Aktivitas Membatik

Top PDF Aktivitas Membatik:

EKSPLORASI ETNOMATEMATIKA PADA AKTIVITAS MEMBATIK DI RUMAH PRODUKSI NEGI BATIK MOJOKERTO - repository UPI S MTK 1204832 Title

EKSPLORASI ETNOMATEMATIKA PADA AKTIVITAS MEMBATIK DI RUMAH PRODUKSI NEGI BATIK MOJOKERTO - repository UPI S MTK 1204832 Title

Dengan ini saya menyatakan bahwa skripsi dengan judul “ Eksplorasi Etnomatematika pada Aktivitas Membatik di Rumah Produksi Negi Batik Mojokerto ” ini beserta seluruh isinya adalah benar-benar karya saya sendiri. Saya tidak melakukan penjiplakan atau pengutipan dengan cara-cara yang tidak sesuai etika ilmu yang berlaku dalam masyarakat keilmuan. Atas pernyataan tersebut, saya siap menanggung resiko/ sanksi apabila di kemudian hari ditemukan adanya pelanggaran etika keilmuan atau ada klaim dari pihak lain terhadap keaslian karya saya ini.

4 Baca lebih lajut

ILVA W SAVITRI 22010111120014 Lap.KTI BAB7

ILVA W SAVITRI 22010111120014 Lap.KTI BAB7

50 BAB VII SIMPULAN DAN SARAN 7.1 Simpulan 1 Terdapat hubungan antara aktivitas membatik dengan gangguan sistem muskuloskeletal pada pengrajin batik tulis 2 Terdapat hubungan yan[r]

1 Baca lebih lajut

S MTK 1204832 Table of Content

S MTK 1204832 Table of Content

vii Maya Modigliani Azra, 2016 Eksplorasi Etnomatematika pada Aktivitas Membatik di Rumah Produksi NEGI Batik Mojokerto Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpu[r]

7 Baca lebih lajut

Perancangan Meja Kursi Ergonomis pada Pembatik Tulis di Kelurahan Kalinyamat Wetan Kota Tegal

Perancangan Meja Kursi Ergonomis pada Pembatik Tulis di Kelurahan Kalinyamat Wetan Kota Tegal

Salah satu lokasi pengrajin batik adalah di Kelurahan Kalinyamat Wetan. Hasil survey awal terhadap posisi tubuh aktivitas membatik (nyanting) dilakukan dengan dua cara yaitu: posisi duduk di lantai dan duduk diatas dingklik. Hasil penelitian pendahuluan yang dilakukan terhadap 10 responden yang sedang membatik ternyata menimbulkan keluhan musculoskletal dan kelelahan. Dilihat dari sisi keluhan musculoskeletal yaitu: 50 % merasakan sakit pada bagian pantat, lutut kanan, kaki kiri ; 60 % sakit pada leher bagian atas, pinggang, lengan bawah kiri, lutut kiri; 70 % merasakan sakit pada leher bagian bawah, punggung dan bokong. Dilihat dari kelelahan yaitu : 31 % pelemahan kegiatan, 27% pelemahan motivasi dan 28 % pelemahan yang disebabkan oleh aktivitas fisik. Dilihat dari posisi peralatan yang digunakan maka dapat terlihat bahwa posisi kerja membatik tidak nyaman karena bahan yang dikerjakannya diletakkan di depan tubuh, atau diletakkan di atas gawangan selanjutnya sikap tubuh pengrajin menyesuaikan dengan bahan/alat yang dikerjakan. Hasil penelitian pendahuluan terhadap keluhan musculoskeletal ternyata posisi duduk duduk di atas lantai 57,13% ; posisi duduk di atas dingklik 49,87% sehingga terjadi penurunan terhadap tingkat keluhan musculoskeletal sebesar 12,71%. Dilihat dari sisi kelelahan maka posisi duduk di atas lantai 53,73%, posisi duduk di atas dingklik 40,87%, sehingga terjadi penurunan terhadap tingkat kelelahan sebesar 23,93% (Siswiyanti, 2011).
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

