alat ortodontik cekat

Top PDF alat ortodontik cekat:

Hubungan antara Persepsi Remaja tentang Penggunaan Alat Ortodontik Cekat dan Minat terhadap Perawatan Maloklusi (Penelitian pada Pelajar SMAK "X" Bandung).

Hubungan antara Persepsi Remaja tentang Penggunaan Alat Ortodontik Cekat dan Minat terhadap Perawatan Maloklusi (Penelitian pada Pelajar SMAK "X" Bandung).

Sebagian besar minat dilakukan perawatan maloklusi pada kalangan remaja didorong oleh kepedulian pribadi mengenai penampilan yaitu dari aspek estetik. 12 Minat adalah suatu keadaan ketika seseorang mempunyai perhatian terhadap sesuatu dan disertai keinginan untuk mengetahui dan mempelajari maupun membuktikan lebih lanjut. 13 Menurut Baldwin pada tahun 1980, sebanyak 80% individu yang menerima perawatan ortodontik ternyata mengabaikan pertimbangan dari aspek fungsional, namun perawatan ortodontik mempunyai tujuan lainnya seperti meningkatkan kesehatan dari aspek fungsional, 14,15 maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian mengenai hubungan antara persepsi tentang penggunaan alat ortodontik cekat dan minat terhadap perawatan maloklusi pelajar SMAK “X” Bandung.
Baca lebih lanjut

23 Baca lebih lajut

PENGARUH PEMAKAIAN ALAT ORTODONTIK CEKAT TERHADAP KEPARAHAN PERIODONTITIS  PADA IBU  Pengaruh Pemakaian Alat Ortodontik Cekat Terhadap Keparahan Periodontitis Pada Ibu Hamil Di RS PKU Muhammadiyah Surakarta.

PENGARUH PEMAKAIAN ALAT ORTODONTIK CEKAT TERHADAP KEPARAHAN PERIODONTITIS PADA IBU Pengaruh Pemakaian Alat Ortodontik Cekat Terhadap Keparahan Periodontitis Pada Ibu Hamil Di RS PKU Muhammadiyah Surakarta.

Alhamdulillah, puji syukur atas kehadirat Allah SWT, karena berkat limpahan rahmat, hidayah dan inayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “ Pengaruh Pemakaian Alat Ortodontik Cekat Terhadap Keparahan Periodontitis Kajian Pada Ibu Hamil Di Surakarta”. Skripsi ini disusun untuk memenuhi sebagian persyaratan guna memperoleh derajat Sarjana Kedokteran Gigi Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Muhammadiyah Surakarta.

15 Baca lebih lajut

I. PENDAHULUAN  Pengaruh Pemakaian Alat Ortodontik Cekat Terhadap Keparahan Gingivitis Pada Ibu Hamil di RS PKU Muhammadiyah Surakarta.

I. PENDAHULUAN Pengaruh Pemakaian Alat Ortodontik Cekat Terhadap Keparahan Gingivitis Pada Ibu Hamil di RS PKU Muhammadiyah Surakarta.

Sepengetahuan penulis, belum pernah dilakukan penelitian mengenai pengaruh pemakaian alat ortodontik cekat terhadap keparahan gingivitis pada ibu hamil. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang difokuskan untuk mengetahui keparahan gingivitis pada ibu hamil yang memakai alat ortodontik cekat.

6 Baca lebih lajut

Perbedaan Penggunaan Pasta Gigi Herbal dan Pasta Gigi Non Herbal terhadap Indeks Plak Pada Pengguna Alat Ortodontik Cekat (Penelitian pada Mahasiswa/Mahasiswi FKG Maranatha yang Menggunakan Ortodontik Cekat).

Perbedaan Penggunaan Pasta Gigi Herbal dan Pasta Gigi Non Herbal terhadap Indeks Plak Pada Pengguna Alat Ortodontik Cekat (Penelitian pada Mahasiswa/Mahasiswi FKG Maranatha yang Menggunakan Ortodontik Cekat).

