aktivitas lipase

Top PDF aktivitas lipase:

Mempelajari Spesifisitas Alkohol, Spesifisitas Posisi, dan Pengaruh Suhu terhadap Aktivitas Lipase Ekstraselular dari Kapang Mucor javanicus M26 II/2

Mempelajari Spesifisitas Alkohol, Spesifisitas Posisi, dan Pengaruh Suhu terhadap Aktivitas Lipase Ekstraselular dari Kapang Mucor javanicus M26 II/2

Penelitian i betujuan untuk mengetahui aktivitas lipase eksraselular Mucor javanicus M26 WZ trhad.p alkohol dengan berbagai panjang rantai (butanol, oktanol, n lauril alkohol), posisi OH (butanol primer, butanol sekunder, dan butanol tersier), dan jumlah OH (etilen gikol dan gliserol), spesiisitas posisi, serta pengauh suhu terhadap aktivitas esteriikasi dan hidrolisis. Pada penelitian im, produksi enzim lipase menggunakan media Blain el al. (1978) yang telab dimodiikasi oleh Nuraida e/ al. (2000) dengan mengganti glukosa dengan minyak sawit sebagai induser.
Baca lebih lanjut

84 Baca lebih lajut

Daya Inhibisi Ekstrak Daun Jati Belanda dan Bangle Terhadap Aktivitas Lipase Pankreas Sebagai Antiobesitas

Daya Inhibisi Ekstrak Daun Jati Belanda dan Bangle Terhadap Aktivitas Lipase Pankreas Sebagai Antiobesitas

Zat aktif yang terkandung dalam Xenical® yang digunakan sebagai kontrol positif ialah orlistat. Mekanisme orlistat dalam menghambat aktivitas lipase pankreas ialah nonkompetitif, yaitu dengan cara membentuk suatu ikatan kovalen pada bagian serine yang aktif dari lipase pankreas dan lambung, sehingga merubah enzim tersebut menjadi nonaktif (Anonim 2008a). Mekanisme penghambatan ini belum tentu sama dengan mekanisme penghambatan ekstrak daun jati belanda atau bangle terhadap aktivitas lipase pankreas. Hal ini dikarenakan struktur yang dimiliki oleh orlistat tidak sama atau tidak menyerupai salah satu senyawa metabolit sekunder yang terkandung dalam kedua tanaman ini. Mekanisme yang terjadi bisa saja berupa penghambatan kompetitif (ekstrak berkompetisi dengan substrat untuk berikatan pada sisi aktif enzim) maupun unkompetitif (ekstrak merusak keseluruhan struktur dari enzim). Penentuan mekanisme yang pasti mengenai penghambatan ekstrak tanaman daun jati belanda dan bangle ini tidak dapat ditentukan secara langsung, tetapi memerlukan penelitian yang lebih lanjut.
Baca lebih lanjut

50 Baca lebih lajut

Aktivitas Lipase Indigenous se Perkecambahan Biji Kakao (Theobroma cacao L.) | Mayun Permana | Agritech 9795 17885 1 PB

Aktivitas Lipase Indigenous se Perkecambahan Biji Kakao (Theobroma cacao L.) | Mayun Permana | Agritech 9795 17885 1 PB

Aktivitas lipase biji kakao ada baik pada biji yang belum dikecambahkan maupun yang dikecambahkan, seperti halnya pada biji bunga matahari (Sagiroglu dan Arabaci, 2005; Bahri, 2000) dan biji Jatropha curcas L. (Abigor dkk., 2002) aktivitas lipase sudah ada pada biji yang belum dikecambahkan. Samsumoharto (2008) juga telah mengisolasi lipase biji kakao yang belum dikecambahkan, namun dari hasil penelitian ini ternyata aktivitas lipase yang tertinggi didapat pada biji yang dikecambahkan 3 hari. Berdasarkan aktivitas hidrolisis yang diperoleh ada kesamaan waktu perkecambahan optimum biji kakao dengan perkecambahan biji rami (Linum usitatissimum) aktivitas puncaknya pada perkecambahan 2-3 hari (Wanasundara dkk., 1999), dan linseed 3 hari (Sammour, 2005). Sedangkan waktu perkecambahan optimum untuk aktivitas esteriikasinya tidak disebutkan dari masing-masing biji.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Aktivitas Lipase Indigenous Selama Perkecambahan Biji Kakao (Theobroma cacao L.).

