Aktivitas dakwah Islam

Top PDF Aktivitas dakwah Islam:

Aktivitas Dakwah Islam Siti Nurmeliya Baskarani Puteri Muslimah Indonesia 2014

Aktivitas Dakwah Islam Siti Nurmeliya Baskarani Puteri Muslimah Indonesia 2014

Melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi dari narasumber diketahui bahwa bentuk-bentuk aktivitas dakwah Islam Siti Nurmeliya Baskarani Puteri Muslimah Indonesia 2014 yaitu Dakwah bil al-lisan, Dakwah bil al-hal dan Dakwah bil al-qalam. Dalam aktivitas bil al-lisan, Melly berdakwah saat ia mengisi talkshow di acara seminar dan keputrian di sekolah-sekolah. Dalam aktivitas dakwah bil al-hal, Melly melakukan kegiatan di bidang pendidikan dan sosial bersama komunitas Katalogue. Kegiatan Melly di bidang pendidikan, yaitu mengajar anak-anak yang kurang mampu. Lalu, kegiatan Melly di bidang sosial, yaitu berbagi pada anak-anak yang kurang mampu. Selain dengan komunitas Katalogue, dalam bidang sosial Melly juga pernah menghadiri undangan dari Yayasan Hijab Indonesia untuk berbagi pada dan anak-anak keterbelakangan mental. Dalam aktivitas dakwah bil al-hal nya Melly juga pernah menjadi juri di ajang modeling. Sedangkan dalam aktivitas dakwah bil al-qalam, Melly berdakwah melalui akun di sosial media Instagram miliknya.
Baca lebih lanjut

134 Baca lebih lajut

Masjid sebagai pusat Dakwah Islam (studi tentang aktivitas Dakwah Islam di Masjid Raya Darussalam Palangka Raya ) - Digital Library IAIN Palangka Raya

Masjid sebagai pusat Dakwah Islam (studi tentang aktivitas Dakwah Islam di Masjid Raya Darussalam Palangka Raya ) - Digital Library IAIN Palangka Raya

“Kegiatan dakwah yang dilaksanakan di Masjid Raya Darussalam Palangka Raya adalah kultum setiap hari Senin setelah shalat Zuhur dengan penceramah Dr. H. Khairil Anwar M. Ag, kultum setiap hari Kamis setelah shalat Zuhur yang menyampaikan adalah Drs. H. Chairuddin Halim. Selain kultum juga ada pengajian rutin setiap malam Sabtu setelah shalat Maghrib dengan penceramah yaitu Dr. H. Khairil Anwar, Drs. H. Chairuddin Halim, H. Iskandar Arsyad, H. Yamin Muhtar dan H. Ahmad Alghifari S.Sos.I. Pada bulan Ramadhan tahun ini kultum dilaksanakan setiap hari setelah shalat Zuhur dan pengajian setiap hari Rabu dan Sabtu setelah shalat Subuh yang secara garis besar menyampaikan dari kalangan ulama, mubaligh, da‟i - da‟i dan dosen -dosen dari IAIN Palangka Raya. Disamping kultum dan pengajian juga diadakan kegiatan dakwah pada bulan Ramadhan yang berupa buka puasa bersama, Tadarus Al- Qur‟an, peringatan Nuzulul Qur‟an dengan penceramah Dr. H. Khairil Anwar M. Ag dan mengisi 10 akhir bulan Ramadhan dengan melaksanakan shalat Tasbih dan Hajat secara berjamaah serta makan sahur bersama. Dengan adanya kegiatan dakwah yang laksanakan efek yang kami rasakan sebagai jamaah aktif yaitu bertambahnya ilmu pengetahuan keagamaan Islam kami, meningkatnya kualitas pelaksanaan ibadah serta bertambahnya jamaah melaksanakan shalat berjamaah di Masjid Raya Darussalam Palangka Raya ini”. 51
Baca lebih lanjut

94 Baca lebih lajut

AKTIVITAS DAKWAH ISLAM DALAM PEMBINAAN AKHLAK REMAJA DI SMA AL AZHAR 3 KECAMATAN LABUHAN RATU KOTA BANDAR LAPUNG - Raden Intan Repository

AKTIVITAS DAKWAH ISLAM DALAM PEMBINAAN AKHLAK REMAJA DI SMA AL AZHAR 3 KECAMATAN LABUHAN RATU KOTA BANDAR LAPUNG - Raden Intan Repository