Alat ortodontik cekat adalah alat yang melekat pada gigi geligi sehingga dapat menimbulkan akumulasi plak di dalam rongga mulut dan sulit untuk dibersihkan secara mekanis. Area retensi yang dapat menyebabkan peningkatan akumulasi plak pada alat ortodontik cekat adalah komponen bracket. Pasta gigi adalah komponen yang digunakan untuk mengendalikan pembentukan plak. Saat ini banyak dikembangkan yang mengandung bahan herbal karena memilik efek antibakteri sehingga dapat menghambat kolonisasi bakteri pembentuk plak.
Baca lebih lanjut

22 Baca lebih lajut

PENGARUH PEMAKAIAN ALAT ORTODONTIK CEKAT TERHADAP KEPARAHAN GINGIVITIS PADA IBU   Pengaruh Pemakaian Alat Ortodontik Cekat Terhadap Keparahan Gingivitis Pada Ibu Hamil di RS PKU Muhammadiyah Surakarta.

PENGARUH PEMAKAIAN ALAT ORTODONTIK CEKAT TERHADAP KEPARAHAN GINGIVITIS PADA IBU Pengaruh Pemakaian Alat Ortodontik Cekat Terhadap Keparahan Gingivitis Pada Ibu Hamil di RS PKU Muhammadiyah Surakarta.

Selama kehamilan, respon inflamasi terhadap plak gigi meningkat, menyebabkan gingiva bengkak dan cenderung berdarah saat menyikat gigi (Pirie, 2007). Keadaan ini diperparah jika ibu hamil menjalani perawatan ortodontik, khususnya dengan alat cekat. Alat ortodontik cekat dapat bertindak sebagai sumber retensi plak dan memperburuk reaksi inflamasi gingiva yang terlihat selama kehamilan (Soni et al., 2015). Perawatan ortodontik menggunakan alat cekat dapat mengubah kondisi lingkungan di dalam rongga mulut sehingga terjadi dekalsifikasi email, perubahan komposisi dari flora normal, peningkatan jumlah plak, dan gingivitis (Yetkin et al., 2007).
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Perbandingan Penggunaan Self-Ligating Bracket dan Conventional Bracket terhadap Jumlah Koloni Streptococcus Mutans (Penelitian pada Pasien Pengguna Alat Ortodontik Cekat di Poliklinik Spesialis Ortodontik RSGM Maranatha).

Perbandingan Penggunaan Self-Ligating Bracket dan Conventional Bracket terhadap Jumlah Koloni Streptococcus Mutans (Penelitian pada Pasien Pengguna Alat Ortodontik Cekat di Poliklinik Spesialis Ortodontik RSGM Maranatha).

Komponen bracket pada alat ortodontik cekat merupakan area retensi yang dapat menyebabkan peningkatan akumulasi plak. Bakteri Streptococcus mutans yang terdapat dalam plak adalah bakteri utama dalam inisiasi dan perkembangan lesi karies. Penggunaan self-ligating bracket memberi keuntungan berupa eliminasi dari ligatur elastomer atau kawat stainless steel yang digunakan pada conventional bracket sehingga kebersihan rongga mulut dapat lebih mudah dijaga. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui perbedaan penggunaan self-ligating bracket dan conventional bracket terhadap jumlah koloni Streptococcus mutans.
Baca lebih lanjut

23 Baca lebih lajut

PENGARUH PEMAKAIAN ALAT ORTODONTIK CEKAT TERHADAP KEPARAHAN PERIODONTITIS PADA IBU HAMIL   Pengaruh Pemakaian Alat Ortodontik Cekat Terhadap Keparahan Periodontitis Pada Ibu Hamil Di RS PKU Muhammadiyah Surakarta.