Aktivitas Lipase Indigenous Selama Perkecambahan Biji Kakao (Theobroma cacao L.).

4 menguning Biji dicuci dengan air bersih dan dihilangkan pulp (lendir) dengan cara menggosok. Biji yang telah bersih dari pulp direndam dalam larutan fungisida 0,1% selama 5 menit untuk mencegah pertumbuhan jamur. Biji ditiriskan dan dikecambahkan dalam loyang plastik dengan cara dihamparkan diatas kertas saring yang dibasahi. Loyang ditutup dengan kain saring putih dan diinkubasi pada suhu ruang. Perkecambahan dilakukan selama 10 hari dan setiap hari biji dianalisis aktivitas lipase, berat biji, protein terlarut dengan metode Lowry, kadar asam lemak bebas, kadar lemak dengan metode Soxhlet, dan kadar air dengan metode pemanasan (AOAC, 1980).
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

ISOLASI DAN AKTIVITAS ENZIM LIPASE HASIL (1)

ISOLASI DAN AKTIVITAS ENZIM LIPASE HASIL (1)

Penelitian ini menguji aktivitas enzim lipase dari dedak padi dengan titrasi fenol berdasarkan perubahan warna pink yang menunjukkan penambahan NaOH menetralkan sifat asam yang dibentuk asam lemak dalam sampel. Pengukuran aktifitasnya didasarkan kepada jumlah asam lemak yang dibebaskan lalu dititrasi oleh NaOH 0.1 M secera titrimetri. Pada metoda titrimetri, banyaknya asam lemak yang dilepaskan akan dititrasi oleh NaOH sehingga volume NaOH sama dengan volume asam lemak yang dihasilkan oleh aktivitas enzim lipase. Untuk mengetahui aktivitas lipase dari dedak padi menggunakan rumus uji aktivitas enzim adalah sebagai berikut:
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

Optimasi Isolasi Lipase Indigenous Biji Kakao (Theobroma cacao L.) | Permana | Agritech 9653 17739 1 PB

Optimasi Isolasi Lipase Indigenous Biji Kakao (Theobroma cacao L.) | Permana | Agritech 9653 17739 1 PB

Tahap awal untuk mendapatkan lipase adalah isolasi dan merupakan tahap yang sangat penting untuk mendapatkan aktivitas dan jumlah lipase yang maksimal. Faktor yang mempengaruhi keberhasilan isolasi adalah sifat sumber lipasenya dan kondisi ekstraksi. Sifat dari sumber lipasenya yang berpengaruh adalah keberadaan lipase dalam biji dan komposisi biji. Lipase pada biji ada yang terikat dalam membrane (lipid body, oleosome) dan ada dalam subseluler atau cairan sel. Lipase pada lipid body ditemukan pada biji rami (Linseed) (Sammour, 2005), biji jagung (Lin dkk., 1983). Sedangkan lipase pada sitosol didapat pada biji Jatropa curcas L (Abigor dkk., 2002), biji kacang African (Enujiugha dkk., 2004), biji bunga matahari (Sagiroglu dan Arabaci, 2005), Pachira aquatica ( Polizelli dkk., 2008) dan Laurus nobilis L (Isbilir dkk., 2008). Sedangkan komponen biji yang banyak berpengaruh adalah kandungan lemak dan senyawa polifenol. Doonan (1996) menyatakan bahwa biji yang mengandung lemak tinggi perlu dilakukan defatting untuk mengurangi hambatan difusi lipase dari sel. He dkk. (2006) dan Kusano dkk. (2008) melaporkan adanya penghambatan aktivitas lipase dengan penambahan polifenol yang diekstrak dari teh.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Karakterisasi enzim hidrolase bakteri dari mata air soda Parbubu, Tapanuli Utara