Kegiatan ini dilakukan selama seminggu satu kali pertemuan. Kemudian ada lagi pembinaan hadroh, yang didalamnya remaja islam di tuntuk untuk mampu memainkan alat tradisi Islam yang melantuntan sholawat kepada baginda Rasulullah Muhammad saw. Ini adalah salah satu cara para da‟I untuk menimbulkan dan memperkuat rasa kecintaan para remaja kepada Rasulullah Muhammad saw yang bertujuan berefek kepada akhlak para remaja. Selain itu di lembaga ini ada pembinaan Nasyid, yang di dalamnya para remaja yang memiliki suara yang bagus diarahkan kepada lantunan lagu-lagu Islami yang mengandung unsur dakwah. Dan binaan ini mengarah kepada kata sukses, lantaran remaja yang sebelumnya tak terarah pada akhirnya lebih tertarik untuk melantunkan lagu dakwah yang berimbas pada cara berpakaian, cara ber prilaku, dan bergaul dalam kesehariannya. dan masih banyak aktivitas yang lainnya.
Baca lebih lanjut

115 Baca lebih lajut

KETIKA AKU DAN KAMU MENJADI KITA Dialog Misi Penginjilan Kristen dengan Dakwah Islam Menggunakan Pendekatan Teologi Interkultural dalam Konteks Indonesia

KETIKA AKU DAN KAMU MENJADI KITA Dialog Misi Penginjilan Kristen dengan Dakwah Islam Menggunakan Pendekatan Teologi Interkultural dalam Konteks Indonesia

Hermenutik semiotik seperti yang dikembangkan oleh Schreiter ini dapat dijadikan sebagai pendekatan untuk menelaah aktivitas dakwah Islam ataupun misi penginjilan Kristen. Dalam melakukan dakwah ataupun misi penginjilan, apabila didekati dengan pendekatan interkultural, harusnya dilakukan dengan menghargai terlebih dahulu sistem dan pemaknaan kebudayaan yang lain, entah itu berupa ide, performa, ataupun wujud material. Saya mengajak kita menelisik ulang kembali kegagalan misi penginjilan para misionaris dahulu yang telah mencerabut sebagian sistem dan pemaknaan kebudayaan lokal. Kebudayaan berupa wujud material, bangunan, ataupun musik misalnya. Jamak ditemukan gereja-gereja dengan arsitektur Eropa, bahkan juga alat musiknya. Malah, hal yang sulit untuk menemukan gereja yang menggunakan musik-musik tradisional. Hal demikian pun terjadi dalam Islam. Dakwah yang dilakukan bertolak dari Timur Tengah, sehingga kebudayaan berwujud material, seperti: pakaian, arsitektur, ataupun musik, selalu berkiblat dari Timur Tengah. Karenanya, dalam melakukan dakwah ataupun misi penginjilan, penting untuk mengetahui sistem dan pemaknaan kebudayaan dari orang lain terlebih dahulu.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Reorientasi Dakwah Islam

Reorientasi Dakwah Islam

(Rakernas) Majlis Tabligh dan Dakwah Khusus (MTDK) pada 20-22 Februari 2009, di Gedung LPMP Srondol Semarang. Dalam perhelatan nasional itu diharapkan hadir sekitar 275 orang utusan MTDK dari seluruh provinsi di Indonesia dan utusan MTDK kabupaten/kota se-Jawa Tengah.

3 Baca lebih lajut

Mengajak Kepada ISLAM atau Kelompok Islam

Mengajak Kepada ISLAM atau Kelompok Islam

Islam secara berbondong-bondong gara-gara perselisihan tersebut. Salah satu universitas di Amerika mengadakan seminar dan salah seorang juru bicara melontarkan persoalan: Dengan ajaran apa kaum muslimin sehingga mereka mampu untuk maju di seluruh dunia dalam menentukan kebenaran Islam yang mereka dakwahkan? Apakah dengan ajaran Islam yang dipahami oleh Ahlussunnah atau ajaran yang dipahami oleh Syi'ah Imamiyyah atau Zaidiyyah? Sementara antara mereka sendiri saling berselisih. Kemudian ada satu yang berpola pikir modern yang sangat terbatas dan yang satu berpola pikir kuno pasif. Kesimpulannya, bahwa para da'i kepada Islam membiarkan pada mad'u (objek dakwah) dalam kebimbangan sebab mereka sendiri bimbang."
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