KETERAMPILAN MEMBATIK SEBAGAI MODEL PEMBELAJARAN EKSTRAKURIKULER SISWA SMP DI SURAKARTA

KETERAMPILAN MEMBATIK SEBAGAI MODEL PEMBELAJARAN EKSTRAKURIKULER SISWA SMP DI SURAKARTA

Dwiyanto dan Nugrahani (2002) menulis karakter pembatik. Pekerjaan itu, khususnya batik tulis, sampai sekarang masih didominasi wanita yang hal ini menjadi peluang untuk kesetaraan dengan pria. Untuk kelangsungan mereka, pembatik wanita perlu peningkatan kemampuan dan keterampilan. Hal itu perlu karena sektor ini masih menjanjikan lapangan kerja bagi mereka. Paradigma sejumlah wanita muda yang menganggap menjadi buruh pabrik batik di kota lebih bergengsi daripada di desa perlu diluruskan. Ditegaskan sampai sekarang pekerjaan membatik masih dapat memberi kebanggaan dan status sosial. Hal tersebut disebabkan oleh riwayat batik yang berasal dari keraton dan hanya dikerjakan wanita priyayi serta aktivitas membatik merupakan keahlian langka yang membutuhkan keterampilan yang harus dipelajari dalam waktu yang tidak singkat serta dapat menciptakan lapangan kerja bernilai ekonomis. Kepandaian membatik dapat memberikan rasa percaya diri karena melalui kegiatan itu pembatik dapat berperan aktif dalam pembangunan.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

ETNOMATEMATIKA: MODEL BARU DALAM PEMBELAJARAN

ETNOMATEMATIKA: MODEL BARU DALAM PEMBELAJARAN

Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui unsur-unsur berpikir kreatif matematis di dalam aktivitas membatik masyarakat Pelayangan Jambi Kota Seberang; untuk mengetahui unsur- unsur berpikir kritis matematis di dalam aktivitas membatik masyarakat Pelayangan Jambi Kota Seberang; dan untuk mengetahui implikasi hasil penelitian ini terhadap pembelajaran matematika. Data penelitian diperoleh dari observasi, wawancara dengan pengrajin batik, dan wawancara dengan guru matematika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berbagai kegiatan proses membatik masyarakat Pelayangan mempunyai nilai etnomatematika yang ditemukan dalam aspek-aspek etnomatematika seperti aspek membilang, mengukur, penentuan letak, merancang dan menjelaskan. Bentuk aktivitas membatik masyarakat Pelayangan yang bernuansa matematika seperti konsep perbandingan, kekongruenan, konsep luas bidang datar, konsep refleksi, translasi dan rotasi dapat dipraktikkan dan dikembangkan dalam pembelajaran matematika di Sekolah Menengah Pertama (SMP) pada kurikulum 2013. Penelitian ini menghasilkan suatu sintaks pembelajaran matematika dengan pendekatan etnomatematika yang diadopsi dari kegiatan membatik yang digunakan di Madrasah Tsanawiyah Negeri Olak Kemang Jambi Kota Seberang.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Pengaruh Membatik Jumputan Terhadap Perkembangan Motorik Halus Anak Kelompok b di TK Kemiri 03 Kecamatan Kebakkramat Kabupaten Karanganyar tahun ajaran 2013/2014.

PENDAHULUAN Pengaruh Membatik Jumputan Terhadap Perkembangan Motorik Halus Anak Kelompok b di TK Kemiri 03 Kecamatan Kebakkramat Kabupaten Karanganyar tahun ajaran 2013/2014.

batik jumputan adalah batik yang proses pembuatannya berbeda dengan batik tulis atau batik cap, yaitu dengan cara mengikat di beberapa bagian kain yang ingin diberi motif. Sedangkan menurut Herni (2007: 40) membatik jumputan pada dasarnya adalah proses pencelupan yaitu, sebagian kain diikat rapat menurut pola tertentu sebelum dilakukan pencelupan dengan zat warna. Jadi, membatik jumputan adalah suatu aktivitas membatik pada kain dengan cara mengikat kain dan mencelupkan pada zat warna sehingga membentuk motif jumputan.Membatik jumputan dapatmenstimulasiperkembangan motorik halusanak karena membatik jumputan merupakan suatu kegiatan yang menarik dimana anak dapat mengenal kesenian batik, bermain warna, anak dapat mengkoordinasikan gerakan mata dan jari tangannya dalam menjumput atau mengikat kain sehingga membentuk motif batik jumputan tertentu.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