Karakterisasi enzim hidrolase bakteri dari mata air soda Parbubu, Tapanuli Utara

Aktivitas enzim lipase ditunjukkan dengan perubahan warna saat titrasi dari tidak berwarna menjadi berwarna merah muda akibat terjadinya perubahan pH pada larutan. Awal titrasi netralisasi, larutan tidak menghasilkan warna karena NaOH yang diteteskan berikatan dengan asam lemak, sehingga tidak dapat mengubah pH larutan, akibatnya fenolftalein sebagai indikator pH tidak memberikan perubahan warna. Warna merah muda muncul saat NaOH tidak lagi dapat berikatan dengan asam lemak, sehingga memberikan sifat basa pada larutan dan menimbulkan warna merah muda sebagai indikasi perubahan pH larutan. Banyaknya NaOH yang dapat berikatan dengan asam lemak menunjukkan banyaknya asam lemak yang terdapat dalam larutan sebagai hasil hidrolisis minyak zaitun. Perlakuan untuk kontrol dilakukan setelah kultivasi selama 1 jam, yaitu berarti sebelum terjadi reaksi degradasi lipid oleh lipase. Aktivitas lipase ditentukan berdasar perhitungan volume NaOH terkoreksi, yaitu volume terpakai sampel dikurangi volume NaOH terpakai blanko. Volume NaOH terpakai selanjutnya dikalikan dengan konsentrasi NaOH dan dibagi dengan bobot minyak dan masa inkubasi (Paskevicius 2001).
Baca lebih lanjut

40 Baca lebih lajut

Imobilisasi Lipase Rhizopus Oryzae Pada Berbagai Bahan Pendukung Untuk Produksi Diasilgliserol Dari Cpo.

Imobilisasi Lipase Rhizopus Oryzae Pada Berbagai Bahan Pendukung Untuk Produksi Diasilgliserol Dari Cpo.

Rhizopus orzyae merupakan fungi yang termasuk dalam jenis kapang yang banyak digunakan dalam proses pembuatan tempe kedelai. Rhizopus orzyae dipilih karena kapang lokal jenis ini bersifat tidak toksik, mudah diperoleh, pertumbuhan relatif cepat. Isolat Rhizopus orzyae diremajakan dalam media agar kentang (PDA) lalu diinkubasi selama tiga hari, dan inkubasi fermentasi dilakukan selama lima hari, dikarenakan berdasarkan penelitian Perwitasari (2008) yang menunjukkan tingginya aktivitas lipase isolat Rhizopus orzyae pada saat tersebut. Selanjutnya dilakukan isolasi enzim lipase untuk memekatkan lipase dari cairan hasil fermentasi (Murni et al. 2015). Isolasi enzim yang diperoleh menggunakan teknik pengendapan dengan pelarut organik aseton. Penambahan pelarut organik dalam cairan fermentasi mengurangi kelarutan protein dengan mengurangi konstanta dielektrik larutan. Pengendapan terjadi lebih mudah ketika pH dekat dengan pI protein (Panesar et al. 2010). Selanjutnya, aktivitas lipase ditentukan dengan penentuan kadar asam lemak bebas yang terbentuk melalui proses pemecahan ikatan ester oleh lipase (Ibegbulam-njoku et al. 2014). Diperoleh hasil sebesar 4,244 mol/menit (4,244 U), yang berarti terjadi pembebasan 4,244 mol asam lemak bebas dalam setiap satu menit oleh enzim lipase.
Baca lebih lanjut

38 Baca lebih lajut

Telaah Aktivitas Bakteri Penghasil Lipase yang Berasosiasi dengan Tempe.

Telaah Aktivitas Bakteri Penghasil Lipase yang Berasosiasi dengan Tempe.

Perbandingan kuantitatif antara SmF dan SSF sulit karena perbedaan dalam metode yang digunakan untuk menentukan aktivitas lipase. Sebagai contoh, lipase ekstraseluler diperoleh menggunakan Rhizopus homothallicus antara SSF dan SmF, masing-masing dengan aktivitas lipase 1.500 Ugds −1 dan 50 UmL −1 (Diaz et al. 2006). Azeredo et al. (2007) dengan mengkultur Penicillium restrictum masing-masing pada SSF dan SmF, memperoleh aktivitas lipase 17 Ugds −1 dan 12 UmL −1 . Beberapa laporan mengenai imobilisasi cendawan dalam mengolah biomassa telah banyak diterbitkan. Imobilisasi menguntungkan karena dapat menghindarkan biomassa dari penurunan harga akibat tingginya faktor pengenceran. Konsentrasi tinggi sel dalam reaktor juga dapat dicapai dan pemisahan biomassa dari media (Elitol dan Ozer 2000). Wolski et al. (2008) melaporkan penggunaan respon permukaan metodologi untuk mengoptimalkan produksi lipase melalui fermentasi tenggelam menggunakan imobilisasi biomassa Penicillium SP. Pada kondisi eksperimental yang dioptimalkan, aktivitas lipase mencapai sekitar 21 UmL −1 , lebih tinggi dari aktivitas yang diperoleh oleh mikroorganisme yang sama sebelum Imobilisasi.
Baca lebih lanjut