ISLAM DAKWAH YANG SYUMUL

ISLAM DAKWAH YANG SYUMUL

campur tangan akal pada bidang ‘aqidah kerana sudah cukup dengan penerimaan membuta tuli, seperti kata mereka: “Percayalah, sedang engkau membuta tuli !“ Demikian juga sebaliknya, ia tidak berpegang kepada akal semata-mata untuk mengenal Allah dan mengharungi rahsia hidup. Akan tetapi ‘aqidah Islam berpijak di atas fikiran dan perasaan dan di alas akal dan hati bersama-sama, dengan menganggap keduanya sebagai alat yang saling menyempurnakan daripada alat-alat pengetahuan manusi dan kesedaran insan. Sesungguhnya iman Islam yang sebenarnya ialah memancar dan cahaya akal dan sinaran hati. Kerana itulah ia mampu memainkan peranan dengan positif dalam kehidupan ini. Dan apabila “ilmu Tauhid” menjadi ilmu akal semata-mata, penuh dengan perdebatan yang tidak berkesudahan, sehingga ia dinamai “ilmu Kalam”, maka kebanyakan ulama tidak dapat menerimanya, kerana perdebatan semata-mata tidak akan menghasilkan iman Islam. Dengan perkembangan corak pengetahuan akliah yang kaku ini, terjadilah kekosongan perasaan dan keruhanian, yang memberi kesempatan kepada golongan-golongan lain untuk mengisinya, iaitu golongan sufiah. Sebenarnya ilmu kalam ini hanya layak dalam lapangan untuk menghadapi lawan ‘aqidah, iaitu menolak segala syubhat dan kebathilan mereka. Adapun untuk membina aqidah dan memantapkannya, sesungguhnya ia tidak memadai.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

SEJARAH DAKWAH ISLAM

SEJARAH DAKWAH ISLAM

dan menulis. Pada awal perkembangannya, umat Islam sangat senang menyambut seruan Alloh dan sabda Nabi tentang ilmu pengetahuan. Di zaman Rasululloh saw., masjid merupakan tempat pendidikan. Para shohabat dan tokoh Muslim sering mengajarkan ilmu dunia dan agama kepada generasi muda dengan cara HALAQOH, yaitu pembelajaran dengan

12 Baca lebih lajut

KONSEP DAKWAH DALAM ISLAM

KONSEP DAKWAH DALAM ISLAM

Ayat 122 ini turun berkenaan hu- kum jihad dengan menerangkan hukum ilmu pengetahuan dan tafaqquh di dalam agama dari waktu yang sebelumnya yang merupakan sarana berjuang dengan adanya dasar dan alasan, yaitu salah satu rukun dari rukun-rukun dalam berdakwah menuju keimanan dan melaksanakan aja- ran pokok dalam Islam, dalam berjihad tidak harus melalui pedang, tetapi juga memelihara dan memagari dengan dak- wah agar tidak dipermainkan oleh tangan tangan musuh dari orang orang kafir dan munafiq.

25 Baca lebih lajut

MANAJEMEN DAKWAH RASULULLAH: Analisis Dakwah Nabi di Kota Mekah | Cucu | TADBIR : Jurnal Manajemen Dakwah 2704 9169 1 SM

MANAJEMEN DAKWAH RASULULLAH: Analisis Dakwah Nabi di Kota Mekah | Cucu | TADBIR : Jurnal Manajemen Dakwah 2704 9169 1 SM

Seruan dan penawaran yang dilakukan Nabi saw. melalui kehebatan sl-Quran tidak hanya disampaikan kepada bangsa Arab tetapi di luar Arab. Rasulullah menawarkan Islam kepada para Kabilah yang datang pada musim haji untuk menziarahi Ka’bah, Kabilah yang hendak berdagang seperti di pasar Ukadz, Majnah, Dzi Majaz, dan sebagainya. Dari penawaran ini akhirnya kabar Islam sampai kepada penduduk Yatsrib yang akhirnya sekelompok penduduknya mendatangi Nabi Saw. dan melakukan perjanjian/ bai’at (al-Qathhani, 1994: 117-121). Kondisi ini disambut Nabi saw. dengan gembira hingga akhirnya beliau mengirim duta untuk mengajarkan Islam di Yatsrib, dan dipilihnya Mus’ab bin Umair (Antonio, 2007: 140).
Baca lebih lanjut

