisian cetakan yang signifikan (p<0,05) dimana tinggi die semakin besar. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan adanya perubahan dimensi hasil cetakan bahan cetak alginat setelah direndam ke dalam air rebusan daun jambu biji 25% selama 20 dan 30 menit dan tidak ada perubahan pada perendaman 15 menit.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

BAB II TINJAUAN PUSTAKA - Perubahan Dimensi Hasil Cetakan Alginat Setelah Perendaman Dalam Air Rebusan Daun Jambu Biji 25% dengan Waktu Berbeda

BAB II TINJAUAN PUSTAKA - Perubahan Dimensi Hasil Cetakan Alginat Setelah Perendaman Dalam Air Rebusan Daun Jambu Biji 25% dengan Waktu Berbeda

Bahan cetak alginat memiliki kualitas detail permukaan yang baik dan reaksi yang cepat pada suhu yang lebih tinggi. Bahan ini bersifat nontoksik dan noniritan. Bahan cetak alginat mempunyai kelebihan seperti mudah digunakan, murah, dan setting time yang cepat. Setting time dapat dikontrol dengan suhu air yang digunakan. Namun, jika dibandingkan dengan bahan cetak irreversible hidrokoloid, alginat memiliki kelemahan yaitu kurang akurat untuk mendapatkan detail dan kurang dapat mempertahankan stabilitas dimensi. Umumnya alginat digunakan sebagai cetakan awal untuk membuat sendok cetak individual, membuat model studi yang membantu dalam pembuatan rencana perawatan dan diskusi dengan pasien, bahan cetak mahkota dan jembatan sementara, untuk model ortodontik, mouth guard, dan sebagainya. 4,14
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

PENGARUH LAMA FERMENTASI DAN KONSENTRASI EKSTRAK DAUN JAMBU BIJI  (Psidium guajava) TERHADAP  Pengaruh Lama Fermentasi Dan Konsentrasi Ekstrak Daun Jambu Biji (Psidium guajava) Terhadap Aktivitas Antioksidan Kombucha.

PENGARUH LAMA FERMENTASI DAN KONSENTRASI EKSTRAK DAUN JAMBU BIJI (Psidium guajava) TERHADAP Pengaruh Lama Fermentasi Dan Konsentrasi Ekstrak Daun Jambu Biji (Psidium guajava) Terhadap Aktivitas Antioksidan Kombucha.

(K4). Pelaksanaan penelitian sebagai berikut : pembuatan teh daun jambu biji. Menyiapkan daun jambu biji dan dilayukan di bawah sinar matahari, setelah layu dimemarkan dan dijemur kembali hingga kering baru disangrai dan menjadi teh daun jambu biji. Proses kedua sterilisasi alat, menyiapkan botol kaca ukuran 500 mL sebanyak 24 buah, panci, dan air 5 L. Didihkan air dalam panci dan memasukkan botol kaca antara 10 sampai 15 menit. Kemudian mengangkat botol yang telah di sterilkan dan di diamkan sebentar sebelum digunakan. Proses ketiga ekstraksi teh daun kopi, menyiapkan teh daun jambu biji 20 g, 30 g , 40 g dan 50 g dan air 12 L. Merebus air hingga mendidih dan memasukkan teh daun jambu biji, setelah itu menyaring teh hasil rebusan dan menambahkan gula. Proses keempat fermentasi kombucha daun jambu biji dengan menyiapkan teh daun jambu biji yang telah diseduh dan ditempatkan pada masing-masing botol kaca, tunggu hingga hangat- hangat kuku dan di tambahkan starter kombucha sebanyak 10 % dari volume isi botol. Bagian atas botol ditutup dengan plastik dan dilubangi dengan menggunakan jarum steril. Kombucha daun jambu biji difermentasikan sesuai dengan lama waktu dalam perlakuan. Untuk menghentikan proses fermentasi kombucha di masukkan ke dalam kulkas.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