S MTK 1204832 Abstract

S MTK 1204832 Abstract

Selama ini, masyarakat masih menganggap bahwa matematika adalah ilmu pengetahuan yang bersifat sempurna dan objektif, jauh dari kehidupan sehari- hari. Paradigma ini merupakan paradigma absolut dalam memandang matematika (Turmudi, 2009). Kenyataannya, matematika saling berkaitan dengan kehidupan. Menurut Sumardyono (2004) matematika itu bersifat sosial- kultural-historis, matematika adalah bagian dari kebudayaan dan lahir dari perjalanan panjang yang menyejarah dalam kehidupan manusia. Selain itu, pada dasarnya siswa sudah memiliki konsep dasar matematis yang mereka dapatkan dari lingkungan sosial budayanya. Sayangnya, pembelajaran matematika di Indonesia saat ini lebih banyak mengadopsi gaya pembelajaran dunia barat, padahal gaya pembelajaran mereka belum tentu tepat jika diterapkan di Indonesia . Sebagai calon guru matematika, hendaknya kita memahami secara utuh karakteristik filosofis matematika dan karakteristik kultural matematika. Karakteristik kultural matematika dapat dikaji melalui Studi Etnomatematika. Penelitian ini dilakukan di rumah produksi NEGI Batik, salah satu perusahaan yang memproduksi batik tulis dan batik cap khas Mojokerto. Fokus dalam penelitian ini yaitu aktivitas membatik yang dilakukan oleh pembatik di NEGI Batik Mojoketo, dengan tujuan mengungkap ide-ide matematis yang terdapat pada proses membatik serta ide-ide matematis yang terdapat pada motif-motif batik produksi NEGI Batik Mojokerto. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan etnografi. Hasil dari penelitian ini, peneliti berhasil menemukan konsep-konsep dasar matematika yang terdapat pada proses membatik, seperi membilang, mengukur, refleksi, rotasi, translasi, hingga pada model-model matematika yang mencakup seluruh aktivitas budaya pada proses membatik.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

S MTK 1204832 Chapter 5

S MTK 1204832 Chapter 5

Untuk menjawab pertanyaan deskriptif pada rumusan masalah, yaitu “ Bagaimana ide-ide matematis pada aktivitas membatik di rumah produksi NEGI Batik Mojokerto?” simpulan ini akan dibagi berdasarkan proses membatik dan motif batik produksi NEGI Batik Mojokerto.

3 Baca lebih lajut

ILVA W SAVITRI 22010111120014 Lap.KTI BAB0

ILVA W SAVITRI 22010111120014 Lap.KTI BAB0

HUBUNGAN ANTARA AKTIVITAS MEMBATIK DENGAN GANGGUAN SISTEM MUSKULOSKELETAL PADA PENGRAJIN BATIK TULIS LAPORAN HASIL PENELITIAN KARYA TULIS ILMIAH Diajukan sebagai syarat untuk mem[r]

16 Baca lebih lajut

ILVA W SAVITRI 22010111120014 Lap.KTI BAB8

ILVA W SAVITRI 22010111120014 Lap.KTI BAB8

Nama saya Ilva Widyaningtyas Savitri , saya mahasiswa Program Studi S1 Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran UNDIP. Saya sedang melakukan penelitian berjudul Hubungan antara Aktivitas Membatik dengan Gangguan Sistem Muskuloskeletal pada Pengrajin Batik Tulis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara aktivitas membatik dengan gangguan muskuloskeletal. Apabila Ibu/Saudari setuju menjadi peserta penelitian maka ada beberapa hal yang akan Ibu/Saudari alami, yaitu:

33 Baca lebih lajut

PROGRAM PENINGKATAN KEWIRAUSAHAAN DALAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT RW 05 DEMANGAN, GONDOKUSUMAN, YOGYAKARTA

PROGRAM PENINGKATAN KEWIRAUSAHAAN DALAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT RW 05 DEMANGAN, GONDOKUSUMAN, YOGYAKARTA