PENGARUH PEMAKAIAN ALAT ORTODONTIK CEKAT TERHADAP KEPARAHAN PERIODONTITIS PADA IBU HAMIL Pengaruh Pemakaian Alat Ortodontik Cekat Terhadap Keparahan Periodontitis Pada Ibu Hamil Di RS PKU Muhammadiyah Surakarta.

Pada kelompok ibu hamil yang memakai alat ortodontik cekat menunjukkan keparahan perioodntitis yang lebih tinggi. Peningkatan keparahan periodontitis disebabkan oleh pemakaian alat ortodontik cekatyang menjadi pemicu akumulasi plak gigi dan pencetus terjadinya periodontitis.Hal ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Diana (2010) yang menyebutkan bahwa dari 60% ibu hamil yang mengalami penyakit rongga mulut, terdapat 50% mengalami periodontitis. Selain itu penggunaan alat ortodontik cekat mampu menyebabkan terjadinya penumpukkan plak sehingga dapat memicu terjadinya inflamasi pada jaringan periodontal.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

PENGARUH PEMAKAIAN ALAT ORTODONTIK CEKAT TERHADAP KEPARAHAN GINGIVITIS PADA IBU   Pengaruh Pemakaian Alat Ortodontik Cekat Terhadap Keparahan Gingivitis Pada Ibu Hamil di RS PKU Muhammadiyah Surakarta.

PENGARUH PEMAKAIAN ALAT ORTODONTIK CEKAT TERHADAP KEPARAHAN GINGIVITIS PADA IBU Pengaruh Pemakaian Alat Ortodontik Cekat Terhadap Keparahan Gingivitis Pada Ibu Hamil di RS PKU Muhammadiyah Surakarta.

Segala puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, karena berkat rahmat, hidayah dan karunia-Nya maka penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan judul “ Pengaruh Pemakaian Alat Ortodontik Cekat Terhadap Keparahan Gingivitis Pada Ibu Hamil di RS PKU Muhammadiyah Surakarta ” . Skripsi ini disusun untuk memenuhi sebagian persyaratan guna memperoleh derajat Sarjana Kedokteran Gigi di Universitas Muhammadiyah Surakarta.

16 Baca lebih lajut

PREVALENSI TERJADINYA RELAPS SETELAH PERAWATAN DENGAN ALAT ORTODONTIK CEKAT (Evaluasi Menggunakan Indeks Ortodontik Treatment Need/IOTN)

PREVALENSI TERJADINYA RELAPS SETELAH PERAWATAN DENGAN ALAT ORTODONTIK CEKAT (Evaluasi Menggunakan Indeks Ortodontik Treatment Need/IOTN)

Penelitian mengenai IOTN untuk evaluasi hasil perawatan ortodontik dengan peranti lepasan yang dilakukan oleh Dika (2011), menunjukkan adanya perbedaan yang bermakna dari penilaian model gigi. Keberhasilan perawatan ini berupa perubahan derajat keparahan maloklusi menjadi lebih baik dari sebelum masa awal perawatan ortodontik lepasan dilakukan. Perubahan derajat keparahan maloklusi ini yang menjadi prinsip perhitungan IOTN, sehingga perubahan derajat keparahan maloklusi menjadi lebih buruk setelah lepas braket dengan saat ini dapat menandakan adanya relaps, oleh karena itu IOTN dapat digunakan untuk pengukuran prevalensi relaps. Di kota Yogyakarta cukup banyak pasien yang telah selesai dilakukan perawatan ortodontik aktif, sehingga peneliti tertarik untuk mengetahui prevalensi terjadinya relaps.
Baca lebih lanjut

96 Baca lebih lajut

Gambaran Pengetahuan, Sikap, dan Perilaku Mengenai Perawatan Ortodontik Cekat pada Siswa SMA "X".

Gambaran Pengetahuan, Sikap, dan Perilaku Mengenai Perawatan Ortodontik Cekat pada Siswa SMA "X".