PENGARUH PEMBERIAN JAMU TRADISIONAL TERHADAP BOBOT HIDUP, BOBOT KARKAS, BOBOT GIBLET DAN LEMAK ABDOMINAL BROILER

PENGARUH PEMBERIAN JAMU TRADISIONAL TERHADAP BOBOT HIDUP, BOBOT KARKAS, BOBOT GIBLET DAN LEMAK ABDOMINAL BROILER

Bobot lemak abdominal yang tidak berbeda nyata (P>0,05) antar perlakuan yang memanfaatkan air perasan kunyit dosis 20,83 g/l dan rebusan daun sirih dan daun jambu biji dosis 41,67 g/l tersebut diduga disebabkan oleh minyak atsiri dan kurkumin dalam kunyit serta penol dan kavikol dalam daun sirih belum bekerja secara optimal.Minyak atsiri, kurkumin, dan fenol membantu proses hidrolisis terigliserida (lemak).Proses hidrolosis lemak berlangsung baik dan efektif bila lemak yang dikonsumsi oleh broiler dapat lebih dimanfaatkan broiler untuk melakukan proses pertumbuhan bagi tubuhnya dengan kata lain kelebihan energi yang dikonsumsi ternyata mampu dimanfaatkan oleh broiler untuk melakukan metabolisme tubuh sehingga tidak akan terjadi penimbunan lemak yang tinggi. Perbedaan nyata ini juga dapat di sebabkan oleh lemak abdominal pada broiler terbentuk pada umur 5 minggu.karena menurut Grifiths dkk. (1977) lemak abdominal pada ayam broiler adalah 2,22--3,19% dari bobot badan. Dalam kondisi umur tersebut keberadaan lemak abdominal belum terlalu banyak terbentuk karena zat-zat makanan yang diserap oleh tubuh masih digunakan untuk pertumbuhan murni. Faktor lain yang mempengaruhi kandungan lemak tubuh adalah komposisi ransum. pembentukan lemak tubuhpada ayam terjadi karena adanya kelebihan energi yang dikonsumsi. Energi yang digunakan tubuh umumnya berasal dari karbohidrat dan cadangan lemak. Sumber karbohidrat dalam tubuh mampu memproduksi lemak tubuh yang disimpan di sekeliling jeroan dan di bawah kulit (Anggorodi, 1995).
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Uji antidiare kombinasi ekstrak air kering kunyit, majaan, jambu biji, dan meniran dengan metode proteksi dan transit intestinal - Widya Mandala Catholic University Surabaya Repository

Uji antidiare kombinasi ekstrak air kering kunyit, majaan, jambu biji, dan meniran dengan metode proteksi dan transit intestinal - Widya Mandala Catholic University Surabaya Repository

Jambu biji (Psidium guajava Linn.) dikenal sebagai tanaman yang berkhasiat sebagai antidiare, astringent, sariawan, dan dapat digunakan untuk menghentikan pendarahan. Bagian tanaman yang digunakan dari jambu biji ini adalah daunnya, karena diketahui mengandung senyawa, minyak atsiri, minyak lemak, damar, garam-garam mineral, triterpenoid, tanin dan flavonoid yang berkhasiat sebagai antidiare (Depkes, 1989). Ekstrak atau rebusan daun jambu biji terbukti mampu menghambat pertumbuhan bakteri Escherichia coli pada konsentrasi 50%, Shigella dysenteriae pada konsentrasi 30%, Shigella flexineri pada konsentrasi 40%, dan Salmonella typhi pada konsentrasi 40% (Adnyana et al., 2004).
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan - Skrining antibakteri kombinasi ekstrak air kunyit, beluntas, salam, dan jambu biji terhadap Staphylococcus aureus, Salmonella thypi, dan Escherichia coli - Widya Mandala Catholic University Surabaya Repository

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan - Skrining antibakteri kombinasi ekstrak air kunyit, beluntas, salam, dan jambu biji terhadap Staphylococcus aureus, Salmonella thypi, dan Escherichia coli - Widya Mandala Catholic University Surabaya Repository

1. Kombinasi ekstrak air rimpang kunyit, daun beluntas, daun salam dan daun jambu biji (1:1:1:1) pada konsentrasi 1000 ppm, 5000 ppm dan 10.000 ppm tidak memberikan daya antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus aureus, Salmonella thypi dan Escherichia coli dengan metode difusi sumuran.