22 Baca lebih lajut

Analisis Kiprah Dakwah Mayjen TNI (Purn) Drs. H. Kurdi Mustofa, MM

Analisis Kiprah Dakwah Mayjen TNI (Purn) Drs. H. Kurdi Mustofa, MM

beriman, bertakwa dan sejahtera. Namun untuk mencapai semua itu butuh proses dan waktu yang cukup lama. Untuk mengantisipasi lambannya pesan dakwah yang disampaikan, maka dibutuhkan teknik atau seni khusus dalam proses penyampaiannya. Teknik ataupun seni dalam penyampaian dakwah dapat berupa metode pendekatan-pendekatan struktural maupun kultural. Kedua pendekatan tersebut diibaratkan sebagai dua pasang kaki dan tangan yang saling menyempurnakan. Pendekatan struktural merupakan pendekatan dakwah dengan memanfaatkan kekuatan struktur organisasi. Sedangkan dakwah kultural merupakan pendekatan dakwah pada ranah personal. Melalui kedua pendekatan tersebut, Mayjen TNI (Purn). Drs. H. Kurdi Mustofa, MM, mencoba mendakwahkan ajaran Islam dalam birokrasi.
Baca lebih lanjut

111 Baca lebih lajut

Aktifitas dakwah yayasan khadijah terhadap pengamalan ibadah salat tunanetra di kisaran timur - Repository UIN Sumatera Utara

Aktifitas dakwah yayasan khadijah terhadap pengamalan ibadah salat tunanetra di kisaran timur - Repository UIN Sumatera Utara

Salat wajib, rahasia dan maknanya setiap umat Islam wajib menjalankan shalat lima waktu jika ditinggalkan atau tidak dilakukan berdosa dan kelima salat itu harus dilaksanakan pada waktu yang ditentukan serta pelaksanaannya harus didahului dengan beberapa syarat diantaranya wudhu, ada kalanya mandi besar seluruh tubuh, yang dilakukan sebelum salat. Perintah salat fardhu ditegaskan dalam Al- qur‟an banyak ter dapat ayat yang memerintahkan salat kepada manusia mukallaf (yang telah mendekati kematangan pikiran dan tubuh, yaitu kurang lebih umur 15 tahun), diantaranya seperti yang terdapat dalam Al-quran Surah An-Nur ayat 56 sebagai berikut :
Baca lebih lanjut

89 Baca lebih lajut

SENI MUSIK KONTEMPORER SEBAGAI MEDIA DAKWAH (Studi Pada Grup Musik Seloso Kliwon Salatiga)

SENI MUSIK KONTEMPORER SEBAGAI MEDIA DAKWAH (Studi Pada Grup Musik Seloso Kliwon Salatiga)

Pendapat lain mengatakan bahwa materi dakwah yang sesungguhnya adalah Al-Quran dan As-Sunnah. Al-Quran merupakan sumber materi pokok sedangkan As-Sunnah merupakan penjelas dari Al-Quran. Al-Quran adalah wahyu Allah SWT yang mutlak kebenarannya dan dijaga sendiri oleh Allah keutuhannya, keasliannya, dan keakuratannya. Al-Quran mengandung secara lengkap tentang petunjuk, pedoman, hukum, sejarah, keyakinan, peribadatan, politik, ekonomi, sosial, hingga teknologi. Maka dari itu patutlah Al-Quran mutlak dinyatakan sebagai dalil utama dalam materi yang disampaikan kepada objek dakwahnya. Selain itu, As- Sunnah juga mutlak dijadikan pedoman dalam berdakwah. As- Sunnah merupakan ucapan, tingkah laku atau sikap, maupun akhlak mulia Rasulullah yang patut diteladani sebagai pedoman hidup (Semesta, 2003:20).
Baca lebih lanjut

88 Baca lebih lajut

MEMBANGUN DIMENSI BARU DAKWAH ISLAM : Dari Dakwah Tekstual menuju Dakwah Kontekstual

MEMBANGUN DIMENSI BARU DAKWAH ISLAM : Dari Dakwah Tekstual menuju Dakwah Kontekstual