Pelatihan-pelatihan yang telah diterapkan kepada masyarakat menimbulkan dampak-dampak positif diantaranya masyarakat dapat menambah wawasan dan mengetahui tentang bahan-bahan yang digunakan dalam Pembuatan Sabun Cair Cuci Piring dan Proses Membatik Jumput, Masyarakat dapat memahami kegunaan dari bahan- bahan yang digunakan dalam Pembuatan Sabun Cair Cuci Piring dan Proses Membatik Jumput, Masyarakat mendapatkan manfaat dan dapat menggunakan produk yang dihasilkan dan diberikan langsung setelah Pembuatan Sabun Cair Cuci Piring dan Proses Membatik Jumput, dan Masyarakat dapat menerapkan ilmu yang didapat untuk dijadikan sebagai ide kewirausahaan.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

HUBUNGAN DUDUK LAMA DAN STATIS DALAM MEMBATIK DENGAN FLEKSIBILITAS LUMBAL  Hubungan Duduk Lama Dan Statis Dalam Membatik Terhadap Fleksibilitas Lumbal Di Danar Hadi Surakarta.

HUBUNGAN DUDUK LAMA DAN STATIS DALAM MEMBATIK DENGAN FLEKSIBILITAS LUMBAL Hubungan Duduk Lama Dan Statis Dalam Membatik Terhadap Fleksibilitas Lumbal Di Danar Hadi Surakarta.

Penurunan jumlah elastin pada jaringan otot akan mengurangi sifat elastisitas jaringan otot. Pada jaringan otot juga akan terjadi penurunan aktivitas ATP di myosin dan penurunan konsentrasi ATP itu sendiri. Menurut Simon (2004), kekurangan ATP mengakibatkan myosin tidak mampu melepaskan ikatannya dengan actin. Dua macam myofilamen overlapping posisi dalam sarcomer. Overlapping dua myofilamen ini menjadikan sarcomer tidak mampu kembali ke panjang awal sebelum kontraksi dan menjadi kontraktur. Hal ini menjadi faktor pendukung terjadinya kontraktur sarcomer dan memicu terjadinya myofacial trigger point syndrome.
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

 J00882

J00882

Pada umumnya masyarakat di Desa Bakaran bekerja sebagai buruh, baik buruh tani maupun buruh tambak. Pendapatan sebagai buruh tersebut hanya 25 ribu rupiah sampai 30 ribu rupiah per hari. Jumlah tersebut tentu tidaklah cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, apa lagi untuk membiayai pendidikan anak- anak mereka. Tetapi dengan kehalian membatik yang dimiliki oleh para ibu rumah tangga, mereka dapat membantu meningkatkan perekonomian rumah tangga. Misalnya Miyati 54 tahun, suaminya bekerja sebagai buruh ngedos (panen padi). Contoh lainnya Parmi 52 tahun, suaminya bekerja sebagai buruh srabutan. Sudah sejak lama mereka bekerja sebagai pembatik di industri rumah tangga batik “Tjokro”. Kini setiap bulan mereka pendapatkan penghasilan rata-rata 900 ribu rupiah dalam satu bulan. Mereka mengaku penghasilan dari bekerja sebagai pembatik tersebut dapat membantu meringankan perekonomian keluarga. (Kompas 13 Agustus 2009)
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

PEWARISAN TRADISI MEMBATIK DI DESA KOTAH, SAMPANG,

PEWARISAN TRADISI MEMBATIK DI DESA KOTAH, SAMPANG,

“Pelestarian adalah upaya perlindungan, pengembangan, dan pemanfaatan kebudayaan yang dinamis. Perlindungan adalah upaya pencegahan dan penanggulangan yang dapat menimbulkan kerusakan, kerugian, atau kepunahan kebudayaan berupa gagasan, perilaku, dan karya budaya, termasuk harkat dan martabat serta hak budaya yang diakibatkan oleh perbuatan manusia ataupun proses alam. Pengembangan adalah upaya dalam berkarya yang memungkinkan terjadinya penyempurnaan gagasan, perilaku, dan karya budaya berupa perubahan, penambahan, atau penggantian sesuai tata dan norma yang berlaku pada komunitas pemiliknya tanpa mengorbankan keasliannya. Pemanfaatan dalah upaya penggunaan karya budaya untuk kepentingan pendidikan, agama, sosial, ekonomi, ilmu pengetahuan, teknologi, dan kebudayaan itu sendiri.” Pelestarian batik tidak diartikan pasif yang hanya menjaga, menyimpan batik agar tidak punah atau hilang, tetapi juga berusaha agar batik tetap dimiliki dan dicintai oleh pemiliknya. Dalam arti batik dikembangkan dan berfungsi bagi masyarakat pemilik batik dalam arti luas. Dengan kata lain dalam pelestarian diperlukan peran aktif tidak hanya dari pemilik budaya itu sendiri, tetapi juga peran masyarakat dan pemerintah (Sumintarsih, 2009). Satu dariupaya pelestarian (pewarisan) budaya membatik, yaitu melalui transfer of knowledge. Dalam upaya pewarisan budaya tersebut seringkali terkendala oleh kurangnya minat generasi muda untuk menggeluti kerajinan batik. Selain membutuhkan ketelatenan, upah yang diperoleh juga tidak menjanjikan, serta adanya anggapan sebagian generasi muda bahwa kerja di toko atau pabrik lebih “bergengsi” daripada sebagai perajin.
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