10 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Antibacterial Activity Combination of Cefadoxil With 10 Plant Herbal Extract to Escherichia Coli Resistant and MRSA ( Methicillin-resistant Staphylococcus aureus ).

PENDAHULUAN Antibacterial Activity Combination of Cefadoxil With 10 Plant Herbal Extract to Escherichia Coli Resistant and MRSA ( Methicillin-resistant Staphylococcus aureus ).

Senyawa antibakteri yang terkandung pada ekstrak daun jambu mete, daun pepaya, dan kayu secang adalah alkaloid dan tanin yang bersifat bakterisid (Gonçalves et al., 2005; Senthikumar et al., 2011; Bashkaran et al., 2005). Kulit biji jambu mete mengandung asam anakardat yang bersifat bakterisid (Kubo et al., 2003). Daun sirih, bunga cengkeh, daun kemangi mengandung eugenol yang juga bersifat bakerisid (Tiwari et al., 2009; Ayoola et al., 2008; Pattanayak et al., 2010; Gupta et al., 2013) sedangkan pada umbi bawang putih terkandung alisin, kuersetin, sianidin, bioflavonoid, isoleusin, metionin, dan sistein yang bersifat bakterisid (Goncagul dan Ayaz, 2010). Rimpang lengkuas mengandung metil sinamat, sineol, dan kampor yang bersifat bakterisid (Bhunia dan Modal, 2012).
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Potensi Antipenuaan Formula Ekstrak Air Daun Jambu Biji (Psidium guajava) dan Daun Kedawung (Parkia javanica)

Potensi Antipenuaan Formula Ekstrak Air Daun Jambu Biji (Psidium guajava) dan Daun Kedawung (Parkia javanica)

Radikal bebas merupakan molekul yang kehilangan elektron, sehingga molekul tersebut menjadi tidak stabil dan selalu berusaha mengambil elektron dari molekul atau sel lain. Radikal bebas bersifat tidak stabil dan sangat reaktif dalam mendapatkan pasangan elektronnya sehingga menyebabkan terbentuknya radikal baru. Salah satu mekanisme untuk mengatasi radikal bebas adalah melalui antioksidasi yang memerlukan senyawa antioksidan yang dapat menghambat terjadinya proses oksidasi dengan cara menghambat terjadinya reaksi oksidasi pada tahap inisiasi atau propagasi (Velioglu et al. 1998). Aktivitas antioksidan yaitu kemampuan suatu bahan untuk meredam senyawa radikal bebas yang ada disekitarnya (Saragih 2014). Penentuan aktivitas antioksidan daun jambu biji dan daun kedawung didasarkan pada penangkapan radikal bebas DPPH (1,1-Diphenyl- 2-picrilhydrazil). DPPH merupakan radikal yang bersifat stabil.Penggunaan metode DPPH dalam penelitian karena metode yang sederhana, mudah, dan menggunakan sampel dalam jumlah yang sedikit dengan waktu yang singkat (Hanani et al. 2005). Prinsip kerja dari metode ini adalah proses reduksi senyawa radikal bebas DPPH oleh antioksidan. Proses reduksi ditandai dengan perubahan warna larutan dari ungu menjadi kekuningan yang mengakibatkan terjadinya penurunan nilai absorbansi. Penurunan nilai absorbansi menunjukkan adanya aktivitas antioksidan, sehingga semakin rendah nilai absorbansi maka semakin tinggi aktivitas antioksidannya.
Baca lebih lanjut

41 Baca lebih lajut

Uji antidiare kombinasi ekstrak air kunyit, kemuning, tapak liman, dan jambu biji dengan metode proteksi dan transit instestinal - Widya Mandala Catholic University Surabaya Repository

Uji antidiare kombinasi ekstrak air kunyit, kemuning, tapak liman, dan jambu biji dengan metode proteksi dan transit instestinal - Widya Mandala Catholic University Surabaya Repository