Problematika modernitas ternyata telah menjadi problem sosial terutama di negara-negara yang mayoritasnya muslim. Tantangan modernitas Islam tidak hanya pada persoalan sekularisme 13 melainkan juga sosio kultural dengan isu globalisasinya yang telah benar-benar dirasakan saat ini. Globalisasi disamping sebagai era digital yang telah menjadikan dunia tanpa batas (borderless). Globalisasi sebagai era baru peradaban manusia. Di samping banyak memuat sisi positif di dalamnya terkandung dampak negatif apabila tidak disikapi secara arif. Perkembangan telekomunikasi dan informasi yang sangat luar biasa dengan berbagai produk teknologinya yang sangat dinamis mulai dari handphone sekarang telah mencapai era smartphone menjadikan akses informasi hanya dalam genggaman tidak hanya untuk orang tertentu lagi tetapi siapa saja sudah dapat menikmati bahkan anak-anak kecil sudah terbiasa dengan berbagai gadget mutakhir. Akses yang begitu mudah tersebut sangat rentan dengan munculnya ketergantungan baru pada tehnologi sehingga orang tidak lagi butuh informasi kegamaan melalui forum-forum melainkan bisa mengakses dari teknologi. Dalam bahasa sosiologis bahwa teknologi telah menjadi agama baru bagi orang-orang modern.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Analisis isi pesan dakwah dalam acara Damai Indonesiaku TVOne

Analisis isi pesan dakwah dalam acara Damai Indonesiaku TVOne

Sahabat bertanya; Apa Yahudi dan Nasrani ya Rasul? Kalau bukan mereka siapa lagi “Kata Rasul”. Dan itu jawabannya adalah kembali kepada al- qur’an. Ya Ayyuhal ladziina aamanu fii …. Saafah. Hai orang yang beriman masuklah kedalam islam secara total, secara utuh, secara menyeluruh, jangan separuh- separuh. Beraga islam tapi berfikir yahudi, beraga islam tapi berumah tangga secara nasrani. Kamu akan ikuti tingkah laku, kita bakal ikut-ikutan, sejengkal- sejengkal tidak berasa, bergeser nilai. Mula-mula nama, malu memakai nama yang berbau hukum qur’an, nama Ibrahim di ganti Bram. Dari nama pindah ke pakaian, waktu nama Ibrahim masih mau pake kopyah pergi ke masjid, nama menjadi Bram tidak lagi mau ke masjid. Bergeser kepada pergaulan, bergeser pada pakaian, dari pakaian pindah ke pergaulan. Kita khawatir kalau sudah pindah pergaulan, pindah agama pun tidak terasa.
Baca lebih lanjut

106 Baca lebih lajut

PESAN DAKWAH ISLAM DALAM FILM  Pesan Dakwah Islam Dalam Film (Studi Analisis Isi Pesan Dakwah Islam Dalam Film Sang Pencerah).

PESAN DAKWAH ISLAM DALAM FILM Pesan Dakwah Islam Dalam Film (Studi Analisis Isi Pesan Dakwah Islam Dalam Film Sang Pencerah).

Hasil peneltian menunjukkan bahwa hasil review per scene untuk kategori akidah, indikator yang dominan adalah menolak sesajian yang muncul 7 kali atau 70% dari 60 scene . Kemudian untuk kategori ibadah indikator yang dominan adalah menyampaikan syiar Islam yang muncul 5 kali atau 31,25% dari 60 scene atau keseluruhan scene, untuk kategori muamalah indikator yang dominan adalah mendirikan Muhammadiyah yang muncul 4 kali atau 44,4% dari 60 scene, dan untuk kategori akhlak indikator dominan adalah tabah menghadapi cobaan atau musibah yang muncul 5 kalo atau 31,25% dari kesluruhan scene yang ada dalam film Sang Pencerah. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kecenderungan tema yang ada dalam film Sang Pencerah adalah pesan dakwah untuk memujudkan ajaran agama Islam sesuai dengan kai’dahnya berdasarkan pedoman Al- Qur’an dan hadist.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Skripsi Desi Ratnasari Ritonga