76 Baca lebih lajut

PENGEMBANGAN PROSES ENZIMATIS UNTUK PRODUKSI BIODISEL DARI MINYAK BIJI KARET

PENGEMBANGAN PROSES ENZIMATIS UNTUK PRODUKSI BIODISEL DARI MINYAK BIJI KARET

Aktivitas lipase dalam bekatul dipengaruhi oleh kondisi penyimpanan, suhu dan kadar air (Gingras, 2000). Beberapa penelitian menunjukkan kemampuan leteks pepaya dapat digunakan untuk biokonversi lipida (Caro, dkk., 2000., Gandi dan Mukherjee, 2001., Lee dan foglia, 2001). Penggunaan kedua sumber lipase tersebut untuk pembuatan metil ester dari minyak biji karet belum dipublikasikan sampai saat ini. Dengan demikian belum diketahui bagaimana kondisi optimum untuk proses tersebut. Oleh karenanya, perlu ditelaah pengembangan proses enzimatis untuk produksi biodisel dari minyak biji karet dengan menggunakan enzim indigeneous yaitu dari lateks pepaya dan bekatul yang berpotensi dapat dihasilkan dalam negeri.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Sintesis Biodiesel Sawit Melalui Reaksi Interesterifikasi Menggunakan Katalis Enzim Lipase Terimobilisasi: Kajian Penggunaan Ulang (Recycle) Enzim Sebagai Katalis

Sintesis Biodiesel Sawit Melalui Reaksi Interesterifikasi Menggunakan Katalis Enzim Lipase Terimobilisasi: Kajian Penggunaan Ulang (Recycle) Enzim Sebagai Katalis

[47] Vijay, M., & Su rendhiran, D., “Interesterification of Marine Microalga Chlorella Salina Oil with Immobilized Lipase as Biocatalyst Using Methyl Acetate as An Acyl Acceptor”, International Journal of Environment and Bioenergy, Vol. 8, No. 2, Hal: 68-85, 2013.

5 Baca lebih lajut

Pengaruh Salinitas Terhadap Aktivitas Enzim Lipase Dari Bacillus cereus DA 5.2.3 Dalam Degradasi Pakan Udang

Pengaruh Salinitas Terhadap Aktivitas Enzim Lipase Dari Bacillus cereus DA 5.2.3 Dalam Degradasi Pakan Udang

Berdasarkan Gambar 4 persen kadar asam lemak bebas yang terbesar terdapat pada perlakuan kontrol/ tanpa penambahan garam sementara pada perlakuan salinitas, persen kadar asam lemak bebas paling besar terdapat pada salinitas 5‰. Anggriani (2008) menyatakan bahwa kadar asam lemak bebas tertinggi dari Pseudomonas aeruginosa pada substrat 2,5 g dengan volume 2 ml yaitu sebesar 0,0959%. Enzim lipase yang dihasilkan oleh Bacillus cereus DA 5.2.3 bila dibandingkan dengan penelitian tersebut pada substrat dan kondisi yang sama memiliki kemampuan yang baik dalam mendegradasi pakan udang. Persen kadar asam lemak bebas yang paling kecil terdapat pada konsentrasi salinitas 20‰. Mohan dan Palavesam (2012) melaporkan bahwa enzim lipase yang dihasilkan oleh Bacillus cereus yang berasal dari saluran pencernaan udang memiliki aktivitas tertinggi pada media substrat minyak ikan sebesar 0,062 U/ml/menit sedangkan di media substrat minyak kelapa sebesar 0,057 U/ml/menit. Enzim lipase yang dihasilkan oleh bakteri Bacillus cereus DA 5.2.3 cenderung memiliki aktivitas tertinggi pada kondisi tidak adanya garam. Hal ini menunjukkan bahwa enzim lipase tersebut kurang baik digunakan pada perairan tambak dengan kadar
Baca lebih lanjut

54 Baca lebih lajut

Penentuan Ph Dan Suhu Optimum Untuk Aktivitas Ekstrak Kasar Enzim Lipase Dari Kecambah Biji Karet (Hevea brasiliensis) Terhadap Hidrolisis PKO (Palm Kernel Oil)

Penentuan Ph Dan Suhu Optimum Untuk Aktivitas Ekstrak Kasar Enzim Lipase Dari Kecambah Biji Karet (Hevea brasiliensis) Terhadap Hidrolisis PKO (Palm Kernel Oil)