Yuswanti, Y., 1999. Penapisan Kandungan Kimia dan Uji Daya Antibakteri Ekstrak Daun Tapak Liman (Elephantopus scaber L.) terhadap Staphylococcus aureus ATCC 25923 dan Pseudomonas aeruginosa ATCC 27853. In: Lestari, W. T., Wahjoedi, B., Pudjiastuti, Chozin, A. (Ed.), Penelitian Tanaman Obat di Beberapa Perguruan Tinggi di Indonesia XI, Dep Kes RI, Jakarta, hal. 185.

8 Baca lebih lajut

299032196.doc 206.65KB 2015-10-12 00:17:41

299032196.doc 206.65KB 2015-10-12 00:17:41

Oleh karena itu, penulis tertarik untuk memanfaatkan daun jambu air sebagai kerupuk yang tidak menggunakan bahan pengawet dan bahan pewarna buatan. Apalagi kerupuk merupakan makanan ringan yang sering menjadi menu pendamping dan harus ada ketika sedang makan.

27 Baca lebih lajut

UJI ANTIDIARE KOMBINASI EKSTRAK AIR KUNYIT, KEMUNING, TAPAK LIMAN DAN JAMBU BIJI DENGAN METODE PROTEKSI DAN TRANSIT INTESTINAL

UJI ANTIDIARE KOMBINASI EKSTRAK AIR KUNYIT, KEMUNING, TAPAK LIMAN DAN JAMBU BIJI DENGAN METODE PROTEKSI DAN TRANSIT INTESTINAL

4.12. Hasil pemeriksaan kadar abu total masing-masingekstrak air 72 4.13. Rerata hasil penelitian jangka waktu terjadinya diare untuk masing-masing kelompok perlakuan dengan metode proteksi .............................................................................. 72

18 Baca lebih lajut

Khasiat Antioksidasi Senyawa Bahan Alam Dalam Penanggulangan Penyakit Kardiovaskular :Modulasi Mekanisme Apoptosis

Khasiat Antioksidasi Senyawa Bahan Alam Dalam Penanggulangan Penyakit Kardiovaskular :Modulasi Mekanisme Apoptosis

Berbagai bahan alam yang secara tradisional digunakan untuk penyakit kardio-vaskular, kebanyakan secara ilmiah telah dilaporkan memiliki khasiat sebagai antioksidan, namun pemanfaatan tumbuhan obat tersebut lebih banyak dilatar-belakangi oleh pengalaman empiris; masih sedikit sekali pembuktian secara ilmiah berdasarkan mekanisme kerjanya. Penelitian ini bertujuan mempelajari aktivitas antioksidan berbagai ekstrak bahan alam (daun salam, daun jati belanda, daun jambu biji, air cuka tahu dan jamur kuping hitam) pada berbagai tingkat konsentrasi sekaligus membandingkan potensi kelima ekstrak bahan alam, dan untuk mengkaji khasiat berbagai ekstrak bahan alam yang digunakan secara tradisional untuk pengobatan penyakit kardiovaskular melalui telaah modulasi mekanisme apoptosis dalam sistem nonmamalia dengan menggunakan sell ragi (Saccharomyces cerevisiae). Daun salam, daun jambu biji, daun Jati Belanda diekstraksi dengan metode refluks. Serbuk jamur kuping (60 mesh) diekstraksi dengan cara maserasi 24 jam menggunakan etanol 30% dengan perbandingan 1:6 (g:mL). Ekstrak cuka tahu dipersiapkan menggunakan etil asetat. Aktivitas antioksidan lima ekstrak bahan ditapis secara in vitro menggunakan sistem oksidasi asam linoleat dan mengukur produk oksidasinya secara spektrofotometri dengan metode asam tiobarbiturat (TBA assay) menggunakan tetrametoksipropana (TMP). Diperoleh bahwa semua ekstrak berpotensi antioksidan. Ekstrak etanol daun salam 1.000 ppm secara konsisten menunjukkan hambatan oksidasi hampir sama baiknya dengan aktivitas antioksi dan vitamin E pada konsentrasi 200 ppm; sedangkan pada 200 ppm juga mampu menghambat oksidasi asam linoleat sama baiknya dengan vitamin E konsentrasi yang sama. Ekstrak whey tahu memiliki aktivitas antioksidan paling rendah (82,02%), walau masih lebih besar dari vitamin E.
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