Skripsi Desi Ratnasari Ritonga

Pengamatan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah dengan pengamatan langsung, pengamatan berstruktur, dan berperanserta secara lengkap. Pengamatan langsung adalah cara mengumpulkan data yang dilakukan melalui pengamatan pencatatan gejala-gejala yang tampak pada objek penelitian yang pelaksanaannya langsung pada tempat dimana suatu peristiwa, keadaan, atau situasi terjadi. Pengamatan berstruktur adalah pengamatan yang dilakukan peneliti dimana peneliti telah mengetahui aspek apa dari aktivitas yang relevan dengan masalah serta tujuan penelitian. 31 Sedangkan berperanserta secara lengkap adalah pengamat menjadi anggota penuh dari kelompok yang diamatinya. Sehingga pengamat dapat memperoleh informasi apa saja yang dibutuhkannya, termasuk yang dirahasiakan sekalipun. 32 . Untuk itu dalam kaitannya dengan rumusan masalah penelitian pengamatan yang dilakukan berkaitan dengan peranan pengajian keagamaan Aisyiyah dalam meningkatkan wawasan dan tingkat pengetahuan keagamaan kaum ibu yang tergabung dalam pengajian tersebut.
Baca lebih lanjut

50 Baca lebih lajut

JURNAL DAKWAH DAN KOMUNIKASI dakwah

JURNAL DAKWAH DAN KOMUNIKASI dakwah

Menurut M. Natsir, Islam tidak dapat dipisahkan dari negara. Ia mengatakan bahwa urusan kenegaraan pada pokoknya merupakan bagian integral dari risalah Islam. Dinyatakan pula bahwa kaum muslimin mempunyai falsafah hidup atau ideologi sebagaimana agama-agama yang lainnya. Ia mengutip sebuah ayat al-Qur’an, yang artinya: “ Tidak sekali-kali aku jadikan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada-Ku”. Bertitik tolak dari dasar ideologi Islam inilah, ia berkesimpulan bahwa cita-cita hidup seorang muslim di dunia ini hanya ingin menjadi hamba Allah agar mencapai kejayaan di dunia dan akhirat. 9
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Husnun Jauhari Ritonga

Husnun Jauhari Ritonga

Beranjak dari latar belakang kelahiran Ikhwan, yakni seprihatioan tcrhadap kcndisi keagamaan masyarakat di maoa mereka lebih mengedepankan sekularismc (al-Banna, 199: 168), maka masyarakat sangat membutuhkan pemikiran segar untuk mengcmbalikan pemahaman keagamaan yang konperehensif dao universal (ll..hmena, 1996: 135) termasuk di dalamnya meogikusertakan politik kenegaraan (al-Banna, 1999: 63) sebagai ajaran agama yang tidak bisa terlepas dnri dalamnya. lkhwan juga mempcrhatikan kond.si perckonomian yang carut-marut ketika itu; kondisi ekonomi yang menycdihkan, masyarakat kebanyakan berprofesi hanva scbagai buruh-buruh kasar padahal scbcnarnya mcreka layak mcnikrnati hasil buminya scndiri secara lebih baik (al-Qaradhawi 1999: ?7), l· cdasarkan kcprihatinan ini pula, maka Ikhwan kcmudian mcmbuat arah pcmikiran dan gcrakan kcpada iJc • >logi Islam
Baca lebih lanjut

53 Baca lebih lajut

JELASKAN ISU ISU SEMASA DALAM TAMADUN IN

JELASKAN ISU ISU SEMASA DALAM TAMADUN IN

sebagai kebudayaan , peradaban , kemajuan , sopan santun dan sebagainya.Abu bakar hamzah didalam bukunya iaitu sejarah kebudayaan islam menjelaskan bahawa tamadun adalah berasal daripada kata arab yang telah diterima sebagai sebahagian daripada perbendaharaan kata bahasa Malaysia. Seterusnya tamadun itu lahir serentak , seiring dan sejalan dengan perkembangan kehidupan manusia dari semasa ke semasa dalam bentuk pemikiran dan kebendaan.Mahmood mohd taib al najmi di dalam bukunya iaitu sejarah tamadun islam mendefinasikan tamadun sebagai peraturan masyarakat yang dapat membantu manusia menambahkan hasil pengeluarannya samada dari segi pemikiran atau kebendaan. Daripada huraian yang disebut di atas , dapatlah dibuat kesimpulan bahawa tiga istilah pernah digunakan untuk menghuraikan tamadun iaitu kata kata kebudayaan , peradaban , dan tamadun . walaupun kata-kata itu berbeza dari segi sebutannya tetapi membawa satu maksud iaitu pencapaian manusia samada dari segi aspek pemikiran , kerohanian , abstrak , atau kebendaan .
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...