Fasilitas Eduwisata Seni Batik di Yogyakarta | Darmasaputra | eDimensi Arsitektur Petra 340 576 1 SM

Fasilitas Eduwisata Seni Batik di Yogyakarta | Darmasaputra | eDimensi Arsitektur Petra 340 576 1 SM

Membatik (Proses menggambar garis-garis di luar pola dan membuat isian dalam pola yang sudah dibuat dengan beri nitik) > Fasilitas Workshop Batik. Nembok (Proses menutupi bagian-bagian yang tidak boleh terkena warna dasar) > Fasilitas Galeri Batik.

6 Baca lebih lajut

Pembuatan Game Edukasi Membatik cover 1

Pembuatan Game Edukasi Membatik cover 1

Puji syukur ke hadirat Tuhan YME yang telah melimpahkan rahmat dan barokahnya sehingga penulis dapat menyelesaikan Tugas Akhir dengan judul “PEMBUATAN GAME EDUKASI MEMBATIK DE IN BATIK (DESIGN INDONESIA BATIK BERBASIS ANDROID”. Laporan Tugas Akhir ini disusun untuk memenuhi salah satu syarat dalam memperoleh gelar Amd. pada Program Studi Diploma III Teknik Informatika Universitas Sebelas Maret.

20 Baca lebih lajut

POLA PEWARISAN BUDAYA MEMBATIK MASYARAKAT SUMEDANG - repository UPI T PSN 1201087 Title

POLA PEWARISAN BUDAYA MEMBATIK MASYARAKAT SUMEDANG - repository UPI T PSN 1201087 Title

POLA PEWARISAN BUDAYA MEMBATIK MASYARAKAT SUMEDANG Studi Kasus Pola Pewarisan Membatik di Tiga Sanggar Batik Kasumedangan TESIS diajukan untuk memenuhi sebagian syarat untuk memp[r]

3 Baca lebih lajut

2016 4 5 BERNAS MAHASISWA KEDOKTERAN BELAJAR SENI MEMBATIK

2016 4 5 BERNAS MAHASISWA KEDOKTERAN BELAJAR SENI MEMBATIK

PUBLIKASI PERS JUDUL : MAHASISWA KEDOKTERAN BELAJAR SENI MEMBATIK MEDIA : BERNAS JOGJA.[r]

1 Baca lebih lajut

JURNAL PUBLIKASI    Pengembangan Kreativitas Anak Melalui Kegiatan Membatik Pada Anak Kelompok B TK Kebak 02 Kebakkramat Karanganyar Tahun Pelajaran 2012/2013.

JURNAL PUBLIKASI Pengembangan Kreativitas Anak Melalui Kegiatan Membatik Pada Anak Kelompok B TK Kebak 02 Kebakkramat Karanganyar Tahun Pelajaran 2012/2013.

Kegiatan membatik termasuk dalam bidang pengembangan yang dapat membantu konsentrasi dan kreativitas anak, bedanya membatik bagi anak dan dewasa). Selain itu dengan kegiatan membatik melatih kesabaran, motorik halus anak dan kreativitasnya dapat dipupuk sejak dini melalui kegiatan membatik. Kenyataan di TK 02 Kebak Kebakkramat Karangantar tahun ajaran 2012/2013 pengembangan kreativitasnya masih kurang optimal.

12 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...