EKSTRAK AIR DAUN SIRSAK (Annona muricata) SEBAGAI PENGAWET ALAMI SIRUP JAMBU BIJI

EKSTRAK AIR DAUN SIRSAK (Annona muricata) SEBAGAI PENGAWET ALAMI SIRUP JAMBU BIJI

Tujuan Penelitian : Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kemampuan aktivitas ekstrak air daun sirsak sebagai pengawet pada sediaan sirup jambu biji melalui pengamatan Angka Lempeng Total (ALT), Angka Kapang/Khamir Total (AKT), dan Identifikasi Staphylococcus aureus.

19 Baca lebih lajut

373646711.doc 71.61KB 2015-10-12 00:17:46

373646711.doc 71.61KB 2015-10-12 00:17:46

Makanan yang sangat digemari baik oleh anak-anak maupun orang dewasa adalah makanan yang manis, yaitu permen. Oleh karena itu kami membuat suatu cemilan yang digemari oleh seuruh kalangan tetapi tetap meiliki khasiat yang bermanfaat. Permen yang dibuat berbahan dasar daun jambu biji. Mengingat bahwa daun jambu biji banyak tumbuh di seluruh wilayah di Indonesia sehingga bahannya mudah didapat. Selain itu daun jambu biji juga memiliki khasiat dan manfaat yang sangat baik bagi kesehatan tubuh. Beberapa kandungan yang terdapat pada jambu biji antara lain saponin, flavanoid, polifenol, alkaloid, karoten, steroid, kunion, minyak atsiri, anti-oksidan, tanin, dan senyawa anti- mutagenik. Jambu biji yang memiliki anti oksidan tinggi dapat berkhasiat sebagai obat diare dan disentri, diabetes melitus, mengobati sariawan, serta mengusir kembung.
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

Air Rebusan Daun Sirih Untuk Meningkatka

Air Rebusan Daun Sirih Untuk Meningkatka

Sektor peternakan sapi merupakan peluang usaha yang menjanjikan bagi sebagian masyarakat. Akan tetapi terdapat permasalahan kesehatan sapi yang dapat menurunkan nilai produktivitas sapi. Salah satu contoh masalah dalam peternak rakyat adalah gangguan pada saluran reproduksi sapi betina yaitu pembusukan uterus post partus. Pembusukan tersebut terjadi karena adanya infeksi bakteri pada uterus oleh sisa dari plasenta yang belum keluar. Plasenta yang belum keluar tersebut membusuk ketika tingkat kebersihan vagina dari sapi tidak terjaga. Hal ini dapat menimbulkan infeksi maupun peradangan yang nantinya menurunkan nafsu makan sapi serta penurunan reproduktivitas dan produktivitas sapi. Pemberian air rebusan daun sirih ke dalam uterus sapi melalui lubang vagina merupakan salah satu cara untuk meningkatkan kesehatan dan produktivitas alat reproduksi sapi karena terdapat kandungan antiseptik. Daun sirih mengandung 4,2% minyak atsiri yang sebagian besar terdiri dari betephenol yang merupakan isomer Euganol allypyrocatechine, Cineol methil euganol, Caryophyllen (siskuiterpen), kavikol, kavibekol, estragol, dan terpinen. Pemberian air rebusan daun sirih pada uterus secara langsung dapat membersihkan sisa-sisa plasenta dan mengobati infeksi dalam uterus akibat bakteri. Uterus yang bersih akan merangsang dinding uterus untuk menghasilkan hormon prostaglandin yang berfungsi membersihkan dan menyuburkan kembali sistem reproduksi sapi. Penerapan pemberian air rebusan daun sirih ke dalam uterus sapi post partus sangat mudah dan murah untuk dilaksanakan. Namun hal ini belum dikenal masyarakat. Penelitian dan studi lapang penulis di kecamatan Getasan kabupaten Semarang, Jawa Tengah menunjukkan hasil yang sangat efektif dan sudah mulai berjalan di daerah tersebut.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 - Skrining antibakteri kombinasi ekstrak air temulawak, kemuning, jambu biji dan salam terhadap Staphylococcus aureus, Salmonella thypii DAN Escherichia coli DIAN - Widya Mandala Catholic University Surabaya Repository