Perawatan ortodontik sedang diminati oleh masyarakat Indonesia karena meningkatnya kepedulian masyarakat mengenai kesehatan gigi dan tingginya tingkat maloklusi di Indonesia. Tujuan perawatan ortodontik adalah untuk memperbaiki kelainan susunan gigi sehingga didapatkan hubungan oklusi gigi yang baik, estetik wajah, dan hasil perawatan bertahan dalam jangka panjang. Perawatan ortodontik membutuhkan prosedur yang panjang dan teknik khusus sehingga pengetahuan, sikap, dan perilaku yang baik selama perawatan sangat diperlukan. Pengetahuan, sikap, dan perilaku seseorang mengenai perawatan ortodontik dapat mempengaruhi kesehatan gigi dan mulut dan hasil perawatan ortodontik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pengetahuan, sikap, dan perilaku mengenai perawatan ortodontik cekat pada siswa SMA “X”. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan menggunakan kuesioner. Sampel penelitian ini berjumlah 81 siswa yang sedang dalam perawatan ortodontik cekat atau pernah memakai alat ortodontik cekat setelah usia 15 tahun. Kuosioner berisi sepuluh pertanyaan masing-masing untuk pengetahuan, sikap, dan perilaku. Skor dari kuesioner kemudian dihitung untuk memperoleh tingkat pengetahuan, sikap, dan perilaku mengenai perawatan ortodont ik cekat pada siswa SMA “X”.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

PREVALENSI TERJADINYA RELAPS SETELAH PERAWATAN DENGAN ALAT ORTODONTIK CEKAT (Evaluasi Menggunakan Peer Assessment Rating Index/PAR)

PREVALENSI TERJADINYA RELAPS SETELAH PERAWATAN DENGAN ALAT ORTODONTIK CEKAT (Evaluasi Menggunakan Peer Assessment Rating Index/PAR)

untuk datang kedokter gigi untuk memperbaiki maloklusi 11 , sehingga diperlukan adanya perawatan ortodontik untuk memperbaiki permasalahan maloklusi. Perawatan ortodontik adalah salah satu jenis perawatan yang dilakukan pada bidang kedokteran gigi, bertujuan untuk mempertahankan dan mendapatkan posisi yang benar tanpa menimbulkan masalah baru seperti rotasi gigi, diastema dengan prosedur jangka panjang 1 . Menurut periodenya, perawatan ortodontik dibagi dalam dua periode: Periode aktif, periode ini merupakan periode di mana dilakukan pengaturan gigi-gigi yang malposisi dengan menggunakan alat ortodontik dengan tekanan mekanis, atau dengan tekanan fungsional otot-otot sekitar mulut untuk mengoreksi hubungan rahang atas dan rahang bawah. Periode pasif, merupakan periode setelah periode aktif selesai, dengan tujuan untuk mempertahankan kedudukan gigi-gigi yang telah dikoreksi agar tidak terjadi relaps (kembali seperti kedudukan semula) dengan menggunakan retainer 8 .
Baca lebih lanjut

120 Baca lebih lajut

Prevalensi Traumatik Ulser pada Pengguna Piranti Ortodonti Cekat di Klinik PPDGS FKG USU

Prevalensi Traumatik Ulser pada Pengguna Piranti Ortodonti Cekat di Klinik PPDGS FKG USU

7. Anindita P, Hutagalung B, Manoppo S. Gambaran ulkus traumatik pada mahasiswa pengguna alat ortodontik cekat di Program Studi Kedokteran Gigi Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi. Jurnal e-GiGi 2013;1(2):1-9. 8. Mainali A. Occurrence of oral ulcerations in patients undergoing

Baca lebih lajut

LAMPIRAN  Pengaruh Pemakaian Alat Ortodontik Cekat Terhadap Keparahan Periodontitis Pada Ibu Hamil Di RS PKU Muhammadiyah Surakarta.