Enzim adalah suatu biokatalisator yang dapat bertindak menguraikan molekul yang rantainya panjang menjadi lebih sederhana, serta dapat juga membantu mekanisme reaksi yang mana tergantung pada enzimnya. Walaupun enzim ikut serta dalam reaksi dan mengalami perubahan fisik selama reaksi, enzim akan kembali kepada keadaan semula bila reaksi telah selesai. Enzim mempunyai tenaga katalitik yang luar biasa dan biasanya jauh lebih besar dari katalisator sintetik. Spesifitas enzim sangat tinggi terhadap substratnya. Enzim mempercepat reaksi kimia secara spesifik tanpa pembentukan produk samping. Enzim merupakan unit fungsional untuk metabolisme dalam sel, bekerja menurut urutan yang teratur. Sistem enzim terkoordinasi dengan baik menghasilkan suatu hubungan yang harmonis diantara sejumlah aktivitas metabolik yang berbeda. Kebanyakan enzim diberi nama dengan penambahan akhiran – ase pada kata yang menunjukkan senyawa asal yang diubah oleh enzim atau pada nama jenis reaksi kimia yang dikatalisis enzim. (Gaman, 1992)
Baca lebih lanjut

47 Baca lebih lajut

Aktivitas Antibakteri Hasil Hidrolisis Enzimatik Minyak Kelapa Murni Dan Minyak Inti Sawit Terhadap Staphylococcus aureus Dan Salmonella thypi Serta Escherichia coli

Aktivitas Antibakteri Hasil Hidrolisis Enzimatik Minyak Kelapa Murni Dan Minyak Inti Sawit Terhadap Staphylococcus aureus Dan Salmonella thypi Serta Escherichia coli

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antibakteri dari hasil hidrolisis enzimatik VCO dan PKO menggunakan enzim lipase (Lipozym TL IM) terhadap bakteri yang berada di usus, yaitu Staphylococcus aureus, Salmonella thypi dan Escherichia coli. Staphylococcus aureus dan Escherichia coli adalah flora normal usus yang bersifat oportunis, sedangkan Salmonella thypi adalah bakteri patogen. Staphylococcus aureus adalah bakteri gram positif sedangkan Salmonella thypi dan Escherichia coli adalah bakteri gram negatif (Gillespie dan Bamford, 2009). Bakteri ini digunakan untuk membandingkan sifat antibakteri hasil hidrolisis enzimatis VCO dan PKO terhadap bakteri flora normal usus dan bakteri patogen, serta untuk membandingkan sifat antibakterinya terhadap bakteri gram negatif dan gram positif.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA - Gliserolisis Enzimatis Minyak Inti Sawit Menggunakan Katalis Enzim Lipase Dari Candida Rugosa Serta Variasi Pelarut Etanol, 1-Propanol, 2-Propanol, N-Heptana Dan Isooktana

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA - Gliserolisis Enzimatis Minyak Inti Sawit Menggunakan Katalis Enzim Lipase Dari Candida Rugosa Serta Variasi Pelarut Etanol, 1-Propanol, 2-Propanol, N-Heptana Dan Isooktana

Monogliserida dan digliserida adalah emulsifier anionik w/o yang umum digunakan dalam makanan, kosmetik dan farmasi (kristensen et al, 2005). Sifat dari bahan pengemulsi ini adalah mudah larut dengan bentuk yang bervariasi yakni cair, plastis, maupun padat, bergantung pada proses dan bahan baku yang digunakan. Selain itu mono- dan digliserida digunakan sebagai bahan intermediet dalam industri kimia seperti detergen dan alkalin resin (Pantzaris, 1995). Seringkali campuran monogliserida dan digliserida digunakan dalam aplikasi-aplikasi tersebut, dikarenakan keduanya lebih ekonomis dan memberikan performa yang sesuai (Fregolente, 2008). Penggunaannya dalam bahan-bahan yang dipanggang, industri permen, es krim, margarin, selai kacang, whipped cream, suatu emulsifier dengan konsentrasi monogliserida yang tinggi yang disebut monogliserida terdistilasi sangat penting peranannya. Monogliserida terdiri dari beberapa jenis, salah satunya adalah gliserol monolaurat atau monolaurin adalah senyawa multifungsi yang memiliki sifat antimikroba . Keistimewaan dari monolaurin adalah dapat menghambat sel vegetatif Bacillus cereus (Cotton et al, 1997). Monolaurin dapat menghambat aktivitas Listeria monocytogenes, B. stearothermophilus dan B. cublitis (Kabara, 1983).
Baca lebih lanjut