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 - Skrining antibakteri kombinasi ekstrak air temulawak, kemuning, jambu biji dan salam terhadap Staphylococcus aureus, Salmonella thypii DAN Escherichia coli DIAN - Widya Mandala Catholic University Surabaya Repository

Rahardja, F., Rosnaeni dan Wardhani, D. 2016, 'Uji aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun kemuning (Murraya paniculata (L.)) terhadap pertumbuhan Escherichia coli secara in vitro', skripsi, sarjana Kedokteran, Universitas Kristen Maranatha Agricultural University.

10 Baca lebih lajut

Penentuan Fraksi Aktif Ekstrak Daun Jambu Biji (Psidium Guajava) Sebagai Antioksidan

Penentuan Fraksi Aktif Ekstrak Daun Jambu Biji (Psidium Guajava) Sebagai Antioksidan

Uji fitokimia dilakukan untuk mengetahui secara kualitatif kandungan metabolit sekunder dalam daun jambu biji. Hasil uji menunjukkan bahwa simplisia mengandung metabolit sekunder berupa flavonoid, alkaloid, tanin, saponin, dan steroid, tetapi tidak mengandung triterpenoid. Hasil ini tidak jauh berbeda dengan hasil uji sebelumnya oleh Indriani (2006) dan Lutfhie (2014), sebagaimana ditunjukkan pada Tabel 1. Tumbuhan yang sama dapat mempunyai kandungan metabolit sekunder yang berbeda. Hal ini dapat dipengaruhi karena beberapa faktor, antara lain faktor lingkungan, umur tanaman saat dipanen, waktu panen, serta kegiatan pasca panen (Dewoto 2007).
Baca lebih lanjut

40 Baca lebih lajut

View of Formulasi dan Uji Aktivitas Antibakteri Sediaan Hand Gel Ekstrak Daun Jambu Biji (Psidium guajava L.)

View of Formulasi dan Uji Aktivitas Antibakteri Sediaan Hand Gel Ekstrak Daun Jambu Biji (Psidium guajava L.)

Sediaan hand gel dibutuhkan untuk mencegah penyebaran bakteri dari tangan ke dalam mulut. Daun jambu biji (Psidium guajavaL.) diketahui memiliki aktivitas terhadap E. coli, S. aureus, dan P.aeruginosa. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan formula hand gel ekstrak daun jambu biji yang memiliki sifat fisik dan aktivitas antibakteri yang paling baik. Hand gel dibuat dalam tiga formula dengan variasi kadar ekstrak daun jambu biji yaitu FI (10%), FII (15%) dan FIII (20%). Evaluasi sifat fisik hand gel meliputi uji organoleptik, homogenitas, pH, viskositas, daya sebar dan daya lekat. Uji aktivitas antibakteri dilakukan terhadap E. coli. Hasil penelitian menunjukkan bahwa warna sediaan adalah coklat kehijauan, bau khas, homogen, pH 4,9-5,0, viskositas 140-167 dPas, daya lekat 3,6- 5,9 detik. Uji aktivitas antibakteri menunjukkan bahwa hand gel memiliki aktivitas antibakteri terhadap E. coli dengan diameter zona hambatan FI 13,5 ± 0,0 mm, FII 13,5 ± 0,1 mm dan FIII sebesar 13,0 ± 0,1 mm. Peningkatan kadar ekstrak daun jambu biji 10-20% dalam hand gel tidak menunjukkan perbedaan aktivitas antibakteri yang bermakna.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...