LAMPIRAN Pengaruh Pemakaian Alat Ortodontik Cekat Terhadap Keparahan Periodontitis Pada Ibu Hamil Di RS PKU Muhammadiyah Surakarta.

dengan judul “ Pengaruh Pemakaian Alat Ortodontik Cekat Terhadap Keparahan Periodontitis (Kajian Pada Ibu Hamil di Pendidikan Profesi Kedokteran Gigi UMS) ”. Bahwa prosedur pemeriksaan keparahan periodontitis tidak akan menimbulkan resiko dan ketidaknyamanan sampel.

19 Baca lebih lajut

PERBEDAAN AKUMULASI PLAK PENGGUNA ORTODONTIK CEKAT BERKUMUR KHLORHEKSIDIN 0,2% DAN MENGUNYAH PERMEN KARET XYLITOL PADA MAHASISWA UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SEMARANG - Repository Universitas Muhammadiyah Semarang

PERBEDAAN AKUMULASI PLAK PENGGUNA ORTODONTIK CEKAT BERKUMUR KHLORHEKSIDIN 0,2% DAN MENGUNYAH PERMEN KARET XYLITOL PADA MAHASISWA UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SEMARANG - Repository Universitas Muhammadiyah Semarang

Dampak perawatan ortodontik biasanya diakibatkan karena plak gigi berisi akumulasi bakteri akan merusak gigi dan membentuk white spot, yang kemudian akan berkembang lebih lanjut menjadi karies, ini terjadi pada jaringan keras. Peningkatan resiko karies selama perawatan terjadi oleh karena beberapa faktor, yaitu lesi awal sulit untuk dijangkau, penurunan kadar pH, peningkatan volume dental plak, dan peningkatan jumlah bakteri penyebab karies. Pengguna alat ortodontik cekat juga akan mengalami peningkatan laju aliran saliva. Lingkungan rongga mulut yang demikian menguntungkan bagi mikroorganisme yaitu Streptococcus Mutans sehingga meningkatkan resiko karies (Lara-Carrillo et al., 2010).
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

PERBEDAAN STATUS KEBERSIHAN MULUT PADA ORANG YANG MEMAKAI ALAT ORTODONTIK CEKAT DAN TIDAK MEMAKAI ALAT ORTODONTIK

PERBEDAAN STATUS KEBERSIHAN MULUT PADA ORANG YANG MEMAKAI ALAT ORTODONTIK CEKAT DAN TIDAK MEMAKAI ALAT ORTODONTIK

Tetapi apabila seseorang tidak menjaga kebersihan gigi dan mulut dengan baik maka akan timbul masalah-masalah dalam rongga mulut. Dalam bidang kedokteran gigi telah lama dikenal identifikasi dini masalah-masalah dalam rongga mulut, kriteria risiko tinggi timbul masalah-masalah dalam rongga mulut meliputi satu atau lebih dari hal-hal berikut ini: gigi karies, karies email awal pada area multipel ( white spot lesion ), plak terlihat pada gigi anterior, gambaran radiografis menunjukkan karies email, titer tinggi terhadap Streptococcus mutans (SM), penggunaan alat ortodontik, dan adanya hipoplasia email (Featherstone, 2003)
Baca lebih lanjut

40 Baca lebih lajut

Perawatan Maloklusi Klas III dengan Reverse Overjet Menggunakan Alat Ortodontik Cekat Teknik Begg | Purwaningsih | Majalah Kedokteran Gigi Indonesia 8389 14939 1 SM

Perawatan Maloklusi Klas III dengan Reverse Overjet Menggunakan Alat Ortodontik Cekat Teknik Begg | Purwaningsih | Majalah Kedokteran Gigi Indonesia 8389 14939 1 SM