22 Baca lebih lajut

UJI AKTIVITAS ANTIOBESITAS DARI EKSTRAK

UJI AKTIVITAS ANTIOBESITAS DARI EKSTRAK

Tanaman obat yang dapat digunakan untuk mencegah atau menurunkan berat badan antara lain teh hijau, kayu manis, ginseng, curcumin, lada hitam dan daun jati belanda. Penelitian yang telah dilakukan, senyawa flavonoid, tanin dan saponin yang terkadung dalam daun jati Belanda memiliki aktivitas menghambat enzim lipase pankreas dengan menurunkan kadar trigliserida, kolesterol total dan menurunkan berat badan (Hidayat dkk, 2015). Dalam survei literatur, ditemukan bahwa flavonoid, sterol, tanin, dan alkaloid telah menunjukkan efek yang menjanjikan untuk mengatasi obesitas dengan berbagai mekanisme (Rohit et al, 2012).
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

KARAKTERISASI SENYAWA KOMPLEKS SENG-MORIN DAN POTENSINYA SEBAGAI PENGHAMBAT AKTIVITAS ENZIM LIPASE SKRIPSI

KARAKTERISASI SENYAWA KOMPLEKS SENG-MORIN DAN POTENSINYA SEBAGAI PENGHAMBAT AKTIVITAS ENZIM LIPASE SKRIPSI

The aims of the research synthesis and characterize complex compound of zinc-morin then determine their ability to inhibit the activity of the lipase enzyme. Synthesis of zinc-morin complex compound is done with the mole ratio of metal : ligand. The effectiveness test of complex compound is conducted by determining the activity of lipase enzyme towards p-nitrophenylpalmitate substrate with zinc- morin complex compound. Zinc-morin complex compound can be synthesized with the mole ratio of 1 : 3 and melting point temperature more than 364 o C. Characterization result of UV-Vis Spectrophotometer indicate the phenomenon of charge transfer through maximum wavelength about 339.5 and 245 nm. Characterizayion result of FT-IR indicated the presence of ZnO carbonyl and hydroxyl vibration at wavenumbers about 469.92 and 3749.62 cm -1 . The magnetic
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Pengaruh Salinitas Terhadap Aktivitas Enzim Lipase Dari Bacillus cereus DA 5.2.3 Dalam Degradasi Pakan Udang

Pengaruh Salinitas Terhadap Aktivitas Enzim Lipase Dari Bacillus cereus DA 5.2.3 Dalam Degradasi Pakan Udang

Mohan T dan Palavesam A. 2012. Optimization of Lipase by Bacillus Cereus Isolated From Fish Gut. International Conference on Biological and Life Sciences IPCBEE. Singapore. Journal of oceanology singapore. 3(4) : 29 Mongkolthanaruk, W dan Dhamsthiti, S. 2002. Biodegradation of lipid-rich

5 Baca lebih lajut

Penentuan pH dan Suhu Optimum untuk Aktivitas Ekstrak Kasar Enzim Lipase dari Kecambah Biji Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq) terhadap Hidrolisis RBDPO (Refined Bleached Deodorized Palm Oil)

Penentuan pH dan Suhu Optimum untuk Aktivitas Ekstrak Kasar Enzim Lipase dari Kecambah Biji Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq) terhadap Hidrolisis RBDPO (Refined Bleached Deodorized Palm Oil)

Proses hidrolisis dengan menggunakan enzim lipase, pada umumnya reaksi beroperasi pada suhu yang relatif rendah yaitu antara 30-60 0 C dan tekanan atmosferik, sehingga aman bagi lingkungan kerja dan tidak memerlukan energi yang cukup besar. Disamping itu, produk yang dihasilkan mempunyai kualitas yang relatif lebih baik dibandingkan produk sejenis yang dibuat dengan proses kimia atau fisika, karena relatif tidak terjadi kerusakan akibat pemanasan pada suhu tinggi. Sebagai biokatalis, enzim memiliki sifat-sifat antara lain dapat aktif dalam jumlah yang sangat kecil dan aktivitas katalitiknya spesifik. (Sri, W.M., 2011)
Baca lebih lanjut

61 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...