Maloklusi klas III true skeletal merupakan kasus yang sulit dirawat dan mudah terjadi relaps. Perawatan ideal kasus ini memerlukan tindakan bedah, namun apabila hal tersebut tidak memungkinkan maka dilakukan perawatan kamulase. Reverse overjet, atau gigitan terbalik, tipikal mempunyai penyimpangan posisi insisivus atas dan bawah akibat malrelasi maksila dan atau mandibula. Tujuan artikel ini adalah menyajikan perawatan ortodontik kamulase menggunakan teknik Begg pada maloklusi ini. Pasien perempuan umur 24 tahun mengeluhkan gigi depan berjejal dan tidak nyaman untuk mengunyah makanan. Diagnosis kasus adalah maloklusi Angle klas III, hubungan skeletal klas III dengan protrusif bimaksilar, incisivus atas dan bawah retrusif, pergeseran median line rahang atas ke kanan, disertai edge to edge bite anterior, cross bite posterior dan openbite posterior. Pasien dirawat dengan pencabutan gigi premolar kedua atas,dan premolar pertama bawah untuk mengatasi kondisi kasus tersebut. Kesimpulan dua tahun setelah perawatan, tampak sudut interinsisal berkurang, reverse overjet terkoreksi, edge to edge bite, cross bite dan openbite terkoreksi.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Gambaran Mikroorganisme pada Sikat Gigi Mahasiswa Pengguna Dental Braces (Kawat Gigi) Angkatan 2014 Fakultas Kedoteran Universitas Sumatera Utara Tahun 2015

Gambaran Mikroorganisme pada Sikat Gigi Mahasiswa Pengguna Dental Braces (Kawat Gigi) Angkatan 2014 Fakultas Kedoteran Universitas Sumatera Utara Tahun 2015

Kekurangan utama dari alat ortodontik/ dental braces (kawat gigi) berpusat pada masalah kesehatan rongga mulut. Alat ortodontik jenis ini dicekatkan pada gigi-gigi sehingga lebih sulit dibersihkan daripada alat ortodontik lepasan, dan kesehatan rongga mulut tentu lebih sulit dipertahankan selama perawatan dengan alat ortodontik cekat. Kekurangan lain dari alat ortodontik/ dental braces (kawat gigi) yaitu dapat menghasilkan gerakan gigi yang merugikan karena alat ortodontik tersebut dicekatkan pada gigi, tekanan yang terlalu besar tidak akan menyebabkan alat ortodontik cekat terungkit, tetapi malahan bisa merusak struktur pendukung gigi. Selain itu pada sistem alat orotodontik cekat yang lebih rumit akan lebih mudah untuk mendapatkan gerak yang tidak diinginkan melalui tekanan resiprokal, dan sistem ini sebaiknya hanya dikerjakan oleh operator yang berpengalaman (Foster TD, 1999).
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Reposisi Gigi Kaninus Impaksi Palatal pada Perawatan Ortodontik Cekat Teknik Begg | Wirasatyawan | MKGK (Majalah Kedokteran Gigi Klinik) (Clinical Dental Journal) UGM 11975 23413 1 SM

Reposisi Gigi Kaninus Impaksi Palatal pada Perawatan Ortodontik Cekat Teknik Begg | Wirasatyawan | MKGK (Majalah Kedokteran Gigi Klinik) (Clinical Dental Journal) UGM 11975 23413 1 SM

Impaksi palatal kaninus sering mengakibatkan keluhan secara estetis. Faktor genetik merupakan faktor yang dominan serta beberapa faktor yang lain yaitu diskrepansi lengkung gigi, ukuran gigi, retensi gigi desidui, kerusakan dini, pencabutan dini, posisi yang abnormal benih gigi, agenese incisivus lateral dan kista. Tujuan laporan kasus ini adalah untuk memberikan informasi tentang perawatan kasus impaksi palatal kaninus rahang atas pada maloklusi kelas I skeletal menggunakan alat cekat teknik Begg. Pasien perempuan umur 15 tahun, datang ke klinik ortodonsia RSGM Prof. Soedomo FKG UGM. Pemeriksaan subyektif, pasien terganggu dengan keadaan gigi depan yang maju dan bercelah. Pemeriksaan obyektif menunjukkan adanya rudimenter, agenese gigi incisivus lateral kanan dan kiri rahang atas, impaksi palatal kaninus kiri atas. Transposisi kaninus kanan atas ke ruang incisivus lateral kanan atas, pergeseran midline. Maloklusi angle kelas I dengan relasi skeletal kelas I dengan bimaksiler retrusif disertai protrusif incisivus maksila dan retrusif incisivus mandibula. Perawatan diawali dengan pencabutan gigi rudimenter. Tahap I menggunakan multiloop archwire untuk leveling dan unraveling gigi anterior, koreksi pergeseran midline. Tahap berikutnya adalah pemasangan button pada kaninus impaksi untuk mengaitkan kawat ligatur pada archwire yang berfungsi untuk menarik kaninus impaksi palatal pada lengkung gigi. Perawatan ortodontik pada kasus dengan impaksi palatal kaninus rahang atas pada maloklusi kelas I skeletal menggunakan alat cekat teknik Begg dapat dilakukan dengan hasil perawatan yang baik.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Identifikasi Perawatan Ortodontik Spesialistik dan Umum | Ardhana | Majalah Kedokteran Gigi Indonesia 8193 14483 1 SM

Identifikasi Perawatan Ortodontik Spesialistik dan Umum | Ardhana | Majalah Kedokteran Gigi Indonesia 8193 14483 1 SM

Kolegium Ortodonsia Indonesia mene-tapkan alat cekat full braces sebagai piranti perawatan yang bersifat spesialistik karena beberapa alasan: (1) Perawatan bersifat komprehensif, bertujuan untuk merawat maloklusi secara menyeluruh (2) Kesalahan perawatan menimbulkan kerusakan gigi yang sangat sukar untuk diperbaiki (3) Diperlukan pemahaman secara utuh tentang preskripsi braket yang akan dipakai, sistem kerja kekuatan (diferensial forces), biomekanika, penjangkaran dan tahapan perawatan untuk masing-masing teknik yang berbeda. (4) Membutuhkan penguasaan skill melalui bimbingan merawat beberapa pasien (kasus), pada pendidikan progaram studi spesialis ortodonsia dibutuhkan tiga tahun pendidikan merawat sekurang-kurangnya 20 pasien dalam pelbagai kasus. (5) Setelah luluspun masih dibutuhkan pengalaman kerja klinik menerapkan satu sistem perawatan cekat agar dapat menghasilkan perawatan yang memuaskan.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

PERBANDINGAN PERSEPSI KEPUASAN ANTARA PASIEN PERAWATAN ORTODONTIK CEKAT DENGAN PASIEN ORTODONTIK LEPASAN PADA MAHASISWA PSPDG UMY

PERBANDINGAN PERSEPSI KEPUASAN ANTARA PASIEN PERAWATAN ORTODONTIK CEKAT DENGAN PASIEN ORTODONTIK LEPASAN PADA MAHASISWA PSPDG UMY

Perawatan othodontik diperlukan untuk memperbaiki kondisi gigi-geligi yang malposisi. keadaan ini disebabkan posisi gigi-geligi yang tidak beraturan dan tidak pada tempat yang seharusnya pada lengkung gigi itu sendiri, sehingga menyebabkan penyimpangan oklusi normal. Penyimpangan ini sendiri dapat berasal dari perubahan posisi gigi-geligi itu sendiri (dental) maupun perubahan dari tulang maksilofasial (skeletal) sertra kombinasi antara keduanya (Adnan,2014). Perawatan ortodontik yang dilakukan, selain dapat berguna memperbaiki posisi gigi-geligi juga dapat menambah estetika wajah (Sari, 2013)
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...